Happy Sutter

Author: Alan Amrullah  |  Category: Photography

By: Ampyunk Photofreak

Thank’s

Silsilah Keluarga Bajoeri Tulungagung

Author: Alan Amrullah  |  Category: Ngawut

kamu bisa melihat family tree / silsilah keluarga bajuri
di situs ini : bajoeri.myheritage.com

demi menjaga kerukunan keluarga Bajoeri

berikut contoh previewnya…

 

HORMON YANG BERHUBUNGAN DENGAN GAMETOGENESIS DAN FUNGSI REPRODUKSI

Author: Alan Amrullah  |  Category: Kebidanan

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bab ini diharapkan mahasiswa dapat :

1. Mampu menjelaskan pengertian hormo

2. Mampu menjelaskan hormon yang berhubungan dengan gametogenesis dan fungsi reproduks

3. Mampu menjelaskan tentang kontrol hormon terhadap sistem reproduksi

4. Mampu memjelaskan tentang kelenjar endokrin dan sistem hormonal

Pengertian Hormon :

Senyawa yang merangsang. Molekul yang dihasilkan oleh jaringan tertentu, yang dikeluarkan langsung ke darah(sebagai pembawa dan secara khas mengubah kegiatan suatu jaringan tertentu yang menerimanya.

hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin yang dialirkan ke dalam peredaran dan mempengaruhi organ tertentu (organ target)

HORMON YANG BERHUBUNGAN DENGAN GAMETOGENESIS DAN FUNGSI REPRODUKSI

Hormon pada hipofisis

Terdapat dua lobus anterior dan posterior, lobus anterior menyekresi hormon gonadotropin  yang terdiri atas :

1. FSH (folikel Stimulating hormone)

a.Dihasilkan oleh sel-sel basofilik (afinitas terhadap bas

b.Mempengaruhi ovarium yang berkembang dan berfungsi saat puberta

c.Folikel primer yang mengandung oosit primer, oleh FSH dikembangkan dari keadaan yang padat menjadi folikel yg vesikule

d.Selanjutnya folikel tersebut menyekresi hormon estrogen

2. LH (liuteizing Hormon)

a.Dihasilkan oleh sel-sel asidofik(afinitas terhadap asa

b.Bersama FSH berfungsi mematangkan folikel dan sel telur serta merangsang terjadinya ovulasi

c.Folikel yang telah terlepas ovum selama ovulasi disebut korpus rubrum menjadi korpus luteum

Hormon pada Ovarium

Terdiri dari estrogen dan progesteron. Estrogen terutama meningkatkan proliferasi dan pertumbuhan sel-sel spesifik pada tubuh

dan tanggung jawab pada perkembangan sifat seksual sekunder wanita.sebaliknya, progesteron hampir seluruhnya bekaitan dengan dengan persiapan akhir uterus untuk kehamilan dan kelenjar mamae untuk laktasi

1.Estrogen ( hormon ini dihasilkan oleh teka interna folikel)

a. Pada fase pubertas mempengaruhi perkembangan tuba, dan kelenjar mamae, serta perkembangan seks sekunder wanita

b.      Pada fase proliferasi lapisan endometrium berkembang lebih tebal lebih banyak kelenjar-kelenjar , pembuluh darah arteri dan vena

2. progesteron (hormon ini dihasilkan oleh korpus leteum)

a.Pada fase sekresi mempersiapkan endometrium mencapai optimal. Kelenjar-kelenjar menyekkresi zat-zat yang berguna untuk makanan dan untuk proteksi terhadap embrio yang akan berimplementas

b.Pembuluh darah lebih panjang dan lebar

HORMON PLESENTA

Selama kehamilan, plesenta pada mamalia berfungsi sebagai organ endokrin. Plesenta tidak lagi tergantung pada hormon-hormon ibu tetapi sudah berdikari. Setelah bulan kedua kehamilan fungsi ovarium diambil alih plasenta. Estriol adalah estrogen plasenta yang menumbuhkan uterus dan merangsang kontraksi otot polos. Pregnadiol adalah progesteron plasenta, berkembangnya sel-sel otot uterus mnghambat kontraks. Kedua hormon ini bertambah terus selama khmln tjd

kedua hormon ini bertambah terus selama kehamilan terjadi dan mencapai maksimum beberapa hari sebelum melahirkan

KONTROL HORMON TERHADAP SIKLUS REPRODUKSI

Hormon mempengaruhi produksi sistem reproduksi, berpebgaruh terhadap hipofisis sabagai suatu mekanisme kontrol hormonal( mekanisme umpan balik)

SIKLUS OVARIUM

1. FSH mempengaruhi folikel yang masih berkembang, folikel yang vesikuler membesar dan menyekresi estroge

2. bertambahnya estrogen menstimulasi LH dan hipofisi

3. FSH yang maksimal akan diikuti oleh meningkatnya LH yang menyebabkan folikel akan peca

4. LH akan mengubah korpus rubrum menjadi luteum yg menstimulasi krpus luteum u/untuk menyekresi progesteron

5.Baik estrogen dan progesteronberfungsi menghabisi FSH di hipofisis 6. dengan represi yang kuat FSH akanberkurang yang diikuti meningkatnya LH sehingga merangsang korpus luteum untuk berfungsi 7. dengan menurunya FSHlama kelamaan fungsi korpus luteum juga akan menurun, estrogen dan progesteron pada akhirnya akan menurun 8. keadaan yg rendah ini berarti resepsi hipofisis berkurang. FSH akan aktif pd siklus berikutnya

SIKLUS UTERUS

Siklus uetrus dipengaruhi oleh hormon ovarium. Estrogen menyebabkan stadium proliferasi. Progesteron berkaitan dengan stadium sekresi. Apabila tidak terjadi kehamilan korpus luteum akan mengecil dan menghilang dan siklus uterus akan berulang kembali. Pada kehamilan, korpus luteum akan tetap dipertahankan karena pengaruh hCG untuk sementara waktu, yang kemudian diambil alih oleh plasenta

pada hewan primata, siklus uterus ini diikuti oleh perdarahn pervagina yg disebut menstruasi. Pada siklus anovulasi,lapisa  endometrium tidak terlalu tebal sehingga perdaraha tidak banyak. Pada siklus ovulasi, endometrium berkembang akibat pengaruh estrogen yg dilanjutkan menjadi stadium sekresi akibat pengaruh progesteron. Setelah korpus luteum mengecil, progesteron juga berkurang dan endometrium yang cukup tebal ini terlepas dengan diikuti perdarahan yang banyak

SIKLUS VAGINA

Pertumbuhan epitel vagina sangat dipengeruhi oleh estrogen. Meningginya estrogen menyebabkan terjadinya proliferasi epitel.

Siklus mamae

Sebelum pubertas, kelenjar mammae rudimenter, saluran kelenjarnya sangat pendek dan sedikit cabang. Pada pubertas estrogen meningkat didalam darah, menstimulasi puting susu menjadi besar, saluran kelenjar membesar dan bercabang-cabang. pada kehamilan pertumbuhan kelenjar mammae sedemikian rupa, ujung saluran membesar dan menghasilkan sekresinya berupa ASI akibat pengaruh  hormon prolaktin yaitu hormon yaitu hormon yang dihasilkan hipofise anterior.

SIKLUS MENSTRUSI

1. fase menstruasi a.Fase ini lamanya 3-5 hari b.Hari pertamanya permulaan dari siklus menstruasi. Yaitu terlepasnya lapisan fungsional dari endometrium bersama eritrosit, leukosit, kelenjar, kuman dan atau tanpa sel telur yang keluar dari vagina secara spontan

2. Fase proliferasi/ folikuler

a.Fase ini lamanya kurang lebih 9 hari(dari hari kelima sampai dengan hari ke empat belas)

b.Endometrium mulai terjadi regenerasi epite

c.Kelenjar-kelenjar endometrium memanjan

d.Jumlah sel-sel jaringan ikat bertambah

3. Fase sekresi /luteum

a.Fase ini berlangsung pada hari ke 14 sampai 2

b.Progesteron yang dihasilkan oleh korpus luteum menginduksi kelenjar-kelenjar endometrium menjadi lebih lebar, berkelok kelok dan membuat sekret disamping jaringan ikat endometriumnya sendiri membengkak

4. Fase askemik

a. fase ini berlangsung dari hari 27-2

b. bila sel ini tidak dibuahi, korpus luteum akan mengalami degenerasi, reproduksi progesteron menurun akibatnya terjadi fasokontriksi pada pembuluh darah endometriu, lapisan endometrium mengerut dan puca

c. dari fase iskemik ini selanjutnya diikuti oleh fase menstruasi lag

d. FSH yang dihasilkan oleh kelenjar hipofise menginduksi ovarium dan folikel-falikel yang lebih muda akan berkembang. Dengan demikian terjadi siklus ovarium, ketika pada folikel-folikel ini dihasilkan hormon estrogen

e. Estrogen merangsang pertumbuhan regenerasi dan endometrium

f.  Bila tidak terjadi kehamilan maka siklus-siklus ini berlangsung terus menerus

Referensi : ROFIK DARMAYANTI, SSiT

EMBRIOGENESIS

Author: Alan Amrullah  |  Category: Kebidanan

NIDASI

Blastula b’differensiasi

-—sel kecil m’bentuk entoderm n yolk sac

-sel yg lbh besar m’bentuk ectoderm n amnion

*—diantara ectoderm n entoderm t’dapat mesoderm

Entoderm m’bentuk usus, sal. nafas, kandung kemih, sal cerna n hati

Mesoderm m’bentuk otot, tulang, jar. Ikat, jantung, sistem urogenital, pemb. darah n limfa

—*Ectoderm m’bentuk kulit, rambut, kuku, gigi n saraf sentral n perifer

*Yolk sac m’bentuk tractus intestinal

*Ruang amnion semakin lama m’besar hingga dinding amnion mendekati khorion

*Diantara ruang amnion n embrio t’dapat body stalk yg akan b’kembang menjadi tali pusat

—Tahap embrio b’langsung dr hari ke 15 sampai sekitar 8 mgg setelah konsepsi (ukuran embrio 3cm dari puncak kepala sampai bokong)

—Tahap ini merupakan masa yg paling kritis dlm p’kembangan sistem organ n penampilan luar utama janin

Tahap janin b’langsung dari mgg ke 9 sampai janin lahir

P’halusan struktur n fungsi janin shg janin mampu b’tahan hidup dilingkungan luar rahim

Gestasi manusia b’langsung sekitar 280hr setelah periode menstruasi berakhir (266hr setelah konsepsi)

Pertumbuhan Janin Dlm Uterus

Akhir bulan Pertama

—Badan bayi sangat melengkung

—Panjang 7,5 – 10 mm

Kepala lebih besar yaitu 1/3 seluruh mudigah

—Jatung sudah t’bentuk n sudah b’denyut

Dasar  Tractus Digestivus (sal. cerna) sudah nampak

Tangan n kaki hanya berupa tonjolan saja

Bulan Keempat

—Panjang 10 – 17 cm, berat 100 gr

—Genetalia eksterna dapat ditentukan jenisnya

Kulit ditumbuhi rambut halus ( lanug

—Gerakan janin sudah dapat dirasakan oleh ibu

Bulan Kelima

—Panjang 18 – 27 cm, berat 300 gram

—Djj dpt didengar —Jika lahir sdh berusaha bernafas —

Bulan Keenam

Panjang 28 – 34 cm, berat 600 gram

Kulit keriput n lemak mulai ditimbun di bawah kulit

Kulit t’tutup vernix kaseosa

Bulan Ketujuh

—Panjang 35 – 38 cm, berat 1000 gra

—Jika lahir dpt hidup tapi kemungkinan hidup terus masih kecil

Jika menangis suara masih lemah

Bulan Kedelapan

—Panjang 42,5 cm, berat 1700 gram

Kulit merah n keriput

Bulan Kesembilan

Panjang 46 cm, berat 2500 gram

Sudah ada lap. Lemak di bwh kulit

Bulan Kesepuluh

—Panjang 50 cm, berat 3000 gram

—Bayi laki-laki biasanya lebih berat

Janin sudah cukup bulan ( matur / aterm )

Kulit halus n hampir tidak ada lanugo —

—Kulit masih t’dapat vernix kaseosa

Vernix Kaseosa adalah campuran sel2 epitel kulit, lanugo n sekret kelj. Lemak

Kepala ditumbuhi rambut —Kuku melebihi ujung jari

Pd laki – laki testis sudah dalam scrotum

—Pd wanita labia majora menutupi labia minora

LIQUOR AMNII

Ciri-ciri kimiawi

Volume : 1000 – 1500 cc (kehamilan aterm)

Pd mgg ke-43 : b’kurang menjadi 240 cc

—Berat jenis 1,007 – 1, 008

—Warna putih keruh, bau amis, rasa manis

Reaksi : alkalis / netral

Komposisi : 98% air, sisanya : albumin, urea, asam uric, kreatinin, sel – sel epitel, rambut lanugo, vernix caseosa & garam anorganik

Kadar protein : 2,6 % g per liter,t/u albumin —

Ditemukan lesitin n sfingomylin Yg b’guna u/ mengetahui kematangan paru-paru.

Peningkatan kadar lesitin menunjukkan p’mukaan paru2 diliputi zat surfaktan

Surfaktan merupakan syarat bagi paru2 untuk b’kembang n b’nafas

—Peredaran cairan ketuban + 500 cc/jam

Bila t’jadi gangguan peredaran dapat t’jadi hidramnion  (> 1.500 cc).

Hidramnion dijumpai pd spinabifida, anensefalus n malformasi sal cerna

Jika cairan amnion < 300cc (oligohidramnion) sbg akibat kelainan ginjal janin

Asal Cairan Ketuban

—Kencing janin ( fetal urine )

—Transudasi darah ibu

—Sekresi dari epitel amnion

Asal campuran ( mixed origin )

Fungsi

Hamil

—Janin dapat b’gerak dgn bebas

Regulasi panas n perubahan suhu

M’cegah p’lekatan janin dgn amnion

M’hindari trauma langsung thdp janin

Menambah suplain cairan

cara ditelan yg kemudian dikeluarkan mell kencing janin

Bersalin

—Sebagai pelicin

Meratakan tekanan intra uteri n m’bersihkan  jalan lahir jika ketuban pecah —Menyebarkan kekuatan his shg serviks dapat m’buka

Cara Mengenali

—Dengan lakmus —Makroskopis

bau amis, lanugo, rambut, verniks kaseosa

bercampur mekoneum

—Mikrokopsis : lanugo dan rambut —Laboratorium : kadar ureum lebih rendah dibanding urine

AIR KETUBAN U/ DIAGNOSIS

Jenis kelamin bayi

Kematangan paru – paru janin

Golongan darah

Faktor rhesus

Kelainan congenital lainnya

Ada bukti bahwa sebagian air ketuban diminum oleh bayi, diabsorbsi oleh usus kemudian diangkut ke plasenta u/ diserahkan kedalam darah ibu.

Referensi : SUSIANI ENDARWATI, SST

HUKUM MENDEL (Hukum Mendel,Hereditas, dan Sistem Golongan Darah)

Author: Alan Amrullah  |  Category: Kebidanan

HUKUM MENDEL

• Ditemukan oleh : johann Mendel pada tanggal 22 Juli 1822 di kota kecil Heinzendorf di Selesia , austri

• hukum Mendel I: Mendel kesimpulan dari penelitiannya. Ia menyatakan bahwa setiap ciri dikendalikan oleh 2 macam informasi, yaitu sel jantan (tepung sari ) dan betina ( indung telur didalam bunga), kedua informsi  ini kelak disebut plasma pembawa sifat keturunan/gen.

• gen inilah yang nantinya menentukan ciri-ciri yang akan muncul pada keturunan.

• dalam setiap ciri yang akan diteliti akan muncul satu ciri yang dominan, sedangkan ciri yang lain akan terpendam

• induk jenis murni dengan ciri dominan mempunyai gen dominan (AA) dan hanya dapat memberi satu gen dominan (A) kepada keturunannya

• induk jenis murni yang terpendam mempunyai sepasang gen (aa) dan dapat memberi hanya satu gen terpendam (a) pada keturunannya.

• pada keturunan pertama generasi akan menerima satu gen dominan dan satu gen terpendam(Aa) dan akan menunjukan ciri –ciri gen dominan.  Apabila keturunan berkembang biak sendiri akan menghasilkan keturunan generasi kedua , sel-sel jantan dan betina masing-masing dapat mengandung satu gen dominan (A) atau gen terpendam (a) . Oleh karena itu kemungkinan terdapat 4 kombinasi yaitu : AA,Aa, aA, aa. Tiga kombinasi pertama pertama menghaslakan generasi dengan ciri-ciri dominan sedangkan kombinasi terakhir akan menghasilakan satu generasi dengan ciri terpendam.

HUKUM MENDEL II

Dalam penelitian kedua mendel menggunakan 2 ciri sekaligus, yaitu bentuk benih (bundar atau keriput) dan warna benih (kuning atau hijau). Mendel menyilang tumbuhan yang selalu menunjukkan ciri-ciri dominan (bentuk bundar

dan warnanya kuning dengan tumbuhan dengan ciri terpendam yaitu (bentuk keriput dan warna hijau).

• sekali lagi ciri terpendam tidak muncul pada generasi pertama , jadi semua tumbuhan generasi pertama mempunyai benih kuning bundar.namun tumbuhan generasi kedua mempunyai 4 macam benih yang berbeda, yaitu bundar dan kuning, bundar dan hijau , keriput dan kuning, keriput dan hijau. Keempat macam ini dibagi dalam perbandingan 9:3:3:1

• mendel mengecek hasil ini dengan kombinasi dua ciri lain. Perbandingan yang sama muncul lagi.

• perbandingan 9:3:3:1 menunjukan bahwa kedua ciri tidak saling tergantung , sebab perbandingan 3:1 untuk satu ciri bertahan dalam setiap sub kelompok ciri yang lain, dan sebaliknya. Hasil ini disebut hukum mendel III

• eksperimen mendel menunjukan bahwa ketika tanaman induk membentuk sel-sel reproduksi jantan dan betina, semua kombinasi bahan genetik dpt muncul dalam keturunan dan selalu dalam prostiapeporsi yang sama dalam setiap generasi . Informasi genetik selalu ada meskipun ciri tertentu tidak tampak didalam beberapa generasi karena didominasi oleh gen yang lebih kuat . Dalam generasi kemungkinan , bila ciri dominan tidak ada maka ciri terpendam lagi

HEREDITAS

Perbedaan jenis kelamin dipengaruhi oleh 2 faktor :

1. faktor lingkungan: yang mengambil peranan disini adalah keadaan fisiologis. Jika kadar hormon kelamin dalam tubuh tidak seimbang peredarannya maka pernyataan fenotif pada suatu makluk mengenai watak kelaminyapun mengalami perubahan.

2. Faktor genetik : pada umumnya dapat dikatakan bahwa faktor genetik yang menentukan jenis kelamin suatu makluk hidup . Oleh karena bahan genetik terdapat dalam kromosom maka perbedaan jenis kelamin terletak dalam komposisi kromosom.

Inti sel tubuh manusia mengandung 46 buah kromosom, terdiri dari 44 (22 pasang )autosom dan2 (1 pasang) kromosom kelamin. Seorang perempuan memiliki 22 pasang autosom  dan 1 pasang kromosom x , sehingga kromosom untuk orang perempuan  adalah 22AAXX.seorang laki-laki memiliki 22 pasang autosom      1 kromosom x     1 kromosom y-1 . Kama formula kromosom laki-laki adalah 22AAXY.

menginga hal ini maka perempuan membentuk satu macam sel telur (ovum) haploid yg mengandung 22 autosom dan sebuah kromosom x (22AX) ttp laki-laki membentuk 2 macam spermatozoa yaitu :

1. spermatozoa yg memiliki 22 autosom dan sebuah kromosom x(22AX) yg dnamakan ginospermium

2. spermatozoa yg  adalah kelainan memiliki 22 autosom dan sebuah kromosom x(22AY) yg dnamakan androspermium

RANGKAI GENIS KELAMIN PADA MANUSIA MELIPUTI :

1. Buta warna  adalah kelainan pada manusia ketika seseorang tidak dapat membedakan warna merah dan hijau /sama sekali tidak dapat melihat warna ( buta warna total yang hanya dapat membedakan warna antara hitam dan putih)

contoh :

a. Kemungkinan anak-anak yg dilahirkan oleh wanita normal homozigot dengan seorang laki-laki buta warna (C: norml, c: buta warna)

b. Kemungkinan anak-anak yg dilahirkan oleh wanita buta warna dengan seorang laki-laki normal adalah

c. Kemungkinan anak yg dilahirkan oleh wanita (heterozigot) buta warna dengan seorang laki-laki normal adalah

d. Kemungkinan anak yg dilahirkan oleh wanita carier heterozigotik buta warna dengan seorang laki-laki normal .adalah.

2. Hemofilia adalah suatu penyakit herediter pada manusia yang mengakibatkan darah sukar membeku ketika terjadi luka . Darah orang normal bisa keluar dari luka akan membeku dalam waktu 5-7 menit , akan tetapi pada orang yang memiliki keturunan hemofilia , darah akan membeku antara 50 menit sampai 2 jam dan ini menyebabkan orang meninggal dunia dan akan kehilangan banyak darah’ faktor hemofilia terpaut pada kromosom X letak pada keadaan homozigotik, anak perempuan hemofilia hampir tdk pernah

dijumpai.contoh:

1.Kemungkinan anak-anak yg dilahirkanoleh wanita normal homozigotik dengan laki-laki hemofilia 2. kemungkinan anak-anak yg dilahirkan oleh wanita normal carier dengan laki-laki hemofilia

SISTEM GOLONGAN DARAH

Gol. Darah manusia bersifat menurun yg ditentukan oleh alel ganda . Gol darah sseorang memiliki arti penting dalam kehidupan

Sampai saat ini banyak dikenal sistem golongan darah

1. Gol darah menurut sistem ABO, pada tahun 1901 dr. Karl landsteiner mengamati dlm lab. Bahwa eritrosit dari seseorang akan menggumpal bila diberi serum dari darah orang lain.dasar dari penggumpalan itu adalah adanya reaksi antara zat yang disebut antigen yg melekat pada butir darah merah dan zat penolak antibodi (dalam serum darah). Antigen bila disuntikka dalam darah akan merangsang tubuh u/ membentuk zat penolak.

2. Gol darah menurut sistem M dan N

3. Faktor rhesus (faktor Rh) . Ditemukan oleh landsteiner dan wiener pada tahun 1940, melaporkan bahwa jika kelinci disuntik dengan darah kera Macaca rhesus, kelinci akan membentuk zat anti. Zat ini akan menggumpalkan darah dari kera jenis rhesus tersebut. Pada manusia menunjukan bahwa kebanyakan orang terutama Amerika , juga mem[unyai faktor rhesus pada eritrositnya. Kurang lebih 85% orng amerika yg berkulit putih eritrositnya mengandung Rh, dengan demikian lebih dari 91 %orang amerika berkulit hitam pada eritrositnya terdapat faktor Rh. orang yg demikian disebut Rh positif dan yang tidak mempunyai faktor ini disebut rh negatif.

berikut tabel kemungkinan golongan darah anak

Referensi : ROFIK DARMAYANTI, S.SiT

PENYAKIT MENULAR SEKSUAL / SEXUAL TRANSMITTED DESEASES

Author: Alan Amrullah  |  Category: Kebidanan

Dengan spekulum dapat terlihat lebih jelas servix kemudian dilakukan skraping sel –sel pada permukaan tepat pada pertemuan antara epitel skuamosa dengan epitel torak selapis     ( daerah tranformasi ) dioleskan pada obyek glas yang bersih dan difiksasi dikirim ke laboratorium

PEMERIKSAAN SEROLOGI PADA PENYAKIT AKIBAT PMS / STD

Dan kini sangat bermakna bila pemeriksaan VDRL dilakukan bersama dengan TPHA

PENYAKIT MENULAR SEKSUAL Adalah penyakit yang ditimbulkan karena hubungan seksual

Penyakit ini cenderung berkembang karena kehidupan sex yang berganti ganti pasangan

Akibat yang ditimbulkan bervariasi mulai dari gangguan lokal , Gangguan reproduksi,

Gangguan syaraf dan kematian

MENURUT WHO STD DIBAGI MENJADI :

¢Major Veneral Diseases :

Lues yg disebabkan Treoponema pallidum, Gonorrhoe

¢Dalam Tractus Genital terdapat flora normal al :

* Non pigmenteted Staphylococcus

* Kuman -2 gram positip

Sedangkan dalam vagina tergantung pada

* pH vagina

* Kadar Glycogen dlm epitel

Flora normal dalam vagina misal:

Microacrophilic lactobacter,Bacterioides,enterococcus coagulase .

¢Minor Veneral Diseases

Ulcus Mole, Lymphopathia venerum, Granuloma inguinal.

¢Other STD

Candida, Trichomomiasis, Condyloma accuminata , HIV

MIKRO ORGANISME PENYEBAB PMS

¢Bacteri  Neisseria Gonorrhoe , Treponema pallidum penyebab Sifilis, Klamidia adalah PMS yang sering dijumpai di Amerika disebabkan oleh bakteri intrasel Chlamydia tracjomatis.

¢Virus Herpes Simplek, Virus Papiloma Human,  virus HIV , Virus Hepatisis B , C  dll.

¢Parasit , trichomonas vaginalis

PEMERIKSAAN LABORATORIUM PMS

¢Pemeriksaan Lab tergantung jenis Infeksi yang terjad

¢Pada Hapusan luka (nanah) pada Ulcus mis, sifilis, screet urethra / vagina pada GO,

¢Pemeriksaan darah pada Sero Immunologi misal VDRL, anti HIV , HBsAg .

PENGAMBILAN BAHAN PADA GENITAL

¢Beberapa tujuan pengambilan bahan pemeriksaan laboratorium pada genitalia khususnya vagina untuk tujuan mengetahui adanya sebab penyakit infeksi ( STD) maupun adanya perubahan sel ephitel sebagai pengamatan adanya karsinoma ¢Pengambilan  dilakukan secara steril dan tepat sasaran sangat mendukung daignosa.

Pengambilan bahan untuk penyakit infeksi akibat STD/ PMS yg diduga siphillis

¢Bersihkan genital dengan PZ Steril ¢Ambil Reistz serum  dengan pinset / Ose steril

¢Oleskan Reitz serum pada obyek glas tutup dengan cover glas periksa pada Dark Field Mikroskope untuk menukan Treponema palidum

¢Oleskan Reitz serum pada obyek glas di warnai dengan cat gram untuk mengetahui adanya Strepto bacil atau Haemophylus una dusrcey yang gram negatip   ( warna merah )

¢Hal diatas adalah penyakit -2 karena STD / PMS yang menyebabkan Affectio Genetalis

PENGAMBILAN BAHAN PADA VAGINA YANG MENYEBABKAN URETHRITIS

¢Pada Urethra : Ambil skreet / exudat dari urethra dengan Ose / Swab Oleskan pada Obyek glas dilakukan seperti pada bab pertama tadi

¢Pada Glandula Bartholini : Kelenjar ditekan sedikit sekret yang keluar diambul dengan swab/ ose oleskan pada obyek glas lakukan seperti pada bab I

¢Dari Servix uteri  :

Vagina dibuka dengan spekulum steril untuk melihat servix  sekret diambil dengan swab / ose kemudian oleskan pada obyek glas lakukan selanjutnya seperti pada bab I

¢Disamping itu kadang juga dilakukan pemeriksaan perbenihan ( media )

PEMERIKSAAN SITOPATOLOGI SERVIX UTERI

¢Sitologi servix sangat sederhana , tidak berbahaya , merupakan metode yang non – invasif untuk mendeteksi perubahan pre kanker pada servix

¢Pemeriksaan sitologi servix sudah menjadi program nasional untuk deteksi dini kanker servix dan mengurangi angka kematian yang diakibatkan

CARA PENGAMBILAN BAHAN

¢Dengan spekulum dapat terlihat lebih jelas servix kemudian dilakukan skraping sel –sel pada permukaan tepat pada pertemuan antara epitel skuamosa dengan epitel torak selapis ( daerah tranformasi ) dioleskan pada obyek glas yang bersih dan difiksasi dikirim ke laboratorium

¢Di Laboratorium Sitologi dilakukan pemeriksaan dengan pengecatan PAPANICOLAOU ¢Istilah tersebut sering disebut pemeriksaan PAP SMEAR.

¢Pemeriksaan ini seharusnya dilakukan secara periodik untuk mengamati adanya perubahan sel terlebih bagi wanita yang beresiko besar .

PEMERIKSAAN SEROLOGI PADA PENYAKIT AKIBAT PMS / STD

¢Yang paling lama dikenal adalah pemeriksaan terhadap Treponema palidum

¢Yang paling lazim dilakukan adalah pemeriksaan VDRL Test, disamping ada beberapa pemeriksaan lain , misal wasserman ,CFT, TPI, FTA ¢Dan kini sangat bermakna bila pemeriksaan VDRL dilakukan bersama dengan TPHA

PENGAMBILAN BAHAN DAN PENILAIAN PEMBACAAN HASIL VDRL

¢Bahan digunakan serum

¢Dengan prinsip Lipoid sebagai antigen bereaksi dengan Reagins dalam serum akan terjadi presipitasi.

¢Pemeriksaan VDRL ( Veneral Diseases Reagin Lipoid ) selain secara kualitatif juga dapt bermakna kuantitatif untuk mengukur berat ringannya infeksi yang terjadi

¢Penilaian kualitatif positip bila terjadi presipitasi ¢Penilaian kuantitatif dengan jalan pengenceran bahan serum mulai dari  1 : 2 dan seterusnya sampai reaksi negatip ( tidak terjadi presipitasi )

PEMERIKSAAN IMMUNOLOGI SEROLOGI LAIN PADA PENYAKIT AKIBAT PMS / STD

¢Anti  HIV

¢Anti CMV IgG/ IgM

¢Anti HSV IgG/ Ig

¢HBsAg , Anti HCV

Referensi : Ismu Basuki R. SSi

Cara Menurunkan Berat Badan Menurut Golongan Darah

Author: Alan Amrullah  |  Category: Kebidanan

GOLONGAN DARAH O

Golongan darah O merupakan golongan darah paling kuno dalam sejarah manusia. Gen untuk golongan darah O berkembang pada suatu titik ketika peradaban manusia beralih dari hidup berburu dan berpindah-pindah ke komunitas agraris yang menetap di suatu tempat.

Tingkah Laku : Berenergi & tidak mudah putus asa

Masalah yang dihadapi : Kencing manis, masalah usus dan pencernaan, peredaran darah kurang baik, sakit pinggang danbelakang, kegemukan, kadar kolesterol yang tinggi, tekanan darah tinggi, kadar asam urat tinggi, penyakit kanker, gout,penyakit jantung, penyumbatan arteri.

Diet : Makanan tinggi protein & kurangi karbohidrat

Sangat Bermanfaat (makanan yang beraksi sebagai obat)
Brokoli, ubi, waluh, selada, ganggang laut, lobak china, bluberi, ceri, jambu biji, bumbu kari, kacang polong, kacang merah, semua jenis bawang, rumput laut, jahe, kailan, kunyit, Daging ( sapi, kerbau, rusa, domba, anak sapi )

Netral (makanan yang beraksi sebagai makanan)
Ikan mas, belut, lobster, ikan tuna, ikan sardine, udang, telur (ayam, bebek), mentega, kacang ( hitam, merah, buncis, kedelai ), tempe, tahu, susu kedelai, bubur gandum, beras, kue beras, roti beras, tepung gandum, terung, tomat, labu, Daging ( ayam, bebek, kambing, angsa, kalkun, kelinci )

Hindari (makanan yang beraksi sebagai racun)
Daging babi, cumi-cumi, sotong, kerang, kodok, gurita, telur (angsa, puyuh), es krim, keju, susu sapi, yoghurt(semua jenis), minyak kelapa, penyu, minyak jagung, jagung, bunga brokoli, kacang tanah, kacang mede, kuaci, laichi, kentang, mentimun, kembang kol, jamur, blewah, jeruk mandarin, pisang raja, pare, anggur putih, kecap, kopi, minuman keras

GOLONGAN DARAH A

Golongan darah A merupakan manusia pertama yang menjalankan aktifitas pertanian karena nenek moyang sudah tinggal menetap dan tidak lagi suka berperang.

Tingkah Laku : Bertanggung jawab & romantis

Masalah yang dihadapi : Hilang kesabaran diri atau cepat marah, rembesan sebum berlebihan, penyakit jantung dan masalah saluran darah, kanker dan ulser, gaster, kegemukkan.

Diet : Makanan berkarbohidrat tinggi & kurangi lemak

Sangat Bermanfaat (makanan yang beraksi sebagai obat)
Bayam, brokoli, wortel, jamur ikan mas, kacang tanah, kacang buncis, kacang/ susu kedelai, tahu, tempe, tepung beras, bluberi, minyak zaitun, ikan mas, ikan sardine, (Siput, jus nanas, mangga, pisang, jeruk limau & sitrun).

Netral (makanan yang beraksi sebagai makanan)
Ikan tuna, telur ayam & bebek, telur puyuh, biji wijen, biji bunga matahari, kacang ercis / kapri, jagung, tapioka, roti gandum, labu, bawang merah, mentimun, talas, anggur (semua jenis), melon, blewah, pir, delima, kiwi, kurma, strowberi, kesemek, jambu biji, Daging (ayam, burung unta, belibis kalkun,burung dara)

Hindari (makanan yang beraksi sebagai racun)
Daging (sapi, kerbau, domba, bebek, angsa, kelinci, ayam hutan), lobster, gurita, kepiting, belut, kodok, udang, cumi- cumi, mentega, susu sapi, keju, es krim, susu, murni, acar, terung, tomat, ubi, kentang, jeruk, kelapa/ santan, melon madu, pisang (raja), pepaya, pare, air soda.

GOLONGAN DARAH B

Kunci golongan darah B adalah keseimbangan. Orang bergolongan darah B tumbuh dan berkembang baik melalui apa yang telah disediakan oleh dunia hewan dan tumbuhan. Artinya golongan darah B menunjukan kemampuan yang canggih dalam perjalanan evolusinya.

Tingkah Laku : Adaptasi & analitika

Masalah yang dihadapi : Kerusakan system syaraf, kesulitan untuk tidur berkualitas, sakit kepala dan migren, penyakit hati dan saluran empedu, masalah haid, sakit tulang belakang, kegemukkan, penyakit jantung.

Diet : Susu & produk susu

Sangat Bermanfaat (makanan yang beraksi sebagai obat)
Ikan laut, susu sapi, keju, buburgandum, roti essene, kue beras, brokoli, ubi, wortel, kembang kol, terung, teh hijau, Daging (kambing, domba, kelinci, rusa)

Netral (makanan yang beraksi sebagai makanan)
Cumi-cumi, ikan mas, ikan tuna, mentega, keju, telur ayam, kacang merah, kacang buncis, tepung beras, roti beras, bayam, brokoli, selada, mentimun, labu, kentang, sawi, mangga, melon, jeruk, pir, kurma, jambu biji, Daging (sapi, kerbau, kalkun, hati anak sapi)

Hindari (makanan yang beraksi sebagai racun)
Daging (bebek, ayam, angsa, belibis, babi, kuda, keong, kepiting, siput, belut, kodok, gurita, lobster, es krim, telur (bebek, angsa, puyuh), kacang tanah,roti gandum,tomat, waluh, jagung, avokad, pare, delima, kelapa/ santan, kesemek, belimbing, pir, air soda, minuman beralkohol.

GOLONGAN DARAH AB

Golongan darah AB merupakan golongan darah yang paling modern dan berusia kurang dari 1.000 tahun, jarang (5 % dari jumlah populasi), dan bersifat kompleks secara biologis. Karena anda membawa anti gen A dan B.

Tingkah Laku : Cerdik & penyabar

Masalah yang dihadapi : Perut kembung sakit jantung dan masalah saluran darah, kanker, kegemukkan, kesulitan tidur berkualitas, sakit sendi dan tulang.

Diet : Dapat menyesuaikan diri dengan berbagai jenis makanan

Sangat Bermanfaat (makanan yang beraksi sebagai obat)
Ikan sardin, ikan tuna, susu kambing, putih telur (ayam), keju ricotta, krim asam (rendah kalori), the hijau, anggur merah, Daging (domba, kelinci, kalkun),

Netral (makanan yang beraksi sebagai makanan)
Cumi-cumi, ikan mas, ikan tuna, mentega, keju, telur ayam, kacang merah, kacang buncis, tepung beras, roti beras, bayam, brokoli, selada, mentimun, labu, kentang, sawi, mangga, melon, jeruk, pir, kurma, jambu biji, Daging burung unta,

Hindari (makanan yang beraksi sebagai racun)
Daging (sapi, kerbau, ayam, bebek, angsa, babi, rusa kuda), lobster, kepiting, kodok, mentega, es krim, telor bebek, kacang hitam, acar, jagung, belimbing, delima, pare, pisang, kelapa, kesemek, jambu biji, mangga, saus tomat, kopi, soda, minuman beralkohol

Referensi : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6802605

Vaginitis & Vulvitis

Author: Alan Amrullah  |  Category: Kebidanan

Difinisi

•Vaginitis adalah suatu peradangan pada lapisan vagina.

•Vulvitis adalah suatu peradangan pada vulva (organ kelamin luar wanita).

•Vulvovaginitis adalah peradangan pada vulva dan vagina

•Vaginitis ada dua jenis, infeksi dan non infeksi

Patologi fisiologi

•Keputihan bukan merupakan penyakit melainkan merupakan gejala dari suatu penyakit yang berada di rongga vagina atau organ lain yang muara akhirnya adalah vagina.
Biasanya keputihan dikeluhkan bila cairannya cukup banyak,bau dan gatal.
vaginitis (radang liang vagina).

Secara fisiologi,dinding liang vagina dilapisi oleh suatu lapisan halus yang disebut epitel vagina.Lapisan ini tidak memiliki keratin (zat tanduk) seperti pada lapisan kulit

Liang vagina selalu basah karena selalu dibasahi oleh cairan yang dihasilkan oleh kelenjar kelenjar yang berada disekitarnya

Lapisan pada liang vagina setiap saat mengalami regenerasi dan degenerasi, yang artinya lapisan baru tumbuh dan lapisan lama mengelupas

•Kelupasan tersebut akan terkumpul sebagai debris didalam liang vagina yang terlihat seperti lengketan putih kekuning kuningan, ini adalah hal yang normal , dan biasanya tidak sampai mengotori pakaian dalam serta tidak menimbulkan keluhan bau dan gatal

Hormon dan keasaman vagina

•Secara alamiah,vagina memiliki pertahanan yang luar biasa terhadap kuman kuman berbahaya dari luar yaitu dengan keasamannya. Keasaman vagina (pH) berada di angka 4.Kuman yang menginvasi vagina akan lumpuh pada pH ini.
Keasaman vagina dihasilkan oleh suatu bakteri yang disebut Laktobasilus

Pada anak anak kadar hormon estrogen dan progesteron masih rendah hal ini sangat berpengaruh terhadap pH vagina. Keasaman vagina anak anak berada pada angka 7. Pada tingkat keasaman yang rendah ini,pertahanan vagina terhadap bakteri , jamur atau parasit sangat rendah sehingga bila terjadi hubungan seksual invasi berbahaya tidak bisa dicegah

Gejala

•Keluarnya cairan abnormal dari vagina

•Abnormal jika jumlahnya sangat banyak, baunya menyengat atau disertai gatal-gatal dan nyeri.

•Cairan yang abnormal sering tampak lebih kental dibandingkan cairan yang normal dan warnanya bermacam-macam. Misalnya bisa seperti keju, atau kuning kehijauan atau kemerahan

•Infeksi vagina karena bakteri cenderung mengeluarkan cairan berwarna putih, abu-abu atau keruh kekuningan dan berbau amis

•Infeksi jamur menyebabkan gatal-gatal sedang sampai hebat dan rasa terbakar pada vulva dan vagina

•Infeksi karena Trichomonas vaginalis menghasilkan cairan berbusa yang berwarna putih, hijau keabuan atau kekuningan dengan bau yang tidak sedap.
Gatal-gatalnya sangat hebat

•Cairan yang encer dan terutama jika mengandung darah, bisa disebakan oleh kanker vagina, serviks (leher rahim) atau endometrium

•Rasa gatal atau rasa tidak enak pada vulva bisa disebabkan oleh infeksi virus papiloma manusia maupun karsinoma in situ (kanker stadium awal yang belum menyebar ke daerah lain).

•Luka terbuka yang menimbulkan nyeri di vulva bisa disebabkan oleh infeksi herpes atau abses

•Luka terbuka tanpa rasa nyeri bisa disebabkan ole kanker atau sifilis.

Mikroorganisme penyebab

•Infeksi Bakteri (misalnya klamidia, gonokokus)

- Jamur (misalnya kandida), terutama    pada penderita diabetes, wanita hamil dan pemakai antibiotik

- Protozoa (misalnya Trichomonas vaginalis)

- Virus (misalnya virus papiloma manusia dan virus herpes).

Spesifikasi vaginitis infeksi

•Jamur

Umumnya disebabkan oleh jamur candida albicans yang menyebabkan rasa gatal di sekitar vulva / vagina. Warna cairan keputihan akibat jamur berwarna putih kekuning-kuningan dengan bau yang khas.

Bakteri

Biasanya diakibatkan oleh bakteri gardnerella dan keputihannya disebut bacterial vaginosis dengan ciri-ciri cairannya encer dengan warna putih keabu-abuan beraroma amis. Keputihan akibat bakteri biasanya muncul saat kehamilan, gonta-ganti pasangan, penggunaan alat kb spiral atau iud dan lain sebagainya.

•Virus

Keputihan yang diakibatkan oleh virus biasanya bawaan dari penyakit hiv/aids, condyloma, herpes dan lain-lain yang bisa memicu munculnya kanker rahim. Keputihan virus herpes menular dari hubungan seksual dengan gejala ada luka melepuh di sekeliling liang vagina dengan cairan gatal dan rasanya panas. Sedangkan condyloma memiliki ciri gejala ada banyak kutil tubuh dengan cairan yang bau yang sering menyerang ibu hamil

•Parasit

Keputihan akibat parasit diakibatkan oleh parasit trichomonas vaginalis yang menular dari kontak seks / hubungan seks dengan cairan yang berwarna kuning hijau kental dengan bau tidak enak dan berbusa. Kadang bisa gatal dan membuat iritasi. Parasit keputihan ini bisa menular lewat tukar-menukar peralatan mandi, pinjam-meninjam pakaian dalam, menduduki kloset yang terkontaminasi, dan lain sebagainya.

Penyebab lainnya

•Zat atau benda yang bersifat iritatif

- Spermisida, pelumas, kondom,  penutup serviks dan spons

- Sabun cuci dan pelembut pakaian

- Deodoran

- Zat di dalam air mandi

- Pembilas vagina

- Pakaian dalam yang terlalu ketat, tidak berpori-pori dan tidak menyerap keringat

- Tinja

•Tumor ataupun jaringan abnormal lainnya

•Terapi penyinaran

•Obat-obatan

•Perubahan hormonal.

Kehamilan dan keputihan

•Sewaktu hamil,dihasilkan beberapa hormon baru oleh plasenta (ari ari) seperti hormon HCG (Human chorionic goadothropin), hormon HPL (Human Placental Lactogen) hormon hormon lain yang biasa ditemukan pada keadaan tidak hamil pun konsentrasinya meningkat seperti hormon estrogen dan progesterone

•Hormon HPL menyebabkan fungsi reseptor insulin dipermukaan sel menurun sehingga pengangkutan gula kedalam sel agak tersendat.Akibatnya kadar gula didalam darah agak sedikit meningkat.Hal ini adalah normal pada keadaan hamil.Namun demikian,perubahan kadar gula ini akan memfasilitasi tumbuh suburnya parasit atau jamur di daerah kemaluan

•Keluhan keputihan pada wanita hamil,belum tentu merupakan keluhan keputihan yang sebenarnya.Karena akibat perubahan hormonal yang terjadi,vagina akan lebih banyak menyimpan air menjadi lebih basah. Biasanya inilah yang sering dikeluhkan sebagai keputihan oleh seorang wanita hamil

Diagnosa

•Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala, hasil pemeriksaan fisik dan karakteristik cairan yang keluar dari vagina

•Untuk mengetahui adanya keganasan, dilakukan pemeriksaan Pap smear

•Pada vulvitis menahun yang tidak memberikan respon terhadap pengobatan biasanya dilakukan pemeriksaan biopsi jaringan

•Apabila kecurigaan kemungkinan adalah jamur periksa cairan vagina dengan KOH 10 – 40 % dilihat secara mikroskopis

•Pemeriksaan hapusan / swab vagina dengan pewarnaan untuk ,mengetahui jenis bakteri .

PENGOBATAN

•Pembilasan dengan air bisa membantu mengurangi jumlah cairan. Cairan vagina akibat vaginitis perlu diobati secara khusus sesuai dengan penyebabnya. Jika penyebabnya adalah infeksi, diberikan antibiotik, anti-jamur atau anti-virus, tergantung kepada organisme penyebabnya

•Untuk mengendalikan gejalanya bisa dilakukan pembilasan vagina dengan campuran cuka dan air. Tetapi pembilasan ini tidak boleh dilakukan terlalu lama dan terlalu sering karena bisa meningkatkan resiko terjadinya peradangan panggul.

•Jika akibat infeksi labia (lipatan kulit di sekitar vagina dan uretra) menjadi menempel satu sama lain, bisa dioleskan krim estrogen selama 7-10 hari

Infeksi bakteri juga diberikan jeli asam propionat agar cairan vagina lebih asam sehingga mengurangi pertumbuhan bakteri.

• Pada infeksi meular seksual, untuk mencegah berulangnya infeksi, kedua pasangan seksual diobati pada saat yang sama.

•Penipisan lapisan vagina pasca menopause diatasi dengan terapi sulih estrogen. Estrogen bisa diberikan dalam bentuk tablet, plester kulit maupun krim yang dioleskan langsung ke vulva dan vagina

•penderita juga sebaiknya memakai pakaian dalam yang tidak terlalu ketat dan menyerap keringat sehingga sirkulasi udara tetap terjaga (misalnya terbuat dari katun) serta menjaga kebersihan vulva (sebaiknya gunakan sabun gliserin)

•Untuk mengurangi nyeri dan gatal-gatal bisa dibantu dengan kompres dingin pada vulva atau berendam dalam air dingin. •Untuk mengurangi gatal-gatal yang bukan disebabkan oleh infeksi bisa dioleskan krim atau salep corticosteroid dan antihistamin per-oral (tablet). Krim atau tablet acyclovir diberikan untuk mengurangi gejala dan memperpendek lamanya infeksi herpes. Untuk mengurangi nyeri bisa diberikan obat pereda nyeri

Pencegahan / upaya hindari vaginitis

•Hindari menggunakan pencuci vagina dengan semprot vagina (spray).

•Kenakan pakaian dalam dari katun agar mudah menyerap kelembaban, dan sirkulasi udara sekitar vagina terjaga. Pakaian yang tidak menyerap keringat akan menciptakan suasana di vagina jadi lembab dan tentu saja merangsang pertumbuhan bakteri yang merugikan

•Meski penampilan terlihat lebih seksi tapi sebisa mungkin hindari celana panjang super ketat karena dapat menimbulkan rasa hangat dan lembab

•Ganti pembalut sesering mungkin.

•Setia dan jangan gonta ganti pasangan untuk mencegah infeksi timbul kembali

•Jaga kebersihan vagina, baik sebelum dan sesudah berhubungan seks

•Membasuh vagina dengan bersih setiap kali membuang air besar dan keringkan dengan tisu

•Setelah buang air besar, bilaslah dengan air dari arah depan ke arah belakang. Cara ini dapat mencegah penyebaran bakteri dari arah anus ke vagina

•Jaga berat badan ideal. Karena kegemukan dapat membuat kedua paha tertutup rapat dan membuat lingkungan vagina jadi lembab akibat kurang sirkulasi

•Hindari stres karena daya tahan tubuh bisa menurun dan dapat mengundang infeksi.

•Jangan lupa olahraga teratur agar kekebalan tubuh terjaga

Beberapa resiko lain akibat vaginitis

•Efeknya Menjalar ke Alat Rahim

Vaginitis karena disebabkan penyakit menular harus dilakukan pengobatan bersama pasangan. Bahkan untuk sementara, tidak diperkenankan berhubungan intim sampai penyakit itu sembuh. Yang berbahaya , vaginitis karena chlamydia dan gonore pada wanita, karena seringkali tidak memberikan gejala karena akibat letaknya jauh di dalam. Berbeda dengan pria yang kelaminnya berada di luar sehingga mudah diketahui dari nanah yang keluar

•Akibatkan Bayi Lahir Prematur

Berbagai penelitian membuktikan bahwa bakterial vaginosis adalah faktor risiko untuk terjadinya ketuban pecah dini dan kelahiran prematur. Para peneliti di Universitas Pittsburgh, Amerika Serikat, yang dipimpin oleh Dr. Sharon Hillier menemukan, bahwa wanita yang menderita vaginitis yang disebabkan oleh bakteri memiliki resiko 40% mengalami kelahiran prematur dengan berat bayi yang lebih rendah dari normal.

Reverensi : My Mother (Bidan Umi Sangadah)

Nb: Sebenernya, di power point ada gambarnya, berhubung kurang enak buat dilihat, jdinya tidak saia posting

Infeksi & Radang

Author: Alan Amrullah  |  Category: Kebidanan

Radang / inflamasi : proses reaksi jaringan terhadap kerusakkan

KARIER

Manusia penyebab penularan suatu penyakit tanpa menampakkan gejala /perkembangan suatu penyakit tersebut.

Ada 2 macam karier :

1. Karier pasca penyembuhan

2. Karier Kontak ( Ekskretor asimtomatik)

•Manusia penyebab penularan suatu penyakit tanpa menampakkan gejala /perkembangan suatu penyakit tersebut.

Ada 2 macam karier :

•1. Karier pasca penyembuhan

•2. Karier Kontak ( Ekskretor asimtomatik)

Karier Pasca Penyembuhan :

•Karier Konvalen: Menularkan mikroorganisme pada saat masa penyembuhan.

•Karier temporer: Menularkan Mikroorganisme kurang dari setahun.

•Karier Kronik: Menularkan mikroorganisme lebih dari satu tahun.

Infeksi :

Adalah masuknya penyakit yang ditularkan dari luar tubuh manusia. ( dari manusia ke manusia , dari hewan ke manusia, dari sumber lainnya.)

Penyebab Infeksi adalah banyak macam mikro organisme , misal bakteri, virus, jamur , protozoa , riketsia dan lainnya.

Tahapan – tahapan Infeksi

•Masa Inkubasi: Masa antara masuknya penyebab infeksi sampai dengan timbulnya gejala infeksi.

•Masa Sakit : Masa penderita mengalami penyakit akibat infeksi bisa akut maupun kronis sesuai dengan jenis infeksinya.

•Masa Penyembuhan: Akhir dari bahaya infeksi walaupun masih berpotensi sebagai karier.

Jalur Infeksi

•Berbagai penyakit ditularkan lewat saluran nafas  al. : Influenza, TBC, batuk rejan , pes, pneumoni, meningitis, meningokokus dan sakit ternggorokan karena kuman , streptokokus, difteri, campak, rubella

Penyakit – penyakit tersebut ditularkan lewat, ciuman, penggunaan alat makan yang terinfeksi , dan melalui droplet infection.

•Beberapa mikroorganisme dapat tahan selama beberapa hari bahkan minggu didalam debu yang tidak terkena sinar matahri langsung misalnya, mikroorganisme penyebab TBC , smallpox , difteri , streptokokus , stafilokokus.

•Infeksi saluran cerna karena masuknya mikroorganisme per oral mis. Salmonella, paratifoid, kolera, disentri . dll

•Masuknya kuman / mikroorganisme ke dalam tubuh manusia lewat kulit atau membran mukosa disebut Inokulasi

Contoh inokulasi:

Kulit dan Membran mukosa rentan terhadap inokulasi kuman karena gesekan mis. Spilis. GO, leprae , dll.

Lewat luka / lesi karena memar , terbakar, dll, luka setelah melahirkan dll.

Infeksi karena suntikan yang tercemar / Infus  atau pembuatan tatoo dll.

PERADANGAN / INFLAMASI

Stadium seluler peradangan dimulai  setelah peningkatan aliran darah kedaerah radang / jaringan yang cedera

•Adalah suatu proses yang terjadi akibat reaksi jaringan terhadap kerusakkan yang mungkin antara lain disebabkan oleh adanya infeksi mikroorganisme.

•Merupakan respon fisiologis lokal terhadap cedera jaringan, radang bukan suatu penyakit tetapi manifstasi penyakit

Kronologis peradangan adalah sbb:

Stadium vaskuler peradangan dimulai segera setelah jaringan cedera.

Arteriola setempat mengalami konstriksi dan terjadi vasodilatasi berkepanjangan, dilatasi arteriola menyebabkan  peningkatan  tekanan  cairan di kapiler hilir, hingga terjadi perpindahan plasma kedlm ruang interstisium maka terjadilah pembengkakan , edema

•Histamin dan bradikinin adalah bahan kimia yang dibebaskan selama peradangan yang mempengaruhi sel – sel edotel kapiler yang masih normal ( di tempat  / didekat radang ) saling merapat dan menjauh satu sama yang lain meyebabkan permeabilitas dinding kapiler meningkat sehingga sel sel darah merah dan cairan keluar masuk ke ruang interstisium menyebabkan edema dan eritema (kemerahan).

•Stadium seluler peradangan dimulai  setelah peningkatan aliran darah kedaerah radang / jaringan yang cedera’

•Sel – sel darah putih serta trombosit tertarik bermigrasi ke daerah radang lewat dinding vaskuler yang melebar,

Sel – sel ini mengelilingi sel – sel yang rusak, memfagositosis sel yang mati dan mikroorganisme yg. Mungkin penyebab cedera ? Serta merangsang pembekuan darah dan peran mereka adalah melakukan penyembuhan

•Peradangan dimulai dengan ruptur / sobeknya Sel Mast

•Sel Mast adalah kantung yang berisi banyak granula dan terdapat pada seluruh jaringan ikat yang mengelilingi pembuluh darah.

•Rupturnya sel Mast disebabkan oleh : cedera jaringan , adanya toksin , pengaktivan protein komplemen, dan pengikatan antigen antibodi

•Degranulasi sel mast mengeluarkan bahan bahan yang disintetis dalam sel mast, yang menyebabkan vasodilatasi, peningkatan permeabilitas dinding kapiler penyebab penarikan sel darah putih serta trombosit ke daerah radang.

•Penarikan sel darah putih yang dimaksud diatas sisebut kemotaksis

Zat Zat / Bahan –bahan yang berperan apabila terjadi radang

Bahan yang disintetis oleh sel mast al:

•HISTAMIN : penyebab relaksasi pembuluh darah sehingga terjadi peningkatan aliran darah.Zat ini juga penyebab meningkatnya permeabilitas dinding kapiler.

•FAKTOR KEMOTAKSIS NEUTROFIL DAN EOSINOPIL: Yg. Menarik sel-sel darah putih ke tempat radang.

•PROSTAGLANDIN , berfungsi  meningkatkan aliran darah ke daerah radang juga meningkatkan permebilitas Kapiler

•LEUKOTRIEN  yg. Merupakan bahan anafilaksis yang bereaksi lambat, meningkatkan permeabilitas kapiler

System komplemen

•Pada kondisi radang terjadi pula reaksi system complemen dimana akan diaktifkan protein plasma . Misal Protein plasma C1 – C5  ( Complemen 1 – 5) merangsang degranulasi sel mast, kemudian kemotaksis sel darah putih ke radang dan opsonisasi bakteri

•Complemen C1 dan C 3 setelah pengikatan antigen

•Complemen C1 jalur klasik dan atau  C 3  ( jalur  alternatif ) . Protein complemen C1 diaktifkan setelah bagian Fc dari antibodi IgG atau IgM setelah pengikatan antigen oleh bag. Fab

•Protein complemen 6 – 10( C 6 – C 10 ) menyebabkan lisis sel bakteri dengan membuat kerusakan dinding sel bakteri

Proses Pembekuan Darah

•Memerlukan banyak rangkaian protein yang diaktifkan ( ± 13 ) secara berjenjang hasil dari jenjang koagulasi adalah benang fibrin. Jalur intrinsik diaktifkan bila salah satu protein plasma, faktorXII kontak dg. Pembuluh darah yang cedera. Jalur Ekstrinsik bila protein plasma faktor VII kontak dg tromboplastin  jaringan yg dikeluarkan oleh sel yg cedera. Kedua jalur ini membentuk serat/benang fibrin.

Zat –zat lain yang diaktifkan

•Bradikinin : produk terakhir jenjang koagulasi yg dicetuskan faktor XII, kerjanya seperti histamin dan prostaglandin  yang meningkatkan liran darah ke radang dan permeabilitas dinding kapiler.

•Sitokin adalah zat yg. Dikeluarkan oleh sel darah putih, bekerja seperti hormon yang merangsang sel- sel lain pada system imun untuk berprolifersai selama terjadi radang.

Fungsio Laesa :

Terjadi perubahan / gangguan fungsi organ

Karakteritis Lokal Peradangan

•RUBOR: kemerahan yang menyertai radang akibat peningkatan aliran darah ke daerah radang.

•KALOR: Panas yg menyertai radang , timbul akibat peningkatan aliran darah.

•TURGOR: Pembengkakan daerah radang karena peningkatan permeabilitas dinding kapiler sehingga cairan & protein plasma keluar masuk ke  ruang interstisium

•DOLOR: Nyeri peradangan yang disebabkan oleh peregangan syaraf akibat pembengkakan dan rangsangan ujung – ujung saraf oleh mediator – mediator peradangan.

Reverensi: My Mother (Bidan Umi Sangadah)

Hemoglobin (Kadar, Struktur, Cara Mengukur, Dll)

Author: Alan Amrullah  |  Category: Kebidanan

Hemoglobin adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh,[1] pada mamalia dan hewan lainnya. Hemoglobin juga pengusung karbon dioksida kembali menuju paru-paru untuk dihembuskan keluar tubuh. Molekul hemoglobin terdiri dari globin, apoprotein, dan empat gugus heme, suatu molekul organik dengan satu atom besi. Mutasi pada gen protein hemoglobin mengakibatkan suatu golongan penyakit menurun yang disebut hemoglobinopati, di antaranya yang paling sering ditemui adalah anemia sel sabit dan talasemia.

Kadar normal hemoglobin

Kadar hemoglobin menggunakan satuan gram/dl. Yang artinya banyaknya gram hemoglobin dalam 100 mililiter darah.

Nilai normal hemoglobin tergantung dari umur pasin :

  • Bayi baru lahir : 17-22 gram/dl
  • Umur 1 minggu : 15-20 gram/dl
  • Umur 1 bulan : 11-15 gram/dl
  • Anak anak : 11-13 gram/dl
  • Lelaki dewasa : 14-18 gram/dl
  • Perempuan dewasa : 12-16 gram/dl
  • Lelaki tua : 12.4-14.9 gram/dl
  • Perempuan tua : 11.7-13.8 gram/dl

Nilai diatas dapat berbeda pada masing masing laboratorium namun tidak akan terlalu jauh dari nilai diatas. Ada pula laboratorium yang tidak membedakan antara lelaki atau perempuan dewasa dengan lelaki atau perempuan tua.

Kadar hemoglobin dalam darah yang rendah dikenal dengan istilah anemia. Ada banyak penyebab anemia diantaranya yang paling sering adalah perdarahan, kurang gizi, gangguan sumsum tulang, pengobatan kemoterapi dan abnormalitas hemoglobin bawaan.

Struktur

Molekul hemoglobin manusia terbina daripada empat subunit protein berbentuk globul (iaitu hampir berbentuk sfera). Oleh sebab satu subunit dapat membawa satu molekul oksigen, maka secara efektifnya setiap molekul hemoglobin dapat membawa empat molekul oksigen. Setiap subunit pula terdiri daripada satu rantai polipeptida yang mengikat kuat sebuah molekul lain, dipanggil heme.

Struktur heme adalah lebih kurang sama dengan klorofil. Ia terdiri daripada satu molekul bukan protein berbentuk cincin yang dinamai porphyrin, dan satu atom besi (Fe) yang terletak di tengah-tengah molekul porphyrin tadi. Di sinilah oksigen akan diikat semasa darah melalui peparu.

Terdapat dua keadaan pengoksidaan atom Fe iaitu +2 dan +3 (ion Fe2+ dan Fe3+ masing-masing). Hemoglobin dalam keadan normal membawa ion Fe2+, tetapi adakalanya ion ini dioksidakan kepada Fe3+. Hemoglobin yang membawa ion Fe3+ dipanggil methemoglobin. Methemoglobin tidak mampu mengikat oksigen, jadi ion Fe3+ ini perlu diturunkan kepada Fe2+. Proses ini memerlukan NADH, iaitu sebuah koenzim pembawa hidrogen, dan dimangkin oleh enzim NADH cytochrome b5 reductase

Terdapat beberapa jenis hemoglobin. Dalam darah manusia dewasa, hemoglobin yang paling banyak ialah hemoglobin A (HbA), yang terdiri daripada dua subunit α dan dua subunit β. Konfigurasi ini dinamai α2β2. Setiap subunit terdiri daripada 141 dan 146 molekul asid amino masing-masing.

Oksihemoglobin terbentuk apabila molekul oksigen diikat kepada hemoglobin. Proses ini berlaku di kapilari darah di dalam peparu. Oksihemogloin berwarna merah terang. Setelah oksigen digunakan oleh tubuh, hemoglobin dipanggil deoksihemoglobin. Ia berwarna merah gelap.

Cara Mengukur

Terdapat beberapa cara bagi mengukur kandungan hemoglobin dalam darah, kebanyakannya dilakukan secara automatik oleh mesin yang direka khusus untuk membuat beberapa ujian terhadap darah. Di dalam mesin ini, sel darah merah diceraikan untuk mengasingkan hemoglobin dalam bentuk larutan. Hemoglobin yang terbebas ini dicampur dengan bahan kimia yang mengandungi cyanide yang mengikat kuat dengan molekul hemoglobin untuk membentuk cyanmethemoglobin. Dengan menyinarkan cahaya melalui larutan cyanmethemoglobin dan mengukur jumlah cahaya yang diserap (khususnya bagi gelombang antara 540 nanometer), jumlah hemoglobin dapat ditentukan.

Penetapan Kadar Hemoglobin

Hemoglobin dapat ditetapkan dengan berbagai cara, antara lain metode sahli, metode oksihemoglobin, atau metode sianmethemoglobin. Metode sahli tidak dianjurkan karena mempunyai kesalahan yang besar, alatnya tidak dapat distandarisasi, dan tidak semua jenis hemoglobin dapat ditetapkan sebagai contoh karboksihemoglobin, methemoglobin, dan sulfahemoglobin.

Hanya ada 2 metode yang dapat diterima dalam hemoglobinometri klinik, yaitu oksihemoglobin, dan sianmethemoglobin. Keduanya merupakan cara spektrofotometrik. Metode oksihemoglobin hanya mengukur semua hemoglobin yang dapat diubah menjadi oksihemoglobin, sedang karboksihemoglobin dan senyawa hemoglobin yang lain tidak terukur.

Internasional Committe for Standarization in Hematology (ICSH) merekomendasikan metode sianmethemoglobin, sebab selain mudah dilakukan juga mempunyai standar yang stabil dan hampir semua jenis hemoglobin terukur kecuali sulfahemoglobin.

1. Metode Sahli

a. Dasar

Metode sahli merupakan satu cara penetapan hemoglobin secara visual. Darah diencerkan dengan larutan HCl sehingga hemoglobin berubah menjadi hematin asam. Untuk dapat menentukan kadar hemoglobin dilakukan dengan mengencerkan larutan campuran tersebut dengan aquadest sampai warnanya sama dengan warna batang gelas standar.

b. Peralatan dan Pereaksi

  • alat untuk mengambil darah vena atau darah kapiler
  • hemometer sahli, yang terdiri atas
    • tabung pengencer. panjang 12cm, dinding bergaris mulai angka 2(bawah) s/d 22(atas)
    • dua tabung standar warna
    • pipet Hb. dengan pipa karet panjang 12,5 cm terdapat angka 20
    • pipet HCl
    • botol tempat aquadest dan HCl 0,1N
    • batang pengaduk (dari glass)
    • larutan HCl 0,1N
  • aquadest

c. Spesimen

Dapat berupa darah kapiler atau darah vena (darah EDTA)

d. Cara Kerja

  • isi tabung pengencer dengan HCl 0,1N sampai angka 2
  • dengan pipet Hb, hisap darah sampai angka 20 mm, jangan sampai ada gelembung udara yang ikut terhisap
  • hapus darah yang ada pada ujung pipet dengan tissue
  • tuangkan darah ke dalam tabung pengencer, bilas dengan aquadest bila masih ada darah dalam pipet
  • biarkan satu menit
  • tambahkan aquadest tetes demi tetes, aduk dengan batang kaca pengaduk
  • bandingkan larutan dalam tabung pengencer dengan warna larutan standar
  • bila sudah sama penambahan aquades dihentikan, baca kadar Hb pada skala yang ada ditabung pengencer

e. Nilai Normal menurut Dacie

  • dewasa laki-laki : 13,5 – 18,0 gr%
  • dewasa wanita : 11,5 – 16,5 gr%
  • bayi (< 3bln) : 13,6 – 19,6 gr%
  • umur 1 tahun : 11,0 – 13,0 gr%
  • umur 12 tahun :11,5 – 14,8 gr%

f. Sumber Kesalahan

  • tidak semua hemoglobin berubah menjadi hematin asam seperti karboksihemoglobin, methemoglobin, sulfahemoglobin.
  • cara visual mempunyai kesalahan inheren 15-30%, sehingga tidak dapat untuk menghitung indeks eritrosit.
  • sumber kesalahan yang sering terjadi :
    • kemampuan untuk membedakan warna tidak sama
    • sumber cahaya yang kurang baik.
    • kelelahan mata
    • alat-alat kurang bersih
    • ukuran pipet kurang tepat, perlu dikalibrasi
    • pemipetan yang kurang akurat
    • warna gelas standar pucat / kotor dan lain sebagainya
    • penyesuaian warna larutan yang diperiksa dalam komparator kurang akurat.

2. Metode Oksihemoglobin

metode yang paling sederhana dan tercepat dalam fotometri. Tetapi keterandalan ini tidak dipengaruhi oleh kenaikan bilirubin plasma. Kerugiannya standar oksihemoglobin tidak stabil.

a. Dasar

Darah dicampur dengan larutan Natrium Karbonat 0,1% atau amonium hidroksida dan dikocok terjadi oksihemoglobin, intensitas warnanya diukur secara spektofotometrik.

b. Peralatan dan Pereaksi

  • Na-Karbonat 0,1% atau NH4OH 0,04%
  • pipet ukur 5 ml
  • mikropipet 20 mikroliter
  • tabung reaksi ukuran 75X10mm
  • spektofotometer.

c. Cara Kerja

  • siapkan tabung reaksi yang berisi 5 ml larutan Na-Karbonat 0,1%
  • tambahkan EDTA atau Darah kapiler 20 mikro, bilaslah mikropipet yang digunakan, paling sedikit 3 kali.
  • tutuplah tabung reaksi tersebut dan kocoklah 10 detik. baca serapan dengan spektrofotometri pada 540 nm
  • baca kadar hemoglobinnya pada kuvet kalibrasi yang telah dipersiapkan sebelumnya.

3. Metode Sianmethemoglobin

a. Dasar

ferrosianida mengubah besi pada Hb dari bentuk ferro ke bentuk ferri menjadi methemoglobin yang kemudian bereaksi dengan KCN membentuk pigmen yang stabil yaitu sianmethemoglobin. Intensitas warna yang terbentuk yang diukur fotometrok 540 nm. Kalium-hidrogen-fosfat digunakan agar pH tetap di mana reaksi dapat berlangsung sempurna pada saat yang tepat. Deterjen berfungsi mempercepat hemolisa darah serta mencegah kekeruhan yang terjadi oleh protein plasma.

b. Peralatan dan Pereaksi

  • mikropipet 20 mikroliter / mmk atau pipet Sahli
  • pipet volumetrik 5 ml
  • tabung reaksi ukuran 75 x 10mm
  • spektrofotometer/kolorimeter dengan panjang gelombang 540 nm
  • larutan Drabkin atau modifikasinya (diperdagangkan dalam bentuk kit), yang berisi kandungan :
    • kalium ferrosianida 200mg
    • KCN 50 mg
    • Kalium Hydrogen fosfat 140 mg
    • detergen 0,5-1 ml
    • aquadest / detenized water ad. 1000 ml

c. Spesimen

Darah kapiler atau darah EDTA

d. Cara Kerja

  • ke dalam tabung reaksi 75 x 10 mm, pipetkan 5 ml pereaksi
  • dengan mikropipet tambahkan 20mikroliter / mmk darah penderita ke dalam pereaksi tersebut serta hindarilah terjadinya gelembung dan bersihkan bagian mikropipet.
  • campurkan isinya dan iarkan pada suhu kamar selama 3-5 menit dan serapannya dibaca dalam spektrofotometri pada panjang gelombang 540nm dengan pereaksi sebagai blangko
  • kadar hemoglobin dapat dibaca pada kurva kalibrasi atau dihitung dengan menggunakan faktor; dimana kadar Hb = serapan x faktor kurva kalibrasi dan faktor telah dipersiapkan sebelumnya.

e. Pembuatan Kurva Kalibrasi dan Perhitungan faktor.

Sebelum fotometer dipergunakan untuk penetapan kadar hemoglobin, harus dikalibrasi dulu, atau dihitung faktornya. Untuk keperluan tersebut dipergunakan larutan standart hemisianida (sianmethemoglobin) dan pengenceran larutan tersebut dalam pereaksi Drapkin. Kadar Hb dari larutan standart hemisianida dapat dihitung dalam gr/100ml atau gr/dl sebagai berikut :

Kadar HbLarutan Standart = Kadar hemisianida mg/dl =  X (500 + 20)  mikroliter = kadar hemisianida X 0,251 mg/dl

1000/100                           20 mikroliter

Buatlah pengenceran larutan standar 100, 75, 50, 25, dan 0% sebagai blanko dengan larutan Drapkin. Setelah masing-masing tercampur sempurna biarkan pada suhu kamar 3 menit dan baca serapan pada fotometer dengan 540 nm. Buatlah kurvanya dengan kadar Hb sebagai absisi dan serapan sebagai ordinat, maka hasil percobaan serapan pasien tinggi memplotkan pada kurva tera. Atau menggunakan factor sebagai berikut :

Faktor (F) = Jumlah Kadar Hb

Jumlah Serapan

f. Pengawasan Mutu

Hemolisat yang dipergunakan atau dibuat sendiri dengan standar hemosianida, CV optimal = 3% dan CV tidak boleh lebih dari 6%

g. Sumber Kesalahan

  • terjadinya jendalan darah
  • darah yang hipemik menyebabkan hasilnya lebih tinggi dari seharusnya.
  • leukositosis berat mempengaruhi pengukuran lebih rendah dari seharusnya
  • kerusakan pereaksi
  • pemipetan yang tidak akurat
  • fotometer yang kurang baik

Reverensi: My Mother (Bidan Umi Sangadah)