Budy Rizal Only Nge-Blog

Mencoba menulis dari yang sudah tertulis.
Avatar of Budy Rizal

Kita Bosan Karena Kita Sendiri

Ini sebuah cerita ringan tentang kebosanan.

Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya.

Tamu :”Sebenarnya apa itu perasaan ‘bosan’, pak tua?”

Pak Tua :”Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu.”

Tamu :”Kenapa kita merasa bosan?”

Pak Tua :”Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki.”

Tamu :”Bagaimana menghilangkan kebosanan?”

Pak Tua :”Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya.”

Tamu :”Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?”

Pak Tua:”Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?”

Tamu :”Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua.”

Pak Tua :”Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang.”

Tamu: “Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?”

Pak Tua :”Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan
seterusnya.” Lalu Tamu itu pun pergi.

Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.

Tamu :”Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?”

Pak Tua :”Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan.”

Tamu :”Contohnya?”

Pak Tua :”Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu.”

Lalu Tamu itu pun pergi.

Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.

Tamu :”Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaiban pun terjadi. Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?”

Sambil tersenyum Pak Tua berkata:

“Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan.

Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria.
Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan.

Segala sesuatu berasal dari pikiran.
Berpikir bosan menyebabkan kau bosan.
Berpikir ceria menjadikan kamu ceria.”

www.budyrizal.com

30 Desember 2011 at 13:40 - Comments
Avatar of Budy Rizal

Sedikit Bicara Sedikit Bekerja

Kalau orang ngomong “talk less do more”. Itu hak mereka. Tapi bagi saya, talk less do less much talk do much. Karena itu sebuah tanggung jawab. Sebuah ucapan tetap harus dipertanggung jawabkan.

Related post to BUDY RIZAL ONLY

29 Desember 2011 at 23:02 - Comments
Avatar of Budy Rizal

Apa Sih Maunya Anak Kecil?

Repot kalau berurusan dengan anak kecil. Maunya yang nggak2 dan nggak jelas sama sekali. Biarkan saja tunggu tenang. Itu kuncinya.

28 Desember 2011 at 17:36 - Comments
Avatar of Budy Rizal

Sifat Pemimpin Besar

Sudahkah Sifat-sifat ini ada pada diri anda?

  1. Honest (jujur)
  2. FORWARD LOOKING (Berpandangan Jauh)
  3. Inspiring (bisa memberi Inspirasi)
  4. Competent
  5. Fair Minded (Adil)
  6. Supportive (suka Mendukung)
  7. Broad-Minded (Berpandangan Luas)
  8. Intelligent (Cerdas)
  9. Straightforward (Terus terang)
  10. Courageous (Berani)
  11. Bisa Diandalkan
  12. Bisa bekerjasama
  13. Kreatif (berdaya Imajinasi)
  14. Peduli kpd Orang lain
  15. Tegas
  16. Matang
  17. Berambisi (dzuu HIMMAH)
  18. Loyal
  19. Mampu mengendalikan diri
  20. Independen

Kalau sudah, selamat! Anda siap untuk melanjutkan amanah anda dengan lebih baik.

www.budyrizal.com

28 Desember 2011 at 11:30 - Comments
Avatar of Budy Rizal

Nilai Sebuah Senyuman

Coba kau renungi!

  • Dia tidak meminta bayaran, namun menciptakan banyak kebahagiaan.
  • Dia memperkaya mereka yang menerimanya, tanpa membuat melarat mereka yang memberinya.
  • Dia terjadi hanya sekejap namun kenangan tentangnya kadang kadang bertahan selamanya.
  • Tak seorangpun yang meskipun begitu kaya mampu bertahan tanpa Dia, dan tak seorangpun yang begitu miskin tetapi menjadi lebih kaya karena manfaatnya.
  • Dia menciptakan kebahagiaan dirumah, mendukung niat baik dalam bisnis, dan merupakan tanda balasan dari kawan kawan.
  • Dia memberi istirahat untuk rasa letih, sinar terang untuk rasa putus asa, sinar mentari bagi kesedihan, dan penangkal alam bagi kesulitan
  • Namun Dia tidak bisa dibeli, dimohon, dipinjam, atau di curi, karena Dia adalah SESUATU YANG TAK BERGUNA SEBELUM DIBERIKAN KEPADA ORANG LAIN

Dan apabila pada menit menit terakhir ditengah kesibukan aktivitas ini sehingga kami/saya menjadi terlalu lelah untuk memberi anda senyuman, bolehkah kami minta agar anda meninggalkan seulas senyuman anda? Karena tak seorangpun yang begitu lebih membutuhkan senyuman daripada mereka yang tidak punya lagi yang tersisa untuk diberikan

SUDAHKAH ANDA MEMBERIKAN SEULAS SENYUMAN…???? :)

www.budyrizal.com

28 Desember 2011 at 11:08 - Comments
Avatar of Budy Rizal

Diakah Jodoh Anda ?

PERTANDA 1

Rahasia sepasang kekasih agar bisa memiliki umur hubungan yang panjang adalah adanya saling berbagi. Anda dan dia selalu bisa saling membantu, entah itu pekerjaan sepele atau besar.Paling penting adalah Anda berdua selalu bisa menikmati segala aspek kehidupan secara bersama-sama. Dan semuanya terasa amat menyenangkan meskipun tanpa harus melibatkan orang lain. Nah, apakah Anda sudah merasakan hal tersebut? Jika ya, selamat berarti ada harapan bahwa dia adalah calon pendamping hidup Anda!

PERTANDA 2

Salah satu kriteria yang menentukan cocok tidaknya dia itu jodoh Anda atau bukan adalah kemampuannya bersikap santai di depan Anda. Coba sekarang perhatikan, apakah gerak geriknya, caranya berpakaian, gaya rambutnya, caranya berbicara serta tertawanya mengesankan apa adanya? Apakah setiap ucapannya selalu tampak spontan dan tidak dibuat-buat ? Jika tidak (jika tingkah lakunya dibuat buat), (maaf) kemungkinan besar dia bukan jodoh Anda.

PERTANDA 3

Adanya kontak bathin yang membuat hati Anda berdua bisa selalu saling tahu. Dan bila Anda atau si dia bisa saling membaca pikiran dan menduga reaksi serta perasaanya satu sama lainnya pada situasi tertentu. Selamat! Mungkin sebenarnya dialah belahan jiwa Anda yang tersimpan…

PERTANDA 4

Bersamanya bisa membuat perasaan Anda menjadi santai, nyaman tanpa perasaan tertekan. Berjam-jam bersamanya, setiap waktu dan setiap hari tak membuat Anda merasa bosan.. Ini bisa sebagai pertanda bahwa Anda berdua kelak bisa saling terikat.

PERTANDA 5

Dia selalu ada untuk Anda dalam situasi apapun. Dan dia selalu bisa memahami cuaca dalam hati Anda baik dalam suka dan duka. Percayalah pasangan yang berjodoh pasti tak takut mengalami pasang surut saat bersama. Sekarang, ingat-ingat kembali. Apakah dia orang pertama yang datang memberi bantuan tatkala Anda dirundung musibah? Dia selalu paham saat (haid/jika anda Wanita) Anda datang menyerang? Dia tau keadaan waktu anda sakit………Jika ya, tak salah lagi. Dialah orangnya…

PERTANDA 6

Dia tak terlalu peduli dengan masa lalu keluarga Anda, dia tak peduli dengan masa lalu Anda saat bersama kekasih terdahulu. Dia juga tak malu-malu menceritakan masa lalunya.. Nah, kalau begitu ini bisa berarti dia sudah siap menerima Anda apa adanya..

PERTANDA 7

Setiap orang pasti memiliki kekurangan, dan Anda tak malu-malu memperlihatkannya pada si dia. Bahkan pada saat Anda tampil ‘buruk’ di depannya sekalipun, misalnya saat Anda bangun tidur atau saat Anda sakit dan tak mandi selama dua hari.

PERTANDA 8

Bila Anda merasa rahasia Anda bisa lebih aman di tangannya daripada di tangan sahabat-sahabat Anda. Atau Anda merasa sudah tak bisa lagi menyimpan rahasia apapun darinya, maka berbahagialah! Karena ini bisa berarti pasangan sejati telah Anda temukan !

Apakah kedelapan pertanda di atas telah Anda temukan padanya?

www.budyrizal.com

28 Desember 2011 at 10:57 - Comments
Avatar of Budy Rizal
Yes, nice..
13 September 12 at 18:32
Avatar of Budy Rizal

Menyewa Ayah

Seperti biasa Rudi, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Imron, putra pertamanya yang baru duduk di kelas dua SD  yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.

“Kok, belum tidur?” sapa Rudi sambil mencium anaknya. Biasanya, Imron memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang ayah menuju ruangkeluarga, Imron menjawab, “Aku nunggu Ayah pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Ayah?”

“Lho, tumben, kok nanya gaji Ayah? Mau minta uang lagi, ya?”

“Ah, enggak. Pengen tahu aja.”

“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ayah bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi, gaji Ayah dalam satu bulan berapa, hayo?”

Imron berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Rudi beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Imron berlari mengikutinya.

“Kalau satu hari ayah dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam ayah digaji Rp 40.000,- dong,” katanya.

“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok,” perintah Rudi.

Tetapi Imron tak beranjak. Sambil menyaksikan ayahnya berganti pakaian, Imron kembali bertanya, “Ayah, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- nggak?”

“Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Ayah capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah.”

“Tapi, Ayah…” Kesabaran Rudi habis. “Ayah bilang tidur!” hardiknya mengejutkan Imron.

Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Rudi nampak menyesali hardikannya. Ia pun menengok Imron di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Imron didapatinya sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp 15.000,- di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Rudi berkata, “Maafkan Ayah, Nak. Ayah sayang sama Imron. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok’ kan bisa. Jangankan Rp 5.000,- lebih dari itu pun ayah kasih.”

“Ayah, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini.”

“Iya,iya, tapi buat apa?” tanya Rudi lembut.

“Aku menunggu Ayah dari jam 8. Aku mau ajak Ayah main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Ayah itu sangat berharga. Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ada Rp 15.000,-. Tapi karena Ayah bilang satu jam Ayah dibayar Rp40.000,-, maka setengah jam harus Rp 20.000,-. Duit tabunganku kurang Rp 5.000,-. Makanya aku maupinjam dari Ayah,” kata Imron polos.

Rudi terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat.

Saya tidak tahu apakah kisah di atas fiktif atau  kisah nyata. Tapi saya tahu kebanyakan anak-anak orang kantoran maupun wirausahawan saat ini memang merindukan saat-saat bercengkerama dengan orang tua mereka. Saat dimana mereka tidak merasa “disingkirkan” dan diserahkan  kepada suster, pembantu atau sopir. Mereka tidak butuh uang yang lebih  banyak. Mereka ingin lebih dari itu. Mereka ingin merasakan sentuhan  kasih-sayang Ayah dan Ibunya. Apakah hal ini berlebihan? Sebagian besar wanita karier yang nampaknya menikmati emansipasi-nya, diam-diam menangis dalam hati ketika anak-anak mereka lebih dekat dengan suster, supir, dan  pembantu daripada ibu kandung mereka sendiri. Seorang wanita muda yang menduduki  posisi asisten manajer sebuah bank swasta, menangis pilu ketika menceritakan bagaimana anaknya yang sakit demam tinggi tak mau dipeluk ibunya,
tetapi berteriak-teriak memanggil nama pembantu mereka yang sedang mudik  lebaran.

www.budyrizal.com

28 Desember 2011 at 01:36 - Comments
Avatar of Budy Rizal

9 Jenis Anak Setan

Umar al-Khattab r. a berkata, terdapat 9 jenis anak syaitan :

1. Zalituun

Duduk di pasar, kedai atau toko, supaya manusia hilang sifat kecermatannya. Menggoda supaya manusia berbelanja lebih dan membeli barang-barang yang tidak perlu.

2. Wathiin

Pergi kepada orang yang mendapat musibah supaya berprasangka buruk (su’uddzon) terhadap Allah.

3. A’awan

Menghasut sultan, raja, pemerintah atau yang mempunyai jabatan lainnya, supaya tidak mendekati rakyat. Seronok dengan kedudukan/kekayaan hingga terabaikan kebajikan rakyat dan tidak mau mendengar nasihat para ulama.

4. Haffaf

Berteman baik dengan kaki botol. Suka menghampiri orang yang berada di tempat-tempat maksiat (contoh: disco, klab malam & tempat yg ada minuman keras).

5. Murrah

Merusakkan dan melalaikan ahli dan orang yg suka akan musik sehingga lupa kepada Allah. Mereka ini tenggelam dalam keseronokan dan glamour etc.

6. Masuud

Duduk di bibir mulut manusia supaya melahirkan fitnah, gosip, umpatan dan apa saja penyakit yg bermula dari kata-kata mulut.

7. Daasim (UCAPKANLAH SALAM SEBELUM  MASUK RUMAH…)

Duduk di pintu rumah kita. Jika tidak memberi salam ketika masuk rumah, Daasim akan bertindak agar berlaku keruntuhan rumahtangga (suami isteri bercerai-berai, suami bertindak ganas/keras, memukul isteri, isteri hilang pertimbangan dan menuntut cerai, anak-anak didera dan berbagai bentuk kemusnahan rumah tangga lainnya).

8. Walahaan

Menimbulkan rasa was-was dalam diri manusia khususnya ketika berwudlu dan sholat dan menjejaskan (lecet/tergores) ibadah-ibadah kita yg lain.

9. Lakhuus

Merupakan sahabat orang Majusi yang menyembah api/matahari.

www.budyrizal.com

28 Desember 2011 at 01:18 - Comments
Avatar of Budy Rizal

Tentang Politik Zaman Ini

Seorang anak lelaki tiba-tiba bertanya kepada ayahnya: “Ayah, apa yang dimaksud dengan politik?”

Sang ayah menjawab dengan membuat perumpamaan: “Mari kita lihat contoh dalam keluarga kita. Saya sebagai ayah memiliki semua uang, sehingga disebut investor. Mama menerima sebagian besar uang tersebut, sehingga kita menyebutnya pemerintah. Lalu pembantu di rumah kita, bisa disamakan dengan orang-orang di kelas pekerja. Kamu sendiri sebagai anak maupun adikmu bisa dianggap sebagai rakyat. Apakah sudah mengerti mengenai dasar politik?”

Si anak menjawab: “Saya masih belum mengerti.”

Sang ayah memberitahu: “Coba kamu renungkan baik-baik perumpamaan ayah tadi! Besok ayah akan tanya lagi apakah kamu sudah bisa mengerti tentang politik.”

Malam itu, sang anak terbangun karena adiknya yang masih bayi menangis. Dia segera keluar untuk mencari popok bagi adiknya. Dia berusaha membangunkan ibunya, tapi sang ibu tertidur lelap tanpa bisa dibangunkan.

Dia mencoba pergi ke kamar pembantu, tapi dia melihat si pembantu sedang berhubungan seks dengan ayahnya, sehingga dia tidak berani masuk.

Keesokannya, ketika bertemu ayahnya, si anak berkata: “Ayah, saya sudah tahu apa artinya politik!”

Sang ayah sangat gembira karena perumpamaannya mudah dicerna si anak, dan berkata: “Bagus anakku. Coba kamu jelaskan dengan kata-katamu sendiri.”

“Begini Ayah, politik itu adalah ketika para Investor meniduri kelas Pekerja, sedangkan Pemerintah tertidur lelap dan Rakyat diabaikan dan masa depan berada dalam kondisi yang menyedihkan.” jawab si anak dengan polosnya.

<www.budyrizal.com

24 November 2011 at 19:54 - Comments
Avatar of Budy Rizal

Meskipun Tua Masih Harus Mampu Bersaing

Kawan-kawan pecinta ilmu yang merasa dirinya terlambat untuk mencari ilmu. Saya paham sekali dengan anda-anda sekalian. Karena teman teman angkatan saya juga kebanyakan berusia rata-rata 3 tahun dibawah saya. Saya merasa minder? Secara naluri ya. Tapi secara logika, saya lebih unggul, asalkan sadar diri dengan kelebihan yang saya miliki. Dan satu-satunya yang terdetik diotak saya adalah, bagaimana saya bisa mensiasati untuk melewati semua ini dengan tanpa hambatan.

Untuk itu saya sarankan agar kita me-refresh diri kita dengan merubah pola pikir kita ketika kita berkumpul dan bergumul dengan yang lebih muda. Dengan syarat beri batasan kita agar ketika mereka sudah dengan kita untuk tidak melebihi batas norma kesopanan yang berlaku agar mereka tidak lupa bahwa selain kita teman mereka, kita adalah orang yang lebih tua yang harus dihormati. Bukan karena minta dihormati, tapi mintalah untuk menjalani aturan norma. Itu saja. Karena fitrah setiap yang lebih tua tak maudisepelekan oleh yang muda. Dan kuncinya, sikap kitalah yang menentukan itu semua.

Saya juga mahasiswa baru, tapi saya berpandangan kedepan. Itu semua demi tercapainya cita-cita orang tua kita yang menginginkan terbaik untuk anak-anaknya. Never say “Too Late To Learn”, but ” Never Say Never”. Semangat tua berjiwa sama muda. Karena kita satu tujuan, mencari ilmu demi tergapainya kehidupan yang lebih baik di dunia dan di akhirat.

www.budyrizal.com

29 September 2011 at 19:55 - Comments