BAHAN MAKANAN DAN ZAT MAKANAN

Haruslah dapat dibedakan antara bahan makanan, makanan dan zat makanan. Zat makanan/zat gizi adalah satuan/ikatan kimia unsur-unsur anorganik yang menyusun bahan makanan tersebut. Bahan makanan adalah apa yang kita beli, kita masak dan kita susun menjadi hidangan. Sedangkan makanan adalah bahan selain obat yang mengandung zat-zat gizi dan berguna bila dimasukkan dalam tubuh.

Zat makanan bahan dasar menurut ilmu gizi atau nutrient yang dikenal:

1. Karbohidrat

2. Protein

3. Lemak

4. Vitamin

5. Mineral

Ada kelompok ahli gizi yang menambahkan air dan oksigen sebagai zat makanan pula, tetapi pendapat ini belum diterima oleh semua ahli. Alasan menambahkan kedua zat ini sebagai kelompok zat makanan adalah karena pada proses  metabolisme zat gizi selalu diperlukan air dan oksigen. Alasan tidak menyetujui dimasukkan air dan oksigen ke dalam kelompok zat makanan karena kedua zat tersebut umumnya sangat mudah didapat.

A. Bahan Makanan

Bahan makanan sering juga disebut bahan pangan dan dalam perdagangan disebut komoditi pangan. Dalam susunan hidangan Indonesia, berbagai jenis bahan makanan dapat dikelompokkan ke dalam:

1. Bahan makanan pokok

Bahan makanan pokok dianggap yang terpenting dalam susunan hidangan makanan Indonesia. Bahan makanan pokok merupakan sumber utama kalori atau energi, sering pula bahan makanan pokok itu memberikan iuran penting terhadap konsumsi protein bila termasuk golongan serealia.

2.Bahan makanan lauk pauk

Mencakup bahan pangan lauk (ikan, daging). Bahan makanan ini merupakan sumber utama protein di dalam hidangan. Protein ada dua yaitu protein hewani dan nabati. Yang tergolong hewani adalah daging, ikan, telur. Yang termasuk nabati adalah jenis kacang-kacangan seperti kacang kedele dan hasil olahannya misalnya tahu, tempe.

3. Bahan makanan sayur dan bahan makanan buah

Ini termasuk nabati. Sayur merupakan berbagai bagian tumbuhan seperti daun, akar, batang, bunga, dan buahnya yang masih muda. Buah biasanya sudah matang/tua. Buah sebagian besar dimakan mentah dan disebut buah cuci mulut.

Buah dan sayur merupakan sumber vitamin dan mineral. Ada beberap buah penghasil energi cukup besar yaitu nangka muda , sukun, pisang, sawo dan alpukat.

B. Zat Makanan

Setelah dikonsumsi di dalam alat pencernaan , bahan makanan dicerna menjadi berbagai zat makanan atau zat gizi. Zat makanan inilah yang diserap melalui dinding usus dan masuk ke dalam cairan tubuh. Di dalam jaringan zat makanan memenuhi fungsinya masing-masing.

Fungsi-fungsi zat makanan secara umum :

1.      Sebagai sumber energi atau tenaga

2.      Menyokong pertumbuhan badan

3.      Memelihara jaringan tubuh, mengganti yang rusak atau aus terpakai

4.      Mengatur metabolisme dan mengatur berbagai keseimbangan misalnya  keseimbangan air, keseimbangan asam basa dan keseimbangan mineral didalam cairan tubuh.

5.      Berperan didalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap berbagai penyakit, misalnya sebagai antitoksin dan antibodies.

Penggolongan lain dari bahan makanan berdasarkan fungsi dan zat gizinya atau yang lebih dikenal dengan Triguna Makanan :

1. Zat gizi penghasil energi, yaitu karbohidrat, lemak dan protein. Zat gizi  penghasil energi ini sebagian besar dihasilkan oleh bahan makanan pokok.

2. Zat gizi pembangun sel, terutama diduduki oleh protein, sehingga bahan pangan lauk pauk tergolong dalam bahan makanan sumber pembangun.

3. Zat gizi pengatur, kelompok ini termasuk vitamin dan mineral yaitu sayur dan buah.

Secara khusus pembahasan unsur dan fungsi zat gizi adalah sebagai berikut:

1. KARBOHIDRAT

Karbohidrat merupakan sunber kalori utama bagi manusia. Berdasarkan susunan kimia karbohidrat maka dapat dibagi dalam 3 jenis :

1)      Monosakarida

Termasuk dalam golongan ini : Glukosa, frukrosa, galaktosa

Golongan ini mempunyai sifat larut dalam air, rasa manis dan biasa juga disebut gula sederhana karena mempunyai satu molekul gula.

2)      Disakarida

Termasuk dalam golongan ini : sukrosa, maltosa dan laktosa.

Sukrosa disebut juga gula pasir, laktosa disebut juga gula susu.

3)      Polisakarida

Termasuk dalam golongan ini : pati, glikogen, selulosa, dekstrin. Zat pati merupakan sumber kalori yang sangat penting. Glikogen merupakan cadangan karbohidrat dalam tubuh yang disimpan dalam hati dan otot. Selulosa mempunyai kegunaan dalam membantu proses pencernaan makanan. Dekstrin ialah pecahan  pertama dari zat tepung dan lebih mudah dicerna.

Kebutuhan Karbohidrat :

Jumlah kebutuhan karbohidrat manusia tidak sama tergantung pada usia dan pekerjaan masing-masing. Orang dewasa yang bekerja tidak terlalu berat, kebutuhan rata-rata 8-10 gram untuk tiap kilogram berat badan setiap hari.

2. PROTEIN

Fungsi protein

  1. Membangun sel-sel jaringan tubuh manusia
  2. Mengganti sel-sel tubuh yang rusak.
  3. Membuat air susu, enzim dan hormon.
  4. Membuat protein darah.
  5. Menjaga keseimbangan asam basa dan cairan tubuh.
  6. Pemberi kalori.

Unsur- Unsur Penyusun Protein

Protein adalah suatu zat yang dalam susunan kimiawinya terdiri dari unsur-unsur oksigen, karbon, hidrogen, nitrogen, fosfor dan belerang. Berdasarkan susunan kimiawianya, protein dapat dibagi dalam tiga golongan sebagai berikut :

a.       Protein sederhana

Disebut protein sederhana karena tidak berkaitan dengan zat lain. Contoh : albumin dalam telur, albumin dalam susu dan globulin.

b.      Protein bersenyawa

Protein yang berikatan dengan zat lain seperti dengan glikogen membentuk glikoprotein dengan zat warna dalam hemoglobin  membentuk kromoprotein.

c.       Turunan atau derivat dari protein

Termasuk turunan protein adalah albuminosa, pepton, gelatin, peptida.

Berdasarkan kandungan asam aminonya, protein dapat digolongkan dalam dua kelompok sebagai berikut :

a.       Protein sempurna : Apabila mengandung semua macam asam amino essensial.

Sumber : Bahan makanan hewani seperti telur, daging, ikan, ayam dan sebagian bahan makanan nabati jenis kacang-kacangan.

b.      Protein tidak sempurna : Bahan makanan nabati, selain kacang-kacangan.

Asam Amino

Dari sekitar 80 jenis asam amino yang ditemukan di alam, tubuh manusia hanya membutuhkan seperempatnya untuk menjalankan ratusan fungsi dalam tubuh. Mulai dari memastikan bahwa pembelahan sel terjadi dengan sempurna, fungsi-fungsi metabolisme, memelihara daya ingat, pertumbuhan hingga penyembuhan. Ini terutama, tergantung pada terpenuhnya kebutuhan asam amino secara seimbang.

Kebutuhan asam amino dapat tercukupi dari konsumsi makanan sesuai pola diet seimbang. Tetapi tidak semua orang-dengan gaya hidup yang modern dan serba cepat-dapat memastikan bahwa kebutuhan mereka telah terpenuhi. Khususnya bagi para vegetarian, dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan akan asam amino dengan mengkonsumsi jenis dan jumlah tertentu dari tanaman kaya protein. Atau dapat pula dengan cara mengkonsumsi suplemen asam amino. Kekurangan asam amino dapat menyebabkan kekurangan energi dan kelelahan mental.

§  Sumber-sumber asam amino yang berkualitas tinggi adalah protein hewani, misalnya daging sapi, daging ayam, telur, produk susu (dairy product). Kacang kedelai adalah sumber asam amino dengan kualitas yang hampir menyamai protein hewani.

§  Protein nabati selain kedelai adalah sumber asam amino kualitas nomor dua. Misalnya, alpukat, gandum, coklat, biji labu, dan kacang-kacangan, termasuk kacang hijau, kacang tanah, dan kacang polong.

§  Buah, sayur, dan gelatin adalah sumber asam amino berkualitas rendah yang berarti dapat melakukan fungsi dasarnya tetapi untuk waktu yang tidak lama.

Macam-Macam Asam Amino

Dari sekitar 20 jenis asam amino yang dibutuhkan tubuh, sembilan diantaranya disebut sebagai asam amino esensial atau penting karena tubuh tidak bisa membentuknya dan harus didapat dari makanan.

  1. Histidine, penting untuk pertumbuhan fisik dan mental yang sempurna, sebagai penyembuh diketahui dapat menanggulangi penyakit rematik.
  2. Isoleucine, penting bagi petumbuhan bayi dan keseimbangan nitrogen bagi orang dewasa.
  3. Leucine, penting untuk pertumbuhan.
  4. Lysine, dapat menolong menyembuhkan penyakit herpes kelamin.
  5. Methionine, diperlukan bagi produksi sulfur, menjaga kenormalan metabolisme, dan merangsang serotonin sehingga dapat menghilangkan kantuk.
  6. Phenylalanine, dibutuhkan dibutuhkan untuk produksi tyrosine yang penting bagi pertumbuhan.
  7. Threonine, menyeimbangkan nitrogen.
  8. Tryptophan, untuk produksi serotonin pada otak.
  9. Valine, menyeimbangkan nitrogen.

Asam amino yang lain disebut sebagai asam amino non-esensial karena tubuh dapat membentuknya. Fungsinya antara lain untuk menjaga kesehatan fungsi ginjal dan fungsi seksual pria seperti arginine, berguna menjaga fungsi hati seperti alanine, pengaturan tekanan darah dan fungsi seksual pria. Glutamic Acid dan Choline menjaga fungsi kesehatan otak. Proline untuk pembentukan kolagen dan penyerapan zat-zat gizi bagi tubuh.

Meskipun dijual bebas dalam bentuk individual, sebaiknya asam amino dikonsumsi dalam formula kombinasi yang bisa dipastikan memiliki dosis seimbang untuk setiap unsurnya. Bila ingin mengkonsumsi dalam bentuk individual, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter.

Seperti juga vitamin dan mineral, asam amino juga dapat diperoleh sebagai suplemen yang biasanya dikemas dalam bentuk cairan, bubuk, atau tablet. Yang berbentuk bubuk biasanya berasal dari protein hewani, seperti susu skim dan putih telur. Dari protein nabati biasanya diperoleh bubuk kedelai. Perhatikan jumlah karbohidrat yang tercantum di label, bila jumlah lebih dari tiga gram per ounce (setara dengan 28 gram) berarti terlalu banyak gula dan zat lain yang ditambahkan pada suplemen tersebut, dan itu tidak dibutuhkan tubuh. Bahkan bisa berbahaya bagi mereka yang menderita diabetes atau obesitas.

Asam Amino Otak

Ada tiga jenis asam amino, yaitu phenylalanine, choline, dan tyrosine, yang terbukti dapat meningkatkan kekuatan otak, antara lain meningkatkan daya konsentrasi, serta meningkatkan kemampuan menyelesaikan masalah dan menangkal efek buruk dari narkotika (seperti kokain). Kokain dan amphetamin merusak sebagian besar neurotransmiter (saraf pengantar pesan) di otak, tetapii jaringan ini dapat dibangun kembali dengan mengkonsumsi phenylalanine dan tyrosine. Kedua zat ini dapat membantu menjernihkan mental, karena keduanya akan diubah sebagi neurotransmiter, yaitu sel-sel penting pembawa pesan.

Kebutuhan Protein

Bagi orang dewasa 1 gram untuk setiap kilogram berat badan dan untuk anak yang sedang tumbuh 3 gran untuk setiap kilogram berat badan.

3. LEMAK

Asam Lemak dan Gliserol

Terdiri dari unsur : C, H, dan O

Bentuk lemak :

Padat   : Dari hewan berdarah panas

Cair     : Dari hewan berdarah dingin

Fungsi Lemak

  1. Bahan bakar tubuh
  2. Pelarut berbagai vitamin (ADEK)
  3. Simpanan bahan bakar dan pelindung alat tubuh yang halus.
  4. Memberikan rasa kenyang
  5. Dalam menggantikan fungsi karbohidrat
  6. Memelihara kesehatan kulit
  7. Sebagai isolator yang menghalangi kehilangan panas yang terlalu banyak.

Lemak dibedakan menjadi :

  1. Jenuh (rantai pendek, sedang,  panjang )
  2. Tak jenuh (lunak) => PUFA (essensial)

Asam lemak jenuh          :   lebih padat (CnH2nO2), asam palmitat dan asam stearat.

Asam lemak tak jenuh: lebih cair mengandung ikatan rangkap (CnH2n-2O2), asam  linoleat dan asam Arachidonat.

Berdasarkan ikatan kimianya lemak dibagi menjadi :

  1. lemak murni (hanya asam-asam lemak dan gliserol)
  2. Lemak campuran (selain asam lemak dan gliserol saja juga Fosphor, Glikagen, dan kramatin) misalnya :

1. Phosfolipid  : Lichitin (ikatan asam lemak, kolin, dan asam phospat)

Kolin (dapat mencegah penumpukan lemak dalam sel hati.

Jika tertumpuk maka dapat menyebabkan penyakit perlemakan hati.

2.Glikolipid

3. Kromolipid

Kebutuhan Lemak :

Kebutuhan lemak tidak dapat ditentukan secara pasti tapi diperkirakan cukup : ½ sampai 1 gram/kg berat badan atau 5 sampai 20% dari total kalori.

Kelebihan lemak :

  1. mudah merasa kepanasan saat bekerja  (panas tidak mudah dibuang dari tubuh karena tertahan okeh kapisan lemak di bawah kulit)
  2. Kelebihan berat memaksa tubuh melakukan kerja tambahan, akibatnya pembentukan panas bertambah.
  3. Kerja yang bertambah akan menyebabkan bertambahnya beban jantung.
  4. Segan menggerakkan badan untuk bekerja akibatnya tenaga tidak banyak terpakai.
  5. Akibatnya timbunan lemak akan bertambah.

Sumber-sumber Lemak :

Mentega, Margarin, daging, ikan, kuning telor, kacang-kacangan, kelapa, dll

Sifat lemak :

Mudah menjadi tengik karena oksidasi, untuk menghindarinya harus ditutup rapat.

4. VITAMIN

Vitamin telah dikenal sebagai penunjang kesehatan. Kalau dulu hanya sebagai pelengkap, maka kini mulai dilirik sebagai penyembuh. Suatu berita di Fox Network melaporkan bahwa beberapa dokter mengobati gangguan jantung dan otak tertentu dengan terapi vitamin dan hasilnya cukup positif. Cerita lain tentang vitamin adalah tentang seorang wanita yang koma diterapi dengan anti oksidan Coenzyme Q10 dan kesadarannya pun berangsur-angsur pulih kembali.

Memang benar bahwa vitamin tertentu dapat menyembuhkan penyakit atau memperbaiki kondisi tertentu juga. Tetapi, tidak berarti bahwa anda bebas mengkonsumsi vitamin dengan harapan dapat menjadi tongkat wasiat untuk menurunkan berat badan atau penurunan kadar kolesterol. Untuk itu, diperlukan pengetahuan tentang vitamin dan kegunaannya, sumber-sumbernya, dosis yang tepat, bahkan juga riset terbaru.

Bagaimana halnya dengan suplemen makanan? Perlukah kita mengkonsumsinya setiap hari atau pada kondisi khusus saja? Sekali lagi, informasi tentang suplemen makanan terkait dengan pengetahuan akan vitamin agar penggunaannya tepat. Pengetahuan tersebut dapat membuat kita memahami sistem metabolisme dan pertahanan tubuh kita. Tubuh yang sehat terpancar dari kulit yang bersih, postur tubuh yang baik, hingga keseluruhan penampilan tampak bersinar dan, tentu saja, cantik berseri.

Vitamin amat penting untuk memelihara fungsi tubuh dan kesehatan yang optimal. Tetapi, dosisnya harus tepat , karena terlalu sedikit tak dapat mencapai hasil yang diinginkan, sedangkan bila berlebihan dapat menyebabkan penyakit tertentu.

Jenis-Jenis Vitamin

Vitamin terbagi dalam dua kelompok : vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak.

a. Vitamin yang larut dalam air

Kelebihan yang tidak terserap tubuh akan dikeluarkan secara alami melalui urine. Relatif lebih aman karena kelebihannya tidak disimpan di dalam tubuh. Tetapi, sifatnya yang mudah tercuci membuat vitamin ini mudah terbuang keluar, terutama bila minum banyak air atau mengkonsumsi zat diuretik yang biasanya terdapat dalam kafein.

Contoh : Vitamin B kompleks dan vitamin C.

b. Vitamin yang larut dalam lemak

Kelebihan yang tidak terserap tubuh akan disimpan dalam organ hati (lever). Mengkonsumsi vitamin jenis ini harus hati-hati karena sisa yang terakumulasi di organ hati bila berlebihan dapat menjadi racun. Oleh karena itu, Badan Kesehatan Dunia atau WHO sepakat menciptakan satuan ukuran IU (Internation Unit), bukan miligram atau mikrogram. Contoh : Vitamin A, D, E, dan K

Vitamin Sintesis dan Vitamin Alami

Vitamin sintesis terbuat dari zat-zat kimia, dan sering kali diberi tambahan zat pewarna ataupun sukrosa. Sedangkan vitamin alami terbuat dari ekstrak tumbuh-tumbuhan maupun hewan dan biasanya dikemas tanpa bahan tambahan. Para ahli berpendapat, vitamin apa pun yang Anda pilih, sebaiknya dibeli di apotek atau toko obat yang tepercaya.

Para ahli gizi yang berpihak pada vitamin alami (praktisi homeopati dan naturopati) percaya bahwa kandungan sukrosa dalam vitamin sintetis mengandung segala keburukan gula, yang meskipun sedikit jumlahnya, tetapi tidak diperlukan oleh tubuh. Selain itu, zat pewarna merah dan kuning pada tablet dicurigai sebagai karsinogen atau mengandung  substansi penyebab kanker. Vitamin yang mengandung bahan sintesis seperti asetat tidak dapat digunakan oleh tubuh sebaik yang terbuat dari bahan alami. Oleh karena itu, label kemasannya harus dibaca dengan seksama.

Fungsi Vitamin dan Sumbernya

a. Vitamin A (Retinol)

Fungsi :

  1. Melindungi tubuh terhadap kanker.
  2. Membantu kesehatan mata secara menyeluruh : menjaga mata agar tetap lembab
  3. Membantu pertumbuhan tulang, kesehatan kulit, gigi, dan rambut.
  4. Membantu menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh virus.

Sumber :

Telur, buah, dan sayur yang berwarna kuning dan oranye  (misalnyanya wortel, markisa, cantaloupe), susu dan produk-produk berbahan susu (dairy product), hati, ikan makarel, dan belut.

Gejala Kekurangan :

  1. Pertumbuhan gigi dan tulang tidak sempurna
  2. Mata dan kulit mengering
  3. Daya tahan tubuh terhadap infeksi menurun

Dosis yang tepat :

Untuk pria dosis 5000 IU per hari dan untuk wanita 4000 IU. Betakaroten dalam dosis tinggi akibatnya tidak seburuk kelebihan vitamin A, tetapi dapat menyebabakan tubuh kesulitan menyerap zat gizi penting yang lain. Satu wortel berukuran sedang mengandung lebih kurang 5000 IU betakaroten.

b. Vitamin B

1. Vitamin B1 (Thiamin)

Fungsi :

  1. Mengubah karbohidrat menjadi glukosa yang menjadi bahan bakar sistem saraf dan otak
  2. Menurunkan resiko katarak
  3. Menjaga selera makan

Sumber :

Ragi, gandum, cokelat, beras putih, beras merah, hati dan ginjal, ikan salmon, dan biji bunga matahari.

Gejala kekurangan :

  1. Menyebabkan penyakit beri-beri
  2. Ketidakseimbangan emosi
  3. Lemas
  4. Daya ingat berkurang

2. Vitamin B2 (Riboflavin)

Fungsi :

  1. Menanggulangi anemia.
  2. Menanggulangi gangguan susunan saraf penglihatan yang kurang baik.
  3. Mereduksi racun yang disebabkan oleh rokok dan minuman beralkohol.
  4. Menurunkan resiko kanker pada organ pencernaan bagian perut

Sumber :

Susu, hati, dan ginjal,ikan, telur, dan keju.

Gejala Kekurangan :

  1. kulit dan rambut tidak sehat
  2. Sariawan
  3. Anemia
  4. Luka sulit sembuh
  5. Gangguan saraf

3. Vitamin B3 (Niacin)

Fungsi :

  1. Mengurangi kelelahan
  2. Menjaga kesehatan kulit dan selaput lendir
  3. Mencegah pembentukan kadar kolesterol tinggi dalam darah
  4. Mencegah anemia

Sumber :

Ikan, telur, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, ayam, kurma, alpukat, dan beras

Gejala Kekurangan :

Diare, gangguan pada saraf dan kulit

4. Vitamin B5 (Pantothenic Acid)

Fungsi :

  1. Membantu menurunkan kadar kolesterol
  2. Meningkatkan dosis vitamin ini dapat mencegah pertumbuhan uban

Sumber :

Jagung, kacang lentil, kedelai, biji bunga matahari, lobster

Gejala kekurangan :

  1. Gangguan pada otot kaki, urat saraf, dan usus.
  2. Uban tumbuh di usia muda

5. Vitamin B6 (Pyridoxine)

Fungsi :

  1. Membantu tubuh menggunakan protein untuk membangun jaringan tubuh, metabolisme lemak
  2. Membantu memproduksi sel darah merah
  3. Merangsang pertumbuhan janin pada wanita hamil

Sumber :

Kedelai, kacang-kacangan, pisang, ragi, bekatul, dan merica

Gejala kekurangan :

  1. Depresi ringan (uring-uringan)
  2. Daya tahan tubuh menurun
  3. Sulit tidur
  4. Diare
  5. Penurunan daya tahan tubuh
  6. Kulit kering dan kusam
  7. Kurang darah

6. Vitamin B7 (Biotin)

Fungsi :

  1. Meningkatkan daya serap tubuh terhadap vitamin B yang lain
  2. Membantu menyembuhkan ketombe dan mencegah kerontokan rambut
  3. Memperkuat kuku

Sumber :

Hati, ikan Sarden, dan kuning telur

Gejala kekurangan :

  1. Rambut gampang rontok
  2. Kuku berwarna kusam dan gampang patah.

7. Vitamin B9 (Asam Folat)

Fungsi :

  1. Menstabilkan mood
  2. Mengurangi depresi
  3. Memperbaiki jam biologis dengan mengatur selera makan, rasa kantuk.

Sumber :

Bayam, hati ayam, dan sayuran berumbi

Gejala kekurangan :

  1. Gampang  stress
  2. Sulit tidur
  3. Kehilangan nafsu makan

7. Vitamin B12 (Cyanocobalamin)

Fungsi :

  1. Bekerja sama dengan asam folat untuk mengurangi gejala kelelahan fisik dan mental.
  2. Mencegah anemia
  3. Mengurangi resiko kanker rahim

Sumber :

Daging sapi, keju, ikan, produksi susu, dan hati

Gejala kekurangan :

  1. Kurang darah
  2. Cepat lelah
  3. Timbul penyakit-penyakit yang berkaitan dengan saraf (neurologi)

Vitamin B Kompleks

(Terdiri dari B1, B2, B3, B6, B12, B7, B5, dan B9)

Fungsi :

  1. Mengurangi risiko terkena kanker rahim
  2. Meningkatkan metabolisme, merawat sistem saraf, mengobati insomnia
  3. Mencegah rasa lesu, mengantuk, dan kurang bersemangat
  4. Mengurangi stress.

Gejala Kekurangan :

  1. Merasa lesu dan sering mengantuk
  2. Kurang antusias dan energi
  3. Pikiran kalut dan stress.

c. Vitamin C

Fungsi :

  1. Dapat menjaga kekenyalan dan elastisitas kulit, karena fungsi utamanya sebagai pembentuk kolagen (substansi yang penting bagi pemeliharaan kulit dan tulang) dan merupakan unsur penting bagi pembentukan sistem kekebalan tubuh.
  2. Melancarkan penyumbatan darah di pembuluh darah kaki, bila dikonsumsi di atas 1000 miligram per hari,
  3. Bila dikonsumsi lebih dari 2000 mg per hari dapat membantu mencegah penyakit jantung dengan cara mencegah pembentukan plak pada dinding arteri.
  4. Membantu mengurangi pembentukan zat-zat karsinogenik (pembentuk sel kanker) pada perut yang berasal dari makanan yang diasapi atau dibakar (misalnya ham, bacon, sosis, dan lainnya)
  5. Dengan mengkonsumsi 700 hingga 1000 mg, dapat menurunkan resiko terkena kanker cervical dysplasia (pra kanker rahim)
  6. Mencegah efek kerusakan akibat kemoterapi, merokok, dan konsumsi alkohol.

Sumber :

  1. Jeruk, jambu biji, tomat, dan pisang ambon
  2. Menurut penelitian, jumlah terbesar kandungan vitamin C ada pada buah jambu monyet.

Gejala kekurangan :

Luka lambat sembuh, gusi berdarah, daya tahan tubuh berkurang sehingga mudah terkena infeksi.

d. Vitamin D

Fungsi :

  1. Membantu tubuh menyerap kalsium, membantu pertumbuhan tulang dan gigi. Menyembuhkan deformasi tulang.
  2. Menyembuhkan penurunan fungsi pendengaran bagi mereka yang berumur lanjut, yang diakibatkan melunakkan tulang di bagian dalam rongga telinga.
  3. Mempercepat pemulihan pasca stroke
  4. Mencegah kanker usus
  5. Membantu penyembuhan gangguan saluran pernapasan tertentu, khususnya TBC

Sumber :

  1. Diproduksi di dalam tubuh dengan bantuan sinar matahari.
  2. Minyak ikan, ikan tuna, salmon, mentega, dan margarin
  3. Berjemur di bawah matahari pagi selama 15 menit dapat memenuhi kebutuhan Vitamin D dan terbukti menurunkan resiko kanker payudara.

Gejala kekurangan :

  1. Sering sakit otot
  2. Pada usia lanjut berakibat pengeroposan tulang

e. Vitamin E

Fungsi :

  1. Memberi oksigen pada sel, serta melindungi sel dari segala macam kerusakan
  2. Memperlambat efek penuaan
  3. Mencegah kenaikan kadar kolestrol yang merugikan (LDL) dan meningkatkan kolesterol yang menguntungkan (HDL)
  4. Menghalangi oksidasi lemak dalam tubuh
  5. Menanggulangi akibat buruk dari kebiasaan merokok, polusi, serta stress
  6. Mencegah pengerasan kista payudara pada masa pra menstruasi

Sumber :

Taoge, sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, minyak dari biji bunga matahari, dan telur.

Gejala kekurangan :

  1. Nyeri otot
  2. Kurang darah

f. Vitamin K

Fungsi :

  1. Sangat penting dalam proses pembekuan darah.
  2. Membentuk tulang yang kuat

Sumber :

Bayam, sayur-sayuran berwarna hijau tua, hati, kuning telur, dan kacang-kacangan.

Gejala kekurangan :

  1. Darah sulit membeku
  2. Saat menstruasi darah keluar sangat banyak.

5. MINERAL

Tidak berdiri sendiri (berikatan dengan zat organik lain dalam tubuh)

-          0,8 % KH

-          17,7 % Protein

-          13% Lemak

-          62 % Air

Klasifikasi Mineral

1. Makromineral

>0.005 % Body weight

terdiri dari :                                                     (BB)

a. Calcium (Ca)                                               1.5-2.2%

b. Phosphorus (P)                                            0.8-1.2%

c. Potasium (K)                                               0.35%

d. Sulfur (S)                                                    0.25%

e. Sodium (Ma)                                               0.15%

f. Chlorine (Cl)                                                0.15%

g. Magnesium (Mg)                                         0.05%

2. Mikromineral

< 0.005% Body weight

terdiri dari :                                                     (BB)

a. Fe                                                                0.004%

b. Zn                                                                0.002%

c. Se                                                                0.0003%

d. Cu                                                               0.00015%

e. Mn                                                               0.0002%

f. I                                                                   0.0004%

g. Mo

h. Co

i. Cr

j. F

Fungsi  Mineral :

  1. Memelihara keseimbangan asam basa cairan tubuh

Mineral yang bersifat asam :  Cl, S,P

Mineral yang bersifat basa  :  Na, K, Ca, Mg

  1. Mengatur tekanan osmotik darah

Na       :  pada ekstra celluler

K         :  pada intra celluler

3.   Sebagai katalisator reaksi biologi misal :

§  Pembentukan glukosa menjadi Glikogen  memerlukan Mg, Na, Ca, Cl

§  Pembentukan asam lemak menjadi lemak memerlukan Mg, Mn

§  Pembentukan asam amino menjadi Protein memerlukan Mg

§  Pemecahan glukosa, asam lemak dan asam-asam amino dan energi memerlukan  Mg, Co, Na, Cu, Zn, S, Fe, Ca.

4.   Penyalur / penggerak impuls syaraf  memerlukan Na, K

5.   Pengatur konstraksi otot

Relaxing          : K, Na, Mg

Constraction    : Ca

  1. Pertumbuhan jaringan tubuh terutama pada tulang dan gigi tergantung pada

Calsium, Mg, Phosphorus, F, Na

Mineral-Mineral yang Dibutuhkan Tubuh

1. Kalsium

Jumlah : ± 1.5 – 2.2 %BB

99% dalam tulang dan gigi

1% dalam jaringan lunak dan cairan.

Fungsi Kasium :

  1. Komponen pembentukan tulang dan gigi
  2. Pembekuan darah
  3. Intraselluler regulator
  4. Bagian dari enzim
  5. Konstraksi dan relaksasi otot
  6. Transmisi impuls saraf
  7. Katalisator reaksi-reaksi biologi.

Kecukupan :

- Bayi 6-12 bulan                                      : 0.6 gr

- Anak 1-9 thn                                           : 0.5 gr

- Anak 10 – 12 thn                                    : 0.7 gr

- Laki-laki / wanita 13-15 thn                   : 0.7 gr

- kaki-laki / wanita 16-17 thn                    : 0.6 gr

- Laki-laki / wanita dewasa                       : 0.5 gr

- Hamil dan menyusui                               : 1.0 gr

Sumber :

Susu, keju, es krim, ikan teri/sejenisnya yang dapat dimakan dengan tulangnya.

Akibat kekurangan :

  1. Pertumbuhan terhambat
  2. Richet / Rachitis
  3. Osteomalacia
  4. Tetany

Akibat kelebihan :

  1. Hypercalcemia
  2. Pada bayi à Calcium Toxicity
  3. Overdosage of calciferol (muntah-muntah, nafsu makan, otot-otot mengendor)
  4. Luka lambung, akibat intake susu dengan alkali

2. Phosphorus

Jumlah :  ± 1 % BB (12 gr/kgBB)

± 85% terdapat pada tulang, gigi

Fungsi :

  1. Pembentukan tulang dan gigi
  2. Komponen DNA, RNA, ATP
  3. Pergerakan otot
  4. Penyerapan glukosa dan lemak à fosforilasi
  5. Memelihara keseimbangan PH

Sumber

  1. Hidangan yang cukup Ca dan Protein ~ Phospor
  2. Keju, susu, daging, unggas, telur, ikan, kacang-kacangan

Kecukupan :

Belum ada, karena belum ada yang mengalami defisiensi Phospor.

Akibat kelebihan

1.      Toksik / Racun

2.      Tulang Rapuh

3. Potassium

Jumlah : 2.6 gr/kg BB

∑ relatif < di exstraselluler

Fungsi :

  1. Keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh
  2. Keseimbangan asam basa
  3. Konstraksi otot (jantung)
  4. Penting untuk metabolisme KH dan Protein
  5. Pengobatan  Diabetic Acidosis

Kecukupan :

Diet : 2-4 gram

Akibat kekurangan :

Hypokalemia

Akibat Kelebihan :

Hyperkalemia ß payah ginjal

Jantung à kematian

4. Sulfur

Fungsi :

  1. Sebagai ikatan beberapa zat dalam tubuh
  2. Detoksikasi

Kebutuhan :

Belum diketahui, karena kekurangan sulfur belum pernah dijumpai

Sumber :

Gandum, daging sapi, ginjal, kacang tanah, keju, kerang, sayuran hijau, buah-buahan, kuning telur.

Kelebihan :

Cystinurea yang menyebabkan batu ginjal

5. Natrium

Fungsi :

  1. Mengatur tekanan osmose
  2. Kenetralan cairan tubuh
  3. Pengkerutan otot jantung
  4. Memelihara keseimbangan asam basa

Kebutuhan : 1.8 mg/kg BB

Sumber :

  1. Garam dapur
  2. Bahan makanan dari laut
  3. Bahan makanan hewani

Akibat kelebihan:

Edema à penimbunan cairan dalam ekstracell

Akibat kekurangan :

Hyponatremia

Dehidrasi, diare

6. Clorine

Fungsi :

  1. Memelihara keseimbangan cairan, elektrolit, asam basa
  2. Memberikan suasana asam dalam lambung
  3. Mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin

Kecukupan :

Na cukup à Cl cukup

1700 – 5100 mg/hari

Sumber :

Hampir semua bahan makanan terutama bahan makanan yang mengandung   sodium.

Akibat kekurangan :

Alkalosis.

7. Magnesium

Fungsi :

  1. Bagian dari beberapa enzim yang berfungsi sebagai transfer energi. Mengaktifkan enzim Co-Carboksilase dan Co enzim A.
  2. Terdapat dalam clorophyl yang berperan dalam proses fotosintesis
  3. Metabolisme sel (jaringan dan liver)
  4. Magnesium dihubungankan dengan Cortisone dalam keseimbangan Phosphorus dalam darah.
  5. Merangsang impuls saraf dan kontraksi otot.
  6. Dapat meningkatkan keseimbangan Calsium dalam email gigi
  7. Berpengaruh terhadap sekresi thyroksin, dan memelihara BMR

Sumber :

Kacang-kacangan, hasil laut, kacang-kacang kering, sayuran hijau, coklat (biji), padi

Kecukupan :

- Bayi                                                        40-70 mg

- Pra sekolah / sekolah                               100-250 mg

- Remaja                                                    250-350 mg

- Perempuan dewasa                                 300 mg

- Pria dewasa                                             350 mg

- Hamil, menyusui                                     450 mg

Akibat  kekurangan :

  1. Muscular, tremors
  2. Hyperiritability

Akibat kelebihan :

1.      Hypermagnesemia / toxic

2.      Hypotensi

3.      Coma

4.      ECG Changes

5.      Reflex tendon menurun.

8.      Fluoride,  untuk menguatkan gigi, mencegah karang gigi.

9.      Iodine, untuk mencegah penyakit gondok dan biasanya terdapat pada makanan laut.

10.  Besi, untuk mencegah anemia, transportasi oksigen dan membantu pencernaan. Terdapat pada bayam, daging sapi dan buah prune.

11.  Tembaga, untuk penyerapan zat besi dan membantu fungsi enzym dalam tubuh. Terdapat pada kerang laut, kacang-kacangan, biji cokelat dan ayam.

12.  Selenium, sebagai antioksidan. Terdapat pada tumbuhan yang tumbuh pada tanah yang kaya selenium seperti kacang brasil.

13.  Chloride, untuk fungsi hati dan otak, menjaga kadar kolesterol. Terdapat pada makanan yang diasinkan dan kecap.

14.  Silikon, menguatkan tulang, jaringan tubuh, rambut dan kulit. Terdapat pada gandum.

15.  Seng, menghindari cacat mental, anemia dan meningkatkan imunitas. Terdapat pada kerang laut dan kacang polong.

16.  Sodium, penting untuk keseimbangan air dan fungsi otot. Sodium terdapat pada garam, kecap dan seluruh produk hewani.

17.  Kromium, penting untuk keseimbangan gula darah, menurunkan kadar kolesterol. Terdapat pada hati, cokelat dan kacang-kacangan.

Mangan, meningkatkan kesuburan. Terdapat pada padi, sereal, kacang-kacangan, teh dan jahe

« »