RADIKAL BEBAS DAN ANTIOKSIDAN
A. Radikal Bebas
Setiap hari, dalam tubuh kita akan ‘terlepas’ zat oksigen yang tidak stabil (unstable oxygen elements), yang dapat mengoksidasi jaringan. Unsur oksigen tak stabil ini didapat dari hasil metabolisme yang dilakukan tubuh terhadap makanan yang masuk. Zat-zat oksidan inilah yang disebut dengan radikal bebas. Unsur radikal bebas ini mengakibatkan beberapa kerusakan. Salah satu kerusakan yang terjadi adalah proses penuaan.
Radikal bebas juga dihasilkan tubuh karena memproses zat-zat polutan. Zat-zat ini terdapat dalam udara, air, dan tumbuh-tumbuhan yang tercemar pestisida. Selain itu juga sinar X, asap rokok, stres, dan pola makan. Para ahli percaya bahwa radikal bebas adalah penyebab utama 68 jenis penyakit, termasuk kanker dan gangguan jantung.
B. Antioksidan
Vitamin dan mineral juga memberikan daya perlindungan. Salah satu perlindungan adalah sebagai antioksidan. Oksidan adalah zat-zat beracun yang menyerang sel-sel organ tubuh kita, disebut juga radikal bebas. Penelitian membuktikan bahwa kerjasama vitamin dengan antioksidan tubuh yang lain akan dapat mengalahkan kekuatan jahat oksida, sehingga dapat menjaga tubuh agar tetap prima.
Antioksidan adalah sahabat bagi tubuh karena dapat berfungsi meredam amuk radikal bebas. Antioksidan dibentuk dalam tubuh lewat kerjasama vitamin C, E, dan provitamin A atau betakaroten, serta mineral selenium.
Fakta Tentang Antioksidan
- Vitamin A, berperan meningkatkan aktivitas sel darah merah. Dengan demikian, dapat mengobati infeksi dan luka pada jaringan tubuh.
- Vitamin C, meningkatkan imunitas. Karena tubuh tidak bisa menghasilkan vitamin ini, maka kita harus mengkosumsinya melalui makanan atau suplemen.
- Vitamin E, berguna melindungi sel dari radikal bebas sehingga memperbaiki struktur DNA yang telah rusak. Dosis yang aman adalah 30 IU hingga 400 IU.
- Mineral, berupa seng, tembaga, besi, dan mangan. Harus dikonsumsi dalam bentuk formula berimbang (multimineral kompleks). Dosis berlebihan dapat berubah menjadi racun.
- Enzim, membantu proses regenerasi sel. Terutama terdapat pada sayuran taoge dan brokoli. Tiga puluh gram brokoli seminggu atau 1 ons dari sumber lain cukup untuk memenuhi kebutuhan. Pastikan brokoli yang Anda makan tidak layu, berlendir, atau berwarna kekuningan.
- Selenium, bila dikonsumsi bersama vitamin E dapat mencegah kanker rahim, rektum, dan paru-paru. Membantu menjaga fungsi hati tetap normal dan berperan pada reproduksi pria sebagai penambah jumlah sperma, menjaga kesehatan mata, rambut, dan kulit.
- Glutathione, tugasnya membersihkan radikal bebas yang berbahaya yang terdapat pada makanan yang berlemak. Vitamin C dan Selenium dapat meningkatkan kadar glutathione dalam tubuh. Tetapi dapat juga dikonsumsi sebagai suplemen. Dosis aman, 1 hingga 3 mg per hari.
- Glutamine, adalah asam amino yang meningkatkan kerja glutathione, dikonsumsi dalam bentuk bubuk 5 gram sehari dicampur makanan dingin seperti sereal. Suhu tinggi dan asam akan merusaknya.
- Coenzyme Q10, bermanfaat melancarkan sirkulasi oksigen dalam darah sehingga berefek menjernihkan pikiran. Dosis maksimum 300 mg per hari.
- Flafonoids, zat tertentu pada buah dan sayur yang menimbulkan warna kuning hingga merah. Menyembuhkan flu, alergi, dan pembengkakan. Terdapat pada ekstrak biji anggur dan tannin (zat pada the hijau)
- Astralagus, berupa agar tumbuhan berkhasiat di Cina yang dapat meningkatkan kadar dan efektivitas darah putih dalam tubuh.
- Gingseng, berfungsi meningkatkan tenaga, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan sirkulasi, serta memperbaiki fungsi seksual, khususnya pada pria. Tak ada dosis anjuran khusus.
- Ginkobiloba, membantu sirkulasi, meningkatkan daya ingat, dan memelihara keseimbangan mental. Telah digunakan untuk merawat penderita Alzheimer. Dosis yang aman adalah 40 mg per hari.
No related posts.

seng penting iku 4 sehat 5 sempurna 6 hotspot