Category: Materi Umum


Konsep Pendidikan Islam

Pengertian Konsep dan Pendidikan

Dalam kamus Bahasa Indonesia, konsep diartikan dengan (1) rancangan atau buram surat tersebut. (2) Ide atau pengertian yang diabstrakkan dari peristiwa konkrit (3) gambaran mental dari objek, proses ataupun yang ada diluar bahasa yang digunakan untuk memahami hal- hal lain (Tim Penyusun, 1989: 456).

Menurut Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Bab 1 ayat 1, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. (UU Sisdiknas no. 20 th. 2003).

Sedangkan menurut hasil rumusan Seminar Pendidikan Islam se-Indonesia tahun 1960, memberikan pengertian pendidikan Islam sebagai: “bimbingan terhadap pertumbuhan rohani dan jasmani menurut ajaran Islam dengan hikmah mengarahkan, mengajarkan, melatih, mengasuh dan mengawasi berlakunya semua ajaran Islam.”(Muzayyin Arifin, 2003: 15).

Pendidikan dalam Islam

Pertama, pendidikan menurut Islam harus melahirkan seseorang yang memiliki kedalaman iman, kepekaan nurani, ketajaman nalar, kecakapan berkarya, keluasan wawasan, kemandirian jiwa, kepedulian sosial, hingga keaslian kreativitas.

Kedua, pendidikan Islam mestinya menjadi alat untuk membebaskan umat dari belenggu-belenggu tradisi yang beku maupun aturan warisan penjajah yang terus memeras umat.

Ketiga, prioritas pendidikan disesuaikan dengan urgensitas dan hukum syariat dalam amal perbuatannya.

Keempat, pendidikan adalah tanggungjawab tiga pilar masyarakat, yaitu individu/keluarga, masyarakat, dan negara.

Rasulullah bersabda:

a)      Siapa saja yang menempuh jalan demi mencari ilmu, Allah pasti akan memudahkannya menempuh jalan menuju surga. (HR at-Tirmidzi)

b)      Siapa saja yang mempelajari suatu ilmu, dia akan mendapatkan pahala dari orang yang mengamalkannya tanpa mengurangi pahala orang tersebut. (HR Ibn Majah)

Di sini Rasul menyatakan ilmu secara umum, tidak dibatasi hanya pada studi Islam saja seperti tafsir atau fikih, tetapi juga fisika, kedokteran, dsb.

Kerangka Dasar Pendidikan Islam

Dalam konteks individu, Islam tidak saja mewajibkan manusia untuk menuntut ilmu, bahkan memberi dorongan serta arahan agar dengan ilmu itu manusia dapat menemukan kebenaran hakiki dan mendayagunakan ilmunya di atas jalan kebenaran itu. Rasulullah SAW bersabda:

“Tuntutlah oleh kalian akan ilmu pengetahuan, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah azza wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah shodaqoh. Sesungguhnya ilmu itu akan menempatkan pemiliknya pada kedudukan tinggi lagi mulia. Ilmu adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan akhirat.” (HR. Ar Rabii’}.

Makna hadits tersebut sejalan dengan firman Allah SWT:

“Allah niscaya mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan mereka yang berilmu pengetahuan bertingkat derajat. Dan Allah Maha mengetahui terhadap apa yang kamu lakukan.” (QS. Al-Mujadalah: 11)

Konsep pendidikan menurut al-Qur’an, yaitu :

1.      Pendidikan Tarbiyah, bahwa Allah memberikan pendidikan melalui Rasulullah SAW lalu menyampaikan kepada para ulama, kemudian para ulama menyampaikan kepada manusia.

2.      Pendidikan Ta’lim, merupakan proses tranfer ilmu pengetahuan untuk meningkatkan intelektualitas peserta didik.

3.      Pendidikan Ta’dib, merupakan proses mendidik yang lebih tertuju pada pembinaan akhlak peserta didik.

Berkenaan dengan kurikulum, strategi, dan tujuan pendidikan, Islam menetapkan prinsip yang sederhana tapi sangat tegas dan jelas. Kurikulum pendidikan harus berlandaskan aqidah Islamiyah, karena seluruh materi pembelajaran atau bidang studi serta metodologi penyampaiannya harus dirancang tanpa penyimpangan dalam proses pendidikan dari asas tersebut sedikit pun.

Strategi pendidikan diarahkan pada pembentukan dan pengembangan pola pikir dan pola jiwa Islami. Semua disiplin ilmu disusun berdasarkan strategi ini. Membentuk kepribadian Islam dan membekali individu dengan berbagai ilmu dan pengetahuan yang berhubungan dengan kehidupan manusia merupakan tujuan asasi dari pendidikan.

Pemaknaan Pendidikan Islam

Jika dilihat dari sumbernya yang autentik, yaitu al Qurán dan hadits nabi,  Islam bukan sebatas  ajaran yang memberikan tuntunan tentang kegiatan ritual. Islam disebut sebagai ajaran  yang bersifat universal. Islam melalui al Qurán dan hadits memerintahkan ummatnya agar memikirkan ciptaan Allah, baik yang ada di langit maupun di bumi. Ummat Islam diperintahkan agar menggali ilmu pengetahuan dan akan ditingkatkan derajatnya beberapa lebih tinggi karena ilmunya itu.

Misi Besar Kehadiran  Islam

Jika Islam dikaji  dari sumbernya,  yaitu  al Qur’an dan hadits, maka sedikitnya ada  lima misi besar  ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Kelima misi tersebut adalah sebagai berikut

1.      Islam membawa ummatnya kaya ilmu pengetahuan.

2.      Islam mengantarkan ummatnya menjadi manusia unggul.

3.      Islam memberi tawaran tentang kehidupan yang setara dan berkeadilan.

4.      Islam memberikan tuntunan tentang bagaimana menjalankan ritual untuk memperkukuh kehidupan spiritual.

5.      Islam menawarkan konsep amal shaleh.

Sebuah Implementasi Pendidikan  Berparadigma  Islam

Sebelum dilakukan peninjauan kembali, Universitas Islam Negeri Malang membedakan antara ilmu umum dan ilmu agama.  Selain itu,  juga dibedakan pula antara mata kuliah ilmu umum dan mata kuliah ilmu agama. Melalui  cara pandang  itu dihasilkan sarjana agama selain juga sarjana ilmu umum.  Mereka yang mengambil program studi umum, sejalan dengan misi dan identitas  sebagai peguruan tinggi Islam,  diberikan tambahan mata kuliah agama pada  program studi umum.  Sedangkan agama yang dimaksudkan  itu adalah pengetahuan tentang tauhid, fiqh, akhlak dan tasawuf, tarekh dan Bahasa Arab.

Selanjutnya setelah Islam dijadikan sebagai paradigma pendidikan, maka pandangan dikotomis  terhadap ilmu pengetahuan ditinggalkan. Semua bidang ilmu dikembangkan dari  dua sumbernya  sekaligus, yaitu ayat-ayat qawliyah dan ayat-ayat kawniyah. Semua mahasiswa bidang apapun yang menjadi kajiannya, harus menyertakan al Qur’an dan hadits nabi dalam semua kegiatan risetnya. Melalui pendekatan seperti itu, maka akan diperoleh penjelasan yang lebih utuh dan komprehensif terdahadap pengetahuan yang diperoleh.  Al Qur’an tidak lagi hanya dijadikan sebagai bacaan yang bersifat ritual, melainkan  dijadikan  sebagai hudan, furqan, tibyan dan lainnya.

Diresume dari beberapa artikel konsep pendidikan Islam, yakni :

1.      Quo Vadis Pendidikan Indonesia. By : Bulletin Islam

2.      Mendidik Umat Dengan Syariat. By : Bulletin Islam

3.      Pemurtadan Dibalik Penolakan RUU SISDIKNAS. By : Bulletin Islam

4.      Membangun Kembali Paradigma Pendidikan Islam Sebagai Jawaban Terhadap Tantangan Global. By : Pak Imam Suprayogo

5.      Peran PTAIN Dalam Pengembangan Pendidikan Islam Di Indonesia. By : Pak Imam Suprayogo

Sejarah Pra Berdirinya  Psikologi

Psikologi Sebagai Bagian dari Filsafat dan Ilmu Faal
Sebelum 1879, psikologi dianggap sebagai bagian dari filsafat atau ilmu faal. Pada mulanya ahli-ahli filsafat dari zaman Yunani Kuno-lah yang mulai memikirkan gejala-gejala kejiwaan. Saat itu belum ada pembuktian-pembuktian secara empiris atau ilmiah. Mereka mencoba menerangkan gejala-gejala kejiwaan melalui mitologi. Cara pendekatan seperti itu disebut sebagai cara pendekatan yang naturalistik.
Di antara sarjana Yunani yang menggunakan pendekatan naturalistik adalah Thales (624-548 SM) yang sering disebut sebagai Bapak Filsafat. Ia meyakini bahwa jiwa dan hal-hal supernatural lainnya tidak ada karena sesuatu yang ada harus dapat diterangkan dengan gejala alam (natural phenomenon). Ia pun percaya bahwa segala sesuatu berasal dari air dan karena jiwa tidak mungkin dari air maka jiwa dianggapnya tidak ada. Tokoh lainnya adalah Anaximander (611-546 SM) yang mengatakan bahwa segala sesuatu berasal dari sesuatu yang tidak tentu, sementara Anaximenes (abad 6 SM) mengatakan bahwa segala sesuatu berasal dari udara. Tokoh yang tak kalah pentingnya adalah Empedocles, Hippocrates, dan Democritos.
Empedocles (490-430 SM) mengatakan bahwa ada empat elemen besar dalam alam semesta, yaitu bumi/tanah, udara, api, dan air.

Manusia terdiri dari tulang, otot, dan usus yang merupakan unsur dari tanah; cairan tubuh merupakan unsur dari air; fungsi rasio dan mental merupakan unsur dari api; sedangkan pendukung dari elemen-elemen atau fungsi hidup adalah udara. Berdasarkan pada pandangan Empedochles, Hipocrates (460-375 SM) yang dikenal sebagai Bapak Ilmu Kedokteran, menyatakan bahwa dalam diri manusia terdapat empat cairan tubuh yang memiliki kesesuaian sifat dengan keempat elemen dasar tersebut.
Berdasarkan komposisi cairan yang ada dalam tubuh manusia tersebut maka Hipocrates membagi manusia dalam empat golongan, yaitu:

Ø  Sanguine, orang yang mempunyai kelebihan (terlalu banyak ekses) darah dalam tubuhnya                             mempunyai temperamen penggembira.

Ø  Melancholic, terlalu banyak sumsum hitam, bertemperamen pemurung.

Ø  Choleric, terlalu banyak sumsum kuning, bertemperamen semangat dan gesit.

Ø  Plegmatic, terlalu banyak lendir dan bertemperamen lamban.

Democritus (460-370 SM) berpendapat bahwa seluruh realitas yang ada di dunia ini terdiri dari partikel-partikel yang tidak dapat dibagi lagi yang oleh Einstein kemudian diberi nama “atom”. Beratus-ratus tahun sesudah Democritus prinsip tersebut masih diikuti oleh beberapa sarjana, antara lain I.P. Pavlov dan J.B. Watson yang sama-sama berpendapat bahwa ‘atom’ dari jiwa adalah refleks-refleks.
Tokoh-tokoh Yunani kuno tersebut di atas pada dasarnya menganggap bahwa jiwa adalah satu dengan badan. Jiwa dan badan berasal dari unsur-unsur yang sama dan tunduk pada hukum-hukum yang sama (pandangan monoisme). Selain pandangan monoisme, tumbuh pula pandangan dualisme, yaitu pandangan yang memisahkan jiwa dari badan, jiwa tidak sama dengan badan, dan masing-masing tunduk pada peraturan-peraturan atau hukum-hukum yang terpisah.

Fungsi Psikis

Nilai psikis : Ukuran banyaknya energi psikis yang tertanam dalam salah satu unsur kepribadian disebut nilai psikis (psychic value) dari unsur itu. Suatu ide atau perasaan tertentu dikatakan memiliki value psikis yang tinggi kalau ide atau perasaan itu memainkan peran penting dalam meneruskan dan mengarahkan tingkah laku.

Energi psikis bekerja mengikuti hukum termodinamika, yaitu prinsip ekuivalen dan prinsip entropi. Prinsip ekuivalen menyatakan jumlah energi psikis selalu tetap, hanya distribusinya yang berubah. Jika energi pada satu elemen menurun, energi pada elemen lain akan naik. Misalnya, jika perhatian anak kepada orang tuanya menurun, maka perhatiannya kepada teman sebayanya akan naik. Orang yang energi sadarnya bertambah, energi energi taksadarnya akan berkurang.

Ruang lingkup Psikologi

Ruang lingkup psikologi pendidikan menurut Good & Broopy ( 1997 )

  • Hubungan antara psikologi dengan guru
  • Manajemen kelas : Perkembangan dan sosialisasi anak kepemimpinan dan dinamika kelompok, modelling, reward, punishment, extinction. Hasil – hasil penelitian manajemen kelas, persiapan dan pelaksanaan pengajaran yang baik.
  • Mengurai masalah belajar : pengertian, prinsip, perbedaan individu dalam belajar, model dan desain belajar dan prinsip pengajaran
  • Pertumbuhan dan perkembangan dalam pendidikan : Prinsop dalam perkembangan fisik, kognitif, sosial dan kepribadian, kreativitas dan aplikasinya dalam pendidikan
  • Motivasi : Pengertian, teori dan aplikasinya dalam pendidikan
  • Evaluasi dalam belajar : pengertian, macam, cara menyusun, prosedur penilaian, monitoring kemajuan siswa, validiras dan realibilitas penggunaan statistik dalam pengolahan hasil tes

Namun menurut Sumadi Suryobroto ( 1984 ) Ruang Lingkup psikologi pendidikan meliputi :

  • Pengetahuan tentang psikologi pendidikan : pengertian ruang lingkup, tujuan mempelajari dan sejarah munculnya psikologi pendidikan
  • Pembawaaan
  • Lingkungan fisik dan psikologis
  • Perkembangan siswa
  • Proses – proses tingkah laku
  • Hakekat dan ruang lingkup belajar
  • Faktor yang mempengaruhi belajar
  • Hukum dan teori belajar
  • Pengukuran pendidikan
  • Aspek praktis pengukuran pendidikan
  • Transfer belajar
  • Ilmu statistik dasar
  • Kesehatan mental
  • Pendidikan membentuk watak / kepribadian
  • Kurikulum pendidikan sekolah dasar
  • Kurikulum pendidikan sekolah menengah

Menurut Elliot, dkk ( 1999 )

Introduction to edicational psychology :

  • Educational psychology : teaching and learning
  • Research and educational psychology
  • Deversity in the classroom : Culture, Class, and Gender

Pengertian Psikologi

PENGERTIAN PSIKOLOGI

Psikologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang perilaku dan pola pikir, yang berusaha mengendalikan peristiwa mental dan tingkah laku manusia.( mengacu pada pengertian dari George A. Miller, 1974:4)

RUANG LINGKUP PSIKOLOGI

1.Psikologi Umum (psikologi yg memepelajari kegiatan atau aktivitas psikis manusia pada umumnya yg normal dan beradab).

2.Psikologi khusus (psikologi yang mempelajari segi-segi kekhususan aktivatas psikis manusia) macam-macamnya:

a) Psikologi Perkembangan Yaitu psikologi yang membicarakan perkembangan psikis manusia dari masa bayi sampai tua, yang mencakup:

1.                   Psikologi anak (mencakup masa bayi)

2.                   Psikologi puber dan adolesensi (psikologi pemuda)

3.                   Psikologi orang dewasa

4.                   Psikologi orang tua

b) Psikologi sosial

Yaitu psikologi yang khusus membicarakan tentang tingkah laku atau aktifitas-aktifitas manusia hubungannya dengan situasi sosial.

c) Psikologi pendidikan

Yaitu psikologi yang menguraikan kegiatan-kegiatan manusia dalam hubungannya dengan situasi pendidikan . Misalnya, bagaimana dalam menarik perhatian agar dapat dengan mudah diterima.

d) Psikologi kepribadian dan tifologi

Yaitu psikologi yang khusus menguraikan tentang struktur pribadi manusia, mengenai tipe-tipe kepribadian manusia.

e) Psikopatologi

Yaitu psikologi yang khusus menguraikan mengenai keadaan psikis yang tidak normal (abnormal).

f) Psikologi kriminil

Yaitu psikologi yang khusus berhubungan dengan soal kejahatan atau kriminalitas.

g) Psikologi perusahaan

Yaitu psikologi yang khusus berhubungan dengan soal-soal perusahaan.

HUBUNGAN PSIKOLOGI DENGAN ILMU LAIN

1.Hubungan psikologi dengan sosiologi

Psikologi dengan sosiologi memiliki hubungan  satu sama lain yaitu sama-sama mempelajari manusia beserta tingkah lakunya.

2.Hubungan psikologi dengan biologi

Baik biologi maupun psikologi sama-sama membicarakan manusia, pada segi-segi tertentu kedua ilmu ini ada titik pertemuan . misalnya soal keturunan, sifat,intelegensi, bakat, dll.

3.Hubungan psikologi dengan Ilmu Pengetahuan Alam

Metode ilmu pengetahuan alam mempengaruhi perkembangan meted dalam psikologi, karenanya para ahli beranggapan kalau psikologi ingin mendapatkan kemajuan haruslah mengikuti cara kerja yg di tempuh oleh ilmu pengetahuan alam.

4.Hubungan psikologi dengan ilmu filsafat

Manusia merupakan obyek dari filsafat yang antara lain membicarakan soal hakikat kodrat manusia, tujuan hidup dll. Psikologi masih tetap mempunyai hubungan dengan filsafat terutama menenai hal-hal yang menyangkut sifat hakikat serta tujuan dari ilmu pengetahuanitu.

5.Hubungan psikologi dengan Paedagogiek

Kedua ilmu ini hampir tidak dapat di pisahkan satu sama lain karena memiliki hubunga timbale balik, paedagogiek memberikan bimbingan hidup sedang psikologi menunjukkan perkembangan hidup manusia. Paedagogiek baru akan tepat sasaran, apabila dapat memahami langkah-langkah/ petunjuk psikologi

6.Hubungan psikologi dengan Agama

Psikologi dan agama sangat erat hubungannya, mengingat agama sejak turunya kepaa Rosul diajarkan kepada manusia dengan dasar-dasar yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi psikologis juga. Tanpa dasar tersebut agama sulit mendapat tempat di dalam jiwa manusia.

KONSEP PSIKOLOGI DALAM AJARAN ISLAM

Agama adalah sandaran utama yang seharusnya kita pakai untuk membangun paradigma baru ilmu pengetahuan. Salah satu kesalahan yang dilakukan oleh perumus konsep manusia adalah mereka membangun konsep manusia itu dengan spekulatif. Lewat Al-Qur’an, Allah memberikan rahasia-rahasia tentang manusia.karenanya kalau kita ingin tahu manusia lebih nyata, benar dan sungguh-sunguh, maka Al-Qur’an( wahyu Allah ) adalah sumber yang layak di jadikan acuan utama dan tak pantas untuk di lupaka. Al-Qur’an adala kitab petunjuk, di dalamnya banyak terdapat rahasia mengenai manusia. Allah, sebagai pencipta manusia, tentunya tahu secara nyata dan pasti tentang siapa manusia.

Tugas utama manusia didunia ini, disamping sebagai hamba Allah, adalah sebagai khalifah dimu ka bumi(QS 2:30). Agar manusia dapat menjalankan tugas ke khalifahannya dengan sebaik-baiknya, maka manusia di lengkapi dengan potensi-potensiyang memungkinkannya dapat memikul tugas tersebut.

Ciri-ciri tersebut meliputi: mempunyai raga yang sebagus-bagus bentuk, baik secara fitrah, mempunyai ruh, mempunyai ruh, mempunyai kebebasan berkehendak, dan mempunyai akal.

Pada dasarnya sifat asal manusia adalah baik dan manusia selalu ingin kembali kepada kebenaran sejati (Allah ). Salah satu konsep yang menonjol berkenaan dengan masalah ini adalah fitrah. Fitrah manusia adalah mempercai dan mengakui Allah SWT sebagai tuhannya. Dorongan ini adalah (biologis) sifatnya. Ia ada sebelum manusia di turunkan ke bumi. Dari sini tampak jelas bahwa dalam diri manusia terdapat kesiapan alamiah untuk mengenal Allah dan MengesakanNya.

Dengan konsep fitrah ini, maka kita dapat mengatakan bahwa konsepsi islam tentang manusia berbeda bahkan bertentangandengan konsepsi psikologi barat. Secara diametral, pandangan islam bertentangan dengan pandangan bahwa manusia itu buruk sehingga tak memungkinkannya memperoleh pencerahan. Islam juga menolak anggapan bahwa ketika di lahirkan manusia dalam keadaan netral. Anggapan ini akhirnya berakibat munculnya pandangan bahwa kebaikan ataupun keburukan seseorang semata-mata ditentukan dan di kendalikan oleh lingkungannya. Tak ada kuasa bagi manusia untuk menolak sesuatu yang dak di kehendakinya. Konsepsi islam tentang fitrah ini juga tidak sesuai dengan pandangan bahwa manusia itu sepenuhnya baik dan dapat menjadi penentu tunggal bagi kehidupannya sendiri. Pandangan seperti ini megabaikan kebesaran dan kekusaan Tuhan.

ALIRAN DALAM PSIKOLOGI DAN PANDANGAN KARAKTER

DALAM MANUSIA

A. Psikoanalis

Aliran psikoanalis secara tegas memperhatikan struktur jiwa manusia, pendiri aliran ini adalah Sigmund Freud. Fokus aliran ini adalah totalitas kepribadian manusia bukan pada bagian-bagiannya yang terpisah. Menurut aliran ini, perilaku manusia dianggap sebagai hasil interaksi sub sistim dalam kepribadian manusia yaitu :

  1. Id  yaitu bagian kepribadian yang menyimpan dorongan-dorongan biologis manusia merupakan pusat insting yang bergerak berdasarkan prinsip kesenangan dan cenderung memenuhi kebutuhannya .Bersifat egoistis, tidak bermoral dan tidak mau tahu dengan kenyataan. Id adalah tabiat hewani yang terdiri dari dua bagian: i). libido – insting reproduktif penyediaan energi dasar untuk kegiatan – kegiatan kosntrukstif. ii). thanatos–insting destruktif dan agresif
  2. Ego berfungsi menjembatani tuntutan Id dengan realitas di dunia luar. Ego adalah mediator antara hasrat-hasrat hewani dengan tuntutan rasional dan realistik. Egolah yang menyebabkan manusia mampu menundukkan hasrat hewaninya dan hidup sebagai wujud rasional. Ia bergerak berdasarkan prinsip realitas
  3. Super ego yaitu unsur yang menjadi polisi kepribadian, mewakili sesuatu yang normatif atau ideal super ego disebut juga sebgai hati nurani,merupakan internalisasi dari norma-norma sosial dan kultur masyarakat. Super ego memaksa ego untuk menekan hasrat-hasrat yang tidak berlainan dibawah alam sadar.

B. Behaviorisme

Aliran behaviorisme lahir sebagai reaksi aliran instropeksionisme ( menganalisa jiwa manusia berdasarkan laporan-laporan subjektif ) dan juga aliran psikoanalisis (berbicara tentang alam bawah sadar yang tidak tampak). Behaviorisme hanya menganalisa perilaku yang nampak saja yang dapat diukur dilukiskan dan diramalkan Teori dari aliran ini dikenal dengan teori belajar, karena menurut mereka seluruh perilaku manusia adalah hasil belajar.

Behaviorisme mempersoalkan bagaimana perilaku manusia dikendalikan oleh faktor-faktor lingkungan. Walaupun demikian asumsi yang digunakan oleh aliran behaviorisme aliran ini banyak menentukan perkembangan psikologi.

Salah satu yang sering muncul dalam literatur psikologi adalah tentang teori “tabula rasa” sebagai kelanjutan pendapat Aristoteles yang secara garis besar menganalogikan manusia ( bayi ) sebagai kertas putih dan menjadikan hitam atau menjadikan berwarna lain adalah pengalaman atau hasil interaksi dengan lingkungannya. Teori pelaziman klasik, teori pelaziman operan dan social learning theory juga merupakan produk dari aliran ini

Teori pelaziman klasik

Pada awal tahun 1900an, seorang ahli fisiologi Rusia bernama Ivan Pavlov menjalankan satu siri percubaan secara sistematik dan saintifik dengan tujuan mengkaji bagaimana pembelajaran berlaku pada sesuatu organisme. Pavlov mengasaskan kajiannya pada ‘hukum perkaitan’ (Law of Association) yang di utarakan oleh ahli falsafah Yunani awal seperti Aristotle. Menurut pendapat ini, sesuatu organisme akan teringat sesuatu karena sebelumnya telah mengalami sesuatu yang berkaitan. Contohnya, apabila melihat sebuah mobil mewah, mungkin kita membuat pengandaian si pengendara mobil adalah seorang kaya atau seorang terkemuka. Andaian ini bergantung kepada pengalaman kita yang

lampau.

Teori Pelaziman Operant

Perkataan ‘operan’ diciptakan oleh Skinner yang berarti apabila organisme menghasilkan sesuatu respon karena mengoper atas stimulus yang diterima disekitarnya. Contohnya, seekor anjing akan menghulurkan kaki depannya sekiranya ia ketahui bahawa tingkahlaku itu akan diikuti dengan makanan. Begitu juga dengan seorang anak tidak mau rewel karena dia akan dibelikan es krim. Dalam kaitan teori ini, dikenal istilah reinforcement dan punishment.

Teori Social Learning Theori

Pembelajaran Sosial menyatakan bahawa seorang individu meniru tingkahlaku (imitation) yang diterima masyarakat (socially accepted behaviour) dan juga tingkah laku yang tidak diterima masyarakat

C. Psikologi Kognitif

Aliran ini lahir pada awal tahun 70-an ketika psikologi sosial berkembang ke arah paradigma baru manusia tidak lagi dipandang sebagai makhluk pasif yang digerakkan oleh lingkungannya tetapi makhluk yang paham dan berpikir tentang lingkungannya (homo sapiens). Aliran ini memunculkan teori rasionalitas dan mengembalikan unsur jiwa ke dalam kesatuan dalam diri manusia .asumsi yang digunakan adalah manusia bersifat aktif yang menafsirkan stimuli secara tidak otomatis bahkan mendistorsi lingkungan.

Jadi manusialah yang menentukan stimuli . Salah satu nama yang muncul dari aliran ini yaitu Kurt Lewin dan dikenal dengan teori :B = f ( P. E ). Behavior adalah hasil interaksi antara Persons dengan Enviroment

D. Psikologi Humanistik

Lahir sebagai revolusi ketiga atau dikatakan sebagai mazhab ketiga psikologi. Psikologi humanistik melengkapi aspek-aspek dasar dari aliran psikoanalisis dan behaviorisme dengan memasukan aspek positif yang menentukan seperti cinta , kreativitas , nilai makna dan pertumbuhan pribadi. Psikologi Humanistik banyak mengambil penganut Psikoanalisis Neofreudian. Asumsi dasar aliran ini yang membedakan dengan aliran lain adalah perhatian pada makna kehidupan bahwa manusia bukanlah sekedar pelakon tetapi pencari makna kehidupan

Selanjutnya konsep yang menjadikan teori aliran psikologi humanistik tiada duanya adalah konsep dari tokoh aliran ini yaitu Abraham Maslow yang menyatakan “studi tentang orang-orang yang mengaktualisasikan dirinya mutlak menjadi fondasi bagi sebuah ilmu psokologis yang lebih semesta( Frank Goble,1993,34 )

Krtik-kritik dari psikologis humanistik menunjukan perbedaaan dan asumsi yang berbeda dengan aliran –aliran lain :

  1. Psokologi humanistik tidak mengagungkan metode statistik dan serba rata-rata tetapi melihat pada yang mungkin dan harus ada.
  2. Psikologis humanistik tidak berlebihan melakukan penelitian eksperimen pada binatang tetapi pada kodrat manusia beserta sifat-sifat manusia yang positip.Dengan demikian pendekatan yang dilakukan bersifat multi displiner lebih luas lagi menyeluruh terhadap masalah-masalah umat manusia. Salah satu teori aliran ini adalah Teori Maslow tentang “Hirarkhi Kebutuhan Manusia. Teori ini menyatakan bahwa manusia akan dapat mengaktualisasikan diri dan percaya diri, manakala kebutuhan akan makanan, kesehatan, rasa aman dan diterima dalam suatu kelompok.

Gambar. Hirarkhi kebutuhan Abraham Maslow

Kebutuhan untuk aktualisasi diri

|

V

Kebutuhan untuk dihargai

|

V

Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi

|

V

Kebutuhan akan rasa aman dan tentram

|

v

Kebutuhan fisiologis dasar

  • Kebutuhan fisiologis dasar : gaji, makanan, pakaian, perumahan
  • Kebutuhan akan rasa aman : lingkungan kerja yang bebas dari segala bentuk ancaman
  • Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi : kesempatan yang diberikan untuk menjalin hubungan yang akrab dengan orang lain
  • Kebutuhan untuk dihargai : pemberian penghargaan atau reward, mengakui hasil karya individu
  • Kebutuhan aktualisasi diri : kesempatan dan kebebasan untuk merealisasikan cita-cita atau harapan individu

Surat Resmi

PENULISAN SURAT RESMI

Menurut Marjo (1985:15) menyatakan bahwa surat adalah salah satu alat komunikasi tulis, berasal dari salah satu pihak lain untuk menyampaikan pesan dan warta. Sebagai alat komunikasi tulis surat sangat berperan aktif dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Sedangkan menurut Kosasih (2003:11) surat adalah media komunikasi tertulis antara seseorang atau lembaga lainnya. Berbagai maksud dan kepentingan dapat disampaikan melalui surat.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa surat adalah alat komunikasi antara dua pihak yang berupa tulisan untuk menyampaikan pernyataan-pernyataan atau informasi secara tulis di atas selembar kertas antara seseorang atau lembaga dan sangat berperan aktif dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Berdasarkan isinya (Kosasih, 2003:11) surat dapat berupa undangan, surat pengantar, surat pemberitahuan, surat permohonan, surat keterangan, surat edaran, surat pernyataan, dan sebagainya.

Macam-Macam Surat Resmi

Surat memiliki fungsi penting diantaranya :

v Alat untuk menyampaikan pernyataan, pemberitahuan, permintaan atau
permohonan, dan buah pikiran atau gagasan.

v Bukti tertulis

v Alat untuk mengingat (arsip)

v Bukti Historis (Mandat, SK, Rekomendasi, dsb)

v Pedoman kerja (SK, SP)

1.    Berdasarkan Bentuk Dan Tujuannya

Berdasarkan bentuk dan tujuannya secara umum, surat dibedakan atas :

a.    Surat pribadi

b.    Surat resmi/dinas

Surat resmi adalah surat yang disampaikan oleh suatu instansi/lembaga kepada seseorang/lembaga atau instansi lainnya. Berdasarkan isi dan kepentingannya, surat resmi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

v  dikeluarkan oleh suatu instansi atau jawatan, baik milik pemerintah maupun swasta;

v  berisikan kepentingan-kepentingan kedinasan dan keorganisasian;

v  disusun dengan ragam resmi.

c.    Surat niaga/perdagangan

2.    Menurut jenisnya

Menurut jenisnya surat dibedakan menjadi:

a.    Surat Pribadi, yaitu surat yang ditulis untuk kepentingan pribadi, bukan untuk lembaga atau organisasi. Surat pribadi merupakan surat yang dikirimkan seseoarang kepada orang lain atau suatu oarganisasi/instansi. kalau surat ini ditujukan kepada seseorang seperti kawan atau keluarga, maka format dan bahasa surat relatif lebih bebas. akan tetapi, bila surat itu ditujukan kepada pejabat atau organisasi/instansi seperti surat lamaran pekerjaan, ajuan kenaikan golongan, atau pengaduan, maka bentuk dan bahasa surat yang digunakan harus resmi.

Surat pribadi dibedakan menjadi dua jenis yaitu:

1)   Surat pribadi kekeluargaan, yakni surat pribadi yang dikirimkan kepada anggota keluarga, sanak famili, sahabat, kenalan, dan sebagainya.

2)   Surat pribadi kedinasan, yakni surat pribadi yang dikirimkan kepada
pengurus organisasi, pimpinan instansi, jawatan, perusahaan, dan sebagainya karena ada hubungannya dengan tugas atau pekerjaannya.

b.    Surat dinas, yaitu surat yang ditulis untuk kepentingan atau menyangkut masalah lembaga, organisasi, instansi, dan sebagainya. Surat dinas dibedakan menjadi dua jenis:

1)   Surat dinas pemerintah, yakni surat dinas yang dibuat oleh pihak lembaga atau instansi pemerintah.

2)   Surat dinas swasta, yakni surat dinas yang dibuat oleh pihak lembaga swasta.

v Surat dinas organisasi adalah surat yang dikeluarkan oleh organisasi atau perkumpulan atau perhimpunan tertentu, yang biasanya banyak berhubungan dengan dunia sosial.

v Surat dinas niaga adalah surat yang dikeluarkan oleh pihak swasta yang berisi tentang perniagaan untuk perolehan suatu keuntungan materi.

3.      Menurut sifatnya

menurut sifatnya, surat dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

a.    surat biasa, artinya, isi surat dapat diketahui oleh oranng lain selain yang dituju.

b.    surat konfidensial ( terbatas), maksudnya, isi surat hanya boleh diketahui oleh kalangan tertentu yang terkait saja.

c.    surat rahasia, yaitu surat yang isinya hanya boleh diketahui orang yang dituju saja.

4.      Berdaraskan banyaknya sasaran,

Berdasarkan banyaknya sasaran, surat dapat dikelompokkan menjadi surat biasa, surat edaran, dan surat pengumuman.

5.      Berdasarkan tingkat kepentingan penyelesainnya,

berdasarkan tingkat kepentingan penyelesainnya surat terbagi atas surat biasa, surat kilat, dan surat kilat khusus.

6.      berdasarkan wujudnya, surat terbagi atas surat bersampul,

berdasarkan wujudnya, surat terbagi atas surat bersampul, kartu pos, warkatpos, telegram, teleks atau faksimile, serta memo dan nota.

7.      berdasarkan ruang lingkup sasarannya,

berdasarkan ruang lingkup sasarannya surat terbagi atas surat intern dan surat ekstern.

8.      menurut isinya, surat dapat dikelompokkan sebagai berikut :

a.    surat pemberitahuan

b.    surat keputusan.

c.    surta perintah.

d.   surat permintaan

e.    surat panggilan

f.     surat peringatan

g.    suirat perjanjian

h.    surat laporan

i.      surat pengantar

j.      surat penawaran

k.    surat pemesanan

l.      surat undangan dan

m.  surat lamaran pekerjaan.

2.1 Tata Cara Menulis Surat Resmi yang Baik dan Benar

1.      Kepala Surat

Menurut Kosasih (2003: 21) sesuai dengan namanya kepala surat terletak di bagian atas isi surat. Fungsinya sebagai identitas diri bagi instansi atau lembaga yang bersangkutan. Dalam kepala surat dicantumkan identitas sebagai berikut:

v Nama instansi atau lembaga;

v Lambang atau logo instansi atau lembaga;

v Alamat;

v Kode surat;

v Nomor telepon; nomor faximile;

v Kode Pos.

2.      Tanggal Surat

Tanggal surat ditulis sejajar dengan nomor surat. Contoh penulisan tanggal surat adalah :

v Tarakan, 20 Januari 2009

v 28 Februari 2009

3.      Nomor Surat

Setiap surat resmi yang keluar biasanya diberi nomor, hal ini disebut nomor verbal. Cara pemberian dan penulisan nomor bermacam-macam sesuai dengan kepentingan masing-masing dari perusahaan atau instansi tersebut. Nomor surat ditulis sebelah kiri, sejajar dengan tanggal surat. Nomor surat merupakan kode yang berguna untuk :

v Memudahkan pengaturannya sebagai arsip;

v Memudahkan penunjukkan pada waktu mengadakan hubungan surat
menyurat;

v Memudahkan mencari surat itu kembali bila diperlukan;

v Memudahkan kepada petugas kearsipan dalam menggolongkan atau
mengklasifikasikan surat sesuai dengan sifat jenis surat untuk
penyimpanan;

v Mengetahui berapa banyaknya surat yang keluar pada suatu periode (bulan maupun tahun).

4.      Lampiran

Lampiran surat adalah dokumen-dokumen yang disertakan ke dalam surat, karena mempunyai kaitan dengan isi surat. Dokumen-dokumen yang disertakan tersebut bermacam-macam sesuai dengan keterkaitannya terhadap isi surat. Kegunaan lampiran adalah :

v  Untuk mengetahui apakah ada dokumen-dokumen atau berkas yang
disertakan dalam surat yang ada kaitannya dengan isi surat;

v  Untuk memeriksa apakah berkas yang diterima itu jumlahnya sama dengan tertulis dilampiran atau tidak.

v  Memudahkan kepada penerima surat, bila ada hal-hal yang diperlukan
dengan segera, tidak perlu lagi meminta kepada pengirim surat karena
dokumen tersebut sudah tersedia.

5.      Hal atau Perihal

Pada surat resmi sebaiknya selalu dicantumkan pokok-pokok atau inti dalam surat, yang disebut hal. Menurut Kosasih (2003: 25), hal surat berarti soal atau perkara yang dibicarakan dalam surat. Hal surat dapat disamakan dengan judul karangan. Oleh karena itu, cara penulisannya pun tidak jauh dari cara penulisan judul karangan biasa, yakni:

v Judul ditulis dengan singkat, jelas, dan menarik.

v Berwujud kata atau frase, bukan kalimat.

v Huruf pertama pada setiap katanya harus ditulis dalam huruf kapital.

Contoh :

Hal : Undangan Rapat Komite

Hal : Jadwal Ujian Sekolah

Hal berguna untuk:

v Mengetahui terlebih dahulu apa yang dibicarakan dan
dipermasalahkan dalan surat;

v Penerima atau pembaca mempunyai gambaran terlebih dahulu secara
singkat, sebelum mengetahui secara keseluruhan isi surat.
/ Alamat Surat

6.      Penulisan Alamat pada Surat

Penulisan alamat pada surat ada dua macam, yaitu sebagai berikut:

a.   Alamat Luar pada Sampul

Alamat luar pada sampul adalah alamat yang ditulis pada sampul surat. Alamat pada sampul surat berfungsi sebagai penunjuk dalam menyampaikan surat kepada yang berhak menerimanya. Yang perlu diperhatikan dalam penulisan alamat sampul surat adalah sebagai berikut:

  • Kelompok kata yang terhormat disingkat Yth ;
  • Huruf awal pada singkatan Yth.di rulis dengan huruf kapital;
  • Penulisan alamat didahului kata kepada;
  • Akhir singkatan yang terhormat menggunakan tanda titik (Yth.)

Contoh :

Kepada

Yth. Direktur Tarakan Televisi

Jalan Jenderal Sudirman

Tarakan

b.  Alamat dalam pada Surat

Alamat dalam surat adalah alamat yang ditulis pada kertas surat. Fungsinya sebagai pengontrol bagi penerima surat bahwa dirinya yang berhak menerima surat itu. Bagi pengirim surat, alamat dalam berfungsi untuk mengetahui kecocokan alamat yang dituju sewaktu proses pemasukan surat ke dalam amplop surat. Alamat dalam pada surat juga berguna untuk pada penunjuk langsung bagi si penerima, petunjuk bagi petugas kearsipan sehubungan dengan adanya sistem penyimpanan dan penemuan kembali surat berdasarkan objek surat, dan dapat dipakai sebagai alamat luar bila memakai amplop berjendela. Ketentuan penulisan alamat surat bagian dalam adalah sebagai berikut:

v Tidak didahului kata Kepada;

v Menggunakan kata Yth;

v Menggunakan unit kerja;

v Nama tempat pada alamat dituju tidak didahului kata depan di.

Contoh :

Yth. Lurah

Kelurahan Karang Balik Jalan Karang Balik, Tarakan Kalimantan Timur 77111 G

Cap Surat atau Stempel Surat

Pada surat-surat resmi, baik itu surat niaga maupun surat dinas pemerintahan, cap harus dibubuhkan pada sebuah surat, karena cap juga merupakan tanda sahnya sebuah surat.

7.      Salam Pembuka

Salam Pembuka merupakan tanda hormat pengirim surat sebelum ia “berbicara” secara tertulis.

Dalam surat resmi yang biasa digunakan sebagai salam pembuka ialah Dengan hormat, (jangan disingkat Dh. Atau DH.) yang ditulis segaris lurus dengan baris-baris lainnya. Salam pembuka Assalamualaikum W.W. di pakai secara khusus antara kantor/lembaga yang bersangkut-paut dengan agama Islam.

Catatan :

o   Di belakang salam pembuka selalu dibubuhkan tanda koma (,). Ini sudah merupakan suatu kebiasaan dalam surat-menyurat Indonesia. Dalam surat menyurat Amerika, dibelakang salam pembuka selalu dibubuhkan tanda baca titik dua (:). Agaknya penulisan tanda baca dibelakang salam pembuka surat, baik dengan koma maupun dengan titik dua, hanyalah menurut kebiasaan.

o   Salam pembuka Dengan hormat jika tidak digunakan secara sendiri-sendiri, sebaiknya dimasukkan kedalam kalimat pertama pembuka surat (alinea pertama).

8.      Isi Surat

Isi Surat umumnya terdiri atas tiga bagian, yaitu ;

a)      Pembukaan

Pembukaan digunakan untuk mengantar dan menarik perhatian pembaca terhadap pokok surat. Untuk itu digunakan kalimat-kalimat pembuka yang sesuai dengan maksud atau tujuan surat.

o  Untuk membalas atau membalas surat yang diterima, dipergunakan kalimat-kalimat pembuka, misalnya :

Membalas (menjawab) surat Saudara tertanggal 19 September 2009 No. 150/DBSI.2009, Dengan ini kami beri tahukan bahwa……..

o  Untuk Surat-surat yang berisi suatu pemberi tahuan, permintaan, pertanyaan, dan yang sejenis dengan itu, dipergunakan kalimat pembuka sebagai berikut :

Dengan ini kami beri tahukan bahwa……

o  Untuk menunjuk sesuatu yang menjadi dasar menyusun surat dipergunakan kalimat pembuka sebagai berikut :

Berdasarkan hasil rapat para ketua jurusan pada tanggal 9 juli 2009, dengan ini diberitahukan bahwa……..

o  Untuk menyatakan tujuan yang akan dilaksanakan dapat dipergunakan kalimat pembuka :

Dalam rangkamemperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2009, UIN Malang akan mengadakan serangkaian acara sebagai berikut……..

b)        Isi surat yang Sesungguhnya

Isi Surat yang sesungguhnya berisi sesuatu yang diberitahukan, dikemukakan, ditanyakan, diminta, dan sebagainya yang disampaikan kepada penerima surat.

o  Tetapkan dahulu maksud yang diberitahukan, dikemukakan,ditanyakan, diminta, dan sebagainya secara jelas.

o  Tetapkan urutan maksud surat itu secara sistematis dan logis.

o  Tuliskanlah maksud surat itu dealam alinea-alinea yang jelas.

o  Hindarkanlah pemakaian akronim dan singkatan-singkatan yang belum lazim, lebih-lebih yang ditulis hanya atas kemauan sendiri.

o  Hendaklah digunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sederhana, lugas, sopan, dan menarik.

o  Sedapat – dapatnya menggunakan kata-kata asing atau kata-kata daerah sehingga terasa keasing-asingan atau kedaerah-daerahan, kecuali yang belum ada padanannya dalam bahasa Insonesia

o  Hendaklah dipakai bentuk surat yang tepat atau cocok dan menarik.

o  Hendaklah diketik serapi-rapinya, hindarkan ketika yang bertumpu-tumpuk, dan

o  Hendaklah ditulis dengan ejaan yang betul.

9.      Penutup Surat

Penutup surat merupakan kesimpulan yang berfungsi sebagai kunci isi surat. Umumnya berisi ucapan terima kasih terhadap semua hal yang dikemukakan dalam isi surat. Hendaknya penutup surat itu ditulis secara singkat dan jelas. Berikut ini diberikan contoh penutup surat sesuai dengan isinya :

a.       Untuk menyatakan rasa terima kasih dapat dipakai kalimat-kali8mat penutup :

o   Atas perhatian Bapak/Saudara, kami ucapkan terima kasih

o   Atas perhatian dan bantuan Bapak/Saudara, kami ucapkan terima kasih

o   Atas kehadiran Bapak/Saudara, kami ucapkan terima kasih

b.      Untuk menunjukkan suatu kenyataan yang telah disebutkan sebelumnya, dapat dipakai kalimat-kalimat penutup sebagai berikut :

o   Demikianlah harapan kami dan atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih

c.       Untuk menyakan suatu harapan dapat dipakai kalimat-kalimat pembuka :

o   Harapan kami, semoga kerja sama yang sudah baik ini dapat kita bina dan kita tingkatkan terus.

d.      Untuk menyakan sesuatu yang dinantikan dapat dipakai kalimat penutup :

o   Sambil menanti balasan Saudara, kami ucapkan terima kasih.

o   Sambil menanti penggilan Bapak, kami ucapkan terima kasih.

10.  Salam Penutup

Salam penutup surat dinas/formal pemerintahan menyebutkan:

o   Nama jabatan (Rektor, Pembantu Rektor, Dekan, dan sebagainya),

o   Tanda tangan,

o   Nama terang, dan

o   Nomor Induk Penduduk (NIP).

11.  Tembusan

Tembusan adalah salinan-salinan surat yang dikirimkan kepada pihak-pihak lain yang terkait dengan isi surat. Tembusan ditulis di bagian bawah sebelah kiri.

Contoh:

Tembusan kepada:

1. Camat Tarakan Barat

2. Lurah Kelurahan Karang Balik Tarakan Barat

2.2 Bahasa Surat Resmi yang Baik dan Benar

Surat yang bersifat resmi atau dinas harus memperhatikan bahasa yang dipergunakannya. Bahasa surat resmi setidaknya memiliki dua syarat, yaitu bahasa baku dan bahasa efektif (Suprapto, 2006:5).

v Bahasa Baku

Dilihat dari sudut bentuk lahirnya, maka bahasa surat harus menggunakan bahasa baku. Bahasa baku adalah bahasa yang diakui kebenarannya menurut kaidah yang sudah dilajimkan. Pemakaian bahasa baku dapat dikenali dari beberapa unsur, antara lain dari penulisan (ejaan), pemakaian kata, dan struktur kalimat.

v Bahasa Efektif

Dilihat dari segi pencurahan rasa atau gagasan, maka bahasa surat yang baik memakai bahasa yang efektif. Bahasa efektif adalah bahasa yang secara tepat dapat mencapai sasarannya. Bahasa efektif ini dapat diketahui dan dikenali dari pemakaian kalimat sederhana, ringkas, tegas, dan menarik.

1.    Sederhana

Sederhana berarti bersahaja, lugas, mudah, tidak berbelit-belit, baik pemakaian kata-katanya maupun kalimat-kalimatnya. Untuk itu, hendaknya dipakai kata-kata yang biasa dan lazim.

2.      Ringkas

Kalimat yang ringkas  umumnya lebih tegas dan mudah dipahami; sedangkan kalimat yang panjang biasanya lemah dan kabur serta tidak cepat dipahami maksudnya.

3.      Jelas

Jelas berarti tidak samar-samar, tidak meragukan, tidak mendua makna, atau tidak menimbulkan salah paham.

4.      Sopan

Sopan berarti hormat dengan takzim, tertib menurut adat yang baik, atau baik kelakuannya. Dalam surat-menyurat resmi bahasa sopan itu dapat dicapai dengan beberapa cara sebagai berikut :

  • Menggunakan kata-kata yang sopan/halus;
  • Menggunakan kata sapaan atau kata ganti; dan
  • Menggunakan kata-kata resmi (bukan sehari-hari).

5.      Menarik

Menarik berarti dapat membangkitkan perhatian, tidak membosankan, dan dapat mengesankan pada angan-angan pembaca. Dalam surat- menyurat resmi dapat digunakan:

  • Kalimat bervariasi;
  • Paragraf Induktif; dan
  • Gaya bahasa.

DAFTAR PUSTAKA

http://zulmasri.wordpress.com/

Soedjito, dan TW. Solchan. 1987. Surat Menyurat Resmi Bahasa Indonesia.

Bandung : PT Remaja Rosdakarya.