Kalau kita mau sadar betapa kita ini adalah satu-satunya makhluk yang dikaruniai berbagai macam nikmat yang tak terhitungkan. Namun kita tidak pernah merasa bahwa kenikmatan di tiap detiknya mengalir pada kita. Sehingga, kita selalu merasa kurang. Kita selalu sedih dengan sedikitnya harta yang kita miliki. Kita selalu resah dengan sederhananya makanan kita. Kita selalu gundah dengan kurang bagusnya pakaian kita. Pernahkah kita menyadari bahwa kedua mata kita ini tak ternilai harganya. Maukah kita menukar salah satunya dengan tumpukan emas permata setinggi gunung? Kedua telinga kita bukanlah suatu kenikmatan yang nilainya bisa dibandingkan dengan sebuah istana yang di dalamnya penuh dengan berlian yang tak ternilai harganya. Mengapa kita tidak pernah bersyukur dengan kedua kaki kita yang terkadang kaki bisa lumpuh karena terserang penyakit?
Kita memang tidak pernah sadar bahwa tidur nyenyak kita adalah karunia tak terhingga dari-Nya. Setiap saat kita disibukkan perasaan merasa kurang. Padahal, tak ada dalam detik-detik kita kecuali kenikmatan yang selalu membalut di tubuh kita. Mengapa saya berkata seperti itu? Mari kita buktikan. Adakah di antara kita yang sadar bahwa hembusan nafas tiap detik adalah nikmat yang paling besar yang bisa jadi satu jam kemudian berhenti berhembus. Pernahkah kita merasa bahwa dengan kedua mata kita bisa melihat apapun yang kita inginkan setiap saat. Dan apakah itu bukan nikmat yang tak terhingga? Bagaimana seandainya Sang Pemberi kedua mata itu tiba-tiba mengambil kedua mata kita ketika kita sedang asyik-asyiknya nonton drama tentang asmara sehingga kita tidak bisa melihat lagi. Sadarkah kita bahwa kedua telinga kita adalah karunia yang tidak bisa diukur dengan harta sebesar apapun yang dengannya kita bisa mendengarkan alunan lagu-lagu syahdu. Apa yang kita rasakan seandainya Dia, Sang Pencipta telinga itu tiba-tiba menutup telinga kita sampai kita tidak bisa mendengar apapun. Dan masih banyak lagi nikmat-nikmat yang lain yang kita hanya bisa merasakannya namun tak menyadarinya. Kita tidak akan pernah bisa menghitung nikmat-nikmat itu sebagaimana firman-Nya dalamm kitab-Nya yang agung
Marilah kita bangun dari tidur panjang ini. Mari bersama-sama membuka hati kita untuk menyadari nikmat-nikmat yang telah dikaruniakan-Nya. Mari kita mensyukuri segala yang ada pada kita dengan menambah kualitas keimanan kita. Tunjukkanlah rasa syukur kita dengan mempersembahkan shalat yang khusyuk kepada-Nya. Berbuat baiklah terhadap orang lain, tolonglah orang-orang yang sedang membutuhkan uluran tangan kita sebagai bukti bahwa kita adalah orang-orang yang bersyukur. Saudaraku, tidaklah orang yang bersyukur itu mendapatkan apapun kecuai pahala dan ditambahkannya kenikmatan yang lebih besar dari yang sudah kita miliki. Dan janganlah kita termasuk orang-orang yang ingkar akan nikmat-Nya karena,
Lain syakartum laazidannakum wa lain kafartum inna ‘adzabi lasyadid.