Awal mula munculnya berbagai aliran-aliran dalam Islam sebenarnya adalah ketika Umat Islam kehilangan sosok fundamental seperti Nabi Muhammad Saw. Ketika Rosulluloh wafat, maka secara personality tidak ada sosok yang bisa menandingi kepiawaian Nabi sebagai ahli Pemerintahan/politik sekaligus sebagai ahli Agama. Maka dari itu ketika Nabi Muhammad wafat, maka umat Islam kebingungan kaarena telah kehilangan katakanlah “panutan” dalam hidup ini.
Sebenarnya ketika Nabi Muhammad wafat, beliau sudah berpesan jika umat Islam kelak bias disatukan dengan Alquran dan Alhadits. Namun ternyata pada kenyataannya, Alquran dan Al hadits belum bias memberikan gambaran yang jelas tentang konsep atau nilai-nilai suatu hokum. Maka dari itu, setiap ulama yang memiliki keahlian dalam beberapa bidang mencampuradukkkan pemikiran mereka dalam menentukan hokum yang memang belum dijelaskan secara gambling dalam Alquran ataupun Al hadits. Maka dari itu timbullah berbagai perbedaan dan berbagai perbedaan tersebut melahirkan suatu paham baru yang kemudian berimbas pada lahirnya suatu aliran atau golongan tertentu, dan setiap golongan dalam Islam memiliki dasar tersendiri. Hingga banyak yang mengatakan jika Islam telah terpecah belah dan saling bermusuhan satu dengan yang lainnya.
Jika kita cermati hal ini, sebenarnya kita bias mengambil suatu hikmah yang sangat besar bagi kehidupan beragama kia. Mengapa Alloh menurunkan Al Quran dengan menyertakan ayat-ayat Mutasyabiat( ayat-ayat yang belum jelas makna aslinya dan butuh penafsiran lebih lanjut) mengapa Alloh tidak menurunkan saja Alquran tersebut secara jelas dan gambling hingga tidak akan menimbulkan berbagai pertentangan?.
Hikmah yang sebenarnya harus kita cerna adalah, jika Alloh mengajak umatnya untuk berfikir, berargumn dan lain sebagainya. Jadi, Alloh mengajak kita agar benar-benar berfikir dan memahami ayat-ayat tersebut, hingga pada akhirnya kita bias mengenal Alloh dengan Haqqul Yakin, bukan hanya berdasarkan Dogma atau Doktrin yang ada. Maka dari itu banyak dari mereka yang berfikir akhirnya menemukan suatu kebesaran dari ayat-ayat Alloh, hingga ayat-ayat itu akhirnya membuka mata manusia jika Alquran juga pro terhadap Ilmu pengetahuan dsb, itu sebenarnya tidak terlepas dari upaya manusia menafsirkan ayat-ayat Alloh tersebut.
Jika melihat dari kacamata moral, misalkan banyak dari aliran satu dan aliran lain saling mengklaim atau mngkafir-kafirkan satu sama lain, sebenarnya itu adalah suatu perilaku manusia itu sendiri. Tidak ada sangkut pautnya dengan Ajaran Agama. Maka dari itu patut kiranya kita sebagai Umat Islam memaknai suatu perbedaan tersebut sebagai suatu keniscayaan yang lumrah terjadi dalam kehidupan ini. Adanya perbedaan adalah suatu bukti jika manusia masih mau berfikir dalam menjalani kehidupan ini. Lalu, sikap kita terhadap berbagai aliran yang saling serang satu dengan lainnya, adalah kita maknai sebagai pejaran agar kelak kita tidak berbuat hal yang demikian tersebut. Karena kita menyakini bahwa suatu perbedaan adalah suatu keniscayaan dalam hidup ini. Maka dari itu, mari kita bangun Islam dengan perdamaian dan saling pengertian. Wallohu’alam