Dr.drh.Bayyinatul Muchtaromah,M.Si

Jurusan BIOLOGI UIN Malang

PENGARUH PENGOLAHAN JENIS TEPUNG CACING DENGAN VARIASI SUHU TERHADAP PENGHAMBATAN PERTUMBUHAN BAKTERI Salmonella typhi SECARA IN VITRO

Juni26

Oleh:

Bayyinatul Muchctaromah

Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Email: bayyinatul_uin@yahoo.co.id

Typhoid fever adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi yang merupakan bakteri enteropatogenik dari genus Salmonella. Secara turun temurun masyarakat kita, terutama masyarakat Jawa mengobati penyakit ini menggunakan cacing dengan pengolahan yang sederhana. Cacing tanah merupakan sebutan umum dari cacing yang hidup di tanah yang terdiri atas berbagai spesies, dan masyarakat biasanya kurang memperhatikan spesies cacing yang paling efektif sebagai obat tifus. Maka perlu diuji perbedaan kualitas tepung cacing yang berasal dari dua spesies cacing yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk obat tifus, yaitu Lumbricus rubellus dan Pheretima aspergillum serta suhu optimal yang dibutuhkan untuk pengolahan tepung cacing secara in vitro.

Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Racangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial menggunakan 2 faktor dan 6 ulangan. Faktor pertama adalah 2 spesies cacing yaitu Lumbricus rubellus dan Pheretima aspergillum. Faktor kedua adalah 3 variasi suhu pengolahan tepung cacing yaitu 50oC, 60oC, dan 70oC. Data yang diperoleh berupa ukuran zona hambat bakteri Salmonella typhi dianalisis dengan Two Way Anova. Apabila terjadi perbedaan yang signifikan, maka dilanjutkan dengan uji BNJ dengan taraf signifikansi 5%. Read the rest of this entry »

THE EFFECT OF PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) AS MATERIAL ANTIFERTILITY TO GPT (Glutamic Pyruvate Transaminase) and GOT (Glutamic Oxaloacetic Transaminase) CONCENTRATION AND ITS HISTOLOGICAL PROFILE OF FEMALE MICE (Mus musculus)

Juni26

By:
Bayyinatul Muchtaromah
Department of Biology, Faculty of Science and Technology

University of Islamic State Maulana Malik Ibrahim Malang

Jl. Gajayana 50 Malang, East Java, Indonesia Phone / fax : 0341 558933

Mobile phone: 0811369317 Email: bayyinatul_uin@yahoo.co.id

One plant that allegedly has the potential as antifertility material is pegagan (Centella asiatica (L.) Urban). Based on previous research, high dose of pegagan , 275 mg / kg BW is effective to reduce the number of primary, secondary and tertiary follicles. The follicular development was not even discovered until the stage of de Graff. Characteristics of an ideal contraceptive is safe, efficient, cheap, easily obtained, reversible and a little of side effects on other organs including liver. The purpose of this study was to determine whether pegagan is potential for safe contraception and does not cause toxic effects on the liver because this organ plays an important role in metabolic processes such as modifying drugs and toxins become inactive or water soluble.

The design used in this study were completely randomized design with four treatments in four doses, ie 125 mg / kg, 200 mg / kg, 275 mg / kg BW and control, each  treatment consisting of six replicates. Dependent variables observed in this study is the level of GPT (glutamate pyruvate transaminase) and GOT (glutamic oxaloacetic transaminase) and profile of liver histological mice. GPT and GOT levels measured were analyzed by analysis of single variant of 0.05. If the F calculated> F table it is followed by LSD 0.05. Histological picture of the liver include central venous dilation and inflammation and damage to the structure of liver cells in the scoring and then performed Kruskal Wallis.

Statistical analysis showed that the leaf extract of pegagan as a material antifertility not provide significant effect on serum GPT and GOT enzyme in the liver of mice, whereas the histology results did not reveal any visible damage to liver cells in each treatment or dose given unless the treatment dose 200 mg / kg BW seems there is little central venous dilation and degeneration of liver cells in several fields of view but after statistical analysis did not provide significant differences between treatments. From the above results concluded that pegagan extract as an antifertility substances until the dose of 275 mg / kg is safe and will not cause damage to the liver.

Keywords: pegagan extract (Centella asiatica (L) Urban), levels of GPT, GOT, liver histology, female mice (Mus musculus)

PENYIMPANGAN PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA

Juni26

Oleh:

Bayyinatul Muchctaromah

Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Email: bayyinatul_uin@yahoo.co.id

ABSTRAK

Pada remaja perilaku seksual yang tidak semestinya banyak ditemui bahkan saat ini banyak yang menganggapnya bukan suatu penyimpangan dan bahkan melegalkannya. Sejak tahun 1973 American Psychiatric Association (APA) memutuskan untuk menghapus homoseksualitas sebagai diagnosis gangguan kejiwaan.  Dalam Pedoman Penggolongan  dan Diagnosis Gangguan Jiwa tahun 1993, homoseksualitas hanya dicantumkan sebagai orientasi ego distonik dan digolongkan pada katagori gangguan psikologis dan perilaku yang berhubungan dengan perkembangan dan orientasi seksual dan beberapa dekade terakhir masyarakat kita mulai dapat menerima keberadaan mereka, sehingga aktivitas kaum homoseksual mulai terbuka.

Kata kunci: penyimpangan, perilaku seksual, remaja

THE BENEFITS OF BREAST MILK FOR AN INFANT’S HEALTY GROWTH AND DEVELOPMENT

Juni26

By

Bayyinatul Muchtaromah

Lecturer of Biology Departement Science and Technology Faculty Islamic State University of Malang

Presented in International Conference with the Topic “Ihe Role of Sciences and Technology in Islamic Civilization” in Post Graduate Building 3rdF Islamic State University of Malang, 19th June 2008.

ABSTRACT

Breastfeeding is the feeding of an infant or young child with breast milk directly from a woman’s breasts, not from a baby bottle or other container. Babies have a sucking reflex that enables them to suck and swallow milk. It is possible for most mothers to nourish their by breastfeeding for the first six months, if not longer, without the supplement of infant formula milk or solid food. According alternatives to breastfeeding include:expressed breast milk from an infant’s own mother breast milk from a healthy wet-nurse or a human-milk bank a breast-milk substitute fed with a cup, which is a safer method than a feeding bottle and teat. In most situations human breast milk is the best source of nourishment for human infants, preventing disease, promoting health and reducing health care costs, exceptions include situations where the mother is taking certain drugs or is infected with tuberculosis or HIV. Read the rest of this entry »

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH PARE (Momordica Charantia L) TERHADAP PROSES SPERMATOGENESIS MENCIT (Mus Musculus)

Juni25

Bayyinatul Muchtaromah dan Aisatul Jannah

Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang

ABSTRAK

Buah pare merupakan tumbuhan yang banyak tumbuh didaerah tropis. Secara luas dikenal mempunyai khasiat sebagai obat anti diabetes, anti mitosis. Pare mengandung kukurbitacin termasuk golongan glikosida triterpenoid. Adanya kandungan kukurbitacin ini yang diduga dapat menurunkan jumlah sel-sel spermatogenik dalam tubulus seminiferus testis mencit (Mus musculus). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Langkap (RAL). Penelitian ini menggunakan Analisis Varian (ANOVA) one way. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak buah pare (Momordica charantia) memberikan pengaruh terhadap jumlah sel-sel spermatogenik yang meliputi spermatogonium, spermatosit dan spermatid pada testis mencit (Mus musculus). Sedangkan dosis yang efektif ekstrak buah pare (Momordica charantia) untuk menurunkan jumlah sel-sel spermatogenik dalam proses spermatogenesis mencit (Mus musculus) adalah dosis 0,03 mg/kg/bb

Kata Kunci: Ekstrak, Buah Pare (Momordica charantia L), Spermatogenesis, Mencit (Mus musculus).

Studi Daya Hambat In Vitro Anti MPS ecto CIK (Mayor Physiological Protein Substrat) terhadap Proses Kapasitasi dan Reaksi Akrosom Spermatozoa Domba

Juni25

Oleh:

Bayyinatul Muchtaromah

Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

ABSTRAK

Spermatozoa dapat berhasil melakukan fertilisasi apabila sudah  terjadi proses kapasitasi dan reaksi akrosom pada bagian membran kepala spermatozoa. Pengenalan antara spermatozoa-ovum (sperm-egg recognition) melibatkan pelekatan membran spermatozoa terutama dari bagian kepala dengan permukaan luar zona pellusida ovum. Apabila antigen pada membran spermatozoa sudah diikat oleh antibodinya maka akan terjadi kegagalan kemampuan spermatozoa untuk mengikat zona pelusida sehingga terjadilah kegagalan fertilisasi. Read the rest of this entry »

THE POTENTION OF PARE’S FRUIT (Momordica charantia L) EXTRACT TO MICE (Mus Musculus) SPERMATOGENESIS

Juni25

Oleh:

Bayyinatul Muchtaromah

Biology Departement. Science and Technology Faculty. Islamic State University Maulana Malik Ibrahim Malang. Jl. Gajayana No. 50 Malang 65144 Telp/Fax. (0341) 558933

ABSTRACT

Pare’s fruit (Momordica charantia L) had a potention for antidiabetic and anti mitotic. Pare’s fruit contained cucurbitacin and include glycoside triterpenoid. This research purposed to investigate the potention of cucurbitacin to decrease the spermatogenic cells in mice tubulus seminiferous. This experiment used five dosage treathment: 0 (control); 0,02; 0,03; 0,04 dan 0,05 gr/kg weight. The result of this experiment showed that pare’s extract give the significant result to decrease spermatogenic cell (spermatogonium, spermatosit and spermatid) in testical mice. The effective dosage to decrease the spermatogonium and spermatocid cell was 0.03 gr/kg weight and the spermatid was 0,05 gr/kg weight. The suggestion of this study was investigated the toxic effect for the important organ like lever an kidney

Keyword: pare’s fruit (Momordica charantia L), spermatogenesis, mice (Mus musculus).

Studi Daya Hambat In Vitro Anti MPS ecto CIK (Mayor Physiological Protein Substrat) terhadap Viabilitas Spermatozoa Kambing Dan Domba

Juni25

oleh

Bayyinatul Muchtaromah

Penulis adalah dosen jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi

Universitas Islam Negeri Malang

ABSTRAK

Untuk menuju suatu penemuan tentang vaksin kontrasepsi bagi pria, diperlukan penelitian dasar mengenai hal tersebut. Sebagai langkah awal dilakukan uji hambatan Anti MPS ecto CIK terhadap viabilitas spermatozoa kambing dan domba, sedangkan dari penelitian pendahuluan diketahui bahwa anti MPS dari ecto-CIK ini mampu bereaksi silang dengan spermatozoa domba, dan sapi. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk mengetahui seberapa besar peranan anti MPS ecto CIK dalam menghambat  viabilitas spermatozoa kambing dan domba secara in vitro. Read the rest of this entry »

ISOLASI DAN KARAKTERISASI PROTEIN 100 kDa DARI MEMBRAN KEPALA SPERMATOZOA KAMBING

Juni20

oleh

Bayyinatul Muchtaromah)*

Penulis adalah dosen jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi

Universitas Islam Negeri Malang

ABSTRAK

Dalam rangka pencarian bahan kandidat vaksin imunokontrasepsi maka perlu dilakukan isolasi dan karakterisasi protein  100 kDa yang diduga mempunyai peranan penting di dalam interaksi spermatozoa-ovum. Protein adalah antigen yang dapat menginduksi terbentuknya antibodi.  Berat molekul protein sebesar 100 kDa dapat bertindak sebagai imunogen yang kuat. Read the rest of this entry »

KARAKTERISASI PROTEIN 100 kDa SEBAGAI KANDIDAT IMUNOKONTRASEPSI

Juni20

Oleh:

Bayyinatul Muchtaromah

Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Malang

ABSTRAK

Dalam rangka pencarian bahan kandidat vaksin imunokontrasepsi maka perlu dilakukan isolasi dan karakterisasi protein  100 kDa yang diduga mempunyai peranan penting di dalam interaksi spermatozoa-ovum.

Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Materi Protein 100 kDa diisolasi dari membran spermatozoa kambing menggunakan detergen N-Octyl-glycopiranoside kemudian dirunning menggunakan metode SDS PAGE dan dikoleksi dengan elektroelusi. Karakterisasi Protein 100 kDa meliputi penentuan berat molekul melalui SDS-PAGE, penentuan titik isoelektrik (pI) dengan IEF (isoelectric focusing) dan kandungan protein dengan metode Biuret. Read the rest of this entry »

« Older Entries