Archive for the Category »Catatan Semester I «

TARBIYAH ULUL ALBAB

Oleh H.M. Thoriquddin,Lc, M.HI adalah alumni S1 jurusan study hadist Al-azhar Kairo Mesir, selama delapan tahun menempuh pendidikan di Mesir. Lulus pada tahun 2002 dan melanjutkan S2 jurusan studi hukum islam di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Pendidikan di Mesir penuh perjuangan dalam memenuhi finansial dan kebutuhan keilmuan yang senantiasa menghafalkan materi perkuliahan.

DASAR PERTIMBANGAN TARBIYAH ULUL ALBAB

Ø  Dasar Pertimbangan Tarbiyah Ulul Albab :

A.      Dasar Ajaran Islam

B.      Dasar Yuridis

A. Dasar ajaran Islam

Surat At Tiin ayat 03, Surat An Nahl  ayat 125, ali Imron 104, ar ruum ayat 30

Hadist : Ballighu ‘anny walau ayah

Kullu mauludin yuuladu ‘alal  fitroh

B. Dasar Yuridis

1.       Pasal 38 UU 20 Tahun 2003 Pendidikan Nasional

2.       Pasal 36 UU 20 Tahun 2003 Sistem Pendidikan Nasional

3.       Filosofi, Visi dan Misi UIN Maliki Malang

Pendidikan Islam itu satu, Belanda ketika menjajah selama 3,5 abad yang telah merusak sistem dan mengkotak-kotak ummat islam dengan mendidirkan sekolah elit dan memisahkan antara pendidikan agama dan umum. Masing- masing individu memiliki tugas masing-masing semisal Kiai bertanggung jawab atas santri-santrinya, Pemerintah bertanggung jawab atas rakyat dan amanatnya. Semuanya harus menyadari posisi dan tugas peranan masing-masing dan mengerjakanya dengan semaksimal mungkin apa yang telah menjadi bagiannya.

Minimnya jam ajar tentang agama islam sangat berpengaruh sekali pada kejiwaan dan aqidah akhlak pseseta didik di sekolah-sekolah umum di Indonesia. Sehingga mereka menjadi kering spiritualitas dan berperilaku menyimpang dari norma agama dan sosial.

Ø  Empat potensi yang ditumbuh kembangkan :

1.       Potensi akal

2.       Potensi jasmani

3.       Potensi ruhani/spiritual

4.       Potensi kepribadian yang luhur (akhlaqul karimah)

Ø  Citra dan jatidiri “insan kamil” dengan Ulul albab yaitu potensi kedalaman spiritual, keagungan akhlaq, keluasan ilmu dan kematangan profesional.

Ø  Tarbiyah ulul albab merupakan mata kuliyah pengembangan kepribadian (MPK)

Ø  Paradigma : integrasi dai ilmu agama dan ilmu umum, hukum positif dan hukum islam.

Teladan/uswah, menggugah, dan menyadarkan. “tidak meninggikan diri dengan kalimat Allah, melainkan membina diri untuk meninggikan kalimat Allah”

KONSEP DIRI

Ø  Konsep Diri yang Positif

1.       Tingginya percaya diri

2.       Optimalisasi pada diri

3.       Peningkatan kualitas diri

4.       Manajemen waktu

5.       Adaptasi untuk mencari kenyamanan

6.       Menjalin jaringan (link)

7.       Memosisikan diri untuk memahami teman

8.       Menghargai privasi teman

Ø  Manusia à Akal à Memilih à Memutuskan à Aksi

Ø  TASAWWUF à Jabariyah (Allah yg melakukan) dan Qodiriyah (manusia sebagai wayang) serta

penengahnya Maturidiyah (kaloborasi antara jabariyah dan qodiriyah.

Ø  Persepsi Diri à Sikap à Langkah à Rutin à Tidak menunda à aksi

Ø  Penelitian Dr. Eli Ginzberg : Mahasiswa 342 Columbia University yang berprestasi akademik tidak menjamin kesuksesan dalam hidupnya, justru yang nilainya pas-pasan banyak yang mendominasi menjadi orang yang sukses.

Ø  Konsep Harta à Milik Allah à shodaqoh

Ø  Prinsip Keberhasilan à Perjuangan à Obsesi à Tak kenal putus asa

Ø  Persepsi Diri à Pengakuan akan kemampuan, keyakinan dan peran

Ø  AKU DIRI à Subjektifitas diri pada objektifitas

Ø  AKU SOSIALà Pendidikan sanjungan dan kritik

Ø  AKU IDEAL à Seperti yang di inginkan (akhir)

DINAMIKA PERKEMBANGAN INSTITUSI “PROFIL DAN SEJARAH UIN”

Legalisasi dari menteri Agama dan Depdiknas Malik Fajar (Alumni UIN)

v  Internalisasi dan penggalian potensi dalam keilmuan dan keagamaan sesuai dengan empat pilar ulul albab membentuk ulama yang intelek profesional dan intelek profesionala yang ulama.

v  Konsep Diri : Di saat alam bawah sadar mengilhami akan kekalahan maka, kenyataan ialah kalah yang akan terjadi begitu juga sebaliknya. Maka berpositflah akan setiap sesuatu yag terjadi dan akan terjadi.

v  Tidak ada yang msutahil bagi tuhan dan Dia melakukan apapun yang Dia mau

v  Tuhan maha tahu akan tetapi Dia Menunggu!

KONSEP PENAMPILAN

“Sesungguhnya Allah itu Indah dan menyukai keindahan”

Ø  Memiliki Peformance yang baik dan sesuai dengan kebutuhan serta kondisi.

Ø  Citra yang bersih, profesional dalam penampilan

1. Inner beauty

Kecantikan Jiwa/ruhiyah : Senyum tulus, keceriaan, dan kehangatan sambutan

Menampilkan                      : Cerdas dan ceria, lembut tapi tegas, dan penuh cinta

Di Dunia banyak orang yang biasa-biasa saja tapi mejadi luar biasa (abraham licoln)

Hati à representasi à kebaikan, sehat, bijaksana

2. Outer beauty

Keserasian dan pesona luar, mejaga penampilan luar. Citra bersih, peduli, dan profesional.

Perubahan (new image) berproses bertahap.

a.       Bibir menawan          à kejujuran dan kebaikan

b.      Mata indah                                 à kebaikan dan pengendalian

c.       Badan langsing          à berbagi makanan bagi yang kelaparan

d.      Tubuh indah               à berjalan dengan ilmu dirawat dengan bersih

e.      Tangan yg cantik       à gelang ukhuwah rajin menolong

f.        Rambut indah            à jau perasangka dan kerapian

g.       Kulit bersinar             à baca al quran

ARKANUL JAMI’AH

1.       SDM yang handal, profesional

2.       Masjid : sentralitas Ibadah, agamis

3.       Mahad : taklim, tarbiyah, dan dakwah islamiyah

4.       Perpustakaan : Jantung dan pusat pendidikan

5.       Laboratorium : ruang sebagai riset penelitian

6.       Ruang kuliyah : e-learning dan tempat pembelajaran

7.       Perkantoran : tata ruang dan prosedural

8.       Pusat pengembangan seni dan olahraga

9.       Sumber pendanaan : keadilan,kecukupan dan berlanjut kemandirian finansial

KECERDASAN MANUSIA

1.       Kecerdasan Intelektual (Intelectual Quotient IQ)

Tes Psykotes atau Tes Potensi Akademik/TPA untuk mengukur sejauh mana Kecerdasan Intelektual seseorang.

2.       Kecerdasan Emosional (Meotional Quotient  EQ)

Hubungan antar personal dima orang yang memiliki kecerdasan emosional lebih mudah menjali komunikasi dan mengatur perasaan.

3.       Kecerdasan Spiritual (Spiritual Quotient)

Hubungan dengan sang pencipta, dimana seseorang yang meiliki kecerdasan spiritual akan bisa mengendalika diri dan senantiasa memiliki aura trandensental hubungan ketuhanan,

KEPRIBADIAN DAN TANGGUNG JAWAB ULUL ALBAB

1.       Tidak meninggalkan dunia dan terlalu mementingkan akhirat (keseimbangan)

2.       Kepribadian harus kokoh

3.       Membaca, belajar, mengajar untuk mendapatkan ilmu yang belum diketahui

4.       Pengetahuan yang luas, penglihatan yang tajam, otak yang cerdas, hati yang lembut dan semangat

5.       Prinsip keadilan, demokrasi, keseimbangan, manfaat kekeluargaan

6.       Tanggung jawab sosial, permasalahan agama, moralitas dan kriminalitas dalam upaya penyadaran dan penanggulangannya.

7.       Upaya untuk training peningkatan potensi motivasi internal ulul albab

ESQ

Kaloborasi antara IQ, SQ, dan EQ menjadi sebuah integrasi ESQ; dikotomi antara kebendaan (materi dunia) kepada unsur agama, mensinergikan kasat mata dan realita.

1.       Zero Mind Process          à Kembali kepada fitrah

2.       Mental building                                à Pembangunan Karakter

3.       Personal strength            à Ketangguhan Pribadi Integtitas

4.       Sosial strength                  à Hubungan sosial

Ø  Belenggu : Perasangka buruk,

Ø  Prinsip-prinsip Hidup, pengalaman, kepentingan, prioritas, sudut pandang, pembanding, literatur/referensi.

Ø  Menyelesaikan satu urusan dan segera bertindak untuk menyelesaikan urusan lainnya serta niat untuk senantiasa menuntut ilmu sebagai prospek masa depan

Ø  Tiga langkah sukses :

1.       Pernyataa Misi                  (Syahadatain)

2.       Banguanan Karakter       (Sholat)

3.       Pengendalian Diri             (Shoum)

Ø  Ketangguhan sosial diasosiasikan dan diwujudkan dengan berzakat (onsep zakat) sebagai aplikasi universal dari rukun islam

Ø  Manusia membutuhkan tuhan, manusia mengexperikan diri untuk memenhi kebutuhan spiritual. Anan krisna mengatakan bahwa penyatuan kontemplasi intinya dalah semua agama memiliki satu tujuan untuk “ketenangan”.

Ø  Fundamentalis à tidak berselaras dengan tasawwuf (syariah,thoriqot,hakikat)

Ø  Taqdir à Mubrom (bisa dirubah) semisal kesuksesan dll

à Mujbir (tidak bisa dirubah) semisal umur,jodoh, rejeki, dll

ISLAMISASI ILMU, SEJARAH DASAR DAN POLA

v  Islam à Agama à Manhaj à Wahyu

v  Ilmu à Persepsi, konsep, bentuk suatu perkara/benda

v  Islamisasi (pembebasan) à Rosul (23 tahun) : zaman pertengahan

v  Imam al Ghozali à Prinsip kebenaran tuhan dengan menggunakan konsep premis, (muqoddimah sugra, muqoddimah kubro, dan annatijah)

v  Skeptisme(alat epistimologi, spekulasi filosofis,rasional)  à Westernisasi ilmu dan sekularisasi ilmu

v  Konsep barat sekuler à marzisme, taidak relevan dengan ekologi dan realitas sosial degara islam.

v  Integrasi antara metode islam dan nilai-nilai sosial

v  Macam paham à Eksistensialisme, materialisme, eteisme, empirisme, sosialisme, humanisme, relativisme, agnotisme, dll.

v  Karl Marx (1883) mengatakan bahwa agama adalah candu rakyat yang membuat faktor sekunder ekonomi primer

v  Islamisasi : upaya untuk mewujudkan prinsip-prinsip islam dan metodhologinya, strategi, aspirasi, tujuan dan dasar-dasar agama islam, pola islamisasi dengan pembebasan ideologi, sekuler (barat)

SPIRITUAL CHARACTER

Ø  Manusia à Berfikir à Amanah (perilaku hidup)

1.       Ikhlas : spiritualis dan materialis, amal sholeh dan fatamorgana, ingin surga da popularitas

Runtuhnya keikhlsan adalah runtuhya “motivasi”

2.       Cinta : Menjadi kekuatan; lemah dan kuat. Cinta adalah vitamin hati yang paling bergizi

3. Sabar : kerja keras dan pantang menyerah  “fight or fligt” baertarung atau hancur

4.       Amanah : Responsible, Hasan al banna mengatakan bahwa kewajiban dan tugas lebih banyak daripada waktu yang tersedia. Apabila urusan sudah selesai, maka segera mengerjakan urusan yang lain dengan sungguh-sunguh.

5.       Empaty : Pemimpin yang baik ialah pemimpin yang berempati kepada rakyatnya dan bertanggung jawab.

Ø  Pemimpin   à Contoh yang baik/uswatuh hasanah (leadership by example)

à Membuat kepuusan yang baik (Good decision maker)

à Adil

Ø  Kesuksesan                à Visi, keyakinan mendalam, Ikhlas, cerdas,berani,kuat

semangat,perencanaan,kerjasama yang solid

Ø  Menolong agama Allah (study) maka Allah akan menolong kita sesuai dengan posisi masing-masing

Ø  Tidak semua apa yang kita cita-citakan seperti apa yang terjadi nyata dalam hidup kita, karena hidup itu adalah misteri.

Ø  Tidak di duga mendapatkan apa yag dibutuhkan dan diinginkan karen tuhan Maha Tahu, “min haitsu laa yahtasib” kebanggaan ketika diakui, di anggap dan dimanusiakan (dihargai)

Ø  Korelasi spiritual character berbasis islam dikombinasikan dengan character building non islam sama saja akan menghantarkan kepada kesuksesan.

Ø  Di Negara Cina doktrin bahwa “Tidak ada yang mustahil di Dunia” mematahkan pesepsi Amerika kepadanya untuk melawan ketidkmungkinan.

Ø  Berbagai persoalan yang lahir dari agama islam buka berasal dari agama islam, melainkan bahwa pemeluk dan masyarakat muslim sendiri yang menciptakan masalah dan kemudian timbul perpecahan dari persoalan pemahaman konteks keagamaan atau yang lainnya.

Ø  Orang yang sukses adalah orang yang berjuang dan berusaha mewujudkan ketidakmungkinan di saat orang lain mengatakan bahwa hal tersebut adalah mustahil.

TEAM WORK YANG SUKSES

v  Tujuan dan masa depan dakwah dengan kerja tim yang dilandasi oleh sikap ikhlas, saling terbuka, harmoni dan sinergi.

v  Urgensi Teamwork

1.       Fitrah kehidupan

2.       Kebutuhan manusia

3.       Kebutuhan mndesak setiap organisasi

4.       Kewajiban syar’i (QS. 3:103, dll)

v  Proses pembentukan  Teamwork  à Forming,storming,norming,regeneraning

v  Kendala dalam Teamwork à Egois,pelit,mau menonjolkan diri, tidak percaya diri, penyakit hati, tidak siap realitas.

v  Membangun Teamwork

1.       Aqidah yang mapan

2.       Keikhlasan dan kejujuran

3.       Keterbukaan

4.       Siap menerima perbedaan

5.       Saling menghargai

6.       Pembagian tugas yang baik

ISLAMISASI FAKULTAS SYARIAH

Kajian Islamisasi :

1.       Ontologis : “apa” membahas tentang wujud atau hakikat.

Dalam Fakultas syariah ontologinya adalah wahyu (al qur’an dan hadist)

2.       Epistimologis : “bagaimana” membahas tentang proses dan metode mendapatkan sesuatu

Secara epistimologis adalah ilmu yang bersumber dari al qur’an dan al hadist,

alam dan kehidupan manusia yang dikaitka dengan al qur’an da al hadist

3.       Aksiologis : “untuk apa” membahas tentang nilai dan kegunaan sesuatu

Digunakan  untuk mengatur dan memelihara hubungan manusia dengan Allah,

manusia dengan manusia dan Manusia dengan alam. Mengandung nilai-nilai

untuk memelihara hubungan vertikal dan horizontal

STUDY FIQH

Agama Islam : 1. Islam (ilmu syariah) à ilmu fiqh à hukum à ibadah,mu’amalah,munakahah,jinayah

2. Iman (ilmu aqidah) à bathiniyah à ‘ainul bashiroh (ilmu kalam)

3. Ihsan (ilmu akhlaq dan tasawwuf) à spiritual dan konsep diri

Konsep Bisnis Syariah : 1. Jujur, tidak ada kebohongan dalam tranksaksi

2. Tidak ada spekulasi

3. Tidak ada bunga/ribawi

Sample hukum;

Transaksi penjualan kotoran binatang maupun manusia. Akadnya menggunakan istilah “pupuk” bukan atas nama penjualan kotoran. Sebab syarat barang yang diperjual-belikan harus suci, alternatif harus menggunakan akad penjualan pupuk.

Study Fiqh menggunakan dasar al qur’an dan al hadist, serta pendekatan logika (arro’yu). Dalam pendekatan hukum muamalah adalah imam hanafi, sedangkan untuk ubudiyah adalah imam syafi’i

Perbedaan mendasar antara  bank konvensinal dengan bank syariah adalah tiga point yaitu: kejujuran,bunga,dan spekulasi. Di dalam istilah bank syariah kredit dirubah dengan istilah “pembiayaan”.

ISTILAH-ISTILAH DALAM ILMU FIQH

1.       Syariah : secara bahasa adalah sumber air dimana orang-orang selalu mencarinya, juga ada yang mengartikan dengan tingkatan. Sedangkan menurut istilah secara arti sempit adalah ajaran agama yang dibebankan kepada orang-orang mukallaf, arti luas adalah ajaran semuanya yang meliputi agama.

2.       Tasyri’ : pembuatan,penetapan,penerapan.

a.       Pembuatan : Periode Madinah, di Makkah pembentukan aqidah sedangkan di Madinah pembentukan dan pembuatan hukum.

b.      Penetapan  : Periode Sahabat

c.        Penerapan : Periode sekarang (kondisional)

3.       Fiqh : Mendalami ilmu syariah dan hukum-hukum syariah. Mengkaji perilaku mukallaf dari aspek normatif (ketetapan hukum syariat islam) disertai dalil setiap perilaku tersebut.

4.       Ushul fiqh : Tidak akan muncul hukum islam jika tidak melalui atau tidak ada ushul fiqh, yang membahas tentang dalil-dalil al qur’an dan metodhologi pengambilannya, disebabkan dalam ayat-ayat hukum pemaknaan bercabang maka perlu adanya ushul fiqh.

5.       Kaidah fiqh : pembahasannya pada ma’na dan pengertian yang lebih umum.

6.       Hukum islam : pembahsan tentang wajib,sunnah,mubah,makruh,haram.

v  Contoh kaidah : “al umuur bi maqoosidiha” artinya : Segala perkara tergantung tujuannya.

Antara niat, amal, dan tujuan serta korelasi antara ketiganya.

v  Pemikiran Imam syafi’i : Qoul qodim (Baghdad) dan Qoul jadid (Mesir)

OBJEK ILMU FIQH

Ø  Objek Fiqh : 1. Objek formal              : Perilaku Mukallaf (behavior)

2. Objek Material           : Sumber Hukum

Ø  Perilaku : 1. Tidak disadari à Reflek (tidak berkaitan dengan hukum)

2. Disadari           à Berkaitan dengan hukum

Ø  Perilaku à Nilai à Hukum (wajib,haram,mubah,sunnah,makruh) à Sumber Hukum (al qur’an dan al hadist)

Ø  Sumber Hukum : Ushul fiqh dan Qowaidul  fiqh

Ø  Sumber Hukum : 1. Pemikiran à Pendapat à Aliran à Pengikut

2. Manhaj

Pemikiran gerakan faham liberal tidak terlalu mempengaruhi masyarakat, sebab masyarakat sudah matang aqidahnya. Dekadensi kelompok dan melunturnya fanatisme disebabkan ketidakpahaman masyarakat terhadapa substansi dari kelompok tersebut. Perangkat nilai dan sumber hukum seudah tertanam pada diri masing-masing, tinggal bagaimana menyikapinya dan mengaplikasikannya pada permasalahan tertentu.

METHODOLOGI DALAM ILMU FIQH

v  Ilmu untuk mengistimbathkan hukum.

v  Istimbath à dalil kulli (umum)  à  Ushul fiqh à Hukum à Norma

v  Tujuan Hukum à Jalbul masholeh wa dar ul mafaasid

Maqoosidus Syariah (al ahkam al khomsah) :

1.       Menjaga Agama (Hifdud diin)     contoh : Toleransi beragama

2.       Menjaga Jiwa (Hifdun nafs)        contoh : Anjuran memakai helm berkendaraan

3.       Menjaga Akal (Hifdul ‘aql)           contoh : Pemberantasan Narkoba, sabu-sabu dll

4.       Menjaga Harta (Hifdul maal)       contoh : Undang-undang KKN

5.       Menjaga Keturunan (Hifdun nasl)            : KDRT, UU Pornoaksi dan pornografi

Manfaat Ilmu Fiqh :

1.       Individu à Fardhiyah à Kerangka

2.       Kolektif à ijtima’iyah à Untuk orang lain

Tingkatan Kebutuhan Manusia

1.       Dhoruri/primer : Memakai Pakaian (sandang,pangan,papan)

2.       Hajji/sekunder : Inovasi tambahan

3.       Tahsini : Penyesuain

4.       Tahmili : Penyempurnaan

Hubungan Fiqh dengan cabang ilmu lain

1.       Fiqh dengan Tauhid : korelasi tauhid adalah sebagai pondasi sedangkan fiqh adalah bangunan diatasnya pondasi.

2.       Fiqh dengan Akhlaq : Fiqh bangunan, akhlaq dan tasawwuf adalah hiasan atau aksesoris di dalamnya.

3.       Fiqh dengan sejarah : Sejarah sebagai acuan fiqh untuk pengambilan sample dan metode klasik pedoman kedepan.

4.       Fiqh dengan tafsir dan hadist : tafsir dan hadist sebagai rujukan pengambilan dalil-dalil fiqh untuk menentukan hukum yang dibtuhkan.

5.       Fiqh dengan perbandingan mazhab : aliran dan perbedaan mazdhab lahir dari ilmu fiqh dalam memahami dan menafsirkan berbaga prsoalan hukum didalamnya.

6.       Fiqh dan filsafat hukum ilsam : fiqh dalam ementukan hukum menggunakan pendekatan filosofi bagaimana bisa di aplikasikan dan nantinya terjadi kesesuain dengan persoalah hukum yang maslahat.

Filsafat hukum islam : Kebaikan, keistimewaan, dan kemaslahatan

Hukum à Romawi         : Kemasyarakatan

à Islam               : Ketuhanan (ubudiyah) dan kemanusiaan (nasyariyah)

Hukum à Norma dan etika (susila)

Ilmu Mutawatir Munfashil à Mu’tabaroh

Ilmu Mutawatir Munqothi’ à Ghairu mu’tabaroh

“al ashlu fil asyyaa’ al ibaahah” segala sesuatu hukumnya mubah

Teori / rumusan dalam memecahkan amsalah hukum

1. Teori kredo (keyakinan) : Konsekwensi dari syahadatain dan melaksanakan hukum islam

2. Teori Recepto in Complex : Harus oenuh melaksanakan hukum isla walau banyak penyimpangan

3. Teori Recepti : Hukum Adat à Huku Islam (diterima oleh masyarakat)

4. Teori Recepti A contratio : Hukum adat berlaku sebab tidak bertentangan dengan hukum islam

Tradisi : Munkarot (mafsadat) dan ghairu munkarot (maslahah)

Hermeneutika Al qur’an diperbolehkan kalau hanya pemikiran dari tafsir al qur’an semisal antropologi,sosiologi dll. Logika pemikiran (ar ro’yi) dan perkembangannya.

DALIL-DALIL ILMU FIQH

Ø  DALIL à PETUNJUK à SUMBER HUKUM ISLAM

Ø  ASAL DALIL : 1. NAQLY (Al qur’an dan Al Hadist)

2. AQLY (Ijma’ dan Qiyas)

Ø  DALIL (SIFAT) 1. KULLY ( Mujmal/Umum) contoh : Ayat tentang sholat, puasa dll

2. JUZ’Y (Tafshly/Rinci) contoh ayat tentang waris dll.

Ø  DALIL (SIFAT) 1. QHOT’Y (Pasti)

2. DHONNY (Mendekati)

Ø  KONSEP AKHLAK 1. AQLY

2. NAQLY

Ø  MAFHUM 1. Muwafiq (Sesuai)

2. Mukholafah (berbeda)

Ø  Jenggot        : Ideologis, Aksesoris, Sosialis,Biologis, Politis,Sosiologis,Antropologis

Ø  WAHYU 1. Informasi/Pemberitahuan

2. Konfirmasi

3. Pemindahan/pengokohan

Ø  Ajaran Islam à Adopsi ajaran Ibrahim dan tradisi

PRINSIP-PRINSIP PENEGAKAN HUKUM DALAM ISLAM

A. AL QUR’AN

1.       Maslahahat (tahqiqul maslahah) à “jalbul masholeh wa dar ul mafaasid”

2.       Adil (tahqiql ‘adalah) à “Wadho’u syai fi mahaliha” à Seimbang, setara,sesuai

3.       Tidak Menyulitkan (‘adamul haroj)

4.       Menyedikitkan Beban (taqlilut taklif)

5.       Berangsur angsur (tadriij)

B. ASSUNNAH :  Penjelas dan merinci yang ijmal (alqur’an) seta menjustifikasi hukum yang tidak ada di al qur’an. Contoh : hukum mengkonsumsi binatang di 2 alam, Hukum memelihara kucing (yg  mulutnya najis) diperbolehkan karena sudah akrab dg manusia, beda denga anjing.

C. IJTIHAD  : Usaha yang keras semaksimal mungkin untuk membuat produk hukum yang tidak ada dalam  al qur’an dan assunah. Semisal zakat profesi (aktualisasi dari ijtihad) dan zakat dari hasil kos.

a. IJMA’  : Kesepakatan/Konsesus baik secara langsung maupun secara tidak langsung

b. QIYAS : Analogi atau menyamakan hukum dengan masalah hukum yang lain. Qiyas Syar’i dan manthiqi contoh : Menyamakan haramnya khamer dengan minuman memabukkna yang lain.

HUKUM : 1. Rasional (‘illat hukum)

2. Irrasional (sebab hukum)

Contoh : Mengapa kita perlu sholat dhuhur, sebab waktu dari sholat dhuhur sudah tiba, jika belum tiba

maka tidak wajib.

Contoh : Mengkosor Sholat sebab ada masyaqot yaitu kecapean juga bisa disebabkan safar (bepergian).

“AL MASYAQOTU TAJLIBUT TAISIR”

Contoh : Larangan minum khamer memabukkan sebab sudah dilarah dari nash maupun dari penelitian.

Contoh : Larangan memakan keong, sebab dari penelitian sudah dipastikan mengandung zat yang

Membahayakan dan mematikan.

Labelitas “HALAL” tentang produk-produk perusahaan makanan instan BPPOM menggunakan penelitian terlebih dahulu dan diajuka rekomendasi kepada MUI selanjutnya di sertifikasi Halal.

Konsepsi Hukum Rokok; dalam aspek kesehatan dan ekonomi, MUI berwenang dalam menjustifikasi hukum tersebut.

Penelitian pada Bakso dari Dinoyo sampai Sengkaleng diketemuka bahwa mengandung 90 % zat yang membahayakan (penelitian dosen Unibraw)

Faktor makanan; Makanan yang haram atau syubhat berdampak pada kekhusukan sholat.

Puasa dalam makna sebenarnya adalah “Menahan” bukan hanya tidak makan dan minum melainkan juga tidak pacaran, tidak maksiat dll.

Semuanya boleh sampai ada dalil yang mengharamkannya (Imam Syafi’i) sebaliknya Imam Hanafi

Ijtihad kolektif atau Jama’i lebih mayoritas berstatus aman debandingkan dengan ijtihad individu.

PEMBAHASAN KOMPLEMENTER SEKITAR ILMU FIQH

1.       Fatwa : Jawaban atas sesuatu pertanyaan hukum dari sudut syariat atau penjelasan dari ulama mengenai masalah keagamaan dan berlaku untuk umum.

a.       Masalah yang akan di ajukan jelas (dipelajari dulu)

b.      Masalah qhoth’i disampaikan ada adanya, fatwa gugur jika tidak ada nash jelas (al qur’an dan al hadist)

c.       Jika ikhtilaf, fiqh perbandingan (tarjih)

d.      Bahasa mudah dipahami, dengan dasar-dasar lengkap dengan sumber referensi dengan tindak lanjut rekomendasi dan solusi (mufti)

2.       Qonun : Hasil transformasi asas kaidah dan materi hukum islam (syariah dan fiqh) kedalam peraturan perndang-undangan (suatu negara), seperti di Indonesia : Hukum keluarga, Hukum perdata, dll

Komplasi Hukum Islam (KHI) à Kekosongan hukum substansif/material dalam peradilan agama, semisal : Perkawinan, warisan,perwakafan dll.

3.       Qodha : Dimensi hukum islam berupa produk peradiln yang terdiri atas putusan (al qodha’) dan penetapan (al istbat) baik peradilan dalam lingkungan peradilan agama maupun dalam dalam lingkungan peradilan umum. Oleh lembaga yudikatif (kehakiman).

Hukum Bermazhab

Ø  Ilmu adalah pengetahuan yang benar berdasarkan dalil, sedangkan taqlid adalah bukan ilmu

Ø  Taqlid adalah mengikuti pendapat mazhab tanpa mengetahui dalil-dalilnya

Ø  Ittiba’ dalah mengikuti pendapat mazhab dengan mengetahui dalil-dalil nya

Ø  Talfiq adalah pindah atau mengikuti pendapat mazhab lai pada beberapa masalah tertentu sesuai dengan dalil yang lebih kuat.

Posisi Ijtihad

Kelompok-kelompok yang berpersepsi kepada imam mazhab dan ijtihad ada tiga 3 yaitu :

1.       Membuka pintu ijtihad secara bebas

2.       Tdak membuka pintu ijtihad sema sekali

3.       Melestarikan tradisi mayoritas ulama mujtahid dari berijtihad sesuai dengan kebutuhan (modern)

SEJARAH PERADABAN ISLAM

Ø  Model pembelajaran mengunakan tugas kelompok, persentasi dan tugas individu.

Ø  Nilai tertinggi adalah persentasi yang harus hadir dalam 16 kali tatapmuka (pertemuan)

Ø  Praktikum, keaktifan di kelas, tugas individual, serta diskusi materi kelompok

Ø  Tugas akhir pra syarat UTS menggunakan penulisan manual/non komputer dan referensi menggunakan buku-buku yang berkaitan

Ø  Minimal literatur 5 buah buku untuk kelompok atau dengan search dari google

PEMBAHASAN SEJARAH PERADABAN ISLAM

Momentum hari raya idul fitri esensi adalah permohonan maaf kepada siapa saja dan menyadari bahwa tidak dipungkiri antara manusia satu dengan yang lain pasti ada kesalahan meskipun belum pernah bertemu sebelumnya. Dan kesalahan bisa lahir sebab disengaja ataupun tidak disengaja.

v  Buku referensi untuk mata kuliyah :  “Pasang surut peradaban islam” : Fadhil SJ, M.Ag

Sejarah Peradaban Islam sebagai Mata Kuliyah Pendukung semisal : sosiologi, antropologi,

arkeologi, fisiologi, historiografi, ilmu politik, filsafat sejarah, penelitian

sejarah, sejarah pemikiran islam.

a.       Ontologi (Hakikat) : Catatan dan interpretasi peristiwa masa lalu

b.      Epistimologi (Metode) : Interpretasi dan analisis historis berdasarkan metode keilmuan.

c.       Aksiologi (Nilai/guna) : Cermin masa lalu untuk pedoman masa kini dan masa datang.

Tujuan jangka panjang à Prioritas   à Pengorbanan

Tujuan jangka pendek à Tambahan               à Pengorbanan

Membaca Autobiografi atau biografi orang-orang sukses sebagai penambah motovasi dan semangat perjalanan menuju kesuksesan.

v   Orang sukses: 1. Menghindari kebiasan bersama (berbda)

2. Menderita dengan banyak mengalami cobaan

3. Susah dan banyak bekerja keras

4. Istiqomah selalu kontinu menjalankan aktifitas

Sejarah à Klasik, Pertegahan, Modern

Sejarah à Rumpun Sosial à Aksi (Bicara/tulis)

Ekspansi Islam à ajaran, Hubungan pembentukan masyarakat, gemar dakwah dan berperang.

Perjuangan Islam à internalisasi, semangat juang, dan kemandirian finansial

Topik Pembahasan Sejarah Peradaban Islam

1.       Khilafah abu bakar dan umar

2.       Khlafah ustman dan ali

3.       Daulah umayyah di damsyik

4.       Islam di Andalusia (Spanyaol)

5.       Daulah Abbasyiah

6.       Tiga kerajaan pada 2 pertengahan : kerajaan ustmaniyah, syafawi, dan mughol

7.       Islam di Indonesia dan proses islamisasi

8.       Pembaharuan di Timur Tengah : Muh. Abduh Rosyidin, jamaluddin

9.       Pembaharuan di India : Ahmad khan, syekh Ahmad Ali, Muhammad Iqbal dll

10.   Pembaharuan di Indonesia : NU, Muhammadiyah, Jaringan Islam Liberal, LDII, dll

1. Persentasi Kelompok 1

Ø  Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khotthob

Bagaimana prosedural pergantian untuk menggantikan posisi nabi yaitu untuk menjadi khalifah dengan pemilihan secara demokrasi musyawarah oleh para sahabat nabi. Dari kaum anshor,muhajirin dan golongan yang tidak ikut ke bani tsaqifah.

Beberapa calon diajukan dari beberapa nama, dan akhirnya Abu bakar memenangkan pemilihan.memimpin selama 2 tahun dengan banyak memeberantas para pemberontak dari kaum yang para pendusta.

Sedangkan khalifah umar memimpin selama 6 tahun dengan banyak perkembangam perluasan islam dan keajuan de=i bidang keperintahan dll.

2. Persentasi kelompok 2

Ø  Khalifah Ustman bin Affan dan Ali bin abi tholib

Ustman menjabat selama 12 Tahun, meninggal pada uisa 82 tahun dengan banyak perkembangan peradaban dalam segi pembukuan al quran, pembangunan dll. Aka tetapi terjadi konflik berkepanjangan dari para sahabat dikarenakan ustman di klaim nepotisme. Dengan mengangkat para pejabat dari bani umayyah (saudaranya).

Pada waktu pemilihan sayyidina ustman diuntungkan oleh senioritas dan bayak pertentangan dari golongan sayyidina ali yang mendukungnya untuk menduduki kursi khalifah.

Ahlul halli wal ahdi yaitu abdurrahman usman, ali tholhah, zubair, dan sa’ad

Faktor terpilihnya ustman juga masyarakat menginginkan perubahan corak perubahan kepemimpinan dari sayyidina umar yang keras, adil dan tegas dan ingin lembut  sebagaimana karakter ustman.

Awal pemerintahan selama 6 tahun berjalan dengan lancar, aka tetapi akhir 6 tahun kebelakang terjadi banyak ketidakpuasan dan penyelewengan dari para pejabat yang dia angkat oleh ustman, sehingga banyak pemberontak yang lahir.

Profokator adalah abdullah bin saba’ yang mengenduskan kejelekan ustman dengan istilah “menggnting kain dalam lipatan” mengadu domba.

Ustman dibunuh dan ali pengganti khalifah selama 6 tahun juga pemberontakan semaki kuat terjadi dari bani umayyah. Aliyang di kenal sebagai idealis, pintar, tidak ambil resiko terhadap keputsan tanpa kompromi sebelumna dan banyak terjadi konfrontasi.

3. Persentasi Kelompok 3

Ø  Dinasti Umayyah (661-750)

Berdiri selama 90 tahun dengan pergantian khalifah sebanyak 14 khalifah. Sistem pemerintahan monarki dengan khalifah pertama yaitu Umayyah bin Abu Sofyan. Mengganti sistem pemerintahan dari khalifaturrasul kepada khalifatullah fil ardhi. Menggunaka justifikasi agama dan pendekatan agama. Serta mempopulerkan do’a ba’da sholat kepemimpinan dengan cara menjustifikasi kepentingan dunia kepada agama dan al qur’an.

Sebab keruntuhan dinasti umayyah terjadi karena banyak faktor diantaranya yang paling mendominasi adalah terjadinya rasiseme pembeda antara golongan orang-orang arab dan non arab (mawali) sehingga banyak melahirkan ketimpangan dan pemberontakan dari non arab. Juga terdapat kemajuan dari nuansa arab dan dominasi arab, bahasa arab menjadi bahasa inernasional.

4. Persentasi Kelompok 4

Ø  Islam di Andalusia (Spanyol)

Thoriq bin Ziad (penakhluk Spanyol) , Musa bin Nushair, Tharif ibn Malik, Abdurrahman ad Dakhil para pembesar yang banyak berjasa kepada ekspansi perluasan islam di Spanyol.  Terdapat enam periode perkembangan islam di Andalusia :

1)      Periode Pertama (711-755 M)

Para wali yang diangkat oleh khalifah bani Umayyah

2)      Periode Kedua (755-912 M)

Para amir (Panglima/Gubenur) Abdurrahman 1

3)      Periode Ketiga (912-1013 M)

Terpecah menjadi 30 Negara kecil (al malakuth towaif)

4)      Periode Keempat (1013-1089 M)

5)      Periode Kelima (1086-1248 M)

Dinasti murabbhitun (1086-1143 M)

Dinasti Muwahhidun (1146-1235 M)

6)      Periode Keenam (1248-1492 M)

Di Granada dinasti bani Ahmar (1232-1492 M) zaman Abdurrahman an Nashir

Ø  Kemajuan Peradaban à Intelektual, Kemegahan, pembangunan fisik

Ø  Faktor Kemajuan à Pemimpi yang baik, dan toleransi antar umat beragama

Ø  Penyebab Kemunduran

1.       Konflik islam dengan kristen

2.       Tidak adanya ideologi pemersatu

3.       Kesulitan ekonomi

4.       Tidak jelasnya sisten peralihan kekuasaan

5.       Keterpencilan dari pemerintahan islam

Ø  Pengaruh Peradaban

a.       Pemikiran, sains, dan bangunan fisik

b.      Politik, sosial, ekonomi, dan peradaban antar negara

c.       Kekuasaan islam selama kurang lebih 8 abad dengan berbagai dinamika perubahan sosial.

Ø  Sejarah berkaitan dengan ruang dan waktu, perjuangan islam dengan simbolis ibaratkan lipstik yang tidak terasa, sedangkan perjuangan implisit sebagaimana garam yang terasa.

Ø  Islam agama yang rasional dengan sunnatullahnya

Ø  Gerakan renainsce mengadakan pergerakan untuk revolusi

Ø  Di eropa maju disebabkan meninggalkan Injil, dan islam mengalami kemunduran sebab meninggalkan al qur’an

Ø  Pada islam di Andalusi mengalami kemajan disebabkan kesatuan koordinasi pusat di Cardova,Annashir

Ø  Proses dekadensi kemunduran setahap demi setapad selama kurang lebih 5 abad, pergerakan dari terpecahnya islam di andalusia dari berbagai kerajaan dan serta munculnya golongan oposisi dari non muslim.

5. Persentasi kelompok 5

Ø  Dinasti Abbasyiah

Didirikan pada tahun 132H atau 750 M oleh Abbas as Ahafah dan berlangsung selama 5 abad perjalanan pemerintahanya. Ada sebanyak lima periode kepemerintahan pada dinasti abbasiyah yaitu :

1.       Periode pertama 132-232 H atau 750-847 M

2.       Periode kedua 232-334 H atau 847-945  M

3.       Periode ketiga 334-447 H atau 945-1055 M

4.       Periode keempat 447-590 H atau 1055-1194 M

5.       Periode kelima 590-656 H atau 1194 M

Ø  Periode Kemajuan à Pembentukan dasar-dasar pemerintahan dan mengalami puncak keemasan

Ø  Puncak keemasan Dinasti Abbasyiah

a.       Al Mahdi              (775-785 M)

b.      Al Hadi                  (775-786 M)

c.       Harun ar Rasyid (786-809 M)

d.      Al Ma’mun          (813-833 M)

e.      Al Mu’tashim     (833-842 M)

f.        Al Watsiq             (842-847 M)

g.       Al Mutawakkil   (847-816 M)

Ø  Kemudahan Ekonomi dan perkembangan dan kemajuan disebabkan atas infrastruktur  yang memadai dan stratehi dari perpindahan ibu kota ke Baghdad. Asimilasi berbagai budaya dan bangsa menjadi maju dan berkembang

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAN

Keaktifan standart harus 75%, dalam keaktifan penilain melalui kehadiran (presensi hadir) dan normatif (tingkahlaku). Kewarganegaraan di butuhkan untuk bekal jurusan HBS kedepan. Pembelajaran pendidikan kewarganegaran: 25% Teori dan 75% praktik. Mencari definisi tentang pendidikan kewarganegaraan yang bersifat nisbi kemudian mendiskusikan dengan kelompok mengenai hal-hal yang berkaitan tentang kewarganegaran. Bersifat pro-aktif falam proses pembelajaran serta mencari secara individu sumber-sumber referensi tentang ilmu pendidikan kewarganegaraan.

Sebagaimana teori hukum tentang pelaku selingkuh yang tidak diatur dalam KUHP, maka dalam menangani status aplikasi hukum adalah dengan menggunakan pendekatan hukum sosial, adat, semisal dengan cara diasingkan atau sebagaimana yang telah berlaku di daerah masing-masing.

Ø  Pendidikan Kewarganegaraan : Politik (Ideologi), Hukum (Mengatur), Moral (Etika filsafat)

Tatanegara,Norma,Kenijakan,Pemerintahan

Politik tanpa hukum akan menimbulkan kehancuran, terjadi banyak penyimpangan; “money politic” dan lain sebagainya. Terjebak oleh kehidupan kapitalis, pengendalian hukum dan moralitas yang condong kepada filosofi, sebab akibat. Pengaruh kaum Yahudi dalam kapitalisasi muslim sangat erat mewarnai. Harus meneladani kehidupan Rasulullah dan mempelajari lebih dalam tentang berbagai hal dalam ilmu kehidupan dan kewarganegaraan.

Hukum bisnis mengalami dekadensi pada sosial dalam penilaian barang-barang syubhat dan ketidakjelasan akad. Berbagai masalah tersebut solusinya ialah bagaimana bisa melmiliki sosok yang bisa memiliki skill dan kemampuan yang bisa dijual dengan kreatiftas pada masyarakat. Jangan terpaku pada bangku kuliah, mencari berbagai pengalaman dan keahlian.

Ilmu, rejeki, jodoh, kematian,  semuanya adalah rahasia tuhan yang semuanya adalah tergantung pada diri masing-masing untuk bisa mencermati setiap keadaan oleh ketentuanNya. Tumpuan keilmuan untuk bekal kehidupan, orientasi kehidupan adalah “makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan”. Hidup untuk makan, orientasi hanya kepada materi tidak peduli entah halal ataupun haram, sedangkan makan untuk hidup ialah memaksimalkan kesempurnaan hidup sesuai dengan aturan dan kebutuhan.

Nilai norma yang berlaku dalam masyarakat, serta memahami nilai HAM yang aplikatif. Semuanya tergantung pada individual (konsep diri), irasional, preogratif Tuhan. Hal-hal yang tak terduga, hubungan dengan tuhan semakin tinggi dan senantiasa ditingkatkan (taqorrub). Kemudian di implementasikan terhadap “amar ma’ruf nahi munkar”

Hukum mengatur bagaimana pengaturan dan perbaikan nilai-nilai. Hukum terwujud karena adanya kebijakan politik. Semua berlandaskan kepada filsafat ilmu dalam materi ajar yang dijarkan pada pendidikan kewarganegaraan; secara ontologis,epistimologis,dan aksiologis. Memahami urgensitas ideologi bangsa yaitu pancasila dan memahami nilai kehidupan dalam internalisasi diri sebagai agent kemanfaatan. Toleransi terhadap masyarakat yang plural dan hidup bak ikan yang selalu dibutuhkan orang serta dihalalkan oleh Allah.

Hubungan vertikal da horisontal harus seimbang. Dalam kehidupan sosial dan kehidupan spiritual ketuhanan. Sebagaimana hidup akan dihadapka pada fanatisme untuk penerapan secara individualis tidak untuk sosialis.

Talcot person; ekonomi,politik,hukum,dan budaya. Keempat unsur tersebut akan sangat dibutuhkan dan saling berkaitan satu sama lain. Unsur utama adalah budaya, yang ditunjang oleh ekonomi yang baik. Politik bak belut yang licin kotor tapi banyak yang suka dan menjalaninya. Kehidupan politikus hanya obral bicara, sedangkan kerja tidak bisa. Hukum akan selalu mencari kepuasan dan dalam kepuasan tersebut akan memancing perilaku hukum.

Hukum bosan, akan terus terjadi pada manusia membudayakan kebutuhan dan semangat mencari keilmuan yang memadai. Mengejar nilai hidup dan kehidupan yang bermakna serta membentuk karakter budaya dan ekonomi kemasyarakatan. Adalah tugas sebagai mahasiswa dalam aplikasi keilmuan kewarganegaraan yang didapatkan dibangku kuliah maupun sosial masyarakat.

TUGAS PENGERTIAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAN

v  Tugas pertama pendidikan kewarganegaraan (Tugas Kelompok)

1.       Konsep dan pengertian pendidikan kewarganegaraan (menurut para tokoh dan persepsi individu)

2.       Tujuan dan fungsi pendidikan kewarganegaraan (paradigma pendidikan kewarganegaraan)

3.       Sejarah perkembangan pendidikan kewarganegaraan di Indonesia antara  orde lama dan orde baru

4.       Perbandingan antara pendidikan kewarganegaraan orde baru dan orde lama

5.       Sumber referensi dan literatur minimal 7

1.       Character building                           : pak sumarno

2.       Pend. Kewarganegaraan              : Abdullah rozak,dkk

3.       Pend. Kewarganegaraan              : Univ. Muhammadiyah Yogyakarta

IDEOLOGI PANCASILA

HUBUNGAN ANTARA IDEOLOGI AGAMA DAN PANCASILA

Ideologi pancasila adalah suatu ide atau gagasan yang harus bisa di idealisasikan pada pancasila. Pokok pemikiran, garis-garis pokok dan acuan dasar pada pancasila, politik pancasila, dan pancasila sebagai dasar negara.

v  Pancasila sebagai dasar negara :

1.       Ketuhanan yang maha Esa

2.       Kemanusiaan

3.       Persatuan

4.       Kerakyatan – kebijakan

5.       Keadilan

Hubungan ideologi aama dan ideologi pancasila membawa dampak paradigma yang signifikan terhadap arah orientasi Negara. Sebab antara keduanya terdapat nilai-nilai yang berbeda, sehingga geseka antara keduanya lebih sering mewarnai dalam kehidupan berbelanegara.

a.       Relevansi dari ideologi pancasila dengan ideologi agama.

b.      Fanatisme agama dari aplikasi ideologi agama

c.       Penegakan keadilan dalam bumi pancasila

d.      Terorisme terorganisir untuk mengadakan pemberontakan secara sistematis

e.      Demokrasi sebagai upaya membawa kepentingan politik

IDENTITAS NASIONAL

Ø  Outbond : Dinamika untuk mengenali dari reorientasi individual untuk kehidupan sosial.

Ø  Tugas Judul : “Sumpah Pemuda Sebagai  Wahana Pemersatu Bangsa”

a.       Sejarah Sumpah pemda                                        (infa’na)

b.      Peran Pemuda dalam pemersatu bangsa      (Alif)

c.       Pemuda dan nasionalisme                                   (estu)

d.      Pengaruh budaya dan westernisasi                 (yanti)

e.      Character building kepada pemuda                 (ulfa)

f.        Eksistensi dan keutuhan Bangsa                        (ayat)

g.       Tugas mahasiswa sebagai penerus bangasa (friendi)

Ø  Persentasi Kelompok tentang Identitas nasional “Sumpah Pemuda”

Ø  Persentasi Kelompok tentang “Konstitusi Negara”

Pemikiran politik, kristalisasi, kritik konstitusi, perubahan konstitusi, kewenangan tugas penegakan konstitusi oleh Mahkamah konstitusi dan aplikasinya terhadap Negara, konstitusi dan pancasia.

Ø  Persentasi kelompok tentang “Korelasi agama dengan Negara”

Ideologi agama dengan ideologi pancasila

Ø  Persentasi tentang HAM

Hak asasi manusia yang dimiliki oleh seluruh manusia sejak lahir hakiki, universal tidak dapat dibagi.

Pelanggaran HAM dan kasus penegakan di Indonesia

Ø  Tugas akhir dan persiapa UAS

1.       Analisis kasus aktual yang terjadi di Negara Indonesia serta mengkritisinya dari berbagai persoalan di dalamnya

2.       Kombinasi dari korelasi agama dan pancasila sebagai wahana untuk membentuk karakteristik bangasa

3.       UAS pembahasan di ambil 30 % dari pertemuan awal, dan mengerjaka sesuai denga persepsi individu untuk pembahasan secara integral.

ILMU ALAMIYAH DASAR

Ibu Erika Rani M.Si adalah lulusan dari ITS Surabaya pada jurusan partikel dan S2 juga sama di almamater tersebut. Akan menempuh studi di Hiragata University Jepang pada S3 nya, telah menghafal huruf hiragana dan katakana (kanji). Motivasi mendalami dan mempelajari ilmu alamiyah dasar dan IPA adalah sebagai bentuk perjungan menghidupkan keterpurukan Indonesia sebagai negara terpuruk dengan kemiskinan dan sebagai peningkatan potensi IPA dan hubungan sosial.

Korelasi antara ilmu alamiyah dasar sebagai mata kuliyah yang diajarkan pada jurusan Hukum bisnis syariah adalah sebagai kombinasi keilmuan untuk ekonomi pemasaran dan penjualan produk sesuai dengan kaidah IPA dan pengetahua tentang substansial barang sesuai dengan pengetahuan alam di ilmu alamiyah dasar.

Sistematika penilain pada Ilmu Alamiyah Dasar (IAD) adalah : UTS 30 %, UAS 30 %, Kuis 20 % dan Tugas 20 %.

A. PERILAKU MANUSIA

Agust Comte :

1.       Mitos/Metafisika

2.       Filsafat

3.       Ilmu

Ingin Tahu : Menalar àMeneliti àMenelaah à menyelidik à Bertanya à Berkembang à TEORI

Menalar : Deduktif (Rasional), Induktif (experimental/langsung) dan Penggabungan à Nalar IPA

B. METODE ILMIYAH

Langkah Metode Ilmiyah :

1.       Rumusan Masalah

2.       Hipotesa

3.       Pengajuan Hipotesa à Peralatan, MTK, Statistika

4.       Kesimpulan

Kekurangan Metode Ilmiyah :

1.       Keindahan

2.       Estetika

3.       Keterbatasan Inderawi

v  Tugas Awal adalah tentang SUPERKONDUKTOR

C. APLIKASI METODE ILMIYAH

Tentang Kloning

a.       Termasuk cabang IPA yang mana

b.      Pengertian dan tujuan kloning

c.       Dampak positif dan negatif kloning

d.      Menjelaskan dan memaparkan tetang masalah kloning serta mendiskripsikan tentang kloning dalam kehidupan sehari-hari

Dasar Teori

1.       Rumusan masalah           : Mengapa lutfi terjerat kasus narkoba ?

2.       Tujuan                                  : Mendapatkan bukti lutfi terjerat atau tidak dengan narkoba

3.       Hipotesa                              : Persepsi tentang lutfi; baik,rajin dll

4.       Uji Hipotesa                       : Data-data dan saksi serta statement

5.       Kesimpulan                        : Lutfi  terkait narkoba ataukah tidak

Materi UTS

a.       Manusia dan Sifatnya

b.      Teori Big Bang

c.       Super nofa

d.      Black hole

D. PERSENTASI TUGAS KELOMPOK

1. Persentasi Superkonduktor

1.       Pengertian superkonduktor

2.       Teori superkonduktor

3.       Manfaat superkonduktor

4.       Pemakaian superkonduktor pada kehidupan manusia

5.       Hubungan superkonduktor dengan agama (al qur’an)

2. Persentasi Big Bang

1.       Pengertian teori Big bang

2.       Proses terjadinya Big bang

3.       Hubungan big bang dengan al quran

4.       Perbandingan big bang dalam ilmu pengetahuan dan al qur’an

3. Persentasi Supernova

1.       Proses terjadinya supernofa dan penyebabnya

2.       Korelasi supernova dengan Big bang

3.       Dampak supernova pada eksistensi alam semesta

4.       Hipernova dan supernova

Proses Supernova : Pembengkakan à Inti besi à Peledakan à Pelontaran

Hasil Supernova : Menghasilkan Logam dan kehidupan serta black hole

Macam-macam Supernova

4. Persentasi Black Hole

1.        Pengertian teori black hole

2.       Proses terjadinya black hole

3.       Hubungan black hole dengan al quran

Hawking 20 tahun divonis mendapat penyakit motorik dan mendekati kematian, akan tetapi terus berkarya dan mendapatkan nobel.

5. Persentasi Kloning

1.       Pengertian teori Kloning

2.       Proses pembuatan dan terjadinya Kloning

3.       Aplikasi Dampak Kloning pada kehidupan

4.       Hubungan Kloning dengan al quran

6. Persentasi Global warming (Pemanasan Global)

1.       Pengertian Global warming : Peningkatan suhu rata2 atmosfer

2.       Proses terjadinya Global warming :

3.       Penyebab dan dampak Global warming : rumah kaca, efek umpan balik, variasi matahari.

Dampak pada mencairnya es/gletser, meningkatnya volume air laut dll.

4.       Hubungan Global warming dengan al quran

7. Persentasi Neurokimia

1.        Pengertian teori Neurokimia : molekul2 oranik pada aktifitas sel otak manusia(kimia saraf)

2.       Jenis Neurokimia dan efek nya

3.       Tujuan dan fungsi Neurokimia

4.       Hubungan Neurokimia dengan al quran

TUGAS AKHIR UNTUK UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS)

MANUSIA à IPA à BIOLOGI, KIMIA, FISIKA à PRODUK IPA à DAMPAK à POLITIK, BUDAYA, EKONOMI,SAINS,SOSIAL, dll.

1.       Tugas mencari Produk IPA : tentang Internet

2.       Menjelaskan Teorinya : asal mula internet dan prosesnya

3.       Menguraikan Dampak yang dihasilkan (Politik,sosial,budaya,sains,ekonomi)

4.       Korelasi dengan Agama dan al qur’an

5.       Referensi yang digunakan (daftar pustaka)

FILSAFAT ILMU

Shering pengalaman kuliyah di luar negeri, USA oleh bapak Cecep. Megenai budaya perkuliahan di luar negeri dan bagaimana suasana dan kondisi kampus luar negeri. Perbedaan antara politik pemerintahan USA ialah mendiskriminasi islam, sedangkan masyarakat toleran, terbuka. USA sensitif terhadap islam, menimbulka ketakutan (islamic phoby) dan kekhawatiran terhadap teroris dalam islam.

Keaktifan menulis di berbagai jurnal dan artikel di media cetak baik dalam negeri maupun luar negeri.

Menjabat sebagai sekretaris di islamic study UIN Maliki Malang. Memperbanyak aktifitas membaca, mempelajari, serta mengkaji berbagai literatur dan referensi buku-buku sebagai media penambahan wawasan yang dibutuhkan dalam perkuliahan.

Ø  Syarat kuliyah keluar negeri :

1.       Nilai IP harus bagus, minimal 3,5

2.       Kemampuan komunikasi bahasa inggris

3.       TOEFL standart 500 atau lebih

A. Pengertian Filsafat Ilmu

Pengertian filsafat ilmu adalah cabang dari ilmu filsafat, mengetahui dengan integral, refleksi

mendasar, mendalam, dan universal mengenai hakikat pengetahuan  itu sendiri.

B. Objek filsafat ilmu : Material (observable/nyata) dan immaterial (unobservable/tidak nyata)

C. Tiang Penyangga dalam Filsafat Ilmu ada 3 :

1.    Ontologi : Membahas tentang hakikat sesuatu (apa)

2.    Epistimologi : Membahas tentang Sumber dan metode ilmu (bagaimana)

3.    Aksiologi : Membahas tentang nilai dan kegunaan (untuk apa)

Kontrak forum :

1.       UTS        25 %

2.       UAS       25 %

3.       KUIS      20 %

4.       TUGAS  30 %

5.       Keaktifan minimal kehadiran 80 % dari 16 kali pertemuan

FILSAFAT à KONSEP à TEORI à ILMU PENGETAHUAN

OBJEK FILSAFAT à Materi (Materialisme) à Observable

à Immaterial (idealisme) à unobservable

Panca Indera (Alat Pengetahuan) à Mata,telinga,hidung,lidah,kulit

Tugas Filsafat  1 à mencari pengertian tentang : sience(Ilmu), pengetahuan (Knowledge),konsep,teori

dan filsafat dan mempresentasikannya setiap kelompok.

Tugas Filsafat 2 à Menganalisis dan membuat pertanyaan untuk jurusan HBS secara

Ontologi,epistimologi dan aksilogi dan mempersentasikannya masing-masing

kelompok (Motivasi masuk HBS, Konsep penampilan syar’i dan prospek HBS kedepan)

Tugas Filsafat 3 à Tentang Metode Deduktif, Induktif, Metode analisis dan sintesis

PENGANTAR FILSAFAT

Oleh : Chairul Lutfi

Secara etimologis Filsafat berasal dari bahasa Yunani philosophia (dari philein, mencintai, atau phlia, cinta, dan sophia, kearifan) yang melahirkan kata bahasa Inggris “philosophy”, yang biasanya diartikan dengan “cinta kearifan”. Secara terminologis menurut pendapat para ahli filsafat adalah:

1.       Segala yang ada (Plato)

2.       Penjelasan yang rasional dari segala yang ada; penjajagan (upaya) terhadap realitas yang terakhir (James K. Feibleman)

3.       Usaha untuk mendapatkan gambaran keseluruhan (Harlod H. Titus)

4.       Sistem kebenaran tentang segala sesuatu yang dipersoalkan secara radikal, sistematik, dan universal (Sidi Gazalba)

5.       Refleksi menyeluruh tentang segala sesuatu yang disusun secara sistematis, diuji kritis, demi hakikat kebenarannya yang terdalam serta demi makna kehidupan manusia ditengah-tengah alam semesta (Darmadji Supadjar).

A. Objek Filsafat

1.       Objek Material : Sasaran kajian filsafat; yakni segala yang ”ada” konkritabstrak; mawujud- tak mawujud; material-immaterial; phisik.

2.       Objek formal: Sudut pandang kefilsafatan dalam mengkaji objek materialnya itu, misalnya dari sudut Ontologi (hakikat ada), Epistimologi (hakikat pengetahuan), Aksiologi (hakikat manfaat).

B. Ciri-ciri Berfikir Filsafat

Berfilsafat adalah kegiatan berfikir/ merenung dengan ciri:
1. Kritis : Senantiasa mempertanyakan sesuatu.
2. Radikal             : Berfikir mendalam sampai ke akar-akarnya.
3. Konseptual    : Generalisasi dan abstraksi dari berbagai pengalaman khusus.
4. Koheren          : Runtut, konsisten, tidak acak, tidak kacau, dan tidak terpisahpisah.
5. Rasional           : Sesuai dengan nalar, hubungan logis antar bagian-bagian.
6. Komperatif    : Menyeluruh, tidak persial, tidak fragmentaris.
7. Universal        : Berlaku dimanapun, kapanpun, dan dalam situasi bagaimanapun.
8. Spekulatif       : Kebenarannya bersifat dugaan.
9. Sistematis       : Ada hubungan antara unsur; keseluruhan runtut.
10. Bebas             : Tidak terkekang; kreatif.


C. Sifat Dasar Filsafat

Ø  Memiliki tingkat keumuman tinggi

Ø  Tidak faktawi (berdasarkan pada fakta)

Ø  Berkaitan dengan fakta

Ø  Mengherankan, kekurangan bukti-bukti, kontemplasi (merenung)

Ø  Implikatif: memunculkan pertanyaan-pertanyaan baru, jawaban yang diperoleh tidak pernah memuaskan sehingga muncul pertanyaan-pertanyaan baru.
D. Metode Filsafat

1.       Metode Analisis: melakukan perincian terhadap istilah-istilah pernyataan kedalam bagian-bagiannya, agar dapat mengharapkan makna yang di kandungnya.

2.       Metode Sintesis: Melakukan penggabungan semua pengetahuan yang diperoleh untuk menyusun satu pandangan dunia.

3.       Metode Analiktiko- Sintesis: Penggabungan antara metode analisis dan sintesis dengan melakukan perincian terhadap istilah/ pernyataan, kemudian mengumpulkan kembali suatu istilah atau pengetahuan untuk menyusun suatu rumusan umum.

4.       Metode Dialog Sokorates: Dialog antar ua pendirian yang berbeda. Metode dasar untuk penyelidikan filsafat adalah metode dialog Sokorates.

E. Perangkat Metode Filsafat
Perangkatnya adalah logika: cara-cara/ aturan berfikir untuk mencapai kesimpulan, setelah didahului oleh premis. Logika dibagi dua:

1.       Logika Deduktif: Berangkat dari pernyataan umum yang tidak dipertanyakan lagi (dalil) untuk memperoleh kesimpulan khusus. Pembuktian logika deduktif dijelaskan dalam silogisme katagoris. Terdiri dari tiga pernyataan; premis mayor, premis minor, dan kesimpulan.

2.       Logika Induktif: Penarikan kesimpulan yang berasal dari pernyataan khusus.
”Kebenaran dari kesimpulan induktif bersifat probablistik. ”

F. Aliran-Aliran Geo Kultur Filsafat

Bahwa aliran filsafat itu mengarah pada aliran barat, timur, dan timur tengah. Dimana dalam aliran barat itu berkembang dari tradisi falsafi orang Yunani Kuno dan dipelajari secara akademis di Eropa dan daerah-daerah jajahannya. Dalam filsafat barat melahirkan pencetus-pencetus ide filsafat berdasarkan jamannya masing-masing, seperti:

1.       Zaman Klasik dengan tokoh-tokoh yang bergerak dalam bidang filsafat: Thales Socrates, Plato, Aristoteles dll.

2.       Zaman Pertengahan dengan tokoh: ” Thomas Aquino”.

3.       Zaman Modern dengan tokoh: Decrates, Leibniz, Pascal, Spinoza, dan Hobbes dll.

4.       Zaman Kontemporer: Faacqult, Camus, Sartre, Habbermas, Heidegger dsb.

Filsafat ialah usaha untuk secara rasionil dan sitematis mencari pemecahan atau jawaban atas persoalan-persoalan yang menyangkut universe (alam semeta) dalam kehidupan manusia ( Miriam Budiardjo. 2006.Dasar-dasar ilmu politik.Jakarta: Gramedia Pustaka Utama).
Konsepsi Plato, berkaitan dengan dialektikanya yang berarti seni berdiskusi.
Konsepsi Aristoteles dapa dilacak dalam bukunya Metaphysics. Yang mengartikan bahwa filsafat sebagai ilmu yang menyelidiki tentang hal yang berbeda antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya.

Konsepsi Cicero menyebutkan filsafat sebagai ”ibu dari semua seni”. Ia juga mendefisikan filsafat sebagai arts vitae (seni kehidupan).Filsafat sebagai pandangan hidup dinyatakan oleh J. A. Leighton. Filsafat itu mencari suatu totalitas dan keserasian dari pengertian yang beralasan mengenai sifat dasar dan makna dari semua segi pokok dari kenyataan. Radikal berarti berfikir sampai keakar-akarnya untuk menemukan kebenaran hakiki. Tujuan berfilsafat adalah mencari kebenaran tentang segala sesuatu sampai pada hakikatnya  ( L. Andriani Purwastuti, M Hum. Pendidikan Pancasila).

Pancasila merupakan filsafat atau pandangan hiup yang dipakai sebagai acuan untuk
menyelesaikan persoalan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. NOTES:Bahwa filsafat itu lebih menekankan kepada upaya, cara berfikir ideologi itu sendiri tentang keterikatan seseorang pada sebuah pedoman. Pancasila merupakan hasil berfikir secara kefilsafatan, suatu hasil pemikiran yang mendalam dari para pendiri negara Indonesia, yang disyahkan sebagai dasar filsafat negara pada tanggal 18 Agustua 1945. dengan demikian Pancasila merupakan konsensus filsafat yang akan melandasi dan meberikan arah bagi sikap dan cara hidup bangsa Indonesia.

PEMBAHASAN TENTANG LOGIKA DAN METODE FILSAFAT

A.  LOGIKA

1. Deduktif : dari pernyataan umum kepada pernyataan khusus (silogisme)

a)      Premis Mayor : makhluk hidup memilik mata

b)      Premis Minor     : Hasan adalah makhluk hidup

c)       Kesimpulan        : Hasan memiliki mata

2. Induktif : Dari pernyataan khusus kepada pernyataan umum (kesimpulan)

Ada 3 macam, yaitu generalisasi, sebab akibat, dan analogi.

a.       Generalisasi

Dosen UIN harus lulusan S2              (khusus)

Dosen UB harus lulusan S2                                (Khusus)

Seluruh dosen harus lulusan S2      (kesimpulan)

b.      Sebab Akibat

Tadi malam terjadi hujan deras                                                                                       (Khusus)

Jalanan dimana-mana menjadi becek                                                                          (khusus)

Karena tadi malam hujan deras maka jalana dimana-mana menjadi becek (Kesimpulan)

c.       Analogi : membandingkan pernyataan kepada pernyataan lain untuk mengambil sesuatu

Kesimpulan.

Umi adalah mahasiswa UIN

Umi adalah mahasiswa yang cerdas

Yeni adalah mahasiswa UIN

Yeni adalah mahasiswa yang cerdas

B.  METODE

1.       Analisis à Memilah/menguraikan dari pernyataan satu kepada pernyataan lain untuk memperoleh

suatu kesimpulan yang valid.

Contoh : Mahasiswa akan menjadi sarjana.

a.       Siapa mahasiswa yang akan menjadi sarjana ?

b.      Berapa tahun mahasiswa akan menjadi sarjana ?

c.       Apa saja persyaratan menjadi sarjana ? dll

2.       Sintesis à Menggabungkan/mengkompromikan dari pernyataan satu kepada pernyataan lain untuk

memperoleh kesimpulan yang komprehensif.

Contoh :   a. Ilmu adalah aktifitas

b. Ilmu adalah metode

c. Ilmu adalah produk

Ilmu adalah aktifitas, metode dan produk (kesimpulan)

3.       Analitiko Sintesis à adalah penggabungan antara metode analisis dan metode sintesis.

BAHASA INDONESIA

Niatan kuliyah adalah untuk belajar, bukan untuk mencari nilai belaka. Banyak kesempatan untuk mendapatkan beasiswa dalam negeri maupun luar negeri. Jangan hanya mengandalkan transformasi keilmuan dari bangku kuliyah (dosen), perbanyak mencari materi di luar melalui membaca,diskusi dan share bersama teman dan dosen. Memperbanyak ilmu pengetahuan dan tidak mencukupkan dari satu literatur.

Historitas bahasa indonesia lahir pada tanggal 28 Oktober 1928 bertepatan dengan hari sumpah pemuda dan kemudian diakui sebagai bahasa nasional, menjadi bahasa resmi negara indonesia pada tanggal 18 Agustus  1945 yang sebelumnya merupakan bahasa melayu Riau. Bahasa Indonesia pada zaman lampau merupakan bahasa yang terbatas kosakatanya dan dikembangkan melalui beberapa cara yaitu : meminjam, memunggut, menyerap, menterjemah, dan analogi.

Ø  Sebenarnya penggunaan bahasa Indonesia sekarang merupakan 60 % berasal dari bahasa asing. Dan yang mendominasi adalah bahasa Arab. Semisal contoh pada pengunaan istilah hari pada indonesia :

v  Hari-hari :            Senin à isnain                  Pemerintahan : Majelis à majlis              dll.

Selasa à tsulasa                                              Dewan à diwan

Ø  Banyak juga kata-kata dalam bahasa indonesia yang di ambil dari bahasa arab semisal :

v  Shalat à sholat                (salah)                                 Allah à Alloh (salah)                      Izin à idzin (salah)

Ø  Banyak juga kata-kata dalam bahasa indonesia yang di ambil dari bahasa Belanda semisal :

v  Kantoor à Kantor           Kompoor à kompor      dll

Ø  Banyak juga kata-kata dalam bahasa indonesia yang di ambil dari bahasa Cina, sebab menguasai perdagangan internasional semisal dari kata makanan :

v  Bakso, cap jay, bakpao, bakmi, dll.

Ø  Banyak juga kata-kata dalam bahasa indonesia yang di ambil dari bahasa daerah semisal :

v  Begadang asal Betawi    Bromocorah,nongkrong asal Jakarta

PENGEMBANGAN BAHASA INDONESIA

A. Pengembangan Bahasa Indonesia

1.       Peminjaman bahasa : bahasa Arab, bahasa Inggris, bahasa Belanda, bahasa Cina

2.       Pemunggutan bahasa

3.       Penyerapan bahasa

4.       Penerjemahan bahasa

5.       Analogi bahasa : putra-putri, karyawan-karyawati dll,

B. Tujuan Pengembangan bahasa Indonesia :

1.       Ingin menjadikan bahasa indonesia cendikiawan/baku

2.       Menjadikan bahasa indonesia menjadi satu tanpa adanya dialektika yang berbeda-beda

C. Karakteristik bahasa Indonesia

1.       Bahasa Indonesia tidak mengenal perbedaan antara laki-laki dan perempuan

Semua disamakan dan tidak ada pembedaan semisal : kamu (digunakan untuk laki-laki dan perempuan)

2.       Tidak mengenal tingkatan bahasa

Jika menggunakan tingkatan bahasa, maka bahasa indonesia akan rusak dalam konteks keilmuan, antara pengunaan bahasa untuk orang yang lebih tua, anak muda dan kalangan pemerintah sama. Yang ada hanyalah penghalusan bahasa indonesia ufaisme.

3. Tidak menggunkan glotal (‘) semisal assalamu’alaikum, jum’at

4.       Tidak menggunakan dua simbol dalam satu bunyi semisal : dlahir à lahir, dlalim à Lalim

Bahasa di hasilkan dengan “berfikir logis” dan menggunakan bahasa yang cendikia dan logis dengan membiasakan diri dan melatih berbahasa. Bahasa baku adalah bahasa yang diasumsikan benar dalam peggunaannya. Pedoman dalam penggunaan bahasa indonesia adalah : 1) kamus Besar bahasa indonesia, 2) Ejaan yang telah disempurnakan (EYD), 3) Pembentukan istilah, 4) Tata bahasa baku bahasa indonesia. Sehingga mampu menghasilaka bahasa ilmu, profesional dalam penerapan bahasa sesuai konteks dan kondisi yang dibutuhkan.

RAGAM BAHASA INDONESIA

Ø  RAGAM BAHASA tidak tak terbatas (terbatas), bahasa hukum interpretatif banyak kata-kata “bahwa” dalam pertimbangan-pertimbangan pengunaan jika.

Ø  Klarifikasi bahasa

1.       Bahasa Hukum                  à Interpretatif

2.       Bahasa Bisnis                     à Debitur, Kreditur dll.

3.       Bahasa Jurnalistik             à Banyak yang dipotong

4.       Bahasa Sastra                    à Bermakna Konotasi/Kias

5.       Bahasa Iptek/Resmi        à Karya Ilmiyah

CIRI-CIRI BAHASA IPTEK

Ø  CIRI-CIRI BAHASA IPTEK

1.       Jelas : Lugas (cocok dengan yang di acu) tidak berkias (tidak cocok dengan yang di acu) tidak

denotatif (makna tidak tambahan) dan tidak konotatif (bermakna tambahan baik

positif maupun negatif) serta tidak berambiguitas (bermakna ganda)

2.       Singkat : Bahasa yang digunakan sederhana

3.       Formal : Penggunaa Diksi (pemilihan kata) sampai kalimat menggunakan bahasa resmi.

Pembentukan kata (morfolosi), Sintaksis (frasa/kalimat), Wacana.

Contoh Diksi : Melihat pertandingan bola            (salah)

Menonton Pertandingan Bola (benar)

4.       Tidak boleh menggunaka Implikatur (tidak cocok dengan makna sebenarnya) tuturan untuk maksud tertentu (pra anggap) mengungkapkan pada sesuatu tidak sebenarnya sebab kebiasaan.

Ø  Penggunaan Idiom (ungkapan)

à Di atas, di bawah ini, terdiri atas…dll

Ø  Singkatan :

à UIN, UB, Unibraw, UMM, Unmuh, dll

Ø  Penulisan Singkatan :

à S.HI, M.Ag             d/a : d.a.              a/n : a.n.              s/d : s.d.

Ø  Penyisipan :

Legalisasi     bukan   Legalisir

Organisasi   bukan   Organisir

Lokalisasi     Bukan   Lokalisir

SISTEMATIKA PENULISAN MAKALAH

Presentasi Sistematika Penulisan Makalah

1.       Mengangkat topik atau tema yang khusus dari beberapa problematika global

2.       Menggunakan logika alasan mengangkat tema tersebut

3.       Menjelaska dan mendiskripsikan tema dan menjabarkan

Contoh :

v  Tema “ Perbankan Syariah di Indonesia”

è Bank Syariah, koprasi syariah, pegadaia syariah, BMT, dll

v  Pembahasan Tema :

è Fakta : Realita

è Komentar penulis

è Teori Penulisan, referensi dll

v  Bagian Awal

è Halaman Sampul

è Daftar isi

è Daftar tabel

è Daftar gambar

v  Bagian Inti

è Pendahuluan

è Latar belakang masalah dan tujuan

è Teks utama’oenutup

è Simpulan dan saran

v  Bagian Akhir

è Daftar Rujukan

è Lampiran