HT : Halal Melihat Gambar Yang Mengundang Syahwat

September 9th, 2011 by Sabilul Muttaqin | Komentar Dimatikan | Filed in HTI, Khilafah

Perhatikanlah petikan berikut ini

Hizbut Tahrir memperbolehkan memandang gambar wanita bukan mahram, walaupun dengan syahwat sebagaimana dalam nusyrah (selebaran resmi Hizbut Tahrir) no 16/Syawwal/1388H atau 4/1/1969M. yang berisi. “Memikirkan dengan syahwat, berkhayal dengan syahwat ataupun memandangi foto wanita dengan syahwat tidak haram, demikian pula pergi menonton bioskop adalah tidak haram, dikarenakan yang ditonton hanyalah gambar (benda mati) yang bergerak.”. Demikian pula dalam nusyrah no 21/Jumadil awwal/1390 atau 24/7/1970M, dikatakan, “Sesungguhnya memandang gambar wanita baik dari cermin, di kartu, di surat kabar ataupun yang semisalnya tidaklah haram”.

Lantas kau campakkan kemana wahai ”Mudzabdzab”, firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang artinya :

“Janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk” (al-Israa’ : 32)

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman supaya mereka menundukkan pandangannya dan supaya mereka memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka.” (an-Nuur : 30)

Kamu campakkan ke mana wahai Hizbut Tahrir, sabda Nabi yang mulia yang artinya :

“Sudah ditetapkan bagi anak cucu Adam bagian zina yang pasti akan menimpanya. Kedua mata, zinanya dengan memandang, zina kedua telinga ialah mendengar, zina lisan ialah mengucap, zina tangan ialah memegang, zina kaki ialah melangkah dan zina hati ialah menghendaki sesuatu atau berkhayal, sedangkan yang membenarkan adalah kemaluannya.” (Shahih, diriwayatkan Muslim dari Abi Huroiroh)

Wal’iyadzu billah!!!

Hizbut Tahrir berpendapat bahwa mencium wanita ajnabiyah (bukan mahram) adalah mubah tidak haram, sebagaimana dalam nusyrah jawab wa su’al no 24/Rabi’ul Awwal/1390 atau 29/5/1970M.

Astagfirullahal Adhim… Wahai “Mudzabdzab”, kau campakkan kemana nilai-nilai akhlak islami dan iffah bagi seorang wanita?!! Kau campakkan kemana ayat-ayat al-Qur’an dan sunnah-sunnah nabi yang mulia yang mengharamkan persentuhan dengan ajnabiyah, namun anda dan kelompok anda memperbolehkan ciuman dengan ajnabiyah (walaupun tanpa syahwat). Apakah anda akan mungkir, dengan menyatakan bahwa HT tidak berpendapat demikian, ini adalah fitnah… maka saya jawab, berarti anda berdusta atau menyembunyikan kebenaran. Karena Umar Bakri Muhammad(4) sendiri menyatakan bahwa fatwa di atas adalah memang pendapat HT, kemudian Umar Bakri menolaknya dan membantahnya, bahkan ia keluar dari HT dan membentuk sempalannya yang bernama al-Muhajirun. Berhijrah dari negeri kaum muslimin ke negeri kaafir. Namun anehnya, sebagian anggota hizb lainnya masih berpegang dengannya sebagaimana mereka berpegang terhadap pendapat Abdurrohman al-Baghdadi yang dikeluarkan secara resmi dari HT.

Jika anda mengatakan, o… itu adalah qoul qodim HT, qoul jadid HT menyatakan bahwa fatwa di atas mansukh, maka saya katakan : Berikan bayan dan bukti tentang dimansukh-kannya fatwa HT di atas.

Tags:

Hukum Melihat Gambar Porno dan Aurat, Menurut Ulama HTI

September 9th, 2011 by Sabilul Muttaqin | Komentar Dimatikan | Filed in HTI, Islam, Kliping

Naudzubillah Mindzalik ..

Fakta zina sendiri telah didefinisikan oleh para ‘ulama, yakni masuknya
farji ke dalam kemaluan wanita (vagina) yang tidak halal baginya. Ini
adalah fakta zina yang akan terkena had dari Allah swt, yakni 100 kali
jilid bagi pezina ghairu muhshon, dan rajam hingga mati bagi pezina
muhshon. Adapun masuknya farji buatan (alat bantu sex) ke dalam vagina
seorang wanita, baik dilakukan sendiri (masturbasi), atau dilakukan
oleh wanita lain, atau laki-laki lain (bukan mahram maupun mahram), tidak
akan terkena ayat di atas. Ayat di atas, maupun nash-nash yang berbicara
tentang zina tidak berlaku untuk fakta semacam ini. Sebab, dari sisi
fakta tindakan memasukkan farji buatan ke dalam vagina bukanlah fakta dari
zina. Demikian juga bila seorang laki-laki memasukkan farjinya ke dalam
vagina buatan (boneka) tentu tindakan laki-laki ini tidak terkategori
perbuatan zina yang harus dikenai had zina (100 kali jilid, atau rajam hingga
mati). Sebab, tindakan laki-laki ini tidak termasuk perbuatan zina. Selain
itu, dari sisi fakta, apa yang dilakukan oleh laki-laki ini berbeda dengan
fakta perzinaan yang disebut di dalam nash-nash syara’.

Hukum melihat babi berbeda dengan hukum memakan daging babi. Meskipun
objeknya sama, akan tetapi karena perbuatannya berbeda maka hukumnya
juga berbeda. Memakan daging babi, jelas-jelas diharamkan berdasarkan
nash-nash yang sharih. Sedangkan melihat babi berhukum boleh tidak haram,
berdasarkan nash-nash umum yang membolehkan manusia melihat, dan juga
perbuatan Nabi dan para shahabat.

Demikian pula melihat aurat wanita (secara langsung) jelas berbeda dengan
melihat gambar aurat wanita. Jika faktanya berbeda, maka secara hukum
juga berbeda. Melihat aurat wanita asing jelas-jelas haram berdasarkan nash-
nash al-Quran dan Sunnah. Akan tetapi, kita tidak boleh menyamaratakan
antara hukum melihat aurat wanita asing dengan melihat gambar aurat
wanita asing. Sebab, dari sisi fakta, kedua aktivitas itu sangatlah berbeda.
Gambar aurat wanita bukanlah aurat wanita.

Secara umum, syara’ telah membolehkan melihat semua hal yang ada di
muka bumi ini.

Sumber : http://wisnusudibjo.wordpress.com/2008/09/02/hukum-melihat-gambar-aurat-wanita/

(lagi…)

Tags: , ,

LIBERALISME TERSELUBUNG HIZBUT TAHRIR

Agustus 29th, 2011 by Sabilul Muttaqin | Komentar Dimatikan | Filed in HTI, Islam, Khilafah, Kliping, Umum

OLEH MUHAMMAD IDRUS RAMLI
Di antara ciri khas pemikiran kaum libera ladalah menghilangkan otoritas ulama. Menurut kelompok liberal, kita tidak perlu taklid kepada para ulama. Mereka manusia, kami juga manusia dan sama-sama bisa berpikir. Mengikuti pendapat para ulama berarti pengebirian akal yang kami miliki. Demikian kaum liberal berpikir. Karenanya tidak aneh jika dalam setiap diskusi, baik yang bersifat polemis di media massa dan buku-buku, maupun diskusi dialogis dalam forum debat terbuka mereka menolak pendapat para ulama.

Sementara ciri khas kaum Muslimin Ahlussunnah Wal-Jama’ah adalah memberikan penghargaan yang tinggi terhadap para ulama serta otoritas penuh dalam penafsiran teks-teks keagamaan. Rasulullah saw bersabda,

“Para ulama itu pewaris para nabi”

(HR. Ibn Asakir dan Ibn al-Najjar).

(lagi…)

Tags: , , ,

Masa Khilafah hanya 30 tahun saja

Agustus 19th, 2011 by Sabilul Muttaqin | Komentar Dimatikan | Filed in Diskusi, HTI, Khilafah, Kliping, Umum

Diriwayatkan Sahabat Safinah ra. (salah satu pembantu di rumah Nabi), Nabi bersabda:

خلافة النبوة ثلاثون سنة ، ثم يؤتي الله الملك أو ملكه من يشاء “
“Khilafah (dalam sebagian riwayat, “Khilafah Nubuwwah”) setelahku berlangsung selama 30 tahun setelah itu berubah menjadi kerajaan (mulk)” .
Masa 30 tahun ini dihitung dimulai Khilafah Sayyidina Abu Bakr selama 2 tahun lebih lalu Sayyidina Umar bin Khattab selama 10 tahun lebih berikutnya khilafah dipangku oleh Sayyidina Utsman selama hampir 12 tahun dan diakhiri oleh khilafah Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib selama hampir 5 tahun tahun. atau diakhiri oleh Sayyidina Hasan bin ‘Ali menurut sebagian ulama. ^_^
Jadi, jelas setelah 30 tahun dari wafat Nabi, selesailah masa Khilafah, Khilafah sebenar-benar khilafah, yaitu khilafah yang berdiri di atas minhaj nubuwwah (sebagaimana nama group ini). Walaupun para pemimpin umat pasca Khulafa Rasyidun bergelar Khalifah, tepatnya setelah Sayyidina Hasan menyerahkan kekuasaan kepada Sahabat Mu’awiyah, khilafah berangsur-angsur berubah menjadi al-mulk atau kerajaan.
Diantara Imam yang meriwayatkann tentang hadits tersebut adalah Imam Ahmad didalam kitab Musnadnya (5/220 & 221) dan didalam Fadlailush Shahabah (789 & 1027), Imam Abu Daud dalam kitab Sunannya (4646 & 4647), Imam Ibnu Abi ‘Ashim Asy-Syaibaniy didalam kitab al-Ahad wa al-Matsani (113, 139 & 140) dan didalam As-Sunnah (1181), Imam Abdullah bin Ahmad didalam As-Sunnah (1402-1405), Imam An-Nasa’i didalam Sunan Al-Kubra (8155), Imam Ath-Thahawiy didalam Syarah al-Musykil al-Atsar (3349 atau 4/313), Imam Ibnu Hibban didalam Ash-Shahih (1534), Imam Hakim didalam Al-Mustadrak (3/71 & 145), Ath-Thayalisiy (1107), Imam Ath-Thabraniy didalam Al-Kabir (13, 136, 6446 & 6444), Imam Abu Nu’aim didalam Kitabul Imamah (180 & 181), Imam Ibnu ‘Adiy didalam Al-Kamil (3/1237), Imam Al-Baihaqiy didalam Dalailul Khairat (6/342), Imam Al-Bazar didalam Musnadnya (1588) dan lain sebagainya. [Lihat ; Jami’ al-Ulum wal Hikam karangan Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dan Al-Fatawa (Soal ke-2 No. 6363)]

[Lihat juga]

Nara Sumber :

  1. Imam Nawawi
  2. Arooi

Tags: ,

Gak Nyambung …

Agustus 19th, 2011 by Sabilul Muttaqin | Komentar Dimatikan | Filed in HTI, Kliping, Oknum

Sekadar Intro :

Kecerdasan logika adalah kemampuan untuk memecahkan suatu masalah atau menjawab suatu pertanyaan ilmiah.

Logika digunakan untuk memecahkan suatu masalah saat seseorang;

  • menjabarkan masalah itu menjadi langkah-langkah yang lebih kecil, dan menyelesaikannya sedikit demi sedikit, serta membentuk pola/ menciptakan aturan-aturan (rumus).
  • menggunakan metode ilmiah dalam menjawab suatu pertanyaan. Metode ilmiah ini secara singkat berarti membuat hipotesa, menguji hipotesa dengan mengumpulkan data untuk membuktikan/ menolak suatu teori, dan mengadakan eksperimen untuk menguji hipotesa tersebut.

Berpijak dari dasar tersebut, cobalah memahami status FB berikut :

Gak nyambung banget, kayak nanya “Duluan Mana Ayam Bakar atau Ayam Goreng ? Kapal atau Mobil … Gimana sih logikanya ?”

Catatan : lihat juga

  1. logical fallacy
  2. blog logical fallacy
  3. hisbutttawa

PBNU dan HTI Saling Serang

Agustus 18th, 2011 by Sabilul Muttaqin | Komentar Dimatikan | Filed in HTI, Kliping, NU

TRIBUN-TIMUR.COM - Terkait pernyataan Rois SyuriahPengurus Besar (PB) Nahdatul Ulama (NU) DR KH Masdar Farid Mas’udi MS yang mengatakan bahwa konsep negara islam adalah bid’ah, mendapat respon balik dewan pimpinan wilayah (DPW) Hizbut Tahrir Indonesia(HTI), “Argumentasi PBNU hanya untuk menghalangi ummat islam untuk menegakkan syariat islam,” Humas DPW HTI Sulsel Hasanuddin Rasyid, “Argumentasi pak Masdar itu tidak berdasar, khilafah itu pernah tegak di muka bumi pada masa nabi di Madinah,Khulafaurasyidin, khilafah di Bagdad, Syam, dan Turki. Itu berlangsung selama 1000 tahun,” tutur Hasanuddin.

Sementara menurut KH Masdar, Konsep negara islam itu bid’ah karena tidak memiliki rujukan. “ Nabi Muhammad SAW sendiri hanya mengatakan Madinah sebagai negara Madinah bukan negara islam madinah,” kata KH Masdar, ” Jadi istilah daulah islamiah itu lebih pada konsep sosiologis yakni sekedar untuk menandai agama islam dengan agama lain bahwa ada islam di wilayah itu. Jadi daulah islamiyah itu bukan konsep negara, ” tegas KH Masdar.

Menanggapi argumentasi KH Masdar tersebut, Hasanuddin menepis jika konsep daulah islamiyah hanya merujuk sisi sosiologisnya,” memang dulu kan orang tidak mengenal negara, intinya kan ada wilayah, ada masyarakat dan ada syariat yang berlaku. Intinya adalah syariat itu yang berlaku itulah perjuangan HTI,” tegasHasanuddin. Menurut Hasanuddin bahwa argumentasi KH Masdar tidak melihat subtansi yang hanya melihat konsep,” subtansinya kan islam menerapkan syariat,” tegas Hasanuddin.

Mendengar kritikan tersebut,KH Masdar mengomentari balik dengan menyoroti konsep HTIsecara keseluruhan, ” jangan ngigo, yah ! Bikin satu RT dulu lah. Tidak usah mimpi lah. Anda tidak membangun dunia yang nyata. Di negara islam sendiri tidak tempat buat HTI. HTI itu hanya bisa tinggal di Eropa. Jangan ngelamun itu mubassir energi, ” jawab KH Masdar. Lebih lanjut KH Masdar mengatakan bahwa konsep khilafah HTI untuk menegakkan negara islam tidak masuk akal. ” Jadi kalau syariat islam ditegakkan di Indonesia itu tidak masuk akal karena berapa polisi yang harus dikerahkan untuk menangkap orang yang tidak salat belum lagi mahzab mana yang mau dipakai shalat. Jadi ini salah pikir, ” jelas Masdar. “Secara prinsip ini bertentangan dengan Alquran. Di dalam AlQuran kan dikatakan bahwa tidak ada paksaan dalam beragama,” tegas Masdar. Menyambung interpretasi ayat tersebut, KH Masdar menjelaskan bahwa menyangkut masalah keyakinan itu negara pun tidak boleh campur tangan. Jadi apa lagi polisi, orang tua pun demikian jadi hanya diajak saja jadi tidak ada inforce. Negara itu hanya menyiapkan sarana dan prasarana, kata Masdar. (*)

Senin, 8 Agustus 2011 20:12 WITA MAKASSAR,

Tags: , , , ,

Ilmu Pengetahuan dan Kemajuan Islam

Agustus 17th, 2011 by Sabilul Muttaqin | 1 Comment | Filed in Diskusi, HTI, Islam
Maliq Viczan dng demokrasi sblum diangkat jdi imam pda saat shalat berjamaah, akan diadakan pencoblosan/pencontrengan tuk pemilu (pemilihan imam dahulu)… pdahal kan sdah ada syarat2 seseorang jdi Imam..
..
begitupula untuk menjadi seorang pemimpin pda suatu negeri..
sogok-menyogok… bahkan hukumnya jga bisa disogok.. benar2 kacau hukum buatan manusia ini..
Sarung Bolong ‎ : wkwkwkwkwk hukum kenegaraan disamakan dengan hukum fiqih ternyata.. bego kok dipelihara.. wkwkwkwk
Maliq Viczan itu : hanya sbg contoh
Sarung Bolong : contoh orang bego wkwkwkwk
Maliq Viczan : ‎^_^ lantas bgimane pendapat ente?
Sarung Bolong : ya itu pendapat saya.. ente itu bego.. menyamakan hukum kenegaraan dengan hukum fiqih.. wkwkwkwkwk
Maliq Viczan hummm.. mksudnya… bgimane pendapat (jawaban) ente dri pertanyaan yg dipost..?? ^_^

Tags: , , ,

ingkar nikmat demokrasi

Agustus 17th, 2011 by Sabilul Muttaqin | Komentar Dimatikan | Filed in HTI, Oknum

Dari generasi ke generasi kok selalu ada para penghianat kayaknya kalo negeri ini dalam kondisi chaos malah memanfaatkan situasi kesempitan hehe…

Tags: , ,

TIDAK PERLU ADA KHILAFAH DI INDONESIA

Agustus 17th, 2011 by Sabilul Muttaqin | Komentar Dimatikan | Filed in HTI, Indonesia, NKRI, Umum

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Berawal dari status KH. Thobary Syadzli “Tanpa perjuangan ulama, tidak mungkin NKRI yang berlandaskan demokrasi Pancasila terbentuk, dan itu merupakan rahmat dan anugerah Allah swt. Dengan demikian, kita tidak perlu mengganti NKRI dengan istilah lain. Karena, hal itu hanya akan menimbulkan perpecahan bangsa dan menambah kesengsaraan rakyat.” (lagi…)

Tags: , , , ,

RUUD Khilafah, Penguasa Otoriter

Agustus 17th, 2011 by Sabilul Muttaqin | Komentar Dimatikan | Filed in HTI

Berikut adalah kutipan RANCANGAN UNDANG-UNDANG DASAR Negara Khilafah :

Pasal 35
Umat yang memiliki hak mengangkat Khalifah, tetapi umat tidak memiliki hak memberhentikannya manakala akad bai’atnya telah sempurna sesuai dengan ketentuan syara’

Pasal 39
Tidak ada batas waktu bagi jabatan Khalifah. Selama mampu mempertahankan dan melaksanakan hukum syara’, serta mampu menjalankan tugas-tugas negara, ia tetap menjabat sebagai Khalifah, kecuali terdapat perubahan keadaan yang menyebabkannya tidak layak lagi menjabat sebagai Khalifah sehingga wajib segera diberhentikan.

maukah anda dipimpin oleh pemimpin otoriter seperti ini?

(FB : Sarung Bolong)

Catatan : Sejarah bercerita, kekuasaan tanpa batas waktu itu akan lekat dengan penyelewengan…

Tags: , ,