Bismillahirrohmanirrohim,,

Lagi-lagi kontroversi nih, baru saja menemukan sebuah thread di Kaskus yang menyebutkan bahwa jurusan Informatika itu derajatnya rendah. Diskusinya bisa dilihat di sini, dan sumbernya dari sini.

sumber gambar: http://rob13y.wordpress.com/2010/04/28/rendahnya-derajat-jurusan-informatika/

Okelah, saya sebagai mahasiswa informatika merasa tergugah dengan artikel yang ada di gambar (Maaf, gambarnya kurang begitu jelas hingga tulisan sulit dibaca). Jadi dalam artikel tersebut, penulis bukan merendahkan informatikanya tapi pelaku bisnis alias orang yang menyandang informatika bagi kehidupannya. Penulis mengungkapkan bahwa banyak praktisi IT atau lulusan IT yang secara kualitas masih kalah dengan yang non IT. Kalo yang saya tangkap sih orang non IT bisa masuk dunia IT tapi tidak sebaliknya.

Jadi yang salah siapa? Pelaku IT atau Jurusan IT sebagai wadah pengembangan pelaku IT?

Saya pernah diskusi bersama teman tentang programming. Menurutnya tanpa kuliah IT pun sebenarnya kita bisa belajar programming sendiri. Mengacu pada artikel di atas yang menyebutkan bahwa banyak programmer berhasil tanpa mengenyam pendidikan di IT. Ya ada benernya sih, cukup berbekal buku-buku programming, google kalo lagi mentok, lalu trial-error, ditambah jam terbang yang tinggi, kita bisa jadi programmer profesional otodidak dengan skill tinggi.

Lalu apa bedanya dengan yang kuliah IT? Kalo misalkan orangnya bener-bener niat sih juga gak akan kalah sama yang otodidak, ketambahan lagi bisa dapat teori programming seperti ERD, DFD, manajemen memori, struktur kode, dan lain-lain yang mana teori itu bisa untuk menunjang programming sampe tahap manajemen dan analisisnya. Emang kadang tuntutan kurikulum suka bikin kita gak fokus. Sekarang dituntut bisa programming, besok-besok dituntut bisa matematika, besok-besok dituntut bisa network security. Saya yakin setiap mahasiswa ada mata kuliah yang tidak disenangi karena mungkin memang bukan fokusnya di situ.

Gak ada yang perlu di salahin karena semua udah jadi satu sistem. Mahasiswa, jurusan, fakultas, universitas, sistem pendidikan udah jadi satu kesatuan yang gak bisa dipisahkan. Semua punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sekarang lagi tren nih jurusan IT karena katanya prospek di dunia kerja bagus. Maka berbondong-bondonglah orang masuk IT, termasuk saya. Sayangnya gak semua orang masuk IT karena nurani, akibatnya kuliah asal lulus, asal-asalan, dan kejar nilai. Saya sendiri baru menyadari betapa ilmu saya tidak ada apa-apanya menginjak semester akhir.

kalo ditanya:

x: kamu kuliah selama ini udah bisa apa?

saya: programming setengah-setengah, jaringan setengah-setengah, perancangan setengah-setengah, algoritma nyaris mendekati titik kritis, banyak deh yang gak bisa dikuasai sepenuhnya.

Setidaknya itu menurut self reading saya. Emang mahasiswanya aja yang kadang susah untuk bisa mendalami satu fokus keahlian gara-gara kebanyakan tuntutan. Sulitkah? Gak juga, temen saya IPK masih dibawah 3, tapi untuk urusan programming, analisis sistem, algoritma, saya rasa dia yang paling kompeten di antara mahasiswa angkatan saya. Kerja jadi programmer belom genap satu tahun langsung diangkat jadi manajer walaupun akhirnya dia keluar dari kerjaan dan memilih freelance dengan alasan pengen ngembangin diri lagi. Dia ngelakuin atas dasar passion, bukan nilai. Beda sama yang cuma kejar setoran nilai, paling-paling kalo udah dapet nilai ditinggal lah tu bidang.

Buat saya jurusan informatika gak lebih rendah atau gak lebih tinggi dari jurusan lain karena secara spesifikasi aja udah beda. Orang juga gak bakalan terima kalo jurusannya direndah-rendahin dengan jurusan lain. Kalo kuliah ya kuliah lah yang bener, rejeki orang udah ada yang ngatur tinggal kita aja yang mau usaha apa gak. Kalo ada orang non IT sukses di IT itu karena dia mau USAHA dan REJEKInya juga pas banget. Kalo yang non IT aja bisa, kenapa kita yang IT gak bisa? Semoga jadi pelajaran buat kita semua.

Saya akan senang sekali jika ada tambahan dari pembaca terkait tentang hal ini.

Maju terus IT Indonesia :)

« »