Bismillaahirrohmaanirrohiim
Ada sebuah cerita menarik yang terjadi saat sidang skripsi di sebuah kampus di Indonesia. Sebuah cerita bagaimana seorang mahasiswi mempertahankan skripsinya dihadapan 5 penguji. Apa yang membuat haru dan bangga?
Balada sidang skripsi . . .
Hari ini, saya hadiahkan apresiasi tertinggi kepada seorang mahasiswi. Ia tampil sangat elegan menghadapi lima dosen penguji. Ia pertahankan karya ilimiahnya dengan penuh spirit, tiada ‘ketakutan’ yang tergambar di wajahnya. Iapun tak segan-segan minta pertanyaan diulangi kepada seorang professor. “Maaf Prof. Apa pertanyaannya boleh diulangi?”
ini mahasiswinya
Tiada perlulah saya ceritakan bagaimana debat ilmiah itu dimulai. Saya terkesima saat sang professor berucap tegas: “Mestinya Anda merujuk ke teori yang ada”. Dengan sigap sang kandidat menjawab: “Saya jenuh dengan teori orang lain Prof. Saya justru ingin membuat teori”. Kian terkesima saya mendengar langsung sanggahan mahasiswiku ini. View full article »




Sehubungan dengan penyelenggaraan prosesi Wisuda di UIN Maliki Malang tanggal 5 Mei 2012 tadi, saya sudah membulatkan tekad untuk menyambut rekan-rekan seperjuangan saya yang telah berhasil meraih gelarnya. Rekan-rekan di jurusan Teknik Informatika, beberapa rekan jurusan lain, termasuk rekan satu alumni SMA dulu. Saya cukup menyesal telah terlambat melewatkan moment wisuda periode lalu ketika gagal bertemu dengan beberapa sahabat saya, jadi kali ini saya memang agak “memaksa” diri untuk datang.






