Category: Opini


Bismillaahiirrohmaanirrohiim

Alhamdulillah kita masih bisa merasakan bangku perkuliahan untuk mencari ilmu. Ada yang kuliah karena beasiswa, uang hasil kerja sendiri, atau masih dari orang tua, semua harus disyukuri. Suka duka kuliah itu bermacam-macam dan tiap orang pastinya punya pengalaman yang berbeda tentang itu. Kali ini saya akan mengambil satu fenomena dalam dunia kampus yaitu tentang mahasiswa yang molor kuliah. Tidak akan saya uraikan apa penyebab kemoloran tersebut karena setiap orang memiliki sebab yang berbeda-beda, dan di sini kita akan berbagi pesan agar mahasiswa yang sedang molor kuliah bisa tetap semangat dan tidak berputus asa untuk menyelesaikan studinya.

Nasehat 1: Jangan Disesali Secara Berlebihan

Penyesalan selalu muncul pada saat terakhir dari suatu peristiwa yang terjadi pada kita. Kita menyesal karena saat memasuki babak injury time kita masih ada di kampus, menyesal karena kenapa harus terjadi seperti ini. Nasehat saya, cukuplah kau sesali sebentar saja. Cukuplah sesal yang sedikit itu menjadi cambuk keras bagi kita untuk segera memperbaiki diri dan mengingatkan bahwa sudah saatnya kita kembali mengorientasikan diri pada masa depan.

Terlalu lama menyesali masalah ini hanya akan membuang waktu kita. Terlalu lama menyesali dengan keterpurukan seolah tidak ada lagi hal yang bisa diperbuat. Padahal lebih baik jika waktu itu dijadikan sebagai “aksi” untuk memperbaiki kesalahan yang kita sesali. Ingat, kau hebat bukan karena tidak pernah gagal, tapi kemampuanmu untuk bangkit dari kegagalan.

“Menyesal cukup sekali, tapi beraksi harus berulang kali” View full article »

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Siapa yang selama hidupnya belum pernah berdoa?

Siapa yang selama hidupnya jarang banget berdoa?

Siapa yang selama hidupnya menganggap doa bukanlah suatu yang penting?

berdoa. sumber: http://indonesian.iloveallaah.com

Wah, kalo ada yang seperti kriteria di atas berarti orang-orang itu belum tahu keutamaan dan faedah doa. Kalau boleh saya mengutip dari lembaran tausiyah yang saya dapat disebutkan bahwa tanpa doa, ibarat tentara tanpa senjata. Bisa dibayangkan dunia ini adalah medang perang yang banyak sekali  musuh berbahaya di dalamnya, lalu kita sebagai tentara yang bertugas untuk menaklukkannya tidak membekali diri dengan senjata alias tangan kosong! Suicide mission kah? hehehe.

Sehebat-hebat tentara itu, bisa dipastikan dia tidak akan menang di medan pertempuran. Sama dengan manusia, doa itu senjata paling ampuh lho. Sekuat-kuatnya tenaga, sehebat-hebatnya usaha yang kita lakukan kalo Allah tidak mau beri kita sukses gara-gara tidak berdoa ya bakal hilang suksesnya. Dan ini juga seringkali kita menganggap remeh doa. Doa itu seakan jadi alternatif terakhir kalo usaha kita sudah mentok. Sama seperti mau kalah perang dan di akhir-akhirnya minta senjata buat melanjutkan perang. View full article »

Nikmatnya Belajar Islam

Bismillaahirrohmaanirrohiim

islam itu indah

ilustrasi: www.alakadarnya.net

Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan untuk menuntut ilmu di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, sebuah institusi pendidikan yang di salah satu misinya adalah mencetak generasi yang ahli di bidangnya serta Ulul Albab. Yang sudah lama civitas akademika di sini ditekankan bahwa antara Islam dan ilmu pengetahuan itu tidak dapat dipisahkan dan selalu terintegrasi. Islam menjadi dasar pokok keilmuan sehingga menjadi benteng dari sekularisme.

Dan alhamdulillah lagi ketika saya masih diberi kesempatan untuk bisa belajar di Pesantren Mahasiswa Firdaus di masa-masa akhir perkuliahan ini. Mengobati kerinduan saya terhadap jiwa-jiwa Islam yang semakin lama semakin tak berasa di kehidupan ini. Mengobati kegelisahan saya ketika urusan-urusan dunia menghimpit kehidupan saya. Apalagi jika bukan karena Islam? :)

Islam Itu Indah

Islam itu pada dasarnya sudah indah, dan akan terasa indahnya jika kita mau mempelajarinya. Sama seperti secangkir teh yang katanya manis tapi kita tidak akan pernah merasakan manisnya jika tidak mencicipinya kan? Ini yang alhamdulillah bisa saya rasakan. Bisa dibilang masih menyentuh permukaannya tapi sudah terasa manisnya, dan semoga semakin ke dalam semakin bisa merasakan indahnya ilmu Allah. View full article »

Marhaban Yaa Ramadhan 1433H

Bismillaahirrohmaanirrohiim

marhaban yaa ramadhan 1433H

Alhamdulillah kita masih dipertemukan kembali di bulan penuh berkah dan penuh kemuliaan ini, apalagi kalau bukan bulan Ramadhan. Ya, singkat kata walaupun masih diwarnai perbedaan dalam penentuan awal Ramadhan, tentu bukan jadi halangan bagi kita untuk senantiasa mendekatkan diri pada Allah Azza wa jalla dengan ibadah puasa Ramadhan dan segala ibadah wajib maupun sunnah. Ini adalah momentum yang pas untuk “charging” keimanan, ketaqwaan, serta kepedulian sosial agar selepas Ramadhan kita bisa menjadi insan yang senantiasa berlomba dalam kebaikan dan mencegah kemungkaran.

Mari refleksikan diri, lakukan evaluasi apakah sepanjang tahun ini kita sudah bertaqwa pada Allah atau belum. Mari meningkatkan kadar keimanan dan ketaqwaan kita mumpung kita masih bisa merasakan indahnya Ramadhan. Misinya sederhana, gapai cinta Allah sebanyak-banyaknya dan jadikan Ramadhan kali ini lebih baik dari tahun yang lalu.

Marhaban yaa Ramadhan, semoga di Ramadhan kali ini segala ampunan, doa, dan amal ibadah kita diterima Allah Azza wa jalla. Dan sebagai titik mulai untuk menggapai kehidupan yang lurus dan lebih baik. Insya Allah.

Mohon maaf lahir dan batin, saya selaku author Blog Khatulistiwa mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1433H. :)

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Gagal, ya sesuatu itu bernama kegagalan. Dia bagaikan pisau bermata dua yang di satu sisi bisa bermanfaat dan di sisi yang lain justru melemahkan manusia. Lalu bagaimana bisa kegagalan bisa memiliki dua sisi yang berbeda?

sumber gambar: bahpong.blogspot.com

Mereka yang Tidak Takut Gagal

Masih ingat Thomas A. Edison yang berhasil menemukan bola lampu? Atau tentu kita mengetahui Rasulullah Muhammad SAW yang berjuang untuk menegakkan Islam hingga sekarang menjadi umat terbesarnya. Coba bayangkan jika beliau-beliau ini menyerah hanya karena kegagalan mewarnai perjuangannya dalam menggapai sesuatu. Bayangkan jika Thomas A. Edison menyerah dalam penelitiannya lalu siapakah yang akan menemukan bola lampu? Bayangkan jika Rasulullah SAW menyerah, lalu Islam akan berjaya? View full article »