Tag Archive: open source


Barusan nemu atikel menarik tentang cinta. Tapi ini cinta dalam dunia open source! Penasaran kan, langsung aja ane kasih rumus-rumus cinta ala open source berikut:

1. Berani memulai

Jika anda mulai merasakan cinta kepada seseorang, anda akan melakukan sesuatu sehingga rasa cinta tersebut bisa terus hidup dan anda dapat memenangkan hatinya. Karena anda tahu bahwa dengan diam saja, maka yang terjadi adalah anda akan kalah dan tidak mendapatkan sang pujaan hati.

Begitu pun open source. Dunia open source adalah tempat dimana orang-orang berani memulai. Berani memulai untuk berubah. Orang-orang ini berani berubah karena mereka tidak suka akan sesuatu yang bersifat proprietary. Mereka ingin menang tanpa diatur. Mereka ingin menang karena mereka berusaha.

2. Memberi dan menerima

Dalam bercinta, dibutuhkan sebuah hubungan yang saling menguntungkan. Simbiosis mutualisme. Anda memberi kepada kekasih dan juga menerima apa yang diberikannya. Open source bisa terus hidup dan berkembang dengan baik adalah karena komponen-komponen di dalamnya mau saling memberi dan menerima. Sebuah kolaborasi dan teamwork.

View full article »

Baru saja ane gak sengaja buka situs softpedia dan muncul berita bahwa LibreOffice akan menggantikan OpenOffice untuk ubuntu 11.04. Hmm, penasaran dengan aplikasi ini, akhirnya ane nemu beberapa pencerahan di situs detikInet. Berikut ane kasih beritanya, cek this Out!!

Jakarta – Salah satu berita besar dalam dunia open source tahun 2010 ini adalah berpisahnya developer OpenOffice.org dari bos besar mereka, Oracle, dan membentuk kelompok sendiri dengan nama The Document Foundation (TDF).

libreoffice logo

Ketika mengumumkan eksistensi dirinya ke publik, TDF telah didukung oleh berbagai pihak seperti Google, Canonical, Free Software Foundation, Open Source Initiative, Novell, Red Hat dan masih banyak lagi.

Dengan pemisahan diri dari Oracle, TDF membuat office suite sendiri dengan nama LibreOffice. Awalnya TDF berencana menggunakan nama OpenOffice.org jika diizinkan. Sayangnya Oracle menolak ajakan bergabung dalam TDF dan termasuk menolak memberikan nama OpenOffice untuk digunakan.

Banyak distro Linux yang siap mengganti OpenOffice dengan LibreOffice dalam paket instalasi standar. Salah satunya adalah distro sejuta umat, Ubuntu, sebagaimana disampaikan oleh Mark Shuttleworth.

Kehadiran LibreOffice yang dibawa TDF memang berada di momen yang tepat. LibreOffice hadir di saat dunia open source sedang marah menghadapi Oracle yang memperlakukan Java dengan ‘semena-mena.’ Pertanyaannya adalah apakah LibreOffice memang layak dipertimbangkan kehadirannya?

Menurut salah seorang developer, Italo Vignoli, LibreOffice ke depan akan dikembangkan dengan memperhatikan beberapa poin utama.

  1. Source code rewrite setiap modul dalam LibreOffice mengingat source code berasal dari StarOffice yang merupakan source code lama.
  2. Mengurangi ketergantungan LibreOffice pada Java.
  3. Improvisasi layout fidelity pada Writer dan slideshow fidelity pada Impress. Dan yang terakhir adalah
  4. Konversi format dari office suite lain yang lebih baik.

Di sisi lain kekhawatiran akan hadirnya Mono, proyek yang didanai Novell, ke dalam LibreOffice juga cukup besar. Hal ini terlihat dari hadirnya Michael Meeks dalam TDF yang seorang karyawan Novell dan salah seorang developer dalam Go-OO–office suite karya sekelompok developer yang merasa tidak sabar dengan progres OpenOffice.org di bawah kendali Sun Microsystems.

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, nampaknya LibreOffice memiliki alur yang jelas dibanding OpenOffice.org ke depan. Saat ini versi Release Candidate 1 LibreOffice dapat diunduh secara gratis untuk Windows, Linux maupun Mac OS X.
Salah satu nilai lebih dalam LibreOffice adalah ia tidak memiliki hubungan dengan Oracle. Banyak fans open source yang akhirnya menjadikan Oracle sebagai musuh bersama karena ulahnya belakangan ini terhadap proyek-proyek open source milik Sun Microsystems yang telah dibelinya.

Hmm, seperti apa ya kira-kira LibreOffice itu? Kita tunggu aja sepak terjangnya di dunia office :)

Sumbernya dari sini

Artikel lain :

1. Iseng-iseng bikin novel sendiri.

2. Cerita tentang pengamen yang mengamen

3. Install Google earth di ubuntu 10.04
4. Full Circle Magazine, majalah penting untuk pemakai Ubuntu

Para pengguna Linux khusunya ubuntu tentu sudah tidak asing lagi sama sebuah majalah yang bernama FULL CIRCLE. Dari situsnya, ane bisa mengatakan bahwa majalah ini bersifat free, independent, didedikasikan untuk Ubuntu sebagai keluarga Sistem Operasi Linux. Jadi semua konten dari majalah ini jelas tentang seputar Ubuntu dan turunannya. Tidak hanya itu, di dalam juga banyak workshop pemrograman open source seperti pemrograman Python. Ada juga review game untuk ubuntu. Banyak deh isinya.

Baru saja ane download yang edisi ke-42 (Oktober 2010), masih belum ane baca jadi belum sempet review juga :) Tapi dari edisi-edisi sebelumnya ane bisa ngasih kesimpulan kalo majalah ini TOP BGT, selain isinya yang berbobot, pengetahuan kita tentang dunia open source juga bisa nambah. Hanya saja bahasa yang dipake masih Bahasa Inggris jadi, kadangkala emang rada susah juga sih untuk bisa paham hehehe.

Jadi gak usah lama-lama deh, kalo emang pengen tahu isi majalah ini langsung aja download di sini

Atau kunjungi saja websitenya di sini

Gratis kok :)

Ah, segini aja deh dulu tulisannya. CU then,,,