Bismillaahirrohmaanirrohiim

wisudaSehubungan dengan penyelenggaraan prosesi Wisuda di UIN Maliki Malang tanggal 5 Mei 2012 tadi, saya sudah membulatkan tekad untuk menyambut rekan-rekan seperjuangan saya yang telah berhasil meraih gelarnya. Rekan-rekan di jurusan Teknik Informatika, beberapa rekan jurusan lain, termasuk rekan satu alumni SMA dulu. Saya cukup menyesal telah terlambat melewatkan moment wisuda periode lalu ketika gagal bertemu dengan beberapa sahabat saya, jadi kali ini saya memang agak “memaksa” diri untuk datang.

Kenapa saya bilang memaksa? Ya tahu sendiri kebanyakan mahasiswa semester tua itu agak sensitif jika menyangkut perihal kelulusan seperti skripsi, sidang, yudisium, atau wisuda. Semacam ada tekaan batin ketika melihat beberapa rekan kita mendahului moment sidang skripsi atau bahkan yudisium. Melihat mereka bisa tersenyum lega sementara kita masih terkungkung dengan kewajiban studi yang belum selesai. Jadi menghadiri moment wisuda bisa berpotensi iri hati dan menambah tekanan batin. Tapi untuk sementara saya abaikan saja sugesti itu dengan menghadirinya.

Memang benar tekanan batin itu ada, tapi begitu melihat mereka para wisudawan dan wisudawati keluar dari gedung, perasaan itu justru berganti dengan perasaan haru dan senang. Ya senang melihat mereka yang telah berhasil menaklukkan tantangan studi hingga bisa menjadi sarjana. Apalagi jika bertemu dengan rekan-rekan satu angkatan yang bisa dibilang seperjuangan, saya justru merasa bangga. View full article »