Berikut Laporan Praktikum DBD 4 tentang Pengenalan Operator Dasar. Praktikum ini bertujuan agar kita dapat memahami operator dasar dalam standar query sql , dan memahami cara penggunaan operator dasar dalam hal manipulasi data.

Dengan menggunakan data pada tabel siakad yang digunakan pada praktikum yang ketiga.

1.   AS

Menampilkan dosen dengan nama dari kolomnya berupa nomor identitas, nama depan, nama belakang.

Perintah operator yang digunakan adalah AS.

AS biasa digunakan untuk menampilkan label kolom dengan nama lain sehingga yang akan muncul dalam hasil query bukan nama asli kolom, tetapi nama yang mungkin lebih sesuai dan mudah dimengerti. AS digunakan setelah nama kolom yang akan diganti yang kemudian diikuti dengan nama penggantinya. Berikut contoh struktur querynya :

SELECT [NAMA KOLOM] AS [NAMA KOLOM PENGGANTI] FROM [NAMA TABEL];

Berikut contoh penerapannya :


2.   AND dan OR

Menampilkan nama dosen jurusan teknik informatika yang berjenis kelamin laki-laki.

Perintah operator yang digunakan adalah AND.

Pada bagian sebelumnya kita menggunakan anak kalimat atau sintaks WHERE hanya pada konteks yang sederhana. Berikut ini kita akan mencoba menggunakan WHERE untuk konteks yang lebih kompleks lagi, anak kalimat where yang kompleks akan bekerja dengan baik dengan menggunakan kata AND dan OR. Berikut contoh query yang digunakan untuk soal ini adalah :

SELECT * FROM [NAMA TABEL] WHERE [NAMA KOLOM] = ‘[PENCARIAN 1]‘ AND [NAMA KOLOM] = ‘[PENCARIAN 2]‘;

Berikut contoh penerapannya :


3.   AND dan OR

Menampilkan nama dosen jurusan teknik informatika atau berjenis kelamin laki-laki.

Perintah operator yang digunakan untuk soal ini adalah OR.

Berikut contoh query OR :

SELECT * FROM [NAMA TABEL] WHERE [NAMA KOLOM] = ‘[PENCARIAN 1]‘ OR [NAMA KOLOM] = ‘[PENCARIAN 2]‘;

Berikut contoh penerapannya :


4.  BETWEEN

Menampilkan data dosen dari nomor 30 sampai dengan 50 dengan suatu tabel dosen yang terdapat 10 baris data dosen. Perintah operator yang digunakan adalah BETWEEN. BETWEEN digunakan untuk menentukan lebar nilai dari nilai terendah dan nilai tertinggi. Pada BETWEEN menggunakan operator pembanding seperti pada tabel berikut;

Logika operator BETWEEN sebagai berikut :
-   Nilai a dalam formula “a BETWEEN x AND y” indentik dengan “a >= x AND a <= y“
-  “a NOT BETWEEN x AND y “ identik dengan “a < x OR a > y”

Berikut contoh query BETWEEN yang digunakan :

SELECT * FROM [NAMA TABEL] WHERE [NAMA KOLOM] BETWEEN ‘[NILAI AWAL]‘OR ‘[NILAI AKHIR]‘;

Dan berikut contoh penerapannya :


5.   LIKE

Menampilkan semua data dosen yang namanya mempunyai awalan huruf “R”.

Perintah operator yang digunakan adalah LIKE ‘R%’.

LIKE digunakan ketika kita ingin mencari sebuah data yang hanya diwakili oleh salah satu atau lebuh hurufnya saja. Misalkan kita ingin mencari nama yang huruf awalnya R, maka kita harus menggunakan LIKE. Berikut adalah tabel contoh kasus penggunaan LIKE :

Berikut contoh query LIKE yang digunakan dengan kasus diawali dengan huruf  “R” yaitu dengan menggunakan operator seperti tabel diatas :

SELECT * FROM [NAMA TABEL] WHERE [NAMA KOLOM] LIKE ‘[OPERATOR]‘;

Dan berikut contoh penerapannya :

6.   LIKE

Menampilkan semua data dosen yang namanya mempunyai akhiran “o” dan huruf ke-3 dari nama tersebut terdapat huruf “i”.

Perintah operator yang digunakan adalah LIKE ‘__i%o’.

Berikut contoh querynya :

SELECT * FROM [NAMA TABEL] WHERE [NAMA KOLOM] LIKE ‘[OPERATOR]‘;

Dan berikut contoh penerapannya :

7.   DISTINCT

Menampilkan nomor jurusan di tabel dosen dengan nomor harus tidak ada yang sama dari baris pertama sampai akhir.

Perintah operator yang digunakan adalah DISTINCT.

DISTINCT sering kali diperlukan untuk mengembalikan hasil dari sebuah query dengan tidak terdapat duplikasi, artinya pada hasil outputnya tidak terjadi kesamaan data meskipun pada data sesungguhnya sangat mungkin banyak duplikasi.. Hal ini juga berlaku jika data yang ada dalam bentuk angka. Berikut contoh query yang digunakan :

SELECT DISTINCT [NAMA KOLOM] FROM [NAMA TABEL];

Dan berikut contoh penerapannya :


8.   LIMIT dan OFFSET

Menampilkan data dosen setidaknya 3 baris.

Perintah operator yang digunakan adalah LIMIT.

LIMIT dan OFFSET digunakan untuk membatasi jumlah output dari query berdasarkan jumlah row bukan karena kondisi seperti WHERE. Bisa dikatakan LIMIT adalah untuk menentukan jumlah baris yang akan ditampilkan yang dihitung dari baris pertama, sedangkan OFFSET digunakan untuk menghilangkan baris sesuai dengan jumlah yang diberikan pada OFFSET. Berikut contoh query yang digunakan :

SELECT * FROM [NAMA TABEL] ORDER BY [NAMA KOLOM] LIMIT 2;
Atau
SELECT * FROM [NAMA TABEL] ORDER BY [NAMA KOLOM] OFFSET 2;

Dan berikut contoh penerapannya :


9.   CASE

Menampilkan data dosen dengan persyaratan, jika jenis kelaminnya “L” maka tertulis laki-laki dan bila “P” maka tertulis perempuan.

Perintah opearator yang digunakan adalah CASE.

Meskipun SQL bukan merupakan sebuah prosedur bahasa perograman, namun dalam prosesnya dapat dengan bebas mengontrol data yang kembali dari query. Kata WHERE menggunakan perbandingan untuk mengontrol pemilihan data, sedangkan CASE perbandingan dalam bentuk output kolom. Jadi intinya penggunaan CASE akan membentuk output tersendiri berupa sebuah kolom baru dengan data dari operasi yang di dalamnya. Berikut contoh query penggunaan case, penentuan umur jika umurnya dibawah 1986-01-01 dianggap dewasa dan lebih dari itu dianggap remaja :

SELECT txt_NamaDepan, txt_NamaAkhir,dt_TglLahir, CASE WHEN dt_TglLahir < ’1986-01-01′ THEN ‘Dewasa’ ELSE ‘Remaja’ END AS Umur from pegawai;

Dan berikut penerapannya :



10.   UNION, EXCEPT, dan INTERSECT

Sebelumnya saya membuat tabel dengan nama makanan_berat dan makanan_ringan, serta mengisi data-data pada tabel tersebut :

1.   Create Table

Dengan menggunakan contoh query :

CREATE TABLE [NAMA TABEL];

2.   Isi Data dan Tampilan Tabel

Untuk mengisi data dengan menggunakan contoh query :

INSERT INTO IDENTITAS VALUES (1,’WAHYU’,’1992-07-23’,FALSE,’PROGRAMER’);

Untuk menampilkan data dengan menggunakan query :

SELECT * FROM [NAMA TABEL];

-   Makanan Berat

-   Makanan Ringan

Menampilkan data dari kedua tabel tersebut menggunakan UNION, EXCEPT dan INTERSECT.

a.   UNION

UNION digunakan untuk menggabungkan hasil dua buah query menjadi satu kolom. Berikut struktur query untuk UNION :


SELECT [NAMA KOLOM] FROM [NAMA TABEL] UNION SELECT [NAMA KOLOM] FROM [NAMA TABEL];

atau
SELECT [NAMA KOLOM] FROM [NAMA TABEL] UNION ALL SELECT [NAMA KOLOM] FROM [NAMA TABEL];

Dan berikut contoh penerapannya :


b.    EXCEPT

EXCEPT digunakan untuk menampilkan hanya query pertama saja, sedangkan hasil query kedua dan yang sama dengan hasil query kedua tidak akan ditampilkan. Berikut struktur query penggunaan EXCEPT :

SELECT [NAMA KOLOM] FROM [NAMA TABEL] EXCEPT SELECT [NAMA KOLOM] FROM [NAMA TABEL];

Dan berikut contoh penerapannya :


c.    INTERSECT

Perintah INTERSECT hanya akan menampilkan seluruh isi dari data yangmemiliki kesaman diantara hasil kedua query tersebut. Berikut struktur query penggunaan INTERSECT :

SELECT [NAMA KOLOM] FROM [NAMA TABEL] EXCEPT SELECT [NAMA KOLOM] FROM [NAMA TABEL];

Dan berikut contoh penerapannya :