FILSAFAT PANCASILA

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Ideologi secara praktis diartikan sebagai system dasar seseorang tentang nilai-nilai dan tujuan-tujuan serta sarana-sarana pokok untuk mencapainya. Jika diterapkan oleh Negara maka ideology diartikan sebagai kesatuan gagasan-gagasan dasar yang disusun secara sistematis dan dianggap menyeluruh tentang manusia dan kehidupannya, baik sebagai individu, social, maupun dalam kehidupan bernegara.

Pancasila sebagai Ideologi Terbuka, Pancasila jika dilihat dari nilai-nilai dasarnya, dapat dikatakan sebagai ideologi terbuka. Dalam ideology terbuka terdapat cita-cita dan nilai-nilai yang mendasar, bersifat tetap dan tidak berubah. Oleh kareanya ideology tersebut tidak langsung bersifat operasional, masih harus dieksplisitkan, dijabarkan melalui penafsiran yang sesuai dengan konteks jaman. Pancasila sebagai ideologi terbuka memiliki ideologi-ideologi idealitas, normative dan realities.

1.2 RUMUSAN MASALAH

  1. Bagaimana pengertian dari Pancasila sebagai Ideologi Nasional ?
  2. Bagaimana hubungan antara Ideologi Nasional dan Ideologi Agama Islam ?

1.3 TUJUAN MASALAH

1.  Untuk mengetahui Pengertian dari Pancasila sebagai Ideologi Nasional.

2.  Untuk mengetahui hubungan antara Ideologi Nasional dan Ideologi Agama Islam.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pancasila sebagai Ideologi Nasional

Ideologi dapat dirumuskan sebagai kompleks pengetahuan daan nilai, yang secara keseluruhan menjadi landasan bagi seseorang (atau masyarakat) untuk memahami jagat raya dan bumi seisinya serta menentukan sikap dasar untuk mengolahnya. Pada hakikatnya ideiologi tidal lain adalah hasil refleksi manusia berkat kemampuannya mengadakan distansi terhadat dunia kehidupannya.

Antara keduanya, yaitu ideologi dan kenyataan hidup masyarakat terjadi hubungan dialektis, sehingga berlangsung pengaruh mbal balik yang terwujud dalam interaksi yang di satu pihak memacu ideologi makin realistis dan di lain pihak mendsorong masyarakat makin mendekati bentuk yang ideal.

Ideologi nasional adalah erat hubungannya dengan dasar negara. Apabila dasar negara menekankan kepada pengertian pondamennya negarsebagai perubahan bangsa, maka ideologi nasional llebih menekankan kepada keseluruhan pancarannya pondamen-pondamen itu kedalam cit-cita yang mengisi perumahan bangsa itu.

Fungsi pancasila :

  1. struktur kognif, merupakan keseluruhan pengetahuan yang dapat merupakzn landasan untuk memahami dan menafsirkan dunia serta kejadian-kejadiannya dalam alam sekitarnya.
  2. Orientasi dasar dengan membuka wawasan yang memberikan makna serta menunjukkan tujuan dalam kehidupan manusia.
  3. Norma-norma yang menjadi pedoman dan pegangan bagi seseorang untuk melangkah dan bertindak.
  4. Bekal dan jalan seseorang untuk menemukan identitasnya.
  5. Kekuatan yang mampu menyemangati dan mendorong seseorang untuk menjalani kegiatan dan mencapai tujuan.
  6. Pendidikan bagi seseorang tau masyarakat untuk memahami, menghayati srta memolakan tingkah lakunya sesuai dangan orientasi dan norma-norma yang tergantung di dalamnya.

2.2 Hubungan antara Ideologi Nasional dan Ideologi Agama Islam.

Terdapat beberapa korelasi atau hubungan antara ideologi nasional dengan ideologi agama islam yang dikelompokkan menjadi tiga kelompok:

  1. Integralistik, yaitu suatu sitim pemerintahan dimana peraturan-peraturan negara yang berlaku sama dengan peraturan-peraturan agama. Jadi apabila melanggar peraturan agama sama halnya dengan melanggar peraturan negara, begitu pula sebaliknya. Dapat dikatakan bahwa agama adalah dasar pembentukan negara dan negara adalah perwujudan agama. Negara yang menerapkan sistim pemerintahan integralistik contohnya adalah neraga Iran yang menganut ajaran agama islam dan negara Roma yang menganut ajaran agama kristen katolik.
  2. Simbiotik. Dalam sistim pemerintahan ini antara agama dengan negara saling menguntungkan serta melengkapi meskipun tidak sepenuhnya. Seperti negara Belanda dan negara Australia.
  3. Sekularistik. Dalam sistim pemerintahan ini tidak ada saling keterkaitan antara agama dengan negara.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari berbagai pengertian tentang ideologi maka dapat disimpulkan bahwa ideologi adalah suatu ilmu yang berkaitan denga cita-cita yang terdiri atas seperangkat gagasan-gagasan atau pemikiran manusia mengenai soal-soal cita politik, doktrin, atau ajaran, nilai-nilai yang berhubungan dengan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Powered by WordPress | Find Cheap Cell Phones at iFreeCellPhones.com. | Thanks to Palm Pre Blog, Video Game Music and Car Insurance