Ketentuan Dan Ciri-Ciri Khas Makkiyah Dan Madaniyah

Para ulama telah meneliti surat-surat Makkiyah dan Madaniyah dan menyimpulkan beberapa ketentuan analogis bagi keduanya, yang menerangkan ciri-ciri khas gaya bahasa dan persoalan-persoalan yang dibicarakannya. Dari situ mereka dapat menghasilkan kaidah-kaidah dengan ciri-ciri tersebut.

  1. Ketentuan Surat Makkiyah yang bersifat Qath’i

Surat Makkiyah yang bersifat qat’I ada 6 macam yaitu sebagai berikut :

  1. Setiap surat yang didalamnya mengandung “sajdah” maka surat itu Makkiyah.
  2. Setiap surat yang mengandung lafal “kalla”berarti Makkiyah. Lafal ini hanya terdapat dalam separuh terakhir dari Qur`an dan di sebutkan sebanyak tiga puluh tiga kali dalam lima belas surat.
  3. Setiap surat yang mengandung “yaa ayyuhan naas” dan tidak mengandung “yaa ayyuhal ladzinaa amanuu”, berarti Makkiyah. Kecuali surat al-Hajj yang pada akhir surat terdapat ayat “yaa ayyuhal ladziina amanuur ka`u wasjudu”. Namun demikian sebagian besar ulama berpendapat bahwa ayat tersebut adalah Makkiyah.
  4. Setiap surat yang menngandung kisah para nabi umat terdahulu adalah Makkiyah, kecuali surat Al Baqarah.
  5. Setiap surat yang mengandung kisah Adam dan iblis adalah Makkiyah, kecuali surat Al Baqarah.
  6. setiap surat yang dibuka dengan huruf-huruf singkatan seperti “alif lam mim”, “alif lam ra”, “ha mim” dll, adalah Makkiyah. Kecuali surat baqarah dan ali-imran, sedang surat Ra`ad masih diperselisihkan.
  7. 2. Tema & Gaya Bahasa Surat Makkiyah yang bersifat Ablaghi

Dari segi ciri tema dan gaya bahasa sebagai berikut :

  1. Ajakan kepada tauhid dan beribadah hanya kepada Allah, pembuktian mengenai risalah, kebangkitan dan hari pembalasan, hari kiamat dan kengeriannya, neraka dan siksanya, surga dan nikmatnya, argumentasi dengan orang musyrik dengan menggunkan bukti-bukti rasional dan ayat-ayat kauniah.
  2. Peletakan dasar-dasar umum bagi perundang-undangan dan ahlak mulia yang menjadi dasar terbentuknya suatu masyarakat, dan penyingkapan dosa orang musyrik dalam penumpahan darah, memakan harta anak yatim secara dzalim. Penguburan hidup-hidup bayi perempuan dan tradisi buruk lainnya.
  3. Menyebutkan kisah para nabi dan umat-umat terdahulu sebagai pelaran bagi mereka sehingga megetahui nasib orang yang mendustakan sebelum mereka, dan sebagai hiburan buat Rasulullah SAW sehingga ia tabah dalam mengadapi gangguan dari mereka dan yakin akan menang.
  4. Suku katanya pendek-pendek atau ayat-ayat Makkiyah itu pendek-pendek dan dinamai ayat-ayat Qishar. disertai kata-kata yang mengesankan sekali, pernyataannya singkat, ditelinga terasa menembus dan terdengar sangat keras. Menggetarkan hati, dan maknanya pun meyakinkan dengan diperkuat lafal-lafal sumpah, seperti surat-surat yang pendek-pendek. Dan perkecualiannya hanya sedikit.
  5. Terdapat banyak lafadz sumpah.

Category: Study Qur'an
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>