MENERJEMAHKAN SURAT AL-KAUTSAR

PROLOG

Surat Al Kautsar merupakan surat yang terpendek dalam Al Qur`an. Isinya mengandung ungkapan-ungkapan yang indah lagi mengagumkan, membuat yang membacanya berdecak kagum. Makna-makna kalimatnya yang kuat dan istimewa menunjukkan menjadi bagian mukjizat Ilahi.

Betapa agung surat ini dan betapa melimpah pelajaran-pelajaran yang bisa dipetik dalam bentuknya yang ringkas. Sebenarnya, makna surat ini dapat diketahui melalui ayat penutupnya. Allah telah menghalangi kebaikan dari orang-orang yang membenci RasulNya. Ia terhalangi untuk mengingatNya, hartanya dan keluarganya, sehingga pada gilirannya, di akhirat ia akan merugi akibat dari semua perbuatan yang tidak terpuji terseut. Kehidupannya pun tanpa nilai, tidak mendatangkan manfaat. Ia tidak membekali diri dengan amalan shalih saat hidup di dunia, sebagai bekal di hari akhiratnya. Hatinya akan terhalangi dari kebaikan, sehingga dia tidak mengenali kebaikan, apalagi mencintainya. Begitu juga ia terhalang dari beriman kepada RasulNya. Amalan-amalannya akan terhalangi dari ketaatan. Tidak ada satupun yang menjadi penolong baginya. Dia tidak akan memberikan apresiasi terhadap ajaran Rasulullah, bahkan ia menolaknya untuk memuaskan hawa nafsunya atau pengikutnya, gurunya, pemimpinnya dan lain-lain.

Oleh karena itu, berhati-hatilah, jangan membenci sesuatu yang datang dari Rasulullah atau menolaknya untuk memuaskan hawa nafsumu, atau membela mazhabmu, atau disibukkan dengan syahwat-syahwat atau urusan dunia. Sesungguhnya Allah l tidak mewajibkan untuk taat kepada seseorang, kecuali taat kepada RasulNya, dan mengambil apa-apa yang datang darinya. Jika seluruh makhluk menyelisihi seorang hamba sementara ia taat kepada Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak akan menanyainya tentang itu. Maka barangsiapa yang taat atau ditaati, sesungguhnya hal itu terjadi hanya dengan mengikuti Rasul. Seandainya diperintahkan dengan sesuatu yang menyelisihi Rasul, maka tidak perlu ditaati. Pahamilah hal itu, dan dengarkanlah. Taatilah dan ikutilah, jangan berbuat bid`ah, niscaya amalanmu tidak akan terputus dan tertolak. Tidak ada kebaikan bagi amalan yang jauh dari Sunnah Rasul, dan tidak ada kebaikan bagi orang yang mengamalkannya.

  1. Membaca Surat Al-Kautsar dan menerjemahkannya.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَر

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

Terjemahan:

  1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.
  2. Maka dirikanlah shalat karena Rabb-mu dan berkurbanlah.
  3. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu, ia adalah yang terputus (dari rahmat Allah). [QS: Al Kautsar : 1-3]
  1. B. Makna Lazfiyah surat al- Kautsar
Media pembelajaran untuk strategi pembelajaran “Simak Cari Dapat” tema: Q.S. al-Kautsar
Ayat 1
maka                                                              فَ

shalatlah                                                      صَلِّ

karena                                                             لِ

tuhanmu                                                      رَبِّكَ

dan                                                                  وَ

berkurbanlah                                               انْحَرْ

Sesungguhnya kami                                       إِنَّا

Telah memberikan                                     أَعْطَيْنَا

kepadamu                                                      ك

Nikmat yang banyak                                الْكَوْثَر

sesungguhnya                                                                                                                             إِنَّ

orang-orang                                                                                                                            شَانِئَ

yang benci kamu                                                                                                                         كَ

ia adalah                                                                                                                                    هُوَ

Yang terputus                                                                                                                        الْأَبْتَرُ

Coret-coretlah kotak atau ruang kosong dibawah ini!ini adalah ruang bagi ananda untuk melatih memori atau ingatan ananda terhadap arti ayat diatas dan mentashihnya kembali! Lakukan ya!

Contoh kartu yang dibagikan kepada siswa untuk strategi pembelajaran

“Simak Cari Dapat”

Untuk mempermudah proses pembelajaran, bapak atau ibu guru bisa memanfaatkan media kartu dibawah ini untuk pembelajaran. Guntinglah kartu-kartu yang tersedia pada beberapa halaman dibawah ini!bagikan kepada para siswa.

Coba ananda diskusikan dengan teman-teman sekelompok mengenai materi surat al-Kautsar dengan melihat kotak ayat dibawah ini! Tanyakan kepada bapak atau ibu guru ananda jika ananda mengalami kesulitan! Selamat berlatih dan Berdiskusi!

DISKUSI KELOMPOK

Tema               : Al-Qur’an surat al-Kautsar

Materi diskusi :

  • Kelompok strawberry, mendiskusikan tentang bagaimana sikap ananda jika diberi oleh Allah nikmat yang banyak, begitu pula dengan sebaliknya bagaimana sikap ananda jika diberi oleh Allah nikmat yang kurang atau cukup?.
  • Kelompok Manggis, mendiskusikan tentang bagaimana sikap ananda apabila ketika ananda shalat, salah satu teman dari ananda mengganggu kekhusyu’an shalat ananda?
  • Kelompok Alpukat, mendiskusikan tentang perilaku-perilaku apa sajakah yang mencerminkan bahwa diri seseorang senantiasa beriman kepada Allah

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَر

Orang-orang musyrik di Mekah dan Orang-orang munafik di Madinah mencemoohkan dan mencaci-maki Nabi sebagai berikut:

  1. Pengikut-pengikut Muhammad terdiri dari orang-orang biasa yang tidak mempunyai kedudukan, kalau agama yang dibawanya itu benar tentu yang menjadi pengikutnya pengikut-pengikutnya orang-orang mulia yang berkedudukan di antara mereka. Ucapan ini bukanlah suatu keanehan, karena kaum Nuh juga dahulu kala telah menyatakan yang demikian kepada nabi Nuh A.S. sebagaimana firman Allah:

فقال الملأ الذين كفروا من قومه ما نراك إلا بشرا مثلنا وما نراك اتبعك إلا الذين هم أراذلنا بادي الرأي وما نرى لكم علينا من فضل بل نظنكم كاذبين

Artinya:
Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnnya: “Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan ‘kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta”.Q.S. (Hud): 27.

Sunatullah yang berlaku di antara hamba-hamba-Nya, bahwa mereka yang cepat menerima panggilan para rasul adalah orang-orang biasa, orang lemah karena mereka tidak takut kehilangan, karena mereka tidak mempunyai pangkat atau kedudukan yang ditakuti hilang. Dari itu pertentangan terus-menerus terjadi antara mereka dengan para rasul, tetapi Allah senantiasa membantu para rasul Nya dan menunjang dakwah mereka.
Begitulah sikap penduduk Mekah terhadap dakwah Nabi SAW. pembesar-pembesar dan orang-orang yang berkedudukan tidak mau mengikuti Nabi karena benci kepada beliau dan terhadap orang-orang biasa yang menjadi pengikut beliau.

  1. Orang-orang Mekah bila melihat anak-anak Nabi meninggal dunia, mereka berkata, “Sebutan Muhammad akan lenyap dan dia akan mati punah”. Mereka mengira bahwa kematian itu suatu kekurangan lalu mereka mengejek Nabi dan berusaha menjauhkan manusia dari Nabi SAW.
  2. Orang-orang Mekah bila melihat suatu musibah atau kesulitan yang menimpa pengikut-pengikut Nabi, mereka bergembira dan bersenang hati serta menunggu kehancuran mereka dan lenyapnya sebutan mereka, lalu kembalilah kepada mereka kedudukan mereka yang semula, yang telah diguncangkan oleh agama baru itu.

Maka pada surah itu Allah menyampaikan kepada Rasul-Nya, bahwa tuduhan-tuduhan yang dilontarkan oleh orang-orang musyrik itu adalah suatu purbasangka yang tidak ada artinya sama sekali. Namun semua itu adalah untuk membersihkan jiwa-jiwa yang masih dapat dipengaruhi oleh isyu-isyu tersebut dan untuk mematahkan tipu daya orang-orang musyrik, agar mereka mengetahui bahwa perjuangan Nabi SAW., pasti akan menang dan pengikut-pengikut beliaupasti akan bertambah banyak.

Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia telah memberi Nabi-Nya nikmat dan anugerah yang tidak dapat dihitung banyaknya dan tidak dapat dinilai tinggi mutunya, walaupun (orang musyrik) memandang hina dan tidak menghargai pemberian itu disebabkan kekurangan akal dan pengertian mereka. Pemberian itu berupa kenabian, agama yang benar, petunjuk-petunjuk dan jalan yang lurus yang membawa kepada kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

  1. Menghafal Surat al-Kautsar dan terjemahannya

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَر

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.

Hafal ayat 1 Lancar Kurang lancar Tidak lancar 3   2   1
Hafal terjemah Benar semua Sedikit salah Banyak salah 3   2   1

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Maka dirikanlah shalat karena Rabb-mu dan berkurbanlah.

Hafal ayat 1 Lancar Kurang lancar Tidak lancar 3   2   1
Hafal terjemah Benar semua Sedikit salah Banyak salah 3   2   1

إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu, ia adalah yang terputus (dari rahmat Allah)

Hafal ayat 1 Lancar Kurang lancar Tidak lancar 3   2   1
Hafal terjemah Benar semua Sedikit salah Banyak salah 3   2   1
  1. Asbabun nuzul surat Al-Kautsar

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

  1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.
  2. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkorbanlah.
  3. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.

Surat ini diturunkan berkaitan dengan pernikahan Fatimah Az-Zahra dengan Imam Ali bin Abi Thalib as , dan juga sebagai jawaban terhadap tuduhan bahwa keturunan Rasulullah SAW terputus. Yang dimaksud dengan “Nikmat yang banyak” adalah Rasulullah SAW memiliki keturunan yang banyak dan baik, melalui Fatimah Az-Zahra dengan Imam Ali bin Abi Thalib as, yang keturunan itu menjadi para Imam yang memberi petunjuk dengan perkara Allah kepada ketaatan dan keridhaan-Nya. Adapun yang dimaksud dengan “Orang yang membencimu dialah yang terputus” adalah orang yang beranggapan bahwa Rasulullah SAW tidak memiliki keturunan

Menurut KH. Quraish Shihab seorang ulama besar ahli tafsir terkemuka Indonesia, dalam bukunya yang berjudul “Tafsir AlQuran — Tafsir atas Surat2 Pendek Berdasarkan Urutan Wahyu” terbitan Pustaka Hidayah. Surat Al-Kautsar ini diturunkan di Mekkah dan merupakan surat ke-14 dalam turunnya wahyu serta surat ke-108 dalam urutan mushaf. “Al-Kautsar” menurut arti kata berasal dari akar kata yang sama dengan “Katsir” yang berarti “banyak”. Jadi Al-Kautsar berarti sesuatu nikmat yang banyak.

KH. Quraish Shihab mengemukakan bahwa Ulama berbeda pendapat dalam mengartikan “Al-Kautsar” pada surat ini:

Pendapat 1. Sebagian berpegang pada hadist nabi dari Anas bin Malik (Muslim dan Ahmad) yang menceritakan “Al-Kautsar” sebagai sebuah nama telaga yang ada di surga yang dianugerahkan oleh Allah kepada Nabi SAW.

Pendapat 2. Sebagian lagi berpegang sejarah pada hadist lainnya mengenai ejekan “Abtar” yang berarti “terputus keturunan”. Sehingga Al-Kautsar berarti Allah menganugerahkan keturunan yang banyak kepada Rasulullah SAW.

Tafsir ini dikutip oleh Suyuthi dalam bukunya Asbab Annuzul serta Addur Al-Mantsur serta pakar tafsir lainnya seperti Al-Alusy, Al-Qasimy,Al-Jamal, Abu Hayyan dll. Serta juga oleh Muhammad Abduh dan Thabathabai.

Pendapat ini juga merupakan pendapat yang paling banyak dipercaya oleh ulama tafsir. Menurut KH.Quraish Shihab, hadist dari Anas bin Malik (Muslim dan Ahmad) tentang Al-Kautsar ini, ditolak oleh Muhammad Abduh sebagai penjelasan terhadap surat Al-Kautsar.

Pendapat 3. Sebagian lagi menganggap bahwa Al-Kautsar berarti keduanya yaitu nikmat Allah yang bayang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW. Salah satunya berupa keturunan yang banyak serta telaga di surga serta nikmat-nikmat lainnya.

Dikisahkan dalam sejarah, bahwa setelah putera nabi yang terakhir meninggal sebelum sempat memiliki keturunan, sedangkan saat itu nabi serta Khadijah dalam usia yang telah cukup tua dan Khadijah sedang mengandung. Semua orang menunggu apakah Khadijah akan memberikan seorang anak lelaki atau perempuan. Ketika ternyata Khadijah melahirkan seorang puteri (yang kemudian diberi nama Fatimah Az-Zahra) maka orang-orang Quraish bersorak dan mengatakan bahwa Muhammad “Abtar”. “Abtar” adalah ejekan yang diberikan kepada orang yang terputus keturunannya.

Allah kemudian menurunkan wahyu kepada Muhammad SAW berupa surat Al-Kautsar ini bahwa Allah sesungguhnya telah memberikan nikmat yang banyak dengan kelahiran Fatimah tersebut. Bahwa Rasulullah SAW tidaklah “Abtar” bahkan dari rahim Fatimah akan lahir keturunan yang banyak. Selanjutnya Rasulullah diperintahkan untuk bersholat dan berkurban (aqiqah sebagai wujud rasa syukurnya). Dan pada ayat ketiga disebutkan bahwa musuh-musuh Rasulullah yang mengejek itulah yang kemudian diejek oleh Al-Quran sebagai “Abtar”.

Surat ini dimulai dengan kata “Inna” yang menunjukkan bahwa berita yang akan diungkapkan selanjutnya adalah sebuah berita yang besar yang boleh jadi lawan bicara atau pendengarnya meragukan kebenarannya. KH. Quraish Shihab juga mengutip pendapat lainnya bahwa penggunaan kata “kepadamu” menunjukkan bahwa anugerah Allah tsb (berupa keturunan yang banyak) tidak terkait dengan kenabian melainkan merupakan pemberian Allah kepada pribadi Nabi Muhammad SAW yang dikasihi-Nya.

Dalam buku tersebut juga dikemukakan beberapa argumen yang mendukung bahwa dhurriyah Rasulullah SAW memang dilanjutkan melalui rahim Fatimah dan bukan melalui anak lelakinya. Diantaranya bahwa Alquran menganggap Isa AS sebagai dhurriyah Ibrahim meskipun lahir dari Maryam (seorang perempuan keturunan Ibrahim) dalam Al-An’am 84-85. Juga banyak hadist yang mengutarakan bahwa Rasulullah memanggil Hasan-Husein sebagai “anakku”.

Sejarah kemudian membuktikan bahwa dari rahim Fatimah kemudian Rasulullah memperoleh 2 orang putera yang sangat dicintai beliau yaitu Hasan dan Husein. Kemudian setelah peristiwa Karbala maka satu-satunya anak lelaki yang tersisa dari keturunan Husein yaitu Ali Awsath yang bergelar “Zainal Abidin” atau “Assajad” (ahli sujud) kemudian meneruskan keturunan Nabi SAW. Demikian juga keturunan dari Hasan. Husein sendiri tercatat memiliki 6 anak lelaki, dan hanya 1 yang selamat setelah Karbala. Sedangkan Hasan bin Ali memiliki 11 anak lelaki, beberapa diantaranya meneruskan keturunan. Hingga saat ini. –Alhamdulillah– ada banyak sekali dhurriyah (keturunan) Nabi SAW dari Fatimah terutama via Ali Zainal Abidin Assajjad bin Husein bin Ali bin Abi Thalib dan kemudian menyebar di seluruh muka Bumi. Bahkan menurut KH. Quraish Shihab, dhurriyah (keturunan) Nabi SAW ini begitu banyaknya dibandingkan keturunan manusia lainnya.

  1. E. Kandungan surat Al-Kautsar

Surat Al-Kautsar terdiri dari 3 ayat. Surat Al-Kautsar dinamakan surat Makkiyah karena diturunkan di Mekkah yakni sebelum Nabi Muhammad melakukan hijrah ke Madinah. Ciri-ciri lain dari surat makiyah ialah ayatnya pendek-pendek dan berisi tentang keimanan. Surat ini menempati surat ke 108 dari 114 surat dalam Al-Qur’an.

Jeritan  dan tangisan  saudara kita di berbagai daerah yang tertimpa bencana alam dan bencana sosial politik terdengar nyaring dan menyayat-nyayat, seakan-akan ingin membuka tirai tebal yang menutup hati kaum muslimin dan bangsa Indonesia. Bencana-bencana tersebut menambah berat saja beban kaum Muslimin dan bangsa yang selama beberapa tahun terakhir dilanda krisis berkepanjangan. Adalah Krisis moneter, krisis ekonomi, krisis politik dan krisis moral merupakan pangkal awal penyebabnya. Kondisi seperti ini masih sangat kental terasa bahkan menjelang hari raya kurban tahun 1431 H kali ini.

Terkait dengan moral, nilai kemanusiaan dan Idul Adha, surat Al-Kautsar (QS. 108: 1-3) memberikan pesan tentang 3 hal penting dalam hidup ini :

Artinya : 1) Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak, 2) maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah, 3) Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).

Dari ayat diatas terdapat tiga kata kunci penting dalam hidup ini, yaitu nikmat yang banyak, shalat, dan berkurban. Allah telah memberikan karunia dan nikmat yang teramat banyak, segala sisi dalam hidup ini penuh dengan nikmat. Jika ingin agar nikmat tersebut lestari maka lakukanlah Shalat, karena fungsi sholat adalah memperkuat hubungan vertikal agar nikmat tersebut memiliki nilai transenden dan hakiki. Selain itu, lakukan Pengorbanan agar secara sosial nikmat tersebut menjadi nikmat untuk sesama. Mungkinkah orang mampu merasakan nikmat Tuhan jika ia hanya merasakannya untuk dirinya sendiri? Jawabannya : Tidak mungkin. Ia harus merasakan setiap nikmat yang dikaruniakan ALLAH kepadanya bersama dengan orang lain, karenanya berkurban merupakan keniscayaan agar nikmat itu dirasakan oleh orang lain dan memperoleh nilai hakikinya. Bukan nikmat semu tetapi nikmat yang merasuk dalam hidup kita selamanya.

Kurban merupakan kata kunci bagi terciptanya harmonitas masyarakat dan bangsa. Tanpa pengorbanan, cita-cita luhur pembangunan hanyalah retorika belaka. Kepedihan yang menimpa sekian banyak umat Islam dan bangsa ini juga berawal dari tidak adanya pengorbanan yang sejati.  Yang terjadi saat ini hanyalah sebuah perbincangan, harapan, dan retorika politis tentang pengorbanan dan belum menjadi kurban dalam arti yang komprehensip yaitu berkorban ilahiyah-vertikal dan sosial-horisontal.

Pengorbanan sejati pasti didasari oleh adanya niatan yang tulus karena Allah Swt. Dan bukan untuk ajang unjuk kekayaan dan prestise. Motivasi berkurban adalah untuk Taqarrub, (mendekatkan diri agar kita bisa lebih dekat dengan pencipta kita). Berkurban juga harus didasari oleh pertimbangan akal-rasio dan ilmu yang memadai yaitu untuk kepentingan kemaslahatan, kemakmuran dan kedamaian masyarakat umum. Berkurban dengan menyembelih kambing, kerbau atau sapi adalah sebagian dari berkurban dalam arti yang luas. Berkurban juga dapat dilakukan dengan penyediaan fasilitas umum, penyediaan fasilitas pendidikan yang representatif untuk membangun SDM, pelestarian alam agar alam selalu bersahabat dengan kita tetap dan bertambah subur, indah, dan nyaman bagi kehidupan setiap makhluk, bisa juga dengan mernyisihkan sebagian hartanya untuk menjadi orang tua asuh anak-anak prestatif yang dhu’afa seperti di Beasiswa Percikan Iman (BsPI) & Beasiswa Da’I Untuk Indonesia (DUNIA), bahkan ikut serta berpartisipasi ke program kesehatan menjadi Mitra Kartu Sehat AMANY.

Berkurban juga harus didasari oleh kesadaran akan pesan moral-etis yang terkandung di dalamnya sehingga ada upaya yang terus menerus untuk meningkatkan spiritualitas diri dan masyarakatnya.

Di antara pesan moral, ahlak yang dapat kita sebutkan adalah :

  1. Berkurban berarti adanya kesediaan untuk memotong sebagian kekayaan kita yang berwujud kambing, kerbau, sapi untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas. Dalam hal ini berkorban juga kesediaan untuk memotong sebagaian kekayaan lain seperti ayam, padi, pakaian, tempat tinggal atau pekarangan dan uang untuk dimanfatkan oleh diri, keluarga dan masyarakat luas.
  2. Berkurban berarti adanya kesediaan untuk memotong sebagaian tenaga yang kita miliki untuk kepentingan umum, untuk keluarga, untuk saudara-famili, tetangga, dan masyarakat serta bangsa. Orang yang telah terilhami makna kurban, ia akan senantiasa siap bergaul dengan baik dengan lingkungan sosial (juga fisik-material) di sela-sela kesibukannya.
  3. Berkorban berarti adanya kesediaan untuk menyebarkan ilmu dan keterampilannya (dakwah dan ta’lim) untuk pemberdayaan masyarakat dengan mengajar anak-anak dan remaja serta mengajar setiap orang yang membutuhkan seperti mengajar tentang baca-tulis (al-Qur’an), ilmu-pengetahuan, pekerjaan (skill) dan kemasyarakatan. Berkorban dalam arti ini juga kesediaan untuk ikut berpartisipasi dalam mencari alternatif penyelesaian problem atau masalah keummatan dengan memeras otak dan fikiran untuk memperoleh hasil pemikiran yang benar-benar orisinil, maslahat, dan menyentuh kebutuhan umat.
  4. Berkorban untuk berpartisipasi dalam proses kepemimpinan (imamah) dan memegang kepemimpinan dengan penuh tanggungungjawab (amanah). Seseorang berkenan menjadi pemimpin untuk kebaikan umat, jika dipilih dan ia berkenan pula untuk mundur tatkala diyakini kurang memberikan kemaslahatan bagi umat sekaligus ia mau memberi kesempatan pada generasi yang lebih potensial untuk menjadi pemimpin. Kesediaan untuk maju ke tampuk kepemimpinan, mundur dan memberi kesempatan orang lain maju karena tuntutan masyarakat yang sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh UU adalah bagian dari berkorban. Sebagai rakyat, berkorban adalah menjadi warga bangsa yang baik, partisipatif, kreatif dan mampu melakukan kontrol yang bermoral untuk pemimpin dan lingkungan sosialnya. Rakyat yang siap menciptakan kepemimpinan yang adil, jujur dan bijaksana adalah bagian dari pengorbanannya.
  5. Berprilaku positif dalam bergaul (mu’asyarah bi al-ma’ruf) dengan keluarga (anak-anak dan istri), orang tua, mertua, serta melakukan proses edukasi yang terus menerus bagi mereka juga bagian dari makna berkorban. Bertutur kata dengan bahasa yang sopan tatkala bergaul atau melakukan kritik konstruktif (bermoral) merupakan bagian dari berkorban. Berpakaian yang sopan, indah, serasi, dan menutup aurat merupakan bagian dari berkorban dalam arti yang lebih aplikatif.

Demikian antara lain artikulasi korban dalam kehidupan riil sehari-hari. Pemahaman akan arti korban seperti ini belum terealisasikan secara konsisten di masyarakat Muslim. Alhamdulillah kaum muslimin sudah mulai banyak yang sadar akan pentingnya “Berkurban dengan Menyembelih Hewan Kurban tetapi yang perlu ditingkatkan adalah Berkurban dalam arti luas yang menyentuh seluruh aspek lehidupan manusia seperti di atas”.

  • Jadilah ananda anak yang baik dalam masalah keyakinan beragama dan beribadah, janganlah mengganggu dan mencela
  • Hendaklah selalu hidup rukun dalam pergaulan sehari-hari walaupun ada teman kalian yang berbeda agama
  • Sadarilah kita di dunia kita banyak dikaruniai kenikmatan, Iman, Islam, umur, kesehatan dll.. Maka nikmat mana lagi yang kau dustakan.
  • Shalat merupakan amalan yang pertama dihisab. Bila baik shalatnya baik pula amalan lainnya,begitupula sebaliknya.
  • Ø Orang yang membenci Sunnah Rasul adalah orang yang terputus dari Beliau. Na’udzubillah

Berilah tanda centang (Ö) pada jawaban yang sesuai dengan keadaan ananda dan jawablah dengan jujur!

No Kegiatan Jawaban
ya Kadang-kadang tidak
1 Saya selalu membaca surat Al-kautsar
2 Saya selalu bersyukur atas nikmat Allah
3 Saya meyakini agama Islam saya dengan keyakinan yang kuat
4 Saya selalu shalat 5 waktu dalam sehari
5 Saya sudah hafal Surat Al-Kautsar
6 Saya sudah hafal arti surat Al-Kautsar
7 Saya mengagumi keaguangan akhlak Rasulullah SAW
8 Saya mengamalkan ajaran islam dengan baik
  1. Surat Al-Kautsar termasuk surat Makiyah
  2. Ciri surat makiyah ialah diturunkan di mekah, berisi tentang keimanan dan ayat-ayatnya pendek-pendek
  3. Surat Al-Kautsar diturunkan sebelum nabi hijrah
  4. Surat Al-Kautsar berarti Nikmat yang Allah berikan yang kautsar,yang dapat berarti telaga kautsar atau banyak. Telaga kaustar adalah danau di Surga yang memberikan kesegaran kepada yang meminumnya dan tidak akan merasa penuh perutnya meskipun ia minum terus menerus. Banyak, karena sedari kita di dunia kita dikaruniai banyak kenikmatan, Iman, Islam, umur, kesehatan dll.. Maka nikmat mana lagi yang kau dustakan. Surat ini juga menerangkan tentang Orang yang membenci Sunnah Rasul adalah orang yang terputus dari Beliau.
  5. Contoh dari orang yang membenci Rasul ialah Al-Ash bin Wail As-Sahmy, Abu Jahal.
  6. Wajib bagi kita untuk menunaikan shalat wajib 5 waktu dalam sehari
  1. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, atau d untuk jawaban yang paling benar!
  1. Surat al-Kautsar terdiri dari…..ayat
  1. 4
  2. 5
  3. 3
  4. 6
  1. الْكَوْثَر artinya adalah…..
  1. Nikmat yang banyak
  2. Salah yang banyak
  3. Nikmat yang sedikit
  4. Hikmat yang banyak
  1. Yang terputus bahasa qur’annya ialah…..
  1. شَانِئَ
  2. الْأَبْتَرُ
  3. أَعْطَيْنَا
  4. إِنَّ
  1. Yang bukan termasuk kandungan surat Al-Kautsar adalah…..
  1. Menyembelih hewan qurban
  2. Shalat 5 waktu
  3. Zakat ialah wajib
  4. Musuh umat islam
  1. إِنَّا arti lafal disamping ialah…..
  1. Seandainya
  2. Sesungguhnya
  3. Seumpama
  4. Andaikan
  1. Telah memberikan adalah terjemhan ayat yang berbunyi…..
  1. أَعْطَيْنَا
  2. إِنَّا
  3. الْكَوْثَر
  4. شَانِئَ
  1. Yang dimaksud dengan nikmat yang banyak pada surat Al-Kautsar adalah Rasulullah memiliki keturunan…..
  1. Yang benar dan salah
  2. Yang banyak dan baik
  3. Yang banyak dan salah
  4. Yang sedikit dan benar
  1. kesediaan untuk memotong sebagian kekayaan kita yang berwujud kambing, kerbau, sapi untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas adalah arti dari…..
  1. zakat
  2. haji
  3. shalat
  4. qurban
  1. Isilah titik dibawah ini dengan jawaban yang benar!
  1. Surat Al-Kautsar diturunkan di…..
  2. Makna surat al-Kautsar dapat terlihat pada ayat…..
  3. Sebutkan 5 shalat wajib dalam sehari…..
  4. Penyembelihan hewan qurban dimulai sesudah…..
  5. Berilah contoh orang yang membenci Rasulullah SAW…..
  1. Isilah titik-titik dibawah ini dengan singkat dan jelas!
  2. Apakah yang dimaksud dengan berurban dalam arti luas?
  3. Apakah yang menjadi asbabun nuzul dari surat Al-Kautsar?
  4. Apakah maksud diturunkannya surat Al-Kautsar?
  5. Terjemahkan al-Qur’an surat Al-Kautsar ayat yang ke 3?
  6. Jelaskan tentang telaga kautsar?

Catatan guru tentang perkembangan siswa

Nilai Tanda tangan
Guru Orang tua

Permainan

Perhatikan kata-kata yang berada disebelah kiri yang sebenarnya adalah terjemahan atau arti kata-kata yang berada disebelah kanan. Sayang, semua belum berpasangan dengan tepat! Coba ananda pasangkan dengan cara memberi garis yang tepat!

1 Sesungguhnya Kami
  • ·
  • ·
كَ
2 telah memberikan
  • ·
  • ·
الْأَبْتَرُ
3 kepadamu
  • ·
  • ·
الْكَوْثَر
4 nikmat yang banyak
  • ·
  • ·
أَعْطَيْنَا
5 Maka
  • ·
  • ·
فَ
6 Shalatlah
  • ·
  • ·
انْحَرْ
7 Karena
  • ·
  • ·
ك
8 tuhanmu
  • ·
  • ·
إِنَّ
9 Dan
  • ·
  • ·
إِنَّا
10 Berkurbanlah
  • ·
  • ·
شَانِئَ
11 Sesungguhnya
  • ·
  • ·
لِ
12 orang-orang
  • ·
  • ·
صَلِّ
13 Yang benci kamu
  • ·
  • ·
وَ
14 Ia adalah
  • ·
  • ·
هُوَ
15 Yang terputus
  • ·
  • ·
رَبِّكَ
  1. Pilihan Ganda

Bobot skor 2 per item soal

  1. C
  2. A
  3. B
  4. C
  5. B
  6. A
  7. B
  8. Dz
  1. Isian

Bobot skor 6 per item soal

  1. Makkah
  2. Tiga (3)
  3. Dzuhur, asyar, maghrib, isya’, dan shubuh
  4. Idul Adha
  5. Abu Lahab
  1. Essay (uraian)
  1. menyembelih kambing, kerbau atau sapi
  2. pernikahan Fatimah Az-Zahra dengan Imam Ali bin Abi Thalib as , dan juga sebagai jawaban terhadap tuduhan bahwa keturunan Rasulullah SAW terputus.
  3. nikmat yang banyak, shalat, dan berkurban
  4. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu, ia adalah yang terputus (dari rahmat Allah).
  5. telaga yang ada di surga yang dianugerahkan oleh Allah kepada Nabi SAW.