BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Sesungguhnya segala puji hanya bagi Allah. Kita memuji-Nya, meminta pertolongan-Nya dan ampunna-Nya. Kita berlindung kepada-Nya dari kejahatan-kejahatan jiwa kita dan kejelekan-kejelekan amal kita. Barang siapa yang diberi hidayah oleh Allah maka dia adalah orang yang mendapatakan petunjuk. Dan barang siapa yang Allah sesatkan maka tidak ada yang dapat memberinya hidayah. Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah dengan haq kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamab dan Rasul-Nya.
Selanjutnya adalah salah asatu perkara yang wajib diimani oleh setiap hamba Allah ialah percaya bahwa Allah memiliki nama-nama yang baik dan sifat-sifat yang maha tinggi, kewajiban beriman dan mentauhidkan Allah nama dan sifat-sifat-Nya merupakan kewajiban yang telah ditetapkan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadist, maka dari itu makalah kami mencoba membahas dan mengungkap rahasia makna dan kandungan nama Allah dari beberapa asmaul husna, semga dapat bermanfaat dan Allah membalas kesungguhan para ulama’ yang telah berupaya menolong agama Allah yang kami kutib bukunya.

II.2 Rumusan Masalah:
I.1 Apa dasar naqli dari Asmaul Husna?
I.2 Apa pengertian, hakekat, hikmah 10 nama diantara Asmaul Husna?

II.3 Tujuan
II.1 Dapat mengetahui dasar naqli Asmaul Husna
II.2 Dapat menetahui pengertian, hakikat, dan hikmah 10 nama diantara Asmaul Husna

BAB II
PEMBAHASAN
II.1 A. Dalil naqli yang menerangkan asmaul husna:

Sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi saw.
عن ابي هر يرة ان رسول الله صل الله عليه و سلم قال ان لله تسعة وتسعين اسما اوما ئة الا واحدا من احصاهاد خل الجنة (رواه البخاري ومسلم)
Artinya:“Dari abi hurairah Rasulullah saw bersabda: sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama, yaitu seratus kurang satu; barang siapa yang menghitungnya (menghafalnya) ia masuk surga.” (HR Bukhari dan Muslim)

Allah SWT. Berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Hasyr Ayat: 24.
هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Artinya: Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai Asmaul Husna. Bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

II.2 B. Pengertian Asmaul Husna
Etimologi Asmaa’ul husna اسماء jamak dari اسم yang artinya nama-nama sedangkan الحسنى artinya yang baik atau yang indah, Terminologi Asma’ul Husna adalah nama nama milik Allah yang baik lagi indah.
Sejak dulu para ulama telah banyak membahas dan menafsirkan nama-nama ini, karena nama-nama Allah adalah alamat kepada yang mesti kita ibadahi dengan sebenarnya. Meskipun timbul perbedaan pendapat tentang arti, makna, dan penafsirannya akan tetapi yang jelas adalah kita tidak boleh dalam mempergunakan atau menyebut nama-nama Allah.
Selain perbedaaan dalam mengartikan dan menafsirkan suatu nama terdapat pula perbedaan jumlah nama, ada yang menyebut 99, 100, 200, bahkan 1.000 bahkan 4.000 nama, namun menurut mereka, yang terpenting adalah hakikat Allah swt yang harus dipahami dan dimengerti oleh orang-orang yang beriman seperti Nabi Muhammad saw.
Seluruh nama Allah bersifat Taufiqiyah, yaitu tidak ada ruang sedikitpun bagi akal untuk menentukannya. Akal kita tidak mungkin sampai pada segala sesuatu yang menyangkut hak Allah seperti dalam masalah nama-nama-Nya.
10 asmaul husna dari 99 asmaul husnah
1. Ar-Rahman (Maha Pemurah)
Ar-Rahman artinya yang mempunyai rahmat yang luas untuk seluruh makhluq tanpa terkecuali muslim dan non muslim yang diberikan didunia ini, meliputi rizky jalan hidup dan seluruh urusan kebaikan.
Dari nama-Nya Ar-Rahman, maka Rahmat-Nya menghalangi-Nya untuk membiyarkan hamba-Nya begitu saja, tidak mengenalkan mereka apa yang dapat digunakan untuk memperoleh kesempurnaan (sebagai hamba). Maka nama ini menyiratkan adanya pengutusan para rasul, dan turunnya kitab-kitab, karena nama ini tidak hanya sekedar menurunkan hujan, menumbuhkan tanaman, dan mengeluarkan biji-bijian, nama ini tidak sekedar mewujudkan tubuh atau jasad tetapi lebih terwujudnya kehidupan hati atau ruh seorang hamba.
Sedangkan orang awam memahami nama ini sekedar arti tekstual tapi bagi ulul albab (orang-orng yang berakal sempurna) mampu memahami nam ini secar konstekstual.
Didalam surat Al-Fatihah: 3
Didalam surat Al-Ahzab: 43
Didalam surat Al-A’raaf: 156
Didalam surat Al-Baqoroh: 163
وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لا إِلَهَ إِلاهُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ
Artinya: “Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (Didalam surat Al-Baqoroh: 163)

Sabda nabi Saw:
حم الله من عباده العلماءانماير
Artinya: “Sesungguhnya Allah belas kasih terhadap orang yang mengasihi.”
Khasiat Ar-Rahman: Membaca nama Allah Ya Rahman ya Rohim sebanyak 100 kali setiap selesai melaksanakan sholat wajib akan terpelihara dari kealpaan, kalalaian dan terhindar dari sifat keras kepala.
Lafadz Ar-Rahman diualang dalam al-Qur’an sebanyak 50 kali
Wujud Ar-Rahman-Nya:
- Rahmat yang agung dan paling besar adalah wahyu Allah al-Qur’an yang diturunkan kepada nabi Muhammad s.a.w didalam surat An-Nahl: 89
- Taurat kepada nabi Musa a.s, didalam surat Al-A’raaf: 154
- Ilmu, didalam surat Al-Kahfi: 65
- Rahmat yang diberikan Allah kepada orang-orang mu’min yaitu dihindarkan dari siksa yang akan menimpa orang-orang kafir, didalam surat Huud: 58, dan surat Huud: 94
- Turunya hujan, tanaman, air, beragam suku bangsa, dll. Didalam surat Ar-Ruum: 50
- Membaca Al-Qur’an, didalam surat Al-A’raaf: 204
2. Ar-Rahim (Maha Penyayang)
Ar-Rahim artinya pelaku rahmat yang sangat penyayang kepada orang yang beriman, yang memberikan rahmat secara khusus kepada orang beriman di akhirat, (khusus bagi orang muslim).
Didalam surat Al-Fatihah: 3
Didalam surat Al-Baqoroh: 143
Didalam surat Asy-Syuaraa’: 191
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ
Artinya: “Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.”
Khasiat Ar-Rohim: Membacanya sebanyak 100 kali setelah sholat shubuh maka dia akan mendapatkan kasih sayang dari semua makhluq.
Lafazd ar-rahim diulang dalam al-qur’an lebih dari 90 kali
Wujud Ar-Rahim-Nya:
- Allah adalah Dzat yang paling mengasihi, didalam surat Al-A’raaf: 151
- Allah adalah sebaik-baiknya penjaga dan penyayang, didalam surat Yusuf: 64
- Allah adalah sebaik-baik Dzat yang merahmati, didalam surat al-Mu’minun: 109 dan Al-Mu’minun: 118
- Allah adalah pemilik rahmat yang sebenarnya dan sangat luas, didalam surat Al-An’am: 133, surat Al-An’am: 147, dan surat Al-Kahfi:58

3. Al-Malik (Maha Raja)
Al-Malik artinya Allah adalah dzat yang merajai dan menguasai semua makhluk-Nya. Semua yang ada dijagat raya ini adalah makhluk ciptaan-Nya. Karena hanya Allah Maha Kuasa.
Didalam surat Al-Hasyr: 23
Didalam surat Al-Mu’minun: 116
Didalam surat Al-Ma’idah: 17
وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْوَمِيثَاقَهُ الَّذِي وَاثَقَكُمْ بِهِ إِذْ قُلْتُمْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
Artinya: “Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikat-Nya dengan kamu, ketika kamu mengatakan: “Kami dengar dan kami taati”. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati (mu).”

Menurut hadist, Nabi Khidhir a.s mengajarkan do’a sebagai berikut:
اللهم انت الملك الحق الذى لااله الاانت ياالله ياسلام ياشافى
Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Maha Raja, Maha Benar, tidak ada Tuhan selain Engkau. Ya Allah Yang Maha Menyelamatkan Yang Maha Menyembuhkan.”

Khasiat Al-Malik: Membaca Al-Malik 99 kali sesudah sholat shubuh, dia akan disegani oleh kawan-kawannyadaan mendapat posisi terhormat di tempat kerjanya.

Wujud Al-Malik-Nya:
- Kekuasaan Allah atas kapan datanngnya kematian kita di tangan-Nya, didalam surat Ali-Imram: 185
- Rahasia kapan datangnya hari kiamat, didalam surat Al’An’am: 73
- Kekuasaan Allah menghilangkan dan menghancurkan semua yang hidup, didalam surat Az-Zumar: 67
- Raja hari kiamat, didalam surat Ghofir: 40
- Allah mengantikan langit dan bumi dengan langit dan bumi yang lain, didalam surat Ibrahim: 48

4. Al Quddus (Maha Suci)
Al-Quddus artinya Dzat yang maha suci dan semua sifat yang ditangkap oleh panca indra, digambarkan dalam khayalan, dugaan, dan apa yang terlintas dalam hati dan pikiran.
Didalam surat Al-Jumu’ah: 1
Didalam surat Al-Baqoroh: 87
وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَوَقَفَّيْنَا مِنْ بَعْدِهِ بِالرُّسُلِ وَآتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ أَفَكُلَّمَا جَاءَكُمْ رَسُولٌ بِمَا لا تَهْوَى أَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ
Artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada `Isa putra Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul-Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?.”

Rasulullah mengajarkan dalam dzikir
سبوح قدوس ربنا ورب الملا ئكة والروح

Khasiat Al-Quddus: Membacanya 100 kali sehari, hatinya akan terbebas dari semua pikiran dan perhatian yang menimbulkan kesulitan, kekhawatiran dan penderitaan.
Wujud Al-Quddus-Nya:
- Mensucikan (bertasbih) Allah adalah bentuk ibadah yang paling agung, didalam surat AI-baqoroh: 30
- Allah adalah raja kesucian, didalam surat Jumu’ah:1, dan Al-Hasyr: 23
- Burung-burung sembahyang, dan bertasbih dengan cara mengembangkan sayapnya, didalam surat An-Nur: 41
- Gunung-gunung dan burung-burung bertasbih bersama nabi Dawud a.s diwaktu petang dan pagi, didalam surat Shad: 18
- Dzat Allah berhak untuk disucikankarena kesempurnaan Dzat dan sifat-Nya, Allah tidak berhak dinisbatkan dengan kepada sifat yang menunjukan kekurangan, misalnya dinisbatkan mempunyai anak dan sekutu, didalam surat Al-Ikhlas: 1-4

5. As-Salam (Maha Penyelamat)
As-Salam artinya tuhan yang Dzat-Nya selamat dari segala cacat dan cela, selamat sifat-sifat-Nya dari segala kekurangan, serta selamat perbuatan-Nya dari segala kejelekan dan keburukan.
Didalam surat Asy-Syuara’: 89
Didalam surat Al-an’am: 125
Didalam surat Yasin: 58
سَلامٌ قَوْلا مِنْ رَبٍّ رَحِيم
Artinya:”(Kepada mereka dikatakan): “Salam”, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.”

Dalam do’anya Nabi saw bersabda:
اللهم انت السلا م ومنك السلا م واليك يعودالسلا م تبا ركت وتعاليت ياذالجلال والإكرام
Artinya: “Wahai Allah, engkaulah pemberi keselamatan, dari-Mu keselamatan, kepada-Mu kembali keselamatan, bertambahlah kebaikan-Mu dan Maha Luhur wahai Engkau Dzat Yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan.
Khasiat As-Salam: Membacanya 33 kali dalam setiap mengawali pekerjaan, insya Allah akan mencapai sukses dan selamat. Dan jika dibacakan untuk orang sakit 100x maka insya Allah akan mendapat ketenangan dan kesembuhan.
Wujud Al-Salam-Nya:
- Allah menyelamatkan dari sifat-sifat tercela; khianat, iri, dengki dendam, menghendaki kejelekan kepada orang lain, dan sifat lainnya.
- Allah menyelamatkan anggota badannya dari dosa dan perbuatan haram
- Allah menyelamatkan akalnya dari dari hal-hal yang merusaknya, serta selamat jiwanya dari nafsu syahwat dan kemarahannya
- Allah memberikan keselamatan bagi hamba-Nya yang mau mengikiti petunjuk, didalam surat Thaha: 47-48 dan Al-A’am: 125
- Allah akan memberikan keselamatan bagi setiap hamba-Nya sesuai dengan perbuatan masing-masing, didalam surat Al-Israa’: 15
- Allah menyelamatkan nabi Ibrahim a.s dari panasnya api yang membakar beliau, didalam surat Huud: 69
- Allah memberikan selamat dan balasan surga kepada orang yang bersabar, didalam surat Al-Furqon: 75

6. Al-Mu’min (Maha Pengaman)
Al-Mu’min artinya Allah adalah Dzat yang kepada-Nya dinisbatkan segala keamanan dan kesentosaan dengan memberikan sebab-sebabnya dan menutupi jalan hal-hal yang ditakutkan. Allah adalah al-mu’min yang muthlaq, karena hanya kepada-Nyalah keamanan dapat diraih dan Dia adalah pencipta keamanan, baik didunia maupun di akhirat.
Didalam surat Hasyr: 23
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لا إِلَهَ إِلاهُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Artinya: “Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.”
Didalam surat Quraisy: 4
Khasiat Al-Mu’min: Membacanya 36 kali maka dia dan hartanya akan selamat, dan jika dibaca saat menghadapi kekerasan atau bahaya, maka insya Allah dia akan selamat.
Wujud Al-Mu’min-Nya:
- Allah memberikan rasa aman bagi hamba-Nya yang tidak mencampurkan iman mereka dengan syirik, didalam surat Al-An’Am: 82
- Allah memberikan rasa aman ketika kita menghadapi masalah tetapi tetap bersikap “Yakin dan Optimis”
- Siapapun orang yang menjalani menjalani hidup sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya maka ia akan dapatkan rasa aman di dunia dan akhirat, didalam surat Al-An’am: 82
- Allah memberikan rasa aman kepada para hamba-Nya yang mu’min dan sholeh dengan cara mengutus malaikat untuk memberikan rasa aman dan menentramkan hati mereka, didalam surat Fushshilat: 30-31
- Allah memberikan rasa aman bagi hamba-Nya yang mengesahkan-Nya, didalam surat A-Naml: 89 dan surat Al-Anbiya’:103

7. Al-Muhaimin (Maha Pemelihara)
Al-Muhaimin artinya Allah adalah Dzat yang mengerjakan penciptaan makhluknya, amal perbuatan mereka, rizky dan kematian mereka. Allah mengurusi mereka dengan penglihatan, kekuasaan dan penjagaan-Nya. Dan tidak ada yang bisa melakukan semua itu secara sempurna dan muthlaq kecuali Allah.
Didalam surat hasyr: 23
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لا إِلَهَ إِلاهُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Artinya: “Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.”
Khasiat Al-Muhaimin: Membacanya 100 kali sesudah mandi dan menjalankan sholat dalam kesunyian dengan seluruh konsentrasi, maka Allah akan memberikan kemuliaan dan kehormatan selaras dengan keinginannya.
Wujud Al-Muhaimin-Nya:
- Allah menjaga siapa yang menta’ati-Nya dan Rasul-Nya dan tidak menjaga bagi yang berpaling, An-Nisa’: 80
- Allah memiliki dan menjaga apa yang di langit dan di bumi, didalam surat An-Nisa’: 123
- Allah menjga hamba-Nya yang bertawakkal, didalam surat Al-Ahzab: 3
- Allah melihat dan mengetahui segalanya tentang makhluq-Nya, tanpa satu pun yang tertutupi, seperti saat membaca Al-Qur’an, didalam surat Yunus: 61
- Dalam sebuah hadist disebutkan: “Sesungguhnya Allah membentangkan tiga buku untuk setiap gerak-gerik seorang hamba walaupun sekecil apa pun. Buku pertama tentang ‘Mengapa?’. Buku kedua tentang ‘Bagaimana?’. Dan buku ketiga tentang ‘untuk siap?’.” Makna hadist ini adalah, ketika seorang hamba melakukan suatu perbuatan, maka ia akan ditanya tentang tiga hal, yakni: mengapa kamu mengerjakan ini, apakah ia untuk Tuhanmu atau karena kecenderungan nafsu keinginanmu? Jika ia selamat dari pertanyaan pertama ini dan ia melakukan itu karena Tuhannya, maka ia akan ditanya pertanyaan kedua. Bagaimana kamu mengerjakannya, apakah dengan ilmu atau dengan kebohongan dan prasangka? Jika ia selamat dari pertanyaan kedua dan ia melakukan itu dengan ilmu pengetahuan, maka dibentangkan buku yang ketiga. Untuk ssiapa kamu melakukan itu karena mengharap ridha Allah, maka Allah akan meridhainya. Dan jika ia melakukannya karena dunia, maka itulah yang akan diterimanya.

8. Al-‘Aziz (Maha Perkasa)
Al-Aziz artinya Dzat yang tidak bisa dikalahkan dan tidak bisa dicegah, tidak ada tandingannya yang maha kuasa dan kuat.
Didalam surat Al-Ahzab: 25
Didalam surat Al-Baqoroh: 260
Didalam surat Al-Maidah: 118
إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Artinya: “Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
Khasiat Al-‘Aziz: Membacanya 100 kali dengan penuh konsentrasi, insya Allah akan mendapatkan kekuatan dan bangkit menyelesaikan masalah, tidak lari dari masalah. Dan membacanya 40 kali selama 40 hari, maka Allah akan memberikan kekayaan dan memberikan kekuatan sehingga tidak memerlukan bantuan seseorang.
Wujud Al-‘Aziz-Nya:
- Kemenangan peperangan umat islam yang berjumlah 300 melawan orang kafir 3000, didalam surat Ali-Imran: 13
- Allah perkasa atas kehendak menghancurkan jagat raya ini karena perbuatan manusia, didalam surat Ar-Ruum: 41
- Allah adalah pemilik tunggal segala kemuliaan, Dia memberikan kemuliaan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, didalam surat Al-Ahzab: 25
- Rahasia agung kekuatan gaib yang lebih diketahui oleh Allah didalam surat As-Sajadah:6

9. Al-Jabbar (Maha Kuasa)
Al-Jabbar artinya Allah adalah Dzat yang dapat melaksanakan keinginan dan kehendak-Nya dengan jalan memaksa kepada setiap orang, dan tidak ada sesuatu pun yang dapat mencegah keinginan-Nya. Semuanya ada dalam kekuasaan-Nya, dan tidak ada kemampuan manapun yang sanggup melanggar larangan-Nya.
Didalam surat Hasyr: 23
Didalam surat Maryam: 14
وَبَرًّا بِوَالِدَيْهِ وَلَمْ يَكُنْ جَبَّارًا عَصِيًّا
Artinya: “Dan banyak berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka.”
Khasiat Al-Jabbar: Membacanya 21 kali setiap pagi dan sore hari, insya Allah akan terhindar dari ancaman orang-orang dhalim, membaca 10 kali untuk suami istri sebelum melakukan hubungan, maka Allah akan memberikan rizky anak yang sholeh
Wujud Al-Jabbar-Nya:
- Segala sesuatu yang Allah perintahkan dan kehendaki maka akan terjadi seperti yang Dia kehendaki, didalam surat Yasin: 82
- Semua makhluq tunduk dan patuh pada-Nya, seluruh isi langit dan bumi, didalam surat Ali-Imran: 83
- Allah maha kuasa memberikan menentukan peraturan, perintah dan larangan, didalam surat A-A’raaf: 54
- Allah berkuasa atas hidup dan mati seserang, didalam surat Ali-Imran: 185
10. Al-Mutakabbir (Maha Megah)
Al-Mutakabbir artinya Dzat yang memandang yang lainnya dengan pandangan hina dibandingkan diri-Nya, dan dia tidak keagungan, kebesaran dan kesombongan kecuali pada diri-Nya. Tiada yang berhak dan pantas menyombongkan diri kecuali hanya Allah sematakarena Dialah tuhan semesta alam yang kepada-Nya tunduk segala sesuatu.
Didalam surat Hasyr: 23
Didalam surat Al-Jaatsiyah:-Jaatsiyah: 36-37
فَلِلَّهِ الْحَمْدُ رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَرَبِّ الأرْضِ رَبِّ الْعَالَمِين
Artinya: “Maka bagi Allah-lah segala puji, Tuhan langit dan Tuhan bumi, Tuhan semesta alam.”
وَلَهُ الْكِبْرِيَاءُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيم
Artinya: “Dan bagi-Nya lah keagungan di langit dan di bumi, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Rasulullah saw bersabda:
البركة مع اكابركم (رواه البيهقى والحاكم)
Artinya: “Keberkahan itu bersama orang-orang besar diantara kamu” (HR. Al-Baihaqi dan Al-Hakim)”
Khasiat Al-Mutakabbir: Bagi pasangan suami istri membacanya sebanyak 10 kali sebelum bersetubuh maka akan mendapatkan anak yang sholeh pemimpin masa depan.
Wujud Al-Mutakabbir-Nya:
- Rasa semangat yang kita miliki, kemauan dan kerja kerasa kita
- Kesejahteraan yang melimpah
- Ilmu
- Jabatan
- kedudukan
Cara Menghafalkan Asmaul Husna
1. Metode ini kami sebut “Metode 2-2″ Artinya kita menghafalkan dua Asma dalam sekali penghafalan.
Secara lebih detail sebagai berikut:
1. Memiliki daftar Asmaul Husna. Biasanya ada di
belakang sampul mushaf Al-Quran.
2. Dicetak agar mempermudah penghafalan).
3. Membagi kelompokkan keseluruhan Asma dalam 10 kelompok, yakni:
3. Selanjutnya dari masing-masing kelompok, dibagi lagi menjadi 5 sub
kelompok (pasangan).
4. Dalam menghafal, Anda dapat menyebut Asma – misalnya nomer Asma 1 dan 2 >> AR-RAHMAAN AR-RAHIIM (sebagai dzikir) atau menambah YAA di depan Asma (dalam contoh ini menjadi YAA RAHMAN YAA RAHIIM – ini seperti contoh di atas dan ini yang kami praktekkan)
5. Hafalkan 1 pasangan terlebih dahulu
6. Jika Asma no 1 dan 2 sudah benar-benar hafal silakan Anda hafalkan Asma no 3 dan 4. Caranya sama yaitu dengan mengucapkan berulang-ulang.
7. Jika Asma 3 dan 4 sudah hafal jangan terburu-buru menghafal ke pasangan Asma berikutnya (no 5 dan 6). Ucapkan kembali Asma nomer 1, 2, 3 dan 4 secara berurutan dan berulang-ulang hingga benar-benar hafal.
8. Jika Asma no 1, 2, 3 dan 4 sudah hafal silakan melanjutkan Asma no 5 dan 6. Jika Asma no 5 dan 6 sudah hafal. Ulangi kembali hafalan Asma no 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 berkali-kali sampai benar hafal. Jika sudah hafal baru melangkah ke dua Asma selanjutnya. Begitu seterusnya hingga Anda dapat menghafal 10 Asma dalam kelompok (1).
9. Agar tidak terlalu berat beban Anda dalam menghafal. Cukuplah dalam 1
hari Anda menghafal 1 kelompok Asma saja (kecuali Anda masih muda dan/atau
memiliki kemampuan menghafal yang bagus).
2. Menhafalkan dengan menggunakan tasbih
3. Menggunakan jari-jari tangan Anda Jadi untuk menghafalkan 1 kelompok Asma cukup menggunakan 5 jari sebelah kanan.
Contoh kelompok (1)
- Ibu jari : sambil menyebut Asma no 1 dan 2
- Telunjuk : sambil menyebut Asma no 3 dan 4
- Jari tengah : sambil menyebut Asma no 5 dan 6
- Jari manis : sambil menyebut Asma no 7 dan 8
- Kelingking : sambil menyebut Asma no 9 dan 10
Begitu sampai kelingking, kembali lagi ke ibu jari untuk menyebut Asma dari
kelompok (2), demikian seterusnya
4. Membuatkan permainan kartu sesuai dengan urutan asmaul husna
Nama Yang Paling Agung Milik Tuhan
Nama Allah, artinya adalah Ma’luh (tempat bersandar) Ma’bud (disembah, diibadahi). Tidak ada jalan bagi manusia mengenal bagaimana beribadah kepada-Nya kecuali dari jalan para Rasul-Nya.
Kalimat laa ilaha illa Allah adalah kalimat tauhid yang mencakup keseluruhan dari agama yang telah dibawa oleh para rasul sesuai dengan wahyu yang mereka terima, kalimat tersebut adalah kalimat yang paling agung yang mengandung suatu hakikat yang besar. Kalimat tersebut juga yang telah menjadikan seseorang beriman (mu’min) atau murtad (kafir) kalimat tersebut juga menunjukan kemandirian Allah dalam keesaan-Nya.
Didalam surat Maryam: 65
Apakah kamu mengetahui ada orang yang menggunakan nama Allah?
رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا
Artinya: “Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?”

Hal-hal yang menguatkan bahwa “Allah” adalah nama yang agung diantaranya adalah:
1. Nama tersebut adalah nama bagi Dzat yang Esa sebagaimana yang terdapat di dalam beberapa hadist yang menerangkan mengenai nama Allah yang paling agung.
2. Nama tersebut banyak sekali disebut dalam al-Qur’an, sebanyak 2724 kali.
3. Nama lain milik Allah jika disebutkan bersamaan dengan lafadz Allah maka nama yang lain itu hanya berkedudukan sebagai sifat bukan nama Allah, contoh: Allah Al-‘Alim, maka kita tidak dapat mengatakan bahwa diantara sifat-sifat’Alim adalah Allah, tetapi dengan pasti kita menjawab bahwa sifat Allah adalah ‘Alim
4. Lafazd Allah adalah sebagai nama-Nya yang bersifat global sedangkan nama-nama yang lain adalah sebagai penjelas sifat-sifat Allah yang bersifat uluhiyah (ketuhanan).
5. Allah kebanyakan dipanggil dan diserukan dengan menggunakan kalimat Allahumma untuk memohon atau berdo’a, salah satu ayat dalam al-Qur’an do’a yang digunakan nabi isa a.s surat Al-Ma’idah:114
Jumlah Asmaul Husna Menurut Beberapa Imam
No Imam Jumlah
1 Walid bin muslim 99
2 Abd. Malik AL-Sona’any 100
3 Abd. Aziz ibn Al-Husain 99
4 Ibnu Mandah 148
5 Al-Asbahani 95
6 Ibnu Hamz 84
7 Ibnu Araby 141
8 Ibnu Al-Wazir 167
9 Ibnu Hajar 99
10 Al-Baihaqi 154
11 Ibnu Utsaimin 99

BAB III
PENUTUP
III.1 Kesimpulan
Dari sedikit pembahasn diatas dapat disimpulkan bahwa sesungguhnya nama-nama Allah yang indah dan wajib kita imani itu banyak sekali dan tidak terbatas oleh jumlah, dan sekiranya siapa yang mampu menghafalkannya maka Allah akan memberikan kita ganjaran dari pengagungan asama’-Nya tetapi sesunggunya menghafal disini bukanlah arti secara tekstual saja tetapi lebih yakni kita wajib mengimani hakikat ketuhanan dari nama-nama-Nya yang agung tiada tandingan-Nya mengambil hikmah-hikmah yang terkandung didalamnya dan dicerminkan dalam kehidupan sehari-hari, agar kita selalu ingat atas semua keagungan-Nya dan menjadikan iamn kita semua berlambah kuat.

III.2 Daftar Pustaka

Mahmuddin. 2008. Rahasia di balik Asmaul Husna. Jakarta: PT. Buku Kita.
Syaifuddin. 2009. Mukjizat Asmaul Uzma. Jakarta: PT. Al-Mawardi Prima.
Said Bin Ali. 2007. Misteri Asmaul Husna. Sidodadi: Pustaka Ar-Rayyan.
Umar Sulaiman. 2009. Al-Asma’ Al-Husna. Jakarta: Qishti Press

من وجد ثمرة عمله عاجلا فهو دليل على وجود القبول آجلا.
Siapa yang dapat merasakan buah dari amal ibadahnya di dunia ini, maka itu dapat dijadikan tanda diterimanya amal itu oleh Allah kelak.
Buah dari amal di dunia ini adalah merasakan lezatnya manisnya amal itu, sehingga terasa sebagai nikmat yang tidak ada bandingnya. Atabah al-Ghulam berkata: Saya melatih diri sembahyang malam dua puluh tahun, setelah itu baru saya merasakan nikmat bangun malam. Tsabit al-Bunany ra. berkata:Saya ,eatih membaca al-Qur’an dua puluh tahun setelah itu baru saya merasakan nikmat membaca al-Qur’an.
Abu Turaab berkata: bila seseorang bersungguh-sungguh dalam niat amalnya, dapat merasakan nikmat amal itu sebelum mengerjakannya, dan apabila ikhlas melakukannya merasakan manisnya amal ketika melakukannya, dan amal yang demikian sifatnya, itulah amal yang diterima dengan karunia Allah. Al-Hasan berkata: Carilah manisnya amal itu pada tiga, maka bila kamu telah mendapatkannya bergembiralah dan teruskan mencapai tujuanmu, apabila belum kamu dapatkan ketahuilah bahwa pintu masih tertutup yaitu ketika membaca al-Qur’an, berdzikir, dan ketika sujud.
Adapula yang menerangkan: dan ketika bersedekah dan ketika bangun malam. Sejak kapankah kau merasa telah mengenal Allah? Yaitu ketika saya tiap akan berbuat pelanggaran terhadap ajaran-Nya merasa malu daripada-Nya.

مَا بَسَقَتْ أَغْصَانُ ذُلٍّ إِلاَّ عَلَى بِذْرِ طَمَعَ.
“Tidak akan berkembang biak berbagai cabang kehinaan it, kecuali diatas bibit tamak (kerakusan).
Sifat tamak itu adalah bibit dari segala macam kehinaan dan kerendahan.
Abu Bakar al-Warraq al-Hakiem berkata: Andaikan sifat tamak itu dapat ditanyai: Siapakah ayahmu? Pasti jawabnya: Ragu terhadap takdir Allah. Dan bila ditannya: Apakah pekerjaanmu? Jawabnya: Merendahkan diri. Dan bila ditanya: Apakah tujuanmu? Tidak dapat apa-apa
Ketika Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra. baru masuk ke masjid jami’ di Basrah, didapatkan banak orang yang memberi ceramah di dalamnya. Maka ia menguji mereka dengan beberapa pertanyaan dan yang ternyata tidak dapat menjawabnya dengan tepat, diusir dan tidak diizinkan memberi ceramah di masjid itu, dan ketika sampai ke majelis al-Hasan al-Basry, ia bertanya: Hai pemuda, saya akan bertanya kepadamu sesuatu, jika engkau dapat menjawab, aku izinka engkau terus mengajar disini, tetapi jika engkau tidak dapat menjawab, aku usir engkau sebgaimana teman-temanmu yang telah aku usir itu. Jawab al-Hasan: Tanyakan sekehendakmu.
Sayyidina Ali bertanya: Apakah yang dapat mengukuhkan agama? Jawab al-Hasan: Wara’ (yakni berjaga-jaga diri/menjauh dari segala syubhat dan haram). Lalu ditanya: Apakah yang dapat merusak agama? Jawabnya: Tamak (rakus). Imam Ali berkata kepadanya: Engkau boleh tetap mengajar disini, orang yang seperti engkau inilah yang dapat memberi caramah kepada orang-orang.
Seorang guru berkata: Dahulu ketika dalam permulaan bidayahku di Iskandariyah, pada suatu hari ketika aku akan membeli sesuatu keperluan dari oarang yang mengenal aku, timbul dalam perasaan hatiku, mungkin ia tidak menerima uangku ini, tiba-tiba muncul suara yang berbunyi: keselamatan dalam agama hanya dalam memutuskan harapan dari sesama makhluk.
Wara’ dalam agama itu menunjukkan adanya keyakinan dan sempurnanya bersandar diri kepada Allah. Wara’ yaitu jika sudah merasa tiada hubungan antara dia dengan makhluk, baik dalam pemberian, penerimaan, atau penolakan, dan semua itu hanya terlihat langsung dari Allah ta’ala. Sahl bin Abdullah berkata: Di dalam iman tidak ada pandangan sebab perantara, sebab itu hanya dalam Islam sebelum mencapai iman.
Semua hamba pasti akan makan rizqinya, hanya mereka berbeda-beda. Ada yang makan dengan hina-hina yaitu peminta-minta. Ada yang makan dengan bekerja keras yaitu kaum buruh, ada yang makan rizqinya dengan menunggu, yaitu pedagang yang menunggu laku barangnya. Adapun yang makan rizqinya dengan rasa mulia, yaitu orang sufi yang merasa tidak ada perantara dengan Tuhan.
مَا قَادَكَ شَىْءٌ مِثْلُ الوَهْمِ.
Tiada sesuatu yang dapat memimpin/menuntun engkau seperti angan-angan (bayangan yang kosong).
Wahm: ialah tiap-tiap angan-angan terhadap sesuatu selain dari Allah, yang berbarti angan-angan terhadap sesuatu yang tidak mengkin terjadi.
أَنْتَ حُرٌّ مِمَّا أَنْتَ عَنْهُ آيِسٌ وَعَبْدٌ لِمَا أَنْتَ لَهُ طَامِعٌ.
Engkau merdeka dari segala sesuatu ang tidak engkau butuhkan, dan engkau tetap menjadi hamba kepada apa yang engkau harapkan (inginkan).
Andaikan tidak ada keinginan-keinginan yang palsu, pasti orang akan bebas merdeka tidak akan diperbudak oleh sesuatu yang tidak berarti (berharga). Contohnya: Burung elang rajawali yang terbang tinggi di angkasa lepas, sukar seorang akan dapat menangkapnya, tetapi ia melihat sepotong daging yang tergantung pada perangkap, maka ia turun oleh sifat tamaknya dari angkasa itu, maka terjebak oleh perangkap itu sehingga ia menjadi permainan anak-anak kecil.
Fateh al-Maushily ketika ditanya tentang contoh orang yang menurut syahwat hawa nafsu dan sifat tamaknya, sedang tidak jauh dari tempat itu ada dua anak yang sedang makan roti, yang satu hanya makan roti, sedang yang kedua makan roti dengan keju, lalu yang makan roti ingin keju. Jawab temannya: Jika engkau suka saya jadikan anjingku, saya beri keju. Jawab yang minta: Baiklah. Maka diikat lehernya dengan tali sebagai anjing dan dituntun. Berkata Fateh kepada orang yang bertanya: Andaikata anak itu tidak tamak pada keju, niscaya tidak menjadi anjing.
Terjadi ada seorang murid didatangi gurunya, maka ia ingin menjamu gurunya, lalu ia ingin keluarkan roti tanpa lauk-pauk, dan tergerak dalam hati murid sekiranya ada lauk pauknya tentu lebih sempurna. Kemudian setelah selesai dimakan oleh guru apa yang dihidangkan itu, bangunlah guru itu keluar tiba-tiba dibawa ke penjara untuk ditunjukkan berbagai macamnya orang-orang yang dihukum, baik yang dipukul atau dipotong tangan dan lain-lainnya. Lalu berkata guru kepada muridnya: Semua oarang-orang yang kau lihat itu, yaitu oarang yang tidak sabar makan roti saja tanpa lauk pauk.
Ada seorang yang baru dikeluarkan dari penjara, yang masih terikat kakinya dengan rantai ia meminta-minta sepotong rati kepada oarang, maka dikatakan oleh orang yang dimintai, Andaikan sejak dulu engkau terima dengan sepotong roti, makan takkan terikat kakimu itu.
Ada seorang melihat seorang haim sedang makan dari rerontokan buah yang jatuh di sungai, maka orang itu berkata: Hai orang hakim, sekiranya engkau mau kerja pada raa tentu engkau tidak sampai makan rerontokan buah dalam sungai. Maka dijawab oleh hakim: Andaikan engkau suka menerima makanan ini tidak usah menjadi buruhnya saja (budak raja).

Menjadi hamba yang taat adalah impian semua orang mukmin. Hatinya selalu condong untuk selalu taat beribadah kepada Allah. Menjalankan semua perintahnya dan menjauhi larangannya. Tidak bermaksiat dan hatinya tak pernah luput dari mengingat Allah.

Sebagian umat Islam yang sudah menjalankan amal perbuatan yang soleh tentunya memiliki nilai tersendiri baik dihadapan Allah maupun dihadapan makhluk Alloh. Orang lain melihat sholat lima waktunya tak pernah ketinggalan untuk jamaah, sholat sunnahnya tak pernah lupa, pergaulannya dengan masyarakat juga baik sehingga membuat orang yang melihatnya menjadi terkesima dengannya. merasa iri karena tidak bisa melaksanakan amal ibadah ketaatan dengan baik karena masih disibukkan dengan urusan duniawinya.

Namun dibalik itu semua, ada sisi kerawanan bagi orang yang telah melaksanakan amal ibadah dengan baik. Rawan akan munculnya rasa ujub, berbangga diri karena dirinya lebih daripada yang lain. Lebih karena ia bisa menjalankan perintah Allah daripada temannya. Jika ketaatannya justru membuat orang tersebut justru membuat dirinya menjadi oarang yang sombong karena ketaatannya kepada Allah maka sebenarnya sia-sia saja semua amal ibadah yang telah ia kerjakan selama ini. Walaupun kesombongannya itu tidak dilakukan secara terang-terangan melainkan dilakukan secara sirri (tersembunyi) di dalam hatinya.

Karena pada hakikatnya seseorang bisa menjalankan ibadah dengan baik dan mampu melaksanakan ketaatan kepada Rabbnya tidak lain hanyalah karena karunia dan taufiq Allah kepada dirinya agar ia bisa menjalankan ibadah kepadanya. Apabila Allah berkehendak untuk memberinya petunjuk maka ia bisa menjadi mukmin sejati, menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi larangannya. Namun jika Allah berkehendak tidak memberinya petunjuk kejalan kebaikan, maka ia tidak akan mampu untuk melaksanakan ibadah amal perbuatan taat. Sekalipun orang lain menasihatinya sampai tidak punya ide lagi untuk membujuknya beribadah.
لاَ تُفْـرِكَ الطَّاعَلةُ لأَِنَّهَا بَرَزَتْ مِنْكَ, وَافْرَحْ بِهَا لأَنَّهَا بَرَزَتْ مِنَ اللهِ إِلَيْكَ, قُلْ          
Jangan merasa gembira atas perbuatan taat (bakti) karena engkau merasa telah melaksanakannya, tetapi bergembiralah atas perbuatan taat itu, karena ia sebagai karunia taufiq, hidayta dari Allah kepadamu.
Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”. (QS. Yunus: 58).

Gembira atas perbutan taat itu jika karena merasa mendapat kehormatan karunia dan rahmat dari Allah sehingga dapat melakukan taat, maka itu baik. Sebaliknya gembira karena merasa diri sudah kuat dan sanggup taat, maka ini menimbulkan ujub/sombong dan bangga yang akan membinasakan amal taat itu.

قَطَعَ السَّائِرِيْنَ لَهُ وَالْوَاصِلِيْنَ إِلَيْهِ عَنْ رُؤْيَةِ أَعْمَالِهِمْ وَشُهُوْدِ أَحْوَالِهِمْ. أَمَّا السَّائِرُوْنَ فَلِأَنَّهُمْ لَمْ يَتَحَقَّقُوا الصِدْقَ مَعَ اللهِ فِيْهَا, وَأَمَّا الْوَاصِلُوْنَ فَلِأَنَّهُ غَيَّبَهُمْ بِشُهُوْدِ عَنْهَا.

Allah telah memutuskan orang-orang yang berjalan menuju kepada-Nya, dan yang telah sampai kepada-Nya, daripada melihat/mengagumi amal (ibadah) dan keadaan diri mereka. Adapun orang yang masih berjalan, karena meraka dalam amal perbuatan ibadah itu belum dapat melaksanakan dengan ikhlas menurut apa yang diperintahkan. Adapun orang-orang yang telah sampai, maka karena mereka telah sibuk melihat Allah, sehingga lupa pada amal perbuatan sendiri.

Sehingga bila ada perbuatan diri, maka itu hanya karunia taufiq dari Allah semata-mata. Tanda bahwa Allah telah memberi taufiq hidayat pada seorang hamba, apabila disibukkan hamba itu dengan amal perbuatan taat, tetapi diputuskan daripada ujub dan bangga dengan amal perbutan itu, karena merasa belum tepat mengerjakannya, atau kerena merasa perbuatan itu semata-mata karunia Allah sedang ia sendiri marasa tiada berdaya untuk melaksanakan, andaikan tiada kurnia rahmat Allah.

Sudah tiga hari lamanya peringatan Malang Tempo Dulu digelar di Jalan Ijen Kota Malang. Acara yang merupakan acara rutinan tiap tahun ini selalu digelar dijalan tersebut yang merupakan salah sati icon kota Malang. Semua masyarakat Malang baik dari kota maupun desa berbondong-bondong untuk datang ke tempat ini. Tidak peduli pria, wanita, kakek, nenek, dewasa, muda dan anak-anak kecil bercampur jadi satu.
Tempat ini akan terasa ramai jika waktu sore hari menjelang magrib hingga malam hari. beribu-ribu orang tumblek blek di jalan ijen. Mulai dari ujung utara hingga ujung selatan jalan menuju alun-alun tak ada tempat yang tak ramai. masyarakat datang kesini untuk sekedar jalan-jalan, melihat aneka macam hiburan, jualan dan sebagainya. Hingga anak-anak muda yang ingin berpacaran atau bersenang-senang.
Semakin sore suasana pun semakin ramai dan sepanjang jalan ijen semakin sesak rasanya. Jika ingin berhenti jangan ditengan jalan. karena akan mengganggu jalan orang lain. Ribuan orang berdesak-desakan disana. Senggol kiri senggol kanan, tak peduli pria tau wanita, tua atau muda. Orang berjalan mengalahkan iringi-iringan pengiring penganten.
Ditengah-hingar bingar keramaian malang tempo dulu, hanya sedikit orang mungkin masih memikirkan untuk melaksanakan sholat tepat waktu. Bisa dibayangkan, sangat sulit ditemukan masjid atau mushola disepanjang jalan ini. Yang ada hanya masjid jami’ Kuba di daerah Nirwana Residence sebelah selatan atau di jalan lain.
Hanya sedikit dari para pengunjung malang tempo dulu yang memikirkan untuk sholat tepat waktu. Kalau pengunjungnya saja tak sempat memikirkannya, apalagi para penjualnya. Sungguh sangat ironis sekali, Masyarakat yang mayoritas umat islam di daerah ini, bisa melupakan kewajiban agamanya untuk menjalankan ibadah sholat karena acara yang bersifat hiburan dan dan senang-senang ini.
Apakah para pimpinan tak memperhatikan masalah seerti ini. Apakah diantara ribuan pengunjung dan pemilik kios-kios disepanjang jalan malang tempo dulu tak terbesit di hati mereka untuk melaksanakan sholat ditengah rasa kebahagiaan mereka.

uji-asosiasi

j.Bab_VII_Statistika_Non_Parametrik_Uji_Hubungan

kendal tau

Korelasi Peringkat non parametik

Proposal Penelitian UJI KORELASI RANK KENDALL TAU UNTUK MENGETAHUI HUBUNGAN ANTARA IQ DAN PRESTASI KERJA KARYAWAN PT

Ketika itu, Tuhan telah bekerja enam hari lamanya. Kini giliran diciptakan para ibu.
Seorang malaikat menghampiri Tuhan dan berkata lembut :
“Tuhan, banyak nian waktu yang Tuhan habiskan untuk menciptakan ibu ini?”
Dan Tuhan menjawab pelan :
“Tidakkah kau lihat perincian yang harus dikerjakan ?”,
1. Ibu ini harus waterproof (tahan air/cuci) tapi bukan dari plastik.
2. Harus terdiri dari 180 bagian yang lentur, lemas dan tidak cepat capai.
3. Ia harus bisa hidup dari sedikit teh kental dan makanan seadanya.
4. Memiliki kuping yang lebar untuk menampung keluhan anak-anak dan suaminya.
5. Memiliki ciuman yang dapat menyembuhkan hati yang sedih.
6. Lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah, dan
7. Enam pasang tangan!!!!”
Malaikat menggeleng-gelengkan kepalanya : “Enam pasang tangan…? tsk tsk tsk”–
“Tentu saja! Bukan tangan yang merepotkan Saya, melainkan tangan yang melayani sana sini,
mengatur segalanya menjadi lebih baik….”, balas Tuhan.
8. Juga tiga pasang mata yang harus dimiliki seorang ibu.”
“Bagaimana modelnya?” tanya malaikat semakin heran. Tuhan mengangguk-angguk.
“Sepasang mata yang dapat menembus pintu yang tertutup rapat dan
bertanya “Apakah yang sedang kau lakukan disitu?”, padahal sepasang mata itu
sudah mengetahui jawabannya.
“Sepasang mata kedua sebaiknya diletakkan di belakang kepalanya, sehingga ia bisa melihat
kebelakang tanpa menoleh. Artinya, ia dapat melihat apa yang sebenarnya tak boleh ia lihat
dan pasang mata ketiga untuk menatap lembut seorang anak yang mengakui kekeliruannya.
Mata itu harus bicara! Mata itu harus berkata : “Saya mengerti dan saya sayang padamu.”
Meskipun tidak diucapkan sepatah kata.
“Tuhan.” kata malaikat itu lagi, “Istirahatlah.”
“Saya tidak dapat, Saya sudah hampir selesai.”
9. Ia harus bisa menyembuhkan diri sendiri kalau ia sakit.
10. Ia harus tetap memberi makan 5 orang dengan uang yang menipis diakhir bulan.
11. Ia juga harus menyuruh anak umur 9 tahun mandi pada saat anak itu tidak ingin mandi…..”
Akhirnya malaikat membalik-balikkan contoh Ibu dengan perlahan. “Terlalu lunak”, katanya
memberi komentar.
“Tapi kuat!’ Kata Tuhan bersemangat. “Tak akan bisa engkau bayangkan betapa banyak yang bisa
ia tanggung, pikul dan derita.”
“Apakah ia dapat berpikir?” tanya malaikat lagi.
“Ia bukan saja dapat berpikir, tapi ia juga dapat memberi gagasan, idea dan “berkompromi”,
Kata Sang Pencipta.
Akhirnya malaikat menyentuh sesuatu di pipi, “Eh, ada kebocoran di sini.”
“Itu bukan kebocoran”, Kata Tuhan. “Itu adalah air mata….air mata kebahagiaan,
air mata kesedihan, air mata kekecewaan, air mata kesakitan, air mata kesepian,
air mata kebanggaan, air mata…air mata….”
“Tuhan memang ahliNya….”, malaikat berkata pelan.

> Subhanallah….Mulialah engkau wahai para ibu….

> ps : if you love your Mom send this messsage to other person, please.

Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaianya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam duka cita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya.

Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s. Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam “Silakan masuk”. Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, “Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya.” “Apakah dosamu wahai wanita ayu?” tanya Nabi Musa as terkejut. “Saya takut mengatakannya.” jawab wanita cantik. “Katakanlah jangan ragu-ragu!” desak Nabi Musa.
Maka perempuan itupun terpatah bercerita, “Saya ……telah berzina.” Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak. Perempuan itu meneruskan, “Dari perzinaan itu saya pun……lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya……. cekik lehernya sampai……tewas”, ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya.
Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia menghardik, ” Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!”…teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.

Perempuan berewajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur
luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk ke luar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau di bawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya.

Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, “Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?” Nabi Musa terperanjat. “Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?”

Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. “Betulkah ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista itu?” “Ada!” jawab Jibril dengan tegas. “Dosa apakah itu?” tanya Musa kian penasaran. “Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina”.

Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut. Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman didadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya.
(Dikutip dari buku 30 kisah teladan – KH Abdurrahman Arroisy)

Bila malam sudah beranjak mendapati Subuh, bangunlah sejenak. Lihatlah
istri Anda yang sedang terbaring letih menemani bayi Anda. Tataplah
wajahnya yang masih dipenuhi oleh gurat-gurat kepenatan karena seharian
ini badannya tak menemukan kesempatan untuk istirah barang sekejap,
Kalau saja tak ada air wudhu yang niembasahi wajah itu setiap hari,
barangkali sisa-sisa kecantikannya sudah tak ada lagi.

Sesudahnya, bayangkanlah tentang esok hari. Di saat Anda sudah bisa
merasakan betapa segar udara pagi, Tubuh letih istri Anda barangkali
belum benar benar menemukan kesegarannya. Sementara anak-anak sebentar
lagi akan meminta perhatian bundanya, membisingkan telinganya dengan
tangis serta membasahi pakaiannya dengan pipis tak habis-habis. Baru
berganti pakaian, sudah dibasahi pipis lagi. Padahal tangan istri Anda
pula yang harus mencucinya.

Di saat seperti itu, apakah yang Anda pikirkan tenang dia? Masihkah Anda
memimpikan tentang seorang yang akan senantiasa berbicara lembut kepada
anak-anaknya seperti kisah dari negeri dongeng sementara di saat yang
sama Anda menuntut dia untuk menjadi istri yang penuh perhatian, santun
dalam bicara, lulus dalam memilih kata serta tulus dalam menjalani
tugasnya sebagai istri, termasuk dalam menjalani apa yang sesungguhnya
bukan kewajiban istri tetapi dianggap sebagai kewajibannya.

Sekali lagi, masihkah Anda sampai hati mendambakan tentang seorang
perempuan yang sempurna, yang selalu berlaku halus dan lembut? Tentu
saja saya tidak tengah mengajak Anda membiarkan istri kita membentak
anak-anak dengan mata rnembelalak. Tidak. Saya hanya ingin mengajak Anda
melihat bahwa tatkala tubuhnya amat letih, sementara kita tak pernah
menyapa jiwanya, maka amat wajar kalau ia tidak sabar. begitu pula
manakala matanya yang mengantuk tak kunjung memperoleh kesempatan untuk
tidur nyenyak sejenak, maka ketegangan emosinya akan menanjak. Disaat
itulah jarinya yang lentik bisa tiba-tiba membuat anak kita rnenjerit
karena cubitannva yanq bikin sakit.

Apa artinya? Benar, seorang istri shalihah memang tak boleh
bermanja-manja secara kekanak-kanakan, apalagi sampai cengeng. Tetapi
istri shalihah tetaplah manusia yang membutuhkan penerimaan. Ia juga
butuh diakui, meski tak pernah meminta kepada Anda. Sementara
gejolak-gejolak jiwa yang memenuhi dada, butuh telinga yang mau
mendengar. Kalau kegelisahan jiwanya tak perna menemukan muaranya berupa
kesediaan untuk mendengar, atau ia tak pernah Anda akui keberadaannya,
maka jangan pernah menyalahkan siapa-siapa kecuali dirimu sendiri jika
ia tiba-tiba meledak. Jangankan istri kita yang suaminya tidak terlalu
istimewa, istri Nabi pun pernah mengalami situasi-situasi yang penuh
ledakan, meski yang membuatnya meledak-ledak bukan karena Nabi Saw. tak
mau mendengar melainkan semata karena dibakar api kecemburuan. Ketika
itu, Nabi Saw. hanya diam menghadapi ‘Aisyah yang sedang cemburu seraya
memintanya untuk mengganti mangkok yang dipecahkan.

Alhasil, ada yang harus kita benahi dalam jiwa kita. Ketika kita
menginginkan ibu anak-anak kita selalu lembut dalam mengasuh, maka bukan
hanya nasehat yang perlu kita berikan. Ada yang lain. Ada kehangatan
yang perlu kita berikan agar hatinya tidak dingin, apalagi beku, dalam
menghadapi anak-anak setiap hari, Ada penerimaan yang perlu kita
tunjukkan agar anak-anak itu tetap menemukan bundanya sebagai tempat
untuk memperoleh kedamaian, cinta dan kasih-sayang. Ada ketulusan yang
harus kita usapkan kepada perasaan dan pikirannya, agar ia masih tetap
memiliki energi untuk tersenyum kepada anak-anak kita. Sepenat apa pun
ia.

Ada lagi yang lain: pengakuan. Meski ia tidak pernah menuntut, tetapi
mestikah kita menunggu sampai mukanya berkerut-kerut. Karenanya, marilah
kita kembali ke bagian awal tulisan ini. Ketika perjalanan waktu telah
melewati tengah malam, pandanglah istri Anda yang terbaring letih itu.
lalu pikirkankah sejenak, tak adakah yang bisa kita lakukan sekedar
Untuk menqucap terima kasih atau menyatakan sayang? Bisa dengan kata
yang berbunga-bunga, bisa tanpa kata. Dan sungguh, lihatlah betapa
banyak cara untuk menyatakannya. Tubuh yang letih itu, alangkah
bersemangatnya jika disaat bangun nanti ada secangkir minuman hangat
yang diseduh dengan dua sendok teh gula dan satu cangkir cinta.
Sampaikan kepadanya ketika matanya telah terbuka, “Ada secangkir minuman
hangat untuk istriku. Perlukah aku hantarkan untuk itu?”

Sulit melakukan ini? Ada cara lain yang bisa Anda lakukan. Mungkin
sekedar membantunya menyiapkan sarapan pagi untuk anak-anak, mungkin
juga dengan tindakan-tindakan lain, asal tak salah niat kita. Kalau kita
terlibat dengan pekerjaan di dapur, rnemandikan anak, atau menyuapi si
mungil sebelum mengantarkannya ke TK, itu bukan karena gender-friendly;
tetapi semata karena mencari ridha Allah. Sebab selain niat ikhlas
karena Allah, tak ada artinya apa yang kila lakukan. Kita tidak akan
mendapati amal-amal kita saat berjumpa dengan Allah di yaumil-kiyamah.
Alaakullihal, apa yang ingin Anda lakukan, terserah Anda. Yang jelas,
ada pengakuan untuknya, baik lewat ucapan terima kasih atau tindakan
yang menunjukkan bahwa dialah yang terkasih. Semoga dengan kerelaan kita
untuk menyatakan terima-kasih, tak ada airmata duka yang menetes dari
kedua kelopaknya. Semoga dengan kesediaan kita untuk membuka telinga
baginya, tak ada lagi istri yang berlari menelungkupkan wajah di atas
bantal karena merasa tak didengar.

Dan semoga pula dengan perhatian yang kita berikan kepadanya, kelak
istri kita akan berkata tentang kita sebagaimana Bunda ‘Aisyah
radhiyallahu anha berucap tentang suaminya, Rasulullah Saw., “Ah, semua
perilakunya menakjubkan bagiku.”

Sesudah engkau puas memandangi istrimu yang terbaring letih, sesudah
engkau perhatikan gurat-gurat penat di wajahnya, maka biarkanlah ia
sejenak untuk meneruskan istirahnya. Hembusan udara dingin yang mungkin
bisa mengusik tidurnya, tahanlah dengan sehelai selimut untuknya.

Hamparkanlah ke tubuh istrimu dengan kasih-sayang dan cinta yang tak
lekang oleh perubahan, Semoga engkau termasuk laki-laki yang mulia,
sebab tidak memuliakan wanita kecuali laki-laki yang mulia.

Sesudahnya, kembalilah ke munajat dan tafakkurmu. Marilah kita ingat
kembali ketika Rasulullah Saw. berpesan tentang istri kita. “Wahai
manusia, sesungguhnya istri kalian mempunyai hak atas kalian sebagaimana
kalian mempunyai hak atas mereka. Ketahuilah,”kata Rasulullah Saw.
melanjutkan, ‘kalian mengambil wanita itu sebagai amanah dari Allah, dan
kalian halalkan kehormatan mereka dengan kitab Allah. Takutlah kepada
Allah dalam mengurus istri kalian. Aku wasiatkan atas
kalian untuk selalu berbuat baik. ” Kita telah mengambil istri kita
sebagai amanah dari Allah. Kelak kita harus melaporkan kepadaAllah Taala
bagairnana kita menunaikan amanah dari-Nya kah kita mengabaikannya
sehingga gurat-guratan dengan cepat rnenggerogoti wajahnya, jauh awal
dari usia yang sebenarnya? Ataukah, kita sempat tercatat selalu berbuat
baik untuk istri, Saya tidak tahu. Sebagaimana saya juga tidak tahu
apakah sebagai suami Saya sudah cukup baik jangan-jangan tidak ada
sedikit pun kebaikan di mata istri. Saya hanya berharap istri saya
benar-banar memaafkan kekurangan saya sebagai suami. indahya, semoga ada
kerelaan untuk menerima apa adanya. Hanya inilah ungkapan sederhana yang
kutuliskan untuknya. Semoga Anda bisa menerima ungkapan yang lebih agung
untuk istri Anda.

kursi