Archive for » Juni, 2011 «

1) Al-mu’minun
  •  ••                     
Artinya: kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (Q.S. ali-imron: 110)
Al-mukminun adalah mereka yang sebaik-baik manusia di dunia karena telah menyakini akan adanya Allah dan Rasul-Nya. Konsekuensi bagi mukmin yang taat pada ajaran yaitu menyuruh kepada ma’ruf dan mencegah dari yang munkar.
Allah memberitahukan kepada umat Nabi Muhammmad SAW, bahwa mereka adalah sebaik-baik umat.Umat yang terbaik yakni yang dilahirkan untuk umat manusia. Dengan kata lain, mereka adalah sebaik-baik umat dan manusia yang paling bermanfaat buat umat manusia.

Artinya: seorang lelaki berdirimenunjukkan dirinya kepada Nabi SAW, yang saat itu berdada di atas mimbar, lalu lelaki itu bertanya, “wahai rosululah, siapakah manusia yang terbaik?” nabi SAW, menjawab, “manusia yang terbaik ialah yang paling pandai membaca al-qur’an dan paling bertakwa di antara mereka kepada Allah, serta paling gencar dalam melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar terhadap mereka, dan paling gemar di antara mereka dalam bersilaturrahim.
2) Al-muslimun
                  
Artinya: aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku Termasuk orang-orang yang berserah diri. (Q.S. an-naml: 91)
Orang muslim adalah Orang yang telah berpasrah diri, dalam hal ini berpasrah kepada Tuhan, tetapi dalam rangking manusia ber¬kualitas, seorang yang baru pada tingkat muslim berada pada tingkatan terendah. Karakteristik seorang muslim adalah seorang yang telah meyakini supremasi kebenaran, berusaha untuk mengikuti jalan kebe¬naran itu, tetapi dalam praktek ia belum tangguh karena ia masih suka melupakan hal-hal yang kecil.
3) Al-muttaqun
        •         
Artinya: diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, Berwasiat untuk ibu-bapak dan karib kerabatnya secara ma’ruf, (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa. (Q.S. al-baqarah:180)
Tafsir
Maksud dari Ma’ruf ialah adil dan baik. wasiat itu tidak melebihi sepertiga dari seluruh harta orang yang akan meninggal itu. ayat ini dinasakhkan dengan ayat mewaris.
Al muttaqun adalahOrang mukmin yang telah menjiwai nilai-nilai kebenaran dan allergi terhadap kebatilan.Seorang muttaqin adalah orang yang setiap perbuatannya sudah merupakan perwujudan dari komitmen iman dan moralnya yang tinggi. Menurut Fazlur Rahman, takwa adalah aksi moral yang integral.
4) As-sholihun
        
Artinya: yang bermaksud hendak mengeluarkan kamu dari negerimu”. (Fir’aun berkata): “Maka Apakah yang kamu anjurkan?” (Q.S. al-a’rof: 170)
Al-sholihun adalah Mereka adalah orang-orang yang keimanan dan amalannya banar, tidak hipokrit dalam kehidupan.Orang sholih bukan hanya pandai mengabdikan dirinya kepada Allah swt.yang diekspresikannya dengan Aqidah Salimah (keimanan yang lurus atau kokoh) dan Shahihul Ibadah (benar dan tekun dalam beribadah) seperti yang telah dijabarkan di atas, tapi orang sholih juga sangat santun dan perhatian kepada sesama manusia. Sikap ini dalam bahasa praktis disebut Akhlaqul Karimah, artinya berakhlak mulia dan santun kepada orang lain. Orang sholih akan memiliki akhlak berikut:
a) Tidak menghina dan zhalim (aniaya) kepada orang lain
“Seorang muslim adalah saudara bagi sesama muslim. Karena itu janganlah menganiayanya, jangan membiarkannya teraniaya, dan jangan menghinanya, taqwa tempatnya di sini! sambil Beliau menunjuk dadanya tiga kali. Alangkah besar dosanya menghina saudara sesama muslim. Setiap muslim haram menumpahkan darah sesama muslim, haram merampas hartanya, dan haram mencemarkan kehormatan dan nama baiknya,” (HR. Muslim, Jilid IV, No. 2193)
b) Tidak berprasangka buruk
Tidak mencari-cari keburukan orang lain, tidak dengki, serta bersaing secara sehat “Hindari prasangka buruk, karena dia berita paling bohong.Jangan saling mencari keburukan, jangan saling mengorek aib, jangan bersaing secara tidak sahat, jangan saling mendengki, jangan saling marah, dan jangan saling tidak peduli.Tetapi jadilah kamu semua bersaudara sebagai hamba-hamba Allah.” (HR. Muslim, jilid IV, No. 2119)
c) Bersikap ramah
“Janganlah kamu menganggap sepele (remeh) pada kebaikan, walaupun sekedar menampakkan wajah yang ramah saat bertemu saudaramu (sesungguhnya itu adalah kebaikan).” (HR. Muslim). “Wajah yang ramah saat bertemu saudaramu, itu merupakan shadaqah.” (HR. Tirmidzi) “Sejak masuk Islam, saya menyaksikan wajah Rasul selalu tersenyum ramah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
d) Berbicara santun dan menghargai orang lain
“Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah (bijaksana) dan nasihat yang baik, serta berdiskusilah dengan cara yang baik…” (QS. An-Nahl 16:125)
e) Mendo’akan yang baik untuk orang lain.
Berusaha meringankan beban orang lain“Sesungguhnya do’a seorang muslim yang dipanjatkan tanpa sepengetahuan orang yang dido’akan, pasti dikabulkan karena di atas kepalanya ada malaikat. Setiap kali orang itu mendo’akan kebaikan untuk orang lain, malaikat itu menyahutnya” “Amien!Mudah-mudahan Allah mengabulkan dan memberikan kebaikan yang sama kepadamu.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad). “Do’a yang paling cepat dikabulkan adalah do’a yang dipanjatkan tanpa sepengetahuan orang yang dido’akan.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad)
f) Berusaha meringankan beban orang lain
“Siapa yang menolong kesusahan seorang muslim dari kesusahan-kesusahan dunia, pasti Allah akan menolongnya dari kesusahan-kesusahan akhirat. Siapa yang meringankan beban orang yang susah, niscaya Allah akan meringankan bebannya di dunia dan akhirat. Siapa yang menutup aib seorang muslim, niscaya Allah akan tutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya selama si hamba itu suka menolong orang lain.” (HR. Bukhari)
g) Berusaha mencintai orang lain dengan tulus tanpa meminta imbalan.
Abu Hurairah ra, berkat: Rasulullah saw. Bersabda, “Sesungguhnya Allah swt.berfirman pada hari kiamat: “Mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Hari ini akan Aku naungi (tolong) mereka, dimana tidak ada naungan (pertolongan) yang lainselain dari-Ku.” (HR. Muslim, jilid IV, No. 2197)
Kesimpulannya, setiap shalat kita mendo’a menjadi orang sholih.Kesholihan dapat kita raih bukan hanya denga do’a, tapi dengan melatih diri untuk mencapainya.Secara garis besar ada tiga tanda kesholihan, yaitu sholihul aqidah (mempunyai keimanan yang laurus dan kokoh), shalihul ibadah (rajin dan benar dalam beribadah), dan akhlaqul karimah (berakhlak mulia).Wallauhu a’lam.

5) Al-muhsinun
                     
Artinya: dan (ingatlah), ketika Kami berfirman: “Masuklah kamu ke negeri ini (Baitul Maqdis), dan makanlah dari hasil buminya, yang banyak lagi enak dimana yang kamu sukai, dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud, dan Katakanlah: “Bebaskanlah Kami dari dosa”, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu, dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada orang-orang yang berbuat baik”. (Q.S. al-baqarah: 58)

Maksudnya menurut sebagian ahli tafsir: menundukkan diri.
Apabila ada seseorang yang berbuat kebajikan dengan menolong orang mi skin, membantu orang yang sakit, menyumbang dana yang diperlukan masyarakat, berupa masjid, rumah sekolah, perbaikan jalan dan sarana-sarana kemasyarakatan lainnya, maka orang tersebut oleh masyarakat Arab disebut muhsinin.
Berbagai sumbangan yang kita terima dari negara-negara Arab, bila kita tanya asal muasalnya, maka selalu dijawab berasal dari para muhsinin. Makna muhsinin identik dengan dermawan tanpa identitas yang selalu kita sebut dengan “hamba Allah”.Sementara kalau kita telusuri arti umum muhsinin itu maknanya adalah orang-orang baik.Muhsinin adalah kata jama’ dari kata muhsin, yang asal katanya adalah ahsana -yuhsinu – ihsana, yang maknanya, berbuat baik – kebaikan.Jadi makna muhsinin adalah orang-orang yang berbuat kebaikan.
Jika kita perhatikan isi al-Quran dengan cermat, ternyata kita akan menemukan lebih dari 25 kali al-Quran menyebut kata muhsinin itu tersebar di dalam 14 surat, mulai pada ayat 58 surat al-Baqarah dan ditutup pada ayat 44 surat Al-Mursalat.
Dari sekian jumlah ayat-ayat yang menyebut muhsinin itu, dapat di kelompokkan ke dalam empat kesimpulan: Pertama, ciri-ciri muhsinin. Kedua, contoh-contoh muhsinin.Ketiga, sikap Allah terhadap muhsinin dan keempat, janjiAllah kepada muhsinin.
Ciri-ciri Muhsinin
Muhsinin, adalah orang-orang yang bertaqwa, yang senantiasa menginfaqkan hartanya di jalan Allah, baik dalam keadaan lapang maupun dalam keadaan sempit, bahkan menyisihkan khusus dari hartanya untuk orang yang meminta-minta dan tak berpunya.
Dapat menahan amarah serta senantiasa memaafkan kesalahan orang lain. Tetap dalam kesabaran di dalam menghadapi semua keadaan, baik dalam keadaan susah maupun dalam keadaan senang dan bersungguh-sungguh di dalam melaksanakan perintah Allah SWT.
Senantiasa menegakkan shalat, khususnya shalat malam, hingga mereka hanya tidur sedikit. Senantiasa ingat kepada Allah, khususnya bila tergelincir melakukan dosa, segera mereka meminta ampun kepada Allah dan berjanji tidak akan mengulanginya. Ayat-ayat al-Quran adalah pedoman dan penyejuk bagi mereka.Keyakinan yang kokoh tentang kehidupan akhirat.
Contoh-contoh Muhsinin
Semua orang dengan ciri-ciri di atas adalah muhsinin, dan di dalam surat At-Taubah ayat 92 dan 120, seluruh sahabat yang turut dalam perang Tabuk adalah muhsinin, bahkan yang tidak ikut karena ‘uzur dan terpaksa tetap tinggal di Madinah juga termasuk muhsinin. Dan secara khusus, Allah memberi contoh muhsinin itu adalah para Nabi dan Rasul-Rasul Allah, yang dalam hal ini diwakili yang disebut namanya adalah, Nabi Nuh as., Nabi Ibrahim as., Nabi Yusuf as., Nabi Musa as., Nabi Harun as., Nabi Ilyas as. ini disebutkan dalam surat Yusuf dan surat Ash-Shaffat.
Sikap Allah kepada Muhsinin
Ada empat ayat yang menyatakan Allah SWT mencintai muhsinin, di mana para muhsinin itu bersungguh-sungguh dalam ketakwaannya dalam dalam menginfakkan harta mereka di jalan Allah.Oleh karena kecintaannya kepada muhsinin, Allah senantiasa bersama mereka. Rahmat Allah sangat dekat kepada muhsinin, dan Allah berjanji tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.
Janji Allah
Allah berjanji akan membalas dengan kebaikan di dunia dan kebahagiaan di akhirat untuk para muhsinin itu. Empat kali Allah berulang-ulang menyatakan tidak akan menyia-nyiakan amal mereka. Untuk itu, Allah memerintahkan kesabaran, seperti yang tertera di dalan surat Hud ayat 115.Seperti disebutkan Allah dalam surat al-Maidah ayat 85, balasan untuk muhsinin itu adalah surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal abadi di situ.
Jenjang Muhsinin
Setiap muslim dituntut untuk menjadi muhsinin dan untuk mencapai tingkat muhsinin itu, diperlukan ilmu yang secukupnya dalam memahami Islam. Khususnya isi al-Quran. Lalu dengan dasar iman mengamalkan ajaran-ajaran Islam itu, bukan sekedar karena adat dan kebiasaan, dan semua amal itu diusahakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya, yaitu dengan cara ihsan. Dan ketika Rasulullah Saw ditanya tentang ihsan beliau menjawab, ihsan ialah engkau menyembah Allah seakan-akan melihat-Nya, dan bila engkau tak melihat-Nya, maka yakinlah sesungguhnya Dia melihatmu.

6) Al-muhtadun
             •          
Artinya: Katakanlah: “Sesungguhnya aku dilarang menyembah tuhan-tuhan yang kamu sembah selain Allah”. Katakanlah: “Aku tidak akan mengikuti hawa nafsumu, sungguh tersesatlah aku jika berbuat demikian dan tidaklah (pula) aku Termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk”.(Q.S al-an’am: 56)
Sebenarnya ada dua jenis petunjuk (guidance):
1. Untuk menunjukkan jalan (to show the way)
2. Untuk membimbing seseorang (to lead the person along the way).
Petunjuk jenis pertama diberikan kepada semua orang, melalui Rasul-Rasul dan Kitab-Kitab Nya yang bertujuan memberitahukan cara-cara untuk mencapai tujuan-tujuan hidup di dunia maupun di hari akhirat kelak seperti yang dicantumkan dalam Qur’an (16:36).
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul bagi tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara ummat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya….”
Untuk mendapatkan petunjuk kedua ini ada syaratnya yaitu petunjuk jenis pertama harus dicari terlebih dahulu. Penolakan terhadap petunjuk pertama akan melenyapkan kesempatan untuk mendapatkan petunjuk kedua. Lebih parah lagi penolakan itu berujung dengan penguncian mata hati oleh Allah.Walaupun begitu penguncian tersebut tidak dilakukan secara acak oleh Allah, akan tetapi merupakan konsekuensi dari pilihan-pilihan mereka, sebagai Allah berkata di dalam al-Qur’an:
Demikianlah Allah mengunci mata hati orang-orang yang tidak (mau) memahami. (al-Qur’an 30:59)dan
Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?”.Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yangdiberi-Nya petunjuk.Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik. (al-Qur’an 2:26)
Yusuf Ali dalam terjemahan Qur’an nya menulis “Ketika sikap menolak kebenaran (the truth) dilaksanakan, konsekuensi naturalnya (sesuai dengan hukum Allah) adalah hati dan pikiran menjadi lebih keras akibat aksi penolakan yang sengaja dilakukan. Tindakan mereka seperti sebuah amplop yang sudah direkatkan yang tidak bisa menerima surat apapun setelah dilem.”
Apakah hukum yang digambarkan di atas, bagus dan adil? Ya! Allah menurunkan kebaikan dan sebaliknya, dan Allah menjamin manusia kebebasan memilih untuk diberi petunjuk atau disesatkan. Setiap orang bertanggung jawab atas konsekuensi dari setiap keputusan yang dibuatnya (Qur,an 4: 115).
Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu’min, Kami biarkan ia berkuasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. (al-Qur’an 4:115)

7) As-Shodiqun
As-shodiqun adalah ulama yang oleh Allah dikuatkan dengan karamat yang dzahir sebagaimana para Rasul yang dikuatkan oleh Allah dengan mu’jizat. Seperti ada orang yang mau beriman berkata; tandanya anda rusul apa, saya mau buktinya, saya minta mu’jizatnya. Nah rasul di sini wajib menunjukkan mu’jizatnya.
Surat Al hujurat:15
                   
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar.
Tafsir
Shiddiqun (orang-orang yang meyakini Allah dan Rasul-Nya). Allah telah menganugerahi mereka keyakinan kepada Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana dinyatakan dalam firman-Nya, Orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itulah orang-orang shiddiqin (QS Al-Hadid [57]: 19). Shiddiq (bentuk tunggal dari shiddiqun) adalah orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya karena perkataan yang disampaikan Rasul, bukan karena dalil cahaya keimanan yang ada dalam hati yang mencegahnya untuk meragukan perkataan Rasul.Tidak ada maaam dan kedudukan di antara kenabian yang membawa syariat dan shiddiqah. Barangsiapa yang menapaki jejak Shiddiqun, berarti ia menapaki kenabian. Barangsiapa mengaku mendapatkan kenabian dengan membawa syariat setelah Nabi Muhammad Saw., maka ia telah berdusta dan kafir terhadap apa yang dibawa oleh orang jujur yaitu Rasulullah Saw.
Meskipun begitu, maqam qurbah ada di atas maqam shiddiqah dan di bawah maqam kenabian yang membawa syariat. Sayyid Muhyiddin r.a. berkata, “Maqam yang telah kami tetapkan berada di antara maqam kenabian yang membawa syariat dan maaam shiddiaah, adalah maqam aurbah yang khusus untuk Afrad. Kedudukan (Afrad) di mata Allah lebih rendah dibanding maaam kenabian yang membawa syariat dan berada di atas maaam shiddiaah.Hal ini ditunjukkan dengan adanya rahasia yang diukirkan pada hati Abu Bakar yang karenanya para Shiddiq dimuliakan.Tidak ada seorang pun di antara Abu Bakar dan Nabi Muhammad Saw., karena Abu Bakar adalah teman yang meyakini kebenarannya dan tepercaya.”
8) Al-mukhbitun
Al-mukhbitun adalahorang-orang yang runduk dan patuh. Allah menganugerahi mereka ketundukan dan kepatuhan yakni ketenangan.
Surat Al-Hajj:34
 •                     
Artinya: dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, Maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).
Tafsir
Nabi Ibrahim a.s. berkata, Akan tetapi, agar hatiku tenang (QS Al-Baqarah [2]: 260), maksudnya agar ia lega, tunduk, dan tenang di bumi ini Al-Mukhbitun adalah hamba-hamba Allah yang merasa tenang karena Allah, hati mereka merasa tenteram, mempercayai Allah, merendahkan diri di hadapan Yang Maha Meninggikan Derajat dan tunduk kepada kemuliaan-Nya. Mereka adalah orang-orang yang diberi kabar gembira oleh Allah melalui Nabi-Nya, Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh kepada Allah. Yaitu orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang, dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepada mereka (QS Al-Hajj [22]: 34-35). Inilah sifat-sifat al-Mukhbitun.
Ada empat ciri dari kelompok “Mukhbitin” ini, yaitu:
Pertama, hatinya merespon perintah Allah.Dia memiliki keinginan kuat untuk melakukan perintah Allah.Dia pun selalu berusaha untuk menjauhi apa yang dilarang Allah. Inilah yang dimaksud “bergetar hatinya saat mendengar nama Allah.”Dia memiliki ketenangan hati saat melakukan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Kedua, dia memiliki ketahanan yang tinggi: tahan uji, sabar, ikhlas, tidak mudah menyerah. Ketahuilah bahwa ujian adalah bentuk cinta Allah kepada hamba-Nya karena Allah sangat mencintai rintihan doa dari orang-orang Mukmin. Sehingga kita harus istiqamah dalam kesabaran.Bahkan sakit bagi seorang mukmin adalah menjadi pengurang dosa
Ketiga, menegakkan shalat dengan sebaik-baiknya, seperti istiqamah shalat di awal waktu, khusyu dlm shalat.
Keempat, terbiasa berinfak dan memberi.Dia menjdikan infak sebagai lifestyle dan kebutuhan hidupnya.
9) Zalimun li Nafsihi
Zalimun li Nafsihi yakni orang –orang yang mendholimi dirinya sendiri.
Dalam surat Fathir: 32
                       
Artinya: kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang Menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. yang demikian itu adalah karunia yang Amat besar.

Yang dimaksud dengan orang yang Menganiaya dirinya sendiri ialah orang yang lebih banyak kesalahannya daripada kebaikannya, dan pertengahan ialah orang-orang yang kebaikannya berbanding dengan kesalahannya, sedang yang dimaksud dengan orang-orang yang lebih dahulu dalam berbuat kebaikan ialah orang-orang yang kebaikannya Amat banyak dan Amat jarang berbuat kesalahan.

Tafsir
Allah SWT menurunkan Al Qur’an kepada nabi Muhammad.Al Qur’an merupakan mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad . Nabi Muhammad dan umatnya terpilih untuk menerima Al Qur’an .Dari sekian banyak umat para rasul terdahulu, nabi Muhammad dan umatnya yang terpilih.Yang di maksud umat nabi Muhammad adalah umat sejak Nabi Muhammad diutus hingga hari akhir.
Dalam menerima Al Qur’an yang merupakan firman Nya , umat Nabi Muhammad terbagi menjadi tiga yaitu :
1. Zalimun linafsihi ( mereka yang mendzalimi diri sendiri )
2. Muqtasid ( mereka yang pertengahan )
3. Sabiqun bilkhairat ( mereka yang lebih dahulu berbuat kebaikan )
Golongan pertama (zalimun linafshihi) adalah orang-orang yang lebih banyak berbuat kesalahan daripada kebaikannya .
Golongan kedua (muqtasid) adalah terdiri atas orang-orang yang kebaikannya sama dengan keburukan yang di lakukannya. Golongan ketiga (sabiqun bilkhairat) terdiri atas orang-orang yang kebaikannya sangat banyak dan sangat jarang berbuat kesalahan. Orang-orang yang termasuk golongan ketiga ini merupakan golongan yang mendapat karunia yang terbesar,selain itu juga mereka termasuk orang-orang yang beruntung karena menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup dan menjalankan apa yang di perintahkannya.Mereka melakukan perbuatannta dengan ikhlas karena Allah.Kelak Allah akan membalas segala perbuatannya.
10) Ulil Albab
Surat Al-baqarah 269
                  
Artinya: Allah menganugerahkan Al Hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).
Tafsir
Dalam ayat ini Allah swt.menerangkan bahwa Ia akan memberikan hikmah kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Maksudnya ialah bahwa Allah mengaruniakan hikmah kebijaksanaan serta ilmu pengetahuan kepada siapa-siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-Nya, sehingga dengan ilmu dan dengan hikmah itu ia dapat membedakan antara yang benar dan yang salah, antara was-was setan dan ilham dari Allah swt.
Alat untuk memperoleh hikmah itu ialah akal yang sehat dan cerdas, yang dapat mengenal sesuatu berdasarkan dalil-dalil dan bukti-bukti, dan dapat mengetahui sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya.Dan barang siapa yang telah mencapai hikmah dan pengetahuan yang demikian itu berarti dia telah dapat membedakan antara janji Allah dan bisikan setan.Lalu dipercayainya janji Allah dan dibuangnya bisikan setan itu.
Oleh sebab itu Allah menegaskan bahwa siapa yang telah memperoleh hikmah dan pengetahuan semacam itu, berarti ia telah memperoleh kebaikan yang banyak, yaitu kebaikan di dunia ini dan kebaikan di akhirat kelak. Ia tidak mau menerima bisikan-bisikan jahat dari setan bahkan ia menggunakan segenap pancaindra, akal dan pengetahuannya untuk mengetahui mana yang baik dan mana yang batil, mana yang petunjuk Allah dan mana yang bujukan setan. Kemudian ia berserah diri sepenuhnya kepada Allah swt.
Pada akhir ayat ini Allah swt.memuji orang-orang yang berakal dan mau berpikir. Mereka inilah yang selalu ingat dan waspada serta dapat mengetahui apa-apa yang bermanfaat serta dapat membawanya kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.
Ali ibnu abu thalhah meriwayatkan dari ibnu abbas, bahwa yang dimaksud dengan hikmah adalah pengetahuan mengenai Al-Qur`an. Dan puncak hikmah adalah takut kepada Allah. Seperti yang diriwayatkan oleh Abu Murdawaih:
رَأْسَ الحِكْمَةِ مَخَافَةُ اللهِ
Artinya: Puncak hikmah adalah takut kepada Allah
Yang dimaksud ulul albab disini yakni, tidak ada yang memanfaatkan pelajaran dan peringatan kecuali hanya orang yang mempunyai pemahaman dan akal, dengan melaluinya ia dapat memahami khitab (perintah) Allah swt.

11) Ulul Abshor
Surat An-Nur: 44
   •  •      
Artinya: Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan.
Tafsir
Ulul abshar adalah seseorang yang mempunyai akal sehat yang sempurna yang selalu mengingat Allah dan bersyukur kepada-Nya.
12) Ulin Nuha
Surat Thaha :54
    •      
Artinya: makanlah dan gembalakanlah binatang-binatangmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal.

Tafsir
Ulin nuha adalah seseorang yang selalu memikirkan tentang kebesaran Allah yaitu dengan cara mengetahui sifat-sifat Allah serta melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi apa yang di larang-Nya.

Nama sekolah :
Mata Pelajaran : Sejarah Kebudayaan Islam
Kelas/ semester : VII/ I
Alokasi waktu : 1 kali pertemuan/ 2 x 40 menit
I. Standar Kompetensi : Memahami sejarah Nabi Muhammad SAW
II. Kompetensi dasar : Menjelaskan sejarah Nabi Muhammad SAW
III. Indikator :
1. menguraikan kehidupan masyarakat arab sebelum masa nabi Muhammad SAW
2. menguraikan kehidupan nabi muhammad SAW
3. Menjelaskan penyiaran Islam sebelum Hijrah
4. Menjelaskan penyiaran Islam sesudah Hijrah

IV. Tujuan Pembelajaran
Setelah proses pembelajaran selesai, guru menjelaskan, diskusi kelompok dan menjelaskan secara lisan diharapkan siswa dapat:
1. Menguraikan sejarah kehidupan masyarakat arab sebelum Nabi lahir
2. Menguraikan kehidupan Nabi dengan baik dan benar
3. Menjelaskan penyebaran Islam sebelum Hijrah dengan lancar
4. Menjelaskan penyebaran Islam sesudah Hijrah dengan lancar
5. Mengambil ibrah dari sejarah kehidupan Nabi

V. Materi Pembelajaran
1. Sejarah kehidupan masyarakat arab sebelum Nabi lahir (geografis tanah Arab, sosial, ekonomi, keagamaan, keluarga)
2. Sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW (orang tua Nabi, kelahiran Nabi, dalam asuhan Halimah Sa’diyah, dalam pemeliharaan pamannya, menikah, pembangunan ka’bah, menjadi Nabi dan Rasul)
3. Sejarah penyebaran Islam sebelum hijrah (menyepi di gua Hira, turunnya wahyu pertama, berdakwah secara diam-diam, berdakwah secara terang-terangan, pertentangan kafir qurays, perjanjian Aqabah, hijrah)
4. Sejarah penyebaran Islam sesudah Hijrah (pembentukan negara madinah, piagam madinah, perang badar, perang uhud, perang khandaq, perjanjian hudaibiyah, fathul mekkah, perang tabuk, haji wada’, Nabi meninggal)

VI. Model dan Strategi/metode Pembelajaran
1. Pembelajaran klasikal
Urutan Kegiatan Pembelajaran
1. Guru menjelaskan definisi
2. Membuktikan rumus
3. Memberi contoh
4. Memberi soal latihan

2. Group investigation
Langkah-langkah pembelajaran:
1. Grouping (menetapkan jumlah anggota kelompok, menentukan sumber, memilih topik, merumuskan permasalahan),
2. Planning (menetapkan apa yang akan dipelajari, bagaimana mempelajari, siapa melakukan apa, apa tujuannya),
3. Investigation (saling tukar informasi dan ide, berdiskusi, klarifikasi, mengumpulkan informasi, menganalisis data, membuat inferensi),
4. Organizing (anggota kelompok menulis laporan, merencanakan presentasi laporan, penentuan penyaji, moderator, dan notulis),
5. Presenting (salah satu kelompok menyajikan, kelompok lain mengamati, mengevaluasi, mengklarifikasi, mengajukan pertanyaan atau tanggapan), dan
6. Evaluating (masing-masing siswa melakukan koreksi terhadap laporan masing-masing berdasarkan hasil diskusi kelas, siswa dan guru berkolaborasi mengevaluasi pembelajaran yang dilakukan, melakukan penilaian hasil belajar yang difokuskan pada pencapaian pemahaman.
3. Model problem-based instruction
Langkah-langkah pembelajaran:
1. guru mendefinisikan atau mempresentasikan masalah atau isu yang berkaitan (masalah bisa untuk satu unit pelajaran atau lebih, bisa untuk pertemuan satu, dua, atau tiga minggu, bisa berasal dari hasil seleksi guru atau dari eksplorasi siswa),
2. guru membantu siswa mengklarifikasi masalah dan menentukan bagaimana masalah itu diinvestigasi (investigasi melibatkan sumber-sumber belajar, informasi, dan data yang variatif, melakukan surve dan pengukuran),
3. guru membantu siswa menciptakan makna terkait dengan hasil pemecahan masalah yang akan dilaporkan (bagaimana mereka memecahkan masalah dan apa rasionalnya),
4. pengorganisasian laporan (makalah, laporan lisan, model, program komputer, dan lain-lain), dan
5. presentasi (dalam kelas melibatkan semua siswa, guru, bila perlu melibatkan administator dan anggota masyarakat).

4. Jigsaw
Langkah-langkah Pembelajaran:
1. Siswa membaca topik ahli dan menetapkan anggota ahli untuk topik tertentu.
2. Diskusi grup ahli: Siswa dengan topik ahli yang sama bertemu untuk mendiskusikannya dalam kelompok ahli.
3. Laporan kelompok: Siswa ahli kembali ke kelompoknya masing-masing untuk menjelaskan topik yang didiskusikannya kepada anggota kelompoknya
4. Tes:Siswa mengerjakan kuis individual yang mencakup semua topik.
5. Penghargaan kelompok

5. Stad
Langkah-langkah Pembelajaran
1. Guru menyampaikan materi
2. Siswa membentuk kelompok untuk menyelesaikan masalah
3. Menyerahkan/mempresentasikan hasil kerja kelompok
4. Memberi tes/kuis
5. Memberikan penghargaan kelompok

VII. Langkah-langkah pembelajaran
1. Pendahuluan
Guru masuk ke dalam kelas mengucapkan salam dengan mengatakan assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan memulai pelajaran dengan berdoa bersama-sama yang dipimpin oleh ketua kelas dengan membaca surat al-Fatihah dan dilanjutkan dengan doa akan belajar yaitu doa yang berbunyi “robbi zidni ‘ilma, war zuqni fahma, amiin ya robbal ‘alamiin”.
Kemudian guru mengabsen siswa-siswa dengan cara menyebut satu-persatu siswanya dengan menyebutkan nama lengkap siswa. Setelah itu guru membiasakan murid-murid untuk membaca al-Qur’an selama lima menit untuk membentuk karakter murid menjadi manusia yang mencintai al-Qur’an. Selesai membaca al-Qur’an guru mempersilahkan murid untuk menyiapkan perlengkapan belajar seperti buku ajar, buku tulis dan bolpoint.
Sebagai pembuka guru berdiri diantara siswanya dan memberikan beberapa pertanyaan kuis untuk membangkitkan motifasi belajar siswa. Pertanyaan ini diberikan kepada siswa secara acak dan yang bisa menjawab diminta untuk mengangkat tangan dan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Bagi yang menjawab salah maka jawaban akan dilempar kepada teman yang lainnya.
Pertanyaan juga diberikan kepada siswa untuk dijawab bersama-sama. Selain itu guru juga memberikan pertanyaan kepada anak yang tidak mau mengangkat tangan agar ia termotivasi dan konsentrasi terhadapa materi yang akan diajarkan. Setelah itu guru memberikan tayangan video yang terkait materi untuk membangkitkan motivasi siswa dalam belajar.
Setelah para siswa termotivasi untuk belajar, guru menyudahi kuis yang diberikan kepada siswa. Kemudian guru pergi ke depan kelas dan mengambil spidol. Kemudian mengatakan kepada para siswa, “anak-anak dari pertanyaan yang bapak berikan tadi kita akan membahas sejarah Nabi Muhammad SAW” tema tersebut ditulis didepan kelas agar dibaca oleh siswanya dan mereka menjadi lebih konsentrasi terhadap materi yang akan dipelajari.

2. Kegiatan inti
Murid disuruh membuka buku Pendidikan Agama Islam pada bab Sejarah Nabi Muhammad SAW. Setelah itu disuruh membaca dan mendalami isinya selama 5-10 menit. Selesai membaca murid dipersilahkan untuk menutup bukunya. Guru menjelaskan materi sejarah Nabi Muhammad SAW secara singkat kepada murid agar mereka lebih mengerti terhadap materi yang sedang dipelajari. Setelah guru selesai menjelaskan guru bertanya kepada siswanya, “anak-anak apakah kalian sudah paham?”. Setelah siswa dirasa paham guru membentuk kelas menjadi empat kelompok.
Setelah siswa membentuk 4 kelompok mereka dipersilahkan untuk mendiskusikan materi yang diajarkan bersama anggota kelompoknya dan meringkas materinya secara individu. Materi dibagi menjadi 4 bagian dan setiap kelompok mendapatkan satu bagian untuk mempresentasikannya di depan kelas.
Empat bagian tersebut adalah:
a. Bagian sejarah kehidupan masyarakat arab sebelum kelahiran nabi Muhammad SAW untuk kelompok 1,
b. Bagian sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW untuk kelompok 2,
c. Bagian sejarah penyiaran islam sebelum hijrah untuk kelompok 3,
d. Bagian sejarah penyiaran islam sesudah hijrah untuk kelompok 4.
Setelah semua kelompok sudah berkumpul mereka disuruh untuk mendiskusikan bagiannya masing-masing. Setiap kelompok mendiskusikan bagiannya masing-masing sekitar 15 menit sampai mereka menguasai materinya dan menjadi ahli. Dalam diskusi kelompok itu guru mendampingi siswa bergantian setiap kelompok. Guru membantu dan mengarahkan setiap kelompok tersebut apabila kurang memahami materi yang mereka diskusikan. Setiap kelompok harus ada satu orang yang benar-benar ahli di bagiannya yang akan menjadi konsultan ketika anggota lainnya mengalami kendala ketika mempresentasikan materi kepada kelompok lain.
Setelah setiap anak menjadi ahli dari setiap bagiannya, guru menyebarkan anggota kelompok kepada kelompok lain untuk mempresentasikan materinya. Anggota kelompok 1 disebar kepada kelompok dua, tiga dan empat. Demikian pula anggota kelompok dua disebar kepada kelompok satu, tiga dan empat. Anggota kelompok tiga dissebar kepada kelompok satu, dua dan empat. Dan anggota kelompok empat disebar kepada kelompok satu, dua dan tiga.
Setelah semua anggota kelompok terbagi rata barulah dimulai diskusi. Setiap perwakilan kelompok mempresentasikan materinya kepada anggota kelompok lain. Setiap perwakilan mempresentasikan materinya selama lima menit dan lima menit lagi untuk bertanya. Demikian seterusnya sampai semua perwakilan kelompok awal mempresentasikan materinya masing-masing. Dalam diskusi kelompok campuran tersebut ada salah satu anak yang menjadi moderator untuk memandu jalannya diskusi.
Dalam diskusi tersebut moderator mencatat siapa yang aktif bertanya atau mengkritisi presentasi temannya. Setelah diskusi selesai catatan tersebut diberikan kepada guru untuk menjadi catatan guru terhadap anak yang aktif dalam pembelajaran.
Setelah selesai diskusi, anak-anak tetap duduk ditempatnya. Kemudian suasana kelas kembali dipegang oleh guru. Sebelum menyimpulkan pembelajaran guru mempersilahkan para siswa bertanya apabila ada materi yang belum dipahami. Setelah tidak ada anak yang bertanya, guru menyimpulkan materi yang dipelajari.
3. Penutup
Guru meminta kembali siswa untuk sekali lagi mengulang pokok pembahasan tentang sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW dan penyebaran Islam sebelum dan sesudah hijrah.
Guru meminta siswa agar merenungkan kembali sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW dan penyebaran Islam sebelum dan sesudah hijrah serta mengambil pelajaran dari sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW dan penyebaran Islam sebelum dan sesudah hijrah.
Siswa diminta mengerjakan soal yang ada di dalam buku sebagai tugas rumah dan menjadi penilaian guru.
Guru menutup pelajaran dengan membaca alhamdulillahi robbil ‘alamiin dan mengucapkan wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

VIII. Sumber Belajar
Buku ajar: berupa buku yang disusun guna membantu kelancaran pembelajaran dan disusun berdasarkan tujuan yang ingin dicapai oleh peserta didik
Buku sejarah islam: buku-buku cetak yang berisi kajian sejarah islam
Guru:sebagai sumber belajar yang berupa perbuatan nyata dan lisan (kurikulum berjalan atau buku berrjalan)
pengalaman siswa di SD: pengalaman belajar yang di dapat di bangku SD yang sesuai dengan materi yang dipelajari.

IX. Media Pembelajaran
Bolpoint: alat yang digunakan untuk menulis maupun menandai tulisan yang dirasa penting.
buku tulis: buku pegangan siswa untuk mencatat menulis dan mengerjakan tugas
buku ajar: buku pegangan siswa untuk mendapatkan informasi mengenai materi yang sedang dipelajari
guru: sebagai informan, pembimbing dan pengarah siswa dalam belajar.

X. Penilaian
Tes tulis: tes tulis dilakukan dengan menggunakan soal-soal yang ada dalam buku ajar
Tes produk: buatlah rangkuman dengan bahasa kalian sendiri sejarah kehidupan nabi Muhammad SAW.
No Nama siswa Aspek yang dinilai Rata-rata
A B C D

Keterangan:
A. Kejelasan tulisan
B. Ketepatan menceritakan khidupan masyarakat arab sebelum Nabi lahir
C. Kejelasan cerita kehidupan Nabi
D. Ketepatan membedakan penyebaran islam sebelum dan sesudah hijrah

Category: pendidikan  2 Comments

Dari Aisyah r.a. berkata, aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan berlaku hari qiamat sehingga anak seseorang menjadi punca kemarahan (bagi ibu bapanya) dan hujan akan menjadi panas (hujan akan berkurang dan cuaca akan menjadi panas) dan akan bertambah ramai orang yang tercela dan akan berkurangan orang yang baik dan anak-anak menjadi berani melawan orang-orang tua dan orang yang jahat berani melawan orang-orang baik”. (H.R. Thabrani)

Keterangan
Di antara tanda-tanda qiamat ialah:

1. Bila anak-anak merupakan puncak kemarahan orang tuanya.
2. Bila hujan berkurangan, cuaca menjadi panas dan udara telah tercemar.
3. Orang jahat bertambah ramai dan galakan untuk membuat kejahatan sangat banyak.
4. Orang yang berbuat kebaikan sedikit dan tidak mendapat kemudahan yang sewajarnya.
5. Anak-anak sudah berani melawan orang tuanya.
6. Orang-orang yang jahat berani melawan orang-orang yang baik dan tidak segan terhadap mereka.
Nampaknya corak masyarakat kita pada hari ini tidak banyak bedanya dari apa yang disebutkan oleh Rasulullah saw. Setiap hari kita melihat kebenaran daripada apa yang disabdakan oleh Rasulullah saw.

Kita berdoa, mudah-mudahan Allah swt. menyelamatkan kita dan anak cucu kita dari tergolong di kalangan mereka yang disebutkan tadi.

1. Definisi Sejarah Kebudayaan Islam

Sejarah secara bahasa berasal dari bahasa arab yaitu “syajarah” yang berarti pohon. Dari sudut lain pula, istilah history merupakan terjemahan dari perkataan Yunani yakni Histories yang membawa makna satu penyelidikan ataupun pengkajian. Sedangkan kebudayaan secara bahasa, berasal dari kata budaya.Budaya berasal dari bahasa Sansekerta Budhayah.Kata ini berasal dari dua kata yaitu budi dan daya. Budi artinya: akal, tabiat, watak, akhlak, perangai, kebaikan, daya upaya, kecerdikan untuk pemecahan masalah. Sedangkan daya : berarti kekuatan, tenaga, pengaruh, jalan, cara, muslihat.
Dalam bahasa Arab, kata yang dipakai untuk kebudayaan adalah: al-Hadlarah, as Tsaqafiyah/Tsaaqafah yang artinya juga peradaban. Kata lain yang digunakan untuk menunjuk kata kebudayaan adalah: Culture (Inggris), Kultuur (Jerman), Cultuur (Belanda). Dalam kamus bahasa indonesia kebudayaan berarti hasil budidaya manusia.Kebudayaan secara istilah adalah cara berfikir dan cara merasa yang menyatakan diri dalam keseluruhan segi kehidupan dari segolongan manusia yang membentuk kesatuan sosial dalam suatu ruang dan waktu.
Kebudayaan Islam adalah hasil cipta, karsa dan rasa bersama dari orang-orang yang berada diwilayah kekuasaan pemerintahan islam tanpa peduli asal bangsa, agama dan sebagainya. Kebudayaan Islam diatas berlandasan bahwa Islamlah yang menaungi kebudayaan ini dan membekalinya dengan visi historisnya dari kulturalnya, dan memberi bentuk intuitifnya secara khusus.
Jadi sejarah kebudayaan islam adalah silsilah atau kajian yang mempelajari hasil cipta, karsa dan rasa bersama dari orang-orang yang berada diwilayah kekuasaan pemerintahan islam tanpa peduli asal bangsa, agama dan sebagainya.

2. Tujuan Dan Manfaat Mempelajari Kebudayaan Islam
Belajar sejarah sama halnya dengan belajar melalui pengalaman sehari-hari. Bukankah lebih baik jika orang mau belajar melalui pengalaman sehari-hari untuk menghadapi dan memecahkan masalah baru agar dapat menghasilkan suatu hal yang terbaik. Kamu juga akan mampu berpikir secara kronologis dan memiliki pengetahuan tentang masa lampau yang dapat digunakan untuk menjelaskan proses perkembangan, perubahan masyarakat Islam, serta keragaman budaya di masa yang akan datang.
Sejarah merupakan jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini, ia merupakan tempat belajar bagi para generasi penerus agar dapat memandang ke masa silam, melihat ke masa kini, dan menatap ke masa depan. Al- Qur’an adalah kitab suci yang merupakan pedoman hidup umat Islam yang telah memerintahkan umatnya untuk memperhatikan sejarah.
Beberapa ayat Al-Qur’an dengan jelas memerintahkan hal itu. Di antaranya adalah sebagai berikut:

أَوَلَمْ يَسِيرُوا فِي الأرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَانُوا أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَأَثَارُوا الأرْضَ وَعَمَرُوهَا أَكْثَرَ مِمَّا عَمَرُوهَا وَجَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ :٩
Artinya :
“Dan tidaklah mereka berpergian dimuka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul)? Orang-orang itu lebih kuat dari mereka (sendiri) dan mereka telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan, dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang jelas. Maka Allah samasekali tidak berlaku zalim kepada mereka, tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri. (Q.S. Ar-Ruum [30] :9]
Al-Qur’an bahkan tidak hanya memerintahkan umatnya untuk memperhatikan perkembangan sejarah manusia, tetapi Al-Qur’an juga menyajikan banyak kisah.Sebagian ulama bahkan ada yang berpendapat bahwa dua pertiga isi Al-Qur’an itu adalah kisah sejarah. Dalam kitab Mańa al-Qaţţan dijelaskan bahwa kisah dalam Al-Qur’an terbagi menjadi tiga macam antara lain sebagai berikut :
Kisah para nabi yang berisi usaha, fase-fase perkembangan dakwah mereka, dan sikap orang-orang yang menentang para nabi. Adapun yang termasuk yang termasuk ke dalam jenis kisah tersebut di antaranya adalah kisah nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Ishak, Ismail, Musa, Harun, Isa dan Muhammad saw.
Kisah orang-orang terdahulu yang termasuk ke dalam katagori nabi.Adapun yang termasuk ke dalam jenis kisah tersebut seperti kisah Talut, Jalut, dua orang putera nabi Adam, Ashab al Kahfi (penghuni gua), Zulkarnaen, Qarun, Firaun, Maryam, dan keluarga Imran.
Kisah-kisah yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa Nabi Muhammad saw. seperti peristiwa Perang Badar, Perang Uhud, Perang Ahzab, Perang Hunain, Perang Tabuk, peristiwa hijrah, dan
peristiwa Isra’ mi’raj Kisah-kisah ini dipaparkan dengan tujuan agar umat manusia mengambil i’tibar (pelajaran) darinya. Allah berfirman sebagai berikut:
وَكُلا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ وَجَاءَكَ فِي هَذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ :١٢٠
Artinya :
“Dan semua kisah rasul-rasul, Kami ceritakan kepadamu Muhammad, agar dengan kisah ini kami teguhkan hatimu; dan di dalamnya telah diberikan kepadamu (segala) kebenaran ini Telah datang kepadamu kebenaran nasehat dan peringatan dan bagi orang-orang yang beriman”. (QS Hud[11]:120)
Jadi, tujuan dan manfaat mempelajari sejarah kebudayaan Islam adalah sebagai berikut.
1) Memperoleh pengalaman mengenai peristiwa-peristiwa sejarah kebudayaan Islam di masa lalu baik pengalaman positif maupun pengalaman negatif yang dapat dijadikan hikmah agar kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi tidak terulang kembali.
2) Mengetahui teori-teori sejarah kebudayaan Islam yang berlaku agar kemudian dapat dimanfaatkan dan diterapkan dalam mengatasi berbagai persoalan hidup di masa kini dan masa yang akan datang.
3) Menumbuhkan kedewasaan berpikir, memiliki cara pandang ke depan yang lebih luas serta bertindak lebih arif dan bijaksana .
4) Untuk mengetahui sejarah perkembangan peradaban Islam.
5) Sebagai pelajaran untuk diterapkan di masa sekarang.Peradaban Islam pada masa Nabi Muhammad adalah peradaban yang paling sempurna sehingga dapat kita jadikan pelajaran di masa sekarang.
6) Untuk menyelidiki dan mengetahui sejauh mana kemajuan yang telah di capai oleh umat Islam terdahulu dalam lapangan peradaban.
7) Untuk mengggali dan meninjau kembali faktor-faktor apa yang menyebabkan kemajuan islam dalam lapangan peradaban dan faktor apa pula yag menyebabkan kemundurannya kemudian menjadi cermin bagi masa-masa sesudahnya.
8) Untuk mengetahui dan membandingkan antara peradaban yang dijiwai islam dengan peradaban yang lepas dari jiwa Islam. Mengetahui sumbangan Islam dan umat Islam dalam lapangan peradaban umat manusia di muka bumi

3. Wujud Kebudayaan
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
a. Gagasan (Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh.Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat.Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
b. Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu.Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial.Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan.Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
c. Artefak (karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan.Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.
Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.

PETA KONSEP

LATIHAN
A. Pilihlah jawaban yang benar dengan tanda silang (X).
1. Kata sejarah dalam bahasa Arab adalah “syajarah”, arti dari kata tersebut adalah?
a. Pohon
b. Daun c. Bunga
d. Cabang
2. Silsilah atau kajian yang mempelajari hasil cipta, karsa dan rasa bersama dari orang-orang yang berada diwilayah kekuasaan pemerintahan islam tanpa peduli asal bangsa, agama dan sebagainya adalah pengertian dari?
a. Sejarah kerajaan
b. Sejarah kekeluargaan islam c. Sejarah kebudayaan islam
d. Sejarah kebudayaan
3. Budaya adalah kata yang tersusun dari kata budi dan daya yang berasal dari bahasa?
a. Jerman
b. Ingggris c. Sansekerta
d. Jawa
4. Ayat qur’an yang menyebutkan tentang sejarah adalah?
a. Q.S al-Baqarah ayat 8
b. Q.S Hud ayat 120 c. Q.S Hud ayat 121
d. Q.S Hud ayat 125
5. Dibawah ini yang bukan manfaat mempelajari kebudayaan islam adalah
a. Menumbuhkan kedewasaan berpikir, memiliki cara pandang ke depan yang lebih luas serta bertindak lebih arif dan bijaksana
b. Untuk mengetahui sejarah perkembangan peradaban Islam.
c. Sebagai pelajaran untuk diterapkan di masa sekarang.
d. Mencari kesalahan kehidupan orang terdahulu
6. Kebudayaan islam adalah segala peninggalan yang ada di wilayah kekuasaan?
a. Islam
b. Kristen c. Budha
d. Hindhu
7. Gagasan adalah salah bentuk kebudayaan islam yang berupa?
a. Ide-ide
b. Candi c. Kegiatan
d. Bilangan
8. Berikut ini yang merupakan bentuk kebudayaan islam adalah?
a. Kegiatan
b. Bangunan c. Norma
d. Semua benar
9. Pemerintahan adalah salah satu wujud kebudayaan yang tergolong kedalam bentuk?
a. Gagasan
b. Kegiatan c. Artefak
d. Bukan ketiganya
10. Wujud peningglan kebudayaan islam yang berupa artefak biasanya adalah, kecuali?
a. Masjid
b. Istana c. Tulisan
d. Buku
11. Apa yang kamu lakukan jika kamu diajak untuk berziarah ke salah satu makam wali?
a. Menolak
b. Mengkafikan orang yang mengajak c. Ikut dan disana tidak menghargai hasil kebudayaan yang ada
d. Ikut, kagum dan merenungi betapa besarnya jasa para wali
12. Dibawah ini yang termasuk peninggalan sejarah Islam adalah?
a. Ka’bah
b. Rumah orang arab c. Candi borobudur
d. Gereja
13. Presiden pertama kita pernah berkata “jangan melupakan jas merah” kalimat tersebut mempunyai makna yaitu bangsa yang yang besar adalah……
a. Tidak melupakan sejarahnya
b. Melupakan sejarahnya
c. Menghancurkan peninggalan sejarah
d. Menjual benda-benda bersejarah
14. Jika kamu melihat ada orang yang mencuri peninggalan budaya yang sangat berharga dan akan dijual kepada orang asing apa tindakan kamu
a. Membiarkan saja
b. Ikut-ikutan
c. Melaporkan kepada polisi
d. Bekerja sama dengan pencuri tersebut
15. Peristiwa berkut yang termasuk sejarah kebudayaan islam adalah?
a. Kegiatan perekonomian orang arab sebelum nabi menjadi rasul
b. Hijrahnya nabi muhammad ke madinah
c. Peperangan antara orang qurays dan persia
d. Meninggalnya abu tholib

B. Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Sebutkan lima manfaat mempelajari sejarah kebudayaan islam!
2. Jelaskanlah bentuk/wujud sejarah kebudayaan islam!
3. Tuliskanlah salah satu ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan sejarah!
4. Apa yang kamu perbuat untuk melestarikan hasil kebudayaan yang ada disekitar kamu?
5. Jika ada orang yang ingin merusak/menghancurkan benda/bangunan islam yang bersejarah di daerah kamu, apa yang akan kamu lakukan?
6. Bagaimana caranya agar masyarakat kita mencintai peninggalan sejarah Islam?

1. Misi nabi Muhammad sebagai rahmat semesta alam
Nabi Muhammad tidak dilahirkan hanya menjadi sebagai seorang nabi atau rasul saja.Tapi juga sebagai seorang panglima perang, pejuang, dan diplomat sejati. Dalam berdakwah menyebarkan agama islam di tengah umat manusia, khususnya di Mekkah dan Madinah Nabi senantiasa menekankan pada perdamaian, kasih sayang, tolong-menolong dan saling membantu. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Anbiya’ ayat 107:
     
Artinya: “Dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”.
Berdasarkan penafsiran para ulama ahli tafsir yang terpercaya, beberapa faedah yang dapat kita ambil dari ayat ini adalah:
1. Di utusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam sebagai Rasul Allah adalah bentuk kasih sayang Allah kepada seluruh manusia.
2. Seluruh manusia di muka bumi diwajibkan memeluk agama Islam.
3. Hukum-hukum syariat dan aturan-aturan dalam Islam adalah bentuk kasih sayang Allah Ta’ala kepada makhluk-Nya.
4. Seluruh manusia mendapat manfaat dengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam
5. Rahmat yang sempurna hanya didapatkan oleh orang yang beriman kepada ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam
6. Orang yang beriman kepada ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam, membenarkan beliau serta taat kepada beliau, akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
7. Orang kafir yang memerangi Islam juga mendapat rahmat dengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam, yaitu dengan diwajibkannya perang melawan mereka. Karena kehidupan mereka didunia lebih lama hanya akan menambah kepedihan siksa neraka di akhirat kelak.
8. Orang kafir yang terikat perjanjian dengan kaum muslimin juga mendapat rahmat dengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam. Yaitu dengan dilarangnya membunuh dan merampas harta mereka.
9. Secara umum, orang kafir mendapat rahmat dengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam berupa dihindari dari adzab yang menimpa umat-umat terdahulu yang menentang Allah. Sehingga setelah diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam, tidak akan ada kaum kafir yang diazab dengan cara ditenggelamkan seluruhnya atau dibenamkan ke dalam bumi seluruhnya atau diubah menjadi binatang seluruhnya.
10. Orang munafik yang mengaku beriman di lisan namun ingkar di dalam hati juga mendapat rahmat dengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam. Mereka mendapat manfaat berupa terjaganya darah, harta, keluarga dan kehormatan mereka. Mereka pun diperlakukan sebagaimana kaum muslimin yang lain dalam hukum waris dan hukum yang lain. Namun di akhirat kelak Allah akan menempatkan mereka di dasar neraka Jahannam.
11. Pengutusan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam menjadi rahmat karena beliau telah memberikan pencerahan kepada manusia yang awalnya dalam kejahilan dan memberikan hidayah kepada manusia yang awalnya berada dalam kesesatan berupa peribadatan kepada selain Allah.
Para Rasul sebelum Nabi Muhammad hanyalah diutus oleh Allah untuk satu kaum atau daerah (negeri) yang tertentu saja lagi pula khusus untuk memenuhi kepentingan kaum dan penduduk yang bersangkutan saja. Akan tetapi tugas dan misi yang dibawa oleh Rasulullah saw. sebagai nabi akhir zaman yang tidak ada nabi sesudah beliau, ialah menciptakan suatu kesatuan umat/bangsa-bangsa dengan tujuan menggalang persatuan umat sejagat, yang sekaligus merupakan Rahmatan Lil ‘Aalamiin.

Selanjutnya bentuk/sasaran rahmat Rasulullah untuk alam semesta, yang sekaligus menggambarkan fungsi/amanat yang beliau emban adalah sebagai berikut:
1. Rasulullah Muhammad saw. adalah sebagai seorang guru dan pelindung
Sebagaimana yang ditegaskan oleh Allah dalam Al Qur’an surat Ali Imran ayat 164: “Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang Rasul dan golongan mereka sendiri yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah”.
2. Rasulullah Muhammad saw. adalah sebagai komentator isi kandungan Al Qur’an
Sebagaimana firman Allah dalam surat An Nahl ayat 44: “Dan Kami turunkan kepadamu (Al Quran) agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka dapat berfikir”.
3. Rasulullah Muhammad saw. adalah sebagai pemimpin
Sebagaimana yang ditegaskan sendiri oleh Allah swt.dalam Al Qur’an surat Al Anfaal ayat 20: “Hai orang-orang yang beniman taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya (yakni kepada Nabi Muhammad) dan janganlah kamu berpaling daripada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya)“.
4. Rasulullah Muhammad saw. adalah sebagai pemegang undang-undang
Sebagaimana yang ditegaskan sendiri oleh Allah swt.dalam Al Qur’an surat Al Hadid ayat 7: “Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dan hartamu yang telah dikaruniakan Allah kepadamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman yang menafkahkan sebagian hartanya itu akan memperoleh pahala yang besar”.
5. Rasulullah Muhammad saw. sebagai penegak keadilan
Dalam hal ini Allah telah menegaskan dalam Al Qur’an surat An Nisa’ ayat 105: ”Sesungguhnya Kami ielah menurunkan kitab (Al Qur’an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, supaya kamu (dapat) mengadili antara manusia dengan apa yang diwahyukan Alla kepadamu dan janganlah kamu menjadi penantang karena (membela) orang-orang yang khianat “.
6. Rasulullah Muhamad saw. adalah sebagai penguasa, kepemimpinan dalam suatu pemerintahan
Sebagaimana firman Allah dalam surat An Nisa’ ayat 59: “Hai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya dan Ulil Amri (pejabat pemerintahan) di antara kamu.Jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah persoalan itu kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnah-nya), kalau kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian”.
7. Rasulullah Muhammad saw. sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan
Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Ahzaab ayat 45-47: “Hai Nabi! Sesungguhnya Kami utus engkau (Muhammad) untuk menjadi saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan dan untuk menjadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk menjadi cahaya yang menerangi”.
Rasulullah Muhammad saw. adalah sebagai pelaksana/penegak amar ma’ruf dan nahi munkar. Sebagaimana yang telah ditegaskan oleh Allah dalam Al Qur’an surat Al-A’raaf ayat 157: “(Rasul) memerintahkan mereka mengerjakan yang ma ‘ruf dan melarang mengerjakan yang munkar, menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk”.
Begitu risalah yang diemban oleh Nabi Muhammad saw. yang meliputi segala bidang, bahan ajarannya itu berlaku untuk seluruh bangsa-bangsa di dunia ini dan fungsinya yang menjangkau segala sektor masyarakat. Dengan demikian jelaslah bahwa tugas (misi) Muhammad saw. itu menjadi Rahmatan Lil ’Aalamiin (pembawa rahmat untuk semesta alam).

Masjidil Haram
2. Meneladani Dakwah Nabi Muhammad SAW dan Para Sahabat di Makkah
Pada mulanya, dakwah Nabi Muhammad di Makkah dimulai dari sanak keluarga dan kerabat dekat. Itupun dilakukan secara sembunyi-sembunyi, di rumah salah seorang sahabat yang bernama Al Arqom bin Abil Arqom Al Makhzumi. Upaya tersebut membuahkan hasil yang cukup menggembirakan. Kurang lebih tiga tahun ada 39 orang yang menyatakan iman dan Islam, semuanya dari kerabat dekat dan sahabat-sahabat yang lain.
Di antara kerabat dekat yang masuk Islam waktu itu antara lain Khadijah, Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar, Zaid bin Haritsah. Dengan masuk Islamnya orang-orang tersebut membawa pengaruh besar pada dakwah nabi sampai masa berikutnya.Karena orang-orang tersebut cukup dihormati di kalangan orang-orang Quraisy.
Di antara sahabat yang menyusul masuk Islam antara lain Usman bin Affan, Zubair bin Awwam, Saad bin Abi Waqash, Abdurrahman bin Auf, Fatimah binti Khatab serta suaminya (Said bin Zaid), Arqam bin Abil Arqam, Thalhah bin Ubaidillah. Mereka termasuk “Assabiqunal Awwalun”, yakni orang-orang yang pertama kali masuk Islam. Dakwah secara terang-terangan yang dilakukan Nabi Muhammad saw. mendapat reaksi cukup keras dari para pemuka dan tokoh Quraisy, antara lain Abu Lahab (Abdul Uzza), Abu Jahal, Umar ibnu Khatab (sebelum masuk Islam), Uqbah bin Abi Muatih, Aswad bin Abdi Jaghuts, Hakam bin Abil Ash, Abu Sufyan bin Harb (sebelum masuk Islam), Ummu Jamil (istri Abu Lahab). Reaksi keras yang dilakukan oleh para tokoh Quraisy tersebut antara lain berupa ejekan, hinaan, hasutan, ancaman, dan penganiayaan secara fisik. Hal yang sama juga dilakukan kepada orang-orang Quraisy sendiri, agar tidak mengikuti seruan Nabi Muhammad. Namun, Rasulullah tetap tabah dan sabar, dakwah pun tetap dijalankan. Bahkan semakin terang-terangan dan meluas ke wilayah lain.
Menghadapi sikap Rasulullah tersebut orang-orang Quraisy bertambah marah, bahkan pernah merencanakan akan melakukan pembunuhan terhadap Nabi Muhammad. Rencana tersebut dilakukan menjelang Nabi Muhammad akan hijrah ke Madinah. Atas pertolongan Allah SWT, waktu itu Nabi selamat dari rencana pembunuhan tersebut.Kemudian bisa hijrah ke Madinah. Meskipun Nabi Muhammad saw. dengan susah payah dalam berdakwah karena mendapat tantangan dari Kaum Quraisy, tetapi makin hari makin didengar orang sehingga makin banyak pengikutnya. Dakwah Nabi Muhammad di Makah dilakukan kurang lebih selama 13 tahun, dan selebihnya selama 10 tahun Nabi Muhammad berada di Madinah.Ketika berdakwah di Makkah, tantangan yang dihadapi oleh Rasulullah dan para sahabat begitu besar.Namun dengan kesabaran dan kegigihan serta semangat yang tinggi untuk menegakkan agama Allah mereaka bisa menghadapi segala rintangan yang ada.
Setelah itu mereka hijrah ke Madinah, dan sejak di Madinah kekuatan Islam semakin besar dan kuat. Umat islam selalu menang dalam menghadapi peperangan dengan kafir Qurays Mekkah. Pada bulan ramadhan 8 hijriyah rasulullah dengan 10.000 pasukan berniat untuk merebut Mekkah dari kafir Quraisy.Pasukan di bagi menjadi dua kelompok.Sebelum masuk Mekkah Nabi mengutus Utsman bin Affan untuk menyampaikan pesan kepada Abu Sufyan sebagai pemimpin Qurays. Pesan itu berisi, “Siapa yang masuk masjidil haram akan aman, siapa yang masuk ke dalam rumah akan aman dan siapa yang masuk ke rumah Abu Sufyan akan aman”.Akhirnya pasukan Nabi bisa masuk dan mengalahkan Mekkah tanpa adanya perlawanan dari penduduk Mekkah.Kejadian ini selanjutnya disebut dengan “Fathul Mekkah”.
Sejak perristiwa ini banyak orang Qurays masuk islam dan seluruh jazirah arab berada pada kekuasaan islam. Nabi tidak menaruh dendam kepada mereka bahkanmenunjukkan rsa kasih sayang dan persaudaraan. Dari perjuangan Nabi dan para sahabat ini kita teladan yang dapat kita ambil adalah:
1. Perjuangan harus dilakukan secara berkelompok
2. Perjuangan harus ada di jalan politik
3. Perjuangan tidak menggunakan cara kekerasan
4. Perjuangan dilakukan melalui beberapa tahap.
5. Dalam berjuang diperlukan kesabaran, kegigihan dan semangat yang tinggi.

Bilal adalah salah satu sahabat yang berasal dari budak abu jahal. Ketika mengetahui bahwa budaknya telah memeluk islam, ia pun menyiksa bilal dengan sangat kejam. Bilal ditindas dengan batu besar ditengah panasnya gurun, batu itu akan dilepas jika bilal mau mengucapkan bahwa nabi muhammad adalah dusta. Namun ketika disiksa bilal justru berdzikir “allohu ahad” berkali-kali dan membuat abu jahal semakin geram.Penyiksaan itu baru berakhir setelah abu bakar datang dan membeli bilal dari majikannya.Sejak itu bilal menjadi merdeka dan menjadi sahabat yang sangat setia.

PETA KONSEP

LATIHAN
A. Jawablah soal-soal dibawah ini dengan baik dan benar dengan member tanda silang (x) pada jawaban yang benar!
1. Ayat yang menyebutkan bahwa Nabi sebaai rahmat semesta alam adalah?
a. Q.S. Al-Anbiya’ ayat 107
b. Q.S. Al-Anbiya’ ayat 108 c. Q.S. Al-Anbiya’ ayat 105
d. Q.S. Al-Anbiya’ ayat 106
2. Nabi Muhammad adalah seorang nabi yang diutus untuk kaum?
a. Islam saja
b. Kristen c. Yahudi
d. Seluruh umat manusia
3. Nabi muhammad berdakwah di makkah selama bepara tahun?
a. 10 tahun
b. 11 tahun c. 12 tahun
d. 13 tahun
4. Assabiqunal awwalun adalah sebutan untuk…..
a. Orang yang tidak mau masuk Islam
b. Orang yang pertama kali masuk islam
c. Orang yang terakhir masuk islam
d. Orang yang memusuhi agama islam
5. Pada saat berdakwah di mekkah kaum yang memerangi dakwah nabi adalah……
a. Badui
b. Yahudi c. Qurays
d. Ayyubi
6. Paman nabi yang memerangi dakwahnya adalah?
a. Abu lahab
b. Abu lu’lu’ c. Abu thalib
d. Abu darda’
7. Peristiwa penaklukkan kota mekkah di tangan umat islam disebut peristiwa?
a. Fathul madinah
b. Fathul makkah c. Fathul arab
d. Fathul ka’bah
8. Arti dari lafadz اَرْسَلْنَكَ adalah….
a. Kami memberi kamu
b. Kami mencintai kamu c. Kami memusuhi kamu
d. Kami mengutus kamu
9. Orang yang pertama kali masuk islam adalah?
a. Abu bakar
b. Siti khadijah c. Ali bin abi thalib
d. Haris bin zubair
10. Pasukan nabi muhammad mengahkan kaum kafir quraisy pada tahun ……hijriyah
a. 5b. 6 c. 7d. 8
11. Yang dimaksud dengan asabiqunal awalun adalah?
a. Orang yang pertama masuk islam
b. Orang yang terakhir masuk islam
c. Orang yang tidak mau masuk islam
d. Orang yang benci terhadap nabi
12. Di bawah ini yang termasuk tokoh kafir qurays adalah?
a. Abu bakar
b. Abu jahal
c. Abu hurairah
d. Abu ba’as
13. Peristiwa penaklukkan kota mekkah oleh pasukan muslim disebut dengan peristiwa……
a. Tarkul mekkah
b. Qoth’ul mekkah
c. Baabul mekkah
d. Fathul mekkah
c. Orang yang tidak mau masuk islam
d. Orang yang benci terhadap nabi
12. Di bawah ini yang termasuk tokoh kafir qurays adalah?
e. Abu bakar
f. Abu jahal
g. Abu hurairah
h. Abu ba’as
13. Peristiwa penaklukkan kota mekkah oleh pasukan muslim disebut dengan peristiwa……
a. Tarkul mekkah
b. Qoth’ul mekkah
c. Baabul mekkah
d. Fathul mekkah
14. Siapakah orang yang menemani rasul saat berhijrah ke madinah?
a. Abu bakar
b. Umar bin khatab
c. Utsman bin affan
d. Ali bin abi thalib
15. Dalam berdakwah di mekkah nabi muhammad mendapat …………. dari masyarakat mekkah.
a. Penghormatan
b. Penghinaan
c. Pengayoman
d. Pembunuh
e.
B. Jawablah pertanyaan dibawah ini!
1. Jelaskan empat saja dari bentuk rahmat diturunkanny nabi muhammad!
2. Yang mendapat rahmat dari turunnya nabi muhammad bukan hanya umat muslim saja, tetapi orang kafir pun mendapat rahmat juga. Jelaskan!
3. Jelaskan secra singkat perjuangan nabi dan para sahabatnya dalam memperjuangkan agama islam di makkah?
4. Apa yang akan kalian perbuat jika seandainya orang-orang disekitar kalian belum memeluk islam semuanya?
5. Tidak sedikit dari orang tua kta sendiri yang tidak menjalankan shlat padahal mereka juga mengaku islam. bagaimana cara kalian untuk menyadarkan orang tua kalian agar mau menjalankan shalat dengan benar?
6. Siapa saja sahabat nabi yang pertama kali masuk agama islam?
7. Jelaskan peristiwa hijrahnya nabi muhammad SAW ke madinah!
8. Sebutkan isi peringatan nabi muhammad untuk masyarakat mekkah ketika peristiwa fatkhul mekkah!
9. Sebutkan hal yang bisa kita jadika teladan dari perjuangan nabimuhammad di mekkah!
10. Bagaimanakah cara nabi muhammad berhijrah ke madinah

SELAMAT MENGERJAKAN…….!!!!!

A. Sejarah Nabi Muhammad Saw. Dalam membangun masyarakat melalui kegiatan ekonomi dan perdagangan.

Kakek nabi muhammad adalah seorang pedagang. Darah pedagang dari kakeknya nampak pada seeorang calon Nabi dan Rasul Allah ini.Muhammad sejak kecil sudah ditinggalkan oleh kedua orang tuanya, Nabi Muhammad tetap teguh dalam menghadapi kehidupannya.Usaha untuk mencari nafkah sudah dilakukannya sejak kecil, dari mulai menggembala kambing sampai berdagang.
Sejak kecil pamannya Abu Thalib sudah mengajaknya untuk ikut berdagang ke negeri Syam. Bahkan menginjak usia remaja sampai dewasa beliau sedah coba berdagang dengan mengambil barang dengannya dari seorang wanita kaya, yaitu Siti Khadijah. Talenta berdagang ditambah dengan keuletan dan kejujurannya menjadikan Muhammad sukses melakukan usaha ini.Siti Khadijah terpesona dengan akhlak dan kejujuran Muhammad dalam menjajakan dagangannya itu. Akhirnya Siti Khadijah menjadikan Nabi Muhammad saw. Sebagai pasangan hidupnya.

Setelah menikah dengan Siti Khadijah perekonomian Nabi Muhammad saw. Mengalami peningkatan.Walaupun ekonominya sudah mapan, tetapi tidak menjadikannya menumpuk kekayaan. Kekayaan yang ia miliki bersama istrinya dipakai untuk membangun masyarakat muslim. Tindakan ini diikuti oleh sahabat Nabi, terutama setelah berhijrah.
Karena melihat peluang dakwah begitu sempit di kota Mekah, nabi Muhammad lalu berfikir untuk hijrah ke Yatsrib atau Madinah. Bagi Nabi Muhammad ,Yastribmemiliki arti hubungan yang mendalam. Bukan hanya hubungan dagang, melainkan suatu hubungan yang dekat sekali.Di tempat itu ada kuburan ayahnya, yaitu Abdulllah Bin Abdhul Muthalib.Sebelum wafat setahun sekali ibu Aminah juga berziarah ke Yastrib.Famili-familinya dari pihak Bani Najjar juga ada di Yastrib.
Setelah umat Islam berhijrah ke Madinah, yang mula-mula Nabi pikirkan ialah bagaimana membangun masyarakat Islam.Nabi segera membangun mesjid lalu menyusun barisan kaum muslimin serta mempererat persatuan mereka. Untuk mencapai maksud ini, kaum muslimin dipersaudarakan dengan umat islam yang lainnya. Nabi Muhammad bersaudara dengan Ali Bin Abu Thalib, Hamzah paman nabi bersaudara dengan Zaid, bekas budak Rasul, Abu Bakar bersaudara dengan Kharija Bin Zaid, Umar Bin Khatab bersaudara Itbah Bin Malik al-Khazraji, Abdurrrahman Bin Auf bersaudara dengan Sa’ad Bin Rabi’, dan setiap kaum Muhajirin dipersaudarakan dengan kaum Anshar. Dengan persaudaraan ini kaum muslimin bertambah kuat dan merasa senasib seperjuangan.
Nabi Muhammad juga membangun masyarakat madinah melalui kegiatan ekonomi dan perdangangan. Sebab, setelah meninggalkan kota Mekah, kaum Muhajirin sama sekali tidak memiliki harta kekayaan. Semua harta kekayaan mereka tinggalkan di kota Mekah, sehingga sebahagian besar mereka ketika memasuki madinah sudah hampir tidak ada lagi yang bisa dimakan. Nabi Muhammmad bertekad memajukan sektor ekonomi dan perdagangan.Hal ini didukung oleh semua masyarakat Islam.Bahkan Abdurrrahman Bin auf yang dipersaudarakan dengan Sa’ad bin rabi’ tidak mau ketika saudaranya tersebut memberi sejumlah uang.Dia hanya mau ditunjukkan dimana letak pasar supaya bisa berdagang seperti anjuran Rasul.Disanalah Abdurrrahman Bin auf mulai berdagang mentega dan keju.Dalam waktu yang tidak lama, dengan kecakapannya berdagang dia telah mencapai kekayaannya kembali dan dapat memberi maskawin kepada salah seorang wanita di Madinah. Bahkan ia telah mempunyai kafilah-kafilah yang pergi dan pulang membawa barang dagangan. Selain Abdurrrahman Bin auf, dari kalangan Muhajirin juga banyak yang melakukan hal yang serupa. Orang-orang Mekah sebenarnya pandai dalam bidang perdagangan, sampai orang mengatakan bahwa dengan perdagangannya, penduduk Mekah dapat mengubah pasir sahara menjadi emas.
Selain berdagang, kegiatan ekonomi lainnnya adalah bertani.Hal ini didukung oleh tanah Madinah yang subur dengan kebun-kebun anggur dan kurmanya yang terkenal. Di antara sahabat yang menekuni bidang pertanian adalah Abu Bakar, Umar, Ali Bin Abu Thalib.keluarga-keluarga mereka terjun dalam bidang pertanian dengan cara menggarap tanah milik kaum Anshar bersama-sama pemiliknya.
Ada juga umat Islam yang berasal dari Mekah yang memiliki kesukaran hidup seperti tidak memiliki tempat tinggal, bagi mereka ini oleh Rasulullah disediakan tempat di shuffa (serambi mesjid) sebagai tempat tinggal.Oleh karena itu mereka disebut sebagai ahli shuffa (ahli shuffa). Belanja mereka diambilkan dari harta kaum muslimin baik dari kalangan Muhajirin maupun Anshar yang berkecukupan.Nabi muhammad berhasil menyatukan penduduk Yatsrib dan membangun masyarakatnya melalui sektor ekonomi dan perdagangan, untuk menuju masyarakat yang adil. sejahtera.
B. Meneladani perjuangan Nabi dan para Sahabat di Madinah
Nabi Muhammad saw. tiba di kota Madinah pada hari Jumat tanggal 12 Rabiul Awal tahun pertama hijrah, yakni bertepatan dengan tanggal 24 September 622 M. Kedatangan Nabi sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat Madinah. Selain ingin melihat dari dekat , mereka juga ingin mengikuti ajaran Nabi Muhammad sebagai nabi akhir zaman. Masyarakat Madinah berbondong-bondong menyambut kedatangan Nabi.
Orang-orang terkemuka di madinah berebut menawarkan diri supaya Nabi berkenan tinggal bersama mereka dengan segala persediaan dan persiapan yang ada.Tapi Nabi menolak dengan halus.Beliau menyusuri jalan-jalan di Yastrib di tengah kaum muslimin yang ramai menyambutnya.Penduduk Yatsrib menyaksikan hadirnya pendatang baru, orang besar yang telah mempersatukan suku Aus dan Khazraj yang selama ini saling bermusuhan dan saling berperang.
Akhirnya unta Nabi Muhammad berhenti di sebuah tempat penjemuran korma milik dua orang anak yatim dari Bani najjar. Ketika itulah Rasul turun dari untanya dan berkata: “kepunyaan siapa tempat ini?” . Kepunyaan Sahal dan Suhail bin Amr,” jawab Ma’adh bin Afra’. Dia adalah wali dari kedua anak yatim itu.Ma’adh Bin Afra’meminta Nabi Muhammad supaya mendirikan mesjid dan rumahnya di tempat itu.
Hal-hal yang dapat diteladani dari perjuangan Nabi dan sahabat di Madinah adalah:
1. Bersikap baik kepada semua masyarakat Madinah
Dalam perjalanannya menuju kota Madinah, Nabi Muhammad selalu diminta masyarakat untuk singgah di rumah mereka. Tetapi nabi selalu menolak dengan halus.Nabi hanya menjawab,”saya akan menginap di mana untaku akan berhenti.” Namun demikian sikap Nabi tetap ramah dan baik kepada setiap masyarakat kota Madinah.
2Mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan Anshar
Kaum Anshar merupakan penduduk madinah yang memiliki tempat tinggal dan harta benda.Berbeda dengan kaum Muhajirin, mereka mencari selamat dan pergi ke Madinah tanpa ada tempat untuk berteduh, tiada lapangan pekerjaan dan tiada harta untuk mempertahankan hidup.
Jumlah kaum Muhajirin selalu bertambah sementara madinah bukanlah suatu daerah yang memiliki kekayaan yang melimpah.Akan tetapi keadaan tersebut tidaklah memperburuk keadaan hubungan antara kaum Anshar dan kaum Muhajirin.Justru keadaan itulah yang semakin mempererat hubungan keduanya. Tujuan mereka sama berjuang dalam menjalankan agama.
Kaum Anshar telah menolong kaum Muhajirin dengan ikhlas dan tidak memperhitungkan keuntungan materi, melainkan hanya mencari keridhaan Allah.Kaum Muhajirin yang jauh dari keluarga dipersaudarakan oleh Rasululllah dengan kaum Anshar. Dengan demikian, kaum Muhajirin merasa aman dan tentram dalam menjalankan syariat islam.

3.Memberikan kebebasan beragama bagi seluruh penduduk Madinah.
Nabi Muhammad tidak pernah memikirkan kekuasaan, harta benda atau perniagaan. Seluruh tujuannya hanyalah memberi ketenagan jiwa, bagi mereka yang menganut ajaran Islam, dan menjamin kebebasan penganut kepercayaan agama lain. Baik bagi seorang muslim, seorang yahudi atau seorang kristen masing-masing mempunyai kebebasan yang sama dalam menganut kepercayaan, menyatakan pendapat dan mendakwahkan agama. Hanya kebbebasanlah yang menjamin dunia ini mencapai kemajuan.Oleh karena itu Nabi Muhammad selalu cinta damai. Nabi tidak akan memilih jalan perang kalau tidak terpaksa karena membela kebebasan, agama dan kepercayaan.
Nabi Muhammad membuat suatu perjanjian tertulis antara kaum Muhajirin dan Anshar dengan orang-orang Yahudi yang terkenal dengan nama Piagam madinah. Dianatara isi perjanjian itu adalah sama-sama mengakui agama, menjaga harta benda, dan menjaga Madinah dari serangan musuh.
Kesimpulan.
a. Nabi Muhammad saw. Tiba di kota Madinah pada hari Jumat tanggal 12 Rabiul Awal tahun pertama Hijriah, yakni bertepatan dengan tanggal 24 September 622 M.
b. Kaum Anshar adalah umat Islam di Madinah yang membantu meringankan beban Nabi dan para sahabatnya ketika Hijrah.
c. Kaum Muhajirin adalah umat Islam dari Mekkah yang berhijrah ke Madinah untuk menghindari kezaliman penduduk kafir Mekkah.
d. Untuk mempererat kesatuan umat islam,Nabi Muhammad saw. mempersaudarakan kaum Anshar dengan kaum muhajirin.
e. Nabi Muhammad membangun masyarakat Islam di Madinah melalui kegiatan ekonomi dan perdagangan.
f. Selain berdagang, para sahabat juga menekuni sektor pertanian seperti sahabat Abu bakar, Umar dan Ali Bin Abu Thalib.
g. Hal pertama yang diperhatikan setelah Nabi tiba di Madinah adalah membangun mesjid, memperbaiki kondisi ekonomi dan menjaga keamanan.

LATIHAN
A. Jawablah soal-soal dibawah ini dengan baik dan benar dengan member tanda silang (x) pada jawaban yang benar!

1. Di negeri manakah pertama kali nabi muhammad ikut berdagang?
a. Syiria
b. Syam c. Yaman
d. Mesir
2. Saudagar kaya yang dinikahi oleh Nabi Muhammad bernama?
a. Zainab
b. Khadijah c. Aisyah
d. Hindun
3. Salah satu hal yang dilakukan nabi pertama kali dengan masyarakat ketika dimadinah adalah?
a. Permusuhan
b. Perdagangan c. Peperangan
d. Persaudaraan
4. Berikut ini yang tidak menekuni bidang pertanian ketika hidup di madinah adalah?
a. Abu bakar
b. Umar bin khatab c. Utsman bin affan
d. Ali Bin Abi Thalib
5. Orang-orang yang tinggal di serambi masjid ketika masa nabi muhammad di madinah disebut?
a. Ahlul jannah
b. Ahlun naar c. Ahlus shuffah
d. Ahlul madinah

6. Suku yang dipersatukan oleh nabi muhammad sebelum berhijrah ke madinah adalah?
a. Muhajirin dan anshar
b. Quraisy dan muslimin c. Yahudi dan muslimin
d. Aus dan khazraj
7. Masjid yang pertama kali dibangun Nabi Muhammad SAW ketika baru tiba di Madinah adalah…….
a. Masjid Quba
b. Masjid Nabawi c. Masjidil Haram
d. Masjid Utsman
8. Yang disebut dengan kaum anshar adalah…..
a. Penduduk madinah yang memiliki tempat tinggal dan harta benda
b. Penduduk madinah yang tidak memiliki tempat tinggal
c. Penduduk madinah yang tidak mau menolong
d. Penduduk mekkah yang hijrah ke madinah
9. Nabi muhammad hijrah ke madinah pada tanggal?
a. Jum’at 12 rabiul awal 1 hijriyah
b. Sabtu 11 rabiul awal 2 hijriyah
c. Senin 27 rabiul awal 8 hijriyah
d. Senin 12 rabiul awal 1 hijriyah
10. Sebelum diubah menjadi madinah, daerah tempat nabi hijrah bernama?
a. Damaskus
b. Mekkah c. Yastrib
d. Syiria
11. Perjanjian yang dibuat oleh nabi muhammad untuk kaum anshar, muhajirin dan yahudii madinah disebut dengan….
a. Piagam madinah
b. Sertifikat madinah
c. Syirkul madinah
d. Jam’u madinah
12. Tanah yang digunakan nabi untuk membangun masjid nabawi adalah tanah milik…….
a. Orang kaya
b. Oarang fakir
c. Anak yatim
d. Anak jalanan
13. Berikut ini yang termasuk isi piagam madinah adalah……..
a. Sama-sama mengakui agama
b. Milik penduduk madinah juga milik kaum muhajirin
c. Saling membantu dalam agama
d. Orang yahudi harus tunduk kepada muslimin
14. Nabi muhammad dalam memimpin penduduk madinah memberikan sebuah…….kepada mereka.
a. Keleluasaan
b. Keotoriteran
c. Kesombongan
d. Kebebasan
15. Nabi muhammad dalam memimpin masyarakat madinah selain menjadi pemimpin agama juga menjadi pemimpin……..
a. Perdagangan
b. Pertanian
c. Negara
d. Budaya
B. Jawablah pertanyaan dibawah ini!
1. Jelaskan secara singkat perjuangan nabi muhammad dalam membangun masyarakat madinah melalui perdagangan dan ekonomi!
2. Sebutkan isi piagam madinah!
3. Bagaimana cara nabi mempersaudarakan kaum muhajirin dan kaum anshar?
4. Ketika masa nabi, ada orang-orang yang tinggal di serambi majid dan disebut ahlu suffah. Jelaskan apa dimaksud dengan ahlu suffah!
5. Nabi muhammad adalah seorang nabi yang sangat toleran terhadap kehidupan agama. Jelaskan!

A. Prestasi yang dicapai Khulafaurrasyidin dalam memimpin umatnya
1. Abu bakar
Kemajuan yang telah dicapai pada masa pemerintahan Abu Bakar selama kurang lebih dua tahun, antara lain:
1. Perbaikan sosial (masyarakat)
2. Perluasan dan pengembangan wilayah Islam
3. Pengumpulan ayat-ayat Al Qur’an
4. Sebagai kepala negara dan pemimpin umat Islam
5. Meningkatkan kesejahteraan umat.
Perbaikan sosial yang dilakukan Abu Bakar ialah usaha untuk menciptakan stabilitas wilayah Islam dengan berhasilnya mengamankan tanah Arab dari para penyeleweng (orang-orang murtad, nabi-nabi palsu dan orang-orang yang enggan membayar zakat).
Adapun usaha yang ditempuh untuk perluasan dan pengembangan wilayah Islam Abu Bakar melakukan perluasan wilayah ke luar Jazirah Arab. Daerah yang dituju adalah Irak dan Suriah yang berbatasan langsung dengan wilayah kekuasaan Islam. Kedua daerah itu menurut Abu Bakar harus ditaklukkan dengan tujuan untuk memantapkan keamanan wilayah Islam dari serbuan dua adikuasa, yaitu Persia dan Bizantium. Untuk ekspansi ke Irak dipimpin oleh Khalid bin Walid, sedangkan ke Suriah dipimpin tiga panglima yaitu : Amr bin Ash, Yazid bin Abu Sufyan dan Surahbil bin Hasanah.
Sedangkan usaha yang ditempuh untuk pengumpulan ayat-ayat Al Qur’an adalah atas usul dari sahabat Umar bin Khattab yang merasa khawatir kehilangan Al Qur’an setelah para sahabat yang hafal Al Qur’an banyak yang gugur dalam peperangan, terutama waktu memerangi para nabi palsu. Alasan lain karena ayat-ayat Al Qur’an banyak berserakan ada yang ditulis pada daun, kulit kayu, tulang dan sebagainya. Hal ini dikhawatirkan mudah rusak dan hilang.
Atas usul Umar bin Khattab tersebut pada awalnya Abu Bakar agak berat melaksanakan tugas tersebut, karena belum pemah dilaksanakan pada masa Nabi Muhammad SAW. Namun karena alasan Umar yang rasional yaitu banyaknya sahabat penghafal Al Qur’an yang gugur di medan pertempuran dan dikhawatirkan akan habis seluruhnya, akhirnya Abu Bakar menyetujuinya, dan selanjutnya menugaskan kepada Zaid bin Sabit, penulis wahyu pada masa Rasulullah SAW, untuk mengerjakan tugas pengumpulan itu.
Kemajuan yang diemban sebagai kepala negara dan pemimpin umat Islam, Abu Bakar senantiasa meneladani perilaku rasulullah SAW. Bahwa prinsip musyawarah dalam pengambilan keputusan seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW selalu dipraktekkannya. Ia sangat memperhatikan keadaan rakyatnya dan tidak segan-segan membantu mereka yang kesulitan. Terhadap sesama sahabat juga sangat besar perhatiannya.
Kebijaksanaan lain yang ditempuh Abu Bakar membagi sama rata hasil rampasan perang (ghanimah). Dalam hal ini ia berbeda pendapat dengan Umar bin Khattab yang menginginkan pembagian dilakukan berdasarkan jasa tiap-tiap sahabat. Alasan yang dikemukakan Abu Bakar adalah semua perjuangan yang dilakukan atas nama Islam adalah akan mendapat balasan pahala dan Allah SWT di akhirat. Karena itulah biarlah mereka mendapat bagian yang sama.
Persoalan besar yang sempat diselesaikan Abu Bakar sebelum wafat adalah menetapkan calon khalifah yang akan menggantikannya. Dengan demikian ia telah mempersempit peluang bagi timbulnya pertikaian di antara umat Islam mengenai jabatan khalifah. Dalam menetapkan calon penggantinya Abu Bakar tidak memilih anak atau kerabatnya yang terdekat, melainkan memilih orang lain yang secara obyektif dinilai mampu mengemban amanah dan tugas sebagai khalifah, yaitu sahabat Umar bin Khattab. Pilihan tersebut tidak diputuskannya sendiri, tetapi dimusyawarahkannya terlebih dahulu dengan sahabat-sahabat besar. Setelah disepakati , barulah ia mengumumkan calon khalifah itu.
Abu Bakar dengan masa pemerintahannya yang amat singkat ( kurang lebih dua tahun ) telah berhasil mengatasi tantangan-tantangan dalam negeri Madinah yang baru tumbuh itu, dan juga menyiapkan jalan bagi perkembangan dan perluasan Islam di Semenanjung Arabia. (ibnu.blogspot.com/2008/10/kemajuan-islam-pada-masa-abu-bakar-as.html)

2. Umar bin khatab
Selama masa pemerintahan Beliau selama 10 tahun banyak sekali kemajuan-kemajuan yang telah dicapai Beliau dalam memajukan agama Islam, antara lain :
a. Perluasan wilayah Islam hingga ke Eropa dan sebagian Asia.
b. Pembentukan Majlis Syura’ untuk musyawarah umat Islam
c. Penetapan bea cukai terhadap bangsa non-Islam sebesar 10 %, 5 % untuk kafir dzimmi, dan 2,5 % untuk orang Islam dari barang dagangan.
d. Pendirian Baitul Mall dan pembukuan anggaran Negara.
e. Pembuatan dan penetapan tahun Hijriyyah.
Pada masa kepemimpinan Umar Ibn Al-Khaththab, wilayah islam sudah meliputi jazirah Arabia, Palestina, Syria, sebagian besar wilayah Persia, dan Mesir. Karena perluasan daerah terjadi dengan begitu cepat, Umar Ibn Al-Khaththab segera mengatur administrasi negara dengan mencontoh administrasi pemerintahan, dengan diatur menjadi delapan wilayah propinsi : Mekah, Madinah, Syria, Jazirah, Basrah, Kufah, Palestina, dan Mesir. Beberapa departemen yang dipandang perlu didirikan pada masanya mulai diatur dan ditertibkan sistem pembayaran gaji dan pajak tanah. Pengadilan didirikan dalam rangka memisahkan lembaga Yudikatif dengan Eksekutif. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, Jawatan kepolisian dibentuk. Demikian juga jawatan pekerjaan umum, Umar Ibn Al-Khaththab juga mendirikan Bait al-Mall. Dalam menyelesaikan permasalahan yang berkembang dimayarakat Umar selalu berkomunikasi dengan orang-orang yang memang dianggap mampu dibidangnya.Diantara perkembangan yang ada pada masa Khalifah Umar adalah :
• Pemberlakuan Ijtihad
• Menghapuskan zakat bagi para muallaf
• Menghapuskan hukum mut’ah
• Lahirnya ilmu Qira’at
• Penyebaran Ilmu Hadits
• Menempa mata uang dan
• menciptakan tahun Hijriah

3. Utsman bin affan
Pemerintah khalifah Ustman Ibn Affan mengalami masa kemakmuran dan berhasil dalam beberapa tahun pertama pemerintahannya. Ia melanjutkan kebijakan-kebijakan Khalifah Umar. Pada separuh terakhir masa pemerintahannya, muncul kekecewaaan dan ketidakpuasaan dikalangan masyarakat karena ia mulai mengambil kebijakan yang berbeda dari sebelumnya. Ustman Ibn Affan mengangkat keluarganya (Bani Ummayyah) pada kedudukan yang tinggi. Ia mengadakan penyempurnaan pembagian kekuasaan pemerintahan, Utsman Ibn Affan menekankan sistem kekuasaan pusat yang mengusaai seluruh pendapatan propinsi dan menetapkan seorang juru hitung dari keluarganya sendiri.
Diantara perkembangan yang ada pada masa Khalifah Ustman adalah :
• Penaskahan Al-Qur’an
• Perluasan Masjid Nabawi dan Masjidil Haram
• Didirikannya masjid Al-Atiq di utara benteng babylon
• Membangun Pengadilan
• Membentuk Angkatan Laut
• Membentuk Departemen

4. Khalifah Ali Bin Abi Thalib
Ali Ibn Abi Thalib tampil memegang pucuk kepemimpinan negara di tengah-tengah kericuhan dan huru-hara perpecahan akibat terbunuhnya Utsman oleh kaum pemberontak. Ali Ibn Abi Thalib dipilih dan diangkat oleh jamaah kaum muslimin di madinah dalam suasana sangat kacau, dengan pertimbangan jika khalifah tidak segera dipilih dan di angkat, maka ditakutkan keadaan semakin kacau. Ali Ibn Abi Thalib di angkat dengan dibaiat oleh masyarakat. Dalam masa pemerintahannya, Ali Ibn Abi Thalib mengahadapi pemberontakan Thalhah, Zubair, dan Aisyah. Alasan mereka, Ali Ibn Abi Thalib tidak mau menghukum para pembunuh Usman dan mereka menuntut bela terhadap darah Usman yang telah ditumpahkan secara dhalim.
Bersamaan dengan itu, kebijaksanaan-kebijaksanaan Ali Ibn Abi Thalib juga mengakibatkan timbulnya perlawanan dari gubernur di Damaskus, Muawiyah. Yang didukung oleh sejumlah bekas pejabat tinggi yang merasa kehilangan kedudukan dan kejayaannya. Pertempuran yang terjadi dikenal dengan perang shiffin, perang ini diakhiri dengan tahkim (arbitrase), tapi tahkim ternyata tidak menyelesaikan masalah, bahkan menyebabkan timbulnya golongan ketiga Al-Khawarij (orang-orang yang keluar dari barisan Ali).
Diantara perkembangan yang ada pada masa Khalifah Ali adalah :
• Terciptanya ilmu bahasa/nahwu (Aqidah nahwiyah)
• Berkembangnya ilmu Khatt al-Qur’an
• Berkembangnya Sastra

B. Meneladani Gaya kepemimpinan Khulafaurrasyidin
Meneladani artinya mengambil atau mencontoh perbuatan, kelakuan, dan sifat yang baik yang terdapat pada diri seseorang. Gaya kepemimpinan artinya cara memimpin. Meneladani gaya kepemimpinan Khulafaurrasyidin artinya mangambil atau mencontoh cara-cara memimpin yang baik yang pernah dilakukan Khulafaurrasyidin dalam memimpin rakyatnya.
A. Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq
1. Musyawarah
Apabila terjadi suatu perkara Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq mencari hukumnya dalam kitab Allah, bila tidak memperolehnya, ia mempelajari bagaimana Rosulullah SAW bertindak dalam perkara seperti ini. Dan bila ia tidak menemukannya, ia mengajak tokoh-tokoh yang terbaik untuk bermusyawarah.
2.Sikap Tegas
Bersikap tegas dalam menghadapi orang-orang yang murtad, orang-orang yang mengaku sebagai nabi dan orang-orang yang tidak membayar zakat.
3. Terbuka untuk kritik
Hal ini dapat terlihat sebagaimana dalam khutbah pertama setelah beliau dibaiat menjadi khalifah “Apabila aku berbuat baik, bantulah aku; tapi apabila aku berbuat buruk, maka luruskanlah jalanku”.

B. Khalifah Umar bin Khattab
1. Dekat dan memperhatikan dengan seksama kondisi kehidupan umat.
Menjadi kebiasaannya keluar di malam hari hanya untuk mengetahui persis keadaan umat. Khalifah Umar sering berkeliling tanpa diketahui orang untuk mengetahui kehidupan rakyat terutama mereka yang hidup sengsara. Dengan pundaknya sendiri ia memikul gandum yang hendak diberikan sebagai bantuan kepada seorang janda yang sedang ditangisi oleh anak-anaknya yang kelaparan. Ketika mengetahui keadaan si ibu dan anak yang sudah kelaparan, Khalifah Umar merasa bahwa kelaparan yang dialami oleh keluarga miskin tersebut adalah disebabkan karena kelalaiannya dan ketidakmampuannya memberikan keadilan terhadap semua lapisan masyarakat, oleh karena itu, langkah pertama yang beliau lakukan adalah menyelesaikan masalah yang dialami oleh sang ibu dengan memberikan makanan kepadanya.
Kualitas kepemimpinan Umar bin Khatthab adalah cermin dari kualitas pemimpin umat yang bijak, arif, dan adil. Beliau ikut merasakan penderitaan rakyatnya.
2. Memiliki jiwa yang besar dalam menerima kritikan dari rakyat yang dipimpinnya.
Keikhlasan menerima kritikan adalah sebuah sikap yang sangat sulit untuk diwujudkan terlepas dari posisi sosialnya. Pernah pada suatu peristiwa Salman al Farisi membuat perhitungan dengan Khalifah Umar bin Khattab di hadapan orang banyak, yaitu ketika ia melihat Umar mengenakan baju yang bahannya terdiri atas dua kali lipat yang menjadi bagian satu orang rakyat biasa dari bahan yang sama. Maka, Umar meminta kepada putranya, Abdullah langsung bersaksi bahwa ia telah memberikan bagiannya itu kepada ayahandanya.

C. Khalifah Utsman bin Affan
1. Khalifah Utsman bin Affan terkenal dermawan. Sifat-sifat kedermawanan yang dimiliki Utsman sebelum menjadi khalifah masih terbawa ketika dia menjadi khalifah.
2. Khalifah Utsman bin Affan bertindak profesional dalam mengangkat wali-wali negeri untuk memperkuat wilayah kekuasaannya melalui personal yang telah jelas dikenal baik karakteristiknya, hal ini mengingat wilayah kekhilafahan pada masa Khalifah Utsman bin Affan semakin luas. Demikian juga tanggungjawab dakwah dimasing-masing wilayah tersebut.

D. Khalifah Ali bin Abi Thalib
Khalifah Ali bin Abi Thalib terkenal berani dan tegas dalam menjalankan tugas-tugas kepemimpinannya menegakkan keadilan, menjalankan undang-undang Allah SWT, dan menindak segala macam kezaliman dan kejahatan. Sehingga sesudah ia dibai’ah menjadi khalifah, dikeluarkannya dua ketetapan:
a. Memecat kepala-kepala daerah yang diangkat Khalifah Utsman dan mengangkat pengganti pilihannya sendiri
b. Mengambil kembali tanah-tanah yang dibagi-bagikan khalifah Utsman kepada famili-famili dan kaum kerabatnya tanpa jalan yang sah. Demikian juga hibah atau pemberian Utsman kepada siapapun yang tiada beralasan diambil Ali kembali.
c. Khalifah Ali bin Abi Thalib juga seorang yang memiliki kecakapan dalam ilmu pengetahuan, bidang militer dan strategi perang.

PETA KONSEP

Latihan
A. Jawablah soal-soal dibawah ini dengan baik dan benar dengan member tanda silang (x) pada jawaban yang benar!
1. Jumlah khulafaurrasyidin adalah…..
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
2. Berikut ini adalah prestasi khalifah abu bakar asshidiq
a. Pengumpulan ayat-ayat al-qur’an
b. Pembukuan naskah al-qur’an
c. Pembuatan kantor pos
d. Penciptaan ilmu nahwu
3. Daerah yang pertama kali ditaklukkan dalam pemerintahan abu bakar adalah?
a. Mesir dan libya
b. Yaman dan iraq
c. Iraq dan suriah
d. Persia dan suriah
4. Apa yang akan kalian lakukan jika ada orang yang keluar dari agama islam?
a. Membiarkan saja
b. Mencaci maki
c. Menasehati agar kembali beragama islam
d. Mengusirnya dari lingkungan
5. Dalam pemerintahannya khalifah umar membagi daeah kekuasaannya menjadi…..propinsi.
a. 6
b. 7
c. 8
d. 9
6. Penetapan tahun hijriyah dilakukan pada masa pemerintahan…..
a. Abu bakar
b. Umar bin khattab
c. Utsman bin affan
d. Ali bin abi thalib
7. Apa yang akan kamu lakukan jika kamu melihat ada orang yang kelaparan
a. Membiarkan saja
b. Membunuhnya sekalian
c. Memberinya makan
d. Lapor kepada polisi
8. Untuk memudahkan dalam sistem jual beli maka langkah yang dilakukan khalifah umar adalah……..
a. Pembuatan baitul mall
b. Membuat mata uang
c. Mematok bea cukai
d. Pembukuan anggaran negara
9. Khalifah umar adalah khalifah yang terkenal dengan orang ….
a. Kikir
b. Fakir
c. Sombong
d. Dermawan
10. Untuk mengatasi perpecahan umat karena bacaan al-qur’an pada masa khalifah utsman maka dilakukanlah……
a. Perluasan masjidil hara
b. Penaskahan al-qur’an
c. Perluasan wilayah
d. Pembuatan departemen
11. Pada akhir pemerintahannya khalifah utsman mengangkat pejabat dari kalangan keluarg sendiri. Hal ini mengakibatkan ……… pada masyarakat.
a. Kegembiraan
b. Kepuasan
c. Kebencian
d. Kekecewaan
12. Contoh yang bisa kita ambil dari khalifah umar adalah agar kita menjadi orang yang …….
a. Kikir
b. Dermawan
c. Jujur
d. Sombong
13. Pada masa pemerintahan khalifah ali terjadi perang yang sangat terkenal, yaitu…….
a. Perang uhud
b. Perang shiffin
c. Perang ridho
d. Perang badar
14. Sayyidah Aisyah melakukan pemberontakan karena…………
a. Khalifah ali melakukan pembunuhan
b. Khalifah ali tidak bisa memerintah
c. Khalifa ali tidak mengukum pembunuh khalifah utsman
d. Khalifah ali mengambil kembali tanah yang dimiliki bani umayah secara tidak sah
15. Golongan yang muncul pada masa khalifah ali adalah golongan……..
a. Asy’ariyah
b. Umayah
c. Muktazilah
d. Khawarij

B. Jawablah pertanyaan dibawah ini!
1. Sebutkan prestasi yang dicapai khalifah umar dalam memerintah!
2. Kenapa pada masa khalifah abu bakar dilakukan pengumpulan ayat-ayat al-qur’an?
3. Khalifah umar adalah khalifah yang sangat memperhatikan rakyat kecil. Tunjukkan salah satu ceritanya!
4. Sebutkan prestasi yang dicapai pada masa khalifah utsman!
5. Sebutkan hal-hal yang dilakukan khalifah ali bin abi thalib selama pemerintahannya!
6. Jelaskan apa yang akan kalian lakukan jika ada orang islam yang tidak mau membayar zakat!
7. Jelaskan apa teladan yang bisa kita ambil dari khalifah abu bakar!
8. Kenapa pada masa khalifah utsman dilakukan penaskahan al-qur’an?
9. Jelaskan mengapa pada masa ali muncul golongan khawarij!
10. Apa saja teladan yang bisa kita ambil dari khalifah ali bin abi thalib?

A. Sejarah Berdirinya Daulah Umayyah
Berdirinya Daulah Umayyah diawali dari Perang Siffin. Perang tersebut diakhiri peristiwa tahkim yang menyebabkan munculnya Perselisihan antara Ali bin Talib dengan Mu’awiyah bin Abu Sufyan akhirnya pecah kelompok al-Khawarij, yaitu kelompok di pihak Ali bin Abi Talib yang tidak menerima hasil tahkim. Perselisihan tersebut berakhir dengan terbunuhnya Khalifah Ali bin Abi Talib oleh Ibnu Muljam dari kelompok al-Khawarij.
Sepeninggal Ali bin Abi Talib, pemerintahan dilanjutkan oleh putranya, Hasan bin Ali. Akan tetapi, pemerintahan Hasan bin Ali hanya bertahan beberapa bulan saja. Posisinya yang semakin lemah, keinginannya untuk menyatukan seluruh umat Islam, membuat ia menyerahkan pemerintahan kepada Mu’awiyah bin Abu Sufyan. Peristiwa penyerahan kekuasaan dari Hasan bin Ali kepada Mu’awiyah bin Abu Sufyan itu terkenal dengan sebutan “amul jama’ah atau tahun penyatuan”. Peristiwa itu terjadi pada tahun 41 H atau 661 M. Sejak saat itu, secara resmi pemerintahan Islam dipegang ole Mu’awiyah bin Abu Sufyan. Ia kemudian memindahkan pusat kekuasaan dari Madinah ke Damaskus (Suriah).

B. Perkembangan kebudayaan peradaban Islam pada masa Bani Umayah
1. Kebijakan Politik Dan Ekonomi
Sistem Politik Dan Perluasan Wilayah
Dijaman Muawiyah, Tunisia dapat ditaklukkan.Disebelah timur, Muawiyah dapat menguasai daerah Khurasan sampai kesungai Oxus dan Afganistan sampai ke Kabul.Angkatan lautnya melakukan serangan-serangan ke Ibu Kota Bizantium, Konstantinopel.Ekspansi ke timur yang dilakukan Muawiyah kemudian dilanjutkan oleh Khalifah Abd Al-Malik, dia menyeberangi sungai Oxus dan dapat berhasil menundukkan Baikh, Bukhara, Khawarizm, Ferghana dan Samarkand.Mayoritas penduduk dikawasan ini kaum Paganis.
Pasukan Islam menyerang wilayah Asia Tengah pada tahun 41 H/661 M. pada tahun 43 H/663 M mereka mampu menaklukkan Salistan dan menaklukkan sebagian wilayah Thakaristan pada tahun 45 H/665 M. Mereka sampai ke wilayah Quhistan pada tahun 44 H/664 M. Abdullah Bin Ziyad tiba di pegunungan Bukhari. Pada tahun 44 H/664 M para tentaranya datang ke India dan dapat menguasai Balukhistan,Sind, dan daerah Punjab sampai ke Maitan.
Ekspansi ke barat secara besar-besaran dilanjutkan dijaman Al-Walid Ibn Abd Abdul Malik (705M-714M).Masa pemerintahan Walid adalah masa ketentraman, kemakmuran dan ketertiban.Umat Islam merasa hidup bahagia, tidak ada pemberontakan di masa pemerintahanya.Dia memulai kekuasaannya dengan membangun Masjid Jami’ di Damaskus.Masjid Jami’ ini dibangun dengan sebuah arsitektur yang indah, dia juga membangun Kubbatu Sharkah dan memperluas masjid Nabawi, disamping itu juga melakukan pembangunan fisik dalam skala besar.
Pada masa pemerintahannya terjadi penaklukan yang demikian luas, penaklukan ini dimulai dari Afrika utara menuju wilayah barat daya, benua eropa yaitu pada tahun 711 M. Setelah Al Jazair dan Maroko dapat ditaklukkan, Tariq Bin Ziyad pemimpin pasukan Islam dengan pasukannya menyeberangi selat yang memisahkan antara Maroko dengan Benua Eropa dan mendarat di suatu tempat yang sekarang dikenal nama Gibraltar (Jabal Tariq). Tentara Spanyol dapat dikalahkan, dengan demikian Spanyol menjadi sasaran ekspansi.
Selanjutnya Ibu Kota Spanyol Kordova dengan cepatnya dapat dikuasai, menyusul setelah itu kota-kota lain seperti Sevi’e, Elvira, dan Toledo yang dijadikan ibu kota Spanyol yang baru setelah jatuhnya Kordova. Pasukan Islam memperoleh dukungan dari rakyat setempat yang sejak lama menderita akibat kekejaman penguasa.Pada masa inilah pemerintah Islam mencapai wilayah yang demikian luas dalam rentang sejarahnya, dia wafat pada tahun 96 H/714 M dan memerintah selama 10 tahun.
Dijaman Umar Ibn Ab Al-Aziz masa pemerintahannya diwarnai dengan banyak Reformasi dan perbaikan.Dia banyak menghidupkan dan memperbaiki tanah-tanah yang tidak produktif, menggali sumur-sumur baru dan membangun masjid-masjid. Dia mendistribusikan sedekah dan zakat dengan cara yang benar hingga kemiskinan tidak ada lagi dijamannya. Dimasa pemerintahannya tidak ada lagi orang yang berhak menerima zakat ataupun sedekah.Berkat ketaqwa’an dan kesalehannya, dia dianggap sebagai salah seorang Khulafaur Rasyidin.Penaklukan di masa pemerintahannya pasukan Islam melakukan penyerangan ke Prancis dengan melewati pegunungan Baranese mereka sampai ke wilayah Septomania dan Profanes, lalu melakukan pengepungan Toulan sebuah wilayah di Prancis.Namun kaum muslimin tidak berhasil mencapai kemenangan yang berarti di Prancis.sangat sedikit terjadi perang di masa pemerintahan Umar. Dakwah Islam marak dengan menggunakan nasehat yang penuh hikmah sehingga banyak orang masuk Islam, masa pemerintahan Umar Bin Abd Aziz terhitung pendek.
Di jaman Hasyim Ibn Abd Al-Malik (724-743 M) pemerintahannya dikenal dengan adanya perbaikan-perbaikan dan menjadikan tanah-tanah produktif. Dia membangun kota Rasyafah dan membereskan tata administrasi. Hasyim dikenal sangat jeli dalam berbagai perkara dan pertumpahan darah.Namun dia dikenal sangat kikir dan pelit.Penaklukan di masa pemerintahannya yang dipimpin oleh Abdur Rahman Al-Ghafiqi.Ia mulai dengan menyerang Bordeau, Poitiers, dari sana ia mencoba menyerang Tours. Namun dalam peperangan yang terjadi diluar kota Tours, Al-Ghafiqi terbunuh, dan tentaranya mundur kembali ke Prancis pada tahun 114 H/732 M. Peristiwa penyerangan ini merupakan peristiwa yang sangat membahayakan Eropa.
Dengan keberhasilan ekspansi ke beberapa daerah, baik di timur maupun barat.Wilayah kekuasaan Islam masa Bani Umayyah ini betul-betul sangat luas. Daerah-daerah itu meliputi Spanyol, Afrika utara, Syiria, Palestina, Jazirah Arab, Irak, sebagian Asia kecil, Persia, Afganistan, daerah yang sekarang disebut Pakistan Purkmenia, Ulbek, dan Kilgis di Asia Tengah.
Khususnya di bidang Tashri, kemajuan yang diperoleh sedikit sekali, sebab kurangnya dukungan serta bantuan pemerintah (kerajaan) waktu itu. Baru setelah masa khalifah Umar Bin Abd Al-Aziz kemajuan di bidang Tashri mulai meningkat, beliau berusaha mempertahankan perkembangan hadits yang hampir mengecewakan, karena para penghafal hadits sudah meninggal sehingga Umar Bin Abd Al-Aziz berusaha untuk membukukan Hadits.
Meskipun keberhasilan banyak dicapai dinasti ini, namun tidak berarti bahwa politik dalam negeri dapat dianggap stabil.Muawiyah tidak mentaati isi perjanjiannya dengan Hasan Ibn Ali ketika dia naik tahta yang menyebutkan bahwa persoalan pergantian pemimpin setelah Muawiyah diserahkan kepada pemilihan umat Islam.Deklarasi pengangkatan anaknya Yazid sebagai putra mahkota menyebabkan munculnya gerakan-gerakan oposisi dikalangan rakyat yang mengakibatkan terjadinya perang saudara beberapa kali dan berkelanjutan.
Sistem Ekonomi
Bidang-bidang ekonomi yang terdapat pada jaman Bani Umayyah terbukti berjaya membawa kemajuan kepada rakyatnya yaitu:
a. Dalam bidang pertanian Umayyah telah memberi tumpuan terhadap pembangunan sector pertanian, beliau telah memperkenalkan system pengairan bagi tujuan meningkatkan hasil pertanian.
b. Dalam bidang industri pembuatan khususnya kraftangan telah menjadi nadi pertumbuhan ekonomi bagi Umayyah.

2. Sistem Peradilan Dan Pengembangan Peradaban
Meskipun sering kali terjadi pergolakan dan pergumulan politik pada masa pemerintahan Daulah Bani Umayyah, namun terdapat juga usaha positif yang dilakukan daulah ini untuk kesejahteraan rakyatnya. Diantara usaha positif yang dilakukan oleh para khilafah daulah Bani Umayyah dalam mensejahterakan rakyatnya ialah dengan memperbaiki seluruh system pemerintahan dan menata administrasi, antara lain organisasi keuangan. Organisasi ini bertugas mengurusi masalah keuangan negara yang dipergunakan untuk:
a. Gaji pegawai dan tentara serta gaya tata usaha Negara.
b. Pembangunan pertanian, termasuk irigasi.
c. Biaya orang-orang hukuman dan tawanan perang
d. Perlengkapan perang
Disamping usaha tersebut daulah Bani Umayyah memberikan hak dan perlindungan kepada warga negara yang berada dibawah pengawasan dan kekuasaannya.Masyarakat mempunyai hak untuk mendapatkan perlindungan hukum dan kesewenangan.Oleh karena itu, Daulah ini membentuk lembaga kehakiman.Lembaga kehakiman ini dikepalai oleh seorang ketua Hakim (Qathil Qudhah).Seorang hakim (Qadli) memutuskan perkara dengan ijtihadnya. Para hakim menggali hukum berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah Nabi. Disamping itu kehakiman ini belum terpengaruh atau dipengaruhi politik, sehingga para hakim dengan kekuasaan penuh berhak memutuskan suatu perkara tanpa mendapat tekanan atau pengaruh suatu golongan politik tertentu.
Disamping itu, kekuasaan Islam pada masa Bani Umayyah juga banyak berjasa dalam pengembangan peradaban seperti pembangunan di berbagai bidang, seperti:
a. Muawiyah mendirikan Dinas pos dan tempat-tempat tertentu dengan menyediakan kuda dengan peralatannya disepanjang jalan. Dia juga berusaha menertibkan angkatan bersenjata.
Lambang kerajaan sebelumnya Al-Khulafaur Rasyidin, tidak pernah membuat lambang Negara baru pada masa Umayyah, menetapkanbendera merah sebagai lambang negaranya. Lambang itu menjadi ciri khas kerajaan Umayyah.
b. Arsitektur semacam seni yang permanent pada tahun 691 H, Khalifah Abd Al-Malik membangun sebuah kubah yang megah dengan arsitektur barat yang dikenal dengan “The Dame Of The Rock” (Gubah As-Sakharah).
c. Pembuatan mata uang di jaman khalifah Abd Al Malik yang kemudian diedarkan keseluruh penjuru negeri Islam.
d. Pembuatan panti Asuhan untuk anak-anak yatim, panti jompo, juga tempat-tempat untuk orang-orang yang infalid, segala fasilitas disediakan oleh Umayyah.
e. Pengembangan angkatan laut muawiyah yang terkenal sejak masa Utsman sebagai Amir Al-Bahri, tentu akan mengembangkan idenya di masa dia berkuasa, sehingga kapal perang waktu itu berjumlah 1700 buah.
f. Pada masa Umayyah, (Khalifah Abd Al-Malik) juga berhasil melakukan pembenahan-pembenahan administrasi pemerintahan dan memberlakukan bahasa arab sebagai bahasa resmi administrasi pemerintahan Islam.

3. Kemajuan Sistem Militer
Salah satu kemajuan yang paling menonjol pada masa pemerintahan dinasti Bani Umayyah adalah kemajuan dalam system militer. Selama peperangan melawan kekuatan musuh, pasukan arab banyak mengambil pelajaran dari cara-cara teknik bertempur kemudian mereka memadukannya dengan system dan teknik pertahanan yang selama itu mereka miliki, dengan perpaduan system pertahanan ini akhirnya kekuatanpertahanan dan militer Dinasti Bani Umayyah mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat baik dengan kemajuan-kemajuan dalam system ini akhirnya para penguasa dinasti Bani Umayyah mampu melebarkan sayap kekuasaannya hingga ke Eropa. Secara garis besar formasi kekuatan tentara Bani Umayyah terdiri dari pasukan berkuda, pasukan pejalan kaki dan angkatan laut.

4. Sistem Pergantian Kepala Negara Dan Keruntuhan Umayyah
Ada beberapa faktor yang menyebabkan dinasti Bani Umayyah lemah dan membawanya kepada kehancuran. Faktor-faktor itu antara lain adalah:
a. Sistem pergantian khalifah melalui garis keturunan adalah sesuatu yang baru (bid’ah) bagi tradisi Islam yang lebih menekankan aspek senioritas. Pengaturannya tidak jelas. Ketidakjelasan sistem pergantian khalifah ini menyebabkan terjadinya persaingan yang tidak sehat di kalangan anggota keluarga istana.
b. Latar belakang terbentuknya dinasti Bani Umayyah tidak bisa dipisahkan dari konflik-konflik politik yang terjadi di masa Ali. Sisa-sisa Syi’ah (para pengikut Abdullah bin Saba’ al-Yahudi) dan Khawarij terus menjadi gerakan oposisi, baik secara terbuka seperti di masa awal dan akhir maupun secara tersembunyi seperti di masa pertengahan kekuasaan Bani Umayyah. Penumpasan terhadap gerakan-gerakan ini banyak menyedot kekuatan pemerintah.
Pada masa kekuasaan Bani Umayyah, pertentangan etnis antara suku Arabia Utara (Bani Qays) dan Arabia Selatan (Bani Kalb) yang sudah ada sejak zaman sebelum Islam, makin meruncing. Perselisihan ini mengakibatkan para penguasa Bani Umayyah mendapat kesulitan untuk menggalang persatuan dan kesatuan. Disamping itu, sebagian besar golongan mawali (non Arab), terutama di Irak dan wilayah bagian timur lainnya, merasa tidak puas karena status mawali itu menggambarkan suatu inferioritas, ditambah dengan keangkuhan bangsa Arab yang diperlihatkan pada masa Bani Umayyah.
c. Lemahnya pemerintahan daulat Bani Umayyah juga disebabkan oleh sikap hidup mewah di lingkungan istana sehingga anak-anak khalifah tidak sanggup memikul beban berat kenegaraan tatkala mereka mewarisi kekuasaan. Disamping itu, para Ulama banyak yang kecewa karena perhatian penguasa terhadap perkembangan agama sangat kurang.
d. Penyebab langsung tergulingnya kekuasaan dinasti Bani Umayyah adalah munculnya kekuatan baru yang dipelopori oleh keturunan al-Abbas ibn Abd al-Muthalib. Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari Bani Hasyim dan kaum mawali yang merasa dikelas duakan oleh pemerintahan Bani Umayyah.

C. Ilmuwan Muslim Bani Umayah Dan Perannya
1. Ilmu Pengetahuan Umum
a. Khalid bin Yazid bin Mu‘awiyah
Beliau adalah orang pertama yang menerjemahkan buku tentang astronomi, kedokteran, dan kimia. Di samping itu Khalid bin Yazid merupakan seorang penyair dan orator yang terkenal.
b. Sibawaih Beliau adalah seorang ilmuwan bahasa yang menyusun kaidah – kaidah bahasa Arab. Kaidah – kaidah itu tersusun dalam bukunya yang berjudul al-Kitab.
c. Ibnu al-Muqaffa
Sebelum masuk Islam namanya Abu Amr. Beliau banyak menerjemahkan buku-buku dari India dan Persia. Karyanya yang termasyhur adalah Kalilah wa Dimnah.
d. Ibnu Rusydi
Beliau adalah ilmuwan kedokteran
2. Ilmu Pengetahuan Agama
Dalam bidang ini, muncul tokoh yang terkenal, seperti Ibnu Hazm (994-1064 M) di Kordoba. Bukunya yang terkenal adalah Risālah fi Fadā’il Ahl al-Andalus (risalah tentang keistimewaan orang Andalus). Ulama – ulama lain yang muncul, di antaranya, adalah Hasan al-Basri, Ibnu Syihab az-Zuhri, dan Wasil bin Ata. Ibnu Taimiyah adalah tokoh mazhab fiqih bani umayah di spanyol
3. Seni dan Kebudayaan
Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, bidang seni terutama kesusastraan juga mulai berkembang.Pada masa ini muncul sastrawan – sastrawan Arab yang terkenal. Sastrawan – sastrawan itu, diantaranya, adalah Jamil al-Uzri (wafat 701 M), al-Akhtal (wafat 710 M), Umar bin Abu Rabi’ah (wafat 719 M), al-Farzdaq (wafat 732 M), Qays bin Mulawwah, yang terkenal dengan nama Laila Majnun (wafat 699 M), dan Jarir (wafat 792 M).
Demikianlah perkembangan ilmu pengertahuan pada masa Bani Umayyah.Munculnya tokoh – tokoh di atas menjadi bukti perkembangan itu.Ilmu – ilmu yang muncul dan berkembang pada waktu itu memberikan sumbangan yang sangat besar hingga kini.

D. Khalifah Umar bin Badul Aziz
Beliau sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya sehingga mereka merasa tercukupi segala keperluannya. Pernah terjadi di zamannya seorang lelaki membawa harta yang begitu besar jumlahnya kemudian ingin membagikan kepada yang memerlukan, namun tidak ada seorang pun yang datang untuk mengambil harta itu karena mereka telah tercukupi keperluannya.
Sebelum menjadi khalifah Saiyidina Umar bin Abdul Aziz adalah orang yang hidup mewah dari harta yang halal. Namun begitu dilantik menjadi khalifah segala harta bendanya diserahkan kepada baitul mal, beliau begitu serius menjalankan amanah Allah hingga tidak ada waktu lagi untuk hal-hal lain. Isterinya meriwayatkan bahwa setiap kali beliau pulang ke rumah malam hari, beliau akan duduk di tempat sembahyang menangis dan berdoa hingga tertidur. Apabila beliau terjaga beliau menangis dan berdoa lagi dan begitulah seterusnya hingga subuh.
Pada hari kedua pengangkatannya, ia segera bergegas menuju panggung kehormatan yang didirikan dalam rangka tatap muka antara khalifah baru dengan tokoh-tokoh masyarakat. Sesaat setelah ia melangkahkan kakinya, terlihatlah iring-iringan megah, yag ditenganya terdapat seekor kuda jantan perkasa yang dihiasi dengan mewah untuk dinaiki khalifah hari itu. Ia terpana sejenak, lalu dengan ada tidak mengerti ia bertanya, “apa-apaan ini?”. “Ini kuda yang belum pernah dinaiki oleh siapapun. Dan hal serupa ini selalu disiapkan untuk khalifah baru”, jawab pengiringnya. ”Hai muzahin! Sita dan masukkan ke dalam baitul mal!” perintahnya dengan tegas.
Kini sampailah ia ke panggung megah itu. Sebelumnya ia bertanya, “apa pula ini?”. “Ini panggung kehormatan yang disediakan untuk menyambut khalifah baru!” jawab mereka. “Muzahin! Sita dan masukkan ke baitul mal!”. Dimintanya sehelai tikar kecil, dihamparkannya diatas tanah, kemudian dengan tenang dan anggun ia duduk disana.
Beberapa orang mempersembahkan seperangkat pakaian sutera dari jenis terbaik, mewah dan gemerlapan. “apa pula ini?” tanya khalifah. “Ini seperangkat pakaian kebesaran bagi khalifah baru” jawab mereka ketakutan. “Muzahin! Sita barang-barang ini, masukkan ke baitul mal!”

Gebrakan pertama beliau sebagai seorang pemimpin yang kreatif dan inovatif tatkala menerima amanah jabatan sebagai khalifah adalah mengembalikan semua harta dan tanah yang diambil oleh pemerintahan khilafah Bani Umayyah sebelum beliau dari masyarakat melalui tekanan kekuasaan kepada para pemiliknya. Bilamana pemilik tanah dan harta aslinya sudah tidak diketahui lagi maka hata dan tanah itu dikembalikan kepada baitul mal, untuk digunakan bagi keperluan kaum muslimin. Para pejabat dari kalangan Bani Umayyah melepaskan seluruh harta yang mereka bagi-bagikan, harta sumbangan, dan harta yang mereka ambil.
Khalifah Umar bin Abdul Aziz memulai dari dirinya sendiri dengan cara menyerahkan seluruh harta yang dimilikinya, seluruh kuda tunggangannya, dan seluruh minyak wanginya serta seluruh perhiasannya. Kemudian dijual seharga 23 ribu dinar atau sekitar 11,5 miliar rupiah dan dia masukkan ke Baitul Mal.
Tentu saja langkah tersebut diikuti secara serempak oleh para pejabat dari kalangan Bani Umayyah sehingga dengan gerakan yang beliau lakukan dalam tempo sekitar dua tahun, krisis ekonomi yang terjadi pada pemerintahan sebelumnya bisa diatasi. Bahkan distribusi kekayaan sedemikian merata sehingga tidak ada rakyat yang menjadi mustahiq zakat lantaran fakir atau miskin. Pengentasan kemiskinan yang beliau lakukan bukan sekedar retorika. Karena memang terjadi gerakan ekonomi pro rakyat tersebut dari atas secara nyata.
Bila para pejabat sebelumnya selalu ingat kepentingan pribadinya saat menjalankan tugasnya sebagai pejabat negara, maka Khalifah Umar bin Abdul Aziz memberikan teladan gerakan para pejabat yang selalu ingat tugas negara yang dipikulkan oleh Allah SWT kepadanya saat sedang menikmati kehidupan pribadi. Dengan cara berfikir seperti itu niscaya tidak ada kemaslahatan rakyat yang tidak diurus dan tidak ada kebutuhan rakyat yang tak terpenuhi serta tidak ada keinginan rakyat yang terabaikan.
Pejabat seperti khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah pejabat yang sadar betul bahwa jabatan adalah amanat Allah yang bakal dimintai pertangungjawaban kelak di hari kiamat ketika mulut terkunci, tangan yang berbicara, dan kaki menjadi saksi. Sungguh Rasululullah SAW mengajarkan kepada kita memilih pejabat yang amanah seperti Umar bin Abdul Aziz yang terbukti nyata mampu menjalankan amanah mengurus rakyat dengan hukum syariah-Nya.

LATIHAN
A. Jawablah soal-soal dibawah ini dengan baik dan benar dengan member tanda silang (x) pada jawaban yang benar!
1. Berdirinya Daulah Umayyah diawali dari Perang……
a. Perang Sifin
b. Perang Badar
c. Perang Tabuk
d. Perang Salib
2. Perang Sifin diakhiri peristiwa tahkim yang menyebabkan munculnya Perselisihan antara…
a. Ali bin Talib dengan Mu’awiyah bin Abu Sufyan
b. Abu Bakar sidiq dengan Mu’awiyah bin Abu sufyan
c. Mu’awiyah bin Abu sufyan dengan Umar bin Abdul Aziz
d. Umar bin Khatab dengan Ali bin Abi Tholib
3. kelompok di pihak Ali bin Abi Talib yang tidak menerima hasil tahkim yaitu…
a. al-Khawarij
b. Syiah
c. Mu’tazilah
d. As’ariyah
4. Peristiwa penyerahan kekuasaan dari Hasan bin Ali kepada Mu’awiyah bin Abu Sufyan itu terkenal dengan sebutan…
a. amul jama’ah atau tahun penyatuan
b. Tahun penyerahan
c. Tahun Kegagalan
d. Tahun Kesedihan
5. Peristiwa penyerahan itu terjadi pada tahun…..
a. 41 H atau 661 M
b. 42 H atau 662 M
c. 43 H atau 663 M
d. 44 H atau 664 M
6. khalifah bani Umayyah yang ke-4 adalah…
a. Abdul Malik bin Marwan – (685M-705M)
b. Marwan bin Hakam (Marwan I) – (684M-685M)
c. Umar bin Abdul Aziz (Umar II) – (717M-720M)
d. Al-Walid bin Abdul Malik (Al-Walid I) – (705M-715M)
7. Ekspansi ke barat secara besar-besaran dilanjutkan dijaman…
a. Ibrahim bin Walid – (744M)
b. Yazid bin Walid (Yazid III) – (744M)
c. Al-Walid Ibn Abd Abdul Malik (705M-714M)
d. Marwan bin Muhammad (Marwan II) – (744M-750M)
8. Salah satu kemajuan yang paling menonjol pada masa pemerintahan dinasti Bani Umayyah adalah kemajuan dalam system…..
a. Pengairan
b. Pertanian
c. Militer
d. Perekonomian
9. Yang menerjemahkan buku tentang astronomi pada masa bani Umayyah adalah….
a. Ibnu Rusyd
b. Sibawaih
c. Ibnu al-Muqaffa
d. Khalid bin Yazid bin Mu‘awiyah
10. Khalifah Umar bin Badul Aziz sosok pemimpin yang…..
a. Suka berfoya-foya
b. Salih dan sederhana
c. Jahat dan Otoriter
d. Suka berkujung kerumah rakyatnya

B. Jawablah pertanyaan dibawah ini!
1. Terangkan berdirinya Daulah Umayyah !
2. Diantara 14 khalifah pada daulah umayyah ada 4 khalifah yang menonjol dalam kepemimpinannya yaitu?
3. Jelaskan Perkembangan kebudayaan peradaban Islam pada masa Bani Umayah!
4. Sebutkan Ilmuwan muslim bani umayah dan perannya!
5. Terangkan kepemimpin pada masa Khalifah Umar bin Badul Aziz!

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Bimbingan dan konseling merupakan alat bantu bagi mahasiswa dalam menyusun dan merencanakan program perkuliahan agar cukup efektif. Melalui kegiatan bimbingan dan konseling diharapkan produktivitas fakultas dapat ditingkatkan. Kegiatan bimbingan dan konseling merupakan dua kegiatan yang saling berkaitan dan bertujuan untuk membantu mahasiswa mengembangkan kemampuannya dalam proses penyelesaian studinya. Kegiatan ini dilakukan oleh staf pengajar atau pejabat lain yang memiliki tugas, fungsi dan tangung jawab dalam bidang pengembangan kemahasiswaan di perguruan tinggi karena tugas atau jabatan. Kegiatan ini dapat bersifat pasif menunggu keaktifan mahasiswa yang membutuhkan atau secara aktif mengadakan bimbingan dan konseling. Bimbingan dan konseling dalam keseluruhan proses pendidikan di perguruan tinggi bertujuan agar mahasiswa mencapai perkembangan yang optimal secara akademis, psikologis, dan sosial.
Secara akademis, hasil bimbingan dan konseling dicerminkan oleh kecepatan mahasiswa mencapai penyesuaian akademis dan prestasi belajar yang memadai. Secara psikologis, pelayanan bimbingan dan konseling menghasilkan perkembangan dan kematangan pribadi. Secara sosial, berupa pencapaian penyesuaian dan memiliki keterampilan sosial yang memadai.

Rumusan Masalah
1. Bagimana program BK di Perguruan Tinggi?
2. Bagaimana ruang lingkup konselor dan dosen pembimbing?
3. Bagaimana peran BK dan Pembimbing Akademik?

Tujuan
1. Mengetahui program BK di Perguruan Tinggi
2. Mengetahui ruang lingkup konselor dan dosen pembimbing
3. Mengetahui peran BK dan Pembimbing Akademik

BAB II
PEMBAHASAN

1. Program Bimbingan dalam Pendidikan Tinggi
Sebenarnya bimbingan yang diberikan kepada mahasiswa sudah sejak jaman dulu, dalam bentuk nasihat, petuah dan sebagainya. Namun, membutuhkan bimbingan. Hanya pada jaman itu diberikan akhir-akhir ini kebutuhan akan bantuan yang lebih bersifat profesional makin dirasakan. Hal itu dikarenakan oleh berbagai faktor, antara lain:
a. Perkembangan, perubahan dan kemajuan jaman yang memberi permasalahan, tantangan maupun tuntutan barn kepada individu;
b. Goyahnya nilai-nilai, norma-norma dan sistem nilai dunia yang telah menjadi pedoman akibat akulturasi kebudayaan;
c. Perkembangan teknologi yang menggoncangkan dunia kerja sehingga mempersukar proses persiapan memasuki kerja.
Mengapa mahasiswa perlu bimbingan? Karena dunia mahasiswa adalah dunia yang penuh dengan kesukaran, tantangan dan godaan, akan tetapi dunia mahasiswa itu juga merupakan masa-masa yang indah. Pada masa itu, orang seakan-akan berani menghadapi apa pun dan hidupnya penuh harapan; hanya seringkali mereka lupa, keseimbangan. Kekecewaan yang dialami, godaan yang tidak dapat diatasi, kejatuhan (baik dalam studi maupun pergaulan) dapat menghancurkan masa depan mahasiswa.
Biasanya, sikap-sikap yang kurang sehat tersebut merupakan akibat kelemahan dalam pendidikan keluarga, seperti kurang percaya diri, manja, tidak tabah, dan lain-lain. Selain itu, struktur, sistem, ukuran dan spesialisasi yang ada di perguruan tinggi seringkali menyebabkan mahasiswa kurang diperhatikan, seperti sifat-sifat pribadi beserta pergumulan batinnya yang kurang mendapat tempat, juga akan mempengaruhi studinya.
Tujuan akhir dari bimbingan dan konseling di perguruan tinggi sama dengan pemberian bimbingan di sekolah lanjutan, antara lain:
a. Membantu manusia muda untuk dapat mengatur hidupnya sendiri;
b. Mengembangkan kepribadiannya sesuai dengan potensi-potensi yang dimilikinya;
c. Mengintegrasikan studinya dalam pola kehidupan;
d. Merencanakan masa depannya dengan mengingat situasi hidupnya yang konkrit;
e. Menolong memperlancar dan meningkatkan efisiensi dari proses pendidikan;
f. Membantu pengenalan diri sendiri dalam pemilihan bidang pekerjaan maupun jurusan studi, dan lain-lain .

2. Ruang Lingkup Tugas Konselor Dan Dosen Pembimbing
1. Kegiatan Akademis
a. Membantu mahasiswa menyusun perencanaan kegiatan belajarnya, dan dalam memilih mata kuliah setiap semester.
b. Memantau perkembangan prestasi mahasiswa dengan menyusun pertemuan berkala.
c. Membantu mahasiswa dalam memahami peraturan-peraturan akademik.
d. Membantu menyelesaikan masalah-masalah akademis yang dihadapi mahasiswa.

2. Kegiatan Non-Akademis
a. Membantu mahasiswa menyelesaikan hambatan-hambatan dalam sosialisasi.
b. Membantu mahasiswa dalam mengatasi masalah-masalah fisik dan psikis.
c. Membantu mahasiswa menyesuaikan diri dengan lingkungan/ kehidupan kampus.
d. Memberi nasehat terhadap masalah-masalah keluarga yang dihadapi oleh mahasiswa.

3. Peran BK dan Penasehat Akademik
1). Bimbingan dan Konseling
Bimbingan dan konseling (BK) adalah proses pemberian bantuan secara sistematis dan intensif yang dilakukan oleh dosen yang bertugas khusus itu kepada mahasiswa dalam rangka pengembangan pribadi, sosial, dan ketrampilan belajar (learning skill) demi karir masa depannya, yang dilakukan oleh tim yang bertugas khusus untuk itu.
a. Tujuan
Membantu mahasiswa dalam :
a) Mewujudkan potensi dirinya secara optimal, baik untuk kepentingan dirinya maupun masyarakat.
b) Menempatkan dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya secara konstruktif.
c) Memecahkan persoalan yang dihadapinya secara realistis.
d) Mengambil keputusan mengenai berbagai pilihan secara rasional.
e) Melaksanakan keputusan secara konkrit dan bertanggung jawab atas keputusan yang ditetapkan.
f) Menyusun rencana untuk masa depan yang lebih baik.
b. Fungsi
Fungsi Bimbingan dan Konseling serta Penasehat Akademik sebagai berikut :
a) Penyaluran: bimbingan berfungsi dalam membantu mahasiswa mendapatkan lingkungan yang sesuai dengan keadaan dirinya.
b) Penyesuaian (adaptasi): bimbingan berfungsi dalam rangka membantu mahasiswa menyesuaikan diri dengan lingkungannya, baik lingkungan sosial pemukiman maupun lingkungan belajar.
c) Pencegahan: bimbingan berfungsi dalam rangka membantu mahasiswa menghindari kemungkinan terjadinya hambatan dalam perkembangan diri untuk mencapai sukses belajar.
d) Pengembangan: bimbingan berfungsi dalam membantu mahasiswa mengembangkan dirinya secara optimal dalam mencapai sukses belajar.
e) Perbaikan: bimbingan berfungsi dalam membantu mahasiswa memperbaiki kondisinya yang dipandang kurang memadai.
f) Pengadaptasian: bimbingan berfungsi dalam membantu Universitas menyesuaikan kebijaksanaan dengan keadaan mahasiswa.
g) Petugas bimbingan dan konseling tetap menjaga kerahasiaan dari mahasiswa yang terkait dengan keperluan bimbingan dan konseling itu.
c. Program Layanan
Program Layanan meliputi:
a) Pengumpulan data mahasiswa baik akademik maupun non akademik.
b) Pemberian informasi kepada mahasiswa tentang berbagai hal yang berguna bagi pengembangan pribadi, sosial, studi dan karier mahasiswa.
c) Pemberian pelatihan kepada mahasiswa secara kelompok untuk pengembangan pribadi, sosial, studi dan kariernya.
d) Pelayanan bantuan pemecahan masalah, baik yang bersifat akademik maupun non akademik melalui konseling / konsultasi.
e) Pemberian layanan rujukan kepada mahasiswa yang permasalahannya tidak teratasi oleh petugas bimbingan atau dosen konselor.
f) Pemberian pelatihan dan konsultasi kepada dosen penasehat akademik sehubungan dengan proses bimbingan dan konseling kepada mahasiswa yang menjadi asuhannya.
g) Pemberian informasi kepada pimpinan universitas fakultas jurusan, program diploma dan program pascasarjana tentang berbagai karakteristik terkait tingkat keberhasilan belajar mahasiswa secara umum.
d. Lain – Lain
a) Petugas Bimbingan dan Konseling harus melaporkan tugasnya secara berkala kepada pimpinan universitas.
b) Dosen Konselor di fakultas, jurusan, program diploma dan program pascasarjana harus melaporkan tugasnya secara berkala kepada pimpinan yang berkait.
c) Pimpinan universitas harus memperhatikan hak-hak petugas Bimbingan dan Konseling.
d) Pimpinan fakultas, jurusan, program diploma dan pascasarjana harus memperhatikan hak-hak Dosen Konseling.

2). Penasehat Akademik
Penasehat Akademik (PA) adalah dosen yang memberikan bantuan berupa nasehat akademik kepada mahasiswa, sesuai dengan program studinya, untuk meningkatkan kemampuan akademik mahasiswa, sehingga program studinya selesai dengan baik.
1. Tugas
Penasehat Akademik bertugas:
a) Memberikan informasi tentang pemanfaatan sarana dan prasarana penunjang bagi kegiatan akademik dan non akademik.
b) Membantu mahasiswa dalam mengatasi masalah-masalah akademik.
c) Membantu mahasiswa dalam mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik (ketrampilan belajar) sehingga tumbuh kemandirian belajar untuk keberhasilan studinya sebagai seorang ahli.
d) Memberi rekomendasi tentang tingkat keberhasilan belajar mahasiswa untuk keperluan tertentu.
e) Membantu mahasiswa dalam mengembangkan kepribadian menuju terwujudnya manusia Indonesia seutuhnya yang berwawasan, berfikir dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Agama, Kebangsaan serta adat dan berbagai norma positif lainnya.
f) Membantu mahasiswa mengembangkan wawasan belajar keilmuan secara mandiri sepanjang hayat.
g) Memberi peringatan tentang evaluasi akademik terhadap mahasiswa yang IP-nya selama 2 (dua) semester berturut-turut kurang dari 2 (dua) dan sks yang dicapai kurang dari 24 sks.
2. Pada saat registrasi akademik setiap awal semester, PA berkewajiban melaksanakan tugas kepenasehatanya dengan kegiatan antara lain :
a) Memproses pengisian KRS dan bertanggung jawab atas kebenaran isinya.
b) Menetapkan kebenaran jumlah kredit yang boleh diambil mahasiswa dalam semester yang bersangkutan dengan memperhatikan peraturan yang berlaku.
c) Meneliti dan memberi persetujuan terhadap studi semester yang direncanakan oleh mahasiswa dalam KRS.
d) Pada saat menetapkan jumlah beban studi PA wajib memberikan penjelasan secukupnya atas ketetapan yang diambil oleh mahasiswa agar mahasiswa dapat menyadari dan menerima penetapan tersebut dengan penuh perhatian dan pengertian.
3. Dalam melaksanakan tugasnya, dosen PA tiap semester memperhatikan hasil belajar :
a) Mahasiswa asuhannya secara perorangan atau kelompok.
b) Semua mahasiswa fakultas / jurusan yang bersangkutan secara kelompok untuk angkatan tahun yang bersangkutan atau sebelumnya
4. Penasehat akademik dapat meminta bantuan kepada unit-unit kerja lainnya (antara lain Bimbingan dan Konseling) dalam rangka kepenasehatan.
5. Kegiatan kepenasehatan dalam bidang akademik dikoordinir oleh PD I, sedang dalam masalah non akademik dikoordinir oleh PD III.
6. Setiap dosen Pembimbing Akademik harus selalu memperhatikan Kode Etik Kehidupan Kampus.
7. Administrasi kepenasehatan dikembangkan melalui berbagai daftar dan kartu. Jenis dan kegunaan daftar dan kartu tersebut harus dipahami oleh Penasehat Akademik.
a. Yang dimaksud dengan daftar adalah:
1. Daftar nama mahasiswa.
2. Daftar hadir perkuliahan mahasiswa
3. Daftar nilai ujian
b. Yang dimaksud dengan kartu adalah:
1. Kartu Rencana Studi (KRS) Yang mencatat semua mata kuliah yang diprogramkan (diambil oleh mahasiswa yang bersangkutan) pada masing-maing semester.
2. Kartu Perubahan Rencana Studi (KPRS) yang mencatat semua perubahan pengambilan beban berban studi setelah diadakan konsultasi.
3. Kartu Hasil Studi (KHS) yang mencatat nilai yang diperoleh mahasiswa bagi mata kuliah yang diprogram dalam KRS.
4. Kartu Pribadi / perkembangan Akademik Mahasiswa (KPAM) yang digunakan untuk mencatat data pribadi mahasiswa.
a. Dalam batas-batas kemungkinan serta pertimbangan efisien, jenis-jenis kartu seperti tersebut pada butir 7.b dapat dicetak/ dijadikan dalam satu kartu.
b. Masing-masing fakultas dapat mengembangkan daftar dan kartu lain, selain yang tersebut pada nomor 7a dan7b.
8. Lain-lain
a. Setiap petugas penasehat akademik wajib melaporkan tugasnya secara berkala kepada pimpinan fakultas, jurusan, diploma dan pascasarjana.
b. Pimpinan fakultas, jurusan, diploma, dan pascasarjana harus memperhatikan hak-hak dosen Penasihat Akademik.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Keberadaan Bimbingan dan Konseling bagi mahasiswa di perguruan tinggi sangat penting dengan tujuan:
a. Membantu mausia muda untuk dapat mengatur hidupnya sendiri;
b. Mengembangkan kepribadiannya sesuai dengan potensipotensi yang dimilikinya;
c. Mengintegrasikan studinya dalam pola kehidupan;
d. Merencanakan masa depannya dengan mengingat situasi hidupnya yang konkrit;
e. Menolong memperlancar dan meningkatkan efisiensi dari proses pendidikan;
f. Membantu pengenalan diri sendiri dalam pemilihan bidang pekerjaan maupun jurusan studi, dan lain-lain.
Ruang lingkup konselor dan dosen pembimbing bagi mahasiswa adalah untuk membantu mahasiswa di dalam kegiatan akademik dan non-akademik. Dan peran Bimbingan dan Konseling serta Penasehat Akademik sebagai berikut :
a) Penyaluran: bimbingan berfungsi dalam membantu mahasiswa mendapatkan lingkungan yang sesuai dengan keadaan dirinya.
b) Penyesuaian (adaptasi): bimbingan berfungsi dalam rangka membantu mahasiswa menyesuaikan diri dengan lingkungannya, baik lingkungan sosial pemukiman maupun lingkungan belajar.
c) Pencegahan: bimbingan berfungsi dalam rangka membantu mahasiswa menghindari kemungkinan terjadinya hambatan dalam perkembangan diri untuk mencapai sukses belajar.
d) Pengembangan: bimbingan berfungsi dalam membantu mahasiswa mengembangkan dirinya secara optimal dalam mencapai sukses belajar.
e) Perbaikan: bimbingan berfungsi dalam membantu mahasiswa memperbaiki kondisinya yang dipandang kurang memadai.
f) Pengadaptasian: bimbingan berfungsi dalam membantu Universitas menyesuaikan kebijaksanaan dengan keadaan mahasiswa.
g) Petugas bimbingan dan konseling tetap menjaga kerahasiaan dari mahasiswa.

DAFTAR PUSTAKA

http://pustaka.ut.ac.id/pdfpenelitian/80549.pdf diakses 25 mei 2011
http://feb.unair,ac,id diakses 25 Mei 2011
http://oldsite.ub.ac.id/id/9_publication/bppub/bab6.php, diakses 25 Mei 2011

PROBLEM MANAJEMEN DAN KELEMBAGAAN
PENDIDIKAN ISLAM

Oleh:
Joko Purwanto (08110141)
Ummu Zahrotin (08110134)
Wildana Aminah (08110143)

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
BAB I
PENDAHULUAN

Latar belakang
Pendidikan di Indonesia dikenal dengan dua sistem, yaitu pendidikan umum dan pendidikan Islam, dimana masing dibawah naungan Mendiknas dan Menag. Dua jenis lembaga pendidikan ini mendapat perlakuan yang tidak sama dari pemerintah. Pendidikan umum lebih mendapat perhatian daripada pendidikan yang berlabel Islam.
Lembaga pendidikan Islam yang notabene di bawah naungan departemen agama kebanyakan tidak didirikan oleh pemerintah sendiri. Melainkan didirikan pondok pesantren maupun perorangan yang kebanyakan berupa yayasan. Model pendidikan seperti ini kemudian dalam segala urusan biasanya dikuasai oleh pemegang yayasan bukan terpusat secara nasional oleh pemerintah. Sehingga setiap madrasah berbeda satu sama lain.
Sebagai sebuah lembaga pendidikan, madrasah atau universitas pendidikan Islam tentunya mempunyai berbagai kelebihan dan kekurangan, maupun permasalahan yang dihadapi olehnya. Permasalahan yang dihadapi lembaga pendidikan Islam biasanya sangat kompleks. Terlebih-lebih dalam hal manajemen dan kelembagaannya. Maka dari itu kami akan akan mengidentifikasi permasalahan manajemen dan kelembagaan yang muncul dalam lembaga pendidikan Islam dan berusaha memberikan solusi untuk kebaikan lembaga pendidikan Islam.

Rumusan Masalah
1. Apa saja permasalahan manajemen dan kelembagaan yang muncul dalam lembaga pendidikan Islam?
2. Bagaimana dampak munculnya permasalahan tersebut?
3. Bagaimana solusi untuk memperbaiki permasalahan yang muncul dalam lembaga pendidikan Islam tersebut?

Tujuan
1. Mengetahui permasalahan manajemen dan kelembagaan yang muncul dalam lembaga pendidikan Islam
2. Mengetahui dampak munculnya permasalahan tersebut
3. Mengetahui solusi untuk memperbaiki permasalahan yang muncul dalam lembaga pendidikan Islam.

BAB II
PEMBAHASAN

1. Permasalahan Manajemen Dan Kelembagaan Serta Dampaknya Dalam Lembaga Pendidikan Islam
a. Manajemen kurikulum
Manajemen kurikulum merupakan subtansi manajemen yang utama di sekolah. Prinsip dasar manajemen kurikulum ini adalah berusaha agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik, dengan tolok ukur pencapaian tujuan oleh siswa dan mendorong guru untuk menyusun dan terus menerus menyempurnakan strategi pembelajarannya. Tahapan manajemen kurikulum di sekolah dilakukan melalui empat tahap :
1. perencanaan
2. pengorganisasian dan koordinasi
3. pelaksanaan
4. pengendalian.
Dalam konteks Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Tita Lestari (2006) mengemukakan tentang siklus manajemen kurikulum yang terdiri dari empat tahap :
1. Tahap perencanaan; meliputi langkah-langkah sebagai :
a) analisis kebutuhan
b) merumuskan dan menjawab pertanyaan filosofis
c) menentukan disain kurikulum dan
d) membuat rencana induk (master plan): pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian.
2. Tahap pengembangan, meliputi langkah-langkah :
a) perumusan rasional atau dasar pemikiran
b) perumusan visi, misi, dan tujuan
c) penentuan struktur dan isi program
d) pemilihan dan pengorganisasian materi
e) pengorganisasian kegiatan pembelajaran
f) pemilihan sumber, alat, dan sarana belajar dan
g) penentuan cara mengukur hasil belajar.
3. Tahap implementasi atau pelaksanaan, meliputi langkah-langkah:
a) penyusunan rencana dan program pembelajaran (Silabus, RPP: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)
b) penjabaran materi (kedalaman dan keluasan)
c) penentuan strategi dan metode pembelajaran
d) penyediaan sumber, alat, dan sarana pembelajaran penentuan cara dan alat penilaian proses dan hasil belajar setting lingkungan pembelajaran
4. Tahap penilaian, terutama dilakukan untuk melihat sejauhmana kekuatan dan kelemahan dari kurikulum yang dikembangkan, baik bentuk penilaian formatif maupun sumatif. Penilailain kurikulum dapat mencakup Konteks, input, proses, produk (CIPP) : Penilaian konteks: memfokuskan pada pendekatan sistem dan tujuan, kondisi aktual, masalah-masalah dan peluang. Penilaian Input: memfokuskan pada kemampuan sistem, strategi pencapaian tujuan, implementasi design dan cost benefit dari rancangan. Penilaian proses memiliki fokus yaitu pada penyediaan informasi untuk pembuatan keputusan dalam melaksanakan program. Penilaian product berfokus pada mengukur pencapaian proses dan pada akhir program (identik dengan evaluasi sumatif).
Problem kurikulum: masih ada dikotomi kurikulum (pemisahan ilmu agama dan ilmu umum). Dampak: dalam pengajaran masih dipisah antara ilmu agama dan ilmu umum.

b. Manajemen Guru
Masalah:
1) guru kurang profesional dalam mengajar
2) guru mendapat tugas lain selain mengajar dan mendidik
3) guru kurang memenuhi kompetensi yang telah ditetapkan
4) kreatifitas guru kurang
Dampak:
1) asal-asalan dalam mengajar dan tidak disiplin
2) guru tidak fokus pada tugas dan kewajiban mengajar karena mendapat beban lain
3) tidak bisa menjalankan tugas secara maksimal tidak berkembang dan tidak mempunyai inovasi
4) monoton dalam pembelajaran

c. Bidang Kesiswaan
Dalam Depdikbud disebutkan dalam manajemen kesiswaan terdapat empat prinsip dasar, yaitu : (a) siswa harus diperlakukan sebagai subyek dan bukan obyek, sehingga harus didorong untuk berperan serta dalam setiap perencanaan dan pengambilan keputusan yang terkait dengan kegiatan mereka; (b) kondisi siswa sangat beragam, ditinjau dari kondisi fisik, kemampuan intelektual, sosial ekonomi, minat dan seterusnya. Oleh karena itu diperlukan wahana kegiatan yang beragam, sehingga setiap siswa memiliki wahana untuk berkembang secara optimal; (c) siswa hanya termotivasi belajar, jika mereka menyenangi apa yang diajarkan; dan (d) pengembangan potensi siswa tidak hanya menyangkut ranah kognitif, tetapi juga ranah afektif, dan psikomotor .
Ada tiga masalah utama yang perlu mendapat perhatian dalam bidang kesiswaan yaitu :
- Masalah penerimaan siswa baru
- Masalah kemajuan belajar dan evaluasi belajar
- Masalah bimbingan
Untuk masalah yang pertama setiap tahun dibentuk panitia penerimaan siswa baru. Panitia ini diserahi tugas untuk mengManajemenkan dan mengorganisasikan seluruh kegiatan penerimaan siswa baru. Pimpinan sekolah harus mampu memberi pedoman yang jelas kepada panitia agar penerimaan siswa baru ini berjalan dengan lancar.
Di samping itu sekolah mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap usaha mengembangkan kemajuan belajar siswa-siswanya. Kemajuan belajar ini secara periodik harus dilaporkan terutama kepada orang tua siswa. Ini semua merupakan tanggungjawab pimpinan sekolah. Oleh karena itu pimpinan harus tahu benar-benar kemajuan belajar anak-anak di sekolahnya, ia harus mengenal anak-anak beserta latar belakang masalahnya.
Laporan hasil kemajuan belajar hendaknya tidak dianggap sebagai kegiatan rutin saja, tetapi mempunyai maksud agar orang tua siswa juga ikut berpartisipasi secara aktif dalam membina belajar anak-anaknya.
Masalah yang juga erat hubungannya dengan kemajuan belajar ini ialah masalah bimbingan. Tugas sekolah bukan hanya sekedar memberi pengetahuan dan ketrampilan saja, tetapi sekolah harus mendidik anak-anak menjadi manusia seutuhnya. Oleh karena itu tugas sekolah bukan saja memberikan pelbagai ilmu pengetahuan tetapi juga membimbing anak-anak menuju ke arah kedewasaan. Dalam rangka ini maka tugas pimpinan sekolah ialah menyelenggarakan kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah. Dengan kegiatan bimbingan ini maka anak-anak akan ditolong untuk mampu mengenal dirinya, kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahannya. Anak-anak akan ditolong agar mampu mengatasi masalah-masalahnya yang dapat mengganggu kegiatan belajarnya. Dengan demikian diharapkan anak-anak akan dapat bertumbuh secara sehat baik jasmani dan rohaninya serta dapat merealisasikan kemampuannya secara maksimal.
Manajemen yang berhubungan dengan kesiswaan antara lain :
- Statistik presensi siswa
- Buku laporan keadaan siswa
- Buku induk
- Klapper
- Buku daftar kelas
- Buku laporan pendidikan (raport) catatan pribadi
- Daftar presensi, dsb.
Manajemen kesiswaan. Perencanaan, meliputi pendataan anak usia pra sekolah, perencanaan daya tampung, perencanaan penerimaan dan penerimaan siswa baru. Pengorganisasian, berupa pengelompokan siswa berdaarkan pola tertentu. Penggerakan, meliputi pembinaan disiplin belajar siswa, pencatatan kehadiran siswa, pengaturan perpindahan siswa, dan pengaturan kelulusan siswa. Pengawasan, berupa pemantauan siswa dan penilaian siswa .
Permasalahan:
1) walaupun sudah KTSP dalam proses pembelajaran siswa masih kebanyakan masih sebagai objek pembelajaran terutama alam kelas
2) Masih banyak kita temukan fakta-fakta di lapangan sistem pengelolaan anak didik yang masih mengunakan cara-cara konvensional dan lebih menekankan pengembangan kecerdasan dalam arti yang sempit dan tentunya kurang mmberi perhatian kepada pengembangan bakat kreatif peserta didik.
3) Masih adanya diskriminasi antara anak pandai dan bodoh
4) Masih adanya pemikiran bahwa semua anak yang masuk ke sekolah mempunyai potensi sama
5) Buku laporan keadaan siswa belum tertata dengan rapi
6) Belum adanya buku laporan keadaan pribadi siswa
7) Kemajuan belajar dan evaluasi kurang diperhatikan dan variatif
8) Belum adanya bimbingan yang memadai bagi siswa
Dampak:
1) pembelajaran bersifat pasif
2) pembelajaran monoton
3) ada kecemburuan sosial dalam kelas
4) tidak ada bimbingan secara khusus bagi siswa yang mempunyai bakat tertentu
5) pihak sekolah kesulitan mengetahui perkembangan keadaan siswa
6) pihak sekolah tidak bisa mengetahui kondisi psikologis setiap siswa
7) kemajuan belajar bersifat stagnan dan monoton dalam evaluiasi
8) belum adanya bantuan bagi siswa yang mempunyai keluhan atau masalah

d. Bidang Personalia
Terdapat empat prinsip dasar manajemen personalia yaitu: (a) dalam mengembangkan sekolah, sumber daya manusia adalah komponen paling berharga; (b) sumber daya manusia akan berperan secara optimal jika dikelola dengan baik, sehingga mendukung tujuan institusional; (c) kultur dan suasana organisasi di sekolah, serta perilaku manajerial sekolah sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pengembangan sekolah; dan (d) manajemen personalia di sekolah pada prinsipnya mengupayakan agar setiap warga dapat bekerja sama dan saling mendukung untuk mencapai tujuan sekolah. Disamping faktor ketersediaan sumber daya manusia, hal yang amat penting dalam manajamen personalia adalah berkenaan penguasaan kompetensi dari para personil di sekolah. Oleh karena itu, upaya pengembangan kompetensi dari setiap personil sekolah menjadi mutlak diperlukan.
Permasalahan:
1) Masih ada kepala madrasah yang belum cakap dalam memimpin madrasah
2) Masih ada guru yang tidak menguasai materi dan metode pada bidangnya
3) Masih adanya benturan antara personil madrasah terkait hak dan kewajibannya
Dampak:
1) Sistem yang berjalan di madrasah tidak baik
2) Pembelajaran kurang maksimal
3) Terjadi maslah antar personal madrasah

e. Bidang Keuangan
Manajemen keuangan di sekolah terutama berkenaan dengan kiat sekolah dalam menggali dana, kiat sekolah dalam mengelola dana, pengelolaan keuangan dikaitkan dengan program tahunan sekolah, cara mengadministrasikan dana sekolah, dan cara melakukan pengawasan, pengendalian serta pemeriksaan. Inti dari manajemen keuangan adalah pencapaian efisiensi dan efektivitas. Oleh karena itu, disamping mengupayakan ketersediaan dana yang memadai untuk kebutuhan pembangunan maupun kegiatan rutin operasional di sekolah, juga perlu diperhatikan faktor akuntabilitas dan transparansi setiap penggunaan keuangan baik yang bersumber pemerintah, masyarakat dan sumber-sumber lainnya.
Masalah:
1) kesulitan mendapatkan suntikan dana dari pemerintah
2) pengelolaan tidak teradministrasi dengan baik
3) bagi pesantren salaf belum ada pembukuan yang baik
4) sumber pendanaan lebih tergantung pada donatur ataupun harta pemilik yayasan
5) terjadi ketidakjelasan keuangan bagi lembaga yang mempunyai banyak struktur (ketua yayasan, direktur, kepala sekolah), satu yayasan mempunyai banyak lembaga.
dampak:
1) lembaga tidak bisa cepat berkembang
2) tidak ada kejelasan dalam pertanggung jawaban keuangan
3) tidak bisa meneliti darimana dan bagaimana penggunaan dana
4) jika donatur tidak ada dan harta pemilik yayasan kurang maka lembaga pendidikan akan kesulitan dana
5) sirkulasi dan regulasi keuangan tidak jelas/campur aduk

f. Manajemen Kelas
Dinamika kelas pada dasarnya adalah kondisi kelas yang diliputi dorongan untuk aktif secara terarah yang dikembangkan melalui kreatifitas dan inisiatif murid sebagai suatu kelompok. Dinamika kelas dipengaruhi oleh cara guru kelas menerapkan administrasi pendidikan dan kepemimpinan pendidikan serta menggunakan pendekatan Manajemen/pengelolaan kelas. Penerapan kegiatan tersebut antara lain, sebagai berikut:
1. Kegiatan Administratif Manajemen
Kelas pada dasarnya merupakan unit kerja yang di dalamya bekerja sejumlah orang untuk mencapai suatu tujuan. Olehnya itu, pegelolaan kelas memerlukan tindakan-tindakan berupa perencanaan, pengorganisasian, koordinasi dan kontrol sebagai langkah-langkah kegiatan manajemen administratif.
a) Perencanaan kelas
Sebagai program umum kurikulum harus diterjemahkan menjadi program-program kongkrit dan menghubungkannya dengan waktu yang ada, berupa program tahunan, semester/cawu, bulanan, mingguan dan bahkan pada program harian. Selain perencanaan berdasarkan kurikulum, sebuah kelas perlu menyusun program penunjang berupa kegiatan ekstra kelas seperti kepramukaan, olah raga, kesenian, pelajaran tambahan dan lain-lain.
b) Pengorganisasian kelas
Aspek yang paling penting dalam pegorganisasian ini adalah usaha utuk menempatkan personal yang tepat pada tempatnya (proporsional) dengan memperhatikan ability-nya, tingkat pendidikannya, masa kerjanya dan sebagainya. Olehnya itu, harus diupayakan agar setiap personal kelas termasuk para siswa untuk mengetahui posisinya masing-masing dalam struktur organisasi kelas yang disusun berdasarkan pembagian tugas.
c) Koordinasi kelas.
Koordinasi kelas diwujudkan dengan menciptakan kerja sama yang didasari oleh saling pengertian akan tugas dan peranan masing-masing. Maka koordinasi yang efektif memungkinkan setiap personal menyampaikan saran dan pendapat, baik dalam bidang kerjanya maupun bidang kerja patnernya terutama yang berhubungan dengan bidang tugas yang menjadi tanggung jawab yang bersangkutan. Dengan koordinasi yang efektif tidak akan terjadi (meminimalisir) tabrakan atau kesimpangsiuran dalam penggunaan waktu dan fasilitas kelas.
d) Kontrol kelas
Selama dan setelah program kegiatan kelas dilaksanakan, maka perlu kegiatan kontrol dari guru/wali kelas, dimana kontrol tersebut harus mengacu kepada program yang disusun dengan maksud untuk menilai sampai dimana tujuan telah dicapai dan apa yang menjadi hambatannya (jika ada), atau dengan kata lain kegiatan kontrol kelas dilakukan untuk mengetahui kebaikan-kebaikan yang diraih dan kekurangan-kekurangannya.

2. Kepemimpinan Guru/Wali Kelas
Dinamika kelas dipengaruhi secara langsung oleh kepemimpinan guru/wali kelas, kedudukannya sebagai pemimpin formal yakni sebagai orang yang ditunjuk memimpin manajemen/pegelolaan kelas sekalipun tidak dengan surat keputusan.. Oleh karena itu dalam aktivitas sebagai pemimpin kelas, seorang guru/ wali kelas akan lebih berfungsi manakala mampu mewujudkan kepemimpinan informal.

3. Disiplin Kelas
Disiplin juga merupakan bagian terpenting dalam dinamika kelas. Disiplin kelas diartikan sebagai usaha mencegah terjadinya pelanggaran-pelanggaran terhadap ketentuan yang telah disepakati bersama dalam melaksanakan kegiatan kelas, agar pemberian hukuman dapat dihindari.
Dengan demikian dapat disampaikan bahwa disiplin yang berdaya guna untuk menumbuhkan dinamika kelas bukanlah disiplin yang kaku dan statis, bukanlah disiplin sekedar pemberian hukuman atau paksaan agar guru dan murid melaksanakan tata tertib kelas yang ditetapkan. Namun yang dimaksud disiplin adalah usaha untuk membina secara terus menerus kesadaran dalam bekerja atau belajar dengan baik, dalam artian setiap orang menjalankan fungsinya secara efektif dan efisien.
Seirama dengan penguraian di atas, disiplin kelas juga dapat dipahami sebagai suasana tertib dan teratur, namun penuh dengan dinamika dalam melaksanakan program kelas terutama dalam mewujudkan Proses Belajar Mengajar (PBM). Kondisi seperti itu hanya akan terwujud apabila masing-masing individu mengetahui posisi dan fungsinya di dalam kelas dalam rangka melaksanakan berbagai kegiatan .
Masalah:
1) perencanaan kelas yang kurang matang
2) penempatan duduk atau penempatan pengurus kelas yang tidak sesuai kapasitas peserta didik
3) kontrol yang kurang maksimal, baik kinerja guru dikelas maupun kebijakan yang dilaksanakan dalam kelas
4) tidak semua guru bisa menjadi pimpinan kelas yang baik
5) terjadi pelanggaran-pelanggaran peraturan dalam kelas
Dampak:
1) pelaksanaan kegiatan kelas tidak teratur
2) teyanrjadi hubungan yang tidak sehat dalam kelas
3) lembaga tidak mengetahui perkembangan yang terjadi dalam kelas
4) kelas yang gurunya tidak bisa memimpin dengan baik kelas akan gaduh dan tidak kondusif
5) suasana kelas tidak kondusif dan mengganggu jalannya proses pembelajaran

g. Bidang Sarana dan Prasarana
Manajemen perawatan preventif sarana dan prasana sekolah merupakan tindakan yang dilakukan secara periodik dan terencana untuk merawat fasilitas fisik, seperti gedung, mebeler, dan peralatan sekolah lainnya, dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja, memperpanjang usia pakai, menurunkan biaya perbaikan dan menetapkan biaya efektif perawatan sarana dan pra sarana sekolah. Dalam manajemen ini perlu dibuat program perawatan preventif di sekolah dengan cara pembentukan tim pelaksana, membuat daftar sarana dan pra saran, menyiapkan jadwal kegiatan perawatan, menyiapkan lembar evaluasi untuk menilai hasil kerja perawatan pada masing-masing bagian dan memberikan penghargaan bagi mereka yang berhasil meningkatkan kinerja peralatan sekolah dalam rangka meningkatkan kesadaran merawat sarana dan prasarana sekolah.
Sedangkan untuk pelaksanaannya dilakukan : pengarahan kepada tim pelaksana, mengupayakan pemantauan bulanan ke lokasi tempat sarana dan prasarana, menyebarluaskan informasi tentang program perawatan preventif untuk seluruh warga sekolah, dan membuat program lomba perawatan terhadap sarana dan fasilitas sekolah untuk memotivasi warga sekolah.
Masalah :
1) Sebaran sarana pendidikan masih kurang merata.
2) Banyak sekolah yang belum lengkap sarana pendidikannya.
3) Sarana penunjang pendidikan banyak yang rusak dan jumlahnya tidak mencukupi.
4) Perawatan yang dilakukan terhadap sarana pendidikan tidak optimal.
5) Biaya perawatan dan pemeliharaan sarana sekolah sangat kecil sehingga tidak menunjang upaya peningkatan mutu dan relevansi.
6) Pelaksanaan manajemen penggunaan sarana pendidikan masih belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dampak:
1) tidak semua madrasah memiliki sarana yang memadai
2) proses pembelajaran tidak berjalan maksimal
3) terganggunya pelaksanaan pemdidikan
4) sarana dan prasarana akan cepat rusak
5) lembaga tidak bisa merawat sarana yang ada dengan lebih baik
6) penggunaan sarana pendidikan tidak teratur

h. Bidang Hubungan Sekolah dengan Masyarakat (HUMAS)
Manajemen Hubungan Sekolah dengan Masyarakat merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja dan bersungguh-sungguh serta pembinaan secara kontinu untuk mendapatkan simpati dari masyarakat pada umumnya serta publiknya, pada khususnya, sehingga kegiatan operasional sekolah/ pendidikan semakin efektif dan efisien, demi membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Sekolah merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dengan masyarakat. Hubungan serasi, terpadu serta timbal baliknya antara sekolah dan masyarakat harus diciptakan dan dilaksanakan agar meningkatkan mutu pendidikan dan pembangunan masyarakat dapat saling menunjang. Masyarakat dapat ikut bertanggung jawab secara tidak langsung terhadap pelaksanaan pendidikan, sehingga hasil pendidikan bermanfaat bagi masyarakat, diantaranya dalam mengisi kebutuhan tenaga kerja .
Pendidikan Islam di Indonesia merupakan salah satu variasi dari pendidikan Islam, tidak memiliki kesempatan yang luas untuk bersaing dalam membangun umat yang besar ini. Terasa janggal dan lucu, dalam komunitas masyarakat muslim terbesar, pendidikan Islam tidak mendapat kesempatan yang luas untuk bersaing dalam membangun umat yang besar ini. Selain itu, paradigma birokrasi tentang pendidikan Islam selama ini lebih didominasi pendekatan sektoral dan bukan pendekatan fungsional, sebab pendidikan Islam tidak dianggap bagian dari sektor pendidikan lantaran urusannya tidak di bawah Depdiknas .
Maka, perhatian pemerintah yang dicurahkan pada pendidikan Islam sangatlah kecil porsinya, padahal masyarakat Indonesia selalu diharapkan agar tetap berada dalam lingkaran masyarakat yang sosialistis religius. Dari sinilah timbul pertanyaan, bagaimanakah kemampuan pendidikan Islam di Indonesia untuk menata, mengatasi, dan menyelesaikan problem-problem yang dihadapi menuju pendidikan bermutu dan unggul.
Langkah awal yang diperhatikan untuk melakukan penataan pendidikan Islam, harus menganalisis dari aspek kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman. Pertama, pendidikan Islam [pesantren, madrasah, sekolah yang bercirikan Islam, dan perguruan tinggi] lebih besar > 80 % dikelola oleh swasta. Dalam pengelolaannya lebih percaya dan hormat pada ulama, percaya bahwa guru mengajarkan sesuatu yang benar, panggilan agama, ibadah, ikhlas, murah, merakyat. Hal ini merupakan kekuatan [strengt] dalam pengelolaan pendidikan Islam. Kedua, kelemahan [weakness], bahwa pendidikan Islam posisinya lemah, tidak profesional hampir disemua sektor dan komponennya, stress, terombang-ambing antara jati dirinya, apakah ikut model sekolah umum atau antara ikut Diknas dan Depag. Belum ada sistem yang mantap dalam pengembangan model pendidikan agama dan pendidikan keagamaan. Ketiga, kesempatan [opportunities], bahwa dalam UU No.20 Th. 2003 memberi kesempatan atau momentum pengembangan pendidikan agama dan keagamaan. Pendidikan Islam diakui sama dengan pendidikan yang lain. Keempat, ancaman [treat], bahwa banyak lembaga pendidikan lain yang lebih tangguh dan berkualitas, Ilmu dan teknologi yang berkembang sangat pesat belum terkejar oleh pendidikan Islam, pendidikan Islam kehilangan jati dirinya, pendidikan Islam selalu menjadi warga kelas dua, tercabut dari akar budaya komunitas muslimnya. Dalam perspektif pendidikan, mungkin akan bertanya mampukah kita menciptakan dan mengembangkan sistem pendidikan Islam yang menghasilkan lulusan-lusan yang ”mampu memilih” tanpa kehilangan peluang dan jati dirinya?
Masalah: masih ada hubungan yang tidak erat antara lembaga pendidikan dengan masyarakat sekitar
dampak: terjadi kesenjangan antara lembaga pendidikan dengan masyarakat dimana lembaga tidak bisa menjadi partner masyarakat dalam berbenah diri.

Persoalan-persoalan yang Dihadapi Pesantren
Memang system yang ditampilkan dalam pondok pesantren mempunyai keunikan dibandingkan dengan system yang diterapkan dalam pendidikan pada umumnya, seperti: (masalah)
1. Memakai system tradisional yang mempunyai kebebasan penuh dibandingkan dengan sekolah modern, sehingga terjadi hubungan dua arah antara santri dan kiai
2. Kehidupan di pesantren menimbulkan semangat demokrasi karena mereka praktis bekerja sama mengatasi problem nonkurikuler mereka
3. Para santri tidak mengidap penyakit “simbolik” yaitu perolehan gelar dan ijazah karena sebagian besar pesantren tidak mengeluarkan ijazah, sedangkan santri dengan ketulusan hatinya masuk pesantren tanpa adanya ijazah tersebut. Hal ini karena tujuan utama mereka hanya ingin mencari keridhaan Allah swt semata-mata.
4. System pondok pesantren mengutamakan kesederhanaan idealisme, persaudaraan, persamaan, rasa percaya diri dan keberanian hidup
5. Alumni pondok pesantren tidak ingin menduduki jabatan pemerintah, sehingga mereka hampir tidak dapat dikuasai oleh pemerintah.
Dalam perkembangannya sekarang, pondok pesantren mulai menampakkan keberadaannya sebagai lembaga pendidikan islam yang mumpuni, di mana di dalamnya juga didirikan sekolah, baik secara formal maupun nonformal. Bahkan sekarang pesantren punya trend baru dalam rangka merenovasi terhadap system yang selama ini dipergunakan, yakni: (solusi)
a. Mulai akrab dengan metodologi ilmiah modern.
b. Semakin berorientasi pada pendidikan dan fungsional artinya terbuka atas perkembangan di luar dirinya.
c. Diversifikasi program dan kegiatan makin terbuka makin terbuka dan ketergantungannya pun absolute dengan kiai, dan sekaligus dapat membekali para santri dengan berbagai pengetahuan di luar mata pelajaran agama, maupun keterampilan yang diperlukan di lapangan kerja.
d. Dapat berfungsi sebagai pusat pengembangan masyarakat.
Ditengah-tengah arus perubahan social budaya seperti yang terjadi akhir-akhir ini, justru trend tersebut menjadi persoalan baru yang tampaknya memerlukan solusi dan pemecahan, diantaranya: (masalah)
1) Masalah integrasi pondok pesantren ke dalam system pendidikan nasional: integrasi kurikulum maupun kebijakan berbeda dengan pemerintah. Dampak pesantren kurang mendapat perhatian dari perhatian.
2) Masalah pengembangan wawasan sosbud dan ekonomi: lulusan pesantren dalam kurang menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, dalam hal pekerjaan lebih apa adanya. Dampak: menjadi golongan menegah ke bawah
3) Masalah pengalaman kekuatan dengan pihak-pihak lain untuk mencari tujuan membentuk masyarakat ideal yang diinginkan: agak sulit untuk diajak maju. Dampaknya: masyarakat agak terbelkang, cara berfikirnya masih tradisionalis.
4) Masalah berhubungan dengan keimanan dan keilmuan sepanjang yang dihayati pondok pesantren.: hanya mementingkan ilmu akhirat, belum begitu berfikir ilmu duniawi. Dampak: kurang bisa dalam masalah ilmu eksakta
Disamping kecenderungan-kecenderungan yang justru menimbulkan permasalahan-permasalahan baru bagi pesantren, dilain pihak kini pesantren mengalami transformasi atau perubahan kultur, system dan nilai, seperti: (solusi)
a. Perubahan system pengajaran dari perseorangan atau sorogan menjadi system klasik atau yang lebih dikenal dengan sebutan madrasah
b. Diberikannya pengetahuan umum disamping masih mempertahankan pengetahuan agama dan bahsa arab.
c. Bertambahnya komponen pendidikan pondok pesantren, missal: ketrampilan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masyarakat sekitar.
d. Diberikannya ijazah bagi santri yang telah menyelesaikan studinya di pesantren yang terkadang ijazah tersebut disesuaikan dengan ijazah negeri.
Maka dengan adanya “Dinamika Pesantren” Prof.Dr.Mastuhu mengemukakan beberapa indicator pergeseran yang dialami oleh pesantren:
1. Kiai bukan lagi merupakan satu-satunya sumber belajar. Semakin tingginya dinamika komunikasi antara system pendidikan pesantren dan system lain maka santri dapat belajar dari banyak sumber.
2. Hampir pesantren menyelenggarakan jenis pendidikan formal yakni madrasah, sekolah umum dan perguruan tinggi dan nonformal tradisional yang hanya mempelajari kitab-kitab islam klasik yang sangat sedikit jumlahnya.
3. Santri kini membutuhkan ijazah dan penguasaan bidang keahlian atau ketrampilan yang jelas guna untuk menguasai lapangan kehidupan atau lapangan pekerjaan.
4. Terdapat kecenderungan santri semakin kuatuntuk mempelajari IPTEK pada lembaga pendidikan formal, baik di madrasah maupun di sekolah umum.
5. Para santri dapat menerima kiriman uang dari orang tuanya atau keluarga
6. Secara resmi pesantren telah menjadi subsistem pendidikan nasional karena adanya model madrasah yang memakai system kelas dan diajarkan ilmu pengetahuan umum ke dalam pesantren.

Upaya pengembangan podok pesantren di masa yang akan datang:
Ada dua hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan pondok pesantren yakni dari segi eksternal dan internal:
a. Eksternal
1) Tetap menjaga citra pondok di mata masyarakat sesuai harapan masyarakat, harapan orang tua yang memasuki anaknya ke pondok. Maka mutu keluaran pondok harus mempunyai nilai tambah dari keluaran pendidikan lainnya yang sederajat.
2) Santri dalam pondok hendaknya dipersiapkan untuk mampu berkompetisi dalam masyarakat.
3) Pondok harusnya terbuka terhadap setiap perkembangan dan temuan ilmiah dalam masyarakat, termasuk dalam temuan baru agar para santri tidak gaptek dan tidak ketinggalan zaman atau informasi dan tidak hanya tenggelam pada dunianya saja.
4) Pondok seharusnya dapat menjadi pusat studi (Lab.Agama) yang dapat membahas perkembangan dalam masyarakat, guna kepentingan bangsa dan ummat islam khususnya.
b. Internal
1) Kurikulum pondok pesantren
Masalah: bersifat dikotomi atau memisahkan antara pengetahuan agama dengan pengetahuan umum
Solusi: adanya kurikulum yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan anak didik, baik minat atau bakatnya karena penelusuran bakat dan minat mereka lebih mudah dilakukan di pondok, karena umumnya santri tinggal di pondok.
2) Tenaga pengajar pada pondok pesantren
Tanpa mengurangi kiai dalam ponpes untuk pengembangan pondok di masa yang akan datang maka perlu adanya:
a) Ulama’-ilmuwan-pendidik yang dapat mentransfer ilmunya kepada santri dengan baik serta memiliki wawasan yang mantap.
b) Proses pembelajaran di pondok
Masalah: menggunakan system individual dimana kiai yang mengajarkan para santri namun hal ini tidak bisa lagi dikembangkan karena jumlah santri yang mencapai ribuan.
Solusi: Dikembangkan daya nalar, kritik dan kreativitas anak.Maksudnya dari para santri sendiri mengajarkan atau mentransfer ilmu yang mereka miliki pada junior santrinya, atau mungkin juga senior kiai atau biasanya di datangkan dari ustadz luar. Di samping itu juga antara santri dan kiai harus saling berinteraksi dalam proses pembelajaran misalkan adanya Tanya jawab

c) Sarana pendidikan di pondok
Masalah: kurang adanya sarana belajar seperti computer, perpustakaan sehingga para santri harus keluar dari pondok untuk mengerjakan tugas atau membaca buku.
Solusi: disediakannya sarana belajar yang lengkap agar hasil yang dicapai lebih baik daripda sebelumnya yang tidak memiliki sarana belajar yang lengkap.

d) Aktivitas kesantrian
Masalah: aktivitas santri dulu monoton hanya mengaji, sholat, tadarus membaca kitab sehingga wawasan santri tidak begitu luas
Solusi: untuk memperluas wawasan santri maka selain sholat, mengajai dan lain sebgaainya maka diperlukannya aktivitas yang lebih banyak misalkan meneliti sesuatu yang ada di lingkungannya, berolah raga dan seni, berorganisasi dan lain sebagainya. Agar santri dapat berkompetisi dengan masyarakat setelah keluar pondok.

2. Solusi dalam mengatasi berbagai persoalan yang muncul dalam manajeman kelembagaan pendidikan islam
a. Manajemen kurikulum
Solusi: perlu ada perimbangan [balancing] antara disiplin atau kajian-kajian agama dengan pengembangan intelektualitas dalam program kurikulum pendidikan. Sistem pendidikan Islam harus menganut integrated curriculum, artinya perpaduan, koordinasi, harmonis, dan kebulatan materi-materi pendidikan dengan ajaran Islam, dan bukan separated subject curriculum maunpun correlated curriculum. Maka dengan konsep integrated curriculum, proses pendidikan akan memberikan penyeimbangan antara kajian-kajian agama dengan kajian lain [non-agama] dalam pendidikan Islam yang merupakan suatu keharusan, apabila menginginkan pendidikan Islam kembali survive di tengah perubahan masyarakat.

b. Manajeman guru
1. Guru diikutkan dalam pelatihan-pelatihan
2. Guru jangan diberi beban tugas selan mengajar dan mendidik
3. Mengadakan pelatihan atau diklat untuk meningkatkan kompetensi guru
4. Mengadakan pelatihan metode pembelajaran

c. Manajemen kesiswaan
1. Mengubah peran siswa dari objek pembelajaran menjadi subjek pembelajaran
2. Tujuan pembelajaran darahkan untuk mengembangkan seluruh aspek baik koniitf, afektif dan psikomotorik
3. Adakan kelompok belajar antara anak pandai dan kurang pandai agar ia bisa belajar dari temannya
4. Adakan identifikasi bakat anak agar potensi yang dimiliki dapat dikembangkai
5. Membukukan dengan baik keadaan siswa
6. Pengadaan buku pribadi siswa
7. Mengadakan variasi evaluasi pembelajaran
8. Mengadakan bimbingan yang baik bagi siswa

d. Manajemen personal
1. Memilih kepala sekolah yang cakap dan berkompeten
2. Mencari guru yang benar-benar menguasai materi dan metode atau melakukan pelatihan dan studi lanjut
3. Memperjelas hak dan kewajiban semua elemen dalam lembaga.

e. Manajemen keuangan
1. Mencari sumber dana lain dan tidak terlalu bergantung pada pemerintah
2. Memperaiki administrasi
3. Melakukan pembukuan terhadap keuangan pesantren salaf
4. Yayasan berusaha mengembangkan sumber pendanaan
5. Memperjelas dan tidak mencampur adukkan manajemen keuangan bagi yayasan yang mempunyai banyak lembaga pendidikan

f. Manajemen kelas
1. Menyusun perencanaan kelas yang baik
2. Mengtur tempat duduk maupun pengurus kelas sesuai kapasitas dan kemampuan anak
3. Memaksimalkan kontrol terhadap kinerja guru dikelas maupun aktivitas yang terjadi di dalam kelas
4. Melatih kepemimpinan guru
5. Menertibkan peraturan dan memberi sanksi yang tegas bagi pelanggar peraturan
g. Manajemen sarana dan prasarana
1. Pemerintah atau yayasan menyediakan sarana dan prasarana secara merata
2. Melengkapi sarana dan prasarana sekolah
3. Memperbaiki atau mengganti sarana yang sudah rusak
4. Melakukan perawatan dengan baik dan berkesinambungan
5. Meningkatkan biaya perawatan sarana dan prasarana
6. Memanajemen penggunaan sarana sesuai aturan dan kebutuhan
h. Manajemen humas
Menjalin hubungan yang erat, strategis antara lembaga pendidikan dan masyarakat
BAB III
KESIMPULAN

Bahwasanya permasalahannya yang muncul dalam kelembagaan manajemen lembaga pendidikan islam mencakup berbagai aspek yaitu:
a. Manajemen kurikulum
b. Manajemen guru
c. Manajemen kesiswaan
d. Manajemen kelas
e. Manajemen personalia
f. Manajemen sarana dan prasarana
g. Manajemen humas
h. Manajemen keuangan
Dimana beberapa aspek ini timbul berbagai masalah yang telah kami sebutkan diatas dan dampaknya cukup signifikan menghambat keberhasilan pembelajaran kemajuan dan perkembangan lembaga pendidikan islam, maka dari itu dibutuhkan solusi yang real dan tepat untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
Sindemeysin. 2009. Manajemen Kesiswaan. Tersedia online http://sindemeysin.blogspot.com/2009/05/masalah-di-manajemen-kesiswaan.html, diakses tanggal 18 Mei 2011.
http://etd.eprints.ums.ac.id/4822/1/G000050006.pdf, diakses tanggal 19 Mei 2011
http://www.lkas.org/pendidikan/detail/26/manajemen_kelas_dalam_lembaga_pendidikan_islam.html, diakses tanggal 19 mei 2011
http://cintapendidikan-siron.blogspot.com/2010/10/fungsi-fungsi-manajemen-sekolah.html (diakses tanggal 13 mei 2011)
Abdul Aziz, Kompas, 18 Maret 2004
http://apiel.xtgem.com/files/2.%20Download%20pelaksanaan%20_1.htm, diakses tanggal 19 Mei 2011

PROBLEM MANAJEMEN DAN KELEMBAGAAN
PENDIDIKAN ISLAM

Oleh:
Joko Purwanto (08110141)
Ummu Zahrotin (08110134)
Wildana Aminah (08110143)

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
BAB I
PENDAHULUAN

Latar belakang
Pendidikan di Indonesia dikenal dengan dua sistem, yaitu pendidikan umum dan pendidikan Islam, dimana masing dibawah naungan Mendiknas dan Menag. Dua jenis lembaga pendidikan ini mendapat perlakuan yang tidak sama dari pemerintah. Pendidikan umum lebih mendapat perhatian daripada pendidikan yang berlabel Islam.
Lembaga pendidikan Islam yang notabene di bawah naungan departemen agama kebanyakan tidak didirikan oleh pemerintah sendiri. Melainkan didirikan pondok pesantren maupun perorangan yang kebanyakan berupa yayasan. Model pendidikan seperti ini kemudian dalam segala urusan biasanya dikuasai oleh pemegang yayasan bukan terpusat secara nasional oleh pemerintah. Sehingga setiap madrasah berbeda satu sama lain.
Sebagai sebuah lembaga pendidikan, madrasah atau universitas pendidikan Islam tentunya mempunyai berbagai kelebihan dan kekurangan, maupun permasalahan yang dihadapi olehnya. Permasalahan yang dihadapi lembaga pendidikan Islam biasanya sangat kompleks. Terlebih-lebih dalam hal manajemen dan kelembagaannya. Maka dari itu kami akan akan mengidentifikasi permasalahan manajemen dan kelembagaan yang muncul dalam lembaga pendidikan Islam dan berusaha memberikan solusi untuk kebaikan lembaga pendidikan Islam.

Rumusan Masalah
1. Apa saja permasalahan manajemen dan kelembagaan yang muncul dalam lembaga pendidikan Islam?
2. Bagaimana dampak munculnya permasalahan tersebut?
3. Bagaimana solusi untuk memperbaiki permasalahan yang muncul dalam lembaga pendidikan Islam tersebut?

Tujuan
1. Mengetahui permasalahan manajemen dan kelembagaan yang muncul dalam lembaga pendidikan Islam
2. Mengetahui dampak munculnya permasalahan tersebut
3. Mengetahui solusi untuk memperbaiki permasalahan yang muncul dalam lembaga pendidikan Islam.

BAB II
PEMBAHASAN

1. Permasalahan Manajemen Dan Kelembagaan Serta Dampaknya Dalam Lembaga Pendidikan Islam
a. Manajemen kurikulum
Manajemen kurikulum merupakan subtansi manajemen yang utama di sekolah. Prinsip dasar manajemen kurikulum ini adalah berusaha agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik, dengan tolok ukur pencapaian tujuan oleh siswa dan mendorong guru untuk menyusun dan terus menerus menyempurnakan strategi pembelajarannya. Tahapan manajemen kurikulum di sekolah dilakukan melalui empat tahap :
1. perencanaan
2. pengorganisasian dan koordinasi
3. pelaksanaan
4. pengendalian.
Dalam konteks Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Tita Lestari (2006) mengemukakan tentang siklus manajemen kurikulum yang terdiri dari empat tahap :
1. Tahap perencanaan; meliputi langkah-langkah sebagai :
a) analisis kebutuhan
b) merumuskan dan menjawab pertanyaan filosofis
c) menentukan disain kurikulum dan
d) membuat rencana induk (master plan): pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian.
2. Tahap pengembangan, meliputi langkah-langkah :
a) perumusan rasional atau dasar pemikiran
b) perumusan visi, misi, dan tujuan
c) penentuan struktur dan isi program
d) pemilihan dan pengorganisasian materi
e) pengorganisasian kegiatan pembelajaran
f) pemilihan sumber, alat, dan sarana belajar dan
g) penentuan cara mengukur hasil belajar.
3. Tahap implementasi atau pelaksanaan, meliputi langkah-langkah:
a) penyusunan rencana dan program pembelajaran (Silabus, RPP: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)
b) penjabaran materi (kedalaman dan keluasan)
c) penentuan strategi dan metode pembelajaran
d) penyediaan sumber, alat, dan sarana pembelajaran penentuan cara dan alat penilaian proses dan hasil belajar setting lingkungan pembelajaran
4. Tahap penilaian, terutama dilakukan untuk melihat sejauhmana kekuatan dan kelemahan dari kurikulum yang dikembangkan, baik bentuk penilaian formatif maupun sumatif. Penilailain kurikulum dapat mencakup Konteks, input, proses, produk (CIPP) : Penilaian konteks: memfokuskan pada pendekatan sistem dan tujuan, kondisi aktual, masalah-masalah dan peluang. Penilaian Input: memfokuskan pada kemampuan sistem, strategi pencapaian tujuan, implementasi design dan cost benefit dari rancangan. Penilaian proses memiliki fokus yaitu pada penyediaan informasi untuk pembuatan keputusan dalam melaksanakan program. Penilaian product berfokus pada mengukur pencapaian proses dan pada akhir program (identik dengan evaluasi sumatif).
Problem kurikulum: masih ada dikotomi kurikulum (pemisahan ilmu agama dan ilmu umum). Dampak: dalam pengajaran masih dipisah antara ilmu agama dan ilmu umum.

b. Manajemen Guru
Masalah:
1) guru kurang profesional dalam mengajar
2) guru mendapat tugas lain selain mengajar dan mendidik
3) guru kurang memenuhi kompetensi yang telah ditetapkan
4) kreatifitas guru kurang
Dampak:
1) asal-asalan dalam mengajar dan tidak disiplin
2) guru tidak fokus pada tugas dan kewajiban mengajar karena mendapat beban lain
3) tidak bisa menjalankan tugas secara maksimal tidak berkembang dan tidak mempunyai inovasi
4) monoton dalam pembelajaran

c. Bidang Kesiswaan
Dalam Depdikbud disebutkan dalam manajemen kesiswaan terdapat empat prinsip dasar, yaitu : (a) siswa harus diperlakukan sebagai subyek dan bukan obyek, sehingga harus didorong untuk berperan serta dalam setiap perencanaan dan pengambilan keputusan yang terkait dengan kegiatan mereka; (b) kondisi siswa sangat beragam, ditinjau dari kondisi fisik, kemampuan intelektual, sosial ekonomi, minat dan seterusnya. Oleh karena itu diperlukan wahana kegiatan yang beragam, sehingga setiap siswa memiliki wahana untuk berkembang secara optimal; (c) siswa hanya termotivasi belajar, jika mereka menyenangi apa yang diajarkan; dan (d) pengembangan potensi siswa tidak hanya menyangkut ranah kognitif, tetapi juga ranah afektif, dan psikomotor .
Ada tiga masalah utama yang perlu mendapat perhatian dalam bidang kesiswaan yaitu :
- Masalah penerimaan siswa baru
- Masalah kemajuan belajar dan evaluasi belajar
- Masalah bimbingan
Untuk masalah yang pertama setiap tahun dibentuk panitia penerimaan siswa baru. Panitia ini diserahi tugas untuk mengManajemenkan dan mengorganisasikan seluruh kegiatan penerimaan siswa baru. Pimpinan sekolah harus mampu memberi pedoman yang jelas kepada panitia agar penerimaan siswa baru ini berjalan dengan lancar.
Di samping itu sekolah mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap usaha mengembangkan kemajuan belajar siswa-siswanya. Kemajuan belajar ini secara periodik harus dilaporkan terutama kepada orang tua siswa. Ini semua merupakan tanggungjawab pimpinan sekolah. Oleh karena itu pimpinan harus tahu benar-benar kemajuan belajar anak-anak di sekolahnya, ia harus mengenal anak-anak beserta latar belakang masalahnya.
Laporan hasil kemajuan belajar hendaknya tidak dianggap sebagai kegiatan rutin saja, tetapi mempunyai maksud agar orang tua siswa juga ikut berpartisipasi secara aktif dalam membina belajar anak-anaknya.
Masalah yang juga erat hubungannya dengan kemajuan belajar ini ialah masalah bimbingan. Tugas sekolah bukan hanya sekedar memberi pengetahuan dan ketrampilan saja, tetapi sekolah harus mendidik anak-anak menjadi manusia seutuhnya. Oleh karena itu tugas sekolah bukan saja memberikan pelbagai ilmu pengetahuan tetapi juga membimbing anak-anak menuju ke arah kedewasaan. Dalam rangka ini maka tugas pimpinan sekolah ialah menyelenggarakan kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah. Dengan kegiatan bimbingan ini maka anak-anak akan ditolong untuk mampu mengenal dirinya, kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahannya. Anak-anak akan ditolong agar mampu mengatasi masalah-masalahnya yang dapat mengganggu kegiatan belajarnya. Dengan demikian diharapkan anak-anak akan dapat bertumbuh secara sehat baik jasmani dan rohaninya serta dapat merealisasikan kemampuannya secara maksimal.
Manajemen yang berhubungan dengan kesiswaan antara lain :
- Statistik presensi siswa
- Buku laporan keadaan siswa
- Buku induk
- Klapper
- Buku daftar kelas
- Buku laporan pendidikan (raport) catatan pribadi
- Daftar presensi, dsb.
Manajemen kesiswaan. Perencanaan, meliputi pendataan anak usia pra sekolah, perencanaan daya tampung, perencanaan penerimaan dan penerimaan siswa baru. Pengorganisasian, berupa pengelompokan siswa berdaarkan pola tertentu. Penggerakan, meliputi pembinaan disiplin belajar siswa, pencatatan kehadiran siswa, pengaturan perpindahan siswa, dan pengaturan kelulusan siswa. Pengawasan, berupa pemantauan siswa dan penilaian siswa .
Permasalahan:
1) walaupun sudah KTSP dalam proses pembelajaran siswa masih kebanyakan masih sebagai objek pembelajaran terutama alam kelas
2) Masih banyak kita temukan fakta-fakta di lapangan sistem pengelolaan anak didik yang masih mengunakan cara-cara konvensional dan lebih menekankan pengembangan kecerdasan dalam arti yang sempit dan tentunya kurang mmberi perhatian kepada pengembangan bakat kreatif peserta didik.
3) Masih adanya diskriminasi antara anak pandai dan bodoh
4) Masih adanya pemikiran bahwa semua anak yang masuk ke sekolah mempunyai potensi sama
5) Buku laporan keadaan siswa belum tertata dengan rapi
6) Belum adanya buku laporan keadaan pribadi siswa
7) Kemajuan belajar dan evaluasi kurang diperhatikan dan variatif
8) Belum adanya bimbingan yang memadai bagi siswa
Dampak:
1) pembelajaran bersifat pasif
2) pembelajaran monoton
3) ada kecemburuan sosial dalam kelas
4) tidak ada bimbingan secara khusus bagi siswa yang mempunyai bakat tertentu
5) pihak sekolah kesulitan mengetahui perkembangan keadaan siswa
6) pihak sekolah tidak bisa mengetahui kondisi psikologis setiap siswa
7) kemajuan belajar bersifat stagnan dan monoton dalam evaluiasi
8) belum adanya bantuan bagi siswa yang mempunyai keluhan atau masalah

d. Bidang Personalia
Terdapat empat prinsip dasar manajemen personalia yaitu: (a) dalam mengembangkan sekolah, sumber daya manusia adalah komponen paling berharga; (b) sumber daya manusia akan berperan secara optimal jika dikelola dengan baik, sehingga mendukung tujuan institusional; (c) kultur dan suasana organisasi di sekolah, serta perilaku manajerial sekolah sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pengembangan sekolah; dan (d) manajemen personalia di sekolah pada prinsipnya mengupayakan agar setiap warga dapat bekerja sama dan saling mendukung untuk mencapai tujuan sekolah. Disamping faktor ketersediaan sumber daya manusia, hal yang amat penting dalam manajamen personalia adalah berkenaan penguasaan kompetensi dari para personil di sekolah. Oleh karena itu, upaya pengembangan kompetensi dari setiap personil sekolah menjadi mutlak diperlukan.
Permasalahan:
1) Masih ada kepala madrasah yang belum cakap dalam memimpin madrasah
2) Masih ada guru yang tidak menguasai materi dan metode pada bidangnya
3) Masih adanya benturan antara personil madrasah terkait hak dan kewajibannya
Dampak:
1) Sistem yang berjalan di madrasah tidak baik
2) Pembelajaran kurang maksimal
3) Terjadi maslah antar personal madrasah

e. Bidang Keuangan
Manajemen keuangan di sekolah terutama berkenaan dengan kiat sekolah dalam menggali dana, kiat sekolah dalam mengelola dana, pengelolaan keuangan dikaitkan dengan program tahunan sekolah, cara mengadministrasikan dana sekolah, dan cara melakukan pengawasan, pengendalian serta pemeriksaan. Inti dari manajemen keuangan adalah pencapaian efisiensi dan efektivitas. Oleh karena itu, disamping mengupayakan ketersediaan dana yang memadai untuk kebutuhan pembangunan maupun kegiatan rutin operasional di sekolah, juga perlu diperhatikan faktor akuntabilitas dan transparansi setiap penggunaan keuangan baik yang bersumber pemerintah, masyarakat dan sumber-sumber lainnya.
Masalah:
1) kesulitan mendapatkan suntikan dana dari pemerintah
2) pengelolaan tidak teradministrasi dengan baik
3) bagi pesantren salaf belum ada pembukuan yang baik
4) sumber pendanaan lebih tergantung pada donatur ataupun harta pemilik yayasan
5) terjadi ketidakjelasan keuangan bagi lembaga yang mempunyai banyak struktur (ketua yayasan, direktur, kepala sekolah), satu yayasan mempunyai banyak lembaga.
dampak:
1) lembaga tidak bisa cepat berkembang
2) tidak ada kejelasan dalam pertanggung jawaban keuangan
3) tidak bisa meneliti darimana dan bagaimana penggunaan dana
4) jika donatur tidak ada dan harta pemilik yayasan kurang maka lembaga pendidikan akan kesulitan dana
5) sirkulasi dan regulasi keuangan tidak jelas/campur aduk

f. Manajemen Kelas
Dinamika kelas pada dasarnya adalah kondisi kelas yang diliputi dorongan untuk aktif secara terarah yang dikembangkan melalui kreatifitas dan inisiatif murid sebagai suatu kelompok. Dinamika kelas dipengaruhi oleh cara guru kelas menerapkan administrasi pendidikan dan kepemimpinan pendidikan serta menggunakan pendekatan Manajemen/pengelolaan kelas. Penerapan kegiatan tersebut antara lain, sebagai berikut:
1. Kegiatan Administratif Manajemen
Kelas pada dasarnya merupakan unit kerja yang di dalamya bekerja sejumlah orang untuk mencapai suatu tujuan. Olehnya itu, pegelolaan kelas memerlukan tindakan-tindakan berupa perencanaan, pengorganisasian, koordinasi dan kontrol sebagai langkah-langkah kegiatan manajemen administratif.
a) Perencanaan kelas
Sebagai program umum kurikulum harus diterjemahkan menjadi program-program kongkrit dan menghubungkannya dengan waktu yang ada, berupa program tahunan, semester/cawu, bulanan, mingguan dan bahkan pada program harian. Selain perencanaan berdasarkan kurikulum, sebuah kelas perlu menyusun program penunjang berupa kegiatan ekstra kelas seperti kepramukaan, olah raga, kesenian, pelajaran tambahan dan lain-lain.
b) Pengorganisasian kelas
Aspek yang paling penting dalam pegorganisasian ini adalah usaha utuk menempatkan personal yang tepat pada tempatnya (proporsional) dengan memperhatikan ability-nya, tingkat pendidikannya, masa kerjanya dan sebagainya. Olehnya itu, harus diupayakan agar setiap personal kelas termasuk para siswa untuk mengetahui posisinya masing-masing dalam struktur organisasi kelas yan

Category: pendidikan  Comments off

Ada beberapa tradisi keagamaan yang sangat melekat pada umat islam. Terutama umat islam di Indonesia yang kebanyakan berlairan sunni. Salah satu tradisi itu adalah adanya sholawatan yang biasa dilaksanakan oleh umat islam sebagai acara rutinan maupun dalam peringatan hari-hari besar keagamaan agama islam. acara sholawatan sudah ada dan mengakar dikalangan umat islam sejak periode ulama salaf yang terkenal kesalihan dan kedalaman serta keluasan ilmunya. Acara seperti inipun kemudian berkembang pesat dikalangan umat islam pada masa-masa selanjutnya hingga sekarang. Tersebar ke berbagai negara dan pelosok negeri sebagai penyemangat dalam melakukan ibadah maupun sebagai sarana dakwah.
Namun sekarang ini kegiatn semacam ini mulai terusik di kalangan umat islam sendiri. Mulai tumbuh gerakan-gerakan yang berusaha menghilangkan dan menolak kegiatan sholawatan. Bahkan gerakan mereka telah membuat risau para ulama kita. Mereka mengatakan bahwa sholawatan itu bid’ah dan haram. Melarangnya dan masuk ke masjid-masjid, menguasai dan mengambil alih masjid dari tangan masyarakat. Sehingga masyarakatpun enggan untuk pergi ke masjid. Padahal kegiatan seperti sholawatanlah yang membuat masyarakat dulu masuk islam dan semangat untuk berdakwah.
Allah berfirman dalam kitab yang suci dalam surat al-ahzab ayat 56 yang berbunyi
•     •         
Dalam ayat diatas dijelaskan bahwasanya Allah dan para malaikat bersholawat kepada nabi. Dan kita sebagai orang yang beriman diperintahkan untuk bersholawat kepada nabi. Memang pada zaman nabi, nabi tidak mengajarkan berbagai jenis sholawat. Adanya berbagai jenis sholawat muncul pada zaman sesudah nabi.
Lalu dimana letak kesalahannya? Bukankah membaca sholawat itu adalah salah satu wujud kecintaan kita kepada sang nabi. Dan yang namanya cinta pasti akan diekspresikan dengan berbagai macam gaya bahasa dan syair-syair yang indah untuk didengar. Apalagi kalau kita mau bersholawat kepada nabi satu kali saja maka Allah akan membalas sholawat kita sepuluh kali. dan dari sholawat yang kita baca kita bisa mendapatkan hikmah dan barokahnya.
Biasanya mereka menggunakan dalil “kullu bid’atin dlolalah”. Dalil ini ketika diucapkan oleh nabi adalah yang berkaitan dengan ibadah. Dan sholawatan yang biasa kita lakukan bukanlah sebuah ibadah yang wajib. Sholawatan yang kita lakukan adalah sebuah ritual/tradisi keagamaan yang bisa menumbuhkan semangat pada umat islam untuk melakukan ibadah. Karena ketika membaca sholawat itu kita merasa dekat dengan baginda nabi Muhammad SAW. Selain itu sholawatan adalah salah satu sarana dakwah yang digunakan oleh para ulama kepada manusia untuk memeluk agama islam dengan meneladani sifat sifat terpuji rasulullah yang terdapat dalam teks-teks sholawat.
Jadi kepada umat islam yang suka bersholawat jangan khawatir. Mari kita lestarikan sholawatan untuk membuat kita semakin dekat dengan rasulullah dan tekun beribadah sekaligus sebagai ajang dakwah.

Berkata Hasan bishri ra. sesungguhnya seorang laki-laki itu apabila keluar untuk belajar mengenai tatakrama untuk dirinya sendiri membutuhkan waktu bertahun-tahun.
Berkata sufyan bin ainah ra. sesungguhnya rasulullah itu adalah timbangan yang agung. Apabila sesuatu ditimbang dengan akhlak, perbuatan dan petunjukanya, maka jika sesuatu itu sesuai dengan apa yang ada pada diri nabi tersebut berarti ia haq/benar. Tapi jika sesuatu itu tidak sesuai dengan apa yang ada pada diri nabi tersebut berarti ia bathil/salah.
Habib bin syahid berkata kepada anaknya, bertemanlah kamu dengan ahli fiqih/orang yang paham dan belajarlah tatakrama dari mereka. Karena sesungguhnya belajar tatakrama keada mereka itu lebih aku sukai daripada belajar ilmu baru yang banyak.
Berkata Ruwaim ra., hai anakku jadikanlah ilmumu seperti garam dan jadikanlah tatakramamu seperti tepung. Dan berkata ibnul mubarok ra kami lebih membutuhkan tentang tatakrama yang sedikit daripada ilmu yang banyak. Dan dikatakan kepada imam kita imam syafii ra, bagaimanakah keinginanmu terhadap tatakrama? Aku mendengar dengan beberapa huruf, beberapa pengikutku suka terhadap masalah tatakrama, mendengar itu aku merasa senang terhadap mereka. Dan bagaimana kamu mencari tatakrama? Imam syafii berkata, mencari tatakrama seperti seorang wanita yang mencari anak satu-satunya yang hilang.

SARAH KITAB ADAB ORANG YANG MENGAJARKAN ILMU DAN BELAJAR ILMU
لتألف الشيح الحج حاشيم اشعري الجومبعي
بسـم اللـه الرحمـن الرحيـم
الحمـد لله ربّ العـالمين. وصـلاته وسـلامه على سـيّدنا محـمّد اشرف المرسـلين, وخـاتم النبـيّين, وعلى اله الطيّبـين, زاصحابه الطاهرين اجمعـين. اما بعد
فقد روي عن عائشة رضي الله عنها عن رسول الله عليـه وسـلم قال حق الولد على الوالده ان يحسـن اسمـه, ويحسـن مرضعـه, ويحسـن ادبه.
Sesungguhnya sayyidina Aisyah ra. telah meriwayatkan dari rasulullah SAW. Rasulullah bersabda “haknya anak kepada orang tuanya yaitu membuat baik nama orang tuanya, membuat baik nama wanita yang telah menyusuinya dan memperbaiki tata kramanya sendiri”.
Dari hadits diatas dapat kita temukan tiga hak/kewajiban seorang anak atas orang tuanya. Yang pertama yaitu membuat baik nama orang tuanya. Seorang anak mempunyai kewajiban untuk menjaga nama baik orang tuanya. Bukan sebaliknya, ia malah menjelek-jelekkan nama baik orang tuanya. Pertanyaannya bagaimana caranya menjaga nama baik orang tua? Jawabannya adalah seorang anak tersebut adalah dengan menjaga akhlaknya dalam bergul dengan orang tua ataupun dengan orang lain. Seorang anak harus menghormati orang tuanya dan berbakti kepada keduanya. Sebagaimana yang diperintahkan Lukman Hakim dalam sebuah surah di al-Qur’anul karim.
Selain baik dalam bergaul dengan orang tua seorang anak haruslah berperilaku baik dalam pergaulannya dengan orang lain. Karena orang itu akan selalu bertanya siapa orang tua dari seorang anak. Misalnya anak itu memiliki akhlak yang baik terhadap orang lain. Orang itu pasti akan bertanya “siapa orang tua anak itu? Anaknya kok baik sekali”. Tapi sebaliknya ketika seorang anak berkelakuan jelek dalam bergaul orang pasti bertanya pula “anak siapa ini kelakuannya kok buruk sekali?”.
Dalam filsafat jawa adalah sebuah peribahasa jadi “anak itu harus bisa mendem jeru mikul duwur marang wong tuane”. Peribahasa ini bukan berarti jika orang tuanya meninggal memikul jasadnya tinggi-tinggi dan menguburnya dalam-dalam. Melainkan mengisyaratkan agar anak ini bisa menjaga nama baik orang tuanya, dengan tidak mengolok-olok orang tuanya dihadapan orang lain dan berperilaku baik. Disamping itu jika seorang anak bisa berhasil dalam kehidupannya orang tuapun juga akan ituk senang, namanya juga menjadi terangkat menandakan bahwa mereka telah berhasil dalam mendidik anaknya. Namun jika anak justru membuat kerusakan maka akan sangat kecewalah orang tua.
Kedua, seorang anak haruslah bisa menjaga nama baik wanita yang telah menyusuinya. Zaman dulu memang sudah menjadi kebiasaan masyarakat Arab menyusukan anaknya kepada wanita lain. Kita anggap saja sekarang adalah ibu angkat. Kenapa anak harus menjaga nama baik orang yang telah menyusuinya? Tentu saja karena wanita itu kedudukannya telah disejajarkan dengan orang tua kandungnya. Karena ia telah dengan ikhlas memberikan air susunya kepada ia, merawatnya sejak ia baru lahir dan sudah tidak menyusu lagi. Itu adalah sebuah pekerjaan yang tidak mudah. Maka dari itu seorang anak harus bisa menjaga nama baiknya sebagaimana ia menjaga nama baik orang tua kandungnya.
Ketiga seorang anak itu haruslah selalu selalu memperbaiki akhlaknya. Karena dengan memperbaiki akhlaknya ia akan menjadi orang yang terpuji. Dan dengan begitu derajat orang tua akan naik dan merasa senang karena telah memiliki anak yang berakhlak mulia.