1. Definisi Sejarah Kebudayaan Islam

Sejarah secara bahasa berasal dari bahasa arab yaitu “syajarah” yang berarti pohon. Dari sudut lain pula, istilah history merupakan terjemahan dari perkataan Yunani yakni Histories yang membawa makna satu penyelidikan ataupun pengkajian. Sedangkan kebudayaan secara bahasa, berasal dari kata budaya.Budaya berasal dari bahasa Sansekerta Budhayah.Kata ini berasal dari dua kata yaitu budi dan daya. Budi artinya: akal, tabiat, watak, akhlak, perangai, kebaikan, daya upaya, kecerdikan untuk pemecahan masalah. Sedangkan daya : berarti kekuatan, tenaga, pengaruh, jalan, cara, muslihat.
Dalam bahasa Arab, kata yang dipakai untuk kebudayaan adalah: al-Hadlarah, as Tsaqafiyah/Tsaaqafah yang artinya juga peradaban. Kata lain yang digunakan untuk menunjuk kata kebudayaan adalah: Culture (Inggris), Kultuur (Jerman), Cultuur (Belanda). Dalam kamus bahasa indonesia kebudayaan berarti hasil budidaya manusia.Kebudayaan secara istilah adalah cara berfikir dan cara merasa yang menyatakan diri dalam keseluruhan segi kehidupan dari segolongan manusia yang membentuk kesatuan sosial dalam suatu ruang dan waktu.
Kebudayaan Islam adalah hasil cipta, karsa dan rasa bersama dari orang-orang yang berada diwilayah kekuasaan pemerintahan islam tanpa peduli asal bangsa, agama dan sebagainya. Kebudayaan Islam diatas berlandasan bahwa Islamlah yang menaungi kebudayaan ini dan membekalinya dengan visi historisnya dari kulturalnya, dan memberi bentuk intuitifnya secara khusus.
Jadi sejarah kebudayaan islam adalah silsilah atau kajian yang mempelajari hasil cipta, karsa dan rasa bersama dari orang-orang yang berada diwilayah kekuasaan pemerintahan islam tanpa peduli asal bangsa, agama dan sebagainya.

2. Tujuan Dan Manfaat Mempelajari Kebudayaan Islam
Belajar sejarah sama halnya dengan belajar melalui pengalaman sehari-hari. Bukankah lebih baik jika orang mau belajar melalui pengalaman sehari-hari untuk menghadapi dan memecahkan masalah baru agar dapat menghasilkan suatu hal yang terbaik. Kamu juga akan mampu berpikir secara kronologis dan memiliki pengetahuan tentang masa lampau yang dapat digunakan untuk menjelaskan proses perkembangan, perubahan masyarakat Islam, serta keragaman budaya di masa yang akan datang.
Sejarah merupakan jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini, ia merupakan tempat belajar bagi para generasi penerus agar dapat memandang ke masa silam, melihat ke masa kini, dan menatap ke masa depan. Al- Qur’an adalah kitab suci yang merupakan pedoman hidup umat Islam yang telah memerintahkan umatnya untuk memperhatikan sejarah.
Beberapa ayat Al-Qur’an dengan jelas memerintahkan hal itu. Di antaranya adalah sebagai berikut:

أَوَلَمْ يَسِيرُوا فِي الأرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَانُوا أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَأَثَارُوا الأرْضَ وَعَمَرُوهَا أَكْثَرَ مِمَّا عَمَرُوهَا وَجَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ :٩
Artinya :
“Dan tidaklah mereka berpergian dimuka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul)? Orang-orang itu lebih kuat dari mereka (sendiri) dan mereka telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan, dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang jelas. Maka Allah samasekali tidak berlaku zalim kepada mereka, tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri. (Q.S. Ar-Ruum [30] :9]
Al-Qur’an bahkan tidak hanya memerintahkan umatnya untuk memperhatikan perkembangan sejarah manusia, tetapi Al-Qur’an juga menyajikan banyak kisah.Sebagian ulama bahkan ada yang berpendapat bahwa dua pertiga isi Al-Qur’an itu adalah kisah sejarah. Dalam kitab Mańa al-Qaţţan dijelaskan bahwa kisah dalam Al-Qur’an terbagi menjadi tiga macam antara lain sebagai berikut :
Kisah para nabi yang berisi usaha, fase-fase perkembangan dakwah mereka, dan sikap orang-orang yang menentang para nabi. Adapun yang termasuk yang termasuk ke dalam jenis kisah tersebut di antaranya adalah kisah nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Ishak, Ismail, Musa, Harun, Isa dan Muhammad saw.
Kisah orang-orang terdahulu yang termasuk ke dalam katagori nabi.Adapun yang termasuk ke dalam jenis kisah tersebut seperti kisah Talut, Jalut, dua orang putera nabi Adam, Ashab al Kahfi (penghuni gua), Zulkarnaen, Qarun, Firaun, Maryam, dan keluarga Imran.
Kisah-kisah yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa Nabi Muhammad saw. seperti peristiwa Perang Badar, Perang Uhud, Perang Ahzab, Perang Hunain, Perang Tabuk, peristiwa hijrah, dan
peristiwa Isra’ mi’raj Kisah-kisah ini dipaparkan dengan tujuan agar umat manusia mengambil i’tibar (pelajaran) darinya. Allah berfirman sebagai berikut:
وَكُلا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ وَجَاءَكَ فِي هَذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ :١٢٠
Artinya :
“Dan semua kisah rasul-rasul, Kami ceritakan kepadamu Muhammad, agar dengan kisah ini kami teguhkan hatimu; dan di dalamnya telah diberikan kepadamu (segala) kebenaran ini Telah datang kepadamu kebenaran nasehat dan peringatan dan bagi orang-orang yang beriman”. (QS Hud[11]:120)
Jadi, tujuan dan manfaat mempelajari sejarah kebudayaan Islam adalah sebagai berikut.
1) Memperoleh pengalaman mengenai peristiwa-peristiwa sejarah kebudayaan Islam di masa lalu baik pengalaman positif maupun pengalaman negatif yang dapat dijadikan hikmah agar kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi tidak terulang kembali.
2) Mengetahui teori-teori sejarah kebudayaan Islam yang berlaku agar kemudian dapat dimanfaatkan dan diterapkan dalam mengatasi berbagai persoalan hidup di masa kini dan masa yang akan datang.
3) Menumbuhkan kedewasaan berpikir, memiliki cara pandang ke depan yang lebih luas serta bertindak lebih arif dan bijaksana .
4) Untuk mengetahui sejarah perkembangan peradaban Islam.
5) Sebagai pelajaran untuk diterapkan di masa sekarang.Peradaban Islam pada masa Nabi Muhammad adalah peradaban yang paling sempurna sehingga dapat kita jadikan pelajaran di masa sekarang.
6) Untuk menyelidiki dan mengetahui sejauh mana kemajuan yang telah di capai oleh umat Islam terdahulu dalam lapangan peradaban.
7) Untuk mengggali dan meninjau kembali faktor-faktor apa yang menyebabkan kemajuan islam dalam lapangan peradaban dan faktor apa pula yag menyebabkan kemundurannya kemudian menjadi cermin bagi masa-masa sesudahnya.
8) Untuk mengetahui dan membandingkan antara peradaban yang dijiwai islam dengan peradaban yang lepas dari jiwa Islam. Mengetahui sumbangan Islam dan umat Islam dalam lapangan peradaban umat manusia di muka bumi

3. Wujud Kebudayaan
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
a. Gagasan (Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh.Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat.Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
b. Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu.Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial.Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan.Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
c. Artefak (karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan.Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.
Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.

PETA KONSEP

LATIHAN
A. Pilihlah jawaban yang benar dengan tanda silang (X).
1. Kata sejarah dalam bahasa Arab adalah “syajarah”, arti dari kata tersebut adalah?
a. Pohon
b. Daun c. Bunga
d. Cabang
2. Silsilah atau kajian yang mempelajari hasil cipta, karsa dan rasa bersama dari orang-orang yang berada diwilayah kekuasaan pemerintahan islam tanpa peduli asal bangsa, agama dan sebagainya adalah pengertian dari?
a. Sejarah kerajaan
b. Sejarah kekeluargaan islam c. Sejarah kebudayaan islam
d. Sejarah kebudayaan
3. Budaya adalah kata yang tersusun dari kata budi dan daya yang berasal dari bahasa?
a. Jerman
b. Ingggris c. Sansekerta
d. Jawa
4. Ayat qur’an yang menyebutkan tentang sejarah adalah?
a. Q.S al-Baqarah ayat 8
b. Q.S Hud ayat 120 c. Q.S Hud ayat 121
d. Q.S Hud ayat 125
5. Dibawah ini yang bukan manfaat mempelajari kebudayaan islam adalah
a. Menumbuhkan kedewasaan berpikir, memiliki cara pandang ke depan yang lebih luas serta bertindak lebih arif dan bijaksana
b. Untuk mengetahui sejarah perkembangan peradaban Islam.
c. Sebagai pelajaran untuk diterapkan di masa sekarang.
d. Mencari kesalahan kehidupan orang terdahulu
6. Kebudayaan islam adalah segala peninggalan yang ada di wilayah kekuasaan?
a. Islam
b. Kristen c. Budha
d. Hindhu
7. Gagasan adalah salah bentuk kebudayaan islam yang berupa?
a. Ide-ide
b. Candi c. Kegiatan
d. Bilangan
8. Berikut ini yang merupakan bentuk kebudayaan islam adalah?
a. Kegiatan
b. Bangunan c. Norma
d. Semua benar
9. Pemerintahan adalah salah satu wujud kebudayaan yang tergolong kedalam bentuk?
a. Gagasan
b. Kegiatan c. Artefak
d. Bukan ketiganya
10. Wujud peningglan kebudayaan islam yang berupa artefak biasanya adalah, kecuali?
a. Masjid
b. Istana c. Tulisan
d. Buku
11. Apa yang kamu lakukan jika kamu diajak untuk berziarah ke salah satu makam wali?
a. Menolak
b. Mengkafikan orang yang mengajak c. Ikut dan disana tidak menghargai hasil kebudayaan yang ada
d. Ikut, kagum dan merenungi betapa besarnya jasa para wali
12. Dibawah ini yang termasuk peninggalan sejarah Islam adalah?
a. Ka’bah
b. Rumah orang arab c. Candi borobudur
d. Gereja
13. Presiden pertama kita pernah berkata “jangan melupakan jas merah” kalimat tersebut mempunyai makna yaitu bangsa yang yang besar adalah……
a. Tidak melupakan sejarahnya
b. Melupakan sejarahnya
c. Menghancurkan peninggalan sejarah
d. Menjual benda-benda bersejarah
14. Jika kamu melihat ada orang yang mencuri peninggalan budaya yang sangat berharga dan akan dijual kepada orang asing apa tindakan kamu
a. Membiarkan saja
b. Ikut-ikutan
c. Melaporkan kepada polisi
d. Bekerja sama dengan pencuri tersebut
15. Peristiwa berkut yang termasuk sejarah kebudayaan islam adalah?
a. Kegiatan perekonomian orang arab sebelum nabi menjadi rasul
b. Hijrahnya nabi muhammad ke madinah
c. Peperangan antara orang qurays dan persia
d. Meninggalnya abu tholib

B. Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Sebutkan lima manfaat mempelajari sejarah kebudayaan islam!
2. Jelaskanlah bentuk/wujud sejarah kebudayaan islam!
3. Tuliskanlah salah satu ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan sejarah!
4. Apa yang kamu perbuat untuk melestarikan hasil kebudayaan yang ada disekitar kamu?
5. Jika ada orang yang ingin merusak/menghancurkan benda/bangunan islam yang bersejarah di daerah kamu, apa yang akan kamu lakukan?
6. Bagaimana caranya agar masyarakat kita mencintai peninggalan sejarah Islam?

1. Misi nabi Muhammad sebagai rahmat semesta alam
Nabi Muhammad tidak dilahirkan hanya menjadi sebagai seorang nabi atau rasul saja.Tapi juga sebagai seorang panglima perang, pejuang, dan diplomat sejati. Dalam berdakwah menyebarkan agama islam di tengah umat manusia, khususnya di Mekkah dan Madinah Nabi senantiasa menekankan pada perdamaian, kasih sayang, tolong-menolong dan saling membantu. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Anbiya’ ayat 107:
     
Artinya: “Dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”.
Berdasarkan penafsiran para ulama ahli tafsir yang terpercaya, beberapa faedah yang dapat kita ambil dari ayat ini adalah:
1. Di utusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam sebagai Rasul Allah adalah bentuk kasih sayang Allah kepada seluruh manusia.
2. Seluruh manusia di muka bumi diwajibkan memeluk agama Islam.
3. Hukum-hukum syariat dan aturan-aturan dalam Islam adalah bentuk kasih sayang Allah Ta’ala kepada makhluk-Nya.
4. Seluruh manusia mendapat manfaat dengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam
5. Rahmat yang sempurna hanya didapatkan oleh orang yang beriman kepada ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam
6. Orang yang beriman kepada ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam, membenarkan beliau serta taat kepada beliau, akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
7. Orang kafir yang memerangi Islam juga mendapat rahmat dengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam, yaitu dengan diwajibkannya perang melawan mereka. Karena kehidupan mereka didunia lebih lama hanya akan menambah kepedihan siksa neraka di akhirat kelak.
8. Orang kafir yang terikat perjanjian dengan kaum muslimin juga mendapat rahmat dengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam. Yaitu dengan dilarangnya membunuh dan merampas harta mereka.
9. Secara umum, orang kafir mendapat rahmat dengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam berupa dihindari dari adzab yang menimpa umat-umat terdahulu yang menentang Allah. Sehingga setelah diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam, tidak akan ada kaum kafir yang diazab dengan cara ditenggelamkan seluruhnya atau dibenamkan ke dalam bumi seluruhnya atau diubah menjadi binatang seluruhnya.
10. Orang munafik yang mengaku beriman di lisan namun ingkar di dalam hati juga mendapat rahmat dengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam. Mereka mendapat manfaat berupa terjaganya darah, harta, keluarga dan kehormatan mereka. Mereka pun diperlakukan sebagaimana kaum muslimin yang lain dalam hukum waris dan hukum yang lain. Namun di akhirat kelak Allah akan menempatkan mereka di dasar neraka Jahannam.
11. Pengutusan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam menjadi rahmat karena beliau telah memberikan pencerahan kepada manusia yang awalnya dalam kejahilan dan memberikan hidayah kepada manusia yang awalnya berada dalam kesesatan berupa peribadatan kepada selain Allah.
Para Rasul sebelum Nabi Muhammad hanyalah diutus oleh Allah untuk satu kaum atau daerah (negeri) yang tertentu saja lagi pula khusus untuk memenuhi kepentingan kaum dan penduduk yang bersangkutan saja. Akan tetapi tugas dan misi yang dibawa oleh Rasulullah saw. sebagai nabi akhir zaman yang tidak ada nabi sesudah beliau, ialah menciptakan suatu kesatuan umat/bangsa-bangsa dengan tujuan menggalang persatuan umat sejagat, yang sekaligus merupakan Rahmatan Lil ‘Aalamiin.

Selanjutnya bentuk/sasaran rahmat Rasulullah untuk alam semesta, yang sekaligus menggambarkan fungsi/amanat yang beliau emban adalah sebagai berikut:
1. Rasulullah Muhammad saw. adalah sebagai seorang guru dan pelindung
Sebagaimana yang ditegaskan oleh Allah dalam Al Qur’an surat Ali Imran ayat 164: “Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang Rasul dan golongan mereka sendiri yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah”.
2. Rasulullah Muhammad saw. adalah sebagai komentator isi kandungan Al Qur’an
Sebagaimana firman Allah dalam surat An Nahl ayat 44: “Dan Kami turunkan kepadamu (Al Quran) agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka dapat berfikir”.
3. Rasulullah Muhammad saw. adalah sebagai pemimpin
Sebagaimana yang ditegaskan sendiri oleh Allah swt.dalam Al Qur’an surat Al Anfaal ayat 20: “Hai orang-orang yang beniman taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya (yakni kepada Nabi Muhammad) dan janganlah kamu berpaling daripada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya)“.
4. Rasulullah Muhammad saw. adalah sebagai pemegang undang-undang
Sebagaimana yang ditegaskan sendiri oleh Allah swt.dalam Al Qur’an surat Al Hadid ayat 7: “Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dan hartamu yang telah dikaruniakan Allah kepadamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman yang menafkahkan sebagian hartanya itu akan memperoleh pahala yang besar”.
5. Rasulullah Muhammad saw. sebagai penegak keadilan
Dalam hal ini Allah telah menegaskan dalam Al Qur’an surat An Nisa’ ayat 105: ”Sesungguhnya Kami ielah menurunkan kitab (Al Qur’an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, supaya kamu (dapat) mengadili antara manusia dengan apa yang diwahyukan Alla kepadamu dan janganlah kamu menjadi penantang karena (membela) orang-orang yang khianat “.
6. Rasulullah Muhamad saw. adalah sebagai penguasa, kepemimpinan dalam suatu pemerintahan
Sebagaimana firman Allah dalam surat An Nisa’ ayat 59: “Hai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya dan Ulil Amri (pejabat pemerintahan) di antara kamu.Jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah persoalan itu kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnah-nya), kalau kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian”.
7. Rasulullah Muhammad saw. sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan
Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Ahzaab ayat 45-47: “Hai Nabi! Sesungguhnya Kami utus engkau (Muhammad) untuk menjadi saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan dan untuk menjadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk menjadi cahaya yang menerangi”.
Rasulullah Muhammad saw. adalah sebagai pelaksana/penegak amar ma’ruf dan nahi munkar. Sebagaimana yang telah ditegaskan oleh Allah dalam Al Qur’an surat Al-A’raaf ayat 157: “(Rasul) memerintahkan mereka mengerjakan yang ma ‘ruf dan melarang mengerjakan yang munkar, menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk”.
Begitu risalah yang diemban oleh Nabi Muhammad saw. yang meliputi segala bidang, bahan ajarannya itu berlaku untuk seluruh bangsa-bangsa di dunia ini dan fungsinya yang menjangkau segala sektor masyarakat. Dengan demikian jelaslah bahwa tugas (misi) Muhammad saw. itu menjadi Rahmatan Lil ’Aalamiin (pembawa rahmat untuk semesta alam).

Masjidil Haram
2. Meneladani Dakwah Nabi Muhammad SAW dan Para Sahabat di Makkah
Pada mulanya, dakwah Nabi Muhammad di Makkah dimulai dari sanak keluarga dan kerabat dekat. Itupun dilakukan secara sembunyi-sembunyi, di rumah salah seorang sahabat yang bernama Al Arqom bin Abil Arqom Al Makhzumi. Upaya tersebut membuahkan hasil yang cukup menggembirakan. Kurang lebih tiga tahun ada 39 orang yang menyatakan iman dan Islam, semuanya dari kerabat dekat dan sahabat-sahabat yang lain.
Di antara kerabat dekat yang masuk Islam waktu itu antara lain Khadijah, Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar, Zaid bin Haritsah. Dengan masuk Islamnya orang-orang tersebut membawa pengaruh besar pada dakwah nabi sampai masa berikutnya.Karena orang-orang tersebut cukup dihormati di kalangan orang-orang Quraisy.
Di antara sahabat yang menyusul masuk Islam antara lain Usman bin Affan, Zubair bin Awwam, Saad bin Abi Waqash, Abdurrahman bin Auf, Fatimah binti Khatab serta suaminya (Said bin Zaid), Arqam bin Abil Arqam, Thalhah bin Ubaidillah. Mereka termasuk “Assabiqunal Awwalun”, yakni orang-orang yang pertama kali masuk Islam. Dakwah secara terang-terangan yang dilakukan Nabi Muhammad saw. mendapat reaksi cukup keras dari para pemuka dan tokoh Quraisy, antara lain Abu Lahab (Abdul Uzza), Abu Jahal, Umar ibnu Khatab (sebelum masuk Islam), Uqbah bin Abi Muatih, Aswad bin Abdi Jaghuts, Hakam bin Abil Ash, Abu Sufyan bin Harb (sebelum masuk Islam), Ummu Jamil (istri Abu Lahab). Reaksi keras yang dilakukan oleh para tokoh Quraisy tersebut antara lain berupa ejekan, hinaan, hasutan, ancaman, dan penganiayaan secara fisik. Hal yang sama juga dilakukan kepada orang-orang Quraisy sendiri, agar tidak mengikuti seruan Nabi Muhammad. Namun, Rasulullah tetap tabah dan sabar, dakwah pun tetap dijalankan. Bahkan semakin terang-terangan dan meluas ke wilayah lain.
Menghadapi sikap Rasulullah tersebut orang-orang Quraisy bertambah marah, bahkan pernah merencanakan akan melakukan pembunuhan terhadap Nabi Muhammad. Rencana tersebut dilakukan menjelang Nabi Muhammad akan hijrah ke Madinah. Atas pertolongan Allah SWT, waktu itu Nabi selamat dari rencana pembunuhan tersebut.Kemudian bisa hijrah ke Madinah. Meskipun Nabi Muhammad saw. dengan susah payah dalam berdakwah karena mendapat tantangan dari Kaum Quraisy, tetapi makin hari makin didengar orang sehingga makin banyak pengikutnya. Dakwah Nabi Muhammad di Makah dilakukan kurang lebih selama 13 tahun, dan selebihnya selama 10 tahun Nabi Muhammad berada di Madinah.Ketika berdakwah di Makkah, tantangan yang dihadapi oleh Rasulullah dan para sahabat begitu besar.Namun dengan kesabaran dan kegigihan serta semangat yang tinggi untuk menegakkan agama Allah mereaka bisa menghadapi segala rintangan yang ada.
Setelah itu mereka hijrah ke Madinah, dan sejak di Madinah kekuatan Islam semakin besar dan kuat. Umat islam selalu menang dalam menghadapi peperangan dengan kafir Qurays Mekkah. Pada bulan ramadhan 8 hijriyah rasulullah dengan 10.000 pasukan berniat untuk merebut Mekkah dari kafir Quraisy.Pasukan di bagi menjadi dua kelompok.Sebelum masuk Mekkah Nabi mengutus Utsman bin Affan untuk menyampaikan pesan kepada Abu Sufyan sebagai pemimpin Qurays. Pesan itu berisi, “Siapa yang masuk masjidil haram akan aman, siapa yang masuk ke dalam rumah akan aman dan siapa yang masuk ke rumah Abu Sufyan akan aman”.Akhirnya pasukan Nabi bisa masuk dan mengalahkan Mekkah tanpa adanya perlawanan dari penduduk Mekkah.Kejadian ini selanjutnya disebut dengan “Fathul Mekkah”.
Sejak perristiwa ini banyak orang Qurays masuk islam dan seluruh jazirah arab berada pada kekuasaan islam. Nabi tidak menaruh dendam kepada mereka bahkanmenunjukkan rsa kasih sayang dan persaudaraan. Dari perjuangan Nabi dan para sahabat ini kita teladan yang dapat kita ambil adalah:
1. Perjuangan harus dilakukan secara berkelompok
2. Perjuangan harus ada di jalan politik
3. Perjuangan tidak menggunakan cara kekerasan
4. Perjuangan dilakukan melalui beberapa tahap.
5. Dalam berjuang diperlukan kesabaran, kegigihan dan semangat yang tinggi.

Bilal adalah salah satu sahabat yang berasal dari budak abu jahal. Ketika mengetahui bahwa budaknya telah memeluk islam, ia pun menyiksa bilal dengan sangat kejam. Bilal ditindas dengan batu besar ditengah panasnya gurun, batu itu akan dilepas jika bilal mau mengucapkan bahwa nabi muhammad adalah dusta. Namun ketika disiksa bilal justru berdzikir “allohu ahad” berkali-kali dan membuat abu jahal semakin geram.Penyiksaan itu baru berakhir setelah abu bakar datang dan membeli bilal dari majikannya.Sejak itu bilal menjadi merdeka dan menjadi sahabat yang sangat setia.

PETA KONSEP

LATIHAN
A. Jawablah soal-soal dibawah ini dengan baik dan benar dengan member tanda silang (x) pada jawaban yang benar!
1. Ayat yang menyebutkan bahwa Nabi sebaai rahmat semesta alam adalah?
a. Q.S. Al-Anbiya’ ayat 107
b. Q.S. Al-Anbiya’ ayat 108 c. Q.S. Al-Anbiya’ ayat 105
d. Q.S. Al-Anbiya’ ayat 106
2. Nabi Muhammad adalah seorang nabi yang diutus untuk kaum?
a. Islam saja
b. Kristen c. Yahudi
d. Seluruh umat manusia
3. Nabi muhammad berdakwah di makkah selama bepara tahun?
a. 10 tahun
b. 11 tahun c. 12 tahun
d. 13 tahun
4. Assabiqunal awwalun adalah sebutan untuk…..
a. Orang yang tidak mau masuk Islam
b. Orang yang pertama kali masuk islam
c. Orang yang terakhir masuk islam
d. Orang yang memusuhi agama islam
5. Pada saat berdakwah di mekkah kaum yang memerangi dakwah nabi adalah……
a. Badui
b. Yahudi c. Qurays
d. Ayyubi
6. Paman nabi yang memerangi dakwahnya adalah?
a. Abu lahab
b. Abu lu’lu’ c. Abu thalib
d. Abu darda’
7. Peristiwa penaklukkan kota mekkah di tangan umat islam disebut peristiwa?
a. Fathul madinah
b. Fathul makkah c. Fathul arab
d. Fathul ka’bah
8. Arti dari lafadz اَرْسَلْنَكَ adalah….
a. Kami memberi kamu
b. Kami mencintai kamu c. Kami memusuhi kamu
d. Kami mengutus kamu
9. Orang yang pertama kali masuk islam adalah?
a. Abu bakar
b. Siti khadijah c. Ali bin abi thalib
d. Haris bin zubair
10. Pasukan nabi muhammad mengahkan kaum kafir quraisy pada tahun ……hijriyah
a. 5b. 6 c. 7d. 8
11. Yang dimaksud dengan asabiqunal awalun adalah?
a. Orang yang pertama masuk islam
b. Orang yang terakhir masuk islam
c. Orang yang tidak mau masuk islam
d. Orang yang benci terhadap nabi
12. Di bawah ini yang termasuk tokoh kafir qurays adalah?
a. Abu bakar
b. Abu jahal
c. Abu hurairah
d. Abu ba’as
13. Peristiwa penaklukkan kota mekkah oleh pasukan muslim disebut dengan peristiwa……
a. Tarkul mekkah
b. Qoth’ul mekkah
c. Baabul mekkah
d. Fathul mekkah
c. Orang yang tidak mau masuk islam
d. Orang yang benci terhadap nabi
12. Di bawah ini yang termasuk tokoh kafir qurays adalah?
e. Abu bakar
f. Abu jahal
g. Abu hurairah
h. Abu ba’as
13. Peristiwa penaklukkan kota mekkah oleh pasukan muslim disebut dengan peristiwa……
a. Tarkul mekkah
b. Qoth’ul mekkah
c. Baabul mekkah
d. Fathul mekkah
14. Siapakah orang yang menemani rasul saat berhijrah ke madinah?
a. Abu bakar
b. Umar bin khatab
c. Utsman bin affan
d. Ali bin abi thalib
15. Dalam berdakwah di mekkah nabi muhammad mendapat …………. dari masyarakat mekkah.
a. Penghormatan
b. Penghinaan
c. Pengayoman
d. Pembunuh
e.
B. Jawablah pertanyaan dibawah ini!
1. Jelaskan empat saja dari bentuk rahmat diturunkanny nabi muhammad!
2. Yang mendapat rahmat dari turunnya nabi muhammad bukan hanya umat muslim saja, tetapi orang kafir pun mendapat rahmat juga. Jelaskan!
3. Jelaskan secra singkat perjuangan nabi dan para sahabatnya dalam memperjuangkan agama islam di makkah?
4. Apa yang akan kalian perbuat jika seandainya orang-orang disekitar kalian belum memeluk islam semuanya?
5. Tidak sedikit dari orang tua kta sendiri yang tidak menjalankan shlat padahal mereka juga mengaku islam. bagaimana cara kalian untuk menyadarkan orang tua kalian agar mau menjalankan shalat dengan benar?
6. Siapa saja sahabat nabi yang pertama kali masuk agama islam?
7. Jelaskan peristiwa hijrahnya nabi muhammad SAW ke madinah!
8. Sebutkan isi peringatan nabi muhammad untuk masyarakat mekkah ketika peristiwa fatkhul mekkah!
9. Sebutkan hal yang bisa kita jadika teladan dari perjuangan nabimuhammad di mekkah!
10. Bagaimanakah cara nabi muhammad berhijrah ke madinah

SELAMAT MENGERJAKAN…….!!!!!

A. Sejarah Nabi Muhammad Saw. Dalam membangun masyarakat melalui kegiatan ekonomi dan perdagangan.

Kakek nabi muhammad adalah seorang pedagang. Darah pedagang dari kakeknya nampak pada seeorang calon Nabi dan Rasul Allah ini.Muhammad sejak kecil sudah ditinggalkan oleh kedua orang tuanya, Nabi Muhammad tetap teguh dalam menghadapi kehidupannya.Usaha untuk mencari nafkah sudah dilakukannya sejak kecil, dari mulai menggembala kambing sampai berdagang.
Sejak kecil pamannya Abu Thalib sudah mengajaknya untuk ikut berdagang ke negeri Syam. Bahkan menginjak usia remaja sampai dewasa beliau sedah coba berdagang dengan mengambil barang dengannya dari seorang wanita kaya, yaitu Siti Khadijah. Talenta berdagang ditambah dengan keuletan dan kejujurannya menjadikan Muhammad sukses melakukan usaha ini.Siti Khadijah terpesona dengan akhlak dan kejujuran Muhammad dalam menjajakan dagangannya itu. Akhirnya Siti Khadijah menjadikan Nabi Muhammad saw. Sebagai pasangan hidupnya.

Setelah menikah dengan Siti Khadijah perekonomian Nabi Muhammad saw. Mengalami peningkatan.Walaupun ekonominya sudah mapan, tetapi tidak menjadikannya menumpuk kekayaan. Kekayaan yang ia miliki bersama istrinya dipakai untuk membangun masyarakat muslim. Tindakan ini diikuti oleh sahabat Nabi, terutama setelah berhijrah.
Karena melihat peluang dakwah begitu sempit di kota Mekah, nabi Muhammad lalu berfikir untuk hijrah ke Yatsrib atau Madinah. Bagi Nabi Muhammad ,Yastribmemiliki arti hubungan yang mendalam. Bukan hanya hubungan dagang, melainkan suatu hubungan yang dekat sekali.Di tempat itu ada kuburan ayahnya, yaitu Abdulllah Bin Abdhul Muthalib.Sebelum wafat setahun sekali ibu Aminah juga berziarah ke Yastrib.Famili-familinya dari pihak Bani Najjar juga ada di Yastrib.
Setelah umat Islam berhijrah ke Madinah, yang mula-mula Nabi pikirkan ialah bagaimana membangun masyarakat Islam.Nabi segera membangun mesjid lalu menyusun barisan kaum muslimin serta mempererat persatuan mereka. Untuk mencapai maksud ini, kaum muslimin dipersaudarakan dengan umat islam yang lainnya. Nabi Muhammad bersaudara dengan Ali Bin Abu Thalib, Hamzah paman nabi bersaudara dengan Zaid, bekas budak Rasul, Abu Bakar bersaudara dengan Kharija Bin Zaid, Umar Bin Khatab bersaudara Itbah Bin Malik al-Khazraji, Abdurrrahman Bin Auf bersaudara dengan Sa’ad Bin Rabi’, dan setiap kaum Muhajirin dipersaudarakan dengan kaum Anshar. Dengan persaudaraan ini kaum muslimin bertambah kuat dan merasa senasib seperjuangan.
Nabi Muhammad juga membangun masyarakat madinah melalui kegiatan ekonomi dan perdangangan. Sebab, setelah meninggalkan kota Mekah, kaum Muhajirin sama sekali tidak memiliki harta kekayaan. Semua harta kekayaan mereka tinggalkan di kota Mekah, sehingga sebahagian besar mereka ketika memasuki madinah sudah hampir tidak ada lagi yang bisa dimakan. Nabi Muhammmad bertekad memajukan sektor ekonomi dan perdagangan.Hal ini didukung oleh semua masyarakat Islam.Bahkan Abdurrrahman Bin auf yang dipersaudarakan dengan Sa’ad bin rabi’ tidak mau ketika saudaranya tersebut memberi sejumlah uang.Dia hanya mau ditunjukkan dimana letak pasar supaya bisa berdagang seperti anjuran Rasul.Disanalah Abdurrrahman Bin auf mulai berdagang mentega dan keju.Dalam waktu yang tidak lama, dengan kecakapannya berdagang dia telah mencapai kekayaannya kembali dan dapat memberi maskawin kepada salah seorang wanita di Madinah. Bahkan ia telah mempunyai kafilah-kafilah yang pergi dan pulang membawa barang dagangan. Selain Abdurrrahman Bin auf, dari kalangan Muhajirin juga banyak yang melakukan hal yang serupa. Orang-orang Mekah sebenarnya pandai dalam bidang perdagangan, sampai orang mengatakan bahwa dengan perdagangannya, penduduk Mekah dapat mengubah pasir sahara menjadi emas.
Selain berdagang, kegiatan ekonomi lainnnya adalah bertani.Hal ini didukung oleh tanah Madinah yang subur dengan kebun-kebun anggur dan kurmanya yang terkenal. Di antara sahabat yang menekuni bidang pertanian adalah Abu Bakar, Umar, Ali Bin Abu Thalib.keluarga-keluarga mereka terjun dalam bidang pertanian dengan cara menggarap tanah milik kaum Anshar bersama-sama pemiliknya.
Ada juga umat Islam yang berasal dari Mekah yang memiliki kesukaran hidup seperti tidak memiliki tempat tinggal, bagi mereka ini oleh Rasulullah disediakan tempat di shuffa (serambi mesjid) sebagai tempat tinggal.Oleh karena itu mereka disebut sebagai ahli shuffa (ahli shuffa). Belanja mereka diambilkan dari harta kaum muslimin baik dari kalangan Muhajirin maupun Anshar yang berkecukupan.Nabi muhammad berhasil menyatukan penduduk Yatsrib dan membangun masyarakatnya melalui sektor ekonomi dan perdagangan, untuk menuju masyarakat yang adil. sejahtera.
B. Meneladani perjuangan Nabi dan para Sahabat di Madinah
Nabi Muhammad saw. tiba di kota Madinah pada hari Jumat tanggal 12 Rabiul Awal tahun pertama hijrah, yakni bertepatan dengan tanggal 24 September 622 M. Kedatangan Nabi sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat Madinah. Selain ingin melihat dari dekat , mereka juga ingin mengikuti ajaran Nabi Muhammad sebagai nabi akhir zaman. Masyarakat Madinah berbondong-bondong menyambut kedatangan Nabi.
Orang-orang terkemuka di madinah berebut menawarkan diri supaya Nabi berkenan tinggal bersama mereka dengan segala persediaan dan persiapan yang ada.Tapi Nabi menolak dengan halus.Beliau menyusuri jalan-jalan di Yastrib di tengah kaum muslimin yang ramai menyambutnya.Penduduk Yatsrib menyaksikan hadirnya pendatang baru, orang besar yang telah mempersatukan suku Aus dan Khazraj yang selama ini saling bermusuhan dan saling berperang.
Akhirnya unta Nabi Muhammad berhenti di sebuah tempat penjemuran korma milik dua orang anak yatim dari Bani najjar. Ketika itulah Rasul turun dari untanya dan berkata: “kepunyaan siapa tempat ini?” . Kepunyaan Sahal dan Suhail bin Amr,” jawab Ma’adh bin Afra’. Dia adalah wali dari kedua anak yatim itu.Ma’adh Bin Afra’meminta Nabi Muhammad supaya mendirikan mesjid dan rumahnya di tempat itu.
Hal-hal yang dapat diteladani dari perjuangan Nabi dan sahabat di Madinah adalah:
1. Bersikap baik kepada semua masyarakat Madinah
Dalam perjalanannya menuju kota Madinah, Nabi Muhammad selalu diminta masyarakat untuk singgah di rumah mereka. Tetapi nabi selalu menolak dengan halus.Nabi hanya menjawab,”saya akan menginap di mana untaku akan berhenti.” Namun demikian sikap Nabi tetap ramah dan baik kepada setiap masyarakat kota Madinah.
2Mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan Anshar
Kaum Anshar merupakan penduduk madinah yang memiliki tempat tinggal dan harta benda.Berbeda dengan kaum Muhajirin, mereka mencari selamat dan pergi ke Madinah tanpa ada tempat untuk berteduh, tiada lapangan pekerjaan dan tiada harta untuk mempertahankan hidup.
Jumlah kaum Muhajirin selalu bertambah sementara madinah bukanlah suatu daerah yang memiliki kekayaan yang melimpah.Akan tetapi keadaan tersebut tidaklah memperburuk keadaan hubungan antara kaum Anshar dan kaum Muhajirin.Justru keadaan itulah yang semakin mempererat hubungan keduanya. Tujuan mereka sama berjuang dalam menjalankan agama.
Kaum Anshar telah menolong kaum Muhajirin dengan ikhlas dan tidak memperhitungkan keuntungan materi, melainkan hanya mencari keridhaan Allah.Kaum Muhajirin yang jauh dari keluarga dipersaudarakan oleh Rasululllah dengan kaum Anshar. Dengan demikian, kaum Muhajirin merasa aman dan tentram dalam menjalankan syariat islam.

3.Memberikan kebebasan beragama bagi seluruh penduduk Madinah.
Nabi Muhammad tidak pernah memikirkan kekuasaan, harta benda atau perniagaan. Seluruh tujuannya hanyalah memberi ketenagan jiwa, bagi mereka yang menganut ajaran Islam, dan menjamin kebebasan penganut kepercayaan agama lain. Baik bagi seorang muslim, seorang yahudi atau seorang kristen masing-masing mempunyai kebebasan yang sama dalam menganut kepercayaan, menyatakan pendapat dan mendakwahkan agama. Hanya kebbebasanlah yang menjamin dunia ini mencapai kemajuan.Oleh karena itu Nabi Muhammad selalu cinta damai. Nabi tidak akan memilih jalan perang kalau tidak terpaksa karena membela kebebasan, agama dan kepercayaan.
Nabi Muhammad membuat suatu perjanjian tertulis antara kaum Muhajirin dan Anshar dengan orang-orang Yahudi yang terkenal dengan nama Piagam madinah. Dianatara isi perjanjian itu adalah sama-sama mengakui agama, menjaga harta benda, dan menjaga Madinah dari serangan musuh.
Kesimpulan.
a. Nabi Muhammad saw. Tiba di kota Madinah pada hari Jumat tanggal 12 Rabiul Awal tahun pertama Hijriah, yakni bertepatan dengan tanggal 24 September 622 M.
b. Kaum Anshar adalah umat Islam di Madinah yang membantu meringankan beban Nabi dan para sahabatnya ketika Hijrah.
c. Kaum Muhajirin adalah umat Islam dari Mekkah yang berhijrah ke Madinah untuk menghindari kezaliman penduduk kafir Mekkah.
d. Untuk mempererat kesatuan umat islam,Nabi Muhammad saw. mempersaudarakan kaum Anshar dengan kaum muhajirin.
e. Nabi Muhammad membangun masyarakat Islam di Madinah melalui kegiatan ekonomi dan perdagangan.
f. Selain berdagang, para sahabat juga menekuni sektor pertanian seperti sahabat Abu bakar, Umar dan Ali Bin Abu Thalib.
g. Hal pertama yang diperhatikan setelah Nabi tiba di Madinah adalah membangun mesjid, memperbaiki kondisi ekonomi dan menjaga keamanan.

LATIHAN
A. Jawablah soal-soal dibawah ini dengan baik dan benar dengan member tanda silang (x) pada jawaban yang benar!

1. Di negeri manakah pertama kali nabi muhammad ikut berdagang?
a. Syiria
b. Syam c. Yaman
d. Mesir
2. Saudagar kaya yang dinikahi oleh Nabi Muhammad bernama?
a. Zainab
b. Khadijah c. Aisyah
d. Hindun
3. Salah satu hal yang dilakukan nabi pertama kali dengan masyarakat ketika dimadinah adalah?
a. Permusuhan
b. Perdagangan c. Peperangan
d. Persaudaraan
4. Berikut ini yang tidak menekuni bidang pertanian ketika hidup di madinah adalah?
a. Abu bakar
b. Umar bin khatab c. Utsman bin affan
d. Ali Bin Abi Thalib
5. Orang-orang yang tinggal di serambi masjid ketika masa nabi muhammad di madinah disebut?
a. Ahlul jannah
b. Ahlun naar c. Ahlus shuffah
d. Ahlul madinah

6. Suku yang dipersatukan oleh nabi muhammad sebelum berhijrah ke madinah adalah?
a. Muhajirin dan anshar
b. Quraisy dan muslimin c. Yahudi dan muslimin
d. Aus dan khazraj
7. Masjid yang pertama kali dibangun Nabi Muhammad SAW ketika baru tiba di Madinah adalah…….
a. Masjid Quba
b. Masjid Nabawi c. Masjidil Haram
d. Masjid Utsman
8. Yang disebut dengan kaum anshar adalah…..
a. Penduduk madinah yang memiliki tempat tinggal dan harta benda
b. Penduduk madinah yang tidak memiliki tempat tinggal
c. Penduduk madinah yang tidak mau menolong
d. Penduduk mekkah yang hijrah ke madinah
9. Nabi muhammad hijrah ke madinah pada tanggal?
a. Jum’at 12 rabiul awal 1 hijriyah
b. Sabtu 11 rabiul awal 2 hijriyah
c. Senin 27 rabiul awal 8 hijriyah
d. Senin 12 rabiul awal 1 hijriyah
10. Sebelum diubah menjadi madinah, daerah tempat nabi hijrah bernama?
a. Damaskus
b. Mekkah c. Yastrib
d. Syiria
11. Perjanjian yang dibuat oleh nabi muhammad untuk kaum anshar, muhajirin dan yahudii madinah disebut dengan….
a. Piagam madinah
b. Sertifikat madinah
c. Syirkul madinah
d. Jam’u madinah
12. Tanah yang digunakan nabi untuk membangun masjid nabawi adalah tanah milik…….
a. Orang kaya
b. Oarang fakir
c. Anak yatim
d. Anak jalanan
13. Berikut ini yang termasuk isi piagam madinah adalah……..
a. Sama-sama mengakui agama
b. Milik penduduk madinah juga milik kaum muhajirin
c. Saling membantu dalam agama
d. Orang yahudi harus tunduk kepada muslimin
14. Nabi muhammad dalam memimpin penduduk madinah memberikan sebuah…….kepada mereka.
a. Keleluasaan
b. Keotoriteran
c. Kesombongan
d. Kebebasan
15. Nabi muhammad dalam memimpin masyarakat madinah selain menjadi pemimpin agama juga menjadi pemimpin……..
a. Perdagangan
b. Pertanian
c. Negara
d. Budaya
B. Jawablah pertanyaan dibawah ini!
1. Jelaskan secara singkat perjuangan nabi muhammad dalam membangun masyarakat madinah melalui perdagangan dan ekonomi!
2. Sebutkan isi piagam madinah!
3. Bagaimana cara nabi mempersaudarakan kaum muhajirin dan kaum anshar?
4. Ketika masa nabi, ada orang-orang yang tinggal di serambi majid dan disebut ahlu suffah. Jelaskan apa dimaksud dengan ahlu suffah!
5. Nabi muhammad adalah seorang nabi yang sangat toleran terhadap kehidupan agama. Jelaskan!

A. Prestasi yang dicapai Khulafaurrasyidin dalam memimpin umatnya
1. Abu bakar
Kemajuan yang telah dicapai pada masa pemerintahan Abu Bakar selama kurang lebih dua tahun, antara lain:
1. Perbaikan sosial (masyarakat)
2. Perluasan dan pengembangan wilayah Islam
3. Pengumpulan ayat-ayat Al Qur’an
4. Sebagai kepala negara dan pemimpin umat Islam
5. Meningkatkan kesejahteraan umat.
Perbaikan sosial yang dilakukan Abu Bakar ialah usaha untuk menciptakan stabilitas wilayah Islam dengan berhasilnya mengamankan tanah Arab dari para penyeleweng (orang-orang murtad, nabi-nabi palsu dan orang-orang yang enggan membayar zakat).
Adapun usaha yang ditempuh untuk perluasan dan pengembangan wilayah Islam Abu Bakar melakukan perluasan wilayah ke luar Jazirah Arab. Daerah yang dituju adalah Irak dan Suriah yang berbatasan langsung dengan wilayah kekuasaan Islam. Kedua daerah itu menurut Abu Bakar harus ditaklukkan dengan tujuan untuk memantapkan keamanan wilayah Islam dari serbuan dua adikuasa, yaitu Persia dan Bizantium. Untuk ekspansi ke Irak dipimpin oleh Khalid bin Walid, sedangkan ke Suriah dipimpin tiga panglima yaitu : Amr bin Ash, Yazid bin Abu Sufyan dan Surahbil bin Hasanah.
Sedangkan usaha yang ditempuh untuk pengumpulan ayat-ayat Al Qur’an adalah atas usul dari sahabat Umar bin Khattab yang merasa khawatir kehilangan Al Qur’an setelah para sahabat yang hafal Al Qur’an banyak yang gugur dalam peperangan, terutama waktu memerangi para nabi palsu. Alasan lain karena ayat-ayat Al Qur’an banyak berserakan ada yang ditulis pada daun, kulit kayu, tulang dan sebagainya. Hal ini dikhawatirkan mudah rusak dan hilang.
Atas usul Umar bin Khattab tersebut pada awalnya Abu Bakar agak berat melaksanakan tugas tersebut, karena belum pemah dilaksanakan pada masa Nabi Muhammad SAW. Namun karena alasan Umar yang rasional yaitu banyaknya sahabat penghafal Al Qur’an yang gugur di medan pertempuran dan dikhawatirkan akan habis seluruhnya, akhirnya Abu Bakar menyetujuinya, dan selanjutnya menugaskan kepada Zaid bin Sabit, penulis wahyu pada masa Rasulullah SAW, untuk mengerjakan tugas pengumpulan itu.
Kemajuan yang diemban sebagai kepala negara dan pemimpin umat Islam, Abu Bakar senantiasa meneladani perilaku rasulullah SAW. Bahwa prinsip musyawarah dalam pengambilan keputusan seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW selalu dipraktekkannya. Ia sangat memperhatikan keadaan rakyatnya dan tidak segan-segan membantu mereka yang kesulitan. Terhadap sesama sahabat juga sangat besar perhatiannya.
Kebijaksanaan lain yang ditempuh Abu Bakar membagi sama rata hasil rampasan perang (ghanimah). Dalam hal ini ia berbeda pendapat dengan Umar bin Khattab yang menginginkan pembagian dilakukan berdasarkan jasa tiap-tiap sahabat. Alasan yang dikemukakan Abu Bakar adalah semua perjuangan yang dilakukan atas nama Islam adalah akan mendapat balasan pahala dan Allah SWT di akhirat. Karena itulah biarlah mereka mendapat bagian yang sama.
Persoalan besar yang sempat diselesaikan Abu Bakar sebelum wafat adalah menetapkan calon khalifah yang akan menggantikannya. Dengan demikian ia telah mempersempit peluang bagi timbulnya pertikaian di antara umat Islam mengenai jabatan khalifah. Dalam menetapkan calon penggantinya Abu Bakar tidak memilih anak atau kerabatnya yang terdekat, melainkan memilih orang lain yang secara obyektif dinilai mampu mengemban amanah dan tugas sebagai khalifah, yaitu sahabat Umar bin Khattab. Pilihan tersebut tidak diputuskannya sendiri, tetapi dimusyawarahkannya terlebih dahulu dengan sahabat-sahabat besar. Setelah disepakati , barulah ia mengumumkan calon khalifah itu.
Abu Bakar dengan masa pemerintahannya yang amat singkat ( kurang lebih dua tahun ) telah berhasil mengatasi tantangan-tantangan dalam negeri Madinah yang baru tumbuh itu, dan juga menyiapkan jalan bagi perkembangan dan perluasan Islam di Semenanjung Arabia. (ibnu.blogspot.com/2008/10/kemajuan-islam-pada-masa-abu-bakar-as.html)

2. Umar bin khatab
Selama masa pemerintahan Beliau selama 10 tahun banyak sekali kemajuan-kemajuan yang telah dicapai Beliau dalam memajukan agama Islam, antara lain :
a. Perluasan wilayah Islam hingga ke Eropa dan sebagian Asia.
b. Pembentukan Majlis Syura’ untuk musyawarah umat Islam
c. Penetapan bea cukai terhadap bangsa non-Islam sebesar 10 %, 5 % untuk kafir dzimmi, dan 2,5 % untuk orang Islam dari barang dagangan.
d. Pendirian Baitul Mall dan pembukuan anggaran Negara.
e. Pembuatan dan penetapan tahun Hijriyyah.
Pada masa kepemimpinan Umar Ibn Al-Khaththab, wilayah islam sudah meliputi jazirah Arabia, Palestina, Syria, sebagian besar wilayah Persia, dan Mesir. Karena perluasan daerah terjadi dengan begitu cepat, Umar Ibn Al-Khaththab segera mengatur administrasi negara dengan mencontoh administrasi pemerintahan, dengan diatur menjadi delapan wilayah propinsi : Mekah, Madinah, Syria, Jazirah, Basrah, Kufah, Palestina, dan Mesir. Beberapa departemen yang dipandang perlu didirikan pada masanya mulai diatur dan ditertibkan sistem pembayaran gaji dan pajak tanah. Pengadilan didirikan dalam rangka memisahkan lembaga Yudikatif dengan Eksekutif. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, Jawatan kepolisian dibentuk. Demikian juga jawatan pekerjaan umum, Umar Ibn Al-Khaththab juga mendirikan Bait al-Mall. Dalam menyelesaikan permasalahan yang berkembang dimayarakat Umar selalu berkomunikasi dengan orang-orang yang memang dianggap mampu dibidangnya.Diantara perkembangan yang ada pada masa Khalifah Umar adalah :
• Pemberlakuan Ijtihad
• Menghapuskan zakat bagi para muallaf
• Menghapuskan hukum mut’ah
• Lahirnya ilmu Qira’at
• Penyebaran Ilmu Hadits
• Menempa mata uang dan
• menciptakan tahun Hijriah

3. Utsman bin affan
Pemerintah khalifah Ustman Ibn Affan mengalami masa kemakmuran dan berhasil dalam beberapa tahun pertama pemerintahannya. Ia melanjutkan kebijakan-kebijakan Khalifah Umar. Pada separuh terakhir masa pemerintahannya, muncul kekecewaaan dan ketidakpuasaan dikalangan masyarakat karena ia mulai mengambil kebijakan yang berbeda dari sebelumnya. Ustman Ibn Affan mengangkat keluarganya (Bani Ummayyah) pada kedudukan yang tinggi. Ia mengadakan penyempurnaan pembagian kekuasaan pemerintahan, Utsman Ibn Affan menekankan sistem kekuasaan pusat yang mengusaai seluruh pendapatan propinsi dan menetapkan seorang juru hitung dari keluarganya sendiri.
Diantara perkembangan yang ada pada masa Khalifah Ustman adalah :
• Penaskahan Al-Qur’an
• Perluasan Masjid Nabawi dan Masjidil Haram
• Didirikannya masjid Al-Atiq di utara benteng babylon
• Membangun Pengadilan
• Membentuk Angkatan Laut
• Membentuk Departemen

4. Khalifah Ali Bin Abi Thalib
Ali Ibn Abi Thalib tampil memegang pucuk kepemimpinan negara di tengah-tengah kericuhan dan huru-hara perpecahan akibat terbunuhnya Utsman oleh kaum pemberontak. Ali Ibn Abi Thalib dipilih dan diangkat oleh jamaah kaum muslimin di madinah dalam suasana sangat kacau, dengan pertimbangan jika khalifah tidak segera dipilih dan di angkat, maka ditakutkan keadaan semakin kacau. Ali Ibn Abi Thalib di angkat dengan dibaiat oleh masyarakat. Dalam masa pemerintahannya, Ali Ibn Abi Thalib mengahadapi pemberontakan Thalhah, Zubair, dan Aisyah. Alasan mereka, Ali Ibn Abi Thalib tidak mau menghukum para pembunuh Usman dan mereka menuntut bela terhadap darah Usman yang telah ditumpahkan secara dhalim.
Bersamaan dengan itu, kebijaksanaan-kebijaksanaan Ali Ibn Abi Thalib juga mengakibatkan timbulnya perlawanan dari gubernur di Damaskus, Muawiyah. Yang didukung oleh sejumlah bekas pejabat tinggi yang merasa kehilangan kedudukan dan kejayaannya. Pertempuran yang terjadi dikenal dengan perang shiffin, perang ini diakhiri dengan tahkim (arbitrase), tapi tahkim ternyata tidak menyelesaikan masalah, bahkan menyebabkan timbulnya golongan ketiga Al-Khawarij (orang-orang yang keluar dari barisan Ali).
Diantara perkembangan yang ada pada masa Khalifah Ali adalah :
• Terciptanya ilmu bahasa/nahwu (Aqidah nahwiyah)
• Berkembangnya ilmu Khatt al-Qur’an
• Berkembangnya Sastra

B. Meneladani Gaya kepemimpinan Khulafaurrasyidin
Meneladani artinya mengambil atau mencontoh perbuatan, kelakuan, dan sifat yang baik yang terdapat pada diri seseorang. Gaya kepemimpinan artinya cara memimpin. Meneladani gaya kepemimpinan Khulafaurrasyidin artinya mangambil atau mencontoh cara-cara memimpin yang baik yang pernah dilakukan Khulafaurrasyidin dalam memimpin rakyatnya.
A. Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq
1. Musyawarah
Apabila terjadi suatu perkara Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq mencari hukumnya dalam kitab Allah, bila tidak memperolehnya, ia mempelajari bagaimana Rosulullah SAW bertindak dalam perkara seperti ini. Dan bila ia tidak menemukannya, ia mengajak tokoh-tokoh yang terbaik untuk bermusyawarah.
2.Sikap Tegas
Bersikap tegas dalam menghadapi orang-orang yang murtad, orang-orang yang mengaku sebagai nabi dan orang-orang yang tidak membayar zakat.
3. Terbuka untuk kritik
Hal ini dapat terlihat sebagaimana dalam khutbah pertama setelah beliau dibaiat menjadi khalifah “Apabila aku berbuat baik, bantulah aku; tapi apabila aku berbuat buruk, maka luruskanlah jalanku”.

B. Khalifah Umar bin Khattab
1. Dekat dan memperhatikan dengan seksama kondisi kehidupan umat.
Menjadi kebiasaannya keluar di malam hari hanya untuk mengetahui persis keadaan umat. Khalifah Umar sering berkeliling tanpa diketahui orang untuk mengetahui kehidupan rakyat terutama mereka yang hidup sengsara. Dengan pundaknya sendiri ia memikul gandum yang hendak diberikan sebagai bantuan kepada seorang janda yang sedang ditangisi oleh anak-anaknya yang kelaparan. Ketika mengetahui keadaan si ibu dan anak yang sudah kelaparan, Khalifah Umar merasa bahwa kelaparan yang dialami oleh keluarga miskin tersebut adalah disebabkan karena kelalaiannya dan ketidakmampuannya memberikan keadilan terhadap semua lapisan masyarakat, oleh karena itu, langkah pertama yang beliau lakukan adalah menyelesaikan masalah yang dialami oleh sang ibu dengan memberikan makanan kepadanya.
Kualitas kepemimpinan Umar bin Khatthab adalah cermin dari kualitas pemimpin umat yang bijak, arif, dan adil. Beliau ikut merasakan penderitaan rakyatnya.
2. Memiliki jiwa yang besar dalam menerima kritikan dari rakyat yang dipimpinnya.
Keikhlasan menerima kritikan adalah sebuah sikap yang sangat sulit untuk diwujudkan terlepas dari posisi sosialnya. Pernah pada suatu peristiwa Salman al Farisi membuat perhitungan dengan Khalifah Umar bin Khattab di hadapan orang banyak, yaitu ketika ia melihat Umar mengenakan baju yang bahannya terdiri atas dua kali lipat yang menjadi bagian satu orang rakyat biasa dari bahan yang sama. Maka, Umar meminta kepada putranya, Abdullah langsung bersaksi bahwa ia telah memberikan bagiannya itu kepada ayahandanya.

C. Khalifah Utsman bin Affan
1. Khalifah Utsman bin Affan terkenal dermawan. Sifat-sifat kedermawanan yang dimiliki Utsman sebelum menjadi khalifah masih terbawa ketika dia menjadi khalifah.
2. Khalifah Utsman bin Affan bertindak profesional dalam mengangkat wali-wali negeri untuk memperkuat wilayah kekuasaannya melalui personal yang telah jelas dikenal baik karakteristiknya, hal ini mengingat wilayah kekhilafahan pada masa Khalifah Utsman bin Affan semakin luas. Demikian juga tanggungjawab dakwah dimasing-masing wilayah tersebut.

D. Khalifah Ali bin Abi Thalib
Khalifah Ali bin Abi Thalib terkenal berani dan tegas dalam menjalankan tugas-tugas kepemimpinannya menegakkan keadilan, menjalankan undang-undang Allah SWT, dan menindak segala macam kezaliman dan kejahatan. Sehingga sesudah ia dibai’ah menjadi khalifah, dikeluarkannya dua ketetapan:
a. Memecat kepala-kepala daerah yang diangkat Khalifah Utsman dan mengangkat pengganti pilihannya sendiri
b. Mengambil kembali tanah-tanah yang dibagi-bagikan khalifah Utsman kepada famili-famili dan kaum kerabatnya tanpa jalan yang sah. Demikian juga hibah atau pemberian Utsman kepada siapapun yang tiada beralasan diambil Ali kembali.
c. Khalifah Ali bin Abi Thalib juga seorang yang memiliki kecakapan dalam ilmu pengetahuan, bidang militer dan strategi perang.

PETA KONSEP

Latihan
A. Jawablah soal-soal dibawah ini dengan baik dan benar dengan member tanda silang (x) pada jawaban yang benar!
1. Jumlah khulafaurrasyidin adalah…..
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
2. Berikut ini adalah prestasi khalifah abu bakar asshidiq
a. Pengumpulan ayat-ayat al-qur’an
b. Pembukuan naskah al-qur’an
c. Pembuatan kantor pos
d. Penciptaan ilmu nahwu
3. Daerah yang pertama kali ditaklukkan dalam pemerintahan abu bakar adalah?
a. Mesir dan libya
b. Yaman dan iraq
c. Iraq dan suriah
d. Persia dan suriah
4. Apa yang akan kalian lakukan jika ada orang yang keluar dari agama islam?
a. Membiarkan saja
b. Mencaci maki
c. Menasehati agar kembali beragama islam
d. Mengusirnya dari lingkungan
5. Dalam pemerintahannya khalifah umar membagi daeah kekuasaannya menjadi…..propinsi.
a. 6
b. 7
c. 8
d. 9
6. Penetapan tahun hijriyah dilakukan pada masa pemerintahan…..
a. Abu bakar
b. Umar bin khattab
c. Utsman bin affan
d. Ali bin abi thalib
7. Apa yang akan kamu lakukan jika kamu melihat ada orang yang kelaparan
a. Membiarkan saja
b. Membunuhnya sekalian
c. Memberinya makan
d. Lapor kepada polisi
8. Untuk memudahkan dalam sistem jual beli maka langkah yang dilakukan khalifah umar adalah……..
a. Pembuatan baitul mall
b. Membuat mata uang
c. Mematok bea cukai
d. Pembukuan anggaran negara
9. Khalifah umar adalah khalifah yang terkenal dengan orang ….
a. Kikir
b. Fakir
c. Sombong
d. Dermawan
10. Untuk mengatasi perpecahan umat karena bacaan al-qur’an pada masa khalifah utsman maka dilakukanlah……
a. Perluasan masjidil hara
b. Penaskahan al-qur’an
c. Perluasan wilayah
d. Pembuatan departemen
11. Pada akhir pemerintahannya khalifah utsman mengangkat pejabat dari kalangan keluarg sendiri. Hal ini mengakibatkan ……… pada masyarakat.
a. Kegembiraan
b. Kepuasan
c. Kebencian
d. Kekecewaan
12. Contoh yang bisa kita ambil dari khalifah umar adalah agar kita menjadi orang yang …….
a. Kikir
b. Dermawan
c. Jujur
d. Sombong
13. Pada masa pemerintahan khalifah ali terjadi perang yang sangat terkenal, yaitu…….
a. Perang uhud
b. Perang shiffin
c. Perang ridho
d. Perang badar
14. Sayyidah Aisyah melakukan pemberontakan karena…………
a. Khalifah ali melakukan pembunuhan
b. Khalifah ali tidak bisa memerintah
c. Khalifa ali tidak mengukum pembunuh khalifah utsman
d. Khalifah ali mengambil kembali tanah yang dimiliki bani umayah secara tidak sah
15. Golongan yang muncul pada masa khalifah ali adalah golongan……..
a. Asy’ariyah
b. Umayah
c. Muktazilah
d. Khawarij

B. Jawablah pertanyaan dibawah ini!
1. Sebutkan prestasi yang dicapai khalifah umar dalam memerintah!
2. Kenapa pada masa khalifah abu bakar dilakukan pengumpulan ayat-ayat al-qur’an?
3. Khalifah umar adalah khalifah yang sangat memperhatikan rakyat kecil. Tunjukkan salah satu ceritanya!
4. Sebutkan prestasi yang dicapai pada masa khalifah utsman!
5. Sebutkan hal-hal yang dilakukan khalifah ali bin abi thalib selama pemerintahannya!
6. Jelaskan apa yang akan kalian lakukan jika ada orang islam yang tidak mau membayar zakat!
7. Jelaskan apa teladan yang bisa kita ambil dari khalifah abu bakar!
8. Kenapa pada masa khalifah utsman dilakukan penaskahan al-qur’an?
9. Jelaskan mengapa pada masa ali muncul golongan khawarij!
10. Apa saja teladan yang bisa kita ambil dari khalifah ali bin abi thalib?

A. Sejarah Berdirinya Daulah Umayyah
Berdirinya Daulah Umayyah diawali dari Perang Siffin. Perang tersebut diakhiri peristiwa tahkim yang menyebabkan munculnya Perselisihan antara Ali bin Talib dengan Mu’awiyah bin Abu Sufyan akhirnya pecah kelompok al-Khawarij, yaitu kelompok di pihak Ali bin Abi Talib yang tidak menerima hasil tahkim. Perselisihan tersebut berakhir dengan terbunuhnya Khalifah Ali bin Abi Talib oleh Ibnu Muljam dari kelompok al-Khawarij.
Sepeninggal Ali bin Abi Talib, pemerintahan dilanjutkan oleh putranya, Hasan bin Ali. Akan tetapi, pemerintahan Hasan bin Ali hanya bertahan beberapa bulan saja. Posisinya yang semakin lemah, keinginannya untuk menyatukan seluruh umat Islam, membuat ia menyerahkan pemerintahan kepada Mu’awiyah bin Abu Sufyan. Peristiwa penyerahan kekuasaan dari Hasan bin Ali kepada Mu’awiyah bin Abu Sufyan itu terkenal dengan sebutan “amul jama’ah atau tahun penyatuan”. Peristiwa itu terjadi pada tahun 41 H atau 661 M. Sejak saat itu, secara resmi pemerintahan Islam dipegang ole Mu’awiyah bin Abu Sufyan. Ia kemudian memindahkan pusat kekuasaan dari Madinah ke Damaskus (Suriah).

B. Perkembangan kebudayaan peradaban Islam pada masa Bani Umayah
1. Kebijakan Politik Dan Ekonomi
Sistem Politik Dan Perluasan Wilayah
Dijaman Muawiyah, Tunisia dapat ditaklukkan.Disebelah timur, Muawiyah dapat menguasai daerah Khurasan sampai kesungai Oxus dan Afganistan sampai ke Kabul.Angkatan lautnya melakukan serangan-serangan ke Ibu Kota Bizantium, Konstantinopel.Ekspansi ke timur yang dilakukan Muawiyah kemudian dilanjutkan oleh Khalifah Abd Al-Malik, dia menyeberangi sungai Oxus dan dapat berhasil menundukkan Baikh, Bukhara, Khawarizm, Ferghana dan Samarkand.Mayoritas penduduk dikawasan ini kaum Paganis.
Pasukan Islam menyerang wilayah Asia Tengah pada tahun 41 H/661 M. pada tahun 43 H/663 M mereka mampu menaklukkan Salistan dan menaklukkan sebagian wilayah Thakaristan pada tahun 45 H/665 M. Mereka sampai ke wilayah Quhistan pada tahun 44 H/664 M. Abdullah Bin Ziyad tiba di pegunungan Bukhari. Pada tahun 44 H/664 M para tentaranya datang ke India dan dapat menguasai Balukhistan,Sind, dan daerah Punjab sampai ke Maitan.
Ekspansi ke barat secara besar-besaran dilanjutkan dijaman Al-Walid Ibn Abd Abdul Malik (705M-714M).Masa pemerintahan Walid adalah masa ketentraman, kemakmuran dan ketertiban.Umat Islam merasa hidup bahagia, tidak ada pemberontakan di masa pemerintahanya.Dia memulai kekuasaannya dengan membangun Masjid Jami’ di Damaskus.Masjid Jami’ ini dibangun dengan sebuah arsitektur yang indah, dia juga membangun Kubbatu Sharkah dan memperluas masjid Nabawi, disamping itu juga melakukan pembangunan fisik dalam skala besar.
Pada masa pemerintahannya terjadi penaklukan yang demikian luas, penaklukan ini dimulai dari Afrika utara menuju wilayah barat daya, benua eropa yaitu pada tahun 711 M. Setelah Al Jazair dan Maroko dapat ditaklukkan, Tariq Bin Ziyad pemimpin pasukan Islam dengan pasukannya menyeberangi selat yang memisahkan antara Maroko dengan Benua Eropa dan mendarat di suatu tempat yang sekarang dikenal nama Gibraltar (Jabal Tariq). Tentara Spanyol dapat dikalahkan, dengan demikian Spanyol menjadi sasaran ekspansi.
Selanjutnya Ibu Kota Spanyol Kordova dengan cepatnya dapat dikuasai, menyusul setelah itu kota-kota lain seperti Sevi’e, Elvira, dan Toledo yang dijadikan ibu kota Spanyol yang baru setelah jatuhnya Kordova. Pasukan Islam memperoleh dukungan dari rakyat setempat yang sejak lama menderita akibat kekejaman penguasa.Pada masa inilah pemerintah Islam mencapai wilayah yang demikian luas dalam rentang sejarahnya, dia wafat pada tahun 96 H/714 M dan memerintah selama 10 tahun.
Dijaman Umar Ibn Ab Al-Aziz masa pemerintahannya diwarnai dengan banyak Reformasi dan perbaikan.Dia banyak menghidupkan dan memperbaiki tanah-tanah yang tidak produktif, menggali sumur-sumur baru dan membangun masjid-masjid. Dia mendistribusikan sedekah dan zakat dengan cara yang benar hingga kemiskinan tidak ada lagi dijamannya. Dimasa pemerintahannya tidak ada lagi orang yang berhak menerima zakat ataupun sedekah.Berkat ketaqwa’an dan kesalehannya, dia dianggap sebagai salah seorang Khulafaur Rasyidin.Penaklukan di masa pemerintahannya pasukan Islam melakukan penyerangan ke Prancis dengan melewati pegunungan Baranese mereka sampai ke wilayah Septomania dan Profanes, lalu melakukan pengepungan Toulan sebuah wilayah di Prancis.Namun kaum muslimin tidak berhasil mencapai kemenangan yang berarti di Prancis.sangat sedikit terjadi perang di masa pemerintahan Umar. Dakwah Islam marak dengan menggunakan nasehat yang penuh hikmah sehingga banyak orang masuk Islam, masa pemerintahan Umar Bin Abd Aziz terhitung pendek.
Di jaman Hasyim Ibn Abd Al-Malik (724-743 M) pemerintahannya dikenal dengan adanya perbaikan-perbaikan dan menjadikan tanah-tanah produktif. Dia membangun kota Rasyafah dan membereskan tata administrasi. Hasyim dikenal sangat jeli dalam berbagai perkara dan pertumpahan darah.Namun dia dikenal sangat kikir dan pelit.Penaklukan di masa pemerintahannya yang dipimpin oleh Abdur Rahman Al-Ghafiqi.Ia mulai dengan menyerang Bordeau, Poitiers, dari sana ia mencoba menyerang Tours. Namun dalam peperangan yang terjadi diluar kota Tours, Al-Ghafiqi terbunuh, dan tentaranya mundur kembali ke Prancis pada tahun 114 H/732 M. Peristiwa penyerangan ini merupakan peristiwa yang sangat membahayakan Eropa.
Dengan keberhasilan ekspansi ke beberapa daerah, baik di timur maupun barat.Wilayah kekuasaan Islam masa Bani Umayyah ini betul-betul sangat luas. Daerah-daerah itu meliputi Spanyol, Afrika utara, Syiria, Palestina, Jazirah Arab, Irak, sebagian Asia kecil, Persia, Afganistan, daerah yang sekarang disebut Pakistan Purkmenia, Ulbek, dan Kilgis di Asia Tengah.
Khususnya di bidang Tashri, kemajuan yang diperoleh sedikit sekali, sebab kurangnya dukungan serta bantuan pemerintah (kerajaan) waktu itu. Baru setelah masa khalifah Umar Bin Abd Al-Aziz kemajuan di bidang Tashri mulai meningkat, beliau berusaha mempertahankan perkembangan hadits yang hampir mengecewakan, karena para penghafal hadits sudah meninggal sehingga Umar Bin Abd Al-Aziz berusaha untuk membukukan Hadits.
Meskipun keberhasilan banyak dicapai dinasti ini, namun tidak berarti bahwa politik dalam negeri dapat dianggap stabil.Muawiyah tidak mentaati isi perjanjiannya dengan Hasan Ibn Ali ketika dia naik tahta yang menyebutkan bahwa persoalan pergantian pemimpin setelah Muawiyah diserahkan kepada pemilihan umat Islam.Deklarasi pengangkatan anaknya Yazid sebagai putra mahkota menyebabkan munculnya gerakan-gerakan oposisi dikalangan rakyat yang mengakibatkan terjadinya perang saudara beberapa kali dan berkelanjutan.
Sistem Ekonomi
Bidang-bidang ekonomi yang terdapat pada jaman Bani Umayyah terbukti berjaya membawa kemajuan kepada rakyatnya yaitu:
a. Dalam bidang pertanian Umayyah telah memberi tumpuan terhadap pembangunan sector pertanian, beliau telah memperkenalkan system pengairan bagi tujuan meningkatkan hasil pertanian.
b. Dalam bidang industri pembuatan khususnya kraftangan telah menjadi nadi pertumbuhan ekonomi bagi Umayyah.

2. Sistem Peradilan Dan Pengembangan Peradaban
Meskipun sering kali terjadi pergolakan dan pergumulan politik pada masa pemerintahan Daulah Bani Umayyah, namun terdapat juga usaha positif yang dilakukan daulah ini untuk kesejahteraan rakyatnya. Diantara usaha positif yang dilakukan oleh para khilafah daulah Bani Umayyah dalam mensejahterakan rakyatnya ialah dengan memperbaiki seluruh system pemerintahan dan menata administrasi, antara lain organisasi keuangan. Organisasi ini bertugas mengurusi masalah keuangan negara yang dipergunakan untuk:
a. Gaji pegawai dan tentara serta gaya tata usaha Negara.
b. Pembangunan pertanian, termasuk irigasi.
c. Biaya orang-orang hukuman dan tawanan perang
d. Perlengkapan perang
Disamping usaha tersebut daulah Bani Umayyah memberikan hak dan perlindungan kepada warga negara yang berada dibawah pengawasan dan kekuasaannya.Masyarakat mempunyai hak untuk mendapatkan perlindungan hukum dan kesewenangan.Oleh karena itu, Daulah ini membentuk lembaga kehakiman.Lembaga kehakiman ini dikepalai oleh seorang ketua Hakim (Qathil Qudhah).Seorang hakim (Qadli) memutuskan perkara dengan ijtihadnya. Para hakim menggali hukum berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah Nabi. Disamping itu kehakiman ini belum terpengaruh atau dipengaruhi politik, sehingga para hakim dengan kekuasaan penuh berhak memutuskan suatu perkara tanpa mendapat tekanan atau pengaruh suatu golongan politik tertentu.
Disamping itu, kekuasaan Islam pada masa Bani Umayyah juga banyak berjasa dalam pengembangan peradaban seperti pembangunan di berbagai bidang, seperti:
a. Muawiyah mendirikan Dinas pos dan tempat-tempat tertentu dengan menyediakan kuda dengan peralatannya disepanjang jalan. Dia juga berusaha menertibkan angkatan bersenjata.
Lambang kerajaan sebelumnya Al-Khulafaur Rasyidin, tidak pernah membuat lambang Negara baru pada masa Umayyah, menetapkanbendera merah sebagai lambang negaranya. Lambang itu menjadi ciri khas kerajaan Umayyah.
b. Arsitektur semacam seni yang permanent pada tahun 691 H, Khalifah Abd Al-Malik membangun sebuah kubah yang megah dengan arsitektur barat yang dikenal dengan “The Dame Of The Rock” (Gubah As-Sakharah).
c. Pembuatan mata uang di jaman khalifah Abd Al Malik yang kemudian diedarkan keseluruh penjuru negeri Islam.
d. Pembuatan panti Asuhan untuk anak-anak yatim, panti jompo, juga tempat-tempat untuk orang-orang yang infalid, segala fasilitas disediakan oleh Umayyah.
e. Pengembangan angkatan laut muawiyah yang terkenal sejak masa Utsman sebagai Amir Al-Bahri, tentu akan mengembangkan idenya di masa dia berkuasa, sehingga kapal perang waktu itu berjumlah 1700 buah.
f. Pada masa Umayyah, (Khalifah Abd Al-Malik) juga berhasil melakukan pembenahan-pembenahan administrasi pemerintahan dan memberlakukan bahasa arab sebagai bahasa resmi administrasi pemerintahan Islam.

3. Kemajuan Sistem Militer
Salah satu kemajuan yang paling menonjol pada masa pemerintahan dinasti Bani Umayyah adalah kemajuan dalam system militer. Selama peperangan melawan kekuatan musuh, pasukan arab banyak mengambil pelajaran dari cara-cara teknik bertempur kemudian mereka memadukannya dengan system dan teknik pertahanan yang selama itu mereka miliki, dengan perpaduan system pertahanan ini akhirnya kekuatanpertahanan dan militer Dinasti Bani Umayyah mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat baik dengan kemajuan-kemajuan dalam system ini akhirnya para penguasa dinasti Bani Umayyah mampu melebarkan sayap kekuasaannya hingga ke Eropa. Secara garis besar formasi kekuatan tentara Bani Umayyah terdiri dari pasukan berkuda, pasukan pejalan kaki dan angkatan laut.

4. Sistem Pergantian Kepala Negara Dan Keruntuhan Umayyah
Ada beberapa faktor yang menyebabkan dinasti Bani Umayyah lemah dan membawanya kepada kehancuran. Faktor-faktor itu antara lain adalah:
a. Sistem pergantian khalifah melalui garis keturunan adalah sesuatu yang baru (bid’ah) bagi tradisi Islam yang lebih menekankan aspek senioritas. Pengaturannya tidak jelas. Ketidakjelasan sistem pergantian khalifah ini menyebabkan terjadinya persaingan yang tidak sehat di kalangan anggota keluarga istana.
b. Latar belakang terbentuknya dinasti Bani Umayyah tidak bisa dipisahkan dari konflik-konflik politik yang terjadi di masa Ali. Sisa-sisa Syi’ah (para pengikut Abdullah bin Saba’ al-Yahudi) dan Khawarij terus menjadi gerakan oposisi, baik secara terbuka seperti di masa awal dan akhir maupun secara tersembunyi seperti di masa pertengahan kekuasaan Bani Umayyah. Penumpasan terhadap gerakan-gerakan ini banyak menyedot kekuatan pemerintah.
Pada masa kekuasaan Bani Umayyah, pertentangan etnis antara suku Arabia Utara (Bani Qays) dan Arabia Selatan (Bani Kalb) yang sudah ada sejak zaman sebelum Islam, makin meruncing. Perselisihan ini mengakibatkan para penguasa Bani Umayyah mendapat kesulitan untuk menggalang persatuan dan kesatuan. Disamping itu, sebagian besar golongan mawali (non Arab), terutama di Irak dan wilayah bagian timur lainnya, merasa tidak puas karena status mawali itu menggambarkan suatu inferioritas, ditambah dengan keangkuhan bangsa Arab yang diperlihatkan pada masa Bani Umayyah.
c. Lemahnya pemerintahan daulat Bani Umayyah juga disebabkan oleh sikap hidup mewah di lingkungan istana sehingga anak-anak khalifah tidak sanggup memikul beban berat kenegaraan tatkala mereka mewarisi kekuasaan. Disamping itu, para Ulama banyak yang kecewa karena perhatian penguasa terhadap perkembangan agama sangat kurang.
d. Penyebab langsung tergulingnya kekuasaan dinasti Bani Umayyah adalah munculnya kekuatan baru yang dipelopori oleh keturunan al-Abbas ibn Abd al-Muthalib. Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari Bani Hasyim dan kaum mawali yang merasa dikelas duakan oleh pemerintahan Bani Umayyah.

C. Ilmuwan Muslim Bani Umayah Dan Perannya
1. Ilmu Pengetahuan Umum
a. Khalid bin Yazid bin Mu‘awiyah
Beliau adalah orang pertama yang menerjemahkan buku tentang astronomi, kedokteran, dan kimia. Di samping itu Khalid bin Yazid merupakan seorang penyair dan orator yang terkenal.
b. Sibawaih Beliau adalah seorang ilmuwan bahasa yang menyusun kaidah – kaidah bahasa Arab. Kaidah – kaidah itu tersusun dalam bukunya yang berjudul al-Kitab.
c. Ibnu al-Muqaffa
Sebelum masuk Islam namanya Abu Amr. Beliau banyak menerjemahkan buku-buku dari India dan Persia. Karyanya yang termasyhur adalah Kalilah wa Dimnah.
d. Ibnu Rusydi
Beliau adalah ilmuwan kedokteran
2. Ilmu Pengetahuan Agama
Dalam bidang ini, muncul tokoh yang terkenal, seperti Ibnu Hazm (994-1064 M) di Kordoba. Bukunya yang terkenal adalah Risālah fi Fadā’il Ahl al-Andalus (risalah tentang keistimewaan orang Andalus). Ulama – ulama lain yang muncul, di antaranya, adalah Hasan al-Basri, Ibnu Syihab az-Zuhri, dan Wasil bin Ata. Ibnu Taimiyah adalah tokoh mazhab fiqih bani umayah di spanyol
3. Seni dan Kebudayaan
Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, bidang seni terutama kesusastraan juga mulai berkembang.Pada masa ini muncul sastrawan – sastrawan Arab yang terkenal. Sastrawan – sastrawan itu, diantaranya, adalah Jamil al-Uzri (wafat 701 M), al-Akhtal (wafat 710 M), Umar bin Abu Rabi’ah (wafat 719 M), al-Farzdaq (wafat 732 M), Qays bin Mulawwah, yang terkenal dengan nama Laila Majnun (wafat 699 M), dan Jarir (wafat 792 M).
Demikianlah perkembangan ilmu pengertahuan pada masa Bani Umayyah.Munculnya tokoh – tokoh di atas menjadi bukti perkembangan itu.Ilmu – ilmu yang muncul dan berkembang pada waktu itu memberikan sumbangan yang sangat besar hingga kini.

D. Khalifah Umar bin Badul Aziz
Beliau sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya sehingga mereka merasa tercukupi segala keperluannya. Pernah terjadi di zamannya seorang lelaki membawa harta yang begitu besar jumlahnya kemudian ingin membagikan kepada yang memerlukan, namun tidak ada seorang pun yang datang untuk mengambil harta itu karena mereka telah tercukupi keperluannya.
Sebelum menjadi khalifah Saiyidina Umar bin Abdul Aziz adalah orang yang hidup mewah dari harta yang halal. Namun begitu dilantik menjadi khalifah segala harta bendanya diserahkan kepada baitul mal, beliau begitu serius menjalankan amanah Allah hingga tidak ada waktu lagi untuk hal-hal lain. Isterinya meriwayatkan bahwa setiap kali beliau pulang ke rumah malam hari, beliau akan duduk di tempat sembahyang menangis dan berdoa hingga tertidur. Apabila beliau terjaga beliau menangis dan berdoa lagi dan begitulah seterusnya hingga subuh.
Pada hari kedua pengangkatannya, ia segera bergegas menuju panggung kehormatan yang didirikan dalam rangka tatap muka antara khalifah baru dengan tokoh-tokoh masyarakat. Sesaat setelah ia melangkahkan kakinya, terlihatlah iring-iringan megah, yag ditenganya terdapat seekor kuda jantan perkasa yang dihiasi dengan mewah untuk dinaiki khalifah hari itu. Ia terpana sejenak, lalu dengan ada tidak mengerti ia bertanya, “apa-apaan ini?”. “Ini kuda yang belum pernah dinaiki oleh siapapun. Dan hal serupa ini selalu disiapkan untuk khalifah baru”, jawab pengiringnya. ”Hai muzahin! Sita dan masukkan ke dalam baitul mal!” perintahnya dengan tegas.
Kini sampailah ia ke panggung megah itu. Sebelumnya ia bertanya, “apa pula ini?”. “Ini panggung kehormatan yang disediakan untuk menyambut khalifah baru!” jawab mereka. “Muzahin! Sita dan masukkan ke baitul mal!”. Dimintanya sehelai tikar kecil, dihamparkannya diatas tanah, kemudian dengan tenang dan anggun ia duduk disana.
Beberapa orang mempersembahkan seperangkat pakaian sutera dari jenis terbaik, mewah dan gemerlapan. “apa pula ini?” tanya khalifah. “Ini seperangkat pakaian kebesaran bagi khalifah baru” jawab mereka ketakutan. “Muzahin! Sita barang-barang ini, masukkan ke baitul mal!”

Gebrakan pertama beliau sebagai seorang pemimpin yang kreatif dan inovatif tatkala menerima amanah jabatan sebagai khalifah adalah mengembalikan semua harta dan tanah yang diambil oleh pemerintahan khilafah Bani Umayyah sebelum beliau dari masyarakat melalui tekanan kekuasaan kepada para pemiliknya. Bilamana pemilik tanah dan harta aslinya sudah tidak diketahui lagi maka hata dan tanah itu dikembalikan kepada baitul mal, untuk digunakan bagi keperluan kaum muslimin. Para pejabat dari kalangan Bani Umayyah melepaskan seluruh harta yang mereka bagi-bagikan, harta sumbangan, dan harta yang mereka ambil.
Khalifah Umar bin Abdul Aziz memulai dari dirinya sendiri dengan cara menyerahkan seluruh harta yang dimilikinya, seluruh kuda tunggangannya, dan seluruh minyak wanginya serta seluruh perhiasannya. Kemudian dijual seharga 23 ribu dinar atau sekitar 11,5 miliar rupiah dan dia masukkan ke Baitul Mal.
Tentu saja langkah tersebut diikuti secara serempak oleh para pejabat dari kalangan Bani Umayyah sehingga dengan gerakan yang beliau lakukan dalam tempo sekitar dua tahun, krisis ekonomi yang terjadi pada pemerintahan sebelumnya bisa diatasi. Bahkan distribusi kekayaan sedemikian merata sehingga tidak ada rakyat yang menjadi mustahiq zakat lantaran fakir atau miskin. Pengentasan kemiskinan yang beliau lakukan bukan sekedar retorika. Karena memang terjadi gerakan ekonomi pro rakyat tersebut dari atas secara nyata.
Bila para pejabat sebelumnya selalu ingat kepentingan pribadinya saat menjalankan tugasnya sebagai pejabat negara, maka Khalifah Umar bin Abdul Aziz memberikan teladan gerakan para pejabat yang selalu ingat tugas negara yang dipikulkan oleh Allah SWT kepadanya saat sedang menikmati kehidupan pribadi. Dengan cara berfikir seperti itu niscaya tidak ada kemaslahatan rakyat yang tidak diurus dan tidak ada kebutuhan rakyat yang tak terpenuhi serta tidak ada keinginan rakyat yang terabaikan.
Pejabat seperti khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah pejabat yang sadar betul bahwa jabatan adalah amanat Allah yang bakal dimintai pertangungjawaban kelak di hari kiamat ketika mulut terkunci, tangan yang berbicara, dan kaki menjadi saksi. Sungguh Rasululullah SAW mengajarkan kepada kita memilih pejabat yang amanah seperti Umar bin Abdul Aziz yang terbukti nyata mampu menjalankan amanah mengurus rakyat dengan hukum syariah-Nya.

LATIHAN
A. Jawablah soal-soal dibawah ini dengan baik dan benar dengan member tanda silang (x) pada jawaban yang benar!
1. Berdirinya Daulah Umayyah diawali dari Perang……
a. Perang Sifin
b. Perang Badar
c. Perang Tabuk
d. Perang Salib
2. Perang Sifin diakhiri peristiwa tahkim yang menyebabkan munculnya Perselisihan antara…
a. Ali bin Talib dengan Mu’awiyah bin Abu Sufyan
b. Abu Bakar sidiq dengan Mu’awiyah bin Abu sufyan
c. Mu’awiyah bin Abu sufyan dengan Umar bin Abdul Aziz
d. Umar bin Khatab dengan Ali bin Abi Tholib
3. kelompok di pihak Ali bin Abi Talib yang tidak menerima hasil tahkim yaitu…
a. al-Khawarij
b. Syiah
c. Mu’tazilah
d. As’ariyah
4. Peristiwa penyerahan kekuasaan dari Hasan bin Ali kepada Mu’awiyah bin Abu Sufyan itu terkenal dengan sebutan…
a. amul jama’ah atau tahun penyatuan
b. Tahun penyerahan
c. Tahun Kegagalan
d. Tahun Kesedihan
5. Peristiwa penyerahan itu terjadi pada tahun…..
a. 41 H atau 661 M
b. 42 H atau 662 M
c. 43 H atau 663 M
d. 44 H atau 664 M
6. khalifah bani Umayyah yang ke-4 adalah…
a. Abdul Malik bin Marwan – (685M-705M)
b. Marwan bin Hakam (Marwan I) – (684M-685M)
c. Umar bin Abdul Aziz (Umar II) – (717M-720M)
d. Al-Walid bin Abdul Malik (Al-Walid I) – (705M-715M)
7. Ekspansi ke barat secara besar-besaran dilanjutkan dijaman…
a. Ibrahim bin Walid – (744M)
b. Yazid bin Walid (Yazid III) – (744M)
c. Al-Walid Ibn Abd Abdul Malik (705M-714M)
d. Marwan bin Muhammad (Marwan II) – (744M-750M)
8. Salah satu kemajuan yang paling menonjol pada masa pemerintahan dinasti Bani Umayyah adalah kemajuan dalam system…..
a. Pengairan
b. Pertanian
c. Militer
d. Perekonomian
9. Yang menerjemahkan buku tentang astronomi pada masa bani Umayyah adalah….
a. Ibnu Rusyd
b. Sibawaih
c. Ibnu al-Muqaffa
d. Khalid bin Yazid bin Mu‘awiyah
10. Khalifah Umar bin Badul Aziz sosok pemimpin yang…..
a. Suka berfoya-foya
b. Salih dan sederhana
c. Jahat dan Otoriter
d. Suka berkujung kerumah rakyatnya

B. Jawablah pertanyaan dibawah ini!
1. Terangkan berdirinya Daulah Umayyah !
2. Diantara 14 khalifah pada daulah umayyah ada 4 khalifah yang menonjol dalam kepemimpinannya yaitu?
3. Jelaskan Perkembangan kebudayaan peradaban Islam pada masa Bani Umayah!
4. Sebutkan Ilmuwan muslim bani umayah dan perannya!
5. Terangkan kepemimpin pada masa Khalifah Umar bin Badul Aziz!

Category: pendidikan
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>