kudabayor

Archive for Februari 18th, 2011

Pembukaan Catur

by on Feb.18, 2011, under Catur

Setelah kita mengetahui peraturan dalam permainan catur, notasinya maka kita bisa memulai bermain. dalam permainan catur ada 3 babak yang harus di lalui, yaitu pembukaan, pertengahan dan babak akhir. berikut ini kita bahas babak pembukaan

Pembukaan catur adalah tahapan pertama dalam sebuah permainan catur. Terdapat sejumlah lusin pembukaan yang berbeda, ratusan ragam nama. Serangkaian gerakan pembukaan yang dianggap standar (sering dikatalogkan di buku rujukan seperti Encyclopedia of Chess Openings) disebut sebagai “buku bergerak” atau singkatnya “buku”. Rangkaian gerakan baru dalam pembukaan disebut sebagai “pembukaan baru teoretis”.

Pembukaan catur merupakan strategi untuk memperoleh kemenangan dan sangat menentukan pertahanan dalam menghadapi serangan lawan.

Kata Pembukaan dipakai bila setelah langkah Putih baru ada nama dari pembukaan itu contohnya : 1. f4.. (Pembukaan Bird…); 1. e4 e5. 2. Gc4.. (Pembukaan Gajah Raja); dan lain-lain.

Kata Pertahanan dipakai bila setelah langkah Hitam baru diberi nama dari pembukaan tersebut, contohnya : 1. e4 Kf6… (Pertahanan Alekhine…); 1. d4 Kf6. 2. c4 c5… (Pertahanan Benoni); dan lain-lain.

Jenis-jenis Pembukaan

Gambit

  1. Gambit Balasan Albin. 1. d4 d5. 2. c4 e5. 3. dxe5 d4. keterangan : Usaha keras untuk merebut inisiatif yang sering menghasilkan bentuk rokade berlawanan
  2. Gambit Benko. 1. d4 Kf6. 2. c4 c5. 3. d5 b5. 4. cxb5. keterangan : Hitam korban satu bidak agar dapat melakukan tekanan di sayap-menteri.
  3. Gambit Blackmar Diemer. 1. d4 d5 2. e4 dxe4 3. Kc3 Kf6 4. f3. keterangan : Pilihan tajam, agak riskan, Putih main korban untuk perkembangan buah.
  4. Gambit Budapest. 1. d4 Kf6 2. c4 e5. keterangan : Hitam hampir selalu bisa merebut kembali bidak gambitnya. Tetapi waktu yang dihabiskan Hitam untuk merebut kembali bidak itu, menyebabkan Putih sedikit lebih unggul.
  5. Gambit Denmark. 1. e4 e5 2. d4 exd4 3. c3 dxc3 4. Gc4. keterangan : Gambit berbahaya, penuh tipuan, akan tetapi Hitam dengan mudah mengimbangi asalkan mengembalikan bidak gambit itu disaat yang tepat.
  6. Gambit Evans. 1. e4 e5 2. Kf3 Kc6 3. Gc4 Gc5 4. b4. keterangan : Pembukaan yang cocok bagi yang senang taktis dan paham main terbuka.
  7. Gambit Raja. 1. e4 e5 2. f4. keterangan : Pertempuran tajam sejak awal permainan
  8. Gambit Latvia. 1. e4 e4 2. Kf3 f5. keterangan : Serangan balik yang tajam tapi punya reputasi tidak baik.
  9. Gambit Morra. 1. e4 c5 2. d4 cxd4 3. c3. keterangan : Gambit berbahaya yang memungkinkan Putih menghindari jalur utama dalam Sisilia.
  10. Gambit Menteri. 1. d4 d5 2. c4. keterangan : Pembukaan populer dengan permainan aktif untuk kedua pihak.

Pertahanan

  1. Pertahanan Alekhine. 1. e4 Kf6. keterangan : Hitam berupaya agar Putiy memajukan bidak-bidak tengahnya jauh kedepan, lalu membendungnya untuk kemudian memusnahkannya.
  2. Pertahanan benoni. 1. d4 Kf6. 2. c4 c5. keterangan : Hitam membentuk system penguasaan sayap-menteri dengan mayoritas bidak dan tekanan sepanjang lajur setengah terbuka dan penguasaan diagonal gajah Raja fiansetonya.
  3. Pertahanan India Bogo. 1. d4 Kf6 2. c4 e6 3. Kf3 Gb4. keterangan : Pertahanan solid dengan Hitam ingin cepat menukar Gajah Rajanya.
  4. Pertahanan Caro-Kann. 1. e4 c5. keterangan : Pertahannan sehat bagi Hitam yang menunda pertarungan sampai posisinya solid.
  5. Pertahanan Skandinavia. 1. e4 d5. keterangan : Pertahanan ini cocok bagi merekan yang menginginkan pertahanan lengkap tanpa banyak belajar variasi 2. exd5 Mxd5 menyebabkan susunan bidak mirip Caro-Kann
  6. Pertahanan Belanda. 1. d4 f5. keterangan : Hitam mencegah Putih main e4 dan menata posisi bidak-bidak dipusat.
  7. Pertahanan Perancis. 1. e4 e6. keterangan : Pertahan kuat dan solid yang punya reputasi.
  8. Pembukaan Italia/Giuco Piano. 1. e4 e5 2. Kf3 Kc6 3. Gc4 Gc5. keterangan : Putih menunda tusukan d4 sebelum didukung oleh c3 agar diperoleh dua bidak di medan-tengah
  9. Pertahanan Grunfeld. 1. d4 Kf6 2. c4 g6 3. Kc3 d5. keterangan : Dilandasi teori hypermodern, bidak pusat yang luas dapat jadi sasaran atau sebagai keunggulan.
  10. Pertahanan India Raja. 1.d4 Kf6 2. c4 g6 3. Kc3 Gg7. keterangan : Hitam membiarkan Putih membentuk kubu bidak di medan tengah untuk kemudian digempur.
  11. Pertahanan Modern. 1.e4 g6 2. d4 Gg7. keterangan : Strategi Hitam ialah menggempur serta mengobrak-abrik medan-tengah Putih.
  12. Pertahanan Hindia Nimzo. 1. d4 Kf6 2. c4 e6 3. Kc3 Gb4. keterangan : Hitam membiarkan Putih mendapat pasangan Gajah dan sebagai imbalannya perwira hitam lebih cepat berkembang dan dalam berbagai variasinya, menekan bidak-tumpuk Putih di lajur c sebagai sasaran.
  13. Pertahanan Nimzovich. 1. e4 Kc6. keterangan : Satu lagi gaya hypermodern. Hitam membiarkan bidak Putih maju di pusat. Medan-tengah seringkali jadi tertutup.
  14. Pertahanan Hindia Tua. 1. d4 Kf6 2. c4 d6. keterangan : Pertahanan yang pasif dengan susunan bidak mirip Hindia Raja tapi tanpa fianseto Gajah Raja.
  15. Pertahanan Petroff. 1. e4 e5 2. Kf3 Kf6. keterangan : Meskipun mendapat reputasi solit, pertahanan ini memiliki harapan untuk menyerang balik.
  16. Pertahanan Philidor. 1. e4 e5 2. Kf3 d6. keterangan : Meski cukup solid namun Hitam punya kendala dalam mobilitas buahnya.
  17. Pertahanan Pirc. 1. e4 d6 2. d4 Kf6 3. Kc3 g6. keterangan : Hitam bertujuan mengganggu medan-tengah Putih dan kemudian memanfaatkan Gajah fiansetonya.
  18. Pertahanan Ponziani. 1. e4 e5 2. Kf3 Kc6 2. c3. keterangan : Putih membangun medan-tengah yang kuat.
  19. Pertahanan Hidia Menteri. 1. d4 Kf6 2. c4 e6 3. Kf3 b6. keterangan : Dewasa ini dianggap pertahanan paling sehat oleh para Master.
  20. Pertahanan Sililia. 1. e4 c5. keterangan : Pertahanan terpopuler terhadap e4. Melalui lajur-c setengah terbuka, Hitam melancarkan serangan balik. Dalam permainan tengah banyak terdapat pukulan taktis berbahaya.
  21. Pertahanan Dua Kuda. 1. e4 e5 2. Kf3 Kc6 3. Gc4 Kf6. keterangan : kedua pihak siap bermain api, siapa lengah akan fatal.

Serangan

  1. Serangan Grob. 1.g4. keterangan : Nilai kejutannya luar biasa, tapi tidak banyak mendukung posisi Putih.
  2. Serangan Marshall. 1. e4 e5 2. Kf3 Kc6 3. Gb5 a6 4. Ga4 Kf6 5. 0-0 Ge7 6. Be1 b5 7. Gb3 0-0 8. c3 d5. keterangan : Perlawanan aktif para perwira Hitam terhadap Raja putih sangat disukai semua pemain penyerang.
  3. Serangan Larsen. 1. b3. keterangan : Gaya hypermodern dengan fianseto Putih.

Lain-lain

  1. Pembukaan Bird. 1. f4. keterangan : Ide strateginya, terutama menguasai e5, mirip dengan Pertahanan Belanda.
  2. Pembukaan Gajah Raja. 1. e4 e5 2. Gc4. keterangan : Upaya Putih memainkan Gajah agar cepat menekan sayap Raja hitam.
  3. Pembukaan Inggris. 1. c4. keterangan : Pembukaan populer yang sering bertranposisi, memiliki pertempuran posisi yang kompleks.
  4. Pembukaan Empat Kuda. 1. e4 e5 2. Kf3 Kc6 3. Kf6 Kc3. keterangan : Permainan solid jika kedua pihak tidak berupaya dinamis
  5. Pembukaan Reti. 1. Kf3. keterangan : Sistem hypermodern yang mengawasi medan-tengah dari jarak jauh. Cirinya ialah manuver yang lamban dan berpeluang main sebagai Hitam dengan menang satu tempo.
  6. Pembukaan Spanyol/Ruy Lopez. 1. e4 e5 2. Kf3 Kc6 3. Gb5. keterangan : Pembukaan sangat populer. Putih langsung menekan medan-tengah Hitam. Pertempuran bisa menjurus sangat tajam atau bergaya posisionil.
  7. Pembukaan Skot. 1. e4 e5 2. Kf3 Kc6 d4. keterangan : Pembukaan ini bersifat memaksa dan balasan Hitam agak terbatas. Putih dapat mengendalikan permainan.
  8. Pembukaan Tiga Kuda. 1. e4 e5 2. Kf3 Kc6 3. Kc3. keterangan : Langkah Putih hanya pengembangan buah, tidaklah memberi masalah apa-apa bagi Hitam.
  9. Pembukaan Wina. 1. e4 e5 2. Kc3. keterangan : Putih berkembang dengan tenang, namun tetap menyiapkan f4 yang tajam.
  10. Pembukaan Benko. 1. g3. keterangan : Gaya hypermodern Putih dengan tema pertahanan fianseto terbalik.
  11. Sistem Katalan. 1. d4 Kf6 2. c4 e6 3. g3. keterangan : Putih menghindar dari variasi yang lazim dengan arah perkembangan buah yang lebih dinamis dan ikut gaya hypermodern.
  12. Sistem Colle. 1. d4 d5 2. Kf3 Kf6 3. e3 c5 4. c3. keterangan : Sistem solid dengan tujuan strategi yang mudah dimengerti.
Leave a Comment : more...

Notasi Catur

by on Feb.18, 2011, under Catur

Sebelum kita mulai bermain catur, ada baiknya kita terlebih dahulu mengetahui notasi catur

Notasi catur adalah sistem penulisan buat permainan catur untuk penempatan dan analisis. Sebelum Perang Dunia II biasa disebut notasi gambar, kemudian notasi aljabar, yang berdasar pada sistem koordinat papan catur.

Seperti yang terlihat pada gambar di atas, penomoran notasi dari bidak putih, contoh penulisan notasi raja putih pada papan catur terletak di E1, sedangkan raja hitam terletak pada E8.

singkatan untuk bidak bidaknya di taruh di depan notasi.

Misalnya, untuk Raja maka Penulisannya RE1, Mentri Penulisannya MD1, gajah GC1, Kuda KB1 dan Benteng BA1. Sedangkan untuk pion tidak perlu di tuliskan pionnya, cuma di tulis notasinya saja. sehingga kalo di gambarkan maka papan catur tersebut seperti ini.

erikut ini sering digunakan untuk sistem komputer terkait catur (di samping notasi koordinat):

  • Portable Game Notation (PGN). Inilah notasi paling umum yang berdasarkan dari notasi catur aljabar, untuk mencatat permainan catur dalam format yang cocok untuk pemrosesan komputer.
  • Steno-Chess. Format lain yang cocok untuk pemrosesan komputer. Ini mengurangi kemampuan bermain karena kesingkatannya, yang mengurangi angka karakter yang diperlukan untuk menyimpan permainan.
Leave a Comment : more...

HashMap

by on Feb.18, 2011, under Java

HashMap Adalah class implementasi dar Map, Map itu sendiri adalah interface yang memiliki fungsi untuk memetakan nilai dengan key unik. HashMap berfungsi sebagai memory record management, dimana setiap record dapat disimpan dalam sebuah Map. kemudian setiap Map diletakkan pada vektor, list atau set yang masih turunan dari collection. HashMap sangatbaik untuk menghandle resultset dari query.

berikut contohnya

import java.util.*;

public class HashMap1 {
public static void main( String[] args )
{
Map map= new HashMap();
map.put(“English”,”Cat”);
map.put(“Indonesia”,”Kucing”);

//mengambil data map dengan method get()
System.out.println(map.get(“English”));
System.out.println(map.get(“Indonesia”));

//Meletakkan map ke vector
Vector mhsList = new Vector();
mhsList.add(map);
//menambah record
map=new HashMap();
map.put(“English”,”Dog”);
map.put(“Indonesia”,”Anjing”);
mhsList.add(map);

//mencetak virtual table (vector mhsList)
for (int i=0;i<mhsList.size();i++){
System.out.print(((Map)mhsList.get(i)).get(“English”) +”\t”);
System.out.println(((Map)mhsList.get(i)).get(“Indonesia”) +”\t”);

}
}
}

Leave a Comment : more...

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!