PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN MIGRASI

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A. LATAR BELAKANG

Pertumbuhan penduduk yang makin cepat, mendorong pertumbuhan aspek-aspek kehidupan yang meliputi aspek sosial, ekonomi, politik, kebudayaan dan sebagainya. Dengan adanya pertumbuhan aspek-aspek kehidupan tersebut, maka bertambahnya sistem mata pencaharian hidup dari homogen menjadi kompleks.

Berbeda dengan makhluk lain, manusia mempunyai kelebihan dalam kehidupan. Manusia dapat memanfaatkan dan mengembangkan akal budinya. Pemanfaatan dan pengembangan akal budi telah terungkap paad perkembangan kebudayaan, baik kebudayaan yang bersifat rohaniyah, maupun kebudayaan kebendaan.

Akibat dari kebudayaan ini telah mengubah cara berpikir manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Sehubungan dengan hal tersebut dalam pokok bahasan ini akan ditelaah mengenai pertumbuhan penduduk, perkembangan kebudayaan dan timbulnya pranata-pranata akibat perkembangan kebudayaan.

  1. B. RUMUSAN MASALAH
    1. Bagaimana mengetahui nilai pertumbuhan penduduk ?
    2. Apa itu Migrasi ?
    3. Bagaimana perkembangan kebudayaan di Indonesia ?
    4. Bagaimana hubungan kebudayaan terhadap kehidupan manusia ?
    5. Kebudayaan apa saja yang masuk di Indonesia ?

BAB II

PEMBAHASAN

  1. I. PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN MIGRASI
    1. 1. Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk adalah Perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu unit” untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia.

1.1 Nilai Pertumbuhan Penduduk

Dalam demografi dan ekologi, nilai pertumbuhan penduduk (NPP) adalah nilai kecil dimana jumlah individu dalam sebuah populasi meningkat. NPP hanya merujuk pada perubahan populasi pada periode waktu unit, sering diartikan sebagai persentase jumlah individu dalam populasi ketika dimulainya periode.

Ini dapat dituliskan dalam rumus:  P = Poekt

Cara yang paling umum untuk menghitung pertumbuhan penduduk adalah rasio, bukan nilai. Perubahan populasi pada periode waktu unit dihitung sebagai persentase populasi ketika dimulainya periode. Yang merupakan:

Ketika pertumbuhan penduduk dapat melewati kapasitas muat suatu wilayah atau lingkungan hasilnya berakhir dengan kelebihan penduduk. Gangguan dalam populasi manusia dapat menyebabkan masalah seperti polusi dan kemacetan lalu lintas, meskipun dapat ditutupi perubahan teknologi dan ekonomi. Wilayah tersebut dapat dianggap “kurang penduduk” bila populasi tidak cukup besar untuk mengelola sebuah sistem ekonomi.

  1. 2. Migrasi

Migrasi adalah perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain, hal ini dimaksudkan untuk mengurangi terjadinya kepadatan penduduk di dalam satu daerah serta memeratakan penyebaran penduduk.

2.1 Macam – macam Migrasi

Berikut adalah macam-macam migrasi :

  1. Transmigrasi

Transmigrasi adalah perindahan penduduk dari suatu pulau yang padat penduduknya ke pulau yang jarang penduduknya.

  1. Urbanisasi

Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke daerah perkotaan, kejadidan ini di akibatkan anggapan bahwa adanya anggapan fasilitas di daerah perkotaan lebih lengkap dan banyaknya lapangan pekerjaan.

  1. Imigrasi

Imigrasi adalah perpindahan penduduk dari luar negeri ke dalam negeri

  1. Emigrasi

Emigrasi adalah perpindahan penduduk dari dalam negeri ke luar negeri.

  1. Reurbanisasi

Reurbanisasi adalah perpindahan penduduk dari kota kembali ke desa.

  1. Remigrasi

Remigrasi adalah perpindahan penduduk kembali ke negara asal.

Dampak positif dari migrasi penduduk selain mampu mengurangi kepadatan penduduk, dalam suatu daerah, memeratakan penyebaran penduduk, membuka lahan baru memajukan daerah yang tertinggal serta mampu membuat lapangan kerja baru di daerah tersebut, selain itu migrasi penduduk mempunyai dampak yang negative yaitu kurangnya sosialisasi dan keterampilan menimbulkan masalah baru yaitu pengangguran dan kemiskinan, kurangnya fasilitas yang di berikan pemerintah membuat masyarakat kurang mampu mengembangkan potensi saat berada di daerah baru.

2.2 Teori Migrasi

  1. Teori gravitasi oleh Revenstein, hukum-hukumnya adalah:
    1. Semakin jauh jarak, semakin berkurang volume migran
    2. Setiap arus migran yang benar akan menimbulkan arus baliksebagai gantinya.
    3. Perbedaan desa dengan kota yang menyebabkan timbulnya migrasi
    4. Wanita cenderung bermigrasi ke daerah-daerah yang dekat letaknya
    5. Kemajuan teknologi akan mengakibatkan intensitas migrasi
    6. Motif utama migrasi adalah ekonomi
  1. Teori dorong tarik (push-pull theory) oleh Everret S. Lee-1966, mengemukakan 4 faktor yang berpengaruh pada seseorang untuk bermigrasi
    1. Faktor-faktor yang terdapat di daerah asal
    2. Faktor-faktor yang terdapat di daerah tujuan
    3. Faktor-faktor rintangan
    4. Faktor pribadi

Migrasi internal terjadi antara dua unit geografis dalam satu negara atau pengirimMigrasi internasional, terjadi antar negara yang kemudian dikenal konsep Emigrasi dan Imigrasi.

Emigrasi adalah migrasi internasional dipandang dari negara asal  atau pengirim. Imigrasi adalah migrasi internasional dipandang dari negara penerima atau negara tujuan.

Rumus tingkat migrasi : jumlah migrasi dalam 1th x 1000

Jumlah penduduk

Contoh: negara Indonesia pada tahun 2000 jumlah penduduk 650.000, terdapat perpindahan penduduk ke Singapura sebesar 650.000 orang

650.000 ___ x 1000 =1

650.000.000

  1. II. PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN

2.1 Pengertian Kebudayaan

Selain kependudukan dalam suatu negara kebudayan adalah hal yang juga harus di jadikan proritas bagi pemerintah karena kebudayaan adalah indentitas suatu bangsa, jadi apa pengertian dari kebudayaan itu sendiri, kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari budhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang menyangkut budi atau akal manusia. Dalam bahasa inggris budaya adalah culture yang berasal dari kata latin colere yaitu mengolah atau mengerjakan. Kebudayaan menurut E.B.Tayor dalam buku “Primitive culture” adalah komplikasi atau jalinan keseluruhan yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, keagamaan, hukum, adat istiadat serta kenyataan dan kebiasaan lain yang dilakuakan manusia sebagai anggota masyarakat.

2.2 Perkembangan Kebudayaan di Indonesia

Perkembangan kebudayaan di Indonesia merupakan perkembangan kebudayaan yang pesat hal ini di akibatkan keanekaragaman budaya karena bentuk negara Indonesia yang merupakan kedalam negara kepulauan, setiap daerah mempunyai kebudayan mereka masing-masing di mulai dari kesenian , olah raga, kerajinan tangan, kuliner dan pakian daerah.

Contohnya adalah Di bidang busana warisan budaya yang terkenal di seluruh dunia adalah kerajinan batik. Beberapa daerah yang terkenal akan industri batik meliputi Yogyakarta, Surakarta, Cirebon, Pandeglang, Garut, Tasikmalaya dan juga Pekalongan. Kerajinan batik ini pun diklaim oleh negara lain dengan industri batiknya.[58] Busana asli Indonesia dari Sabang sampai Merauke lainnya dapat dikenali dari ciri-cirinya yang dikenakan di setiap daerah antara lain baju kurung dengan songketnya dari Sumatera Barat (Minangkabau), kain ulos dari Sumatra Utara (Batak), busana kebaya, busana khas Dayak di Kalimantan, baju bodo dari Sulawesi Selatan, busana berkoteka dari Papua dan sebagainya

Namun perkembangan keanekaragaman kebudayaan-kebudayaan di Indonesia tidak lepas dari masuknya kebudayaan hindu, budha, islam serta barat. Kebudayaan-kebudayaan tersebut berbaur sehingga menciptakan suatu jenis kebudayaan baru contohnya adalah islam kejawen yang masih banyak dianut masyarakat di derah yogya.

Secara garis besar kebudayaan Indonesia dapat kita klasifikasikan dalam dua kelompok besar. Yaitu Kebudayaan Indonesia Klasik dan Kebudayaan Indonesia Modern. Para ahli kebudayaan telah mengkaji dengan sangat cermat akan kebudayaan klasik ini. Mereka memulai dengan pengkajian kebudayaan yang telah ditelurkan oleh kerajaan-kerajaan di Indonesia. Sebagai layaknya seorang pengkaji yang obyektif, mereka mengkaji dengan tanpa melihat dimensi-dimensi yang ada dalam kerajaan tersebut. Mereka mempelajari semua dimensi tanpa ada yang dikesampingkan. Adapun dimensi yang sering ada adalah seperti agama, tarian, nyanyian, wayang kulit, lukisan, patung, seni ukir, dan hasil cipta lainnya.

Seorang pengamat memberikan argumennya tentang kebudayaan indonesia modern. Dia mengatakan bahwa kebudayaan Indonesia modern dimulai ketika bangsa Indonesia merdeka. Bentuk dari deklarasi ini menjadikan bangsa Indonesia tidak dalam kekangan dan tekanan. Dari sini bangsa Indonesia mampu menciptakan rasa dan karsa yang lebih sempurna.

Kebudayaan Indonesia yang multikultur seperti itu, ketika dikaji dari sisi dimensi waktu, dapat dibagi pula pengertiannya :

  1. Pertama, kebudayaan (Indonesia) adalah kebudayaan yang sudah terbentuk. Definisi ini mengarah kepada pengertian bahwa kebudayaan Indonesia adalah keseluruhan pengetahuan yang tersosialisasi/internalisasi dari generasi-generasi sebelumnya, yang kemudian digunakan oleh umumnya masyarakat Indonesia sebagai pedoman hidup. Jika dilacak, kebudayaan ini terdokumentasi dalam artefak/atau teks. Melihat kebudayaan dari sisi ini, kita akan mudah terjebak kepada dua hal. Pertama, apa yang sudah ada itu diterima sebagai sesuatu yang sudah baik bahkan paripurna. Ungkapan seperti kebudayaan Jawa adalah kebudayaan yang adiluhung, merupakan contoh terbaiknya. Di sini, apa yang disebut kebudayaan adalah dokumen text (Jawa termasuk sastra-sastra lisan) yang harus dijadikan pedoman kalau kita tidak ingin kehilangan ke-jawa-annya. Ungkapan: “ora Jawa” atau “durung Jawa” adalah ungkapan untuk menilai laku (orang Jawa) yang sudah bergeser dari text tersebut.
  1. Kedua, kebudayaan (Indonesia) adalah kebudayaan yang sedang membentuk. Pada definisi kedua ini menjelaskan adanya kesadaran bahwa sebetulnya, tidak pernah (baca: terlalu sedikit) ada masyarakat manapun di dunia ini yang tidak bersentuhan dengan kebudayaan dan peradaban lain, termasuk kebudayaan Indonesia atau kebudayaan Jawa. Hanya saja ada pertanyaan serius untuk memilih definisi kedua ini, yaitu bagaimana lalu kebudayaan kita berdiri tegak untuk mampu menyortir berbagai elemen kebudayaan asing yang cenderung capitalism yang notabene, dalam batas-batas tertentu, negative (baca: tidak cocok)? Pada saat yang sama, kebudayaan global yang kapitalistik itu, telah masuk ke berbagai relung-relung kehidupan masyarakat “tanpa” bisa dicegah. Kalau begitu, pertanyaannya ialah: membatasi, menolak, atau mengambil alih nilai-nilai positif yang ditawarkan. Persoalan seperti ini dulu sudah pernah menjadi perdebatan para ahli kebudayaan, sebagaimana yang dilakukan oleh Armen Pane dkk versus Sutan Takdir Alisyahbana (Lihat pada buku Polemik Kebudayaan), dan sampai sekarang pun sikap kita tidak jelas juntrungnya.
  1. Ketiga, adalah kebudayaan (Indonesia) adalah kebudayaan yang direncanakan untuk dibentuk. Ini adalah definisi yang futuristic, yang perlu hadir dan dihadirkan oleh warga bangsa yang menginginkan Indonesia ke depan HARUS LEBIH BAIK. Inilah yang seharusnya menjadi foKus kajian serius bagi pemerhati Indonesia, wa bil khusus para mahasiswa dan dosen-dosen ilmu budaya.

2.3 Kebudayaan yang ada di Indonesia

2.3.1 Kebudayaan hindu, budha

Pada abad 1 Masehi, jalur perdagangan tidak lagi melewati jalur darat (jalur sutera) tetapi, beralih kejalur laut, sehingga secara tidak langsung perdagangan antara Cina dan India melewati selat Malaka. Untuk itu Indonesia ikut berperan aktif dalam perdagangan tersebut.Akibat hubungan dagang tersebut, maka terjadilah kontak/hubungan antara Indonesia dengan, India, dan Indonesia dengan Cina. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab masuknya, budaya India ataupun budaya Cina ke Indonesia. Mengenai siapa yang membawa atau menyebarkan agama Hindu – Budha ke Indonesia, tidak dapat diketahui secara pasti, walaupun demikian para ahli memberikan pendapat tentang, proses masuknya agama Hindu – Budha atau kebudayaan India ke Indonesia. Untuk agama Budha diduga adanya misi penyiar agama Budha yang disebut dengan Dharmaduta, dan diperkirakan abad 2 Masehi agama Budha masuk ke Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan adanya penemuan arca Budha yang terbuat dari perunggu diberbagai daerah di Indonesia antara lain Sempaga (Sulsel), Jember (Jatim), Bukit Siguntang (Sumsel).

2.3.2 Kebudayaan Islam

Masuknya kebudayaan islam di Indonesia juga dipengaruhi oleh pedagan-pedagang dari india dan Gujarat, contoh yang paling jelas yang membantu penyebaran agama islam di Indonesia adalah wali songo.

“Walisongo” berarti sembilan orang wali. Mereka adalah Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Dradjad, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, serta Sunan Gunung Jati. Mereka tidak hidup pada saat yang persis bersamaan. Namun satu sama lain mempunyai keterkaitan erat, bila tidak dalam ikatan darah juga dalam hubungan guru-murid. Era Walisongo adalah era berakhirnya dominasi Hindu-Budha dalam budaya Nusantara untuk digantikan dengan kebudayaan Islam. Mereka adalah simbol penyebaran Islam di Indonesia. Khususnya di Jawa. Tentu banyak tokoh lain yang juga berperan. Namun peranan mereka yang sangat besar dalam mendirikan Kerajaan Islam di Jawa, juga pengaruhnya terhadap kebudayaan masyarakat secara luas serta dakwah secara langsung, membuat “sembilan wali” ini lebih banyak disebut dibanding yang lain.

2.3.3 Kebudayaan Barat

Masuknya kebudayaan barat di Indonesia dimulai sejak adanya penjajahan di Indonesia yaitu oleh bangsa belanda, contohnya adalah bahsa belanda cara berpakaian dan cara penegakan hokum di Indonesia, bahkan sampai saat ini kebudayan barat merupakan kebudayaan yang paling cepat membaur dalam masyarakat.

2.4 Kondisi Budaya yang ada di Indonesia

Kondisi sosial budaya Indonesia saat ini adalah sebagai berikut :

  1. 1. Bahasa

Sampai saat Indonesia masih konsisten dalam bahasa yaitu bahasa Indonesia. Sedangkan bahasa-bahasa daerah merupakan kekayaan plural yang dimiliki bangsa Indonesia sejak jaman nenek moyang kita. Bahasa asing (Inggris) belum terlihat popular dalam penggunaan sehari-hari, paling pada saat seminar, atau kegiatan ceramah formal diselingi denga bahasa Inggris sekedar untuk menyampaikan kepada audien kalau penceramah mengerti akan bahasa Inggris.

  1. 2. Sistem teknologi

Perkembangan yang sangat menyolok adalah teknologi informatika. Dengan perkembangan teknologi ini tidak ada lagi batas waktu dan negara pada saat ini, apapun kejadiannya di satu negara dapat langsung dilihat di negara lain melalui televisi, internet atau sarana lain dalam bidang informatika.

  1. 3. Sistem mata pencarian hidup/ekonomi

Kondisi pereko-nomian Indonesia saat ini masih dalam situasi krisis, yang diakibatkan oleh tidak kuatnya fundamental ekonomi pada era orde baru. Kemajuan perekonomian pada waktu itu hanya merupakan fatamorgana, karena adanya utang jangka pendek dari investor asing yang menopang perekonomian Indonesia.

  1. 4. Organisasi Sosial

Bermunculannya organisasi sosial yang berkedok pada agama (FPI, JI, MMI, Organisasi Aliran Islam/Mahdi), Etnis (FBR, Laskar Melayu) dan Ras.

  1. 5. Sistem Pengetahuan

Dengan adanya LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) diharapkan perkembangan pengetahuan Indonesia akan terus berkembang sejalan dengan era globalisasi.

  1. 6. Religi

Munculnya aliran-aliran lain dari satu agama yang menurut pandangan umum bertentangandengan agama aslinya. Misalnya : aliran Ahmadiyah, aliran yang berkembang di Sulawesi Tengah (Mahdi), NTB dan lain-lain.

  1. 7. Kesenian

Dominasi kesenian saat ini adalah seni suara dan seni akting (film, sinetron). Seni tari yang dulu hampir setiap hari dapat kita saksikan sekarang sudah mulai pudar, apalagi seni yang berbau kedaerahan. Kejayaan kembali wayang kulit pada tahun 1995 – 1996 yang dapat kita nikmati setiap malam minggu, sekarang sudah tidak ada lagi. Seni lawak model Srimulat sudah tergeser dengan model Extravagansa. Untuk kesenian nampaknya paling dinamis perkembangannya.

  1. 8. Sedang menghadapi suatu pergeseran-pergeseran atau \”Shirf\” budaya.

Hal ini mungkin dapat difahami mengingat derasnya arus globalisasi yang membawa berbagai budaya baru serta ketidak mampuan kita dalam membendung serangan itu dan mempertahankan budaya dasar kita.

2.5 Dampak Bagi Masyarakat

Kebudayaan Indonesia adalah serangkaian gagasan dan pengetahuan yang telah diterima oleh masyarakat-masyarakat Indonesia (yang multietnis) itu sebagai pedoman bertingkahlaku dan menghasilkan produks-produk kebudayaan itu sendiri. Hanya persoalannya, ide-ide dan pengetahuan masyarakat-masyarakat Indonesia juga mengalami perubahan-perubahan, baik karena factor internal maupun eksternal.

Berikut dampak kebudayaan Indonesia bagi masyarakat, antara lain:

  1. 1. Pengaruh Positif dapat berupa :
    1. Peningkatan dalam bidang sistem teknologi, Ilmu Pengetahuan, dan ekonomi.
    2. Terjadinya pergeseran struktur kekuasaan dari otokrasi menjadi oligarki.
    3. Mempercepat terwujudnya pemerintahan yang demokratis dan masyarakat madani dalam skala global.
    4. Tidak mengurangi ruang gerak pemerintah dalam kebijakan ekonomi guna mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
    5. Tidak berseberangan dengan desentralisasi.
    6. Bukan penyebab krisis ekonomi.
  1. 2. Pengaruh Negatif berupa :
    1. Menimbulkan perubahan dalam gaya hidup, yang mengarah kepada masyarakat yang konsumtif komersial. Masyarakat akan minder apabila tidak menggunakan pakaian yang bermerk (merk terkenal).
    2. Terjadinya kesenjangan budaya. Dengan munculnya dua kecenderungan yang kontradiktif. Kelompok yang mempertahankan tradisi dan sejarah sebagai sesuatu yang sakral dan penting (romantisme tradisi). Dan kelompok ke dua, yang melihat tradisi sebagai produk masa lalu yang hanya layak disimpan dalam etalase sejarah untuk dikenang (dekonstruksi tradisi/disconecting of culture).
    3. Sebagai sarana kompetisi yang menghancurkan. Proses globalisasi tidak hanya memperlemah posisi negara melainka juga akan mengakibatkan kompetisi yang saling menghancurkan.
    4. Sebagai pembunuh pekerjaan. Sebagai akibat kemajuan teknologi dan pengurangan biaya per unit produksi, maka output mengalami peningkatan drastis sedangkan jumlah pekerjaan berkurang secara tajam.
    5. Sebagai imperialisme budaya. Proses globalisasi membawa serta budaya barat, serta kecenderungan melecehkan nilai-nilai budaya tradisional.
    6. Globalisasi merupakan kompor bagi munculnya gerakan-gerakan neo-nasionalis dan fundamentalis.. Proses globalisasi yang ganas telah melahirkan sedikit pemenang dan banyak pecundang, baik pada level individu, perusahaan maupun negara. Negara-negara yang harga dirinya diinjak-injak oleh negara-negara adi kuasa maka proses globalisasi yang merugikan ini merupakan atmosfer yang subur bagi tumbuhnya gerakan-gerakan populisme, nasionalisme dan fundamentalisme.
    7. Malu menggunakan budaya asli Indonesia karena telah maraknya budaya asing yang berada di wilayah Indonesia.

2.6 Dalam pandangan sosiologi kebudayaan meliputi :

  1. Kebudayaan material, adalah hasil cipta, karsa, yamg berwujud benda-benda atau barang-barang atau alat-alat pengolahan alam. Misalnya gedung, pabrik, jalan, rumah, alat komunikasi, hiburan, mesin dan lain-lain.
  2. Kebudayaan non material, haisl cipta karsa yang berwujud kebiasaan-kebiasan/ adat istiadat, kesusilaan, ilmu pengetahuan, keyakinan, keagamaan dan lain-lain.
  1. III. HUBUNGAN KEBUDAYAAN TERHADAP KEHIDUPAN

3.1 Hubungan manusia dan kebudayaan

Dari sudut pandang antropologi manusia dapat ditinjau dari dua segi yaitu :

  1. Manusia sebagai makhluk biologi yaitu manusia dipelajari dalam ilmu biologi /anatomi
  2. Manusia sebagai makhluk sosio budaya, yaitu menyelidiki seluruh cara hidup manusia, bagaimana manusia dengan akala budinya dan struktur fisiknya dalam mengubah lingkungan berdasarkan pengalamannya. Juga memahami dan melukiskan kebudayaan yang terdapat dalam masyarakat manusia.

3.2 Hubungan Masyarakat dan Kebudayaan

-       Manusia, masyarakat dan kebudayaan merupakan satu kesatuan utuh karena dari ketiga unsur inilah kehidupan mahkluksosial berlangsung.

-       Masyarakat tak dapat dipisahkan dengan manusia karena hanya manusia yang hidup bermasyarakat

-       Dimana orang bermasyarakat akan timbul kebudayaan

3.3 Wujud kebudayaan menurut Koenjtaraningrat

  1. Ide, gagasan, nilai-nilai, norma, peraturan

Sifatnya abstrak tak dapat diraba dan letaknya hanya ada dikepala kita masing-masing.

  1. Kelakuan berpola manusia dalam masyarakat

Misalnya kegiatan berinteraksi, berhubungan, bergaul satu sama lain. Kegiatan tersebut berpola berdasarkan adat istiadat.

  1. Hasil karya manusia, merupakan wujud yang paling kongkrit dapat dilihat, diraba, dirasakan.

Dari ketiga wujud kebudayaan tersebut dapat dirinci menjadi 7 unsur kebudayaan ;

  • Sistem religi dan upacara keagamaan
  • Sistem organisasi kemasyarakatan
  • Sistem pengetahuan
  • Sistem mata pencaharian hidup
  • Sistem teknologi dan peralatan
  • Bahasa
  • Kesenian

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Pertumbuhan penduduk Indonesia yang semakin hari menunjukkan perkembangan yang pesat telah melahirkan berbagai macam persoalan di Negara ini. Perkembangan penduduk Indonesia ternyata memunculkan banyak konflik, dimana pangkal dari persoalan itu adalah kuantitas yang terus bertambah yang tidak diikuti oleh sumber daya manusia yang mendukung. Hal ini menyangkut aspek ekonomi politik sosial bahkan budaya.

Dalam hal ini saya mulai dari aspek ekonomi. Sudah barang tentu dengan pertumbuhan penduduk yang semakin banyak maka akan membutuhkan lapangan kerja untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Dengan demikian pertumbuhan penduduk yang fantastik yang terjadi di Indonesia harus segera mendapatkan perhatian dari pemerintah demi mengantisipasi angka pengangguran yang seiring bertambahnya penduduk tentu akan memicu hal itu.

Kemudian dari aspek politik, perkembangan penduduk Indonesia akan memberikan dampak pada ranah perpolitikan karena dengan suara rakyat yang semakin bertambah dengan semakin banyaknya penduduk akan memunculkan konflik baru dalam dunia perpolitikan yang dengan hal itu akan menimbulkan kecurangan dalam pemilihan umum, sebagaimana yang kita lihat dewasa ini. Disamping itu juga pertumbuhan penduduk yang semakin menjadi akan menumbulkan aspirasi baru dari suara rakyat yang tentunya akan menyibukkan anggota DPR untuk membuat undang-undang baru atau merevisi yang lama sebagai langkah untuk mensejahterakan rakyat, namun demikian langkah yang dilakukan oleh anggota DPR kita masih terkesan lambat dan belum pro rakyat sehingga akan menimbulkan ketidakpuasan di hati rakyat dan tentunya akan mengganggu kedamaian Negara.

Masih ada lagi dampak yang terjadi dengan pertumbuhan penduduk yang pesat, yakni akan menimbulkan banyak kriminalitas sperti yang terjadi belakangan ini, yang hal ini sangat bertalian dengan aspek ekonomi dan budaya. Seperti kasus yang terjadi di Probolinggo dan di daerah lainnya, menurut Pakar Sosiologi Universitas Airlangga, Bagong Suyanto, bahwa kriminalitas yang terjadi belakangan ini lebih di picu oleh dendam pribadi yang di latar belakangi oleh faktor ekonomi, yang kemudian berkesimpulan bahwa penyebat terjadinya semua itu adalah karena masyarakat kita telah kehilangan struktur yang biasanya di jadikan tempat menyelesaikan masalah seperti: Tetua, Tokoh Masyarakat ataupun Ketua Suku.  Hal ini menurut persepsi kami muncul karena seperti yang saya kemukakan di muka adalah karena pesatnya pertumbuhan penduduk tanpa diikuti oleh kualitas kemanusiaan dalam hal ini Sumber Daya Manusia itu sendiri.

Namun demikian pertumbuhan penduduk yang tinggi di bisa di manfaatkan untuk membangun Negara, karena pada dasarnya segala bentuk organisasi membutuhkan kuantitas untuk membuat suatu perubahan, lebih-lebih dalam ketatanegaraan. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana menyeimbangkan antara kuantitas dan kualitas untuk selalu dalam satu tatanan dan terformat dengan baik, sehingga dengan demikian segala macam konflik yang terjadi yang disebabkan oleh pertumbuhan penduduk akan bisa di hentikan atau paling tidak bisa di minimalisir.

DAFTAR PUSTAKA

http://piyapoenya.blogspot.com/2011/01/perpindahan-pendudu-indonesia.html

http://piyapoenya.blogspot.com/2011/01/perkembangan-budaya-indonesia.html

http://blog.uin-malang.ac.id/warokakmaly/2011/03/04/fenomena-perkembangan-penduduk-indonesia/

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.