JURUS MENYAMBUT TAHUN AJARAN BARU

Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda! Nah, hari-hari pertama juga sangat menentukan hari-hari sekolah selanjutnya. Hari pertama adalah hal yang “kritis” dalam menentukan berjalannya kelas dengan baik selanjutnya. Perlakuan saat hari pertama bagi siswa baru akan mempengaruhi perjalanan kegiatan belajar mengajar.

Lalu bagaimana agar sukses melewati masa “kritis” itu? Mari kita pelajari bersama uraian berikut ini :

Ada enam karakter pengelola kelas efektif, yaitu :

  1. Merencanakan dengan jelas dalam memperkenalkan aturan kelas pada siswa dan menyediakan waktu yang cukup hingga siswa benar-benar paham, misalnya bagaimana minta tolong, antri, menjawab pertanyaan, dan sebagainya.
  2. Bekerja dengan seluruh kelas pada awalnya (meski jika selanjutnya merencanakan adanya kerja kelompok). Setiap waktu selalu terlibat pada kegiatan seluruh kelas, jarang meninggalkan sebagian siswa tanpa sesuatu yang dikerjakan atau tanpa pengawasan.
  3. Pada hari pertama menyediakan waktu lebih banyak untuk mendiskusikan aturan kelas dan sering mengingatkannya minimal selama minggu pertama.
  4. Mengajarkan siswa aturan kelas yang terinci. Misalnya melatih siswa cara antri yang cepat dan tenang, mengajarkan siswa merespon suatu tanda seperti bel atau panggilan untuk memperhatikannya.
  5. Sebagai kegiatan pertama, menggunakan tugas yang mudah dan menyenangkan. Materi pada pelajaran pertama telah disiapkan, disajikan dengan jelas, dan bervariasi. Mengkondisikan siswa agar bekerja dengan benar pada hari pertama dengan sekolah dengan memberikan informasi secara bertahap, untuk mencegah adanya beban berat yang berlebihan bagi siswa karena terlalu banyak informasi yang diberikan.
  6. Merespon dengan segera untuk menghentikan peri laku yang menyimpang.

Penyiapan Aturan Kelas

Salah satu persiapan pertama yang berhubungan dengan tugas pada awal tahun ajaran baru adalah penyiapan aturan kelas. Tiga hal yang harus diperhatikan dalam proses tersebut. Pertama jumlah aturan kelas tidak terlalu banyak. Kedua dirasa adil oleh siswa. Ketiga disosialisasikan dengan jelas.

Tujuan utama aturan kelas dijelaskan dengan jelas untuk memberikan otoritas moral yang terperinci sehingga semua siswa akan paham dan mendukung aturan. Misalnya menghargai barang orang lain.

Aturan sederhana ini dapat mencegah peri laku menyimpang, misalnya mencuri, merusak barang, membuang sampah dengan sembarangan dan mencorat-coret buku piket.

Siswa dapat diminta menyiapkan aturan kelas atau bahkan mereka sendiri yang membuatnya. Diskusi untuk mebuat aturan kelas, akan menumbuhkan rasa ikut memiliki aturan tersebut.

Ketika semua anggota kelas telah setuju dengan aturan tersebut, maka jika ada siswa yang melanggar, maka diamelanggar norma yang berlaku di kelas bukan melanggar aturan dari guru.

Beberapa contoh aturan kelas yang bisa didiskusikan :

  1. Sopan terhadap orang lain. Aturan ini mencegah sikap menyela pembicaraan orang lain, mengolok-olok atau menertawakan orang lain, berkelahi, dan lain-lain.
  2. Menghargai barang orang lain.
  3. Komitmen dalam tugas, meliputi mendengarkan ketika guru atau orang lain berbicara, bekerja di tempatnya, siap memulai pekerjaannya ketika bel berbunyi dan mengikuti arahan yang disampaikan.
  4. Mengangkat tangan jika minta perhatian. Aturan ini menghindari dari teriakan atau keluar dari tempatnya jika minta bantuan tanpa ijin.

Untuk lebih jelasnya mari kita lihat contoh pengalaman seorang guru di bawah ini :

Ustadz Ali guru kelas III sebuah MI swasta berdiri di depan kelasnya yang baru pada hari kedua sekolah.

“Baik anak-anak, saya minta waktunya beberapa menit untuk membicarakan aturan kelas.Mari kita mulai dengan menulis semua aturan di kelas di papan tulis. Angkat tangan kalian jika kalian punya usulan, atau punya aturan yang ingin diusulkan dan tunggu sampai saya menyebut namamu.

Dalam beberapa menit Ustadz Ali menuliskan beberapa aturan kelas di papan :

Aturan :

  1. Jangan berlarian di lorong
  2. Jangan menaruh permen karet di bangku
  3. Jangan mencorat-coret di bangku
  4. Jangan berkelahi
  5. Jangan datang terlambat kecuali sudah ijin
  6. Jangan berteriak di kelas
  7. Angkat tangan jika ingin dipanggil
  8. Jangan menulisi buku paket

“ Apakah menurut kalian aturan ini adil?” Ustadz Ali bertanya. (banyak acungan tangan) “ Permulaan yang baik. Tapi saya melihat ada dua masalah. Pertama terlalu banyaknya aturan sehingga sulit diingat. Kedua sebagian besar dimulai dengan kata jangan. Mari kita coba mengelompokkan aturan-aturan yang seharusnya kita lakukan.” Lanjutnya.

Siswa-siswa menawarkan berbagai ide, akhirnya aturan yang disepakati di papan tertulis adalah sebagai berikut :

Aturan Kelas III

  1. Menghargai hak orang lain
  2. Menghargai barang orang lain
  3. Sopan terhadap orang lain
  4. Komit dalam tugas
  5. Mengangkat tangan agar dipanggil

“Baik kita telah menyetujui bahwa aturan ini adil. Tapi jika seseorang lupa dan melanggar aturan, bagaimana? Sanksinya apa? “ Ustadz Ali bertanya. “ Menghadap kepala sekolah Ustadz”, usul Joko. “ Lebih baik disuruh berdiri di pojok kelas,” timpal Amir.

Ustadz Ali menuliskan sanksi-sanksi  yang diusulkan siswa :

Sanksi :

  1. menghadap kepala sekolah
  2. berdiri di pojok kelas selama setengah jam
  3. tidak istirahat
  4. diberi surat pemberitahuan kepada orang tua
  5. tinggal setelah jam pulang

Ustadz Ali melanjutkan “ Siapa yang punya saran agar kita tetap menjaga aturan ini bukan melanggarnya? Bagaimana bentuk hadiahnya? Joko, Amir? Joko mengusulkan “ Mendapat bintang emas”. Joko menambahkan “ Kita dapat istirahat tambahan jika semua yang di kelas baik sepanjang hari. Budi (interupsi tanpa mengacungkan tangan) “ Kita semua dapat tinggal di rumah. Ustadz Ali : “Budi kita semua telah sepakat untuk mengangkat tangan dan sopan terhadap orang lain. Maka apakah kamu mencoba untuk memberi contoh pada kelas untuk tidak bersikap demikian?” Budi : “Maaf Ustadz.” Ustadz Ali : “Baik, sekarang saya minta setiap anak mencatat semua aturan kelas kita dan memikirkannya. Kita akan membicarakannya lagi tentang hadiah dan sanksinya besuk.”

Diambil dari: Majalah Guru KPI Surabaya

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>