BAGAIMANA MEMOTIVASI BELAJAR SISWA

BAGAIMANA  MEMOTIVASI BELAJAR SISWA

Belajarlah yang rajin agar menjadi pintar;

Belajarlah yang rajin agar nilai ulanganmu bagus dan bias naik kelas;

Belajar yang rajin agar nanti bisa  masuk sekolah favorit.

Itulah kata-kata motivasi yang paling sering diguanakan, bahkan sejak kita masih sekolah dulu. Nah selian cara-cara lama seperti di atas masih banyak alternatif yang bisa kita gunakan untuk memotivasi siswa.

Berikut akan kita bahas bagaimana memotivasi siswa yang dapat dilakukan oleh guru.

Apa motivasi itu?

Motivasi dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah dorongan diri melakukan tindakan untuk tujuan tertentu. Ada juga yang mengartikan “Reason for doing something”.

Sememntara itu ada yang memasukkan kemampuan memotivasi sebgai salah satu kecerdasan manusia atau MQ ( Motivation Quentiont). MQ ini menyatakan seberapa kuat anda meyakinkan orang serta menggerakkan potensi mereka.

Guru perlu meningkatkan MQ mereka agar mampu meyakinkan dan menggerakkan potensi siswa.

Menumbuhkan Motivasi :

1. Tumbuhkan dan Biasakan Bersikap Positif

Begitu besarnya sikap dan perkataan positif memotivasi kita untuk berbuat sesuatu. Sikap yang senantiasa mendukung, mendorong, dan mengakui akan memicu kita dengan sangat luar biasa.

Pilihan kata-kata yang positif akan dapat membersihkan pikiran negative pada siswa. Berikut contoh bagaimana melakukan pembukaan yang positif.

Guru : Apakah kalian pintar ? Siswa-siswa : Kami pintar! Guru : Seberapa pintar? Siswa-siswa : Sangat pintar! Guru : Berapa persen kemampuanmu yang telah kau kerahkan hari ini? Siswa-siswa : 100 persen! Guru : Dari sini kalian akan ke sekolah mana? Siswa-siswa : Sekolah yang terbaik!

Contoh lain mislanya dengan menggunakan Yel-yel ( misalnya : Ijo-ijo, kita memang jago dll.) salam pembuka misalnya Apa Kabar? Alhamdulillah, Luarr Biasa, Allahu Akbar atau Alhamdulillah Sukses…Sukses… Yes, Allahu Akbar.

Bisa juga dengan menggunakan cerita hewan atau cerita kepahlawanan dari orang-orang terkenal termasuk kisah para sahabat nabi SAW; Kuis-kuis yang menumbuhkan dan membangun minat belajar, bisa juga dimanfaatkan.

2. Hargai Potensi Diri, Bangun Percaya Diri

Sebelum menghargai potensi diri anak, ajaklah siswa untuk membandingkan dirinya, missal dengan melihat kondisi kehidupan orang-orang di bawah mereka. Harapannya agar mereka mensyukuri nikmat Allah yang ada, dan selanjutnya menghargai nikmat itu untuk berbuat lebih baik lagi.

Orang yang menghargai dirinya sendiri akan membuatnya termotivasi untuk melakukan sesuatu, karena ia yakin pada potensi dan kemampuan yang dimilikinya, atau dengan kata lain ia akan lebih percaya diri.

Setiap siswa memiliki potensi yang sama untuk sukses. Lantas mengapa ada siswa yang berhasil dan ada yang gagal? Kegagalan jika dilihat dari kacamata positif berarti ia punya potensi tetapi masih tersembunyi atau belum muncul ke permukaan. Untuk itu hal pertama yang perlu dilakukan adalah ia harus mau dan berani menantang diri sendiri agar potensi dirinya muncul.

Nah, hambatan yang paling kuat dalam masalah ini adalah cap buruk terhadap diri sendiri yang selalu merasa tidak mampu melakukan hal-hal besar dan cenderung untuk menghindari kesulitan.

Untuk menanggulangi siswa yang mempunyai kesulitan seperti itu, kita perlu memberikan selangkah demi selangkah “menu tantangan” yang kan disajikan. Berikan mereka untuk menyelesaikan “A” terlebih dulu, lalu meningkat “B”, “C” dan akhirnya proyek besar yang mengasikkan.

Hal ini memang kedengarannya agak mendasar, tetapi dengan mengorganisasikan diri mereka selangkah demi selangkah akan membuat mereka mengenal dan memahami potensi dirinya selangkah demi selangkah pula.

3. Tetapkan Tujuan, Tentukan Arahnya

Saat siswa tidak punya tujuan dalam kehidupannya, meski sesedarhana mungkin maka dia bak buih yang diombang-ambingkan gelombang kehidupan ini.

Maka ajak mereka untuk menetapkan tujuan hidupnya. Bisa dalam jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Yang jelas, tujuan itu harus konkret, bisa diukur oleh mereka. Bisa menjadi yang terbaik di kelas, di sekolah, di daerah, dan sebagainya. Bisa yang lebih baik dari tahub-tahun sebelumnya, sudah merupakan menetap tujuan yang bagus.

Arah diperlukan untuk menunjukkan akan ke mana siswa mau dibawa dan mereka juga tahu ke arah mana agar tujuan yang akan dicapai menjadi jelas.

Perlu bagi siswa untuk menuliskanatau membuat ikrar diri secara tertulis tentang tujuan dan arah yang sudah ada, agar untuk dilihat dan mudah untuk mengingatkan mereka, kekita mereka akan melenceng dari arah yang sudah ada.

Gangguan, hambatan, dan godaan akan senantiasa ada dalam setiap aktivitas mereka. Namun dengan mengetahui dan memahami arah yang dituju, maka dengan adanya arah dan tujuan yang ditulis atdi, hambatan, gangguan, dan godaan itu dapat dilalui dan diatasi dengan baik.

4. Bangun Suasana Kompetitif  Positif

Suasana kompetisi positif artinya suasana yang mempunyai unsur persaingan tetapi juga ada unsur mendukung. Sukses satu orang juga sukses bersama, sukses bersama juga sukses setiap orang.

Kompetisi akan memunculkan persaingan motivasi, kreativitas dan ambisi untuk menjadi yang terbaik.

Kompetisi positif yang kita bangun di kelas, perlu diberi rambu-rambu dan aturan-aturan agar tidak terjadi sikut-menyikut atau saling menjatuhkan. Salah satu caranya ajak mereka untuk merumuskan aturan dan memegang aturan tersebut.

Kompetisi memunculkan kreativitas. Setiap siswa akan mencari cara-cara yang berbeda dengan dengan cara temannya yang lain untuk menjadi teman yang terbaik. Setiap siswa ingin punya ciri tersendiri dari dirinya.

Demikianlah beberapa cara yang mungkin bisa kita gunakan untuk memotivasi belajar siswa. Yang perlu diingat, bahwa kalau kita ingin memotivasi siswa untuk belajar, maka sang motivator tersebut tentunya harus lebih bersemangat untuk belajar. Maka marilah kita banyak belajar! Semoga Allah SWT memberikan kemudahan bagi kita semua dalam memotivasi dan membangun generasi yang lebih baik dari kita. Amin.

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>