Lembar Kerja Excel

Yang dimaksud dengan spread sheet adalah suatu lembaran kerja yang setiap pokok bahasan diletakan pada satu sel aktif. Spreadsheet efektif untuk pekerjaan yang menyangkut pengolahan angka.

BAHASAN I: ALAMAT SEL

Setiap sel mempunyai alamat yang dinyatakan dalam kolom (huruf) dan baris (angka)

A B C D
1 A1 B1 C1 D1
2 A2 B2 C2 D2
3 A3 B3 C3 D3
4 A4 B4 C4 D4
5 A5 B5 C5 D5

Setiap sel bisa berisi

  1. Teks           (sel A1, B1, C1, D1)
  2. Angka         (sel A2, A3, A4, B2, B3, B4, ) Penulisan angka tidak memakai satuan
  3. Rumus          (sel C2, C3, C4, D2, D3, D4), yang bisa berupa pengoperasian angka atau pengoperasian yang melibatkan sel.
A B C D
1 Angka1 Angka 2 Jumlah + 10 Perkalian
2 5 4 = A2 + B2 + 10 =A2°B2
3 3 6 = A3 + B3 +10 = A3°B3
4 7 5 = A4 + B4 + 10 = A4°B4
5

BAHASAN 2 : KETERKAITAN SEL AKIBAT RUMUS

Perhatikan sel C2 sampai dengan sel D4

Pada sel-sel tersebut mengandung rumus yang melibatkan sel A dan B, dengan demikian isi atau hasil  di sel C2( atau sel C dan D lainnya) tergantung dari angka di sel A2 dan B2 jika angka dio sel A atau B diganti maka hasil di C dan D otomatis berubah.

BAHASAN 3 : KETERKAITAN RUMUS TERHADAP SEL

Misalkan angka di sel B2 sd B4 dipindahkan ke B4 sd B6 dengan cara:

a. mengeblok dulu sel B2 sd B4,

  • letakkan kursor di B2
  • tahan tombol shift, gunakan panah ke bawah hingga B4

b. lakukan CtrL-X,

A B C D
1 Angka 1 Angka 2 Jumlah + 10 Perkalian
2 5 4 = A2+B2 + 10 =A2°B2
3 3 6 = A3+B3 +10 = A3°B3
4 7 5 = A4 +B4 =10 = A4°B4
5

c. bawa kursor ke sel B4 lalu tekan Enter

A B C D
1 Angka 1 Angka 2 Jumlah + 10 Perkalian
2 5 = A2 +B4 +10 = A2°B4
3 3 = A3 + B5 +10 = A3°B5
4 7 4 = a4 =B6 +10 =A4°B6
5 6
6 5
7
8

Maka angka tadi akan berpindah ke posisi baru yaitu B4 sd B6, sedangkan rumus di sel C dan D akan berubah mengikuti posisi sel asli yang terlibat semula

Lihat di sel C2 dengan menempatkan kursor disitu:

ü rumus yang semula =A2+B2+10 berubah menjadi =A2+B4+10 secara otomatis

ü sel B2 sudah tidak terkait lagi karena sudah dipindah keB4

BAHASAN 4: KETERKAITAN TERHADAP POLA

Perhatikan rumus disel C4 atau D4 yang melibatkan sel A4 dan B6, pola yang dibentuk adalah seperti yang diarsir pada tabel dibawah ini.

A B C D
1 Angka 1 Angka 2 Jumlah + 10 perkalian
2 5 = A2 +B4 +10 = A2°B4
3 3 = A3 +B5 +10 = A3°B5
4 7 4 = A4 +B6 + 10 =A4°B5
5 6
6 5

Bila sel dikolom A dan B mengandung angka yang cukup banyak ( misalnya 50 baris), maka menuliskan rumus yang berulang-ulang menjadi pekerjaan yang lama, membosankan dan tidak praktis.

Untuk menuliskan atau mengulang rumus dengan pola yang sama digunakan fasilitas copy dengan cara sebagai berikut:

A B C D
1 Angka 1 Angka 2 Jumlah +10 perkalian
2 5 = A2 + B4 +10 = A2° B4
3 3 = A3 +B5 +10 = A3 °B5
4 7 4 = A4 + B6 +10 = A4 °B6
5 9 6 = A5 +B7 +10 = A5 °B7
6 5 5 = A6 + B8 +10 = A6 °B8
7 2 2 = A7 + B9 =10 = A7 °B9
8 5 4 = A8 +B10 +10 = A8 °B10
9 1 7 = A9 +B11 + 10 = A9 °B11

a. Letakkan cursor di sel C4

b.    Bloklah sel C4 dan D4 dengan menahan tombol shift dan gerakkan panah kekanan

c. Lakukuan CtrL-C

d.    Gerakkan cursor ke sel C5 lalu dengan menahan tombol shift gerakkan panah  ke

bawah sebanyak yang diperlukan ,kemudian lepas tombol dan tekan enter.

Perhatikan bahwa hasil pengcopyan menghasilkan rumus yang sesuai dengan pola awal yang dipakai sebagai master.

Pengoperasian angka (matematika dasar) dalam excel:

Operasi Notasi Contoh Excel
Tambah + 5 + 6 = 5 +6
Kurang - 18 – 4 = 18 – 4
Perkalian * 7 x 6 = 7°6
Pembagian / 39  ¸ 13 = 39 / 13
Pangkat Ù 6 =6  3
Logaritma Log (  ) Log 27 = log (27)
Exponensial Exp (  ) e =exp (2)
Akar Sqrt (  ) -3 = sqrt(3)

Karena penulisan rumus dalam sel excel hanya bisa dalam satu baris,maka digunakan tanda kurung untuk “menerjemahkan”notasi yang komplek:

Contoh:

-b + Öb – 4a. c     ®   = ( -b + sqrt ( b 2 – 4 * a * c ) / (2 * a)

2a

LATIHAN:

1.    Buatlah tabel berikut ini dengan ketentuan sebagai berikut :

  • Upah Total Upah adalah upah per jam dikalikan dengan jam kerja
  • Pajak penghasilan adalah potongan sebesar 15% dari upah total yang diterima
  • Sehingga uang yang diteria adalah jumlah dikurangi pajak penghasiala
  • Setelah menuliskan rumus di D2, E2, F2 kemudian copikan ke bawah
A B C D E F
1 Nama Jam kerja Upah/jam Upah total Pph 15 % Diterima
2 AAA 35 2500 = B2 C2 = 15 % D2 = D2- E2
3 BBB 38 1500
4 CCC 30 2000
5 EEE 36 2000
6 FFF 40 3500
7 GGG 36 5000
8 HHH 39 1500
9 JJJ 46 5000
10 = sum(F2:F9)
  • Total yang dibayarkan pada sel F10 adalah =F2 +F3+F4+F5+F6+F7+F8+F9 , tetapi bisa digantikan dengan fungsi = SUM(F2:F9) , yang berarti jumlah dari F2 sd F9.

BAHASAN 5    ……………………………………………MENYISIPKAN BARIS

2. karena nama DDD terlupakan maka perlu disisipkan di antara nama CCC dan EEE dengan cara

- Bawa cursor ke kolom anka 5, setelah tepat lalu klik

- Lakukan klik pada Insert lalu Rows atau Alt°l°R, maka akan terbentuk baris baru di antaranya

4 CCC 30 2000
5
6 EEE 36 2000

.

- Isikan baris baru tersebut dengan nama DDD,jam kerja 25 upah perjam 3000  Copykan pula rumus dari yang sudah ada di atasnya (Ctrl-C di D4 lalu enter di D5 dst)

BAHASAN 6 : PENGATURAN LEBAR KOLOM

Siapkan sheet baru dan pada kolom A, B dan C isikan nama field yaitu No-Nama Lengkap Komoditi Jumlah Baran. Dua nama terakhir melebihi lebar kolom yang ada sehingga perlu iatur lebarnya.

Misalkan kolom B perlu diaur lebarnya, maka pengaturan lebar kolom bisa dilakukan dengan 3 cara:

1) menarik garis kolom ,yaitu denan menahan klik kiri digaris kolomatas hingga muncul tanda    «   kemudian digeserke kanan/kiri

A B « C
1 No Nama Leng Jumlah Bara
2
3
4

2) secara numerik ,bawa kursor ke dalam kolom B bagian atas dan tekan klik kiri…. maka kolom B seluruhnya ter-blok . kemudian kliklah format .Column.Width maka akan muncul dialog yang menanyakan lebar kolom B.

A B C
1 No Nam Lengkap Jumlah Barang
2
3
4

3) meng-klik 2 kali pada garis header, maka lebar kolom secara otomatis sesuai dengan tulisan yang ada di sepanjang kolom tersebut.

A B C
1 No Nam Lengkap komoditi Jumlah Barang
2
3
4

Latihan

1. buatlah spreadsheet untuk faktur ini, angka yang muncul di kolom F semuanya adalah hasil dari rumus,

A B C D E F
1 CV.
2
3
4 No Kode brg Nam barang J .P Har Sat Total
5 1 C5P3 CPU pentium III-500 20 4200000 84000000
6 2 HD72 HD Maxtor 7.3 Gb 21 700000 14700000
7 3 HP6X Printer HPCX-695 5 1100000 5500000
8 4 LG42 Mouse Logiotech A4 21 60000 1260000
9 5 VS70 Mnt Vsonic E70-17” 21 2350000 49350000
10
11 Jumlah 154810000
12 PPN 10% 15481000
13 Har Tot 170291000
14 Uang muka 150000000
15 Kekurangan 20291000

2) Pengaturan lebar kolom

Untuk Kode Barang dan jumlah pembelian tampak terlalu lebar sehingga perlu diatur ulang sebagai berikut:

A B C D E F
1 CV
2
3
4 No Kode brg Nama Barang JML Pem Harga Sat Total
5 1 C5P3 CPU pentium III-500 20 420000 84000000
6 2 HD72 HDM 7.3Gb 21 700000 14700000
7 3 HP6X Printer HP CX-695 5 1700000 5500000
8 4 LG42 M L A4 21 60000 1260000
9 5 VS70 Monitor VS E70-17” 21 2350000 49350000
10
11 Jumlah 154810000
12 PPN 10% 15481000
13 Hrg Total 170291000
14 Uang Mk 150000000
15 Kekurangan 20291000

BAHASAN 7: PENGATURAN TAMPILAN ANGKA

Dari contoh di atas , angka yang tertera pada kolom E dan F tidak mengandung satuan mata uang dan tanda pemisah ribuan .Agar angka tampil seperti ini ®  Rp. 20.291.000  maka angka tersebut istilahnya harus diberi format .

Biasanya satuan mata uang masih berbentuk  $ dan tanda pemisah ribuan masih berbentuk  , (koma) . Untuk mengubah agar sesuai dengan format di indonesia maka harus disetting pada Operating System.

Macam-macam Format

Isikan angka-angka seperti di tabel kiri, kemudian lakukan seperti di tabel kanan

A
1 12345,67
2 12345,67
3 12345.67
4 12345,67
5 12345,67
6 12345,67
A
1 18-Okt-33 ¬
2 12345 2/3 ¬
3 Rp.          12.346 ¬
4 Rp         12.345,67 ¬
5 Rp.       12. 345,67 ¬
6 Rp. 12345 ¬

Keterangan

  • A1 -    18-Okt –33  (1933)  adalah hari ke 12345 dihitung sejak  1 januari 1900
  • A2 -    0,67  ditulis sebagai pecahan 2/3
  • A3 -  ditulis dengan cara akunting (tentang uang ) tanpa sen……bisa dengan klik  tanda $
  • A4 - ditulis dengan cara akunting ( tentang uang) tanpa sen
  • A3 -   ditulis dengan satuan mata uang

Ada perbedaan tampilan antara format accounting dengan format currency:

  • dengan format accounting tanda Rp.  Memenuhi lebar kolomberapapun digit angka yang ada
  • dengan format currency tanda Rp. Dekat dengan awal angka sehingga tergantung jumlah digitnya

BAHASAN 8: ALAMAT ABSOLUT DAN SEMI ABSOLUT

KASUS  1: Misalkan membuat tabel perkalian antara kolom dengan baris

Perhatikan rumus utama di sel B14 ( yaitu =$ 14 *B $ 13 ) pada tabel di bawah ini:

A B C D
11 Tabel perkalian
12
13 Angka 6 7 8
14 3 =$A14*B$13
15 4
16 5
17 6

$A 14 tidak berubah jadi B14 jika dicopykan ke kanan tetapi berubah jadi $A 15 jika dicopy ke bawah

B$13 tidak berubah jadi B14 jika dicopykan ke bawah tetepi berubah jadi C$13 jika dicopy ke kanan

Cara mengcopy rumus  (untuk yang lupa )

  1. Letakkan pointer di sel B14 ,kemudian lakukan Ctrl C
  2. Tahan tombol shift, gerakkan panah kebawah dan kanan hinga memenuhi sel E17
  3. lepas tombol shift dan tekan ENTER

KASUS 2: Misal ,rumus yang ditabelkan adalah  Baris ´ kolom + Faktor tambahan 100 di sel B11 maka rumus yang disiapkan di sel B14 adalah    = $A14*B$13+$B$11

A B C D E
11 Faktor tambahan 100
12
13 Angka 6 7 8 9
14 3 =$A14*B$13+$B$11
15 4
16 5
17 6

$A14 tidak berubah jadi B14 jika dicopykan ke kanan tetapi berubah jadi $A15 jika dicopy ke bawah

B$13 tidak berubah jadi B14 jika dicopykan ke bawah tetapi berubah jadi C$13 jika dicopy ke kanan.

$B$11 tidak berubah meski dicopykan ke sel manapun.

Kesimpulan :

$A10  ,  $C8  ,  $F13   ®  adalah alamat semi absolut

B$12  ,  F$4  ,  H$8    ® adalah alamat semi absolut

$B$11  ,  $C$4  ,  $G$21   ® adala alamat absolut

BAHASAN 9: MENETAPKAN BATAS GULUNG

A.   Batas gulung horisontal.

Jika worksheet terlalu panjang atau terlalu melebar dan ketika cell – pointer bergerak ke bawah atau kekanan maka kita akan kehilangan heather atau keterangan.

Untuk menghindari hal tersebut lakukanlah hal berikut:

  1. Letakkan cell -pointer disel paling kiri misal A4
  2. Kemudian lakukan klik diWindow-Split atau Alt-W-S
  3. Dengan demikian gari tebal yang muncul adalah batas gulungan sel dibawahnya
A B C D E F
1 =PI( )/180
2
3 Sudut Sinus cosinus Tangent
4 0 0,000000 1,000000 0,000000
5 10 0,173648 0,984808 0,176327
6 20 0,342020 0,939693 0,363970
7 30 0,500000 0,866025 0,577350
8 40 0,652788 0,766044 0,839100

B.   Batas gulung vertikal.

  1. letakan sel pointer disel paling atas yang telihat.
  2. Kemudian lakukan klik diWindow –Split atau Alt-W-S
  3. Dengan demikian garis tebal yang muncul; adalah batas gulungan sel dikanannya

C.   batas gulung vertikal dan harizontal

  1. letakkan poinset disel antara misal disel C4
  2. kemudian lakukan klik diWindow – Split atau Alt-W-S.
  3. dengan demikian garis tebal yang muncul adalah keduanya

BAHASAN10: FUNGSI SYARAT IF

IF atau jika adalah fungsi yang sangat bermanfaat untuk persoalan yang mempunyai besyarat, format umum IF pada dasarnya terdiri dari 3 bagian

=IF (syarat, yang dilakukan bila syarat terpenuhi, yang dilakukan bila syarat tidak terpenuhi


[f1]

No related posts.

3 People have left comments on this post



» fuad hasan said: { Nov 22, 2011 - 07:11:48 }

bagus pak . . smga dengan belajar cara online ini, bisa mendatangkan manfaat yang banyak

» Amin Prasojo said: { Nov 29, 2011 - 11:11:56 }

kita maunya juga gitu.., belajar sebanyak-banyaknya, semudah-mudahnya, dan bisa kapan saja dimana saja..

» Nur Luthfin Nisa\' said: { Des 17, 2011 - 05:12:17 }

pak, ada tugas yang harus dikerjakan kah?
dan UASnya bagaimana?