Pengembangan Bahan Ajar Audio dan Audio-Visual

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dengan anak didik. Interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan, diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran yang dilakukan. Guru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajarannya secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatunya guna kepentingan pengajaran. Fungsi media pendidikan dalam kegiatan pembelajaran tidak hanya sekedar alat peraga bagi guru, melainkan pembawa pesan-pesan informasi dan pesan-pesan pembelajaran yang dibutuhkan peserta didik.

Seiring kemajuan zaman, pendidikan dituntut untuk mampu memberikan pelayanan yang terbaik sesuai dengan situasi dan kondisi pemakainya. Penyampaian pembelajaran secara verbalistis dinilai kurang efektif dalam menangani proses pembelajaran. Sehingga dengan memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang maka siswa dapat menikmati pembelajaran dengan lebih dinamis dan menyenangkan, karena pembelajaran disajikan tidak hanya dengan kata-kata, akan tetapi dengan menampilkan gambar dan dilengkapi dengan unsur pendengaran. Mengingat adanya hal tersebut, pembahasan ini dirasa penting untuk memberikan informasi mengenai audio dan audio-visual serta segala sesuatu yang berhubungan dengannya.

B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian, karakteristik dan jenis-jenis Audio itu?

2. Bagaimana penerapan audio dalam pembelajaran?

3. Bahan ajar apa yang cocok untuk dikembangkan dengan media Audio?

4. Apa saja kelebihan dan kekurangan pengembangan ajar bentuk Audio?

5. Apa pengertian, karakteristik dan jenis-jenis audio-visual itu?

6. Bagaimana penerapan audio-visual dalam pembelajaran?

7. Bahan ajar apa yang cocok untuk dikembangkan dengan media audio-visual?

8. Apa saja kelebihan dan kekurangan pengembangan ajar bentuk audio-visual?

C. Tujuan

1. Mengetahui pengertian, karakteristik, dan jenis-jenis audio

2. Mengetahui penerapan audio dalam pembelajaran

3. Mengetahui bahan ajar apa yang cocok untuk dikembangkan dengan media audio

4. Mengetahui kelebihan dan kekurangan pengembangan ajar bentuk audio

5. Mengetahui pengertian, karakteristik, dan jenis-jenis audio-visual

6. Mengetahui penerapan audio-visual dalam pembelajaran

7. Mengetahui bahan ajar apa yang cocok untuk dikembangkan dengan media audio-visual

8. Mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan pengembangan ajar bentuk audio-visual

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengembangan Bahan Ajar Audio

1. Pengertian Audio

Audio adalah sesuatu yang berkaitan dengan indra pendengar, dimana pesan yang disampaikan dituangkan dalam lambang-lambang auditif, baik verbal (kedalam kata-kata atau bahasa lisan) maupun non verbal (musik, instrumen, dsb).[1] Program audio dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran individual, berkelompok, maupun massal.[2]

Dalam pembelajaran individual misalnya dimanfaatkan pada mata pelajaran Bahasa Inggris dimana sekarang banyak dijual program belajar bahasa secara mandiri melalui program audio (yang umumnya dilengkapi dengan bahan cetak seperti buku). Penggunaan program audio untuk pembelajaran individual sangat ideal karena pengguna atau siswa dapat mengatur kecepatan belajarnya sendiri. Seperti halnya jika kita mendengarakan lagu dari suatu kaset, siswa dapat memutar kasetnya kapan saja, serta dapat mengulang-ulang (rewind) atau mempercepat (fast forward) pemutaran kaset sesuai dengan kebutuhannya. Adapun untuk pembelajaran massal dan berkelompok, manfaat audio juga sangat signifikan. Sebagai contoh misalnya digunakan dalam ceramah massal melalui radio, ataupun pembelajaran yang dikontrol dari pusat kelas.[3]

2. Karakteristik dan Jenis-Jenis Audio

Karakteristik audio adalah memiliki unsur yang dapat menghasilkan bunyi atau suara. Adapun jenis-jenis audio adalah sebagai berikut:

  1. Piringan Hitam

Orang-orang zaman dahulu, sudah dapat merekam suaranya dengan piringan hitam. Tetapi seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, piringan hitam ini sudah ditinggalkan dan tidak dimanfaatkan lagi.

  1. Tape Recorder dan Kaset

Tape recorder adalah alat perekam yang menggunakan pita dalam kaset, pita tersebut digulung-gulung pada kumparan yang berada didalam kotak yang disebut kaset. Dalam pembelajaran, pesan dan isi pelajaran dapat direkam melalui kaset tersebut sehingga hasil rekaman itu bisa diputar kembali pada saat yang diinginkan. Pesan dan isi pelajaran itu dimaksudkan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemajuan siswa sebagai upaya mendukung terjadinya proses belajar. Materi rekaman audiotape adalah cara ekonomis untuk menyiapkan isi pelajaran atau jenis informasi tertentu. Rekaman dapat dipersiapkan untuk sekelompok siswa, dan sekarang ini sudah lumrah rekaman dipersiapkan untuk penggunaan perorangan.[4]

Keuntungan-keuntungan tape recorder sebagai media pengajaran adalah sebagai berikut:

1) Materi yang telah disampaikan dapat diputar kembali, sehingga materi  tersebut menjadi lebih jelas

2) Dapat digunakan sebagai alat perekan ketika melakukan wawancara dengan narasumber untuk melengkapi materi pembelajaran

3) Dapat menimbulkan banyak kegiatan. Disamping mendengarkan, anak didik juga bisa mencatat hal-hal penting

4) Sangat efisien untuk mata pelajaran bahasa

5) Kaset yang sudah tidak digunakan lagi bisa dihapus dan diisi dengan materi lainnya.[5]

Sedangkan kekurangan tape recorder sebagai media pengajaran adalah sebagai berikut:

1)   Daya jangkaunya terbatas ditempat program yang disajikan

2)   Biaya pengadaaannya bila untuk sasaran yang banyak jauh lebih mahal.[6]

  1. Radio

Berkat kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, orang dapat menciptakan radio. Radio merupakan perlengkapan elektronik dapat digunakan untuk mendengarkan berita, yang bagus dan aktual, dapat mengetahui peristiwa penting dalam kehidupan dan sebagainya. Radio dalam perkembangannya dapat dijadikan sebagai media pendidikan dan pengajaran yang cukup efektif.  Ada dua hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan radio untuk pembelajaran yaitu penggunaan waktu jam siaran harus betul-betul diperhatikan sehingga dapat memulai dan mengaakhiri pada waktu yang tepat. Hal yang kedua adalah pengaturan tempat serta kondisi-kondisi penerimaan, seperti perlengkapan peralatan, samai dengan kesesuaian volume suara dengan ruangan.[7]

Beberapa keuntungan radio sebagai media pendidikan dan pengajaran adalah:

1)   Harganya lebih murah dan dapat dibeli oleh sebagian besar orang

2)   Dapat lebih mudah dipindahkan dari suatu ruangan keruangan lainnya karena tidak begitu berat

3)   Kalau radio tersebut dilengkapi dengan tape recorder maka bisa untuk merekam siaran-siaran penting untuk didengarkan kembali

4)   Dapat mengembangkan daya imajinasi anak, misalnya dengan mendengarkan drama diradio

5)   Dapat merangsang partisipasi aktif pendengar, karena dengan mendengarkan radio, siswa dapat mencatat hal-hal yang penting

6)   Dapat membantu memusatkan perhatian pada kata-kata dan  bunyi misalnya dalam pelajaran bahasa

7)   Dapat mengatasi ruang dan waktu serta memiliki jangkauan yang sangat luas sehingga dapat dihadirkan kedalam kelas dan memberikan informasi dan pengalaman baru bagi siswa.[8]

Adapun kelemahan radio sebagai media pendidikan dan pengajaran adalah:

1)   Sifat komunikasi radio hanya satu arah. Hanya ada pihak pemberi yaitu radio itu sendiri dan pihak penerima. Sehingga karena jalur komunikasi hanya satu arah, siswa tidak dapat menanyakan secara langsung ketika ada materi yang belum dimengerti

2)    Program radio telah disentralisir, sehingga guru kurang dapat mempersiapkan diri bersama anak didik secara baik. Integrasi siaran radio dalam kegiatan belajar-mengajardikelas sering menimbulkan kesulitan disebabkan pengaturan jadwal yang kurang tept, atau belum terjalin informasi yang baik antara pembuat program dengan guru kelas.[9]

  1. Laboratorium Bahasa

Laboratorium bahasa adalah alat untuk melatih siswa untuk mendengar dan berbicara dengan bahasa asing dengan jalan menyajikan materi pelajaran yang disiapkan sebelumnya. Dalam laboratorium bahasa siswa duduk sendiri-sendiri pada bilik akuistik dan kotak suara yang telah tersedia. Siswa mendengar guru atau suara radio kaset melalui handphone. Dengan jalan demikian siswa dapat dengan segera memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dibuatnya.[10]

3. Penggunaan Audio dalam pembelajaran

Dalam pembelajaran apapun, program audio memiliki paling tidak tiga peran penting, antara lain:

  1. Untuk memberi ilustrasi yang lebih “hidup” sehingga dapat membuat pembelajaran menjadi lebih jelas dan tidak membosankan.
  2. Untuk menjadi pemicu belajar dengan teknik tertentu. Misalnya untuk pengajaran cara berdebat dengan memperdengarkan rekaman dua orang sedang berdebat, untuk pengajaran cara melakukan kritik dengan memperdengarkan rekaman suatu diskusi yang bersifat kritis, dan sebagainya.
  3. Sebagai alat pembelajaran utama, yaitu memperdengarkan uraian/ceramah tentang keseluruhan materi yang diajarkan. Misalnya pada pengajaran massal yang diberikan melalui siaran radio ataupun melalui rekaman program audio yang disebarkan secara luas.[11]

Adapun langkah-langkah umum dalam penggunaan media audio sebagai media pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. Langkah persiapan, beberapa hal yang harus diperhatikan adalah:

1)    Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran

2)    Kesesuaian dengan materi yang akan disampaikan

3)    Situasi dan kondisi siswa

  1. Langkah Penerimaan

Dalam langkah ini, diharapkan guru dan siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan mendengarkan secara seksama. Guru dapat mencatat hal-hal penting, kata-kata baru dan kata-kata sulit yang nantinya berguna sebagai refleksi di akhir pelajaran. Bagi siswa juga dapat melakukan kegiatan seperti membuat pertanyaan, ringkasan materi, dsb.

  1. Kegiatan lanjutan

Kegiatan ini dapat dilakukan dengan melakukan refleksi dan tanya jawab antar guru dengan siswa. Sekaligus bisa dilakuakn penugasan terhadap siswa berhubungan dengan materi yang disampaikan.[12]

4. Pengembangan Bahan Ajar Audio

Keefektifan pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu faktor yang penting untuk menjadikan pembelajaran lebih efektif adalah ditentukan oleh tepat tidaknya dalam memilih media dan esensi materi yang akan disajikan melalui media tersebut. Adapun materi atau bahan ajar yang dapat dkembangkan dengan menggunakan audio adalah:

  1. Latihan mengucapkan kata-kata untuk pelajaran bahasa asing

Guru merekam ucapan yang benar, kemudian direkam pula ucapan yang salah dari seorang murid. Dengan memutar pita, kedua ucapan tersebut dapat dibandingkan, sehingga ucapan yang salah tersebut dapat diperbaiki.[13]

  1. Latihan membaca untuk pembelajaran bahasa asing

Demikian pula untuk membaca pelajaran dalam bahasa asing, dapat direkam bacaan yang benar untuk menjadi pedoman bagi murid-murid yang sedang belajar.[14]

  1. Menyanyi

Guru dapat merkam permainan piano untuk mengiringi lagu yang dinyanyikan. Hal ini selain  membuat pelajaran menyanyi menjadi lebih menarik, juga untuk memantapkan kemahiran menyanyi dengan baik. Dpat juga direkam nyanyian bersama atau perorangan untuk kemudian didengar dan dinilai bersama-sama.[15]

  1. Membaca Puisi

Pembacaan puisi yang direkam dapat diputar berulang-ulang dan bila di dengar bersama-sama dengan baik akan lebih menggugah jiwa yang mendengarnya. Hal ini akan lebih menambah apresiasi mereka terhadap puisi yang baik dan menjadi dorongan untuk mencoba membuatnya.[16]

  1. Komando hitungan

Satu, dua, tiga, empat dan ulangannya dapat direkam, kemudian diputar kembali untuk pelajaran senam, sehingga guru olahraga bisa memusatkan perhatian kepada gerakan-gerakan yang harus dilakukan murid-murid dalam bersenam.[17]

  1. Untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam:

1)   Materi Adzan dan Iqamah

Untuk materi pelajaran adzan dan iqamah, guru bisa mengembangkan materi ajar adzan dan iqamahnya melalui media audio. Dengan menggunakan cassette yang diputar guru melalui radio ataupun tape recorder secara langsung, siswa bisa mendengarkan contoh bacaan adzan dan iqamah yang baik dan benar.

2)   Materi Al-Qur’an Hadits

a)    Mendengarkan contoh bacaan Al-Qur’an yang baik dan benar

Mengembangkan materi ajar Al-Qur’an selain melalui drill yang dilakukan secara langsung dari guru kepada siswa, guru juga dapat memperdengarkan contoh bacaan AL-Qur’an yang baik dan benar dari kaset murottal yang diseleksi oleh guru. Selain itu, untuk memudahkan siswa dalam mengetahui dialeg/perbedaan cara membaca Al-Qur’an atau yang lebih dikenal dengan bacaan qiro’ah sab’ah, hal ini dilakukan untuk menghindari kebingungan siswa ketika mendengar perbedaan cara membaca Al-Qur’an.

b)   Latihan mengucapkan makharijul huruf dalam Al-Qur’an

Dalam setiap Semester pada setiap jenjang pendidikan baik SD, SMP maupun SMA, siswa harus menempuh standart kompetensi Al-Qur’an hadits mulai dari cara membaca Al-Qur’an yang paling dasar yaitu cara melafalkan atau mengucapkan makharijul huruf sampai dengan penerapan hukum bacaan tajwid yang tepat. Maka mengembangkan bahan ajar dengan menggunakan media audio adalah salah satu cara yang cukup efeltif untuk materi Al-Qur’an hadits, karena suara dapat diputar berulang-ulang sehingga lebih mempermudah dan membantu guru dalam mengajarkannya.

c)    Materi Aqidah Akhlaq

(1)  Mendengarkan ceramah agama dari rekaman casstte atau radio

Dengan mendengarkan ceramah yang menarik siswa dapat menambah wawasan keilmuan sekaligus dapat mengambil manfaat dari ceramah tersebut, misalnya dalam meneladani kisah-kisah perjuangan para sahabat dalam membela islam, yang diharapkan mampu menjadikan siswa lebih semangat dan suka bekerja keras.[18]

5. Kelebihan dan Kekurangan Bahan Ajar Audio

Dari penjelasan diatas, secara umum penggunaan audio dalam pembelajaran memiliki beberapa keuntungan diantaranya:

  1. Harga terjangkau
  2. Rekaman dapat digandakan
  3. Dapat diputar berulang-ulang
  4. Pengoprasian relatif mudah
  5. Sifatnya mudah untuk dipindahkan
  6. Dapat merangsang partisifasi aktif pendengaran siswa, serta dapat mengembangkan daya imajinasi seperti menulis, menggambar dan sebagainya.
  7. Dapat memusatkan perhatian siswa seperti membaca puisi, sastra, menggambar musik dan bahasa.[19]

Adapun kekurangan dalam penggunaan audio adalah:

  1. Dalam suatu rekaman, sulit menentukan lokasi suatu pesan atau informasi. Jika pesan atau informasi itu berada di tengah-tengah pita maka akan memakan waktu lama untuk menentukannya.
  2. Memerlukan suatu pemusatan pada suatu pengalaman yang tetap dan tertentu, sehingga pengertiannya harus didapat dengan cara belajar khusus.
  3. Media Audio yang menampilkan symbol digit dan analog dalam bentuk auditif adalah abstrak, sehingga pada hal – hal tertentu memerlukan bantuan pengalaman visual.
  4. Karena abstrak, tingkatan pengertiannya hanya bisa dikontrol melalui tingkatan penguasaan  pembendaharaan kata – kata  atau  bahasa,  serta  susunan  kalimat.
  5. Media  ini hanya  akan  mampu  melayani  secara  baik bagi mereka yang sudah mempunyai kemampuan dalam berfikir abstrak.
  6. Penampilan melalui ungkapan perasaan atau symbol analog lainnya dalam bentuk suara harus disertai dengan perbendaharaan pengalaman  analog tersebut pada si penerima. Bila   tidak bisa maka akan terjadi  kesalah pahaman.[20]

B. Pengembangan Bahan Ajar Audio-Visual

1. Pengertian Audio-Visual

Alat-alat audio visual alat-alat “audible” artinya dapat didengar dan alat-alat yang “visible” artinya dapat dilihat. Alat-alat audio visual gunanya untuk membuat komunikasi menajdi lebih efektif. Diantara alat-alat audio-visual itu termasuk video, film bersuara, televisi dll.[21] Sebagai media pembelajaran dalam pendidikan dan pengajaran, media audio-visual mempunyai sifat sebagai berikut:

  1. Kemampuan untuk meningkatkan persepsi
  2. Kemampuan untuk meningkatkan pengertian
  3. Kemampuan untuk meningkatkan transfer (pengalihan) belajar
  4. Kemampuan untuk memberikan penguatan (reinforcement) atau pengetahuan hasil yang dicapai
  5. Kemampuan untuk meningkatkan retensi (ingatan).[22]

2. Karakteristik dan Jenis-Jenis Audio-Visual

Karakteristik media audio-visual adalah memiliki unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi dua jenis media yaitu media audio dan visual. Dilihat dari segi keadaannya, media audiovisual dibagi menjadi dua yaitu audio-visual murni dan audio-visual tidak murni. Adapun perinciannya adalah sebagai berikut:

  1. Audio-Visual Murni

Audio-visual murni atau sering disebut dengan audio-visual gerak yaitu media yang dapat menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerak, unsur suara maupun unsur gambar tersebut berasal dari suatu sumber.

1)   Film bersuara

Film bersuara ada berbagai macam jenis, ada yang digunakan untuk iburan seperti film komersial yang diputar di bioskop-bioskop. Akan tetapi, film bersuara yang yang dimaksud dalm pembahasan ini ialah film sebagai alat pembelajaran. Ada banyak keuntungan yang dapat diperoleh dalam penggunaan film sebagai media untuk menyampaikan pelajaran terhadap anak didik. Diantara keuntungan atau manfaat penggunaan film sebagai media pengajaran adalah:

a)    Film dapat menggambarkan suatu proses, misalnya proses pembuatan suatu keterampilan, proses pelaksanaan ibadah haji dsb.

b)   Film dapat melengkapi pengalaman-pengalaman dasar siswa ketika membaca, diskusi, praktek

c)    Dapat menimbulkan kesan ruang dan waktu

d)   Penggambarannya bersifat tiga dimensi sehingga menimbulkan kesan lebih menarik dan dinamis

e)    Suara yang dihasilkan dapat menimbulkan realita pada gambar dalam bentuk ekspresi murni

f)    Kalau film tersebut berwarna akan dapat menambah realita objek yang diperagakan

g)   Dapat menampilkan animasi.[23]

Disamping keuntungan-keuntungan yang dikemukakan diatas, film juga mempunyai beberapa kekurangan-kekurangan sebagai berikut:

a)    Film bersuara tidak dapat diselingi dengan keterangan-keterangan yang diucapkan sewaktu film diputar, penghentian pemutaran akan mengganggu konsentrasi siswa

b)   Siswa tidak akan dapat mengikuti dengan baik bila film diputar terlalu cepat

c)    Apa yang telah lewat sulit untuk diulang kecuali memutar kembali secara keseluruhan

d)   Biaya pembuatan dan peralalatan cukup tinggi dan mahal.[24]

Film merupakan media yang amat besar kemampuannya dalam membantu proses belajar mengajar. Film yang baik adalah film yang dapat memenuhi kebutuhan siswa dalam hubungannya dengan apa yang dipelajari. Oemar Hamalik mengemukakan prinsip pokok yang berpegang kepada 4-R yaitu : “ The right film in the right place at the right time used in the right way”.[25]

Secara singkat apa yang telah dilihat pada sebuah film, vidio, ataupun televisi hendaknya dapat memberikan hasil yang nyata kepada siswa. Film yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

a) Sesuai dengan tema pembelajaran

b) Dapat menarik minat siswa

c) Benar dan autentik

d) up to date dalam setting, pakaian dan lingkungan

e) sesuai dengan tigkat kematangan siswa

f) perbendaharaan bahasa yang benar.[26]

2) Video

Video sebagai media audio-visual yang menampilkan gerak, semakin lama semakin populer dalam masyarakat kita. Pesan yang disajikan bisa bersifat fakta maupun fiktif, bias bersifat informative, edukatif maupun instruksional. Sebagian besar tugas film dapat digantikan oleh video. Tapi tidak berarti bahwa video akan menggantikan kedudukan film. Media video merupakan salah satu jenis media audio visual, selain film. Yang banyak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran, biasa dikemas dalam bentuk VCD. Kelebihan video :

a)    Dapat menarik perhatian untuk periode-periode yang singkat

b)   Dengan alat perekam pita video sejumlah besar penonton memperoleh informasi dari ahli-ahli/spesialis

c)    Menghemat waktu

d)   Bisa mengamati lebih dekat objek yang sedang bergerak

3) Televisi

Selain film dan video, televisi adalah media yang menyampaikan pesan-pesan pembelajaran secara audio-visual dengan disertai unsur gerak. Televisi sebagai media pengajaran mengandung beberapa keuntungan anatara lain:

a)    Bersifat langsung dan nyata, serta dapat menyajikan peristiwa yang sebenarnya

b)   Memperluas tinjauan kelas, melintasi berbagai daerah dan berbagai negara

c)    Dapat menciptakan kembali peristiwa masa lampau

d)   Dapat mempertunjukkan banyak hal dan banyak segi yang beraneka ragam

e)    Banyak mempergunakan sumber-sumber masyarakat

f)    Menarik minat siswa.[27]

  1. Audio-Visual tidak murni yaitu media yang unsur suara dan gambarnya berasal dari sumber yang berbeda. Audio-visual tidak murni ini sering disebut juga dengan audio-visual diam plus suara yaitu media yang menampilkan suara dan gambar diam seperti:

1) Sound slide (Film bingkai suara)

Slide atau filmstrip yang ditambah dengan suara bukan alat audio-visual yang lengkap, karena suara dan rupa berada terpisah, oleh sebab itu slide atau filmstrip termasuk media audio-visual saja atau media visual diam plus suara. Gabungan slide (film bingkai) dengan tape audio adalah jenis system multimedia yang paling mudah diproduksi. System multimedia ini serba guna, mudah digunakan dan cukup efektif untuk pembelajaran perorangan dan belajar mandiri. Jika didesain dengan baik, system multimedia gabungan slide dan tape dapat membawa dampak yang dramatis dan tentu saja dapat meningkatkan hasil belajar.[28]

Media pembelajaran gabungan slide dan tape dapat digunakan pada berbagai lokasi dan untuk berbagai tujuan pembelajaran yang melibatkan gambar-gambar guna menginformasikan atau mendorong lahirnya respon emosional. Dilihat dari ada tidaknya rekaman suara yang menyertainya, program film bingkai bersuara termasuk dalam kelompok media audio-visual sedangkan program tanpa suara termasuk dalam kelompok media visual.[29]

Slide bersuara merupakan suatu inovasi dalam pembelajaran yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran dan efektif membantu siswa dalam memahami konsep yang abstrak menjadi lebih konkrit. Dengan menggunakan slide bersuara sebagai media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat menyebabkan semakin banyak indra siswa yang terlibat ( visual, audio). Dengan semakin banyaknya indra yang terlibat maka siswa lebih mudah memahami suatu konsep. Slide bersuara dapat dibuat dengan menggunakan gabungan dari berbagai aplikasi komputer seperti: power point, camtasia, dan windows movie maker. Slide bersuara memiliki beberapa kelebihan, antara lain:

a)    Gambar yang diproyeksikan secara jelas akan lebih menarik perhatian

b)   Dapat digunakan secara klasikal maupun individu

c)    Isi gambar berurutan, dapat dilihat berulang- ulang serta dapat diputar kembali, sesuai dengan gambar yang diinginkan

d)   Dapat dipergunakan bagi orang yang memerlukan sesuai dengan isi dan tujuan pemakai

e)    Sangat praktis dan menyenangkan

f)    Relatif tidak mahal, karena dapat dipakai berulang kali

g)   Pertunjukan gambar dapat dipercepat atau diperlambat.[30]

3. Penggunaan Audio-Visual dalam Pembelajaran

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan audio-visual untuk pembelajaran yaitu:

a)    Guru harus mempersiapkan unit pelajaran terlebih dahulu, kemudian baru memilih media audio-visual yang tepat untuk mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan.

b)   Guru juga harus mengetahui durasi media audio-visual misalnya dalam bentuk film ataupun video, dimana keduanya yang harus disesuaikan dengan jam pelajaran

c)    Mempersiapkan kelas, yang meliputi persiapan siswa dengan memberikan penjelasan global tentang isi film, video atau televisi yang akan diputar dan persiapan peralatan yang akan digunakan demi kelancaran pembelajaran.

d)   Aktivitas lanjutan, setelah pemutaran film atau video selesai, sebaiknya guru melakukan refleksi dan tanya jawab dengan siswa untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi tersebut.[31]

4. Bahan Ajar yang Cocok Dikembangankan dengan Audio-Visual

Secara umum, semua mata pelajaran akan lebih efektif jika diajarkan dengan media yang sesuai. Oleh karena itu, guru harus mengetahui terlebih dahulu materi dan tujuan pembelajaran. Audio-visual merupakan salah satu cara untuk membuat pembelajaran lebih dinamis dan menyenangkan. Adapun bahan ajar yang cocok untuk dikembangkan dengan audio-visual, khususnya mata pelajaran Pendidikan Agama Islam adalah sebagai berikut:

  1. Ranah Kognitif

Materi Al-Qur’an hadits, misalnya dalam menerangkan tajwid. Dulu sebelum teknologi berkembang, tajwid diajarkan hanya secara verbalistis, atau dengan menggunakan lingkaran tajwid. Akan tetapi dizaman sekarang bisa dikembangkan dengan menggunakan media interaktif dengan mikromedia flash, windows movie maker, dsb.[32]

  1. Ranah Afektif

Materi aqidah untuk menjelaskan tentang rukun iman maupun rukun islam. Materi akhlaq untuk menjelaskan tentang keteladanan bisa dikembangkan dengan memutar film atau video.

Materi sejarah kebudayaan islam yang bersifat pengetahuan, akan lebih menarik jika dikembangkan dengan menggunakan media seperti sound slide, sehingga memungkinkan siswa yang kurang dapat menerima pelajaran dengan hanya menggunakan indra pendengar, mampu lebih memahami dengan adanya kombinasi gambar dan suara.

  1. Ranah Psikomotor

Materi fiqh, dimana materi ini banyak yang berbentuk prosedural yang dirasa cocok untuk dikembangkan dengan media audio-visual, misalnya:

1)   Ketika menjelaskan tentang tata cara shalat

2)   Ketika menjelaskan tentang tata cara haji

3)   Ketika menjelaskan tentang tata cara berkurban

Ketiganya akan lebih menarik ketika dikembangkan dengan media audio-visual, misalnya dengan menggunakan film, video, mikromedia flash ataupun windows movie maker.

5. Kelebihan dan Kelemahan Media Audio-Visual

Beberapa Kelebihan atau kegunaan media audio-visual pembelajaran yaitu:

  1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata, tertulis atau lisan belaka)
  2. Mengatasi perbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti:

1)   Objek yang terlalu besar digantikan dengan realitas, gambar, filmbingkai, film atau video

2)   Obyek yang kecil dibantu dengan proyektor micro, film bingkai, film atau gambar

3)   Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat dapat dibantu dengan tame line atau high speed photografi

4)   Kejadian atau peristiwa yang terjadi masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film,video, film bingkai, foto maupun secara verbal

5)   Konsep yang terlalu luas (gunung ber api, gempa bumi, iklim dll) dapat di visualkan dalam bentuk film,film bingkai, gambar,dll.

Pengajaran audio-visual juga mempunyai beberapa kelemahan yaitu :

  1. Media audio-visual tidak dapat digunakan dimana saja dan kapan saja, karena media audio-visual cenderung tetap di tempat.
  2. Biaya pengadaannya relative mahal
  3. Apabila guru tidak mampu berpartisipasi aktif maka siswa akan cenderung menikmati visualisasi dan suaranya saja.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa Audio adalah sesuatu yang berkaitan dengan indra pendengar, yang jenisnya meliputi piringan hitam, tape recorder, radio, dan laboratorium bahasa. Sedangkan media audio-visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis Media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media yaitu media audio dan media visual.  Adapun jenisnya dibagi menjadi dua yaitu audiovisual murni dimanana unsur suara maupun unsur gambar berasal dari satu sumber, seperti film, video, televisi dan audiovisual tidak murni yaitu unsur suara dan gambarnya berasal dari sumber yang berbeda, seperti sound slide.

Setiap media pembelajaran mempunyai kelebihan dan kekurangan yang antara lain, memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis dan kelemahan pada media audio visual adalah terlalu menekankan pada penguasaan materi dari pada proses pengembangannya.

Media sebenarnya akan sangat membantu dalam mewujudkan tujuan pendidikan meskipun banyak kekurangan yanng ada didalamnya. Maka diharapkan kekreatifitasan guru dalam memilih media mana yang lebih cocok untuk diterapkan dalam kelas. Dalam hal ini yang harus diperhatikan adalah materi yang akan disampaikan, situasi kelas dan sarana pra sarana.

DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, Azhar. 2007. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grofindo Persada

Sadiman, Arief S, dkk. 2006. Media Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Sadjati, Ida Malati, dkk. 2003. Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Universitas Terbuka

Sudjana, Nana, dkk. 2007. Teknologi Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo

Suleiman, Amir Hamzah. 1985. Media Audio-Visual Untuk Pengajaran, Penerangan dan Penyuluhan. Jakarta: PT Gramedia

Usman, M. Basyirudin dan Asnawir. 2002. Media pembelajaran. Jakarta: Ciputat Pers


[1] M. Basyirudin Usman dan Asnawir, Media pembelajaran (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), hal, 83.

[2] Ida Malati Sadjati, dkk,  Pengembangan Bahan Ajar (Jakarta: Universitas Terbuka, 2003), hal, 5.12.

[3] Ibid.

[4] Azhar Arsyad, Media Pembelajaran (Jakarta; PT Raja Grafindo Persada, 2003), hal, 44.

[5] Ibid.

[6] Ibid.

[7] M. Basyirudin Usman dan Asnawir, Op.Cit., hal, 83.

[8] Ibid., hal, 85.

[9] Ibid.

[10] Ibid., hal, 93.

[11] Ida Malati Sadjati, dkk, Op.Cit., hal, 5.12.

[12] M. Basyirudin Usman dan Asnawir, Log.Cit., hal, 86.

[13] Amir Hamzah Suleiman, Media Audio-Visual untuk Pengajaran, penerangan, dan penyuluhan (Jakarta: PT Gramedia, 1985), hal, 157.

[14] Ibid.

[15] Ibid.

[16] Ibid.

[17] Ibid.

[18] Azhar Arsyad, Op.Cit., hal, 91.

[19] Sadiman, Arief S, dkk, Media Pendidikan (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2006), hal, 55.

[20] Ibid.

[21] Amir Hamzah Suleiman, Op.Cit., hal, 11.

[22] Ibid.

[23] M. Basyirudin Usman dan Asnawir, Op.Cit., hal, 95.

[24] Ibid., hal, 96.

[25] Ibid.

[26] Ibid., hal, 98.

[27] M. Basyirudin Usman dan Asnawir, Media pembelajaran (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), hal, 102.

[28] Azhar Arsyad, Op.Cit., hal, 153-155.

[29] Ibid.

[30] Ibid.

[31] M. Basyiruddin Usman dan Asnawir, Log.Cit., hal, 97-98.

[32] Azhar Arsyad, Log.Cit., hal, 61-65.

Category: Materi Kuliah
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>