Posted on Juli 28th, 2010 by by sarkowi
I. PENDAHULUAN
Pesantren telah lama menjadi lembaga yang memiliki kontribusi penting dalam ikut serta mencerdaskan bangsa. Banyaknya jumlah pesantren di Indonesia, serta besarnya jumlah Santri pada tiap pesantren menjadikan lembaga ini layak diperhitungkan dalam kaitannya dengan pembangunan bangsa di bidang pendidikan dan moral. Perbaikan-perbaikan yang secara terus menerus dilakukan terhadap pesantren, baik dari segi manajemen, akademik (kurikulum) maupun fasilitas, menjadikan pesantren keluar dari kesan tradisional dan kolot yang selama ini disandangnya. Beberapa pesantren bahkan telah menjadi model dari lembaga pendidikan yang leading.
Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang unik. Tidak saja karena keberadaannya yang sudah sangat lama, tetapi juga karena kultur, metode, dan jaringan yang diterapkan oleh lembaga agama tersebut. Karena keunikannya itu, C. Geertz menyebutnya sebagai subkultur masyarakat Indonesia (khususnya Jawa). Pada zaman penjajahan, pesantren menjadi basis perjuangan kaum nasionalis-pribumi. Banyak perlawanan terhadap kaum kolonial yang berbasis pada dunia pesantren. Read the rest of this entry »
Posted on Juli 28th, 2010 by by sarkowi
Pendahuluan
Untuk mengantisipasi gelombang dan arus informasi yang terus meningkat dan tidak dapat dibendung., UNESCO (Unitet Nation Educational Scientific and Cultural Organization) menggali kembali dan mempersiapkan untuk mengantisipasi perubahan yang bukan hanya linier tetapi mungkin eksponensial, yang diantisipasi akan terjadi dalam masyarakat yang mengelobal. Oleh sebab itu, UNESCO melalui World Educational Forum menetapkan The Four Pillars of Education (learning to know, learning to do, learning to life thogether, learning to be). [1] Read the rest of this entry »
Posted on Juli 27th, 2010 by by sarkowi
Keterbelakangan, baik secara mental, maupun ekonomi yang dialami bangsa Indonesia, akibat penjajahan maupun akibat kungkungan tradisi, menggugah kesadaran kaum terpelajar untuk memperjuangkan martabat bangsa ini, melalui jalan pendidikan dan organisasi. Gerakan yang muncul 1908 tersebut dikenal dengan Kebangkitan Nasional. Semangat kebangkitan memang terus menyebar ke mana-mana–setelah rakyat pribumi sadar terhadap penderitaan dan ketertinggalannya dengan bangsa lain, sebagai jawabannya, muncullah berbagai organisai pendidikan dan pembebasan. Read the rest of this entry »
Posted on Juli 6th, 2010 by by sarkowi
Majapahit adalah suatu kerajaan yang pernah berdiri dari sekitar tahun 1293 hingga 1500 M dan berpusat di pulau Jawa bagian timur. Kerajaan ini pernah menguasai sebagian besar pulau Jawa, Madura, Bali, dan banyak wilayah lain di Nusantara. Read the rest of this entry »
Posted on Juli 2nd, 2010 by by sarkowi
Education System in Islamic Campus Boarding School (Case Study of Ma’had Sunan Ampel Al-’Ali UIN Malang).
Demand which is addressed to the university is to produce intellectual and religious human resources. Therefore, State Islamic University of Malang is as an Islamic university has a responsibility to create a system to integrate both systems.To implement this idea is not only formal academic activities, but also it is needed islamic and condusive condition. One of the efforts is education system advisor which is conducted intensively in Islamic Campus Boarding School “State Islamic University of Malang” which is called “Ma’had Sunan Ampel Al-’Ali UIN Malang”. Read the rest of this entry »
Posted on Juli 2nd, 2010 by by sarkowi
Al-Ghazali telah mencurahkan perhatiannya terhadap bidang pengajaran dan pendidikan. Yang mendasari pemikirannya atas dua bidang ini adalah pandangannya yang memandang manusia dapat memperoleh derajat atau kedudukan yang paling terhormat di antara sekian banyak makhluk di permukaan bumi dan langit karena pengajaran dan pendidikan, karena ilmu dan amal. Karena amaliyah tidak akan muncul dan kemunculannya tidak akan bermakna kecuali setelah adanya pengetahuan. Oleh karena itu, dalam kitab momumentalnya Al-Ghazali yakni “Ihya’ ‘Ulum al-Din”, mengupas ilmu pengetahuan secara panjang lebar, pembahasan ini dituangkan dalam bab tersendiri “Kitab al-Ilmi”.[1] Read the rest of this entry »
Posted on Juli 2nd, 2010 by by sarkowi
Elemen terakhir dari komponen kurikulum adalah penilaian atau evaluasi. Berhasil tidaknya suatu pendidikan dapat dilihat setelah dilakukan evaluasi terhadap produk dan proses pendidikannya. Jika produk yang dihasilkan sesuai dengan tujuan yang telah tetapkan maka pendidikan disebut berhasil, jika sebaliknya gagal. Read the rest of this entry »