Nama: Muhammad Lutfil Hakim

NIM: 08110084

Kelas: G

Matkul: Metodologi PAI

Hakekat dan Metodologi Pembelajaran PAI

Pembelajaran aktif (active learning) adalah  suatu proses pembelajaran dengan maksud untuk memberdayakan peserta didik agar belajar dengan menggunakan berbagai cara/strategi secara aktif

Model pembelajaran aktif:

l  CBSA : Cara Belajar Siswa Aktif

l  PKP    : Pendekatan Ketrampilan Proses

l  QTL    : Quantum Teaching and Learning

l  CTL    : Contekstual Teaching and Learning

l  CL       : Cooperative Learning

l  ML      : Mastery Learning

l  MPP    : Model Pembelajaran Portofolio

Model-model pembelajaran di atas pada hakekatnya adalah bertujuan  sama, yakni ingin menciptakan suasana belajar dengan melibatkan siswa secara aktif, baik secara mandiri maupun berkelompok.

Dalam teori Quatum Learning dijelaskan
adanya 3 Gaya Belajar (Learning Style) yakni :

1.  Belajar dengan cara melihat (visual)
2. Belajar dengan cara mendengar (Audio)
3. Belajar dengan cara bergerak, menyentuh,
melakukan,gerakan (kinestetik).

Studi:
Siswa pada kelas lecturing/ ceramah tidak memperhatikan pengajaran sekitar 40 – 60 %

MEMPELAJARI SESUATU: PRAKTIKKANLAH

Belajar berhitung: Berhitunglah.
Belajar berenang: Berenanglah.
Belajar bahasa: Berbicaralah.
Belajar fisika: Berkreasilah.
Belajar bernyanyi: Bernyayilah
Belajar ttg nikah: ……………

7 Komponen Utama
dalam CTL

l  Konstruktivisme (Contructivism).

l  Menemukan (Inquiry).

l  Bertanya (Questioning).

l  Masyarakat Belajar (Learning Community).

l  Pemodelan (Modeling).

l  Refleksi (Reflektion).

l  Penilaian Sebenarnya (Authentic Assessment).

Ciri Utama dalam pembelajaran CTL

l  Dinding ruang kelas penuh dg tempelan hasil karya siswa  (peta konsep,  artikel, puisi, tulisan khat, cerita kejadian dll).

l  Siswa selalu ramai, gembira, biar seperti pasar asal tidak seperti kuburan.

MACAM-MACAM STRATEGI

PEMBELAJARAN AKTIF

Everyone is Teacher Here (Semua adalah pendidik/Guru):

strategi yang digunakan oleh GURU dengan maksud  meminta SISWA

untuk semuanya berperan menjadi narasumber terhadap sesama temannya di

kelas belajar. Langkjah-langkah penerapannya;

a.  Berikan bahan bacaan dan minta siswa untuk membaca bahan tersebut.

  1. Mintalah setiap siswa untuk membuat pertanyaan dari bahan tersebut dan ditulis

di kertas.

c. Kocoklah kertas pertannyaan tersebut, lalu bagikan kembali kepada semua siswa.

d.  Mintalah siswa membaca dalam hati sambil memikirkan jawabannya dari perta-

nyaan tersebut.

e.  Panggil secara acak bergantian setiap siswa untuk membaca pertanyaan dan

jawannya masing-masing.

f.  Minta siswa lain untuk memberi tanggapan.

g.  Guru mengulasnya dengan memberi kesimpulan inti pelajaran

Critical Incident (Mengkritisi Pengalaman/peristiwa Penting), yaitu suatu strategi yang digunakan oleh guru dengan maksud mengajak siswa untuk mengigat pengalaman yang pernah dijumpai atau dialami sendiri kemudian dikaitkan dengan materi bahasan.
Langkah-langkah :
a.  Guru menyampaikan topik apa yang akan dipelajari pada
pertemuan kali ini.
b.  Berikan kesempatan kepada siswa untuk mengingat-ingat
pengalaman mereka yang tidak terlupakan berkaitan dengan
materi yang sedang dipelajari.
c.  Tanyakan pengalaman  apa yang tidak pernah terlupakan,
kepada semua siswa, agar terlatih keberaniannya.
d.  Sampaikan perkuliahan dengan mengaitkan pengalaman siswa
tersebut.

The Power of Two (Kekuatan Berpasangan),

yaitu suatu strategi yang digunakan oleh guru dengan maksud mengajak peserta didik untuk belajar dengan cara berpasangan, karena hasil belajar berpasangan dua orang memiliki kekuatan yang lebih disbanding sendirian. Langkah-langkah penerapannya:

1. Ajukan satu atau lebih pertannyaan mengenai kasus atau permasalahan yang membutuhkan perenungan dan pemikiran.

2. Mintalah semua peserta untuk menjawab pertanyaan  secara individuvidual.

3. Setelah semua menjawab, mintalah kepada semua peserta untuk mencari pasangan teman dan saling bertukar pikiran tentang jawabannya masing-masing.

4. Mintalah masing-masing pasangan tersebut membuat rumusan baru sebagai hasil perpaduan dengan pasangannya.

5. Mintalah masing-masing pasangan untuk membandingkan dengan pasangan lainnya.