lentera ilmu

Sekadar sebuah weblog Blog UIN MALIKI MALANG lainnya

Nasehat Imam Syafii


perjalanan hidup manusia akan selalu di terpa oleh gelombang cobaan yang mereka tidak pernah akan mengetahui kapan dan di mana cobaan itu akan mereka temui. orang yang tengah sibuk bekerja di kantor tiba-tiba mendapat serangan jantung, atau orang yang tengah mengajar di sekolah, tiba-tiba mendapat kabar yang tidak nyaman dalam benaknya, seperti kematian sanak keluarga. itu merupakan suratan takdir dari Tuhan yang maha segalanya yang merupakan keharusan bagi manusia untuk menjalaninya dengan ketabahan, karena pada dasarnya Dialah yang lebih berhak kepada kita atas segalanya.

Diantara manusia ada yang sabar dengan semua itu, ada pula yang memberontak tidak menerima akan takdir Tuhan dan yang kedua inilah yang berbahaya, karena hal itu bisa mengancam imannya atau membuat gangguan dalam jiwanya.
Imam Syafi’i dalam sebuah nasihat beliau kepada ummat, mengatakan, “tidak sempurna seseorang manusia itu sehingga ia memiliki empat perkara, yakni: addiyanah, al amanah, assiyanah, arrozabah.

Marilah kita bahas tentang keempat pesan mulia Imam yang luar biasa ini.

  1. Addiyanah (agama) adalah syariat tuhan yang di turunkan kepada manusia melalui perantara rasulNya, agama begitu pentingnya dalam kehidupan manusia, sehingga Imam Syafii menaruhnya di bagian pertama pada hal-hal yang harus dimiliki manusia sehingga akan menjadi manusia yang sempurna. karena apa? agama akan menentramkan jiwa seseorang yang tengah dirundung duka, misalnya ketika seseorang mendapat suatu musibah, agama akan mengambil andil dengan mengingatkan mereka tentang hikmah-hikmah yang terkandung di balik semuanya. lain halnya jika seseorang tidak memiliki agama, ketika ia mendapatkan musibah, maka ia akan putus asa, frustasi, bingung harus mengadu kepada siapa, sehingga jika hal itu berkelanjutan, akan memberikan efek yang tidak baik dalam hidupnya bahkan sampai akan bunuh diri. maka dari itu agama sangat dibutuhkan dalam hidup ini.
  2. Al amanah (memegang amanah). mengapa demikian?, kita ketahui bersama, bahwa manusia adalah mahluk sosial, ia akan membutuhkan kepada yang lain, baik dalam masalah individual, apalagi yang bersifat umum, misalnya dalam ranah kehidupan negara, manusia akan membutuhkan pemimpin untuk memimpin mereka, dimana nantinya pemimpin itu akan menjadi figur teladan bagi masyarakatnya dalam mengemban semua itu, dalam hal ini orang yang amanahlah tentunya yang menjadi pilihan. dengan demikian bisa di bayangkan jika dalam sebuah negara tidak ada orang yang amanah, maka akan hancurlah tatanan kehidupan di negara tersebut. maka dari itu amanah sangatlah di butuhkan dalam kehidupan kita.
  3. Assiyanah (menjaga diri). merupakan keharusan bagi manusia untuk menjaga dirinya, karena pada dasarnya ada bebrapa hal yang harus dijaga oleh manusia, yakni: hifzul iman (menjaga iman), hifzun nafs (menjaga jiwa), hifzul mal (menjaga harta), yang pada prinsipnya adalah untuk menjaga dirinya sendiri. jika manusia telah tidak mau menjaga dirinya maka berarti ia telah menyia-nyiakan dirinya dan barang siapa yang telah menyia-nyiakan dirinya, maka ia tidak akan di perhatikan oleh tuhanNya. betapa banyak kita lihat di zaman globalisasi ini orang-orang telah lupa pada dirinya, tidak mau menjaga dirinya sendiri, seprti para pemuda-pemudi yang terlibat pergaulan bebas, yang menjadikan obat-obatan terlarang sebagai makanan kesukaan mereka, dan berzina sebagai kegemaran mereka. hal ini mencerminkan betapa bobroknya ahlak para pemuda zaman ini, padahal jika pemuda telah rusak maka akan rusaklah sebuah generasi, jika generasi telah rusak, maka tunggulah kehancuran. na’udzu billah.
  4. Arrozabah (berpikir panjang). seseorang harus mempertimbangkan dulu sematang mungkin sebelum memutuskan atau melakukan sesuatu, hal itu di karenakan, betapa banyak sebuah keputusan yang di keluarkan seseorang atau perbuatan yang di lakukan seseorang tidak berfaedah bagi dirinya sendiri bahkan menjadi penyayat hati orang lain. oleh sebab itu, berpikir panjang sangatlah di butuhkan, apalagi dalam masalah-masalah yang prinsifal, seperti menikah, dimana seseorang akan menjalani hidup dengan lawan jenisnya tidak untuk waktu yang terbatas, tetapi untuk selamanya. sehingga perkenalan dua belah pihak sangat penting sekali untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan nantinya setelah pertnikahan. tidak hanya dalam hal yang demikian, dalam kehidupan sehari-haripun kita harus bersikap arrozabah, karena sangat penting untuk menjaga diri dari permaslahan-permasalahan yang akan timbul dari perbuatan kita nantinya yang kurang di perhitungkan terlebih dahulu.

Demikianlah tulisan singkat ini saya buat. nasihat imam syafi’i ini di kutib dari catatan pengajian pemulis bersama gurunya dulu di pondok nahdlatul wathan lombok, jadi mohon maaf jika penulis tidak bisa menaruh rujukan dalam tulisan ini. pada akhirnya marilah kita sempurnakan diri kita yang tidak akan pernah bisa sempurna ini dengan keempat nasehat Imam Syafii tersebut, semoga membantu untuk membimbing kita menuju manusia yang di redhoi oleh Allah.



Leave a Reply