menulis surat resmi

Desember 26th, 2011 -- Posted in artikel | No Comments »

Senin, 26 Desember 2011

dapat tugas resume, enaknya browsing biar dapat bnyak n juga ilmunya banyak..=). di bawah ini akan di jelaskan tentang bagaimana membuat surat resmi.

surat resmi

Surat merupakan alat komunikasi yang tidak didukung oleh mimik dan gesture karena itu surat harus bebas dari salah tafsir. Agar tidak menimbulkan salah tafsir, bentuk dan bahas surat harus mengikuti ragam yang telah dibakukan.

surat resmi memiliki bagian-bagian yang tetap, yaitu

1 . kepala surat

Kepala surat yang ditulis lengkap terdiri atas (a) nama instansi, (b) alamat lengkap, (c) nomor telepon, (d) nomor kotak pos, dan (e) lambang atau logo. Pada contoh di atas, kelima unsur tersebut ada pada kepala surat

Dalam penulisan kepala surat hal-hal berikut perlu diperhatikan.

1. Nama instansi tidak disingkat, misalnya Osis, tetapi Organisasi Sekolah Intra Sekolah

2. Kata jalan tidak disingkat dengan Jl. atau Jln., tetapi Jalan

dengan J kapital.

3.Kata telepon hendaknya ditulis dengan cermat, telepon; bukan tilpun, telpun, dan tidak disingkat menjadi Telp atau Tlp.

4 Kata kotak pos hendaklah ditulis dengan cermat, yaitu Kotak Pos; jangan disingkat menjadi Kotpos. Jangan pula kamu gunakan P.O. Box atau Post Office Box.

5 Kata telepon dan kotak pos diikuti oleh nomor tanpa diantarai dengan tanda titik dua (:), sedangkan nomor-nomor yang mengikutinya ditulis dengan tanpa tanda titik atau spasi pada setiap hitungan tiga angka karena bukan merupakan

2 . tanggal penulisan surat

Tanggal surat ditulis lengkap, yaitu tanggal ditulis dengan angka, bulan ditulis dengan huruf yang diawali huruf kapital, dan tahun ditulis dengan angka. Sebelum tanggal tidak dicantumkan nama kota, karena nama kota sudah ada pada kepala surat. Setelah tanggal tidak ada tanda baca.

Berikut contoh penulisan tanggal yang salah

Surabaya : 16 Januari 2008

Surabaya, 16 Januari 2008

16 -01-2008

16 Jan 2008

3 . nomor, lampiran, dan hal surat

Kata nomor, lampiran, dan hal ditulis dengan diawali huruf kapital dan diikuti dengan tanda titik dua (:) yang ditulis secara estetik sesuai dengan panjang ketiga kata tersebut.

Kata nomor dan lampiran dapat disingkat secara taat asas dengan No. dan Lamp.

Penulisan Nomor Yang Salah Penulisan Nomor Yang Benar
Nomer: 110/U/OSIS/2007,- Nomor: 110/U/OSIS/2007
No: 110/U/OSIS/2007, No: 110 / U /OSIS / 2007
Nomor: 110/U/OSIS/2007 Nomor: 110.U.OSIS.2007

Kata Lampiran atau Lamp. diikuti tanda titik dua (:) dan disertai jumlah barang yang dilampirkan. Jumlah barang ditulis dengan huruf, bukan dengan angka, dan tidak diakhiri dengan tanda baca. Awal kata yang menyatakan jumlah ditulis dengan huruf kapital.

Penulisan Lampiran Yang Tidak Dianjurkan Penulisan Lampiran Yang dianjurkan
Lampiran: 1 berkas Lampiran: Satu berkas
Lamp: 1 (Satu) berkas Lamp: Satu berkas

Kata hal diikuti oleh tanda titik dua dan disertai dengan pokok surat yang diawali dengan huruf kapital tanpa diberi garis bawah dan tidak diakhiri tanda baca. Pokok surat hendaknya dapat menggambarkan pesan yang ada pada isi surat.

Penulisan Hal Yang Tidak Dianjurkan Penulisan Hal Yang dianjurkan
Hal : Permohonan Izin mengadakan studi banding Hal : Permohonan izin
Hal : Perpanjangan Izin Penelitian

Hal : Permintaan data lomba desa

2008

Hal : Perpanjangan izin penelitian

Hal : Permintaan data lomba desa 2008

Hal : Petunjuk Pembinaan Desa

Tertinggal

Hal : Petunjuk pembinaan desa tertinggal

4 alamat tujuan

Dalam menuliskan alamat surat, hal-hal berikut perlu diperhatikan.

1. Penulisan nama penerima surat harus cermat dan lengkap sesuai dengan kebiasaan si pemilik nama menulis namanya.

2. Nama diri penerima surat ditulis dengan huruf kapital pada awal setiap unsurnya, bukan huruf kapital semua.

3. Penulisan alamat surat juga harus cermat, lengkap, dan informatif.

. Untuk menyatakan yang terhormat pada awal nama penerima surat cukup ditulis Yth. Dengan huruf awal huruf kapital disertai dengan tanda titik. Penggunaan kata kepada sebelum nama diri tidak diperlukan karena kepada merupakan kata penghubung antar bagian kalimat yang menyatakan arah. Alamat pengirim juga tidak perlu memakai kata dari yang menyatakan asal.

5. Kata Saudara ditulis dengan disingkat, Sdr., sedangkan kata Bapak dan Ibu ditulis lengkap, tanpa disingkat.

6. Jika nama orang yang dituju bergelar akademik sebelum namanya, seperti Dr., dr., atau Drs., atau memiliki pangkat seperti kolonel atau kapten, kata sapaan Bapak, Ibu, Sdr tidak digunakan.

7. Jika yang dituju nama jabatan seseorang, kata sapaan tidak digunakan agar tidak berhimpit dengan gelar, pangkat, atau jabatan.

8. Kata jalan pada alamat surat tidak disingkat. Alamat yang lebih sempit dengan alamat yang lebih luas tingkatannya diantarai dengan tanda koma.

9. Nama alamat yang dituju hendaklah nama orang yang disertai dengan nama jabatannya, atau nama jabatannya saja, dan bukan nama instansinya.

Penulisan Alamat yang Tidak Dianjurkan Penulisan Alamat yang Dianjurkan
KEPADA

Yth. Bpak. Biro Tata Usaha

Kantor Pemda Tingkat I Jatim

Jln. Pahlawan Nomor 2

SURABAYA

Kepala Biro Tata Usaha

Kantor Pemerintah Daerah

Kantor Pemerintah Daerah

Tingkat I

Propinsi Jawa Timur

Jalan Pahlawan 2

S u r a b a y a

5 salam pembuka dan penutup

Contoh salam pembuka adalah sebagai berikut:

Salam sejahtera,

Saudara…,

Ibu… yang terhormat,

Di samping itu ada salam yang bersifat khusus,

Assalaamu’alaikum W.W.,

Salam Pramuka,

Salam Perjuangan,

Merdeka,

Salam penutup yang lazim adalah sebagai berikut.

Hormat saya,

Hormat kami,

Salam takzim,

Wassalam,

6 isi surat (tubuh surat)

Secara garis besar, isi surat dapat dikelompokkan menjadi bagian pembuka, bagian isi, dan bagian penutup.

Contoh bagian pembuka

1. Pada tanggal 5 Februari 2007 kami akan menyelenggarakan lomba pembacaan puisi. Tujuan lomba adalah ….

2. Pernyataan Saudara yang tertera pada surat Saudara tanggal 25 Januari 2007, No. 29/Pr./H/I/2007 akan kami jawab sebagai berikut.

Contoh bagian penutup

1. Atas perhatian Saudara kami sampaikan terima kasih.

2. Demikian permohonan kami. Atas perhatian dan perkenan Bapak, kami menyampaikan terima kasih.

Contoh penulisan paragraf penutup yang tidak dianjurkan:

1. Atas perhatiannya, diucapkan terima kasih.

2. Demikian harap maklum.

3. Demikian, atas perhatian dan kerjasamanya, dihaturkan beribu-ribu terima kasih.

7 pengirim surat (tanda tangan, nama terang, dan jabatan)

Penulisan pengirim surat perlu memperhatikan hal-hal berikut:

1. Nama tidak perlu ditulis dengan huruf kapital seluruhnya, cukup ditulis dengan huruf kapital pada huruf pertama tiap unsurnya.

2. Nama tidak perlu diberi tanda kurung, digarisbawahi, dan tidak perlu diakhiri dengan tanda baca.

Contoh penulisan nama pengirim surat.

Penulisan Alamat yang Tidak Dianjurkan Penulisan Alamat yang Dianjurkan

1. KEPADA

Yth. Bpak. Drs. Sukoco Joyonegoro Kepala Biro Tata Usaha

Kantor Pemda Tingkat I Jatim

Jln. Pahlawan Nomor 2

SURABAYA

2. Deby Sukamdani Ketua OSIS

KETUA OSIS

1. Yth. Bapak Sukoco Joyonegoro Kepala Biro

Tata Usaha Pemerintah Propinsi Jawa Timur

Jalan Pahlawan 2 Surabaya

2. Deby Sukamdani Ketua OSIS

8 tembusan (jika diperlukan

Ketentuan penulisan tembusan adalah sebagai berikut:

  1. Jika tembusan lebih dari satu, diberikan nomor urut tembusan.
  2. Pihak yang diberi tembusan hendaknya nama jabatan atau nama orang, bukan nama instansi.
  3. Dalam tembusan tidak perlu diberikan Kepada Yth atau Yth.
  4. Dalam tembusan tidak perlu ada ungkapan, untuk laporan, untuk diperhatikan, untuk bahan pertimbangan, atau ungkapan lain yang mengikat.
  5. Dalam tembusan tidak perlu ada ungkapan arsip atau pertinggal karena setiap surat resmi pasti ada tembusan.
Penulisan Alamat yang Tidak Dianjurkan Penulisan Alamat yang Dianjurkan

Tembusan

1. Kepala Sekolah sebagai laporan.

2. Pembina OSIS sebagai pertimbangan.

3. Ketua OSIS sebagai bahan pertanggungjawaban.

Tembusan

1. Kepala Sekolah

2. Pembina OSIS

3. Ketua OSIS

sumber : http://jendelabahasa.blogspot.com

Info terbaru

Oktober 19th, 2011 -- Posted in artikel | No Comments »

Harddisk Kapasitas Raksasa Besutan IBM

Waduuh kelamaan nggak posting. Males banget setelah ikutan PTC seperti daftar di samping kanan para pembaca he..he.. (daftar dong dgn cara klik link di sana). Sudah ah promosinya. Sekarang saya mau coba posting lagi, buang rasa malas.

Anda tahu kan harddisk ? Itu tuh… tempat menyimpan OS dan file-file di kompie anda. Kali ini, ada berita menarik. IBM, salah satu perusahaan legendaris di bidang IT, kini mempunyai proyek besar. Sekumpulan peneliti yang tergabung di perusahaan IBM sedang membuat harddisk dengan kapasitas terbesar yang belum pernah ada di dunia komputer.

Harddisk buatan IBM ini konon akan memiliki kapasitas sebesar 120 petabytes atau 120 juta gigabyte ! WOW…luar biasa. Tidak terbayangkan berapa lama kita akan bisa memenuhi harddisk tersebut dengan file-file teks biasa, kecuali dicampur dengan lagu-lagu atau film. Bisa-bisa harddisk dengan kapasitas raksasa tersebut dapat memuat file lagu mp3 sebanyak kurang lebih 20-an miliar file ! Sekedar info, sekarang ini harddisk dengan kapasitas terbesar yang ada adalah 15 petabyte.

Bagaimana cara IBM membuat harddisk tersebut ? Ternyata untuk mencapai kapasitas 120 Petabyte terdiri dari rangkaian 200 ribu buah harddisk yang digabungkan menjadi satu. Pengerjaan proyek tersebut dilakukan di CA Lab research, Almaden.

Waah tidak terbayangkan, berapa harga yang dipatok oleh IBM jika nantinya akan dibuat secara massal.

ILMU BUDAYA DASAR

Oktober 10th, 2011 -- Posted in makalah | No Comments »

Masalah-masalah Budaya

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Seiring berjalannya waktu dengan kemodernan zaman serta kemajuan teknologi canggih dimana-mana membuat para kaum pribumi terutama mahasiswa yang menjadi berubah pola pikirannya dan terkena imbas dari trans budaya asing atau dunia barat, seperti yang saat ini banyak dijumpai yakni tentang gaya bahasa atau logat bicara dari daerah masing-masing, kemudian cara berpakaian atau berdandan dan tingkah laku para mahasiswa-mahasiswa sekarang. Edward Shits berpendapat, bahwa dalam proses interaksi anar kebudayaan, maka perubahan akan terjadi pada bagian-bagian pinggir terlebih dahulu baru menuju ke pusat atau dari bagian yang secular menuju ke yang sacral. Makan Koentjoroningrat telah langsung menunjuk pada unsure-unsur kebudayaan yang paling mudah berubah yakni taknologi, mata pencaharian, kesenian,bahasa, ilmu pengetahuan. Baru yang terakhir yang paling a lot “system religi”. Universitas Islam Negeri Malang, PTN terkemuka di Indonesia. Penyatuan antara ilmu spiritual dan ilmu umum diracik sedemikian rupa, menghasilkan formula khas, kunci kesuksesan. Mahasiswa ulama professional selayaknya patut kita puji, tapi benarkah?
Kita sering mendengar dan meresapi di daerah-daerah sekitar kita maupun daerah sekitar kampus, bahwasannya banyak mahasiswa ataupun mahasiswi yang mana mereka selalu dan selalu menggunakan logat bahasa yang tidak semestinya seperti berbicara dengan dibuat-buat atau lebih kerennya bahasa gaul dan terkadang dengan logat seperti itu murid atau mahasiswa kurang sopan dalam berbicara dengan orang yang lebih tua layaknya guru maupun dosen, mereka tidak pernah sadar bahwasannya logat yang mereka gunakan seperti itu bukanlah mencerminkan kebudayaan kita yang selalu mengedepankan kesopanan serta tata bahasa yang baik dan benar, pastinya kedepannya dapat merubah atau menggantikan posisi ke-khasan logat bangsa Indonesia jika kita tetap seperti itu dan tidak mau menjaganya. Maka jangan salahkan anak cucu kita jika mereka nantinya akan meniru kita-kita semua yang mana kita telah menjadi pengguna tetap logat bahasa yang seperti itu sehingga telah mendarah daging dan anak cucu kita akan terkena imbas dari apa yang telah kita lakukan.
Kemudian untuk cara berlpakaian atau etika di dalam memakai pakaian sehari-hari. Banyak anak-anak muda bahkan para mahasiswa-mahasiwa negeri kita yang dalam cara berpakaiannya lebih condong dan berkiblat ke dunia barat, tetapi sayang mereka atau kita terkadang terlalu berlebihan dalam mengikuti zaman atau mengikuti mode-mode dari dunia barat padahal orang-orang eropa sendiri ataupun orang amerika yang lebih mengenal mode modern mereka terkesan kalah dengan para anak-anak muda atau mahasiswa-mahasiswa kita, mereka lebih sederhana tetapi tetap dengan mode atau cara berpakaian yang tidak berlebihan. Tidaklah kita ingat pada budaya-budaya cara berpakaian bangsa kita yang mana bangsa ini mengenal budaya berpakaian yang sopan dan terlihat santun, yang lebih mengenakkan mata kita ataupun orang lain, yang lebih ramah dan rapi, sehingga nantinya kita akan menjadi serba tertib dalam kehidupan sehari-hari.
Tak kalah pentingnya juga dengan tingkah laku para anak muda zaman sekarang ini begitupun para mahasiswa atau mahasiswi. Sekarang banyak mahasiswa-mahasiswa ataupun anak muda yang mulai meninggalkan budaya negeri kita dalam bertingkah laku dimanapun kita berada dan dengan siapa kita bergaul. Mereka banyak terpengaruh dari dunia luar atau dari Negara-negara barat yang notabene adalah pusat mode ataupun kiblat dari belahan dunia yang lain. Mereka juga terlalu berlebihan dalam mengikuti zaman, sehingga mereka tidak bisa memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk ataupun yang tidak cocok dengan budaya kita. Jadi tidak mengherankan jika saat ini banyak anak-anak muda ataupun para mahasiswa-mahasiswa yang perialkunya kurang baik ataupun kurang sopan dan berani pada orang-orang yang lebih tua darinya, bahkan antara guru dan murid, dosen dengan mahasiswa terkesan tidak ada bedanya, seolah merekan menganggap dosen seperti teman biasa yang tak patut untuk dihormati dalam artian untuk tidak bertawadu’
Maka dari itu kami akan mengupas tuntas masalah-masalah kebudayaan yang ada di negeri ini, dengan harapan agar para anak muda ataupun mahasiswa-mahasiswa sadar akan pentingnya budaya-budaya kita. Dan juga agar kebudayaan-kebudayaan kita senantiasa tetap terjaga dan lestari, sehingga anak cucu kita tetap bisa menikmati kebudayaan-kebudayaan negeri ini.

1.2 Rumusan Masalah
1. Apa saja contoh perubahan budaya yang ada pada kalangan mahasiswa?
2. Faktor-faktor apa saja yang dapat merubah budaya mahasiswa?
3. Bagaimana proses perubahan budaya tersebut?
4. Bagaimana cara perubahan budaya tersebut agar tidak terjadi pada kalangan mahasiswa?

1.3 Tujuan
Tujuan-tujuan dari masalah-masalah budaya adalah tidak lain untuk dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang masalah-masalah budaya yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan, diantaranya sebagai berikut :
1. Mengetahui apa saja contoh perubahan budaya yang ada pada kalangan mahasiswa.
2. Memahami faktor-faktor apa saja yang dapat merubah budaya mahasiswa.
3. Memahami bagaimana proses perubahan budaya tersebut.
4. Mengetahui bagaimana cara perubahan budaya tersebut agar tidak terjadi pada kalangan mahsiswa.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1 Hakikat Manusia
Allah swt menciptakan makhluknya (termasuk di dalamnya manusia), tidak dengan kesia-siaan. Atau tidaklah manusia diciptakan sebatas untuk menikmati kehidupan dunia dan segala keindahannya. Pada hakekatnya Allah swt menciptkan manusia tujuan utamanya adalah beribadah kepada-Nya. Siapa pun yang merasa dan menyadari dirinya sebagai makhluk yang diciptakan, maka ia berkewajiban untuk beribadah kepada Pencitanya, terlebih Sang Penciptanya itu satu-satunya Dzat tempat kembali. Maka ia wajib mengesakan-Nya dalam beribadah kepada-Nya. Jika tujuan utama manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah, ini berarti kita wajib beribadah kepada Allah swt dalam keseluruhan hidup kita. Di mana pun dan kapan pun kita berada maka kita wajib beribadah. Ibadah tidak memiliki batasan waktu dan tempat, ia menjadi bagian ya ng integratif dalam setiap gerak dan akitifitas fisik, gerak lisan, dan gerak hati.

2.2 Pengertian, Unsur, dan Wujud
Pengertian
IBD (Ilmu Budaya Dasar) adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang akan di kembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Untuk pengertian Kebudayaan sendiri jika dikaji dari asal kata bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti mengolah tanah. Jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya”. Kemudian untuk arti masalah-masalah budaya sendiri yaitu memahami, mengidentifikasi, serta mempelajari apa saja masalah-masalah kebudayaan yang saat ini terjadi di masyarakat dan terutama pada pemuda-pemuda termasuk para mahasiswa-mahasiswa.
Unsur-unsur Kebudayaan
Untuk lebih mendalami kebudayaan, perlu dikenal beberapa masalah lain yang menyangkut kebudayaan. Misalnya apa yang disebut dengan unsur. Yang dimaksud dengan unsur disini adalah apa saja sesungguhnya kebudayaan itu, sehingga kebudayaan disini lebih mengandung makna totalitas dari pada sekedar penjumlahan unsure-unsur yang terdapat di dalamnya. Ada tujuh unsur kebudayaan universal, yaitu:
1. Sistem Religi(system kepercayaan)
2. Sistem Organisasi kemasyarakatan
3. Sistem Pengetahuan
4. Sistem Mata Pencaharian Hidup dan Sistem-sistem Ekonomi
5. Sistem Teknologi dan Peralatan
6. Bahasa
7. Kesenian

Wujud Kebudayaan
Menurut dimensi wujudnya, kebudayan mempunyai tiga wujud yaitu:
1. Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia
2. Kompleks aktivitas
3. Wujud sebagai benda
Ketiga wujud dari kebudayaan tadi, dalam kenyataan kehidupan masyarakat tak terpisah satu sama lain. Kebudayaan ideal dan adat istiadat mengatur dan memberi arah kepada tindakan-tindakan dan karya manusia. Baik pikiran-pikiran dan ide-ide, maupun tindakan dalam karya manusia, menghasilkan benda-benda kebudayaan fisiknya. Sebaliknya, kebudayaan fisik membentuk suatu lingkungan hidup tertentu yang makin lama makin menjauhkan manusia dari lingkungan alamiahnya sehingga mempengaruhi pula pola-pola perbuatannya, bahkan juga cara berpikirnya.

2.3 Menjelaskan Hubungan Manusia Dan Budaya
Secara etimologis, Sosiologi berasal dari kata latin, Socius yang berarti kawan dan kata Yunani Logos yang berarti kata atau yang berbicara. Jadi Sosiologi adalah berbicara mengenai masyarakat. Bagi Comte, Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan kemasyarakatan umun yang merupakan hasil akhir dari perkembangan ilmu pengetahuan. Dalam ilmu Sosiologi dipelajari juga mengenai Peran, Status atau kedudukan, Nilai, Norma dan juga Budaya atau kebudayaan. Kesemuanya ini merupakan hal-hal yang sangat erat kaitannya dengan ilmu Sosiologi. Keterkaitan manusia dan budaya dapat dibagi menjadi sebagai berikut :
1) Peran
Peranan merupakan aspek dinamis dari kedudukan, yaitu seorang yang melaksanakan hak-hak dan kewajibannya. Artinya, apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya, maka dia telah menjalankan suatu peranan.
2) Status
Kedudukan (status) diartikan sebagai tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial. Sedangkan kedudukan sosial (social status) artinya tempat seseorang secara umum dalam masyarakatnya sehubungan dengan orang lain, dalam arti lingkungan pergaulannya, prestisenya,danhak-hak serta kewajiban-kewajibannya. Kedudukan ini bersifat terbuka bagi siapa saja, tergantung dari kemampuan masing-masing dalam mengejar serta mencapai tujuan-tujuannya.
3) Nilai
Nilai sosial adalah nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk oleh masyarakat. Sebagai contoh, orang menanggap menolong memiliki nilai baik, sedangkan mencuri bernilai buruk. Woods mendefinisikan nilai sosial sebagai petunjuk umum yang telah berlangsung lama, yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menentukan sesuatu itu dikatakan baik atau buruk, pantas atau tidak pantas harus melalui proses menimbang. Hal ini tentu sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang dianut masyarakat. tak heran apabila antara masyarakat yang satu dan masyarakat yang lain terdapat perbedaan tata nilai. Contoh, masyarakat yang tinggal di perkotaan lebih menyukai persaingan karena dalam persaingan akan muncul pembaharuan-pembaharuan. Nilai sosial juga berfungsi sebagai alat pengawas (kontrol) perilaku manusia dengan daya tekan dan daya mengikat tertentu agar orang berprilaku sesuai dengan nilai yang dianutnya.
4) Norma
Norma dalam sosiologi adalah seluruh kaidah dan peraturan yang diterapkan melalui lingkungan sosialnya. Sanksi yang diterapkan oleh norma ini membedakan norma dengan produk sosial lainnya seperti budaya dan adat. Ada/ tidaknya norma diperkirakan mempunyai dampak dan pengaruh atas bagaimana seseorang berperilaku.
5) Budaya/Kebudayaan
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. Menurut Edward B. Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan yang mana akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

BAB III
STUDI KASUS

3.1 Penyelesaian Masalah
Apa saja contoh perubahan budaya yang ada pada kalangan mahasiswa?
Di era modern ini perkembangan teknologi semakin pesat. Penemuan-penemuan baru ditemukan untuk mempermudah pekerjaan manusia. Rotasi bumi serasa berputar lebih cepat, kita dituntut berpikir kritis untuk menghadapi kerasnya zaman. Istilah globbalisasi sudah tidak asing di telinga, kerjasama lintas wilayah tiada bats. Interaksi social menjadi kunci memuluskan tujuan masing-masing, baik melalui media seperti telepon, internet, computer atau berkomunikasi secara langsung. Tidak terasa, masuk berbagai macam budaya baru. Cara berpakaian, cara bicaram dan tingkah laku. Budaya daerah perlahan tergerus, digantikan “the new life style”. Apakah pengaruh tersebut membawa dampak positif?
Berikut contoh-contoh masalah budaya, diantaranya :
A. Logat
Logat atau gaya bahasa, menunjukkan identitas diamana ia tinggal. Dalam satu kamar ada anak yang berasal dari Sunda, Pasuruan, Madura, Bojonegoro, Lamongan. Keluarga kecil ini saling mengenalkan cirri khas, nah yang diannggap menarik akan ditiru yang lain. Memang ini hal sepele, namun dari sinilah pertukaran budaya berlangsung. Anehnya cara bicara yang negative justru dipertontonkan di muka umum. Mengapa mereka tidak mengambil sisi positifnya? Jawabannya lucu “yang baik sudah biasa” satu demi satu logat ditularkan, hasilnya mewabah dan tercemar.
Tak lama perilakunya sesuai dengan ucapan. Begitu akrabnya logat buruk dibangga-banggakan. Anak desa poos yang sseharusnya memegang teguh budaya mulai terinfeksi logat anak kota. Akan datang masa ketika bahasa daerah akan hilang, bahasa nasional hanya formalitas belaka. Maukan anda menerima pernyataan itu? Tentu tidak. Indonesia bukanlah Negara yang luar biasa, tetapi dengan adanya bdaya Negara yang belum maju ini dikenal. Kalau budayanya hilang, apa lagi yang dibanggakan ibu pertiwi?
B. Cara berpakaian
Pengaruh budaya barat melalui media internet, tv, majalah dan lain-lai sedikit mencoreng kehormatan santri. Gaya hidup bebas, berpakaian yang tidak selazimnya. Memang kita memakai sarung atau kerudung tapi masih banyak yang harus dikoreki.
Wanita muslimah berkerudung, tampak menawan berbalut malu. Sungguh cantik, melangkah penuh pesona, memaksa mata laki-laki tak henti memandang. Pakaian menutup aurat mulai dari ujung kaki sampai kepala. Saat mereka menggunakan kaos jauh berbeda seperti yang dibayangkan. Terlihat lekuk tubuh, menonjol kanan kiri. Inikah muslimah UIN Malang. Ucapan tak sesuai dengan praktek, apakah anda mau dicap munafik. Tiada ra sa malu, semakin rapat semakin percaya diri. Miris melihat keadaan ini, mayoritas berkerudung tapi berpenampilah sexy.
C. Tingkah laku
Indonesia kental akan budaya, salah satunya adalah tata karma. Contoh sederhanya adalah mencium tangan orang tua atau guru. Apakah masih sering kita jumpai pemandangan romantis tersebut? Jarang sekali, kecuali di lingkungan pondok. Bagaimana dengan UIN Malang sendiri.
Ternyata tdak jauh berbeda, saat bertemu dosen tidak cium tangan bahkan menyapapun tidak, itulah Indonesia.

Faktor-faktor apa saja yang dapat merubah budaya mahasiswa.
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses perubahan kebudayaan faktor-faktor pendorong proses kebudayaan daerah
1. kontak atau interaksi-interaksi dengan negara lain, seperti melalui internet, film, dan lain-lain yang menyangkut dengan budaya-budaya mereka.
2. sistem pendidikan formal yang maju
3. sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan untuk maju, yakni seperti contoh terlalu berlebihannya kita atau diri kita terhadap menanggapi budaya-budaya orang-orang barat untuk menginginkan perubahan seperti negara-negara mereka.
4. ketidak puasan mahasiswa terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu.

Bagaimana proses perubahan budaya tersebut?
Proses perubahan tersebut dapat terjadi karena interaksi=interaksi dengan orang-orang barat, seperti internet, film, dan lain-lain yang menyangkut dengan mereka. Akan tetapi tidak sepenuhnya pengaruh atau proses perubahan tersebut dari orang barat terkadang juga dari diri sendiri juga, karena kita terlalu berlebihan juga dalam mengambil budaya-budaya dari barat seperti cara berpakaian serta tingkah laku – tingkah laku orang barat yang serba bebas, sehingga kita lupa dengan batasan-batasan pengaruh budaya asing, yang mana budaya bangsa kita terkenal dengan kesopanan dan kesantunannya, tetapi bukan berarti tidak ada kebebasan, ada kebebasan tetapi tetap dengan pertanggung jawaban.
Bagaimana cara perubahan budaya tersebut agar tidak terjadi pada kalangan mahasiswa?
Agar hal tersebut tidak terjadi adalah dengan cara banyak hal, salah satunya yaitu dengan kesadaran diri kita sendiri terhadap pentingnya budaya-budaya kita bagi Negara kita sendiri daari pada budaya orang lain belum tentu semuanya dapat menguntungkan maupun berdampak baik pada masyarakat-masyarakat, pemuda-pemuda, mahasiswa serta Negara kita sendiri. Kemudian selanjutnya yaitu lembaga perfilman termasuk media massa sangat berperan besar sebagai penggerak baik pemuda-pemuda generasi penerus agar tidak melupakan budaya-budaya kita atau menerapkan budaya asing terlalu berlebihan dengan cara menyajikan berita-berita, acara baik film maupun yang lain-lain, yang lebih menjaga atau membatasi untuk tidak terlalu menampilkan budaya-budaya yang buruk dari barat, sehingga nantinya tidak semua masyarakat atau pemud-pemuda menyerap budaya asing terutama budaya yang kurang cocok dengan kita.

Haloo calon orang-orang sukses..!!^^

September 14th, 2011 -- Posted in Tak Berkategori | 1 Comment »

Sejarah C++

Tahun 1978, Brian W. Kerninghan & Dennis M. Ritchie dari AT & T Laboratories
mengembangkan bahasa B menjadi bahasa C. Bahasa B yang diciptakan oleh Ken Thompson
sebenarnya merupakan pengembangan dari bahasa BCPL ( Basic Combined Programming
Language ) yang diciptakan oleh Martin Richard.
Sejak tahun 1980, bahasa C banyak digunakan pemrogram di Eropa yang sebelumnya
menggunakan bahasa B dan BCPL. Dalam perkembangannya, bahasa C menjadi bahasa paling
populer diantara bahasa lainnya, seperti PASCAL, BASIC, FORTRAN.
Tahun 1989, dunia pemrograman C mengalami peristiwa penting dengan dikeluarkannya
standar bahasa C oleh American National Standards Institute (ANSI). Bahasa C yang
diciptakan Kerninghan & Ritchie kemudian dikenal dengan nama ANSI C.
Mulai awal tahun 1980, Bjarne Stroustrup dari AT & T Bell Laboratories mulai
mengembangkan bahasa C. Pada tahun 1985, lahirlah secara resmi bahasa baru hasil
pengembangan C yang dikenal dengan nama C++. Sebenarnya bahasa C++ mengalami dua tahap
evolusi. C++ yang pertama, dirilis oleh AT&T Laboratories, dinamakan cfront. C++ versi kuno
ini hanya berupa kompiler yang menterjemahkan C++ menjadi bahasa C.
Pada evolusi selanjutnya, Borland International Inc. mengembangkan kompiler C++ menjadi
sebuah kompiler yang mampu mengubah C++ langsung menjadi bahasa mesin (assembly). Sejak
evolusi ini, mulai tahun 1990 C++ menjadi bahasa berorientasi obyek yang digunakan oleh
sebagian besar pemrogram professional.

sumber : erlangga.staff.gunadarma.ac.id