Masyarakat Indonesia pada umumnya tidak begitu banyak mengenal produk peralatan medis dan rumah sakit buatan bangsanya sendiri. Mereka lebih banyak mengenal peralatan medis impor dari negara lain, terutama dari negara maju. Demikian pula kalangan pengelola klinik dan rumah sakit di tanah air lebih suka memakai produk peralatan medis buatan negara lain ketimbang menggunakan produk sejenis buatan dalam negeri. Padahal perusahaan manufaktur di dalam negeri sudah banyak yang mampu memproduksi peralatan medis sejenis dengan kualitas yang tidak kalah baiknya. Bahkan, produk buatan dalam negeri itu memiliki keunggulan lain, yaitu harganya jauh di bawah harga produk peralatan medis buatan negara maju.

200806205

Indikator mengenai tingginya kualitas produk peralatan medis dan rumah sakit buatan dalam negeri adalah banyaknya kalangan pengelola klinik dan rumah sakit di mancanegara yang kini sudah menggunakan berbagai produk peralatan medis dan rumah sakit buatan dalam negeri. Para konsumen di mancanegara itu yakin dan percaya terhadap kehandalan produk peralatan medis dan rumah sakit buatan Indonesia. Salah satu produsen peralatan medis dan rumah sakit yang kini mulai gencar memanfaatkan peluang bisnis di mancanegara adalah PT Tesena Inovindo, sebuah perusahaan yang berdiri sejak 1 Juni 1988 dan memfokuskan diri dalam memproduksi dan mengembangkan produk peralatan medis dan rumah sakit di tanah air.

Direktur PT Tesena Inovindo, Titah Sihdjati Riadhie mengatakan sejak pertama kali berdiri pada 1 Juni 1988, PT Tesena telah memfokuskan diri bergerak dalam kegiatan manufaktur produk peralatan medis dan rumah sakit. Perusahaan ini mendesain sendiri berbagai produk peralatan medis dan rumah sakitnya serta memasarkannya dengan merek sendiri ‘Tesena’ yang kini sudah didaftarkan di Ditjen Hak dan Kekayaan Intelektual, Departemen Hukum dan HAM.

Kini PT Tesena telah berhasil mengembangkan dan memproduksi lebih dari 40 kelompok produk peralatan medis dan rumah sakit dengan total jenis produk mencapai lebih dari 100 jenis produk. Beberapa kelompok produk peralatan medis dan rumah sakit yang sudah diproduksi PT Tesena diantaranya adalah kelompok produk peralatan perawatan bayi (baby care equipment) seperti Infant Incubator, Infant Warmer, Transport Infant Incubator, Phototherapy Unit/Blue Light; peralatan pemeriksaan kandungan dan obstetric (Obstetric & Gynaecological Equipment) seperti Gynaecological Examination and Treatment Unit, Ultrasonic Doppler Fetus Detector; peralatan operasi seperti UV Room Strerilizer, Scrub Station, Operating Lamp, Examination Lamp, Suction Unit; Incinerator, peralatan penanganan mayat seperti lemari untuk penyimpanan mayat, meja otopsi, kereta mayat; Hospital Bed; Bedside Cabinet; Gynaecological Bed; Gynaecological Chair; Wheel Chair; Surgeon Tool; Radiology Equipment dan lain-lain.

2008062012

Berbagai produk peralatan medis dan rumah sakit buatan PT Tesena memiliki tingkat kandungan lokal sangat bervariasi, namun pada umumnya tingkat kandungan lokalnya berkisar antara 70%-80%. Beberapa produk yang banyak menggunakan peralatan elektronik memang kandungan lokalnya masih relatif rendah, misalnya untuk produk Suction Unit dan Medical Electronic lainnya yang rata-rata memiliki kandungan lokal sebesar 30%-50%. Namun demikian, beberapa jenis produk lainnya seperti produk Hospital Bed memiliki kandungan lokal yang mendekati 100%.

PT Tesena kini memiliki dua fasilitas produksi (pabrik), yaitu satu pabrik di Ciracas, Jakarta Timur seluas 4.200 m2 dan satu pabrik lagi di Bandung seluas 2.000 m2. Dengan didukung lebih dari 100 orang karyawan, kedua pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi bervariasi tergantung jenis produk yang dihasilkan. Misalnya, untuk produk peralatan perawatan bayi seperti infant incubator, perusahaan tersebut mampu memproduksi sampai 1.000 unit per tahun. Untuk produk timbangan, perusahaan mampu memproduksinya sampai 10.000 unit per tahun, sedangkan untuk produk peralatan medis lainnya rata-rata mampu memproduksi 500 unit per tahun.

Sebagian besar (sekitar 95%) produk peralatan medis dan rumah sakit buatan PT Tesena Inovindo selama ini masih dipasarkan di dalam negeri dan hanya sekitar 5% yang sudah diekspor. Penjualan umumnya dilakukan ke kalangan rumah sakit, klinik dan para dokter yang membuka praktek. Khusus untuk produk baby care equipment seperti infant incubator, PT Tesena kini menjadi pemimpin pasar di dalam negeri dengan menguasai lebih dari 90% pangsa pasar.

“Sayangnya belakangan ini banyak masuk produk infant care equipment impor buatan China yang harganya lebih murah. Walaupun kualitasnya masih di bawah kualitas produk Indonesia, produk infant care equipment buatan China itu bisa leluasa masuk ke Indonesia karena tarif bea masuk produk tersebut sangat rendah, yaitu 0%-5%. Dengan tarif BM yang sangat rendah itu maka secara otomatis nyaris tidak ada proteksi tarif,” kata Titah yang juga menjadi Sekjen Gabungan Perusahaan Alat-alat Kesehatan dan Laboratorium Indonesia (Gakeslab).

2008062022

Menurut Titah, saat ini terdapat sekitar 50 perusahaan produsen peralatan medis dan rumah sakit di tanah air. Namun demikian di pasar dalam negeri sendiri para pelaku industri manufaktur peralatan medis dan rumah sakit itu baru menguasai sekitar 10% pangsa pasar. “Dari sekitar 7.000-an item peralatan medis dan rumah sakit yang digunakan di pasar domestik dewasa ini, sekitar 90%-nya masih diimpor dari luar negeri. Bahkan penggunaan pemerintah untuk pengadaan peralatan medis dan rumah sakit pun sekitar 90% diantaranya masih impor dan hanya 10% yang digunakan untuk pengadaan peralatan medis dari dalam negeri sendiri,” tutur Titah.

Sebetulnya, tambah Titah, kalangan pelaku industri manufaktur peralatan medis dan rumah sakit nasional mampu memenuhi sekitar 20% kebutuhan peralatan tersebut di dalam negeri, namun kenyataannya masih banyak pengguna (terutama pengelola anggaran) di dalam negeri yang masih suka menggunakan produk impor. Padahal banyak pabrikan peralatan medis di dalam negeri yang sudah mampu memproduksi barang-barang sejenis dengan kualitas tinggi.

“Sulitnya menembus pasar domestik akibat masih tingginya orientasi para pengguna di dalam negeri terhadap peralatan medis impor, telah memaksa sejumlah produsen untuk lebih memfokuskan pemasarannya ke luar negeri. Beberapa diantara mereka ada yang mengekspor 90% produknya dan 10% sisanya dipasarkan di dalam negeri. Sebagian dari produknya yang diekspor itu ada juga yang diimpor kembali ke Indonesia,” kata Titah.

PT Tesena Inovindo sendiri mulai melakukan ekspor berbagai produk peralatan medis dan rumah sakit sejak tahun 2003. Kini perusahaan tersebut sudah mengekspor produknya antara lain ke Aljazair, Nigeria, Malaysia, Yaman, Sri Lanka, Bangladesh, Syria dan Uni Emirat Arab. Beberapa produk peralatan medis yang banyak diekspor antara lain incubator, medical electronic dan timbangan.

Sumber : Majalah Kina (No.1-2008) Departemen Perindustrian RI